The Ladies watch The Iron Lady

Are you happy, Denis?“, tangannya gemetar memegang segelas wine.

Air mataku langsung meleleh.

Late night show, pop up idea, ngacir ke Plangi dan book a seat to watch The Iron Lady with my ladies, sure.

Film-nya berjalan tidak terlalu cepat, khas film English, karena bukan sisi komersial yang ditonjolkan. Berkisah tentang Margaret Hilda Thatcher, Perdana Menteri Britania Raya pada tahun 1970-1990. Beliau dikenal sebagai “Wanita Besi” (Iron Lady) di media Uni Soviet karena menentang komunisme.

Wow! Subhanallah!

Meryl Streep bermain dengan baik di film ini.
Ow is that good? coz I dont even recognize that it is her!
So her acting must be REALLY GOOD!

Berbeda dengan pemudi lain di usianya, Margaret ditertawakan dan being talked behind karena ia tak pernah bermain dan berdandan layaknya remaja putri lain. Waktunya ia habiskan untuk belajar dan mengelola toko roti keluarga.

But when the time comes,

Papa, I got accepted in Oxford“, ucapnya dengan emosi tertahan.

Ayah MT adalah seorang Gubernur di daerah tersebut yang sering memberi pidato dan tentunya insipirasi utama bagi MT untuk meneruskan cita-cita menjadi seorang public service.

Dari mulai menjadi pimpinan parta konservatif hingga akhirnya menjadi Perdana Menteri ia tekuni, meski harus meng-korting waktunya bersama anak-anak tercinta. Beruntung, MT menikahi seorang pengusaha yang sangat sabar dan pengertian.

Ketika rumah mereka di bom, “That was when I thought Im loosing u, Denis“.

Sang suami, masih selamat hingga akhirnya di usia tua wafat diakibatkan kanker. Sebelum Denis, promotor pertama MT juga meninggal dalam ledakan mobil. Namun MT tidak pernah mundur.

Ia menjadi satu-satunya wanita yang berbicara di Crazy House, sebutan untuk Parlemen.

Di akhir usia, MT banyak melihat tayangan masa lalu berkibar di benaknya, kematian Denis, kelahiran anak-anak, keputusan sulit yang dibuat. I dont know how she does it! How could a woman keep all the emotions and came up with a hard decission.

Namun makin tua, sikapnya emosinya semakin labil. Sikapnya menjadi kasar pada orang kepercayaannya. Dan dengan segala demo serta konflik yang ada, mengikuti saran suaminya, MT pun mengajukan surat pengunduran diri dari jabatannya sebagai Perdana Menteri.

Satu hikmah yang saya petik, “Every hero has a scar“.
Selalu ada pengorbanan atas sebuah cita-cita.

Are you happy, Denis?“, bisiknya melepas bayang sang suami.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s