Birul Walidain

Ketika saya melihat orang-orang lain yang berusaha memenuhi impian mereka karena mereka menginginkannya, saya iri. Saya melihat orang-orang yang melakukan passion mereka sepertinya memiliki kebahagiaan lebih.

Memang apa sih yang manusia cari dalam hidup? simpelnya, dibalik semua visi kita yang ‘wah’, pasti ada perasaan dimana kita hanya ingin menikmati hidup dan bahagia. Lepas dari tuntutan yang memaksa otak dan tubuh kita bergerak terus menerus.

Kadang-kadang saya ingin berontak dan melakukan apa yang saya mau, tapi buat apa? setelah saya meraih itu semua akan saya banggakan pada siapa? kalau keluarga saya tidak bahagia karenanya.

Saya sadar bahwa apa-apa yang saya lakukan berkiblat pada apa yang menjadikan keluarga saya bahagia. Kebahagiaan diri saya sendiri tidak akan cukup mampu membuat saya bertahan untuk kebahagiaan selanjutnya jika orang tua dan adik-adik saya tidak merasakannya juga.

Mungkin saya akan terus terperangkap dalam maze yang sudah disketsakan oleh keluarga saya. Tapi bukankah berbakti pada orang tua juga hal penting? Selama tidak menyuruh kita pada hal buruk, bukankah segala sesuatunya masih berada dalam track yang baik?

Berkata Ibnu Hazm, mudah-mudahan Allah merahmatinya:
Birul Walidain adalah fardhu (wajib bagi masing-masing individu).
Berkat beliau dalam kitab Al Adabul Kubra: Berkata Al Qodli Iyyad:
“Birrul walidain adalah wajib pada selain perkara yang haram.”
[Ghdzaul Al Baab 1/382]

Bukankah Birrul Walidain (berbakti pada orang tua) itu wajib?

Berdasarkan sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam:
Al Birr adalah baiknya akhlaq”.
[Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahihnya Nomor 1794]

“Al Birr adalah mentaati kedua orang tua didalam semua apa yang mereka
perintahkan kepada engkau, selama tidak bermaksiat kepada Allah, dan Al
‘Uquuq dan menjauhi mereka dan tidak berbuat baik kepadanya.”
[Disebutkan dalam kitab Ad Durul Mantsur 5/259]

Terdapat 2 (dua) ayat didalam Al-Qur’an yang memuat mengenai Birrul Walidain ini, antara lain:

“Sembahlah Allah dan jangan kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua Ibu Bapak”.
[An Nisa’ : 36].

“Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya”.
[QS. Al Isra’: 23].

Disini dapat kita lihat bahwa, Allah SWT memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada orang tua kita tepat setelah perintah agar kita menyembah Allah. Dua perintah ini di sadingkan dalam satu ayat. Oleh karena itu, kedudukan dari berbakti kepada orang tua adalah penting dan mulia.

Dari Abdullah bin Mas’ud mudah-mudahan Allah meridhoinya dia berkata :
Saya bertanya kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam:
Apakah amalan yang paling dicintai oleh Allah?,
Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam:
“Sholat tepat pada waktunya”,
Saya bertanya : Kemudian apa lagi?,
Bersabada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam
“Berbuat baik kepada kedua orang tua”.
Saya bertanya lagi : Lalu apa lagi?,
Maka Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :
“Berjihad di jalan Allah”.
[Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dalam Shahih keduanya].

Dalam hadist tersebut tersirat bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah solat tepat pada waktunya, lalu berbakti kepada orang tua, baru kemudian berjihad. Bukan kebalikannya.

Adapaun hak-hak dan kewajiban yang wajib dilaksanakan saat orang tua masih hidup adalah:

1. Menaati mereka selama tidak mendurhakai Allah
“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku
sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu
mengikuti keduanya…”
[QS. Luqman: 15]

2. Berbakti dan merendahkan diri di hadapan orang tua
“Dan Rabb-mu telah memerintahkan supaya kami jangan menyembah
selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan
sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya
sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah
kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu
membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.
Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih
sayang dan ucapkanlah: ‘Wahai, Rabb-ku, kasihilah keduanya sebagaimana
mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.'”
[QS. Al-Israa’: 23-24]

3. Merendahkan diri di hadapan keluarga
4. Berbicara dengan lembut di hadapan mereka
5. Menyediakan makanan untuk mereka
6. Meminta izin kepada mereka sebelum berjihad dan pergi untuk urusan lainnya
7. Memberikan harta kepada orang tua menurut jumlah yang mereka inginkan
8. Membuat keduanya Ridha dengan berbuat baik kepada orang-orang yang dicintai mereka
9. Memenuhi sumpah kedua orang tua
10. Tidak mencela orang tua atau tidak menyebabkan mereka dicela orang lain
11. Mendahulukan berbakti kepada Ibu daripada Ayah
Seorang laki-laki pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam: “Siapa yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dariku?”
Beliau menjawab: “Ibumu.” Laki-laki itu bertanya lagi: “Kemudian siapa
lagi?” Beliau kembali menjawab: “Ibumu.” Laki-laki itu kembali bertanya:
“Lalu siapa lagi?” Beliau kembali menjawab: “Ibumu.” Lalu siapa lagi?”
tanyanya. “Ayahmu,” jawab beliau.”
[HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no 2548]

Sedangkan hak-hak orang tua setelah mereka meninggal adalah:

1. Menshalati keduanya
“Apabila manusia sudah meninggal, maka terputuslah amalannya kecuali
tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang
mendo’akan dirinya.”
[HR. Muslim no. 1631 dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]

2. Beristigfar untuk mereka berdua
“Ya, Rabb kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku…”
[QS.Ibrahim: 41]

3. Menunaikan janji kedua orang tua
4. Memuliakan teman kedua orang tua
5. Menyambung tali silaturahim dengan kerabat Ibu dan Ayah

Baiklah, untuk teman-teman semua yang masih memiliki keluarga yang lengkap, mari kita maksimalkan bakti kita pada orang tua agar tidak menyesal di kemudian hari. Dan untuk sebagian dari kita yang sudah ditinggal oleh keluarga kita, mari kita doakan agar orang-orang terkasih kita mendapat tempat yang baik di sisi Allah SWT.

Ingatlah bahwa seorang anak yang soleh, yang giat membaca Al-Qur’an dan mendoakan orang tua dapat membuat orang tuanya mendapatkan tempat yang baik di surga, Semoga kita termasuk di dalamnya. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s