Jumping The Broom

Tadi malam menonton film yang berjudul “Jumping The Broom”.
Easy saja, begitu melihat judulnya, saya seolah mengangkap Jumping The Broom sebagai Jumping The Groom, “Menjadi pengantin pria”.
Setelah menonton filmnya, saya baru sadar bahwa saya salah baca,
its broom not groom. HAHAHA.

Film ini, kalau boleh saya nilai, really recommended, nonton deh.
Di film ini diperlihatkan bagaimana dua orang menyiapkan pernikahan,
dan ketegangan yang biasa terjadi antara mertua dan menantu.

Awal cerita mungkin berkesan kurang baik, namun jika sabar menonton,
banyak makna yang dapat kita petik.

Sabrina, tokoh utama film ini, secara tak sengaja menabrak Jason.
Kemudian mereka saling jatuh cinta dan memutuskan untuk menikah setelah 6 bulan bersama, yang bagi teman-teman dan orang tua, keduanya terlalu terburu-buru.

Ibu Jason menganggap, Sabrina, calon menantunya sangat sombong karena tidak mau menjumpainya di Brooklyn sebelum mereka menikah.  Kontrasnya kehidupan keluarga Sabrina yang kaya raya dan keluarga Jason yang sederhana pun menjadi pemicu utama perang mulut pada acara makan malam.

Ketika sedang membicarakan prosesi adat pernikahan, Sabrina dan Jason menolak melompati sapu, padahal tradisi tersebut sangat penting bagi Pam. “Jumping The Broom” adalah symbol pernikahan bagi para budak berkulit hitam yang tidak diperbolehkan menikah. Pam, yang sangat posesif pada putranya, Jason bersikap sangat masam, bahkan ia menghina keluarga Watson dalam doa berkatnya tentang orang kaya yang tak bisa menghargai orang lain.

“So, now you have a doubt in marrying me because of my mom?, tanya Jason ketika Sabrina complain tentang seikap calon mertuanya.

“But she is my mother, while you haven’t become my wife yet”, perkataan Jason ini membuat Sabrina marah.

You are just a mama’s boy!”, umpat Sabrina.

Pam, juga memperkeruh suasana dengan menantang Sabrina untuk mencari tau siapa orang tua asli calon menantunya itu, setelah menguping pembicaraan Claudine, tante Sabrina, dan Nyonya Watson, Ibu kandung Sabrina.

Mengetahui bahwa jati dirinya tidak jelas, Sabrina mengebalikan cincin ke tangan Jason, “You mom has ruin this marriage”, ucapnya seraya kabur dengan mobil silvernya.

Jason kelabakan mencari Sabrina, berkata pada Ibu-nya, “It’s me. I didn’t let her pick u up on the harbor. Everytime there is a girl who come next to me, u always make them away from me. I hope Sabrina would be different. But no, u make her upset”, ungkapnya.

“What do u want from me, mama? Im not your little 10 years old boy again. I gave u my time, my love, and this marriage won’t change anything. You are still my mama, and I still love you”,
lanjutnya lagi.

Apa yang terjadi selanjutnya? Dan apakah Jason menemukan Sabrina? tonton sendiri ya.

Let’s Jumping The Broom! Cheers!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s