Sang Pencerah

Film Sang Pencerah garapan Hanung Bramantyo yang dirilis Lebaran 2010,
berhasil mencuri perhatian saya tadi malam.

Hahaha, so funny, tapi Alhamdulillah Allah    memberi saya kesempatan buat menonton  film sarat makna tersebut.

Setahu saya, penggemar dan orang-orang yang tidak menyukai film Hanung ada sama banyaknya. Namun untuk Sang Pencerah, nampaknya, banyak orang yang menyukai. Include me.

Bukan tentang the whole of the film yang ingin saya paparkan disini, namun lebih kepada hikmah-hikmah yang saya dapatkan melalui film ini.

Film Sang Pencerah mengisahkan tentang perjalanan hidup dan perjuangan seorang Kyai Ahmad Dahlan, yang di usia muda sudah pergi berhaji.

Dan, hadir di daerah keraton Yogjakarta yang masih kental dengan kejawen.
Beliau mencoba meluruskan apa-apa yang salah dalam ritual beragama.

Dikatakan disana bahwa, Islam itu mudah, tidak menyulitkan,
oleh karena itu, jika ada yang mau menikah, tidak perlu pesta besar,
cukup dengan kehadiran wali, saksi, dan mahar, maka pernikahan sudah sah.

Kemudian, tentang pelaksanaan tahlilan yang mengeluarkan banyak uang untuk membeli makanan, tradisi yasinan yang menimbulkan kegaduhan, Kyai Ahmad Dahlan mengatakan, tidak perlu seperti itu, kalau tidak sanggup, karena, Allah berfiman, “Sesungguhnya engkau berdo’a dengan keras maupun dengan lembut, Allah Maha Mendengar”.

Wow!
That it so great!

Hal yang paling memukau saya adalah ketika dikatakan bahwa,
Rasulullah SAW pernah bersabda
“Islam itu hadir dalam keadaan terasing,
dan suatu saat akan kembali asing, bahkan untuk kaumnya”.

Wow!
Subhanallah!
Di film tersebut digambarkan bahkan sebagai sesama umat muslim,
terjadi perselisihan, karena perbedaan paham, antara yang ingin berubah menjadi modern dan Islam konvensional.

Ada adegan dimana seorang Kyai lain yang bertanya pada Kyai Ahmad Dahlan,
“Kenapa Anda menggunakan peralatan orang kafir di madrasah Anda?”.

Dan Kyai Ahmad Dahlan menjawab pertanyaan tersebut dengan bertanya balik,
“Anda datang jauh-jauh kemari dari Magelang menggunakan apa?”.

Sang Kyai dari Magelang menjawab,
“Hanya orang bodoh yang berjalan kaki kemari,
tentu saja saya menggunakan kereta”.

Kyai Ahmad Dahlan menimpali,
“Kalau begitu, hanya orang bodoh yang mengatakan madrasah ini kafir,
karena kereta api yang Anda gunakan kemari juga peralatannya berasal dari orang-orang barat”.

Subhanallah.
Begitu mudahnya orang-orang jaman dulu menyebut saudaranya kafir hanya karena melakukan sesuatu yang berbeda, padahal hal tersebut sederhana, seperti penggunaan bangku dan meja di madrasah, kemudian pakaian, dan lain-lain.

Dapat dibayangkan, jika kita terus menerus mempertahankan ke-konvensional-an, bagaimana islam berkembang?

Teknologi perlu dimanfaatkan untuk meraih media da’wah yang lebih tinggi lagi. Oleh karena itu, menurut saya, its ok kita menggunakan berbagai peralatan yang ada, karena toh, we are not the right person to judge, siapa yang kafir dan tidak. At least tidak bisa sepicik dan se-instant itu, dan hanya Allah yang Maha Tahu mengenai perihal hati dan keimanan.

Oya, ada beberapa hal lain yang saya petik dari film ini,
dan tentunya membuka wawasan saya, yaitu mengenai:

1. Menghargai perbedaan pendapat.
Ternyata, Kyai Ahmad Dahlan sangat menghormati orang yang berbeda              pendapat dengannya, dan bukan mengucilkan atau mem-blacklist orang tersebut.

2. Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan pada sebuah gerakan,
bisa jadi apa-apa yang ada pada harokah tersebut benar, dan apa yang kita yakini belum sempurna. Maka selalulah terbuka dan kritis terhadap hal0hal baru.

3. Film tersebut menyadarkan saya, tentang siapa saya.
Tugas manusia di muka bumi adalah menjadi khalifah.
Dan kita boleh berijtihad akan apa yang kita yakini,
dan kewajiban kita hanya berikhtiar dan berdoa. 🙂

Semangat memperbaiki diri, semuanya!
Happy Ramadhan!

🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s