Mengejar Matahari

Pikiranku sedang rusak sekarang
Sedang ada konslet di sel otak, yang menyetir gerakku
Hanya ingin melakukan apa yg kumau,
Ketika aku harus melakukan hal lainnya,

Aku kaku,,

-Mengejar Matahari-

Aku seperti berlari, mengejar sesuatu,,
Sesuatu yg membuatku bertanya, “mengapa aku mau melakukan hal ini?”

Aku ingin berhenti,
Kapankah ini berakhir, Tuhan?
Kapan sebaiknya aku berhenti berlari, karena aku mulai lelah,,

Tuhan,,

aku bisa saja menarik nafas sejenak
memejamkan mata & menghembuskan nafas, kuanggap semuanya usai

Namun, tiap kali kubuka mata,
Hatiku selalu saja menggerakkan langkahku tanpa mampu kutolak,
untuk berlari,,

Sebagian diriku terpanggil,,
untuk melompat dengan letupan-letupan
Yang memercikkan rasa asam manis,,

Suatu hari nanti, aku ingin menggenggam lengan Matahari itu,,
Yang sinarnya tak menyilaukan mata,,
Yg harumnya-nya menenangkan aku,,
Yang bersamanyalah aku nyaman,,

Aku,,
Seperti berlari, mengejar sesuatu,
Yang membuatku bertanya, “mengapa aku mau melakukan hal ini?”.
Langkah yg tak tertolak untuk tergerak
Hati yg terus memanggil-manggil,,

Aku tahu, mengapa,,
Aku tahu mengapa aku ingin berlari terus,,
Tapi kini, hatiku berkata,,

Berhentilah, Ai,,

Sebelum semuanya menjadi lebih buruk,,

Berhentilah Ai,,

Berhentilah ,,

Advertisements

5 Comments Add yours

  1. qisthi says:

    yang saya kejar?
    hm. sesuatu yang ada di depan tentunya, bukan yang ada di belakang.
    logikanya begitu, bukan?

  2. qisthi says:

    teruslah berlari dengan penuh kesadaran,
    sesadar matahari yang mencipta bayang-bayang..

    tapi berhentilah ketika kau lihat fatamorgana,
    terkadang matahari begitu silaunya
    membuat kita tak bisa membedakan mana yang nyata dan bukan; delusi.

    1. sundariekowati says:

      oh, gtu, ya, Qisti?
      kalau Qisti sendiri, apa yg Qisti Kejar?
      🙂

  3. WinaWinaWina says:

    Haruskah berhenti Ai kalau perjalanannya belum usai???

    1. sundariekowati says:

      Aku baru tau loh,,
      kalo perjalanannya belum usai ya terus berlalri saja.
      🙂
      mungkin memperbaharui niat dulu ya, kemudian berlari kembali
      untuk satu tujuan mulia.
      ya gak, Win?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s