DAY 1 #MalaysiaTrip : Tiket Promo AirAsia – Masjid Jamek – KLCC Park

Bismillahirrahmaanirrahiim.
Malaysia nampaknya telah mencuri tempat di hati kami, terhitung setelah menikah, kami mengunjungi Negeri Jiran ini sebanyak 3 kali (as couple). Kalau suami sendiri malah sudah 5 kali.

Selain low budget, makanannya terjamin (halal), cokelat-nya enak-enak, orang-orang yang kami temui di Malaysia, baik turis maupun warga asli, bisa dibilang ramah-ramah.

Contoh kecil, baru juga tiba di Bandara Husein Sastranegara, seorang Ibu asal Malaysia yang berpapasan dengan saya di toilet sudah memuji-muji Aisya..

“Banyak cakap yaa anaknya, berapa umurnya? She is tall ya. Rambutnya cantik sekali”, ucap Ibu tersebut.

Hati Bunda mana yang nggak terambil kalau anaknya dipuji? :p mungkin saya GR aja kali yaa hahaa… 

Baiklah setelah cukup lama pending, saya mau mencicil rekaman perjalanan kali ini. Kalau tahun 2016 kami ke Melaka dan menyusuri Melaka River Side menggunakan Cruise, tahun ini ada banyak tempat yang kami kunjungi. Mungkin karena kami hanya pergi bertiga, jadi agak santai dan kemana-mana naik RapidKL, KTM Komuter, GO-KL, Bus, Grab Car juga, otomatis kemana-mana jadi lebih cepat. Sebelumnya kami berangkat dalam grup, jadi selalu ada saat saling tunggu menunggu 🙂

Tempat-tempat yang kami kunjungi selama 4 hari ini antara lain : KLCC Park, Petronas Twin Tower, Bukit Bintang, Genting Highlands, First World Plaza, Taman Tasik Perdana, Berjaya Town Square, dan Batu Caves.

It start with..

Tiket PP AirAsia Bandung – Kuala Lumpur Rp. 500.000/pax (min 3 pax)

Wisata ke Malaysia 18-21 Januari 2017 ini terbilang dadakan, rencananya dalam rangka Milad Aisya yang ke-3, saya ingin sekali celebrate it somewhere to make it more special. Pak suami sebelumnya sudah membeli tiket ke Bali (which I also looove Bali) tapi one way. Untuk pulangnya, masih menunggu ada tiket murah. Nah! Di masa menunggu itulah Big Sale AirAsia mem-broadcast tiket PP Bandung-Kuala Lumpur Rp. 500.000/pax dengan minimum pemesanan 3 pax. Pas kan dengan jumlah personel keluarga kecil kami. Aisya kami belikan seat sendiri karena ia sudah above 2 years.

Tanpa pikir panjang, kami pun mem-booked tiket. Pak suami bilang, “Gini aja, pesawat ke Kuala Lumpur kan pagi banget, kalau keburu kita ke Malaysia, kalau engga, kita ke Bali”,- nothing to lose.

Jam 06.00 itu sudah mulai traffic di Cicaheum, memesan Uber/Grab/Taxi biasa sepagi itu sama saja dengan limit goes to zero. Oleh karena itu, kami pun meminta tolong tetangga untuk mengantar kami ke Bandara, berhubung orang tua saya sedang Umroh dan mobil yang biasa mereka pakai ditinggal di garasi.

Barang Bawaan : 1 Koper Sedang + 1 Ransel Suami + 1 Tas Rilakkuma + 1 Tas Selempang Suami

Koper sedang berisi baju-baju saya dan Aisya. Untuk perjalanan selama 4 hari, saya membawa 4 potong baju dan 1 baju tidur. Baju Aisya ada sekitar 8 potong, karena saya selalu bawa back up untuk anak yang nantinya saya simpan di tas kecil Rilakkuma beserta bekal saat kami jalan-jalan di Malaysia.

Ransel suami berisi 4 potong baju suami dan seperangkat kamera bpro. Tas selempang suami berisi dompet, paspor dan HP.

Aisya di longue Husein Sastranegara dengan koper kami dan saya membawa tas kecil Rilakkuma

Penerbangan pukul 08.00 dari Bandara Husein Sastranegara Menuju KLIA2

Di loungue untuk penerbangan internasional tidak ada playground anak seperti waktu saya – berdua saja dengan Aisya – menunggu domestic flight ke Bali.

Tapiii, suasana di dalamnya sangat nyaman. Ada nursery room (tuh kan kalau emak-emak mah ngecek yang begini duluan). Banyak kursi, sofa, dan tempat untuk tiduran yang disediakan. Ruang tunggunya cozy banget, thanks to Pak Ridwan Kamil 🙂 Kami menunggu cukup lama disini, wifi yang kenceng saya manfaatkan untuk blogging

Long story short, kami naik maskapai yang didominasi warna merah itu, Aisya sempat merajuk, “Nggak mau naik yang red, Daddy. Mau naik yang warna-nya blue“.

Ayah menenangkan Aisya dengan, “Semuanya warna red, De. Nggak ada lagi warna lain. Dede mau naik Garuda? Nanti ya April”.

KLIA 2 – KL Sentral – Masjid Jamek

Sesampainya di KLIA2, hawa-hawa luar negeri mulai tercium. Ketemu sama orang-orang dari berbagai negara disini. Banyak sekali turis yang mengunjungi Malaysia, there must be something about this country that attract them. 

Lolos dari imigrasi, kami segera mengambil trolley agar Aisya bisa balapan sama Mami (Aisya naik di atas koper dan didorong Ayah), sementara Mami lari kecil di sebelahnya. Pura-pura ngejar supaya anaknya seneng..

Ber-‘pusing-pusing’ di Bandara yang mirip Mall besar ini memakan waktu kurang lebih 1 jam.. Pemanasan sebelum kaki diajak jalan-jalan. Kami melanjutkan perjalanan dengan Bus Transportation Hub KLIA2-KL Sentral seharga RM 12/orang dan RM 6/anak. Totalnya RM 30. Kami berangkat pukul 12.20 dari basement Bandara.

Di bus inilah Aisya berkenalan dengan Uncle Davin. Uncle Davin berasal dari Australia, beliau sudah pernah ke Bali dan Flores. Pantas saja beliau bilang, ” Indonesia Bagus”, saat tahu kami dari Indonesia. Kalau mau lihat video-nya bisa berkunjung ke instagram saya @sundarieko (maklum belum bisa upload video di blog).

Pssst, karena saya dan suami duduk terpisah (saya sendiri), suami bersebelahan dengan Uncle Davin saya perhatikan suami ngobrol cukup lancar dengan Om bule 🙂 Alhamdulillah Ayah mulai percaya diri! mungkin karena saya sering ngajak Aisya speak english, Ayah juga jadi termotivasi.. 

Tiba di KL Sentral, waktu menunjukkan pukul 13.30, cukup cepat ya perjalanan dengan bus dari KLIA2 ke KL Sentral. 

KL Sentral adalah hub (pangkalan) yang menghubungkan beberapa moda transportasi seperti RapidKL, KLIA express, Monorel, KTM Komuter, dan lainnya (kami juga membeli tiket bus Go-Genting sekaligus tiket Awana Skyway disini). Bentuknya seperti stasiun besar, banyak orang lalu lalang kesana-kemari, various people from different culture. Ketika sampai kesini lagi ada pertunjukkan dari badut-badut lucu, waaah Aisya dikasi balon! Ow it’s like an official birthday 🙂 

Di KL Sentral pada hari pertama, kami membeli token RapidKL (RM 1,5) ke arah Masjid Jamek. 

Cara membeli token di Vending Machine ini mudah lho, kita tinggal memilih alat transportasi apa yang akan kita pakai bus/rapidKL/KTM Komuter/KLIA express, lalu memilih stasiun yang kita tuju. Di layar akan muncul total biaya yang dikalkulasikan berdasarkan jarak dan jumlah token yang diminta, misal train dari KL Sentral ke Masjid Jamek harga tiketnya 1,5 RM, dikali 2 jadi RM 3,0 (Aisya free), selanjutnya kita tinggal memasukan lembaran/koin ringgit Malaysia ke dalam vending machine-nya. Kembalian dan token akan keluar dari bagian bawah mesin. Jangan lupa tap token in enter gate dan memasukkan token di exit gate.

Dalam sekejap, kami sudah tiba di stasiun Masjid Jamek. Sayang masjidnya sedang direnovasi (bagus banget desainnya, mirip Masjid Nabawi) jadi hanya dibuka untuk pelaksanaan sholat Jum’at saja, selain itu pengunjung tidak diperkenankan masuk. Alhamdulillah pak suami dapat rizki sholat Jum’at disini, suami bilang saat sholat orang dari segala bangsa ada bahkan ada yang Jum’atan pakai kaos oblong.

Hotel Citin Masjid Jamek

Kami menginap di Hotel Citin, Masjid Jamek-nya pelengkap saja supaya mudah dicari, patokannya Masjid Jamek tinggal jalan dikiit. Meski kamarnya lebih kecil daripada Pacific Express Hotel –where we stay last year– dan tidak ada kolam renangnya, namun hotel dengan charge per malam Rp. 230.000-an ini cukup nyaman untuk diinapi kami bertiga, lokasinya strategis, dekat dari stasiun RapidKL dan shuttle bus Go-KL, banyak tempat makan yang ramah di dompet, dekat ke hypermarket Mydin yang super affordable (disana banyak cokelat branded dengan harga miring) buat oleh-oleh, saya juga membeli kerudung untuk Ibu saya di pasar kaget yang berada di sekeliling hotel. Apa lagi yaa? Oh breakfast-nya! Lumayan banget ini.. I like the potato wedges.

Kami memilih untuk istirahat dulu karena cukup lelah berjalan kaki dan membawa barang, -eh tapi Aisya ko ngga bobo-bobo ya? Hihi- baru malam hari kami akan mengajak Aisya melihat fountain show di KLCC Park.

Happy Birthday Jasmine Aisya!

Tanggal 18 Januari 2017 ini usia Aisya bertambah, selamat 3 tahun Aisya 🙂 semoga Aisya jadi anak sholehah, sehat dan kuat terus, jago masak, cerdas, santun, akhlaknya baik.. Amiin.

Aisya antusias sekali melihat pertunjukkan air mancur-nya. Kami menari berputar-putar ala india mengikuti alunan musik yang mengiringi dancing water fountain-nya.

Sebelum mengunjungi taman di area Petronas Twin Tower ini, kami jalan-jalan naik Go-KL dulu di sekitaran Bukit Bintang. Go-KL adalah free bus yang beroperasi di Kuala Lumpur.
Adzan magrib baru berkumandang pukul 19.30 malam. Selama di Malaysia kami meng-qasar sholat kami, sekitar pukul 9 malam kami pulang karena lapar. Hanya ada 1 tempat makan lagi yang buka di dekat Hotel Citin, hari pertama di Malaysia, saya memesan nasi Ayam dan Milo untuk makan malam dan Mee goreng saat lunch 🙂

Siang hari sebelum kami istirahat, saya tidak merasa begitu lapar, karena sebelumnya ngemil-ngemil bekal peach flatbread pizza yang saya beli sore hari dan sosis goreng. 

Its save our tummy on board #keMalaysiapunbawabekal #alwaysbekal #lovebekal #saveourtummyonboard

Berlanjut ke DAY2 #MalaysiaTrip : Awana Skyway Genting Highlands (klik link berikut

https://sundariekowati.wordpress.com/2017/02/21/day-2-malaysiatrip-awana-skyway-genting-highlands/

Baca juga : 

DAY3 # MalaysiaTrip : TAMAN TASIK PERDANA
DAY4 #MalaysiaTrip : Batu Caves
DO YOUR KID ENJOY TRAVELING? – Percakapan Di Keretapi Tanah Melayu
Jalan-jalan ke Kuala Lumpur – Melaka 4 Hari

Advertisements

3 Comments Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s