Duit Brur!

Duit brur!
Liat uang pasti langsung biru deh matanya!
Hahaha.

Siapa tidak suka uang?
Uang memang bukan segalanya.
Namun untuk hidup kita butuh uang.
Untuk membeli berbagai keperluan.

Baiklah, hari ini, saya akan berbicara tentang DUIT!

Sudah beberapa hari saya merasa,
“Oh, tidak! gaji saya tidak bertambah! segitu-segitu saja!”.

“Sepertinya enak ya orang-orang yang gajinya besar. Saya mau deh kerja extra time dan lebih sibuk, asal gaji lebih besar”, begitu curahan hati saya.

Ya, gaji adalah hal yang sensitif.
Dan kebanyakan orang tidak vulgar soal salary yang diterima per-bulan.

Akhirnya saya menumpahkan ke-hopeless-an mengenai gaji ini pada sahabat saya. Sebut saja Ceu Ami (nama sebenarnya).

Dalam pandangan saya, ceu Ami ini memiliki gaji yang lebih besar dari saya.
Dalam logika saya, gaji makin gede, makin banyak saving dong!

Maka beginilah hasil pembicaraan kami,

Ami said:
Belom tentu, Ai. Gaji gede saving gede. Ya, kalo orangnya telaten. Tapi lumrahnya biasanya sih, begitu seseorang punya income yang lebih besar, dia pasti tertarik untuk memenuhi kebutuhannya yang lebih well comfy lagi.

Contohnya, orang yang gajinya Rp. 10.000.000,00, nah dia pasti lebih ingin tinggal di kost yang bagus ketimbang kost yang serba sederhana. Makanan juga jadinya pilih-pilih, karena merasa, “Toh saya punya cukup uang”.

Setiap kali uang di kantong kita bertambah dari standarnya, kita pasti timbul perasaan, ingin beli inilah, itulah. Memanjakan diri sendiri dan lain sebagainya.

Ada juga yang seiring dengan pertambahan uang, tanggungjawabnya membesar. Harus memberikan setengah gaji pada orang tuanya, membiayai adik-adiknya sekolah, dan lain-lain, sehingga uang yang dipegangnya tetaplah secukupnya.

Soal saving, itu sih tergantung orangnya. Bukan gajinya. Ada orang yang gajinya 10 juta, savingnya 1 juta. Ada yang gajinya 5 juta, savignya 4 juta. Pinter-pinternya orang ngatur.

Lagipula buat apa sih uang ditimbun? mending juga di’putar’kan. Alias diinvestasikan untuk bisnis. Jadi uang itu mengalir dan berkembang. Not stuck only seperti kalau hanya di keep.

***

Senyum pun merekah di wajah saya, mendengarkan celotehan Ami tentang duit, lagilagi duit. Okhay Mi! ternyata beyond a great money, there’s a greater responsibility. Ya memang benar, baiknya uang itu digulirkan. Semangat ber-bisnis kawan-kawan! 🙂

Semuanya cukup, asal kita bersyukur dan rajin sodakoh.
Insya Allah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s