The Marriage is TODAY

The Marriage is TODAY

“Ndari, theme of the month-nya lagi tentang marriage, ya?”, tanya temanku. Hmm, bagaimana menjawabnya, ya? Bukan karena aku sedang ngebet pengen nikah atau gimana sih, namun, beberapa kejadian yang kualami beberapa hari lampau berkorelasi dengan munakahat. Jadi ya, tulis saja! Hehe.. Karena sedang belajar membuat laporan, tulisan ini pun akan agak-agak mirip reportase. Hanya detail ringan kok.

“The Marriage is Today”, begitu status facebook-ku tanggal 17 Mei lalu. Not my Marriage sure!

Buta jalan, aku & seorang panitia akad yang lain, memakai taksi untuk mencapai rumah rekan kami tersebut. Agak sulit memang, supir taksinya pun sampai bingung dimanakah letak alamat yang kami tuju.

“Saha nu bade nikah the, Neng?”, supir taksinya bertanya. Dan temanku menjawab, “Kakak kelas,Pak. Tapi udah deket banget. Jadi kayak kakak sendiri. Aduh punteun-nya pak, jadi muter-muter gini..”.

“Ah, sawios, Neng!”, jawab pak supir. Setelah menempuh sekitar 1 jam lebih perjalanan, Alhamdulillah kami sampai ke rumah Sang teteh.

Menunggu hingga pukul 13.00, dan prosesi akad pun dimulai. S

ang calon mempelai wanita duduk menunggu di samping kanan Masjid tempat akad, sementara dua orang petugas KUA, ayah sang calon mempelai wanita dan sang calon mempelai pria tengah duduk mengitari sebuah meja cokelat mungil, mematuhi panduan MC yang menginstruksikan detail demi detail rangkaian acara akad tersebut.

‘Lama kali pun!’, batinku yang saat itu memegangi IXY DIGITAL 1000, batrenya hampir habis, dan aku ingin mengabadikan saat Ijab Qabul. Pikirku, ‘orang mau nikah kok dilama-lamain!’.

Namun saat khotib sedang memberikan ceramah nikah, aku sampai ternangis-nangis disamping Ibu calon mempelai wanita. KEREN!! Sayang yang kupegang saat itu bukan buku diary-ku, melainkan kamera, dan kemampuanku merekam sesuatu tanpa menulis kurang baik, sehingga aku tidak merekam kalimat-kalimat yang diucapkan dengan ustadz dengan lengkap, jadi hanya sedikit yang teringat.

Menuju proses Ijab Qabul, petugas KUA meminta kami yang hadir di Masjid untuk sama-sama berdo’a dulu. Saatnya pun tiba, Ijab Qabul terlaksana, sesudahnya adalah penandatanganan surat-surat nikah. Masing-masing mempelai mempunyai satu buku nikah yang berisi pasal-pasal berisi hukum-hukum pernikahan. Lucunya ada piagam juga. Hehe, baru tau loh aku!

Setelah urusan surat-menyurat ini rampung, acara lanjut ke prosesi sungkeman. Dimulai dengan sungkem pada ibu kandung, kemudian pengantin bergantian sungkem pada Ibu mertua. Begitu juga kepada para Bapak-bapaknya. Saat sungkeman ini pengantin dan orang tua keduanya sama-sama menangis. Hiks! Hiks!

Melihat hal tersebut, aku jadi sadar, pasti berat untuk keduanya lepas dari orang tua, inget salah, inget kebaikan-kebaikan orang tua yang ingin kita balas namun tak terbalas. Dan kini, akan pergi dari rumah, tinggal dengan orang baru. Hiiks!

Sang orang tua juga pasti merasa haru, anak yang dilahirkan, ditimang, dibesarkan dengan penuh suka cita, akan memulai bahtera hidup yang baru, terpisah dari asuhan kedua orang tua yang selama ini menyertai. Hanya orang tua yang istimewa yang mampu berlaku secara bijak untuk merasai tanggungjawab menikahkan anaknya. Subhanallah!

Selanjutnya, pengantin dan keluarga pun bersalaman dan berfoto bersama. Prosesi akad ini pun diakhiri dengan ramah tamah, yaitu: makan-makan! Horray! Hehe. Sekian liputannya.!.

[Reported by: Kartini Aisya, 18 Mei 2009, pukul 18:05 WIB]

Advertisements

One Comment Add yours

  1. qisthi says:

    hmm..
    makanya, sebelum ‘lepas’ dari orang tua, manfaatkan waktu2 bersama mereka sebaik-baiknya.. -nasihat buat saya sendiri juga sih, hehe-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s