,, tentang berkicau,,

Disposisi udah, dan arsip juga.
Mohon izin bentar buat curcol yaahh,, 😀

Tentang Berkicau

Berkicau mah, burung atuh berkicau.
Ada ring tone bunyi-bunyi kicauan burung juga di kantor.
Langsung heboh deh, yang udah merit,
entah kenapa pembicaraannya akan menyenggol ke hal-hal yang ‘menyesatkan’, hahaha.

Tentang berkicau ini, ada juga yang diartikan berbicara,
namun tidak panjang lebar, seperti shouting out.

Ya, dan ada media yang disediakan untuk berkicau.
You know the name lha yah.

Tentu, saya tidak mempermasalahkan tentang kecanggihan teknologi,
beserta fasilitas yang memanjakan kita berbicara apa pun itu,
saya pun merasakan manfaat dengan memfollow kicauan-kicauan motivasi,
atau segala yang memberi pengetahuan dan masukan yang positif.

Well, terkadang kita memfollow beberapa teman juga, kan?
untuk bisa saling bertukar info atau berbalas sapa, dimention gitu,,

Nah, berlandaskan hal ini juga, karena ingin sok ngeksis,
saya memfollow, twit beberapa orang yang saya kenal.

Pada suatu malam, ada seseorang yang berkicau tentang sebuah tema.
He seem expert on that, but the thing is, I don’t think he walk the talk.

Jadi, setiap beliau berkicau, saya pasti berkomentar,
“@#&*%++”, “^$!%#&”, syntax-nya error 😀
Terkadang juga memforward komentar saya pada teman,
bahkan berkeinginan untuk menghubungi teman lama
dan membahas tentang kicauan orang ini.

We call this person, “u know who”.
Kaya panggilan buat voldermort.
Pengen bilang sama itu orang, aduh please deh, please,
“STOP all your bullsh*t!”.

Maybe u have fans, I know, but I dont even know why they fond of you“, I said.

But, hey hey hey hey!
“Ai!”, I pointed out myself.

Lately, aku pikir, ngapain aku ngikutin kicauan orang yang jatuhnya malah bikin aku ghibah atau kesel dan berkomentar mulu setiap orang ini ngetwit?
apalagi sampai ngebahas ama sahabat? Hellow!! what the use banget deh.
Just wasting my very precious time.

Itu cuma nambah-nambah dengki aja di hati,
and that’s not a good nutrision for my health.

Ngapain kita, ngefollow orang kalau ujung-ujungnya malah kita ngedumel.
Dan bukan termotivasi karena kata-katanya.

That’s why, akhirnya, saya memutuskan untuk meng-unfollow twitter orang-orang yang malah bikin sakit kepala. Sudah banyak hal yang harus dipikirkan di dunia, kita lebih butuh masukan positif daripada hal yang membuat lingkup berpikir kita jadi negatif.

Huf huf huf!
I know that he is one of my friends who has great thoughts
and having some fans, I’m not gonna mess up with it.

But the thing is, I prefer, tidak memenuhi kepala saya dengan hal-hal yang malah berdampak negatif.

Un-follow.
Done!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s