Berdamai dg Diri

Sebagai seorang bumil yang tidak bekerja, seringkali saya salut dengan working mom yang tetap beraktivitas full selama hamil.
Well, tanpa mengesampingkan, bahwa keluhan, gejala kehamilan dari tiap Ibu berbeda-beda. Ada yang tetap fit, tidak mengalami emesis yang parah, bisa makan tanpa kendala dan lancar sampai lahiran. Namun ada juga bumil yang rempong abis.

I’m not saying that I’m the one with a very rempong pregnancy. Ada teman saya bahkan sampai dirawat dan diinfus di rumah sakit karena tidak bisa masuk makanan sama sekali sampai dua hari. Ada juga yang mengalami emesis sampai usia kandungan 4 bulan. Bayi lahir prematur, caesar, dll.

Tentu saja, saya pribadi berharap bisa lahiran dengan normal dan lancar. Aamiin.

Memasuki trimester ketiga, perubahan tubuh dan gejala natural yang saya alami juga berubah. Masih ingin berjalan-jalan, kuat dan beraktivitas dengan produktif, namun apa daya, kehamilan saya bukan tipe yang super prima. Sehingga untuk kebaikan bersama, saya, janin dan sang ayah, saya memilih untuk lebih sering diam di rumah. Khawatir kalau berpergian malah merepotkan.

Ya. Kalau melihat bumil lain yang seem OK dan aktif, pengen juga bisa jadi seperti mereka…
But hei! itu artinya saya kurang mensyukuri apa yang saya alami sekarang.
Kita tidak bisa terus mengeluhkan kondisi kita, karena nobody’s life is ideal.
Mau terlihat seperti apa pun, sebenarnya hidup orang lain ada plus dan minusnya.
šŸ™‚

Obatnya adalah berdamai dengan diri sendiri.
Dengan kondisi yang kita alami.

Menerima kondisi kita dengan kelapangan hati yang besar.
Menjadi sahabat terbaik bagi diri kita sendiri.
Kalau kita sudah berteman baik dengan diri sendiri, bagaimana pun kondisi di luar diri kita,
kita akan bisa merasa santai dan tahu bahwa kondisi terbaik untuk kita adalah yang sedang kita alami saat ini.

Hal ini tidak hanya berlaku untuk saya yang kadang ngiri sama bumil yang terlihat ‘bagja’.
Tapi untuk kondisi-kondisi lain yang dialami oleh teman-teman.

Kalau kita tidak bisa merasa puas dengan kondisi kita saat ini, kita tidak akan pernah puas meskipun taraf hidup kita membaik šŸ™‚
Biasakan merasa cukup, menerima diri sendiri dan berdamai dengan hidup.

Di luar diri kita akan ada banyak orang yang dapat berkata apa pun, mempengaruhi kita.
Namun kita harus kuat, memiliki prinsip. Dengan berdamai dengan diri dan menjadi sahabat terbaik untuk diri kita,
kita akan mampu untuk tetap kuat menghadapi berbagai kondisi.

Peace!

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. Dini Ayudia Erwin says:

    Teh ai, thanks yah isi blog teteh mengingatkan aku lagi šŸ™‚

    Dalam setiap keadaan, kita memang perlu berdamai dgn diri sendiri.

    Menjadi sahabat terbaik bagi diri kita sendiri.

    Sehat terus ya Teteh, ampe lahiran semoga semua selamat dan sehat yah šŸ˜‰

    1. sundariekowati says:

      Iyaa sama2 šŸ™‚ hatur nuhun pisan doanya dini. Km jg smangaaat ya say šŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s