Si Ganteng

Sepotong cerita malam lalu

S: Kenapa sih kamu nggak mau sama si A?
P: Soalnya A nggak ganteng mba’e
L: Emang kalau nikah kamu makan gantengnya doang?
S: Kalau dia ganteng tapi suka nyiksa gimana?
S: Trus ganteng-ganteng tapi dibelakang selingkuh
L: Apalagi karena dia ganteng, ternyata dia nyari cowo lain yang gantengnya lebih cantik dari kamu?
S: Nikah itu mending sama cowo yang baik, bikin nyaman, nerima kita apa adanya.
S: Bukan yang ganteng, ganteng, ganteng
L: Yang nggak ganteng juga kalau dilihat-lihat, mandan ganteng
P: Kenapa sih mbak, susah banget ya cari cowo ganteng sekarang?
S: Wes tho! kamu itu perempuan lemah. Jangan cari yang ganteng doang, tapi cari cowo yang bertanggungjawab dan gentle juga baik kayak si A

Kemudian datanglah B,

B: Udah biarin aja, lagi masanya.
B: Dulu juga gw gitu, kalo gak sama yang ganteng gw GAK mau
B: Tapi sekarang mah, karena udah lewat masanya, ya gw mencari yang meski gak ganteng tapi asik gitu orangnya. Bisa bikin gw ketawa

Lalu, aku terdiam.
Mungkin lebih baik membiarkan seseorang melalui masa pubernya,
kemudian dia memetik hikmah sendiri, dan berubah jadi dewasa

Daripada memaksakan pendapat.

Tuh, kan dia jadi nangis.
Maap yah Puspa,,,
Mungkin cara S dan L mencegah kamu dari sakit hati salah,
but actually, we love u!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s