Serunya Bikin Paspor Anak!

Bukan hanya orang dewasa yang harus memiliki paspor, anak kecil (bahkan bayi) pun memerlukan paspor ketika berpergian ke luar negeri karena paspor hanya berlaku untuk satu orang. Paspor memuat informasi yang memudahkan petugas imigrasi untuk mengindentifikasi diri kita saat menginjakkan kaki di negara lain. Kali ini saya ingin sharing pengalaman saat membuat paspor anak saya, Aisya.

Saya masih ingat betul, pagi pukul 07.30 WIB Aisya dan saya sudah nangkring cantik di Kantor Imigrasi I Bandung. Antrian pembuatan paspor ini berlangsung dari pukul 08.00-10.00 WIB. Sebelumnya Aisya sudah didaftarkan melalui registrasi online oleh ayahnya. Kami juga sudah men-scan beberapa dokumen yang dibutuhkan namun ternyata, saat melakukan pendaftaran online tidak ada dokumen yang perlu di-upload. Setelah melakukan pendaftaran, ada berkas yang harus di print sebagai pengantar untuk melakukan pembayaran ke bank BNI. Dalam print out tersebut juga terdapat barcode yang nantinya akan diperiksa oleh petugas imigrasi sebagai penanda bahwa kita telah melakukan pendaftaran online. Pada bukti pendaftaran online tersebut juga diinformasikan mengenai jadwal foto. Dan jadwal foto Aisya adalah tanggal 18 April 2016.

Mengapa kami memilih pendaftaran online?
Antrian untuk calon pembuat paspor yang sudah melakukan pendaftaran online tidak sepanjang pendaftar manual, karena pendaftar online sudah memiliki jadwal pemberkasan dan jadwal foto. Karena saya hanya datang berdua dengan Aisya, pendeknya antrian ini menguntungkan bagi saya sehingga tidak harus mematung di luar kantor Imigrasi dalam waktu yang lama bersama Aisya. Antrian yang tidak begitu panjang saja membuat Aisya ‘gerah’, apalagi antri manual, bisa jadi saya yang tantrum hehe.

Di halaman kantor imigrasi terdapat kolam ikan sehingga Aisya menarik-narik tangan saya untuk melihat ikan dan berjalan-jalan. Beberapa kali Aisya malah mengajak pulang atau mencari Mbah-nya yang tadi pagi ikut mengantar sampai ke kantor imigrasi. Akhirnya dengan tebal muka saya berkenalan dengan pengantri di belakang saya dan menitipkan ransel yang berisi dokumen juga bekal Aisya selama saya menemani Aisya jalan-jalan di halaman kantor imigrasi.

Tidak lama, kami pun masuk untuk pemberkasan namun sayangnya dokumen kami kurang lengkap. Saya baru tahu bahwa saat proses pemberkasan dan pemotretan, Ayah-lah yang harus mendampingi anak. Jika sang ayah berhalangan hadir, harus ada Surat Kuasa dari Ayah kepada yang menggantikan. Langsung saja saya hubungi suami untuk meng-email-kan Surat Kuasanya. Sempat pesimis akan kelar hari ini, saya pun berpikir untuk kembali saja besok. But I tried coming again at 09.45 WIB dan ternyata saya berhasil antri di last minute. Thanks God dapet nomer terakhiiiirr 😀

Dokumen apa saja yang harus dibawa saat jadwal foto?
Saat jadwal pemotretan tiba, kita juga harus membawa dokumen kelengkapan pembuatan paspor anak, yaitu :

  1.  Bukti Pendaftaran Online (print out yang saya sebutkan sebelumnya).
    2.Bukti pembayaran ke Bank BNI.
    3. KTP asli orang tua dan fotokopi-nya.
    Untuk fotokopi KTP ortu ini, KTP ayah dan KTP ibu harus disatukan di kertas A4.
    4. Akte Lahir Anak asli dan fotokopi-nya.
    5. Kartu Keluarga asli dan fotokopi-nya.
    6. Surat Kuasa dari ayah anak kita, jika sang ayah tidak dapat mendampingi saat  proses pemberkasan dan pemotretan. Saya pribadi menggunakan Surat Kuasa dari suami karena saat itu suami sedang bekerja di Jakarta.
    7. Materai 3 buah.

Setelah beres pemberkasan, kami lanjut antri untuk foto. Antrian untuk berfoto ini memakan waktu 2 jam yang diwarnai dengan tangisan Aisya yang kebosanan, mengantuk, lagi-lagi ingin pulang. Sebenarnya kami diberikan dua nomor antrian dan petugas imigrasi meminta kami untuk memilih antrian yang lebih cepat, tapi karena Aisya anak-anak maka pengambilan foto paspor dilakukan di bilik-1. Saat dipanggil, Aisya malah enggan difoto. Saya perlu membujuknya beberapa kali untuk mau difoto dan akhirnya Aisya bersedia difoto ketika saya katakan “Aisya temenin Bunda foto ya. Bunda ingin ditemenin Aisya”.

Kapan Paspor Bisa Diambil?
Paspor dapat diambil 4 hari masa kerja setelah proses pemotretan. Kami pun datang kembali ke Kantor Imigrasi pada hari Jum’at karena pada hari Kamis berhalangan. Untuk pengambilan paspor ini juga ada nomor antriannya, namun prosesnya lebih cepat.

Last but not least, berapa sih biaya pembuatan paspor anak?
Total biaya pembuatan paspor anak yang kita bayarkan ke Bank BNI Rp. 360.000.

So, untuk para bunda dan ayah yang ingin membuat paspor anak, siapkan semua dokumen juga bekal dan mainan agar anak tidak bosan menunggu ya. Lebih baik lagi kalau ada yang menemani ayah/bunda sehingga bisa gantian antri dan mengajak anak kita jalan-jalan selama menunggu proses pemberkasan dan foto.

Semoga tulisan ini bermanfaat, selamat membuat paspor! 🙂

Advertisements

2 Comments Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s