The Art of Forgiving

“To forgive is to set a prisoner free and discover that the prisoner was you”

“Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah”

To Forgive,,

“How cud he/she do this to me?”
pertanyaan ini sering muncul untuk orang yang sudah menyakiti kita. Sekarang, coba tempatkan diri kita pada posisi orang tersebut.
Apa sih yang bikin dia tega menyakiti kita?

Apakah itu “pure” karena ke-egoisannya atau kita hanya dapat karma dari tindakkan kita sebelumnya?

Dengan memposisikan diri kita sebagai dia, kita akan tahu, apa motif utama dia sekaligus instropkpesi diri.

-Every Mirror Have Two Sides-

Hanya karena seseorang telah menyakiti kita (dapat juga sekelompok orang), bukan berarti orang tersebut adalah evil monster yang ga punya sisi kebaikan sama sekali. He/she only a human yang juga punya sifat mau menang sendiri, egois dan lain sebagainya.

Mungkin dia juga berada dalam pengaruh orang lain juga hal lain yang membuatnya bertindak sejauh itu.

Jadi coba ingat-ingat sifat baik dia. Misalnya teman kita ga bisa jaga rahasia, tapi dia selalu ngebela kita dalam situasi apa pun. Terima dia apa adanya walau kita nggak harus terus-terusan bergaul sama dia dan terus menerus memakluminya.

-Don’t Be Drama Queen-

Kalau segala cara sudah kita coba, namun kiat belum juga dapat memaafkan, saatnya untuk instropeksi diri lagi.

Apakah kita juga terlalu berlebihan menilai kejadian yang bikin orang tersebut nggak bisa termaafkan?!

Apalagi kalau di setiap kesempatan kita berusaha membuat orang lain bersimpati sama kita dan berbalik membenci orang tersebut. That’s really un-fair!

Ayo kita buka hati kita lebar-lebar supaya lebih mudah memaafkan!

-Get Over It and Move On-

Membuat seseorang merasa bersalah seumur hidupnya tidak akan dapat mengubah masa lalu. Bisa-bisa malah kita yang tersiksa karena terus-terusan hidup dalam amarah dan dendam.

So, its better to forgive and left it behind.

Its really hard to forgive if we never really forget. It’s two different things.

Melupakan adalah menganggap sesuatu tidak pernah terjadi sehingga kita nggak belajar dari pengalaman. Sedang memaafkan adalah berhenti mempermasalahkan suatu hal, mengambil hikmahnya dan move on ur life!

“The weak can never forgive. Forgiveness is the attribute of the strong”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s