#lesson 1

“Kamu pikir, hidup normal itu enak?”, tanyanya.

“Menurut kamu, menikah itu normal, kan?
Dan melakukan apa yang orang normal lakukan itu menyenangkan.
Blom tau aja. Ntar kalau udah nikah tau rasa!”,

“Jangan dilihat enaknya aja. Contoh kecil, suamiku, kalo abis makan, bungkusnya suka ga dibuang. Dalam hati gw gemes, ‘iiih apa susahnya sih tinggal dibuang ke tempat sampah?’.”,

“Nah tapi itu udah jadi kebiasaan dia. Makannya gw yang beresin”,

“Trus kalau misalnya gw masih di kantor, dia kelaperan. Maka dia telepon, ‘pulang dong, pulang dong’. Padahal itu ayam udah dibumbuin. Apa susahnya sih nge-goreng sendiri. But that’s a life”,

“Pertanyaan-pertanyaan seperti itu ga akan pernah berhenti. Pas kamu single, ditanya kapan nikah? Pas udah nikah, ditanya kapan punya anak”,

“Jadi nyantai aja. Nikmatin waktu kamu”,

“Jangan kepatok pengen hidup normal kaya yang lain. Karena belom tentu kalo lo hidup normal, lo bakal enjoy sama hidup lo”.

*my credit for Mrs. F

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s