Sm*sh Blast!

Kamis, 8 Desember 2011,
sebuah message masuk

“Mau nonton konser ga?”, tanyanya

“Konser apa?”, tanyaku

“Sm*sH!”, jawabnya

4 dari 5 orang koresponden menjawab,

“WHAT? mending gw balik deh”,

other said,

“Wah, gw jalan-jalan aj deh di Plangi. Kalau nonton takut gw lempar-lempar tu sm*sh pake tomat atau apa pun yg gw punya”,

“Aduh, pulang kemaleman dong, ceu”,

“Cowo gw aj g suka, apalagi gw”,

and me said, “Let’s go!“.

R: “Gimana konser Sm*sh?”
Ai: “Kereeeen, seruuuu”
R: “Cakep?”
Ai : “Biasa aja, yang cakep cuma Morgan”
R: “Tapi tetep yah, dari semua yang kayak anak kecil cuma Rangga”
Ai: “Hmm, gtw yang mana yang namanya Rangga, hehe”
R: “Kalo aku sukanya Bisma”
Ai: “Sama kaya adik aku”
R: “Bawain lagu apa aja?”
Ai: “Gak tau. Tapi aku rekam”
R: “Lho?”
Ai: “Hahahaha”

Sekarang aku tahu kenapa, ada orang yang sampai menembak John Lenon saking nge-fans-nya. Karena aku pun, ampe mau pingsan rasanya nungguin itu personel Sm*sh kagak keluar-keluar dari backstage. Ga bisa foto deh.

Sejak saat itu, beritikad, kalau sampai ketemu di fx, Senayan City, atau PI, GI, dan mall lainnya, aku jambak juga rambutnya biar mau foto. Bukan buat aku, tapi adikku.

Alay.
Aku alay? iya dong, siapa yang tidak mau menyatukan irama dengan orang tercinta. Berusaha mencari interest yang sama supaya bisa nyambung ngobrol sama adik adalah hal yang perlu diusahakan.

Dan di usianya yang masih SD kelas 2, dia suka ngikutin dance-nya Sm*sh, bukan Justin Bieber loh ya.

Ternyata motivasi untuk membuatnya mampu berkata-kata,
“Kakak aku nonton konser Sm*sh live loh! nih foto-fotonya.
Aku punya juga videonya di rumah. Mau liat?”, kepada teman-temannya,
membuatku kalap dan berbuat norak malam itu.

Dateng telat trus nyosor ke bagian depan, jongkok dan memfoto serta merekam aksi panggung mereka. Anak-anak muda yang berkolaborasi dengan Candil, menyanyikan lagu “Gadisku”.

Ternyata kalau dilihat dari dekat, mereka keren loooh.
Gak lip sing nyanyinya, dan sambil dance juga, kebayang deh staminanya,
soalnya kan pasti capek.

Kalau lihat dari tivi sih bisa bilang, “Ah, segitu doang”.
Ternyata kalau nonton live itu jadi terlihat bagus,
mungkin karena atmosfernya juga.

Pertama kali ketemu Sm*sh waktu di PRJ, cuma telat nyadar,
jadinya begitu mau dikejar, eh terhalang fans lain yang udah memburu duluan. Gak kefoto deh.

Dan, Alhamdulillah tadi malam dapat kesempatan buat liat mereka lagi,
“Oh, indahnya!”, hahahaha. Mungkin gitu ya kalau udah berjodoh, akan bertemu lagi di waktu yang tidak disangka-sangka.

Hm, mungkinkah ini juga berlaku di kehidupan yang sebenarnya?
that we’ll meet our soulmate at an unpredictable time?

Tapi kalau emang udah takdirnya ketemu, ya ketemu.

Habis dari PRJ itu, gak kepikiran lagi deh buat stalking-in sm*sh atau gabung jadi sm*shblash. Tapi suddenly, undangan nonton harmoni SCTV yang mengundang Sm*sh itu datang.

How lucky I am!
Thanks to Ami (hehehe).

So in real life, mungkin saja ini terjadi. Hohoho.
The one will come, coz The God has set it up for us.

Dear, kaka.
I bring a present for you.
Dari video yang aku rekam,
kaka bisa lebih jelas lagi belajar gerakan-gerakan dance-nya Sm*sh!

🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s