The uncomfort zone

Jika Anda yang berpikir bahwa berbisnis itu lebih mudah daripada menjadi pegawai, Anda salah besar. Atau kalau Anda tidak berpikir demikian, setidaknya saya yang salah persepsi.

Berbisnis itu bangun dan tidur dengan kepala penuh pikiran, capek badan, lelah hati. Diperlukan kelapangan hati yang luas dan manajemen sikap yang baik dalam menjalankannya.

Doing the uncomfort zone.
Ketika mendapat berita bahwa beasiswa yang saya ajukan failed, hati saya sakit bukan main. Saya berdoa pada Allah SWT, agar mengganti keresahan hati saya ini dengan sesuatu yang lebih baik. Allohu Akbar!

“Ayik, bisnis yuk! kita jualan kerudung!”, ajaknya. Saya yang saat itu sedang mantengin komputer pun memutar kursi menghadapΒ colleague saya.

“Boleh”, ucap saya mantap.

Proses produksi dan penjualan tidak selalu berjalan mulus, namun kami (saya dan rekan saya) terus berusaha memutar otak agar bisnis ini sustainable.

Menginjak minggu ketiga, ketika stock mulai berceceran dimana-mana dan dihutangi, saya berencana untuk mengambil uang yang saya investasikan di bisnis yang lain.

“Sun, astagfirullahaladzim”, kata orang yang saya titipi uang untuk investasi.
“Kenapa?”, tanya saya.
Owner-nya kena tipu dan uangnya raib”, ucapnya.

Oh my God!
Hampir semua uang tabungan saya investasikan di bisnis laptop tersebut, dan hasil kerja keras setahun lebih pun hilang. Malamnya saya dirundung sakit kepala. Bagaimana caranya saya mengumpulkan uang lagi? setidaknya untuk bayar kos dan makan bulan ini.

Rapuh.
Keesokan harinya saya tidak masuk.
Hanya menangis dan berdoa.

“Teh, kalau mau pake uang aku dulu gak apa-apa. Gak usah dibalikin”,
ucap Delima, teman kos saya.

“Yik, udah gak usah dipikirin. Mari kita buka lembaran baru, temen-temen di kantor mau bantuin ko. Lo gak usah pusingin duit makan untuk bulan ini”, kata partner bisnis saya.

“Sabar ya say, mungkin Allah ingin mencuci uang kamu. Kalau itu rezeki kamu, bakal balik lagi suatu saat”, hibur rekan kerja saya.

Oh Dear God..
Betapa kehilangan uang itu lebih sakit dari patah hati.
Namun dengan banyaknya orang-orang yang memberi saya dukungan,
seketika saya merasa, bahwa harta yang lebih berharga dari uang adalah teman-teman yang baik.

Teman-teman yang ada di saat terbaik dan terpuruk kita πŸ™‚

Alhamdulillah sedikit beban saya terangkat, terimakasih ya teman-teman…

Bip!
Handphone saya berbunyi..

“Mbak, jualan kerudung ya? saya mau beli ya 70 pieces.
Email mbak apa? nanti saya kirim rekap orderan saya ke email mbak.
Tapi harga re-seller yah, kan saya belinya lebih dari 12 pieces”,
begitu bunyi pesan yang saya baca.

Sambil menyeka air mata, saya bergegas bangun dari tempat tidur dan menghitung jumlah kerudung yang tersisa. Bersiap untuk pengiriman selanjutnya.

“Barangsiapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik
(menginfakkan hartanya di jalan Allah), maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepadaNyalah kamu dikembalikan”.
[QS. Al-Baqarah:245]

Advertisements

7 Comments Add yours

  1. Finni says:

    Wah… ndari.. terharu baca blog ini..T_T tetap semangat ya ^^ Allah tak akan pernah meninggalkan hambanya yang berdoa dan berikhtiar πŸ™‚ Bener tuh hikmahnya untuk membersihkan harta jadi mudah2an diganti Allah dengan yang lebih baik dan lebih berkah πŸ™‚ Amin,…

    1. sundariekowati says:

      Makasi ya Finni πŸ™‚ Jazaakillah khair. Mari sama-sama berjuang!

  2. sangterasing says:

    Bisnis dengan modal, penuh resiko tapi selalu penuh keajaiban. Saya sepertinya perlu belajar banyak nih.. πŸ˜€

  3. elvi says:

    semakin terbuka ya blognya. Proud of you πŸ™‚

    1. sundariekowati says:

      Really? thank you.

  4. semangat yaaa teh.. :’) Innallahuma’a anti πŸ™‚
    Insya Allah nnti aq beli yaa,, tp kyknya aq ga jadi nginep deh teh.. krn kmrn smpet plg kmaleman trus jadi ga boleh lagi deh..

    Teh, aq sms in yaa aq mu warna apa aja hehee πŸ˜€
    semangaaat yaa teh ai πŸ˜€

    1. sundariekowati says:

      iyaa cindi makasi ya. Mangga, ditunggu ya πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s