Day 4 #MalaysiaTrip : Batu Caves 


Masih ingat tulisan saya di DAY1 #MalaysiaTrip : Tiket Promo AirAsia – Masjid Jamek – KLCC Park kalau sambil menunggu boarding, saya memanfaatkan free wifi di Bandara Husein Sastranegara untuk nge-blog? Saat itu saya sedang memposting tentang 5 Hal Menarik Dari Farm House Lembang dimana pada finishing line-nya saya menuliskan harapan agar bisa berinteraksi dan berkenalan dengan banyak orang di #MalaysiaTrip kali ini.

Wisata ke Malaysia saat babymoon dan tahun 2016 lalu tidak memberi waktu dan ruang yang cukup bagi saya untuk making connection with some people that I met in Malaysia.

I hope this year, I have a better opportunity, because basically I like communicating, learn new culture and get many friends.

Dan sepertinya awal tahun ini banyak yang ikut meng-amin-kan sehingga Allah mengabulkan do’a saya 🙂 Alhamdulillah..

Di perjalanan menuju Batu Caves pun saya sempat mengobrol (lagi-lagi) dengan seorang Ibu asal Australia. Beliau pergi berlibur berdua saja dengan suaminya karena anak-anaknya baru saja pulang traveling dari China. Beliau juga menanyakan pada saya, apakah Aisya enjoy traveling? I’ll write our full conversation in and the ‘ibroh’ that I get in DO YOUR KIDS ENJOY TRAVELLING? – Percakapan Di Keretapi Tanah Melayu

Naik Keretapi Tanah Melayu Komuter 

Ladies Coach Keretapi Tanah Melayu

Agar naik train-nya sekali jalan, suami memandu saya untuk naik Keretapi Tanah Melayu dari stasiun Bank Negara yang letaknya 1 KM dari Masjid Jamek.

Kami membeli tiket KTM Komuter seharga RM 2,3/orang dari Stasiun Bank Negara ke Batu Caves, token-nya berwarna kuning. 

Berbeda dengan RapidKL, waktu menunggu datangnya Keretapi Tanah Melayu ini lebih lama, ada mungkin sekitar 18 menit. Sedangkan perjalanan ke Batu Caves-nya sendiri cukup singkat, hanya 30 menit.

Saya dan Aisya duduk di coach khusus wanita, disinilah saya ngobrol dengan Ibu Angeline, wanita asal Australia berusia 50 tahun-an. 

Setelah dadah-dadah dengan beliau, Aisya dan saya main-main di dekat burung. Untunglah kemarin kami tidak jadi ke Bird Park, karena di Batu Caves ada banyak burung.

BATU CAVES – KUIL HINDU

Sekilas, saya melihat situs yang dinamai dari Sungai Batu ini seperti situs-situs di Indonesia, yaitu Candi Prambanan, Candi Borobudur, dan Candi Hindu lainnya. Bedanya disini ada patung berwarna emas yang sangat besar, disertai anak-anak tangga menuju kuil Gua.

Sebenarnya ada beberapa kuil yang dipakai untuk beribadah di area ini, mostly dipenuhi oleh masyarakat Tamil yang mengenakan pakaian berwarna kuning dengan polesan putih di dahi. Untuk masuk ke kuil tertentu, pengunjung diharuskan melepas alas kaki.

Kami memilih untuk langsung melihat Patung dan Gua paling ikonik disana. Gua ini adalah salah satu kuil Hindu di luar India yang paling populer dan didedikasikan untuk Dewa Murugan. Terletak di Distrik Gombak, Selangor, situs ini menjadi titik fokus festival Hindu, Thaipussam di Malaysia.

Suami berpesan, “Aisya sama Mami tunggu disini aja ya, Daddy mau naik ke atas”. Saya biarkan beliau pergi ke Gua, sementara Aisya & saya main-main dengan burung merpati dan dara. Tak lama..
“Mami, mana Daddy?”, tanya Aisya.

“Daddy naik ke atas”, jawab saya.

“Aku juga mau naik”, ucap Aisya.

“Jangan, kata Daddy kita tunggu disini aja, yuk main-main sama merpati lagi”, bujuk saya.

“Aku mau naik”, Aisya insist.

Harus saya akui kalau Aisya itu suka tantangan, anak yang pemberani, dan kalau menginginkan sesuatu ia akan gigih dan mencari solusi. Jadilah ia berlari, saya mengejarnya, dan Aisya mulai menaiki anak-anak tangga…

Saya raih tangannya, “Ok kita naik, kita susul Daddy lalu turun lagi. Deal?”, Aisya mengangguk.

Beberapa orang adu cepat menaiki tangga ke Goa, supaya tidak bosan jadi dibikin permainan. Beberapa berhenti sebentar, berfoto, lalu melanjutkan perjalanan lagi. Yang lain ada yang baru setengah jalan lalu turun lagi. 

Saya mencoba untuk tidak melihat ke bawah agar keseimbangan tetap terjaga. Fokus saya adalah menemukan Ayah Aisya lalu meminta beliau menggendong Aisya turun kembali karena saya mulai shaking.

“Ayo jalan. Jalan”, ada suara seorang pemuda yang tiba-tiba menggandeng tangan kiri Aisya (saya memegang tangan kanan Aisya), menyemangati kami. Dan sampailah kami ke tempat Daddy berdiri.

“HAH? AISYA SAMPAI KESINI?”, komentar Ayah.

“Orang Aisya-nya pengen naik”, saya mengatur nafas.

“Thank you for helping my daughter. Where you from?”, I said.

“No problem, I’m from Turkey”, he answered.

Turki? Wah jangan-jangan kenal sama Dea Audia dan Mustafa Kursun, pasangan Indonesia-Turki di Cita & Cinta Audia Kursun (Indonesian – Turkey Couple)

Lalu kami mengabadikan momen tersebut dengan iphone-nya Ayah.

Karena kami harus membeli beberapa oleh-oleh lagi, makan siang dan check out dari hotel, jadi pukul 12.00 kami sudah masuk ke KTM Komuter lagi. 

Ikan Pari Bakar & Nasi Goreng Thailand

Aroma ikan bakar menggoda suami saya untuk menjadikannya santapan siang terakhir sebelum kami cuuus ke Bandara. Dengan sedikit tergesa-gesa saya memilih Nasi Goreng Thailand yang saya pikir sama dengan Nasi Goreng Pattaya. Saat dihidangkan, lho kok kaya nasi kuning dengan tumis ayam? Tapii presentasinya bagus nget nget..

Tumis ayamnya dilengkapi dengan bawang bombay, kembang kol, bawang daun, jagung pipil, wortel dan buncis. Ayamnya terlebih dahulu dipotong dadu, di-marinade lalu digoreng dan ditumis dengan sayuran yang saya sebutkan. Sementara nasi goreng kunyit-nya diberi telur ceplok dan timun. Waaah bisa jadi ide masakan di rumah nih.

Surprisingly Aisya suka ini! Paket komplit bin kenyang seharga RM 6.

Sesekali saya mencocol ikan milik suami, karena sambal-nya endeus. Biasanya saus Malaysia ngga terasa pedas sama sekali, tapi sambal yang disajikan dengan pari bakar ini memakai cabe rawit dan kecap, jadi paaas di lidah.
Ikan pari bakar + limau hangat RM 9.

Jumpa Uncle Azwan dan Aunty Fatiha

Ceritanya kami sudah di ruang tunggu KLIA2, suami sholat dulu di mushola. Saya sedang berhalangan, jadi menunggu di luar dengan Aisya. 

“Bun, masuk saja. Sepi”, ucap Ayah.

Saat saya masuk, ada seorang pria senyum-senyum ke Aisya. Ketika kami keluar dari Mushola, ia kembali melempar senyum manis.

“Dari sini?”, saya menebak kalau dia warga Malaysia.

“Ye, dari sini”, angguk-nya.

“Mau ke Bandung?”, selidik saya.

“Ye, nak ke Bandung”, jawabnya sopan.

I’m going to Bandung too“, ucap saya.

“Oh, jangan-jangan sama. Flight jam 17.35?”, tanyanya.

“Iya sama”, jawab saya.

“Saya Azwan, wife saya Fatiha. Ini first time saya dengan wife saya ke Indonesia. Wife saya bilang ke Bandung je lah”, ucap beliau sambil mengenalkan diri.

“Oh yaa banyak orang Malaysia ke Bandung, belanja di pasar baru”, ucap saya dan suami.

Selanjutnya kami ngobrol panjang lebar kali tinggi sambil menunggu take off. Suami saya yang hampir selalu update merekomendasikan beberapa tempat yang asik untuk dikunjungi di Bandung seperti Pasar Baru, Lembang, Gasibu dan ikut Car Free Day Dago karena besok adalah hari Minggu. Suami menyarankan mereka untuk membeli kartu Indonesia agar bisa memesan Grab kemana-mana.

Uncle Azwan juga menanyakan apakah mudah mencari halal food di Bandung? Suami menjawab, “Di Bandung hampir semua makanan halal”.

“Tapi sambal-nya pedas, karena kami pakai chilli padi“, saya menambahkan.

“Oh macam sambal di ayam penyet, ke?”, ia melirik suami saya.

“Yaa.. Macam tuu”, suami saya mengiyakan.

Berasa nonton Upin Ipin deh ~

Yang bikin mereka makin klop adalah keduanya bekerja di Kementrian. Suami saya di Kementerian Keuangan dan uncle Azwan di Ministry of Health. 

Terlihat sekali uncle Azwan gemas pada Aisya, ia ingin menjawil dagu Aisya dan merangkulnya, tapi Aisya terlampau lincah untuk ditangkap.

“Saya ingin sekali punya anak. Saya takut takde lagi rizki”, curhat beliau.

My respond to him was, “U and your wife are still young, enjoy your time and go travel to some places while you still have plenty of time”, mereka pengantin baru berusia 23 tahun-an.

Thats why kami pegi belibur, saya ambil cuti 4 hari”, ia memandang Aisya lagi.

Tiba waktunya kami masuk ke pesawat. Perjalanan 2 jam ke Bandung ini terasa lebih cepat, Aisya tidak tidur selama penerbangan. Kami mengoret-oret kertas dengan pulpen, membuat boneka kertas bergambar beruang, Aisya menawarkan sereal pada batita yang terus menerus menangis di kursi belakang, jalan-jalan ke toilet yang Aisya bilang, “Toilet di pesawat kecil ya, Mami”, sampai mencopot dan memakaikan kembali masker di muka ayah.

Saat kami tiba, Bandung sedang diguyur hujan, suami berinsiatif untuk memesankan taxi sekalian untuk uncle Azwan dan aunty Fatiha.

Uncle Azwan sempat bilang, “Sampaikan salam rindu saya pada Yasmin, maybe dia masih ingat uncle Azwan. Kalau ke Malaysia lagi bagi tahu aja mbak, kalau saya ada di Kuala Lumpur lagi, maybe saya bisa temani mas Irfan dan mbak”.

Duh..pesannya meuni puitis gitu buat Jasmine 🙂 ya Insya Allah semoga Bang Azwan dan istri segera dikaruniai keturunan dan next time bisa traveling bareng. Amiiin.

Oh! AND turn out that Beryls chocolate that we are lookong for in airport is SOLD OUT. Next year (kalau ‘mudik’ ke Malaysia lagi) harus coba ke Beryls Chocolate Kingdom nih 🙂

Now this is a wrap! Sekian catatan perjalanan liburan ke Malaysia 18-21 Januari 2017 ini. Semoga apa yang saya tulis bermanfaat yaa. Amiin.

Thank you hubby, Aisya and Malaysia. What a lovely travelling 🙂 Alhamdulillah…

Baca juga :

DAY2 #MalaysiaTrip : Awana Skyway Genting Highlands

DAY3 #MalaysiaTrip : TAMAN TASIK PERDANA

Advertisements

5 Comments Add yours

  1. Fanny F Nila says:

    Pas pertama kali ke batu caves dulu, burung merpati dan monyet di sana masih banyak banget. Tp bulan lalu ke sana aku bingung, krn burungnya ga sebanyak dulu, dan monyet bisa dibilang ga ada lg di tangga2nya.. Ntah kenapa …

    Hebat anakmu bisa kuat naik mba.. Anakku dulu naik ke atas sambil di gendong papinya.. Kalo aku yg gendong bisa pingsan kali :p

    1. Haa iya bener aku jg bakal pingsan klo sambil gendong. Anak2 itu selalu semangat dan energinya itu lho spt g habis2. Iyaa mba aku dah baca jg hihi jd pgn ke nasi kandar deh :p maybe next year hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s