Ke Bali Sama Aisya

Akhir Agustus 2016, saya melakukan perjalanan berdua saja dengan Aisya ke Bali. Kami naik pesawat dari Bandara Husein Sastranegara Bandung ke Ngurah Rai. Lebih tepatnya kami menyusul ayah Aisya yang sedang dinas disana. 

Buat Aisya ini pertama kalinya ke Bali. Kalau pantai mah, Aisya sudah pernah ke Pangandaran sebelumnya. Kebayang Bunda sih, Aisya bakal seneng banget diajak main pasir dan ke pantai πŸ™‚

Ini merupakan pengalaman berharga bagi saya, karena saya belajar mengepack barang se-efisien mungkin juga managemen team-up sama Aisya.

Tulisan ini diperuntukkan bagi para ibu yang akan berpergian menggunakan pesawat tanpa didampingi suami yaa.

Barang Bawaan : 1 koper + tas jinjing

Dalam perjalanan kali ini, saya hanya membawa 1 koper kecil dan 1 tas jinjing besar. 

Di koper kecil, saya masukkan baju, sebagian besar susu Aisya, sandal Aisya (back-up) dan ban renang. Sementara tas jinjing berisi bekal makanan berat juga snack, dompet dan HP. 

Mungkin membawa bekal nasi terkesan agak konvensional ya, but it helpful. Begitu sampai hotel dan belum sempat strolling around sementara anak sudah lapar, kita bisa segera menyuapinya dengan masakan rumah. Comfort food yang aman dikonsumsi anak. Selain nasi, saya juga membawa sereal, roti dan biskuit.

Transportasi : Pesawat, Taxi, Gojek

Pesawat

Ini adalah transportasi udara yang kami pakai. Untuk maskapainya, kami menggunakan Lion Air. Alhamdulillah untuk penerbangan di pagi hari (pukul 10.00 termasuk masih pagi), maskapai ini relatif ngga delay.

Untuk tiketnya, saya hanya perlu menunjukkan email dari HP kepada petugas dan selanjutnya antri untuk check in. Dapatlah nomor kursi. 

Senangnya karena di bandara kini disediakan playground. Aisya bermain disana bersama anak-anak lain sambil nunggu take off.

Kami duduk di bagian depan pesawat. Karena layer 1-3 banyak yang kosong, saya pun pindah ke layer dua agar bisa leluasa mengajak Aisya melihat pemandangan keluar jendela. Bagian seru-nya adalah saat saya katakan, “Aisya, itu pulau Bali-nya”, ketika hampir sampai.

Selama di perjalanan dan karena waktu tempuh tidak begitu lama, Aisya tidur pulas. Baru ketika akan sampai saya bangunkan.

Taxi

Karena suami masih di Singaraja dan cukup jauh dari Kuta, sesampainya di Bali, saya dan Aisya naik taxi ke hotel. Suami sudah memberitahu saya untuk naik taxi resmi, tapi berhubung rada bingung, saya naik taxi Bali. Biayanya lebih mahal, sekitar 150rb. Taxi resmi hanya 50rb.

Gojek

Saat suami masih bekerja, saya dan Aisya naik gojek ke pantai Kuta (terdekat dari hotel) sampai magrib. Memanfaatkan waktu sambil menunggu suami sampai ke hotel.

Berry Glee Hotel

Berry Glee Hotel adalah tempat kami menginap di hari pertama saya dan Aisya sampai ke Bali. Berhubung suami masih di perjalanan dari Singaraja ke Kuta, saya check in sendiri.

Suami sudah terlebih dahulu membooking hotel ini, sehingga saya hanya perlu menyerahkan KTP suami. Dan langsung dapat kunci kamar + voucher free karaoke untuk malam hari selama setengah jam.

Hotelnya colorful banget. Kamarnya unik, banyak lampu neon dan ada tempat tidur terpisah untuk anak-anak. 

Lobby hotelnya terkoneksi dengan swimming pool dan restoran. Hotel ini juga memiliki tempat main untuk anak, yaitu : main pasir, playground kecil, beberapa kuda-kudaan, area basket dan kolam anak lengkap dengan perosotannya. Aisya senang main disini. Child-friendly banget deh hotelnya.

Kalau pagi-pagi kita renang dan merasa lapar, kita bisa ke restorannya dulu yang ada di atas kolam renang, hehe.

Hal pertama yang saya dan Aisya lakukan setibanya di kamar adalah membuka bekal nasi dan melahapnya habis. Selanjutnya kami berenang dan bermain di area anak.

Kuta-Seminyak Beach-Pandawa

Dua hari dua malam adalah waktu yg cukup padat saat travelling bersama anak. Pastinya kita ngga akan bisa ke banyak tempat dalam 2 hari karena banyak faktor yg dipertimbangkan. Jadi kami manfaatkan liburan pertama Aisya di Bali ini dengan mengunjungi tempat-tempat yang relatif dekat dengan penginapan. Jalan-jalan dilakukan pagi dan sore hari saat udara tidak terlalu panas. Siang hari kami memilih istirahat di hotel (tidur siang) untuk menjaga Aisya dari teriknya sinar matahari. 

Pantai Kuta-Legian-Seminyak sebenarnya terhubung. Tapi amannya, saya ke Kuta saja. Disana Aisya lari-lari di pinggir pantai. Seru. Kami juga menikmati sunset. 

Seminyak

Di Seminyak, pasirnya lebih soft. Lebih enak buat jalan tanpa alas kaki. Nah disini Aisya main pasir. Bedanya dengan Kuta, disini banyak sekali Gukguk. Pas ke Seminyak tentunya ditemani suami πŸ™‚

Kalau Pandawa.. Belum banyak yang bisa kita lakukan disana, kebanyakan pengunjung duduk di pinggir dan menikmati view yang subhanallah indah. Jalan menuju pantai Pandawa ini dilakukan dengan membelah tebing, di kiri kanan masih banyak crane, dan pembangunan. No wonder view-nya luar biasa. Ombaknya besar (cocok untuk peselancar). 

Suami juga membeli Pie Susu Dian disini, katanya ini pie susu terenak.

Food : KFC-Nasi Pedas Bu Andika-Sate

KFC

Di Kuta ada banyak tempat makan. Waktu saya masih berduaan dengan Aisya saja, dari Kuta, karena sudah lapar, saya menyebrang jalan dan makan di KFC. Untuk breakfast, seperti biasa di Hotel.

Nasi Pedas Bu Andika

Nasi pedas Bu Andika ini tersohor banget di Bali. Saat mau makan pun antriannya panjang sekali. Menu-nya ada yang pedas juga tidak. Sambal-nya yang juara. Untuk Aisya, saya pesankan telur ceplok.

Sate

Malam harinya, kami menyempatkan makan sate di jalan Mataram. Sate ayam yang kami pesan dilengkapi dengan kuah gulai dan kami diperbolehkan nambah kuah gulainya lagi. Ibu penjual sate mengatakan pada saya, kalau di jalan Mataram ada banyak tempat makan yang halal. Sate-nya enak banget lho! Thanks ayah.

Oleh-oleh

Kami membeli oleh-oleh di tiga tempat : Krishna, Agung Bali dan satu toko baju sebelah Nasi Pedas Bu Andika.

Krishna terkenal dengan harga jual oleh-oleh yang murah. Di Agung Bali, harganya lebih mahal namun kualitasnya lebih bagus. Untuk tas (kerajinan, tas khas Bali, tas slempang), daster dan oleh-oleh makanan kami prefer membelinya di Krishna. Namun untuk beberapa kaos dan kain, kami membeli di Agung Bali.

Untuk toko baju sebelah Nasi Pedas Bu Andika, baju pantai anak dan wanitanya lucu-lucu juga terjangkau harganya. Malah ada yang lebih murah dari Krishna. Kualitasnya lumayan bagus.

OK mungkin segini dulu yang bisa saya bagikan. Kalau ada yang inget lagi, nanti saya tambahkan πŸ™‚ happy travelling ibu-ibu.

Advertisements

3 Comments Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s