Aisya Udah Diajarin English?

“Aisya udah diajarin bahasa Inggris?”,

” Ngga takut dia bingung nanti?”,

“Suka bingung ngga Aisyanya kalau ngomong?”,

“Ada lho anak temenku ngomongnya bahasa Inggris mulu. Ngomong aja sendirian karena terlalu sering nonton/liat youtube. Ibunya malah ngga ngerti anaknya ngomong apa”,

“Kenapa sih bahasa Inggris?”,

Pertanyaan-pertanyaan di atas beberapa kali berseliweran di telinga saya. Dan saya tertarik untuk menjawabnya melalui tulisan ini 🙂 semoga bisa diambil sisi positifnya yaa.


Aisya udah diajarin bahasa Inggris?

Alhamdulillah sudah 🙂 

Prinsip saya adalah Aisya harus benar-benar menguasai satu bahasa dulu, yaitu bahasa Indonesia. Kalau bahasa ibu sudah mengakar, akan lebih mudah bagi kita saat memperkenalkan bahasa asing. 

Porsi percakapan kami dalam bahasa Indonesia : bahasa Inggris sehari-hari adalah 70 : 30. Penggunaan bahasa Indonesia tetap menjadi prioritas, karena Aisya juga berbaur dengan teman-teman lain dan dengan keluarga besar, penting bagi Aisya untuk bisa berkomunikasi dalam bahasa yang dipahami oleh orang banyak. Nggak lucu kan kalau pas ngobrol sama anak-anak seusianya terus ngga nyambung? Hehe

How to introduce english to Aisya? 

OK disini saya akan ceritakan tahapan dan respon Aisya terhadap proses pengenalan bahasa Inggris yang saya lakukan.

1. Before 2 years old

Saya mulai suka mengucapkan beberapa kata dalam bahasa inggris dan menstimulusnya dengan kalimat sederhana dalam bahasa inggris sebelum Aisya genap 2 tahun. Tiap kali saya berbicara dalam bahasa inggris, Aisya akan menggeleng-gelengkan kepalanya sambil mengucapkan “lalala” atau “bluabluablua” yang most likely artinya “Bunda ngomong apa sih?”, hahaa. 

Dari situ, saya sempat berhenti menggunakan kata-kata dalam bahasa inggris dalam percakapan kami karena saya pikir Aisya belum tertarik mengenal bahasa baru. 

2. After 2 years old :

Lupa persisnya kapan, tapi Aisya tiba-tiba menunjukkan ketertarikan dalam bahasa inggris dan hal itu membuat saya lebih bersemangat! Semangat untuk berbicara dalam bahasa inggris lagi dengan Aisya.

Saya mulai mengajaknya menyanyi lagu twinkle twinkle little star. Mengenalkan warna-warna dalam bahasa inggris. Saying ‘No’, ‘Yes’. Bertanya ‘are u excited’, atau ‘are u ready?’, pertanyaan sederhana yang memancingnya untuk menjawab yes/no. And that’s already a progress.

I Love You

Adalah salah satu kalimat sederhana pertama yang sering saya ulang-ulang pada Aisya. And she then learn to say ” I love you, mami”.

How sweet is that, right? 🙂

Dari sini saya mulai rajin speak in english with her, dengan harapan dengan mendengar, Aisya mampu merekam word by word and the way it spell. Saya mulai tertarik membacakannya english book dan menonton film kartun yang bisa disimak dengan baik oleh toddler seusia Aisya.

Untuk referensi, saya akan membahas mengenai film kartun favorit kami : Peppa Pig. Despite the movie star are piggies, film ini saya rasa ‘pas’ untuk ditonton sebagai sarana belajar Aisya. Storyline-nya very simple, tempo percakapannya cukup lambat, kalimat-kalimat yang digunakan juga sederhana. Sehingga, it’s easy for Aisya either to listen and repeat what they say or catch new words.

This is where Aisya start calling me, ‘mami’. And ‘daddy’ to ayah. *oh what a bonus ahahaha.

3. Menjelang usia tiga tahun :

Saat ini Aisya menunjukkan progress yang mengagumkan. Ia lebih cepat menyerap kata per kata, dan mulai merangkai kalimat sendiri. Seperti :

“Thank you, Mami”,

“Mami, wait for me”,

” Daddy, what is that?”,

“Jump! Jump!”,

“Open this up”,

” Granpa look, the color is green”,

“Aunty, where are you?”,

” What are you doing?”,

“I’m going to playground”,

” Come here”,

“Let’s go! Come on”,

” Daddy, where are you?”,

“Here I am”,

“I’m fine, mami”, nah kalau kalimat yang ini suka Aisya ucapkan saat dia jatuh/terpeleset ke lantai sambil nyengir.

Dan banyak lagi yang bikin saya dan ayah Aisya terkesima. Untuk lagu, Aisya mulai fasih pronunciation-nya untuk lagu ‘Five Little Monkey’, ‘Daddy Finger’, ‘Twinkle Twinkle Little Star’, dan yang sekarang lagi disukai ‘Let It Go’. 

Di fase ini, Aisya juga sudah bisa menghitung bilingual dari 1 sampai 10 (satu, dua, tiga.. Sampai sepuluh dan one, two, three.. Sampai ten). She could mention some colors in english also mention animals name in english plus their sound.

Metode belajarnya cukup beragam ya dari mulai diajak ngobrol, mendengarkan lagu, menonton film kartun dan membacakan buku. 

Apa kata psikolog tentang mengajarkan bahasa asing pada anak?

Menurut Dra. Diennaryati Tjcokrosuprihatono, M. Psi., perangsangan bahasa inggris atau bahasa asing lainnya dapat dilakukan sejak dini. Karena dalam 3 tahun pertama kehidupan manusia merupakan masa penyerapan terbesar terhadap stimulus apa pun. Jadi tidak ada batasan umur untuk mengenalkan bahasa asing pada anak.

Suka bingung ngga sih Aisya-nya kalau ngomong?

So far, Alhamdulilla ngga bingung. Bilingual iya. Dalam artian campur-campur.

Contoh, Aisya pernah bilang :

“Mami, aku mau sleep”,

“Mami, aku mau minum air putih, please”,

“Kalau lampu warna green, artinya jalan. Kalau red macet”,

Nah, ketika saya tanya balik, “sleep artinya apa?”, Aisya jawab ” tidur”. Begitu juga dengan warna, Aisya dapat mengartikannya ke dalam bahasa indonesia. 

Bahkan pernah Aisya bilang, “Wake up, wake up! Mami, wake up itu artinya bangun”.

Kalau saya bicara dalam bahasa inggris kemudian Aisya belum tahu artinya dalam bahasa Indonesia, ia akan bertanya, “Itu artinya apa, Mami?”.

“Mami, stand up artinya apa?”, tanya Aisya kemarin. Lalu saya jelaskan bahwa ‘stand up’ artinya berdiri, “Jadi kalau Mami bilang stand up, Aisya berdiri ya”.

Komunikasi dua arah, percakapan sederhana yang lumayan sering, menjelaskan arti-arti kalimat dan mencontohkan aktivitasnya akan membantu anak kita memahami apa yang ia ucapkan dan menghindari kebingunan. Saat mendampinginya nonton acara kartun yang menggunakan bahasa Inggris pun, kita bisa menerjemahkannya atau mereview secara garis besar film-nya bercerita tentang apa.

Kenapa sih bahasa Inggris?

Kenapa yaa saya memperkenalkan Aisya ke bahasa inggris? 🙂 

Simply because I like speak in English and it would be nice if I have a partner to talk with at home.

I’m more confident, comfortable, and expressive when I speak in English.

Tentu saja saya ingin mengajari Aisya banyak bahasa (jika saya mahir dalam bahasa lainnya seperti bahasa Arab, bahasa Jepang, bahasa Urdu, bahasa Jerman dll). For now, karena yang saya kuasai bahasa Inggris ya itu dulu deh. Semoga bunda, Aisya dan Ayah bisa belajar bahasa lainnya bareng-bareng. Balik lagi ke prinsip awal, setelah anak menguasai satu bahasa, baru kita bisa memperkenalkan ke bahasa lainnya. Kalau sudah bagus dengan dua bahasa, kita bisa belajar bahasa ketiga. 

Ya, selain bahasa indonesia dan inggris, Aisya juga suka mengucapkan beberapa kata dalam bahasa Sunda (karena ayahnya orang Sunda).

Ada lho anak temenku ngomongnya bahasa Inggris mulu. Ngomong aja sendirian gitu, karena anaknya terlalu sering nonton/liat youtube. Ibunya malah ngga ngerti anaknya ngomong apa.

Hm, menanggapi yang ini, mungkin ini lebih ke bagaimana orang tua-nya juga meningkatkan kemampuan bahasa inggris ya (see the positive side). Kalau komunikasi ortu-anak jadi membingungkan karena sang anak sering menonton kartun (dengan bahasa pengantar english) ada baiknya ortu memilihkan film-film kartun yang menggunakan bahasa indonesia. Atau cari yang ada subtitle-nya sehingga saat ortu mendampingi anak menonton bisa diceritakan maksud dialognya apa. 

The thing is, menonton film/tayangan youtube hanya sarana belajar (due to learning english ya). Don’t let your child watch it all day long without parental guidance and control.

So, mommies semangaaat ya untuk memperkenalkan bahasa inggris maupun bahasa lainnya pada anak kita. Semangat mengajari dan mendampingi anak kita dalam banyak hal! 

Sesungguhnya saat anak kita belajar sesuatu yang baru, sebagai orang tua, kita juga ikut belajar 🙂

Advertisements

2 Comments Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s