5 Best Line KulWap Sama Bunda Kaska Tentang #suamiistri

Bismillahirrahmaanirrahiim.

#1 Ingatlah bahwa ujian pernikahan itu bukan bersabar saat semuanya menyenangkan. Tapi bersabar saat keadaan tidak sesuai dengan yang kita harapkan.

Yang semua itu akan mudah dijalani jika IMAN kita baik.

#2 Bertahun-tahun hidup dengan orang yang sama, bukan berarti lantas menjadi sama. Perbedaan akan ada, dan akan terus ada.

Pertanyaanya, 

“Apa yang mau dicari? Perbedaan atau persamaan kah?”,

“Apa yang mau dituju? Hawa Nafsu atau ridha Allah kah?,

“Apa yang mau di dapat? Kepuasan ego atau surga Allah kah?”

#3 Sebagai istri, berpikirlah positif, lakukan hal yang penting dan menyenangkan. Sibukkan diri dengan aneka kegiatan yang bermanfaat.

Dan sebaik-baik kegiatan adalah yang membuat kita semakin dekat dengan Allah. 

Ingatlah hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang.

#4 Apa yang kita kerjakan demi suami dan anak-anak, Allah-lah sebaik-baik pemberi balasan.

#5 Dimana pun kita berada, di posisi apa pun, jika kita selalu berusaha memberikan uzur maka hasilnya akan selalu baik bagi hati kita.

* * *

Keempat poin di atas adalah 5 line -yang saya rasa cukup menohok hati saya untuk senantiasa meluruskan niat dalam menjalani pernikahan- dari KulWap (Kuliah WhatsApp) Pojok Ilmu Ceria dengan Nara Sumber Bunda Kaska pada hari Rabu, 25 Januari 2017.

REFLEKSI SAYA

Rasanya hampir mustahil ber-rumah tangga tanpa ilmu (baik ilmu agama, psikologi, komunikasi dan skill kerumah-tanggaan lainnya).

Aplikasi di smartphone aja perlu di-update secara berkala, masa ruhiyah kita engga? 🙂 

Pada akhirnya, ungkapan sayang, toleransi, pemakluman, pujian, kesabaran, mengalah untuk yang terbaik, dukungan, kekaguman, kecemburuan, motivasi, merajuk, rayuan, sikap ikhlas adalah satu paket yang akan terus berulang dalam pernikahan. Kunci untuk bertahan ada pada re-charge IMAN. 
Ketika Allah menjadi tujuan, tantangan yang ada akan terasa lebih ringan, at least kita tahu bahwa pengorbanan yang kita lakukan (suami & istri) ‘bernilai’ di hadapan Allah. Bagi saya pribadi, tema-tema seperti ini sangat penting, selain ilmu parenting. Mari terus bekali diri dengan ilmu, baik sebelum memulai, maupun saat sedang menjalani pernikahan. Semoga Allah mengkaruniai kita semua rumah tangga yang sakinah mawadah warahmah. Amiin.

Seek no ones approval, but Allah SWT.

* * *

Jazakumullah kepada Nuy (founder group Ceria), penanggung jawab PIC Ceria dan Bunda Kaska atas kuliah wassap-nya. Semoga sedikit rangkuman ini bermanfaat buat teman-teman lain yang membaca. Amiin.

Note : Silakan di share jika dirasa bermanfaat 🙂

Advertisements

Cita dan Cinta Audia Kursun (Indonesian-Turkey Couple)

Assalamu’alaykum 🙂
Hi, I’m back with ngobrol-ngobrol sama Ibu muda. Kali ini, topik yang saya pilih adalah tentang nikah campur/cross cultural marriage.

Nikah sama bule? Saya masih menyimpan buku dengan judul ini di rumah, hihi dibaca saat masa-masa kuliah. Alhamdulillah kesampaian nikah sama bule Arjasari alias orang Sunda aseli hahaa..

Kontras sama Dea, nyonya muda yang satu ini nikah sama bule dalam arti sebenarnya, bule Turki lagi! jangan-jangan saudaraan sama yang nolongin Aisya waktu jalan-jalan di Batu Caves Malaysia seperti yang saya ceritakan di Hazerbaba Pistachio Turkish Delight

Saudaraan atau engga yang jelas, saya kenalnya sama Dea Audia Santi – nya, karena alumni UPI jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia ini juga satu organisasi dengan suami saya di Pembinaan Anak-anak (PAS) Salman, yang sekre-nya di gedung kayu Salman ITB.

Kenal banget sih engga, beruntung Dea-nya baik jadi mau menjawab semua pertanyaan dari saya hihi. Makasi banyak yaa Dea. 

Selama tinggal di Turki, Dea dan Mustafa termasuk rajin mengirimkan netizen reportartion ke NET.TV (stasiun TV ter-kece kalau kata teh Sarah Sechan mah). Perjalanan cinta Dea dan Mustafa Kursun pernah dimuat di Buku Long Distance Heart 3 (LDH 3) dan Majalah Aquila Sytle Singapura, dimana Dea menceritakan tentang Long Distance Relationship-nya bersama pria warga Negara Turki yang kini menjadi suaminya.

Berawal dari cita-cita ingin menjelajahi Turki sejak SMA, semesta mendukungnya untuk tak hanya berangkat ke tempat yang diimpikannya, namun juga bertemu separuh jiwa-nya. 

Apa aja sih tantangan yang dihadapi kalau nikah campur? Apa aja persyaratan nikah sama WNA? Tempat-tempat mana aja di Turki yang berkesan buat Dea? Gimana prosesi pernikahan di Turki? Apa masakan Indonesia kesukaan Mustafa? Yuk merapat karena Dea berbagi cerita cita dan cinta-nya disini 🙂

First I’d like to say, selamat yaa untuk suami Dea yang menjuarai lomba pidato berbahasa Indonesia di KBRI tahun lalu. Hadiahnya apa nih?

Terima kasih tetehcim hihihihi. Hadiahnya diundang presiden RI untuk ikut upacara kemerdekaan di istana Negara, tiket PP Indonesia-Turki, jalan-jalan ke Jakarta dan jogja, plus uang saku.

Mention 5 things you love about Turkey!

1. History! Turki adalah Negara yang setiap jengkal wilayanya mempunyai nilai sejarah tinggi. Terutama sejarah Islamnya.

2. Aya Sofia! Kita bisa lihat bentuk toleransi yang nyata di masjid yang dahulunya adalah sebuah gereja.

3. Kiz kullesi and Boshporus sea! Mengingatkan tentang perjuangan suami ketika berusaha mendapatkan saya hehehe

4. Seasons! Setiap musim punya keunikan tersendiri, and my favorite one is Autumn. Musim paling romantic sekaligus musim dimana saya melangsungkan pernikahan bersama suami hehehe.

5. People

Mereka sangat ramah, terutama jika mendengar kita berasal dari Indonesia. Seketika mereka akan merasa kita adalah saudaranya karena Negara kita adalah salah satu Negara dengan penganut islam terbesar di dunia. 

Turki adalah Negara yang..

Saya impikan untuk dikunjungi bertahun-tahun lalu. Saya selalu berdoa agar bisa berkunjung ke Negara ini bagaimanapun caranya. Sempat mencoba ikut beasiswa tapi stop ditengah jalan karena kuliah di Indonesia berada ditengah jalan. Allah ternyata memberikan saya bonus lebih, yaitu memberikan saya suami yang berkewarganegaraan Turki. 

Saya menginjakan kaki di Negara ini untuk pertama kalinya tahun 2014. Saya ingat tangis pertama yang tumpah ketika mendengar lantunan adzan di Negara itu. Saya ingat tangis-tangis lain yang tumpah ketika suami mengajak saya berkeliling Istanbul untuk pertama kalinya. 

Saya memeluk suami dan mengatakan terima kasih sudah menjadi perantara Allah dalam mewujudkan mimpi saya. 

Saya menyukai ketetraturan disana, saya menyukai sistem transportasinya, saya suka menjelajah disana. Turki sudah menjadi rumah kedua untuk saya.

‘Kehidupan’ di Turki dimulai pukul? 

Dimulai pukul 8.00 atau 8.30 pagi untuk siswa sekolah dan pekerja kantoran. Biasanya siswa sekolah pulang pukul 3 sore, untuk jam pulang kantor biasanya pukul 4-5 sore. Untuk musim panas, biasanya sekolah libur dan untuk pekerja kantoran mulai bekerja pukul 8.30 pagi sampai pukul 5 sore (masih terang benderang jam segitu tuh ehehhe). Untuk musim dingin, sekolah dimulai pukul 8.30 dan selesai pada pukul 4 sore.

Kalau musim panas, biasanya toko-toko tutup lebih malam karena jam 8 disana masih terang benderang, kalau winter biasanya tutup lebih awal, sekitar pukul 5-6 sore. Untuk pusat perbelanjaan (mall) tutup sekitar pukul 10 malam.

Nah kalo weekend, biasanya ‘kehidupan’ mulai pukul 10 pagi hehehe karena mereka biasanya tidur lagi setelah solat subuh dan bangun pukul 10 langsung sarapan.  

Selama tinggal disana Visa apa yang Dea pakai?

Visa pertama yang dipakai adalah E-Visa (visa kunjungan yang berlaku 30 hari). Sampai sana langsung urus izin tinggal (IKAMET).

Kangen nggak sama Indonesia-Bandung, khususnya Pandeglang?

Kangen banget!!! Makanannya ngangenin, makanan Turki kurang bumbu *eh 😀 

Kalo ke pandeglang kangen sama keluarga dan sahabat deket, kangen banget! Kadang suka nangis, terutama pas lagi winter. Mellow mellow gimanaaaa gitu hehehe.

Gimana kesan lebaran pertama bareng keluarga Emus? Kabarnya tiap Idul Fitri selalu ada Festival Gula disana dan yang berangkat solat Ied hanya para lelaki, betul nggak?

Festival gula belum pernah liat sih. Tapi kalau Lebaran Idul Fitri identik dengan gula, itu benar adanya! hehehe. 

Hidangan makanannya full manis. Makanan khas idul fitri disini adalah BAKLAVA. Baklava dibuat dari adonan mirip pangsit yang ditumpuk-tumpuk trus dipanggang dan disiram air gula. Rasanya? Bikin giung hehehe. Makanan khas lainnya adalah Lokum atau Turkish delight, kalo pernah nonton Narnia pasti tau bentuk Turkish delight hehehe. 

*yang penasaran sama bentuk Turkish Delight, bisa lihat disini

Selanjutnya adalah Sharma. Sharma adalah makanan yang terbuat dari beras yang dibungkus daun anggur, rasanya mirip arem-arem sedikit, cuma bedanya si daun ‘arem-arem’ versi Turki ini bisa dimakan hehehe. 

Nah yang wajib ada di lebaran orang Turki adalah permen dan coklat, anak-anak kecil biasanya datang ke rumah-rumah buat minta permen dan coklat.

Untuk solat Ied di masjid hanya dilakukan kaum pria, biasanya perempuan di rumah. Awal-awal sedih banget karena gabisa ikut sola ied di masjid, padahal waktu itu udah siap mau berangkat ke masjid. Kalau mau solat Ied berjamaah, kita bisa datang ke KBRI atau KJRI.

Sebelum menikah dengan pria Turki, pernah kebayang nggak sih kalau Dea akan menjalani nikah campur? Apa sih tantangan terberat dari menjalani cross-cultural marriage (in this case, with a Turkish Man) Dan gimana cara Dea dan Mustafa menanganinya?

Gak pernah sama sekali, mikirnya jodoh gak jauh-jauh dari orang Pandeglang. Gataunya si tulang rusuk melenceng jauh ke Turki hehehe. Tantangan terbesar sih biasanya miss-komunikasi karena kendala bahasa. Tapi lama-lama masalah tersebut jarang muncul hehehe. Saya dan suami gak pernah marah lebih dari satu hari. Biasanya langsung baikan, biasanya kita pake winwin solution buat nyelesein masalah kita. Soal budaya dan perbedaan madzhab gak terlalu ketara masalahnya hehehe. 

Sebenernya orang Turki terkenal keras, tapi suami berbeda dari kebanyakan orang Turki. Mungkin ini karena didikan Mama mertua yang kentel banget. Keluarga mertua perempuan sebenernya berasal dari kawasan laut hitam, orang-orang kawasan laut hitam terkenal keras dan mudah marah. Tapi mama mertua dan suami gak termasuk orang yang punya dua karakteristik itu. Ya walaupun kadang suka nyempil sih dikit-dikit (gen tidak membohongi hehehe), tapi engga sampe yang teriak-teriak. Banyak loh suami-suami yang gak malu marahin istrinya di tengah jalan sambil nunjuk-nunjuk.

Beberapa temen ada yang bermasalah dengan mertuanya, karena katanya mertua Turki jahat-jahat. Kayaknya kalo konflik menantu mertua itu gak Cuma di Turki ya, di Indonesia juga banyak. Apalagi kalo tinggal serumah, potensi bermasalahnya besar. Soal galak-galak itu saya jawab engga juga kok, mertua saya Alhamdulillah engga begitu. Saya gak pernah disuruh-suruh beliau, kalaupun saya tinggal disana lebih dari seminggu. 

Kalo dibilang orang Turki itu suka banget bersih-bersih, iya bener banget! Rumah orang Turki adalah rumah terbersih yang pernah saya lihat seumur hidup saya. Sampai pintu aja di-lap hehehe.

Bagaimana prosesi resepsi pernikahan di Turki?

Prosesi pernikahan disana itu bergelimang emas dan uang hehehe.

Tiap daerah beda adat biasanya dan yang paling kentel adat-nya tuh di desa-desa.

Saya akan menjelaskan adat pernikahan disana secara umum yang saya alami.  Ada sekitar 5 tahapan yang dilalui pasangan Turki sebelum menikah. Panjang ya? Kemarin saya hanya mengalami satu tahapan saja yaitu Duğun (Resepsi pernikahan) saja. Tahapan menuju pernikahan itu adalah:
1. Söz

 Soz berati perjanjian, semacam “tunangan” tapi tidak seresmi dan seserius tunangan. Biasanya ditahap ini keluarga membuat semacam pemberitahuan bahwa anaknya mempunyai hubungan dengan anak dari keluarga si fulan yang ditandai dengan pertukaran cincin. Ditahap ini ada beberapa perempuan yang sudah meminta hadiah kepada si calon. 

Hadiahnya bisa berupa emas, pakaian, sepatu, handuk-handuk yang sudah dihias, patik (rajutan yang mirip sepatu/ kaos kaki yang dibuat  dari benang wol dan biasanya dipakai di musim dingin) beserta rajutan lain dan lain sebagainya.

2. Nişan (tunangan). 

Di tahap ini ditandai dengan pertukaran cincin juga dan tahapnya lebih serius. Tahap ini mirip ‘tradisi’ lamaran di Indonesia. Keluarga calon pengantin pria datang ke keluarga calon pengantin perempuan. Mereka membawa ‘seserahan’ seperti di Indonesia. Terkadang keluarga perempuan juga sudah ‘meminta’ seserahan apa yang harus dibawa oleh calon pengantin laki-laki. 

Hantaran yang utama adalah emas. Emas dinilai sebagai lambang kemakmurah pengantin perempuan di Turki

Karena itu tak jarang mereka meminta emas yang harganya fantastis luar biasa. Hal inilah yang sebenarnya menyebabkan lelaki Turki menikah di usia matang (sekitar 30 tahunan) karena mereka mengumpulkan uang untuk tuntutan ‘mahar emas’ dari calon pengantin perempuan. 

Sebelum masuk ke tahap ini biasanya keluarga sudah membicarakan soal mahar yang harus diberikan oleh keluarga lelaki di tahap sebelumnya. Soal mahar, perlu diakui kalau perempuan Turki memiliki standar mahar yang tinggi, katanya tradisi ini terilhami dari cara Rosulullah meminang Siti Aisyah. Kala itu Rosulullah meminang Siti Aisyah dengan ratusan unta, ribuan kambing dan lain-lain. Jika dirupiahkan, jumlahnya sangat fantastis. Nah, karena ini sebagian masyarakat Turki meminta mahar yang cukup besar kepada calon pengantin lelaki. Alasan lainnya adalah emas tersebut untuk ‘simpanan’ darurat para pengantin, untuk keadaaan yang tak terduga. 

Saat prosesi ini, biasanya dipisahkan antara tempat untuk perempuan dan laki-laki. Setelah mereka resmi tukar cincin dan serah terima hadiah, biasanya lelaki dan perempuan dan laki-laki langsung memisahkan diri. Tradisi zaman Ottoman ini masih kental di kota kelahiran suami saya. 

Nah pada tahap ini biasanya si calon gelin (pengantin perempuan) menunjukan keahliannya dalam menuangkan teh kepada tamu undangan hehehe. 

Tradisi meminun teh sudah mendarah daging di kehidupan bermasyarakat orang Turki. Rasanya bukan Turki jika tidak minum teh.

3. Kına Gecesı

Prosesi ini hanya dilakukan oleh calon gelin di kediamannya. Diselenggarakan oleh keluarga calon gelin. Kina gecesi berati malam kina (henna atau pacar). Malam ini mirip malem midadodareni ala jawa atau tradisi siraman ala sunda dan Jawa. Malam Kina biasanya diisi oleh tarian-tarian dengan menggunakan pakaian tradisional ala perempuan Ottoman. 

Calon gelin begitu dimanjakan dimalam ini, duduk di kursi khusus calon gelin dan sesekali ikut berdansa dengan tamu undangan. Puncaknya adalah ketika calon gelin diberi tutup kepala warna merah yang dijuntaikan sampai menutupi wajahnya. Mereka duduk di sebuah kursi yang dikelilingi beberapa penari yang menyanyikan lagu khas kina gecesi dengan membawa lilin di tangannya. Nyanyian tersebut mempunyai arti yang sangat dalam, maka tak jarang beberapa dari calon gelin menangis haru di malam ini. 

Kemudian calon mertua perempuan datang menghampiri calon gelin untuk memberikan koin emas yang disimpan diatas telapak tangan yang sudah dibubuhi henna. Sebelum calon mertua memberi emas, biasanya calon gelin tidak akan menutup telapak tangannya. Setelah emas didapat, calon gelin menutup kedua telapak tangannya dan ditutup dengan penutup tangan berwarna merah. Maka berakhirlah prosesi malam henna. Malam dimana keluarga melepas anak perempuannya untuk diserahkan ke pengantin pria.

4. Nikah

Sampailah para calon pengantin pada prosesi sakral ini. Prosesi dimana ijab dan qobul diucapkan. Kalau di Indonesia, acara ini sangat sakral sekali sehingga tak sedikit yang membuat prosesi nikah dibuat sesempurna mungkin. Yang saya lihat di Turki, acara akad nikah ini tidak sesakral di Indonesia. Tak jarang ada yang mengadakan prosesi ini dengan pakaian seadanya, kadang dilakukan malam hari (seperti yang dilakukan saudara saya), pakaian yang digunakan calon dan keluarganyapun biasa saja. Bahkan saya melihat penghulu akad nikah saudara saya hanya menggunakan celana pendek saja. 

Ketika saya bertanya pada suami, apa di turki acara akad nikah tidak dianggap spesial? Dia sih jawab spesial, mungkin saja pemaknaannya saja yang berbeda dengan orang Indonesia. Ijab dan qabul ala Turki tidak sepanjang ijab dan Qabul Indonesia. 

Pengantin hanya ditanyakan beberapa pertanyaan seputar kesiapan menikah oleh penghulu dan mereka menjawab “evet” (yang berati iya). 

Ketika penghulu menanyakan  bukti pernikahanpun hanya dibuat di kertas kosong yang diisi dengan calon pengantin, imam nikah, saksi dari kedua belah pihak. Informasi di kertas terbutlah yang nanti menjadi informasi di buku nikah mereka. Oya, buku nikah Turki hanya terdiri dari satu buah, kalau di Indonesia perepuan dan  laki-laki memiliki buku nikah sendiri kan. Mungkin karena dirasa kurang sakral, keluarga teman Malaysia saya yang menikahi perempuan Turki mengininkan prosesi akad nikah ini diulang ketika teman saya melakukan resepsi di Malaysia. Oya,perempuan Turki tidak wajib didampingi wali nikah ketika akan menikah nanti. Hal ini dilakukan karena mereka dianggap sudah dewasa untuk melakukan pernikahan. Ada yang bilang kalau wanita juga bisa jadi penghulu, saya pernah lihat satu kali di facebook teman saya. Mungkin di beberapa daerah ada tradisi yang berbeda, sekali lagi ini hanya prosesi yang pernah saya lihat langsung hehehe.

5. Duğun 

Prosesi inilah yang dianggap sangat penting di Turki. Biasanya calon pengantin tak tanggung-tanggung melakukan apa saja agar pernikahannya meriah. Zaman sekarang, umumnya resepsi pernikahan dilakukan di gedung-gedung, tapi ada juga yang masih melakukan di rumahnya. Hal ini dipengaruhi oleh tipe hunian masyarakat Turki dewasa ini. Karena kebanyakan menetap di apartemen, menyewa gedung adalah pilihan yang tepat untuk melangsungkan pernikahan. Karena rumah mertua saya juga di apartemen, jadi saya melakukan resepsi di gedung. 

Saya menikah pukul 7 malam. Pukul 10 pagi saya pergi ke salon untuk berdandan. Tidak ada kehebohan berarti menjelang resepsi. Di Indonesia, menjelang resepsi saya dan keluarga sudah sibuk lahir batin. Disini biasa saja, seperti tidak ada acara besar yang akan terjadi hehehe. Di salon biasanya pengantin mulai dicabuti alis dan rambut-rambut halus di area wajah dengan menggunakan benang. 

Percayalah, anda sekalian tidak akan mau mencoba sensasi ini yang konon sangat menyakitkan. Saya tidak melakukannya karena sudah diperingatkan oleh teman saya yang sudah mengalami sebelum saya. Saya lihat adik ipar saya melakukan ini dan wajahnya merah-merah. Perempuan Indonesia tidak mempunyai rambut halus di area wajah, kalaupun ada jumlahnya sangat sedikit. Selesai berdandan, kami pergi ke studio foto untuk mengambil beberapa foto pasca nikah. 

Keluar dari studio foto kami dikerubungi anak-anak kecil yang meminta ‘ampau’, – tradisi ini kadang memaksa. Tujuannya memang untuk berbagi rezeeki, tapi terkadang beberapa anak melakukan aksi nekad. Tradisi ini sudah dilarang di beberapa kota karena membahayakan, ada beberapa anak yang tertabrak mobil pengantin ketika memaksa meminta uang. Bahkan ada pengantin pria yang meninggal ditembak oleh gerombolan pemuda yang meminta uang, si pengantin tidak mau memberi uang, akhirnya nyawa melayang.

Setelah ini kami kembali ke rumah, bersiap-siap untuk pergi ke gedung pernikahan. Ada satu tradisi yang tidak saya lakukan ketika acara ini, yaitu ketika adik laki-laki saya memutarkan selendang merah sebanyak tujuh kali ke pinggang saya. Acara ini sangat sakral sekali, saya melihat sodara saya menangis ketika melakukan tradisi ini. Saat itu tidak ada anggota keluarga saya yang ikut ke Turki untuk merayakan resepsi pernikahan kami. Malam sebelum hari resepsi kami menyusun handuk-handuk untuk disematkan di kaca spion mobil. 

Handuk memiliki filosifi tersendiri untuk perempuan Turki. Handuk memiliki arti kebersihan. Perempuan Turki juaranya untuk soal kebersihan. 

Makanya, handuk tak pernah absen di hantaran seserahan pengantin pria untuk pengantin wanita.

Tiba saatnya kami berangkat ke gedung pernikahan, sebelum berangkat kami memanjatkan beberapa doa. Setelah itu kami naik mobil pengantin, saat itulah kegaduhan dimulai. Pernikahan Turki identik dengan keramaian, ketika ada pengantin lewat, pasti suara klakson mobil menggema disepanjang jalan. Ada yang melakukan tradisi menari dulu sebelum berangkat ke gedung pernikahan dengan lagu dan tarian khas Turki. Sesampainya di gedung, saya langsung masuk ruangan gelin. Biasanya di ruangan tersebut berisi pengantin dan orang tua si perempuan yang biasanya diisi dengan kata-kata romantis orang tua terhadap mempelai perempuan. Setelah itu kami masuk gedung, tepuk tangan bergemuruh di penjuru gedung. Kami kemudian duduk di bangku pengantin. 

Sebenarnya acara resepsi pernikahan di Turki sangat identik dengan tari-tarian khas Turki, tetapi kemarin kami isi dengan ceramah. Selesai ceramah mulailah prosesi memberikan amplop. 
Di Indonesia, biasanya hadiah uang disimpan di amplop, di Turki kita akan memberikan uang secara langsung dengan digantung di selendang yang dikalungkan di pengantin. Untuk perempuan biasanya menggunakan selendang berwarna merah, sedangkan laki-laki berwarna putih. Selendang tersebut akan ramai dengan uang dan koin-koin emas. Tujuannya untuk ancang-ancang ketika keluarga si pemberi menikah, maka kita akan memberikan hadiah dengan nominal yang sama atau bahkan lebih. Jadi kalau kasih amplop sedikit biasanya akan langsung ketahuan hehehe. 

Saya diberikan hadiah gelang emas oleh mertua saya. Hadiah gelang emas itu bernama bilezik

Bizelik ini wajib diberikan mertua kepada pengantin perempuan dan biasanya pengantin boleh menentukan berapa bilezik yang harus diberikan mertua.

Mertua saya sendiri mengajak saya ke toko emas dan meminta saya memilih sendiri bilezik yang saya suka. Selain itu mertua saya juga membelikan saya beberapa barang yang saya suka. Tradisi membelanjai pengantin Turki ini wajib dilakukan mertua (katanya hehehe). Oya, ada tradisi unik dipernikahan Turki. Biasanya para lajang di Indonesia akan mencuri bunga melati hiasan pengantin perempuan, di Turki para lajang akan menuliskan namanya di sepatu pengantin perempuan, katanya yang namanya hilang diakhir pernikahan maka pernikahannya sudah dekat. Setelah itu kami melakukan prosesi lempar bunga. 

Untuk pakaian pernikahannya sendiri kami menggunakan pakaian pernikahan standar Internasional. Umumnya pakaian pengantin perempuan berwarna putih mirip pengantin-pengantin Eropa dan suami menggunakan setelan jas. Sebenarnya ada setelan jas adat Turki, tetapi suami saya kurang suka modelnya, jadi waktu menikah kemarin dia pakai setelan jas biasa. Mungkin karena Turki sekarang sudah menjadi negara sekuler, jadi pernikahanpun gayanya sudah internasional. 

Saya pernah berkunjung ke salah satu museum di kota Konya yang menampilkan pakaian adat pernikahan zaman Otooman dulu. Tentunya sangat berbeda sekali dengan pakaian adat pernikahan Turki zaman sekarang.

Untuk makanan jangan harap akan ada makan besar ala prasmanan Indonesia. Umumnya mereka hanya memberi kue-kue kering dan cake plus jus atau cola yang dibagikan oleh pelayan. Kalau mau merogoh kocek lebih dalam kita bisa membeli paket makanan, harga seporsinya lumayan. Untuk orang kaya mungkin tidak masalah, kemarin kami hanya memberi kue  kecil dan cake itu tadi hehehe.

Dokumen apa saja yang dibutuhkan untuk menikah dengan WNA?

Tiap negara mempunyai peraturan yang berbeda. Untuk dokumen pernikahan menikah dengan orang Turki tidak sesulit menikah dengan warga negara lain. Sebelumnya tanyakan terlebih dahulu ke KUA setempat perihal pernikahan dengan WNA, setiap KUA mempunyai kebijakan yang berbeda juga. 

KUA daerah saya meminta surat izin dari RT, RW, Lurah, Kecamatan sama seperti pasangan calon Indonesia lainnya. Yang membedakan adalah surat izin menikah dari Kedutaan Turki yang wajib saya berikan. Untuk itu ketika akan menikah, saya dan calon pergi ke KBRT untuk meminta surat izin menikah dari pemerintah Turki. 

Dokumen yang dibawa adalah Akta lahir, Kartu Keluarga, KTP dan Passpor. 

Setelah itu mereka memberikan dokumen yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia sebanyak satu lembar dengan membayar sebesar 75.000. Setelah itu dokumen dibawa ke KUA. 

Syarat lain adalah surat perlakuan baik dari kepolisian, harusnya sih gratis karena itu tugas mereka. Cuma kemarin saya diminta satu juta hanya untuk surat tersebut. Kesel? Banget! Akhirnya saya kasih mereka 200.000, kita harus tegas! Kemarin saya tanya mereka dimana peraturannya? Teman-teman saya tidak membayar sama sekali untuk dokumen ini. Mereka cuma bilang, “biasanya sih satu juta”. Selesai surat kepolisian selesailah dokumen pernikahan saya di KUA. 

Untuk biaya administrasi pernikahan kami dikenakan biaya resmi sekitar 650.000 rupiah. Ada teman saya yang dikenakan biaya hampir tiga juta, intinya kita harus tegas dan mau bertanya “peraturannya mana” dan banyak baca di internet. Minimalkan celah korupsi dan suap. 

Setelah akad nikah, kami kembali ke jakarta untuk melaporkan pernikahan kami. Setelah itu kami diberi dokumen yang sudah dibungkus rapi dan diberi cap kedutaan untuk dikirim ke negara Turki. Kami harus mengirimkannya lewat POS, tidak diperbolehkan dibawa bersama kami. Kami sendiri juga tidak tahu alasannya, tapi ada teman yang membawa sendiri dan langsung diberikan ke catatan sipil Turki. 

Dokumen pernikahan itulah yang nantinya kita pakai untuk mendapatkan buku nikah versi Turki. 

Sekarang proses itu tidak usah dijalankan, ketika kita melaporkan pernikahan kita, mereka akan menuliskan email ke catatan sipil kota duami. Oya, suami saya menggunkan visa kunjungan selama 30 hari ketika melangsungkan pernikahan dengan saya.

Mayoritas para Ibu di Turki bekerja/stay at home?

Stay at home. Ada yang memang ingin dan ada yang diminta suaminya untuk tidak bekerja karena menurut mereka tugas mencari nafkah adalah tugas suami. Tapi sekarang sudah banyak ibu yang bekerja. Biasanya kalau punya anak, mereka titipkan ke nenek mereka atau dititipkan ke tempat penitipan bayi atau anak. 

Jarang ada keluarga Turki yang memiliki pengasuh, untuk urusan mengasuh anak biasanya mereka lakukan sendiri. Oya satu lagi, asisten rumah tangga di Turki harga sewanya mahal, maka dari itu biasanya perempuan Turki mengurusi tektek bengek urusan rumah tangga sendiri tanpa dibantu dengan asisrten rumah tangga. 

Agaknya ini juga banyak dilakukan perempuan Indonesia ya, soal rumah tangga memang lebih baik diurusi oleh istri hehhe, tapi kalau ada rezeki lebih kita bisa memperkerjakan asisten rumah tangga.

Apa masakan Indonesia kesukaan Mustafa?

Bakso dan rendang! Pasti kalo ke Indonesia, makanan itu yang Mustafa minta pertama kali. Kalau di rumah, saya sering masak bakso hehehe.

Menurut Mustafa, Dea adalah istri yang..

Ini mustafa yang jawab ya 😀

She is a life-time partner I can do everything with her. Not a good housewife in classical terms but supports me (sometines forces me) in every point of life. 

I hope she can be the woman behind a successful man.

Kalau lagi berantem, how do you guys cooling down?

Awalnya sih pasti diem-diem-an dulu. Terus mulai komunikasi, berbicara dari hati ke hati. Mengungkapkan semuanya secara verbal dan non verbal. Misalnya meluk, nangis, cium hehehe.  Biasanya yang mulai tuh Mustafa, keliatan yang gamau kalah siapa 😀

Kegiatan yang Dea dan Mustafa enjoy doing together?

Travelling

Kami suka banget nyambangin tempat baru pake mobil tua kami. Biasanya cari jalan alternatif yang gak banyak dipake orang, karena bakal nemu banyak hal baru disana. 

Saya inget perkataan suami saya, “I enjoy when I travel just with u” sambil megang tangan saya, eaa eaa eaaa 😀

When you reach your lowest point, u will.. 

Nangis of course. Trus curhat abis-abisan sama suami, biasanya suka langsung dipeluk trus dikasih kata-kata penguat. Saya kuat! Saya pasti bisa! Abis nangis biasanya diajak makan es krim atau makan hehehe.

Kalau lagi me-time, Dea bakal?

Tidur, nonton, nulis, foto-foto heehhee.

Nampaknya Mustafa sudah fasih berbahasa Indonesia ya, bagaimana dengan Dea?  

Bahasa Turki saya buruk sekali. Di rumah biasanya kami berkomunikasi dengan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia (keliatan kan kenapa suami bisa lancar bahasa Indonesianya hehehe). Saya belajar bahasa Turki kalau berkunjung ke mertua, karena mertua tidak bisa berbahasa Inggris, mau tidak mau harus berkomunikasi dengan bahasa Turki.

I could say seni çok seviyorum tetehcım!”  artinya aku cinta banget sama kamu tetehku sayang! :*

Mother tongue-nya Turkçe, salah satu bahasa yang paling banyak dipakai diberbagai Negara. Beberapa negaranya pecahan soviyet juga pakai bahasa turki. Tentunya beberapa Negara yang dulunya merupakan Negara kekuasaan Ottoman juga mengerti bahasa Turki, sampai suku Uyghur di Cina. Suku Uyghur di cina merupakan campuran dari bangsa Cina yang menikah dengan orang Turki. 

Struktur bahasanya mirip sama sturktur bahasa Jepang, serumpun dengan bahasa Korea, Jepang Mongolia, Tungusic, Ainu. Makanya kadang ada beberapa kata di bahasa Turki yang mirip bahasa Korea karena berasal dari family yang sama yaitu Altaic. Untuk kosa katanya sendiri beragam, ada yang berasal dari bahasa Arab dan farsi (Iran).

Ada beberapa yang beranggapan Bahasa Turki adalah bahasa Arab, anggapan itu salah besar! Turki mempunyai bahasanya sendiri yaitu rkçememang pada zaman Ottoman alphabet Turki mirip dengan Alfabet Arab, tapi berbeda sekali. 

Setelah Mustafa Kemal Ataturk menjadi presiden, Tulisan Alfabet bahasa Turki berubah menjadi Alfabet latin. Bahkan saking niatnya memperkenalkan tulisan latin ini, Mustafa Kemal Ataturk sampai mengenalkan satu-satu kepada warganya. Menurut saya struktur bahasa Turki lebih sulit dari bahasa Indonesia hehehe (dasar aja males belajar :p)

Mayoritas penduduk Turki adalah muslim, namun kabarnya Turki adalah Negara sekuler. How do you and your husband respond to this issue?

Awal-awal bikin saya kaget sih. Dalam pikiran saya Turki sangat islami, tetapi setelah sampai Turki agak kecewa karena mereka banyak yang sekuler. 

Di Istambul dan Izmir misalnya. Karena Istanbul adalah kota pariwisata, jadi wajar kalau Istanbul cukup sekuler. Jangan kaget kalo liat perempuan buka-bukaan di musim panas, orang pacaran cipika cipiki di tempat umum, perempuan berhijab dan ngeroko, apalagi kalau main ke pantai (harus ngucap istigfar berkali-kali deh). 

Waktu ke Izmir, pas saya naik bus, ada perempuan yang melihat saya dari atas sampai bawah karena pakaian yang saya kenakan. Komunitas non muslim di Izmir juga cukup besar. Tapi ini juga kontras dengan beberapa masyarakat yang islami. Contoh kecilnya keluarga besar kami di Duzce. Mereka terbilang cukup islami. Budaya islam masih kenal disana, contohnya pergaulan antara pria dan wanita. Saya merasa canggung kalau berkumpul dengan laki-laki. 

Untuk mesjid, saya lihat di Indonesia beberapa masjid menggabungkan tempat berwudhu antara perempuan dan laki-laki. Di Turki, tempat berwudhu benar-benar dibedakan. 

Soal pakaian pun, kebanyakan muslim berjilbab disana tidak menggunakan celana ketat, tetapi terkadang mereka ‘asal’ ketika berkerudung (biasanya anak muda). Terkadang saya bisa melihat leher mereka. Perempuan berhijab disana biasanya menggunakan pardesu atau ferace (pakaian khas Turki), kalaupun menggunakan celana, biasanya menutup sampai lutut.

Kalian kan pengen jadi traveller-couple, udah bertualang kemana aja nih Dea dan ? Ceritakan dong tempat-tempat yang must visit disana..

Selama kurun waktu dua tahun saya dan suami berkunjung ke beberapa kota di Turki. Beberapa diantaranya adalah Istanbul. Izmir, Sakarya, Bolu, Duzce (kota mertua), Zonguldak, Konya, Denizli, Safranbolu, Kutahya, Eskisehir, dan Ankara tentunya (karena kami menetap di Ankara). 

Kami merekomendasikan menjelajahi semua kota hehehe. Kalau mau lihat kota yang paling islami, bisa berkunjung ke Konya. 

Di Konya kita bisa melihat makam ulama sufi terkenal Jallaluddin Rumi sekaligus melihat tarian sufi Turki yang sangat ikonik (diselenggarakan setiap malam minggu jam 7 malam dan gratis). 

Nah, Konya juga kota yang paling banyak gratisannya hehehe. Beberapa tempat wisata boleh dimasuki secara gratis, termasuk makam Rumi. 

Kalau mau melihat peninggalan sejarah yang diceritakan di 3 kitab suci kita bisa memilih Izmir, mengunjungi kota tua Efes serasa kembali ke zaman dahulu. Disana kita juga bisa menemukan rumah Siti Maryam (Ibunda nabi Isa A. S) dan gua yang dipercaya sebagai gua ashabul Kahfi. 

Sejatinya setiap kota di Turki memiliki landmarknya sendiri-sendiri. Jadi gak akan pernah bosen kalau jalan-jalan di turki.  Kamipun belum selesai sepenuhnya menjelajadi Ankara, ternyata tempat bersejarah di Ankara sangat banyak sekali. Semoga rencana kami menjelajadi seluruh Turki bisa terwujud! Aamiin!

Makanan Turki terfavorit Dea apa?

Couldnt say no Iskender Kebab!!! Awalnya ngerasa aneh. Makan daging tapi dicampur Yoghurt, tapi lama-lama kerasa enaknya. Must try kalo ke Turki. Variasi kebab terenak! 

Makanan lainnya adalah konya pidesi. Pide adalah pizza khas Turki, uniknya pide ini ukurannya sangat panjang dan rasanya nikmat! 

Satu lagi adalah kofte, perkedel Turki yang rasanya juara. Yang paling terkenal adalah sultan ahmet koftesi, tempatnya tak jauh dari Aya Sofia, sebenarnya untuk rasa sama saja. Mungkin karena sudah lama dan melegenda jadi kofte tersebut selalu ramai pengunjung (bahkan kadang waiting list).

Hal yang paling berkesan di Turki?

Ketika jalan-jalan ke Istanbul sama suami, disana saya nangis. Gak nyangka ucapan mimpi yang diulang-ulang bisa jadi kenyataan. 

Di hari itu juga saya bisa melihat Aya Sofia dan barang-barang peninggalan Nabi Muhammad di Topkapi palace. 

Saya nangis, terharu, merasa sangat dekat dengan Rosulullah. Saya juga nangis pas datang ke makam Ayub Al-Anshari. Sahabat Rosulullah yang dipilih Untanya untuk bermalam. Saya nangis, mau juga seperti beliau, diinapi manusia terbaik di dunia. Siapa yang mau nolak? Bahkan ada anak kecil yang meraung-raung kala itu ke Rosulullah. Saya merasa sangat terberkati sekali dengan itu, merasa Allah sangat baik sekali pada saya.

* * *

Membaca keseluruhan cerita Dea sejujurnya membuat hati saya bergetar, siapa sih yang nggak ingin impiannya terwujud? 🙂 pastinya harus disertai ikhtiar. 

Dreams don’t work unless you do.

Dari cerita Dea juga saya jadi tambah yakin bahwa Allah memeluk impian-impian kita, mungkin belum sekarang waktunya, atau Allah punya rencana yanh lebih indab, dan mimpi kita terwujud dengan cara yang tidak terduga, seperti Dea yang menjemput Cita-nya melalui Cinta-nya.

Terimakasih Dea Audia Santi dan Mustafa Kursun 🙂 So many beautiful and historical places in Turkey, hopefully I can go there with my family one day! Please pray for me.

Sama satu lagi, semoga kapan-kapan kita bisa jalan-jalan bareng yaa 😉 amiin.

Curious on how they met? Please kindly visit : mylongdistancestory.tumblr.com 

* * *

Klik link Cerita Ibu Muda lainnya disini:

1. Nunu, ilmuan Fisika Nuklir yang sedang menempuh program postdoctoral di Jepang, seorang Ibu juga istri. Simak bagaimana Nunu me-manage waktu untuk keluarga dan studi disini,

https://sundariekowati.wordpress.com/2017/01/15/meet-nunu-a-nuclear-physics-enthusiast-a-mother-wife/

2. Uma Hani, istri Dokter yang membangun interdependency dengan suami. Apa itu interdependency? Find out here,

https://sundariekowati.wordpress.com/2016/12/22/cerita-uma-hani-jadi-istri-dokter-membangun-inter-dependency-dengan-aba-fatiha/

3. Kamu Lulusan ITB? Kok Jadi Ibu Rumah Tangga?

https://sundariekowati.wordpress.com/2016/11/28/kamu-lulusan-itb-ko-jadi-irt/

4. “I Love Abu Dhabi“, Cerita Nana, jadi Mama-nya Auran plus resep easy baking. Nana adalah lulusan S2 ITB yang selama kuliah master pernah mengikuti program student exchange di Samyoung University Korea, kini Nana tinggal di Abu Dhabi dan memilih untuk mengurus anaknya sendiri. 

https://sundariekowati.wordpress.com/2016/10/17/i-love-abu-dhabi-cerita-nana-mama-nya-auran-juga-resep-baking/

5. Cici Butuh ‘Strong Why‘, saat mengajak 2 balitanya Itikaf di bulan Ramadhan. Simak tips-nya disini,

https://sundariekowati.wordpress.com/2016/06/30/cici-itikaf-bareng-duo-bocil-butuh-strong-why/

6. Cerita Iie (Dery Hefimaputri) Ramadhan, melahirkan dan Kuliah Gratis di Swedia. Disini Iie berbagi pengalamannya saat melahirkan di Swedia, pelayanan kesehatan disana, tentang parental leave, sistem pendidikan disana termasuk kuliah gratis di Swedia.

https://sundariekowati.wordpress.com/2016/06/29/ngobrol-sama-iie-dari-mulai-melahirkan-ramadan-dan-kuliah-di-swedia/

BAWANG KIM – Bawang Goreng 3 Rasa : Original, Pedas Asin & Balado

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Salah satu menu masakan rumah favorit adalah SOTO LOBAK, – selain bahannya simpel dan bikinnya nggak ribet – rasanya bakal lebih sedap tiap kali saya tambahkan bawang goreng. Memang ada ke-senang-an tersendiri saat saya do it all by myself sampai ke mengiris dan menggoreng bawang untuk taburan. Harumnya bawang merah yang digoreng di wajan nggak ada yang ngalahin deh! Hmm..

Tapi kalau masaknya banyak dan ingin cepat-cepat menghidangkan, biasanya saya pakai BAWANG KIM, bawang goreng praktis, tinggal tabuuuur 😉

Selain soto lobak, saya juga soto ayam, soto daging sapi, soto kecambah, sayur sop, baso, capcay dan masakam berkuah lainnya termasuk opor ayam, kari sapi dan lainnya.

BAWANG KIM dari BAWANG SUMENEP
Bawang KIM ini diolah dari 100% bawang merah Sumenep pilihan berkualitas dan dikemas dengan higienis sehingga menghasilkan cita rasa yang lezat dan renyah. 

Ibu-ibu tahu kan bawang Sumenep? Itu lhooo bu, kalau di Mang Sayur, harganya lebih mahal dari bawang merah biasa, dipakai sedikit saja hmmm harumnyaaa menggoda 🙂 

KOMPOSISI
Dalam kemasan Bawang KIM, tertulis bahwa komposisinya hanya dua, yaitu : bawang Sumenep dan minyak goreng.

3 RASA BAWANG KIM

1. Original : Bawang KIM rasa original ini tidak menggunakan MSG dan original – tanpa penambahan bumbu. Bawang KIM original ini so far merupakan bawang goreng yang paling banyak dipesan dan cepat habis 🙂

2. PedasAsin : nah ini favorit saya 🙂 Bawang KIM rasa pedas-asin ini cocok buat kita-kita yang ingin menambahkan sentuhan spicy pada masakan, tapi nggak terlalu hot. Gurih pedas sedang saja.

3. Balado : varian rasa Bawang KIM ini pedas! Saudara saya sih lebih suka yang ini, ketimbang yang pedas – asin, bahkan dicemilin tanpa nasi. Spicy lover this one suite you..

KEMASAN
Bawang KIM dikemas dengan higienis menggunakan toples plastik dengan isi bersih 125 gram/toples. 

Masing-masing rasa dibedakan dengan warna : Hijau (rasa original), Oranye (rasa pedas-asin), merah (rasa balado).

Di kemasannya juga disertakan keterangan produk, label halal MUI dan masa kadaluarsa.

Untuk paket combo, tersedia kemasan berbentuk kotak persegi panjang yang memuat 3 toples Bawang KIM. Dengan packaging ini Bawang KIM aman untuk dikirimkan ke berbagai tempat baik di Indonesia maupun luar negeri. Saya sendiri pernah mengirimkan Bawang KIM untuk dibawa ke Inggris, Korea dan Taiwan.

Mengapa packaging BAWANG KIM menggunakan toples? Bawang KIM diolah tanpa menggunakan MSG dan tambahan tepung (kalau pun ada hanya 1-3%), oleh karena itu kemasan dalam bentuk toples menjaga agar bawang goreng tetap ‘kriuk’. 

Penggunaan toples plastik juga membuat Bawang KIM lebih ringan saat ditimbang dan anti pecah (hal ini sering ditanyakan oleh pihak ekspedisi juga Mamang Go-send).

HARGA 

Harga Rp. 29.000/toples isi 125 gram.

Lebih HEMAT untuk pembelian paket combo :

Rp. 80.000 (3 Toples) dan Rp. 155.000 (6 Toples).

PEMESANAN

Yuk cobain Bawang KIM – bawang goreng renyah, praktis, tinggal taburin aja (nggak perlu iris-iris bawang lagi). Cocok untuk pelengkap aneka masakan (dicemilin juga boleh).

Pesan sekarang ke WA 085724717820 (Sundari). 

PS : Pemesanan sistem PO, untuk pemesanan minggu ini, Bawang KIM akan dikirim minggu depan. 

FAQ (FREQUENTLY ASK QUESTION)

1. Bawang KIM pake MSG ngga? Ngga pake MSG yaa 🙂

2. Pake gula ngga di bawangnya? Ngga pake gula juga.

3. Pake tepung ngga? Penggunaan tepung 1-3% buat menjaga agar Bawang KIM tetap ‘kriuk’. That’s  why dikemas dalam toples, tujuannya agar bawang goreng-nya tahan lama meskipun tepung-nya hanya sedikit sekali. 

Fyi, banyak bawang goreng yang dijual di pasaran dengan penggunaan banyak tepung agar tahan lama. Tapi TIDAK dengan bawang KIM. Salah satu keunggulan Bawang KIM adalah dari packaging-nya yang higienis.

Thank you!

* * * 
 

HAZERBABA PISTACHIO TURKISH DELIGHT – Paduan Mochi, Dodol Cina dan Gurihnya Pistachio

Selasa, 24 Januari 2017, waktu menunjukkan pukul 11.00 malam. Kantuk tidak bisa mengalahkan Aisya yang sangat bersemangat menyambut Akung dan Uti-nya. Dari pukul 10 malam kami sudah stand by,  area parkir juga sudah padat di PUSDAI. Ternyata ada bis yang baru akan berangkat mengantar jamaah Umroh ke Bandara Soekarno Hatta. 

Awalnya kami semua bertahan di dalam mobil karena gerimis, mulai bosan, saya, Arum dan Aisya masuk ke Masjid, tujuan utamanya agar Aisya bisa mengekspresikan diri lebih maksimal (baca : lari-lari mengelilingi Masjid). Lalu jajan, beli teh kotak, susu ultra rasa cokelat dan 1 bungkus richeese untuk menganjal perut yang keroncongan. 

Pak Herman (kerabat yang menjadi driver malam ini) menyetel radio dangdut keras-keras supaya kami tetap terjaga meski hawa di luar mobil mendukung untuk terpejam – gerimis, gelap dan dingin. Tak lama, Om Aisya datang menenteng ransel milik Akung dan Uti (disusul koper-nya). Alhamdulillah, orang tua saya sudah tiba..

“Grandpaaaa, jadi gunduuuul!”, ucap Aisya dan langsung minta gendong, sontak Akung-Uti-Aisya dan kami semua tertawa.

Sesampainya di rumah, kami tidak langsung tidur, cerita-cerita dulu sebentar sambil bukain oleh-oleh.. Nggak banyak yang dibeli, namun insya Allah cukup untuk dibagi.

“Waktu di Mekah, Bapak lihat anak kecil lari-lari. Jadi ingat Aisya. Ada juga anak usia 5 tahun-an tawaf sambil gendong adiknya yang kecil, di-akod“, ucap Bapak sambil memberikan kotak putih berbentuk persegi panjang bertuliskan Hazerbaba Turkish Delight.

“Buat Ndari, Handoko, Arum, bertiga”, lanjut beliau. Saya tersenyum menerimanya.

“Ibu nggak sempat belanja kemana-mana, mba. Hanya pas mau pulang dan di satu toko itu aja”, pernyataan Ibu saya ini menjawab mengapa Bapak-Ibu membawakan manisan Turki dan bukan cokelat-cokelat khas Arab, mungkin jadwal Umroh yang padat membuat keduanya membeli se-dapat-nya aja.

HAZERBABA TURKISH DELIGHT – Manisan Tradisional Khas Turki

Ngomong-ngomong soal Turki, everything feel so connected. Karena konteksnya feeling so, jadi belum tentu true yaa 🙂 Sebenarnya karena waktu saya – Aisya – suami main (lagi) ke Malaysia 18-21 Januari 2017 kemarin, di Batu Caves, Aisya ditolong, -digandeng tangannya sama orang Turki saat menapaki anak tangga menuju Goa. Dimana Bunda sudah agak shaking – gemeter takut ketinggian dan capek climbing. Juga karena teman kami, Dea yang menikah dengan warga Turki sedang ke Malaysia saat ini (plus saya belum memposting hasil wawancara saya mengenai cross cultural marriage-nya). 

Mungkin ini kebetulan saja, atau pertanda untuk dimasukkan ke wish-list? Bismillah, semoga Allah SWT memberi kami rizki untuk bersegera ke Tanah Suci (Amiin). Sekarang ada paket Umroh + Turki kan ya 🙂

Ke Turki-nya belum, icip-icip oleh-olehnya dulu boleh dong, kenalan sama manisan tradisional khas Turki yang diproduksi pertama kali oleh Hazer Baba di Anatolia.

Turkish delight yang oleh masyarakat Turki disebut ‘Lokum’ ini merupakan produk asli dari Turki yang kemudian diperkenalkan ke Eropa pada abad ke-18. Sejak saat itu orang-orang mulai ‘me-labeli’ manisan ini ‘Turkish Delight’.

Hazer Baba adalah perusahaan pertama yang menggunakan alat dan teknologi modern dalam memproduksi manisan Turki. Saat ini brand Hazer Baba dikenal baik oleh lebih dari 30 negara atas Turkish Delight-nya.

PISTACHIO TURKISH DELIGHT
Tekstur dari Pistachio Turkish Delight ini kenyal, kalau kita gigit, akan ada sensasi rasa gurih dari kacang pistachio-nya yang menjadi penyeimbang rasa manis-nya. Taburan gula halus di sekeliling manisan ini mengingatkan saya pada Mochi Garut. Yap! Kenyal tapi tidak terlalu lentur, bagai paduan Mochi dan dodol Cina. Not too sweet – ngga bikin giung -, the pistachio making me take a bite and a bite again and so does Aisya..

Kalau lihat komposisinya, Hazerbaba Pistachio Turkish Delight ini cukup simpel lho bahan-bahannya, yaitu gula, kacang pistachio, tepung maizena, vanila ekstrak dan citric acid.

Supaya lebih asik, kita bisa menyeduh secangkir teh/kopi (with less sugar) sambil ngemil Turkish Delight yang kecil-kecil tinggal hap-hap ini..

Kemasan Hazerbaba

Hazerbaba yang dibeli oleh Bapak-Ibu saya ini dikemas dengan apik, dengan NetWt 454 gram/pack . Bagian dalamnya dibungkus dengan kertas yang mirip baking sheet tapi lebih tipis agar gula halusnya stand still inside. 

Di bagian belakang kemasan juga ada informasi nutrisi yang terdapat pada Hazerbaba ini disertai peringatan bagi nutallergens.

Availability and Where To Buy
Bagi penggemar sweet treats, Lokum yang satu ini worth to try loh! Anakanak pasti suka. Pertanyaanya, dimana kita bisa menemukan Turkish Delight ini?

Bapak – Ibu saya membeli Hazerbaba Pistachio Turkish Delight ini di Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. So I believe we could easily find it there.

Buat teman-teman yang tertarik mengenai produk-produk Turkish Delight dari Hazer Baba lainnya bisa klik : http://www.hazerbaba.com.tr/products.php

Belum cek apakah di Setiabudi Market/Pasar Baru/toko-toko oleh-oleh Haji dan Umroh lainnya ada. Mungkin di online shop sudah ada, kalau ada yang tau, please inform me ya 🙂

OK sekian review oleh-oleh manisan tradisional Turki dari Bapak – Ibu saya ini. In case you wondering why I post this.. saya lagi belajar me-review produk. Doakan ya agar saya bisa memberi lebih banyak manfaat dari menulis. 

Thank you for reading 😉

* * *

Food review lainnya :

Bawang KIM – Bawang Goreng Renyah Dari Bawang Sumenep Dengan 3 Pilihan Rasa : Original, Pedas Asin, Balado 

#5 Hal Menarik Dari Farm House Lembang

#1 Penukaran tiket 

Pertamaaa tiket masuknya yang seharga 20rb/orang bisa ditukar dengan susu sapi segar dengan beberapa varian rasa atau susu kemasan. Tinggal pilih yang mana 🙂 Kalau Aisya, Ayah dan Bunda pilih susu rasa cokelat.

#2 Berasa di Eropa

Keduaa, di area yang cukup luas ini banyak spot foto yang instagram-able. Ada beberapa arsitektur bergaya Eropa seperti toko-toko-nya yang eye catching banget dan beberapa sudut gedung lainnya. Ada salah satu toko yang pintu dan jendelanya di cat kuning, bikin gemes!  Ada tangga berpagar yang digantungi gembok-gembok cantik seperti di Paris/Korea. Jadi, yang belum atau berkeinginan keliling Eropa bisa nyicil foto (plus sewa baju Belanda) dan merasakan sedikit atmosfer-nya dulu disini. 

Taman bunga di area Farm House Susu Lembang dipagari (anak ngga bisa bebas berlarian di taman seperti di Dusun Bambu). Udara dan view rooftop disana yang sejuk juga bikin betah.

#3 Kasih makan kelinci

Ketigaaa, hewan-hewan yang ada disini cukup beragam. Dari mulai unggas-unggas seperti ayam, kalkun, burung, ada juga sapi, kelinci, dan domba-dombanya yang gemuk-gemuk dengan kulit putih mulus. Kita diperbolehkan masuk dan memberi makan di kandang kelinci (juga domba), wortel dan pakcoy-nya di-bandrol dengan harga 10rb/ikat (dapet lumayan banyak).

Sebelum ini juga Aisya pernah memberi makan kelinci-kelinci di Lactasari Mini Farm PVJ, yang dulu Aisya malah lebih berani dan antusias buat kasih makan kelinci-nya langsung. Boleh lihat ke-seru-annya di Aisya Diserbu Kelinci

#4 Ikut nge-hits di rumah Hobbit

Nah, di dekat kandang kelinci inilah ada tembok yang didekor hingga mirip seperti Rumah Hobbit, kita hanya bisa berfoto saja disini. Di dekat pintu keluar juga ada banyak rumah panggung ala ala gipsy.

#5 Aisya dibilang ‘comel’

Apa lagi yang bikin seneng di Farm House saat berkunjung kesana? Hmm, ketemu orang-orang Malaysia 😀
Ramah-ramah suka senyum, Aisya dibilang ‘comel’. Seneng aja gitu anaknya dibilang lucu hahaa.. But yeah their hospitality is what i keep in my mind during our last trip to Malaysia.

Kindly check this out :

Jalan-jalan ke Kuala Lumpur – Melaka 4 Hari

Glad to know that we will go there again. Hope this time everything become more wonderful, I get the chance to dig in their culture, making real connection and gain some friends 🙂 Amin.

Last but not least, special thanks buat ayah yang sudah mengajak kami berjalan-jalan kesini. Alhamdulillaaah. Please dont protest because I put this post on Travelling. Dalam kamus, kata ‘travel’ berarti ‘Go to one place to another as in trip/journey’. Jalan-jalan dari Bintaro ke Bandung udah termasuk trip kan yaa hehehe.

Oia, buat yang mau berkunjung ke Farm House Susu Lembang, ini dia alamatnya :

Jalan Raya Lembang No. 108, Gudangkahuripan, Lembang. Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40391. 

Bukanya dari jam 09.00-20.00 ya, selamat bersenang-senang! 🙂

Meet Nunu, a Nuclear Physics Enthusiast – a Mother & Wife

Nunu2

Sabtu, 28 Mei 2016 saya bertemu sahabat saya, Nuri Trianti yang baru saja menyelesaikan studi S3-nya di Fisika ITB. She is one of my best friend since our first year in ITB.

Kabar gembira ini tentu menjadi ‘pelepas dahaga’ untuk Nunu-sapaan akrabnya yang sudah berjuang selama 4 tahun untuk menyelesaikan desertasinya yang berjudul “Analisis Neutronik dan Termalhidrolik pada Perancangan Reaktor Air Didih Berukuran Kecil Berumur Panjang dengan Bahan Bakar Thorium” dan sukses menjadi Doktor Nuklir di usia muda.

“You are braver than you think”, ini adalah ‘patronus’-nya Nunu untuk tetap semangat menghadapi tantangan yang ada. Bagaimana tidak, Nunu sempat menjalani Long Distance Marriage dengan suaminya yang sedang S2 di Negeri Sakura. Sebagai sahabat, saya pun terpikir untuk menulis ‘secuplik’ tentang bagaimana Nunu menyeimbangkan waktunya dalam bersekolah, melakukan tugas domestik di rumah, dan mengasuh putrinya.

Pertemuan kami di Nanny’s Pavillon terasa cukup singkat, Aisya dan Syifa cukup mobile, saya sendiri menyuapi Aisya sambil mengajaknya bermain di Playroom dan taman kecil disana. That’s why, saya memilih untuk ngobrol lebih banyak melalui e-mail.

7 bulan berselang dari pertemuan kami, kini Nunu, Syifa dan Abi-nya Syifa sudah tinggal bersama di Jepang.

Nunuuu, sekali lagi Congratulation that u finally nailed it! Keren banget siiih jadi Doktor Nuklir di usia muda. 

Makasih aiii…, Alhamdulillaah. Alhamdulillaahi Rabbil ‘aalamiin.. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam..

Denger-denger Nunu udah nge-publish 6 jurnal internasional dan ikut di 11 konferensi internasional ya? Kalau boleh tahu publikasinya tentang apa saja dan konferensinya dimana saja.

Publikasi-publikasi  tentunya berkaitan dengan penelitian selama studi S3 yang dijalani, yaitu mendesain reaktor nuklir (PLTN – Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) yang berukuran kecil (30 MWt) dan berumur panjang (tanpa refueling lebih dari 30 tahun). Reaktor nuklir yang didesain berjenis boiling water reactor (BWR) berbahan bakar thorium. Dalam mendesain ini, digunakan metode komputasi, melakukan analisis secara neutronik dan termalhidrolik menggunakan bahasa pemograman berbasis FORTRAN. Dari hasil komputasi dan analisis diperoleh desain reaktor yang optimal serta memenuhi aspek-aspek keselamatan (safety).

Desain reaktor ini memiliki keunggulan yaitu ukurannya relatif kecil dan umurnya panjang (masa operasi), karena menggunakan campuran bahan bakar antara Uranium, Thorium dan material racun (burnable poisons) berupa Protactinium. Penggunaan BP dalam campuran bahan bakar menurut beberapa penelitian efektif untuk meningkatkan faktor safety reaktor, sehingga dalam penelitian ini, dilakukan pula perbandingan komposisi dan variasi jenis material BP dalam desain bahan bakar reaktor.

Selama studi S3, beberapa conference diikuti di Bali, Singapura, Thailand dan Jepang.

Konferensi ke Jepang setahun lalu pasti berkesan banget ya, karena Syifa juga ikut. Keseruan apa aja nih yang Nunu dan Syifa alami selama di perjalanan?

Pada awalnya sempat merasa berat. Karena yang di Jepang ini bukan sekadar konferensi yang biasanya hanya 2-3 hari. Kegiatan ini juga meliputi workshop dan field trip ke fasilitas PLTN di Jepang (Aomori, Fukushima, Onagawa), jadi total kegiatan selama 14 hari. Workshop dan field trip di 2016 ini merupakan yang kedua kalinya yang diikuti. Workshop di tahun 2015 dulu terpaksa meninggalkan Syifa di Indonesia. Tapi untuk 2016 ini, bertepatan suami juga sudah stay di Jepang, jadi Syifa dibawa sekalian.

Alhamdulillaah, Syifa sangat kooperatif mulai dari persiapan keberangkatan dan saat penerbangan ke Jepang. Salah satu hobinya Syifa memang jalan-jalan, jadi untungnya dia tidak rewel sepanjang trip. Kemudian yang menarik, karena kami hanya berdua sementara bawaan kami banyak (sekalian bawa perlengkapan untuk stay di Jepang bersama suami untuk jangka panjang), mungkin ada yang iba sehingga ada beberapa penumpang lain yang membantu membawa barang-barang.

Secara keseluruhan, kami menikmati perjalanan ini. Apalagi bagi Syifa, ini kesempatan untuk melepas kangen dengan Abinya. Abinya mengajak Syifa jalan-jalan dan membelikan Syifa mainan kesukaannya.

Ini juga bukan kali pertama Syifa ikut menemani umminya conference, lain waktu Syifa juga pernah menemani saat mengikuti conference di Bali dan Singapura.

Dari sekian banyak Kelompok Keahlian (KK) di Fisika, apa yang membuat Nunu memilih Fisika Nuklir sebagai konsentrasi studi?

Ini seperti pertanyaan saat lulus SMA dulu lalu pilih program studi Fisika ITB (sebenarnya cita-cita sejak kecil ingin menjadi dokter, apa daya Allah belum mengijinkan). Dulu hampir semua teman dekat bertanya-tanya kenapa pilih program studi Fisika ITB, seperti yang kita tau banyak anak-anak SMA yang tidak suka dengan Fisika. Padahal hampir setiap gerak-gerik kehidupan sehari-hari kita tidak lepas dari yang namanya hukum-hukum Fisika.

Memutuskan untuk memilih nuklir, awalnya memang ragu, karena saat itu sedikit saja mahasiswa yang masuk kelompok keahlian nuklir (kalau sekarang sudah cukup banyak), selain itu, bidang ini cukup sulit, perlu kemampuan teoritik dan komputasi yang cukup kuat. Terlebih ke-nuklir-an di negara kita belum berkembang dengan baik. Namun, karena sudah ‘terhipnotis’ dengan luar biasanya energi nuklir, serta kemanfaatan yang akan membawa kemaslahatan bagi masyarakat banyak, maka pilihan ini menjadi mantap. Sambil terus memegang keyakinan bahwa suatu saat Indonesia akan membutuhkan energi nuklir untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya serta demi kemajuan bangsa, dan saat dibutuhkan kami para ahli nuklir sudah siap sedia.

Apakah menjadi ilmuan merupakan your biggest goal in life?

Yup, exactly. Sebenarnya selain ingin menjadi dokter, pilihan cita-cita waktu TK dulu adalah menjadi pengajar. Namun sekarang setelah merasakan ‘indahnya’ riset, jadi ketagihan juga..hehe. Semakin penasaran dengan apa yang bisa kita temukan melalui penelitian. Ke depannya semoga bisa mengajar sambil riset, aamiin.. mohon do’anya.

Nunu inget ngga? Pas SMA Nunu pengen banget ke Jepang. Now that u live in Japan, isnt it like a dream come true?

Iya Ai masih ingat banget. Pada perjalanan hidup, terbiasa untuk fokus dan segala puji bagi Allah, apa yang dicita-citakan kemudian terwujud. Tentu saja tidak terlepas dari do’a orang tua juga dukungan dari keluarga. Suami juga senantiasa mengajak untuk terus berusaha meraih apa yang menjadi cita-cita kami bersama. Juga selalu berfikir bahwa pada kondisi yang kita hadapi sekarang ada skenario yang terbaik yang Allah berikan, tinggal bagaimana respon kita terhadap skenario yang Allah berikan ini. Ketika kita menerima, bersyukur dan bersabar, maka kondisi apapun yang Allah skenariokan akan terasa berkah. Mohon do’anya yaa..semoga bisa istiqamah..

Ada rencana Postdoc? Kalau iya, proses perubahan visa dari dependent ke employee-nya mudah ngga disana?

Ya, Alhamdulillaah. Saat ini sudah menerima acceptance untuk menjalani postdoctoral di JAEA (Japan Atomic Energy Agency) mulai April 2017 hingga Maret 2020. Alhamdulillaah..

Sangat ingin menambah wawasan dan mengasah ilmu yang diperoleh lebih dalam lagi. Sebelumnya pernah menyampaikan ke promotor-promotor ketika S3 bahwa ada rencana untuk melanjutkan postdoctoral. Beliau-beliau (para promotor) memberikan motivasi dan menyarankan untuk mulai mencari lowongan. Penelusuran di web JAEA di bulan Juli 2016 ternyata menunjukkan adanya lowongan untuk penerimaan postdoctoral researcher, kemudian Agustus 2016 coba kirim aplikasi, lalu pada pertengahan Oktober dipanggil untuk seleksi berupa presentasi dan interview dengan user. Hingga akhirnya awal November 2016 dinyatakan lolos seleksi.

Untuk perubahan visa pun mudah, saya dibantu oleh divisi personalia JAEA untuk mengurus perubahan status visa ini.

Lagi musim apa nih di Jepang? dan bagaimana kultur disana? 

Saat ini masuk musim dingin ai… Kultur masyarakat Jepang terkenal dengan kedisiplinan, keteraturan dan bekerja keras. Banyak orang lalu lalang terutama ketika jam pergi dan pulang kantor namun mereka sangat teratur, contohnya saat mengantri di peron subway, KRL dan terminal bus. Di samping kedisplinan dan keteraturan mereka, mereka juga ternyata sangat ramah. Sering ditegur sapa ketika berpapasan dengan mereka bahkan melambaikan tangan dan tersenyum ke Syifa.

Di Jepang juga dikenal dengan istilah ‘tatemae’, artinya orang Jepang sedapat mungkin menunjukkan sifat ramah kepada orang lain, meski mungkin pribadi mereka tidak seramah itu.

Meski demikian, kita sebagai orang asing merasa nyaman dengan sikap interpersonal mereka. Kemudian mereka juga sangat menghargai hak orang lain. Contohnya di jalan raya, para pengemudi kendaraan bermotor selalu mendahulukan kepentingan pesepeda. Pesepeda mendahulukan hak pejalan kaki. Sangat nyaman, alhamdulillaah.

Apakah Syifa sudah mulai enjoy bersekolah di Jepang?

Syifa saat ini masuk ke integrated antara kindergarten dan daycare. Karena Ummi dan Abinya akan sama-sama bekerja di siang hari, jadi Syifa ikut program yang full day. Nama tempatnya Tsukuba Ekimae Hoikuen.

Pada awalnya Syifa kebingungan karena ga nyambung ketika berkomunikasi dengan sensei-nya. Itu hanya terjadi singkat saja karena teman-temannya terutama yang anak orang Jepang inisiatif untuk mengajak Syifa bermain (satu lagi kultur yang menurut saya sangat berkesan). Setelah itu Syifa merasa enjoy dan mulai bisa mengikuti program di hoikuen ini.

Di sini Syifa mulai program pukul 08.30. Diawali dengan bermain di outdoor (jika tidak hujan), lalu dilanjutkan dengan aktivitas pendidikan (mewarnai, origami, menggambar, bermain logika), kemudian saat break siang Syifa makan dan napping. Setelah itu kembali beraktivitas sampai dijemput sekitar pukul 17.00.

Di samping itu, di sini Syifa melakukan pembiasaan-pembiasaan agar mandiri. Mulai dari melepas sepatu, menyimpan sepatu dan perlengkapan sehari-hari, makan, dan beres-beres ketika akan pulang. Hasilnya, di rumah pun Syifa sudah bisa membantu membereskan pekerjaan-pekerjaan rumah.

Syifa termasuk anak yang …

Ketika di daycare di Indonesia, psikolog anak di sana pernah menyampaikan bahwa Syifa itu termasuk yang psikomotoriknya menonjol. Kami juga melihat demikian, Syifa lebih senang beraktivitas yang melibatkan gerak aktif. Di samping itu, Syifa juga cukup kritis. Sering bertanya ‘kenapa’ dan mengomentari kalau kita menyuruhnya melakukan sesuatu. Menurut kami ini bagus, karena mengasah logikanya juga.

Mainan kesukaannya LEGO dan clay/playdough. Selain itu Syifa juga suka bermain peran dan bermain di playground. Terlihat sekali kalau Syifa memang menyukai aktivitas gerak aktif apalagi outdoor.

Kalau sifat Syifa yang paling menonjol?

Periang dan suka berbagi. Mudah dekat dengan orang, selama orang tersebut ramah dan mau mendekati Syifa.

Oia, Nunu sering bilang kalau Syifa punya ‘cheat dayBoleh dijelaskan?

Kami punya kebijakan untuk tidak memberikan anak permen, eskrim dan permainan gadget selama weekdays. Tujuannya untuk mendisiplinkan dan mengondisikan agar kegiatan rutin di sekolahnya tidak terganggu. Tapi di weekend, karena memang permen dan eskrim adalah salah satu kesukaannya, kami mengizinkan Syifa untuk memakannya. Kemudian Syifa di weekend juga diizinkan untuk bermain gadget, tentu dengan porsi yang sewajarnya.

Apa yang paling berkesan di hari pertama Syifa sekolah? 

Sempat nangis, tapi hanya 5 menit di hari pertama sekolah, setelah dijemput Syifa ditanya kenapa di sekolah menangis? Syifa bilang ga nyambung apa yang Syifa ucapkan ke sensei-nya dan sebaliknya. Hal berkesan lainnya, teman-teman Syifa inisiatif untuk mengajak berkenalan dan bermain. Ini yang membuat Syifa ga nangis terlalu lama di hari pertamanya sekolah.

Apa yang Nunu lakukan untuk menenangkan Syifa kalau lagi tantrum?

Di usianya yang ke-4 ini memang sudah sangat jarang tantrum, tidak sesering ketika masih berusia 2-3 tahun. Kalaupun terjadi, paling didiamkan saja, kadang di atas kasur. Tidak lama Syifa akan mendekat dan memeluk sambil bilang, “Aku sayang Ummi.”

Kita flashback sedikit yaa saat suami mulai S2 di Jepang dan Nunu masih menyelsaikan S3 di Indonesia. Bisa diceritakan ngga bagaimana cara Nunu menyeimbangkan waktu untuk studi, melakukan tugas domestik di rumah dan mengasuh Syifa?

Ketika masih S3, Syifa juga sudah ikut daycare di lokasi yang berdekatan sekali dengan kampus. Jadi saya berangkat ke kampus sekalian mengantar Syifa ke daycare kemudian pulang dari kampus sambil menjemput Syifa pulang.

Tugas-tugas domestik dikerjakan tanpa kesulitan karena Syifa cukup mandiri di rumah. Selain itu terkadang asyik bermain ketika sepupunya datang ke rumah saat weekend, waktu yang pas untuk mencuci dan memasak.

Secara psikologi memang tidak mudah bagi Syifa untuk terpisah sementara dengan Abi-nya, di minggu-minggu awal, Syifa masih kerap mengigau memanggil-manggil Abi-nya. Wajar mungkin ya, selama ini Syifa cukup dekat dengan Abi-nya.

Tantangan baru saat itu adalah menjalani peran sebagai Ibu dan Ayah sekaligus. Peran Ibu sudah terbiasa dilakukan selama ini, namun untuk mengantikan peran Ayah sementara, lumayan harus putar otak untuk kreatif cari permainan yang seru, yang sering kali Syifa lakukan dengan Abi-nya. Alhasil selama di rumah tidak pernah mengerjakan pekerjaan kampus sama sekali, semua pekerjaan dioptimalkan saat di kampus.

Skill apa saja yang terasah ketika menjalani Long Distance Marriage dengan suami?

Skill nyetir mobil. Karena kepepet agar bisa antar jemput Syifa ke daycare dan berangkat ke kampus akhirnya bisa nyetir setiap hari, biasanya mengandalkan Abi-nya Syifa tentu. Padahal beberapa hari sebelum saya ditinggal suami ke Jepang, saat latihan nyetir pernah nabrak tembok garasi rumah dan hasilnya body mobil harus direpair selama 2 minggu di bengkel. Tapi Alhamdulillaah setelah itu tidak pernah mengalami apa-apa selama LDM dengan suami.

Selain itu, segala macam urusan rumah tangga yang biasa dilakukan suami mulai terbiasa dilakukan, mulai dari angkat galon aqua, urusan tagihan listrik, pajak, dan sebagainya.

Sebagai seorang Ilmuan, menurut Nunu seberapa penting pendidikan (tinggi) bagi seorang Ibu? Baik ibu bekerja, Mother-preneur maupun Ibu Rumah Tangga?

Hmm.. Menurut Nunu, pendidikan bagi seorang Ibu itu penting.

Peran sebagai Ibu sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak-anak yang selanjutnya akan menjadi generasi penerus bangsa.

Peran sebagai istri tentu penting juga, suami butuh support dan pengingat saat sedang berkarir serta memimpin keluarga, dibalik lelaki yang hebat terdapat wanita yang hebat (tentu ini berlaku untuk sebaliknya).

Melihat kehidupan anak-anak jaman sekarang kok rasanya jauh berbeda dengan kehidupan kita saat masa kanak-kanak dulu. Seorang Ibu harus serba tahu dan update, agar perannya tidak terkikis oleh kerasnya kehidupan zaman sekarang.

Alangkah bahagianya anak-anak kita jika dididik oleh seorang ibu yang smart.

Nunu sendiri baru merasakan dididik (dibimbing) oleh seorang lulusan S3 saat di bangku kuliah.

Mohon do’anya yaa, sangat berharap semoga Nunu bisa mendidik Syifa serta adik-adikya kelak untuk menjadi anak-anak yang shaalih/shaalilah, berilmu, berguna bagi agama & ummat.Serta bisa mengemban amaanah sebagai Ibu dan istri yang shaalilah.

Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin. Ohya satu lagi Ai, selain sebagai Ibu &istri. Tentu peran kita sebagai anak juga tidak akan pernah lepas.

Jangan lupa tetap berbakti kepada orang tua.

Biar bagaimana pun berkat bimbingan, didikan, dan do’a dari orang tua lah kita bisa sampai di sini..

Terakhir, apa pesan Nunu untuk Ibu muda lainnya?

Terus berkarya.. selagi kita masih bisa, selagi masih ada kesempatan, selagi masih sehat dan muda. Terkadang suka iri lihat ibu rumah tangga yang bisa full bersama dengan anak-anaknya. Tapi ini sekaligus memaksa untuk lebih kreatif berjuang mengisi peran ibu yang optimal di samping urusan-urusan di luar rumah. Di rumah kita akan tetap menjadi seorang Ibu dan istri, maka usahakan selesaikan pekerjaan luar rumah di luar rumah saja. Selalu minta izin kepada suami atas apa yang akan kita lakukan, keberkahan Allah akan turun lewat ridha suami.

Jangan lupa terus bersyukur kepada Allah.. semakin kita bersyukur maka Allah akan melipatkan nikmat bagi kita..

Pada kondisi apapun kita berada, kemampuan apapun yang kita miliki, maka terdapat sedekah yang harus kita keluarkan dari setiap sendi-sendi tubuh kita. Salah satu rasa syukur yang paling baik adalah dengan berbagi rasa syukur tersebut dengan orang lain yang membutuhkan.

***

Waaah, pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan terjawab juga oleh Ummi super sibuk ini. Jujur membaca jawaban-jawaban dari Nunu bikin saya speechless. Satu kata buat Nunu : Inspiring!

Terimakasih banyak yaa Nunu sudah sharing pengalaman hidup yang insya Allah memberi inspirasi untuk kita semua. Barakallah, semoga ilmu-mu semakin bermanfaat, sukses Postdoctoral-nya dan bisa jadi ibu serta istri yang luar biasa untuk keluarga. Amiin.

Nanti kita reunian lagi di Bandung yaa 🙂

Jazaakillah khairan jazaa.

***

Yuk baca Cerita (inspiratif) Ibu Muda lainnya :

1. Cerita Iie : Melahirkan, Ramadan dan Kuliah Gratis di Swedia

2. Cici, Itikaf Bareng Duo Bocil Butuh ‘Strong Why’

3. Kamu Lulusan ITB? Kok Jadi Ibu Rumah Tangga?

4. “I Love Abu Dhabi”, Cerita Nana Tentang Jadi Mama-nya Auran dan Resep Simple Baking

5. Belajar Jadi Ibu dan Have Fun Dengan Anak

6. Uma Hani : Istri Dokter Yang Membangun Interdependency Dengan Aba Fatiha

7. Cita dan Cinta Audia Kursun (Pasangan Indonesia-Turki) 


Chewy Cookies Karya Aisya – Bake With Kid

“Mami, I love cookies“, ucap Aisya.

“Aisya mau bikin cookies?”, saya menawarinya.

“Mau, Mami. Mau mau!”, Aisya loncat-loncat gembira.

Saya selalu senang melakukan kegiatan yang melibatkan team-work antara saya dan Aisya. Selain skill dan pengetahuan Aisya berkembang, aktivitas seperti ini dapat merekatkan bonding antar ibu-anak. 

Bagi saya, menghasilkan sebuah karya dengan Aisya adalah sebuah prestasi. Ingat, we deserve a daily celebration 🙂 

Dan minggu ini, kami berhasil membuat karya bersama, yaitu chocolate chip chewy cookies.

Seringkali cookies yang kami buat adalah Soft/Chewy Cookies, terinspirasi dari Silverqueen soft cookies-nya Pizza Hut, we like it because it is chewy and the taste of brown sugar is really strong 🙂 

3 Tipe Cookies

Sebelum bagi-bagi secret ingredients ala Aisya dan Mami, kita bahas sedikit tentang jenis-jenis cookies ya. 

Dari tayangan The Science Behind a Perfect Chocolate Chip Cookies with Thomas Joseph, saya mengetahui kalau ada 3 tipe cookies, yaitu Chewy Cookies, Thin-Crispy Cookies, dan Cakey. 

1. Chewy Cookies adalah jenis cookies dengan tekstur lembut dan chewy, cocok untuk dikunyah oleh gigi susu dan geraham toddler yang masih dalam tahap pertumbuhan (dan para penyuka soft cookies). Tidak keras, mudah dicuil dan biasanya coklat didalamnya lumer. Yamm.

Untuk menghasilkan cookies yang soft dan chewy, takaran gula merah harus lebih banyak dari gula putih (bukan gula halus ya). Lalu telur yang digunakan adalah whole egg (ini saya sih, jadi putih dan kuning telurnya digunakan). Campuran bahan basah juga harus lebih banyak dari bahan kering (lebih banyak butter dan telur), sedangkan tepung yang dimasukkan ke adonan lebih sedikit ketimbang kalau kita bikin cakey cookies. 

Adonan chewy cookies terlihat shiny, lengket, agak sedikit sulit untuk membentuk adonan di loyang sehingga lebih mudah kalau kita menuangkan adonan ke pipping bag terlebih dahulu lalu meratakannya dengan sendok.

2. Thin-Crispy Cookies, bisa ditebak dong, salah satu contohnya adalah Almond Crispy Cookies. Untuk variasi cookies jenis ini saya juga pernah buat. Thomas Joseph dalam video-nya yang diunggah di Everyday Food menunjukkan kalau takaran gula merah dan gula putih pada crispy cookies harus sama. Namun berdasarkan pengalaman pribadi juga guidance dari kokiku tv, saat saya membuat Almond Crispy Cookies cukup menggunakan gula halus saja. Penambahan sedikit gula merah tampaknya tidak masalah, imbasnya hanya pada crispy cookies yang terlihat cepat men-brown. Sementara ini, saya merasa lebih aman pakai gula halus dulu.

Nah untuk cookies jenis ini, mengacu pada pengalaman saya membuat Almond Crispy Cookies, hanya bagian putih telur yang digunakan, sebelumnya kita perlu mengocok gula halus dengan mentega terlebih dahulu. Lalu di akhir kita tambahkan tepung. 

Tekstur adonannya lebih padat sedikit dari adonan chewy cookies, sehingga lebih mudah untuk membentuknya dengan bagian belakang sendok di loyang. Dibuat tipiiiis sekali agar hasilnya krispi, baru tambahkan irisan kacang almond dan parutan keju, dont worry baking powder akan membuatnya mengembang. Wah! Jadi pengen bikin lagi.

3. Cakey. Untuk cookies jenis ini saya sepertinya pernah mencoba juga, tapi by accident maksud hati bikin chewy cookies, eh nyasar ke cakey cookies. Suami sempat komentar, “Mam, ini enak tapi terlalu keras buat Aisya mah”. Akhirnya Cakey Cookies saya dadah-dadahin aja 🙂 belum pernah bikin lagi. 

Secara garis besar, cookies tipe cakey ini takaran gula putihnya lebih banyak dari gula merah. Dan adonannya padat, seperti saat kita membuat kue-kue lebaran (kastagel, putri salju, nastar, dan lainnya), dengan bentuk adonan seperti ini kita bisa mencetaknya ke berbagai bentuk lucu. Siap-siap tenaga aja pas nguleninnya ya.

Cukup dulu sekilas tentang tipe-tipe cookies ya. Sekarang kita lanjut ke pembuatan chewy cookies ala Aisya dan Mami.

Secret Ingredients in Aisya’s Chewy Cookies.

Ada rahasianya ngga sih supaya sukses bikin chewy cookies? Ada banget! Selain takaran bahan-bahan yang benar dan teknik mengaduk serta pemanggangan yang tepat, agar cookies-nya berhasil sesuai harapan dan bayangan adalah perbanyak latihan juga do’a hehe.

Bisa dibilang ketiga kalinya bikin chewy cookies, baru ini yang benar-benar pas! Manis, teksturnya renyah, cokelatnya melted and blended. Yang jelas enaaak 🙂

Bahan-bahan Chewy Cookies

1. Mentega 2 sdm (bila dirasa kurang bisa ditambahkan 1 sdm lagi)

2. Gula merah 3 sdm

3. Gula pasir 1 sdm

4. Sejumput garam

5. 1 buah telur suhu ruang

6. Tepung terigu 5 sdm (biasanya saya pakai tepung oats/tepung khusus cookies tapi lagi kosong jadi pakai terigu biasa). Kira-kira aja kalau kurang bisa ditambahkan sedikit-sedikit. Intinya untuk bikin chewy cookies, tepung terigunya lebih sedikit dari bahan basah.

7. Baking powder, saya pakai 1/2 sdt

8. Dark Cooking Chocolate, dipotong dadu kecil-kecil (pengganti silverqueen).

Tools and How To

Untuk mengaduk semua adonan, saya memakai mangkuk besar, di awal saya gunakan whisk untuk mengocok. Dan setelah terigu ditambahkan saya ganti dengan spatula.

Secret-nya sebenarnya ada di mentega dan penggunaan gula merah yang lebih banyak juga penambahan baking powder di tahap paling akhir. Sengaja mentega-nya tidak saya lelehkan (biasanya dilelehkan dulu) dan ternyata ini bikin cookiesnya jadi lebih bagus. This time Aisya step-ing up the game. Aisya mengocok mentega, menyendokkan gula merah, gula putih lalu mengocoknya sesuka hati dengan whisk.

Saya masukkan telur dan garam, kemudian di aduk lagi oleh Aisya. No worries, karena ini cooking with kid so it should be fun for my little girl. Saya memang men-encourage Aisya untuk nyaman berada di dapur dan mengenal berbagai bahan masakan. Aisya terlihat sangat senang dan antusias melakukan itu semua, even she is the one who ask to do it all.

Setelah puas mengaduk, barulah finishing-nya sama saya. Mungkin juga Aisya pegel yaa tangannya, ia lalu pergi ke ruang tamu dan main dengan bonekanya.

Tinggalah saya yang menakar banyaknya terigu yang harus dimasukkan agar adonannya tepat lalu menambahkan chopped DCC, terakhir saya beri baking powder (ngga pakai baking soda karena pernah pakai trus rasanya jadi agak pahit). Saya aduk semua bahan dengan teknik aduk lipat dan menatanya di loyang. Ini yang saya bilang agak tricky, lengketnya adonan membuat saya berpikir its better to use pipping bag lalu di-shape-up pakai punggung sendok. 

Alhamdulillah adonannya muat di 2 loyang. Tinggal dipanggang.

Baking Dengan Oven Tangkring

Oh ya, ada 2 hal yang harus diperhatikan sebelum adonan dipanggang, yaitu :

1. Panaskan Otang di atas kompor dengan api besar sekitar 5 menit. 

2. Khusus saat memanggang cookies, kita harus membuka bagian atas Otang (penutupnya – kalau yang saya berbentuk bulat). Saat dibuka saya bisa lihat ada rongga rongga kecil untuk sirkulasi udara disana. 

Ketika cookies sudah masuk, kecilkan sedikit apinya. Tilik-tilik di 15 menit pertama, bisa juga di switch loyang yang di rak atas diturunkan ke rak bawah, begitu juga sebaliknya. 20-25 menit rasanya sudah cukup mematangkan chewy cookies, udara di luar oven akan membantunya mengeras.

Tunggu hingga cookies menjadi lebih padat, baru pindahkan ke pisin/toples. Oia saya pakai baking paper jadi ga ada acara oles-oles loyang dengan mentega. Lebih praktis dan hasil baking mudah diambil 🙂

Sekian cerita baking with kids dari saya, harus sabar dan hati-hati yaa kalau baking sama anak, utamakan proses (kalau bisa sih balance antara proses dan hasil). Saat anak kita menuangkan gula/tepung lalu tumpah sedikit ke lantai, its ok lah.. Itu bagian dari pembelajaran buat anak kita. Make it fun for you both!

Selamat mencoba 😉

***

Resep Homecooking lainnya :

1. Resep Gurame Crispy dan Sop Ikan

https://sundariekowati.wordpress.com/2014/01/03/fillet-gurame-crispy-sop-ikan/