Korean Muslim

Beberapa hari yang lalu, ada event akbar yang diadakan oleh GAMAIS ITB berkolaborasi dengan FSLDK (kalau tidak salah). Nah, saya sempat datang sebentar dan mendapatkan informasi bahwa sedang terselenggara konfErensi internasional yang dihadiri oleh muslim yang berasal dari 8 Negara.

One of them is Korea.

Wow, saya menjadi sangat penasaran tentang muslim Korea tersebut, beliau adalah seorang muslimah. Namun sayangnya saya tidak bersua. Jadilah saya coba seaching tentang muslim Korea, dan saya mendapatkan dua artikel yang menarik.

Saya share disini, ya 🙂

“I became a Muslim because I felt Islam was more humanistic and peaceful than other religions. And if you can religiously connect with the locals, I think it could be a big help in carrying out our peace reconstruction mission”, said the Korean soldiers who converted to Islam ahead of their late July deployment to the Kurdish city of Irbil in northern Iraq.


Begitu isi pembuka source pertama yang saya click dari:
http://www.way-to-allah.com/en/journey/KoreanTroops.html

Tentara Korea yang convert to Islam tersebut mengatakan bahwa, menurutnya, Islam adalah agama yang paling humanis dan peaceful.

Subhanallah.

Ini adalah opini yang sangat positif.
Ya, jika kita take a look deeper to Al-Qur’an dan ajaran Islam. Di dalamnya bahkan ada tata cara berperang yang sampai tidak boleh merusak kondisi alam. Kemudian hal-hal humanis terlihat dari, seorang muslim sebisa mungkin harus berupaya untuk menyeimbangkan habluminallah dan habluminannas.

Hubungan straight to Allah harus berimbang dengan hubungan baik yang kita bangun dengan sesama manusia. Contohnya menjalin silaturahim, menampilkan perfoma yang terbaik ketika bertemu saudara kita.

Another interesting fact is from:
http://dinhie.wordpress.com/2010/09/14/muslim-korea/

Artikel tersebut berisi paparan mengenai Direktur PT Samsung Elektronic Indonesia, Lee Kang Hyun. Lagi-lagi, beliau juga memilih Islam sebagai agamanya karena beliau melihat Islam adalah agama yang mengajarkan keramahan dan solidaritas kepada sesama.

It’s another wow!

Berdasarkan observasi simple-nya, beliau mengatakan,
“Mereka yang tekun dan disiplin shalat ternyata adalah karyawan yang bisa berprestasi,” ujarnya.

Plak!
Saya tertampar sudah. Ini adalah tentang etos kerja.

Subhanallah, saya merinding sekaligus bertambah semangat ketika membaca kedua fakta tersebut. Kalau di negara non-muslim saja, para mualaf ini bisa berjuang menemukan kebenaran dan berusaha menjadi muslim sejati, suppose to saya pribadi dan kita semua yang merupakan warga Indonesia dapat menempa diri lebih baik lagi.

What a light in a dusty day.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s