Le simplement moi

Just read blog-nya @miailahude yaitu http://milkshakecokelat.wordpress.com/
dan tertulis quotte indah ini:

“..there you go, I’m so tired to keep connecting the dots for you.
– Kate Coleman” ~
Orphan, 2010

Bentar, ketawa dulu yah 🙂
Khikhikhi. Atau kalau mau koprol juga boleh.

Akhir-akhir ini kalau ngobrol sama orang yang keren, komentar saya cuma:
1. Wow
2. Keren
3. Whoa
4. Cool
5. Oo
6. Haha
7. Hoo
8. Wow cool

Entah saya semakin garing atau diksi saya kelelep saking stuck-nya aktivitas rutin saya yaitu, kantor-kos-Bandung (rumah), nggak jalan-jalan kemana-mana serta ketemu orang yang itu-itu saja. Dan melihat orang lain growing up sementara masih disini-sini saja. Jadi saya paling banter cuma bisa ber-Oo panjang diulang berkali-kali tanpa malu.

“Kamu kan cheerful, delightful, be-au-ti-ful“, komentar seseorang.
Abaikan kata paling kanan, pay attention to dua kata di depan:
cheerful, delightful.

Membuka kamus online, dan kalau mata silindris saya masih normal untuk melihat meski tanpa kacamata, maka kedua kata tersebut berarti:
1. Cheerful : ceria
2. Delightful : menyenangkan

Am I?

Gangnam style dulu!
*bosen sama koprol, backroll dan handstand*

Maybe I was 🙂
I was that lively, humorous, sanguin girl who will come to a new place and become a sudden spotlight where people could notice who I am, and get to know more people in a moment.

“Ai, lo pendiem banget sih. Ngomong napa. Kalau ada apa-apa itu coba diutarakan. Jangan nga-ngo nga-ngo gitu”, ucap teman di kantor.

Saya gak dianter jemput lagi oleh papah saya, yang notabene selalu nangis kalau beliau telat jemput. Sekarang saya pulang pergi naik kopaja, bersikutan dengan banyak orang, kadang menggelantungkan tangan ke atas, kalau beruntung ya duduk, kesangan dan kadang harus pintar-pintar menghindar dari gejala pelecehan seksual, makannya saya pengen belajar silat lagi kayak jaman SD.

Saya mencuci baju sendiri (kadang) dan sudah mulai (punya keinginan) untuk belajar masak. Berusaha bangun pagi dan berpura-pura beresin kasur padahal hanya merubah posisi tidur dari telentang jadi tengkurep. Dan menyapu kumpulan rambut saya yang bergumul di lantai.

Bagi sebagian orang, mungkin, cih apaan si Ai cemen banget gitu doang ditulis. Tapi buat saya ini bersejarah. Karena saya tahu bagaimana saya sedari kecil hidup enak, kemana-mana di antar, hampir tiap minggu beli baju baru.

Sekarang?
Boro-boro shopping, mau makan juga cari yang harganya 10.000-an.

Le simplement moi
Merasakan derit-derit ban beradu dengan aspal,  sedikit menghirup asap rokok,  dan tergelak dengan kejenakaan metropolitan.

This is the simple me 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s