DAY 2 #MalaysiaTrip : Awana Skyway Genting Highlands

Bismillah, melanjutkan rekam jejak dari  DAY 1 #MalaysiaTrip : Tiket Promo Airasia – Masjid Jamek – KLCC Park ,hari kedua kami di Malaysia dimulai dengan sarapan pagi di hotel, lalu kembali mengajak kaki ini menuju Masjid Jamek Train Station, orang Malaysia menyebut kereta api train sementara kereta adalah sebutan untuk mobil. Kereta sewa berarti taxi πŸ™‚

“Daddy, aku yang masukkin koin-nya ya”, ucap Aisya setelah mengambil token yang Ayah beli di vending machine. Aisya senang men-tap koin di enter gate dan memasukkan koin di exit gate, bagi Aisya rasanya seperti sedang menabung uang koin di kencleng. RapidKL pun datang tanpa kami harus menunggu lama, ada jam digital dan waktu hitung untuk memprediksi berapa menit lagi train-nya datang. Naiklah kami menuju KL-Central.

Counter Go-Genting & Tiket Awana Skyway

Sampai di KL-Central, kami langsung bertanya ke bagian informasi mengenai counter Go-Genting. Ternyata kami harus naik 1 lantai. Dari eskalator kami belok ke kiri, di paling pojok kiri ada counter tiket yang menjual tiket bus straight to Genting Highlands. Penjual tiket menanyakan jam berapa kami akan kembali, dan dengan mudah kami dapat menentukkan waktu pulang dengan melihat papan berisi jadwal bus Go-Genting kembali ke KL Sentral di sore hari. We pick bus at 10.30 am to go from KL Central-Genting, and bus at 5.00 pm to come back from Genting to KL Central.

Tiket PP sudah di tangan, petugasnya menawari kembali apakah kami mau sekalian membeli tiket Awana Skyway disini? Ya agar lebih praktis kami langsung membeli tiketnya disini.

Harga :

1. Tiket bus Go-Genting RM 4,30/orang. RM 8,60 PP.

2. Tiket Awana Skyway RM 8/orang.

Awana Skyway – Mountain Cable Car

Kalau kata Genting staff yang duduk di sebelah saya saat di bus, Awana Skyway ini baru dibuka lagi after 6 months of reconstruction. Jadi sebelumnya wahana ini ditutup dan tinggi serta lintasannya diperpanjang dari Mountain Cable Car yang sebelumnya. Bahkan wahana seperti Universal Studio yang bertempat di Genting Highlands malah sedang dipugar, mau dibangun tempat wisata baru nampaknya. 

Menurut saya Awana Skyway ini juga berfungsi sebagai shortcut transportation bagi kita yang ingin mengunjungi Genting Highlands, waktu tempuhnya berkali-kali lipat lebih cepat ketimbang menggunakan jalan darat, only 10-15 minutes from Awana Station to the final stop, SkyAvenue Station, no traffic above πŸ™‚

Untuk naik ke Awana Skyway, terlebih dahulu kita harus menaiki tangga ke lantai 4 wiiiiw ngga ada lift lagi! Semuanya harus jalan kaki. Sengaja mungkin, pemanasan sebelum akhirnya kita leyeh-leyeh-duduk-terpukau di Awana Skyway dan menikmati keindahan yaaaang subhanallah dari luar jendela. Satu gondola muat untuk maksimal 10 orang, biasanya diisi oleh 1 family or group of people yang saling kenal. Hal ini membuat saya cukup lega, artinya di dalam kami bisa memiliki privacy (kebayang kan kalau disatukan dengan traveler yang lain, kami akan malu untuk foto-foto ekspresif saat naik Awana Skyway). Aisya, saya dan suami duduk bertiga. Bismillah french made cable car-nya mulai melayang…

Selama naik Awana Skyway ini, kita disuguhi pemandangan yang luar biasa, kita bisa melihat jalanan dan mobil-mobil yang terlihat kecil di bawah, menerobos gunung, masuk ke area berkabut tebal, tinggiii sekali. The tallest tower stands at 53 meters high! Merinding saya..

Awalnya saya semangat, lama kelamaan mulai DEG DEG DEG karena makin tinggi, semaaakin tinggiii lagi dan nggak berhenti-henti. Wajar saja, ternyata panjang lintasan Awana Skyway ini 3,38 km kalau Bunda-nya senang tapi rada-rada shaking, Aisya malah loncat-loncat di dalamnya, kalau kata Aisya ini kaya Peppa pig, Mami Pig, George dan Daddy pig waktu naik Ski Lift di musim salju, bedanya disini nggak ada salju (kapan-kapan kita main ski di switzerland yaa nak, amiin). Alhamdulillah she is happy, brave girl πŸ™‚ Bunda senaaang sekali punya anak pemberani. 

Because of this great view and sensation, and the cool air, Tanah Tinggi Genting also called ‘Fun World Above The Sky”.

Fun World Above The Sky : Jalan-jalan di Tanah Tinggi Genting

First World Plaza Genting Higlands

Kami turun bersama penumpang lain di SkyAvenue Station yang langsung terkoneksi dengan mall besar. Begitu masuk ke dalam mall ada suara-suara yang menenangkan dan layar-layar besar yang menampilkan gambar pesona alam seperti air sungai, tanaman, hutan, all nature. Mall-nya masih dalam tahap pembangunan jadi kami hanya sight seeing disini sambil menerka-nerka mau kemana lagi.. 

Kami mencium harum makanan dari lantai paling bawah SkyAvenue Mall. Ada penanda bertuliskan Kedai Makan B5. Otak kami menerjemahkannya, food court ada di basement level 5.

Sampai di B5, suami belanja snack dulu di supermarket yang berada di sebelah Old Town Cafe. Sementara saya ngecek ke kedai makan. Kami sudah duduk di dalam dan siap memesan makanan ketika pramusaji-nya mendekati kami dan bilang, “Disini takde halal“.

“Oh, takde halal?”, suami saya memastikan. Pramusajinya mengiyakan, sambil senyum lagi.

Dalam hati saya bergumam, Ya Allah, baik banget deh mba-mba yang wajahnya mirip artis Korea ini, mau mengingatkan kami kalau sebagai muslim kami harus memilih makanan yang halal *teaaaars

How many possibilities that stranger who care about us reminding us to stay on track?   Padahal kami lapar banget lho dan kalau mba-nya mau cari untung doang, bisa kan beliau ngga jujur sama kami..

Maybe that’s the nature of Malaysian people, their hospitality already touch me in Jalan-jalan ke Kuala Lumpur – Melaka 4 Hari πŸ™‚ Alhamdulillah kami bertemu dengan banyaaak orang-orang yang baik dan ramah selama di Malaysia.

Sambil agak bingung, saya merobek bungkus belvita gratisan yang kami dapat di stasiun kereta (ada sekelompok orang yang membagikan free Belvita disana). Setelah saya lihat iklannya versi Malaysia di youtube menggunakan wifi Hotel, saya jadi paham kenapa brand ini menggunakan Ashraf dan BCL Sinclair sebagai modelnya, tenyata mereka berdua cukup terkenal di Malaysia. Pertama karena Ashraf berasal dari Malaysia dan istrinya, Bunga Citra Lestari juga makin dikenal setelah membintangi My Stupid Boss bersama aktor dan aktris Malaysia lainnya, seperti Chew Kin Wah yang sekarang digaet Ernest di Cek Toko Sebelah.

Balik lagi ke tummy, saya menyuapkan potongan Belvita ke mulut Aisya, sementara suami mengganjal perutnya dengan popsicle

“Yuk, ke atas lagi. Balik ke Kuala Lumpur aja sekarang kalau susah nemu tempat makan disini”, ajak saya.

“Yaudah kalaupun tiket pulang yang jam 5 sore nggak berlaku sekarang, kita beli tiketnya lagi aja”, suami mendukung ajakan saya.

Kami balik lagi ke atas, dan tiba-tiba, ” Bun, ada McD! Makan disini aja ya. Waaah pucuk dicinta ulam tiba, selain jadi satu-satunya resto halal di mall ini. juga karena saya agak kepingin makan di KFC sini sebenarnya, lagi-lagi karena nasi lemaknya dan potato wedges-nya yang gurih. Saya masuk ke McD bersama suami dan Aisya dengan harapan hidangannya serupa dengan KFC.

Well, saat nampan sudah ada di depan mata, ternyata french fries-nya sama seperti di negara sendiri πŸ™‚ TAPI AYAM-nya hmmmm enak sangaaat. Ayah membelikan ice chocolate with whipping cream buat Aisya, she like it.

Salah seorang pramusaji tersenyum dan menyapa kami, “Budak-budak kecil sekarang dah pandai cakap yaa, saye perhatikan dah pandai-pandai”, sambil me-lap meja sebelah dan melihat ke Aisya.

Kemudian ia bicara panjang lebar dalam bahasa Malaysia which I hardly catch.

“Speak urdu?”, tanya saya.

Urdu, yes“, sahutnya.

Aap ka naam kya?“, saya menanyakan namanya.

I’m Reni and you?“, beliau balik bertanya.

Mera naam Sundari. Kesay ho aap?“, saya bertanya bagaimana kabarnya.

Acha hai“, ia bilang kabarnya baik.

You speak urdu?”, beliau terlihat kaget.

“Choti hai”, hanya sedikit ucap saya.

“Where u from?, tanya Reni lagi.

“Indonesia”, kompak saya dan suami menjawab.

“Oh, I’m sorry I thought u guys from here, makannya saya cakap melayu”, pria berwajah india ini tertawa. Reni adalah nama yang bisa digunakan baik untuk pria maupun wanita, pria berusia 40 tahun ini menerangkan pada kami. Dan karena Pakcik Reni banyak cakap, kami sekalian bertanya tempat mana saja yang bisa dikunjungi di area Genting ini.

Kebetulan setelah makan, Aisya pulas kecapean jalan, nggak apa-apalah sekalian kami ngaso, pegel juga mengitari mall besar ini.. Alhamdulillah konser keroncong di perut sudah usai, jadi kami urung untuk segera ke stasiun SkyAvenue, masih pengen jalan-jalan, mumpung disini…

Pakcik Reni, menuliskan beberapa tempat wisata yang bisa kami kunjungi disini dalam secarik kertas, diantaranya :

1. First World Plaza, disini ada theme park besar, wahana bermain anak dan Snow World.

2. Genting Strawberry Farm, untuk kesini bisa naik free shutle bus dari First World Plaza.

Tapi kami hanya ke First World Plaza, yang dekat saja. Disini ada theme park besar, kami menyempatkan diri berfoto di beberapa spot.

Oia, ingin cerita sesuatu yang lucu hari ini. Saat kami strolling around di First World Plaza, ada 2 orang turis memanggil-manggil kami dan bertanya, “Do u speak english?”, and we said yes.

Saya pikir mereka mau minta tolong untuk difoto, karena 2 pria asal Iran tersebut membawa kamera (plus tongsis sebenarnya), but perhaps kan ya.. Lalu, pria yang menggendong anak bilang, “I’m sorry, I bring kid and we have to change..”,

“Oh, diaper?”, naluri keibuan saya langsung ‘ngeh’ kalau bapaknya mau minta pampers buat anaknya. Saya rogoh tas dan mengambil cadangan pampers buat Aisya (kalau di rumah sudah lepas pampers tapi berhubung ini sedang jalan-jalan jadi Bunda sedia aja).

“Just one”, bapak-nya mengacungkan jari telunjuk. Lalu beliau menawarkan apakah mau di-exchange dengan uang? Kami bilang, “No“, its already a pleasure to help you.. πŸ™‚

Sekitar pukul 3.30 sore kami sudah berada di stasiun SkyAvenue lagi, langsung naik ke dalam gondola diikuti seorang Bapak tua – berambut putih – mirip pendekar kungfu. 
Di menit-menit awal kami sama-sama diam, hingga akhirnya Sang Bapak membuka suara.

“Mau minum? Ambil, ambilah”, Bapaknya menyodorkan botol air mineral pada Aisya. Suami saya kemudian menaruhnya di kursi.

“Terimakasih, Pak”, ucap kami.

“Saya ambil dua tadi”, jelas Bapak yang baik hati ini. 

Sampai di stasiun Awana kebagian waiting list karena jadwal kepulangan kami harusnya kam 5.15 sore. Saya menunggu sambil ngobrol dengan turis lainnya. I did’nt asked for her name, seperti biasa, Aisya yang disapa duluan.

“Hai, what’s your name?”, ucap Ibu yang juga tinggal di Australia ini. Tapi Aisya malah asik lari-larian.. 

“My name is Jasmine”, sahut saya mewakilkan Aisya. Obrolan pun berlanjut, Ibu ini habis jalan-jalan dengan teman-temannya dari Singapura kemudian lanjut ke Malaysia dan besoknya akan ke Vietam.

“Singapore is really hot ya”, komentar beliau, “Is Indonesia hot?”, beliau menengok ke arah saya..

“Hmm, in some places it is hot like Jakarta – the capital city of Indonesia and in some other places the weather is cool like Genting Highlands, for example Bandung, come visit Indonesia one day”, jawab saya.

Bus pun datang, Alhamdulillah kami masih kebagian seat waiting list. Jadi untuk yang WL itu harus berbaris dan kalau ada kursi kosong, petugas akan memanggil kami. Kira-kira ada 7 orang yang WL dan semuanya bisa masuk.

Masjid India Food Corner One of The Best Dinner Ever

Yap the food I order here, which is Tom Yum is one of the best food I ever taste. Kuahnya kental banget! Beda dengan tomyum di Dago atas ataupun Tomyum yang pernah saya makan baik di Dikti, saat kondangan, maupun saat masak sendiri. Semacam pakai santan tapi saudara suami yang tinggal di Selangor (kami bertemu saat mudik ke Arjasari), itu bukan santan. Hmm apa ya?

So, sebelum memutuskan untuk makan dimana malam ini, setelah kami pulang dari Genting, suami bertanya, “Bun, nggak bosen makan masakan india terus? Kita coba ke tempat makan lain yuk. Ada tempat makan pas Ayah pertama kali ke Malaysia, di sebelahnya Mydin. Deket banget dari sini ternyata. Sekalian beli oleh-oleh aja”. 

And here we go, suami membawa kami makan malam di Masjid India Food Corner. Alhamdulillaaah, very delicious, the tom yum is as good as the Nasi Goreng Pattaya.

And to be completely honest, yang bikin dinner kali ini sangat spesial adalah momen-momen kebersamaan yang sudah kami lewati sepanjang hari. Momen dimana kami bertiga ngobrol, bertatap muka, saling memandang. Pertanyaan-pertanyaan simpel seperti, “Mau makan apa? Enak ngga makanannya? Besok kita kemana yaa?”, tanpa harus grasak grusuk buru-buru mau kemana-mana. Santai. 

Mau berangkat nunggu Aisya bangun, sepanjang jalan kalau Aisya capek, Ayah akan gendong dengan sukacita. Di train Aisya naik pangkuan saya supaya bisa meraih pegangan, ingin ikut berdiri seperti beberapa penumpang lainnya. Bisa dibilang traveling bertiga kali ini, kami benar-benar menikmati yang namanya quality time.

Kami sempat chit chat dengan pramusaji di food corner sebelah Mydin ini, ternyata beberapa dari mereka berasal dari Medan, Aceh dan Jawa.

All for good cost, Tom Yum + Nasi Goreng Pattaya + Teh Tarik RM 12,5 (Rp. 37.500) murah bingits!

Beryl’s & Cokelat Yummi di Mydin 

Selesai makan, kami membeli oleh-oleh di Mydin. Hanya beberapa cokelat untuk dibagikan pada saudara, tetangga, kolega suami di kantor dan konsumi pribadi. 

Beberapa oleh-oleh yang kami beli

Cokelat di Malaysia diakui sebagai salah satu rasa cokelat terbaik di dunia, enak dan halal. Cokelat yang paling difavortikan adalah Beryls Chocolate. Sayang di Mydin jalan Masjid India tidak selengkap Mydin di dekat Pasar Seni. Jadi kami hanya membeli beberapa cokelat Beryls batangan seharga RM 9/batang. Rasanya juga enak banget. Selain itu kami membeli Kitkat, Milo, Teh Tarik, Toblerone, Cadburry, Cloud 9, beberapa cokelat lainnya dan Mee Cup pesanan adik saya. Sebenarnya ada Chocolate Kingdom di Bukit Bintang, tapi kami tidak jadi kesana. Kami berencana mencari Beryls lainnya di Bandara. 

* * *

Baca juga : 

DO YOUR KID ENJOY TRAVELING? – Percakapan Di Keretapi Tanah Melayu

DAY 1 #MalaysiaTrip : Tiket Promo Airasia – Masjid Jamek – KLCC Park

DAY3 #MalaysiaTrip : TAMAN TASIK PERDANA

DAY4 #MalaysiaTrip : Batu Caves

Advertisements

12 Comments Add yours

  1. mbu says:

    kalo genting premium outlet sebelah mananya stasiun awana ya?

  2. Hi mbak, mau nanya. Lama perjalanan KL Sentral-Genting (bus dan skyway) berapa lama ya? Makasii

    1. Utk bus dr KL Sentral ke Genting sekitar 1 jam mba. Klo Skyway-nya hanya sekitar 15-20 menit πŸ™‚

      1. Waah mba terimakasih. Fast response sekali. Btw mau nanya lagi, booking citin masjid jamek via mana mba? Rate di booking.com dan traveloka sekitar 300rban. Kok mbaknya dapet 230rb aja? Hihi. Maap ya mba banyak nanya πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

      2. Klo g salah suami saya booking via Agoda saat itu mba. Biasanya dia ada voucher gt jd dpt harga yg lbh murah πŸ™‚ tergantung jenis kamarnya jg kayanya ya mba

  3. Fanny f nila says:

    Nah pas ke KL bulan lalu, aku ga masukin Genting krn themepark outdoornya lg di maintenance mba.. Padahl ada 1 wahana favoritku, space shot ama semacam rollercoaster gt.. :p sukaaaa Bangetttt.. Bener2 naikin adrenalin :D. Jd drpd cm main yg wahana biasa, aku ama temen batal ke genting lagi :D. Eh tp snow worldnya bagus kok. Ada slide yg lumayan seru :D.

    Orang malaysia mah emg baik2. Aku jg kmrn diingetin pas mau makan di salah satu resto, pelayannya ksh tau kalo makanan di mereka tdk halal :).. Itu yg aku selalu salut dr malaysia

    1. Aku mau masuk snow world ga jadi mba karena i dunno that way it was very sepi ya mgk krn theme park-nya lg maintenance. Kayanya mau bikin theme park yg baru ya itu krn dipugar semua..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s