Trip SERU Langkawi – Kuala Lumpur

“If you want to walk fast, walk alone. If you want to go far, walk together” – Ratan Tata 

Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatu 🙂 How’s your weekend? I spend this weekend preparing a new post on the blog, this one actually! YepKalau postingan saya di akhir Maret ngebahas tentang Trip SERU Ke Langkawi nah! postingan pertama saya di bulan April ini bakal bercerita tentang perjalanan yang nggak kalah seru saat kami bertolak dari Langkawi menuju Kuala Lumpur. Here I present to you, Trip SERU Dari Langkawi Ke Kuala Lumpur.

Seru-nya gimana sih? Here it goes.. 🙂

Sebenarnya banyak hal yang bisa kita eksplor di Langkawi, seperti wisata mangrove, Island Hopping, berkunjung ke Geoforest Park, foto-foto di pelabuhan dengan latar yacht-yacht keren, namun kami harus segera ke Kuala Lumpur, karena Senin malam kami sudah harus terbang lagi ke Jakarta. Alhamdulillah Selasa libur hari raya Nyepi jadi bisa istirahat dulu satu hari.

Jadilah Ahad pagi, sekitar pukul 08.00, koper-ransel-tas jinjing kami kemas semua dan memesan Uber menuju Jetty Point. Sebuah pelabuhan di kawasan Kuah, Langkawi. Yap! Kami akan naik ferry. Plan-nya simple aja, kami akan naik ferry sampai Perlis lanjut going on a bus to Kuala Lumpur. As simple as that 🙂

Tapi ternyata banyak banget kejadian-kejadian dari mulai seru-unik-nggak disangka-bikin senang dan sedih sekaligus dalam perjalanan. Bisa dibilang ini trip yang paaaling nge-trip yang pernah saya alami..

Jetty Point – Stesen Bas – Diraja Arau

There’s always a first time in everything, include going on a ferry. Kami naik ferry dari pelabuhan Jetty Point, suasana menunggunya mirip dengan suasana di Bandara, bedanya di depan ruang tunggu terhampar lautan dan berbagai jenis kapal. Sebelum masuk, suami saya membeli tiket seharga RM 18/orang untuk naik ferry dan Aisya membeli Nutella & Go buat dicemilin selama perjalanan. Saya berkeliling sebentar, mengambil beberapa foto sebelum masuk ke ferry. Ini pertama kalinya saya dan Aisya naik ferry. 

Awalnya Aisya ogah naik ferry, nangis. Lalu saya membuat sketch Aisya naik yacht dengan wajah sumringah dan meminta Aisya mewarnainya dengan harapan spirit positif dari gambarnya menular ke Aisya. Alhamdulillah Aisya ngga rewel saat masuk ferry, di dalam ada banyak kursi, kami duduk satu deret bersama. Ferry yang kami naiki terdiri atas 3 tingkat, tingkat 1 dan 2 penuh dengan penumpang, sementara lantai 3 terbuka. ‘Wah bisa foto-foto dong di atas!’, pikir kami. Tapi ternyata.. Begitu ferry-nya jalan boro-boro bisa berfoto di luar wong pintunya saja dikunci rapat oleh petugasnya. Untuk alasan safety mungkin yaa.. Kebayang kalau penumpang lain pun berbondong-bondong cari spot buat berfoto, alamat kecebur yang ada..

Pemandangan di luar Ferry
Alhamdulillah sebelum ferry berlayar saya sempat mengambil foto pemadangan di sekitar ferry, dan menyempatkan foto dulu saat turun dari ferry. Waktu tempuh dari Jetty Point ke Perlis hanya 1 jam, sepanjang perjalan saya mengobrol dan menikmati indahnya paduan laut dan tebing-tebing, banyak juga yacht yang berseliweran di sekitar ferry 🙂 really enchanting.

Pemadangan di luar ferry – dokumentasi pribadi

Dengan percaya diri tingkat tinggi, begitu turun dari ferry, kami kembali menggerek koper, menenteng tas, Ayah pun menggendong ransel juga Aisya. Pelayan di kedai makan dekat pelabuhan memberi kami petunjuk ke stasiun bus dan suami saya langsung berjalan cepat ke Stesen Bas Kuala Perlis untuk membeli tiket bus ke Kuala Lumpur.
GUESS WHAT? Tiket bus ke Kuala Lumpur sudah HABIS, sampai malam pun sudah sold out.

Pemandangan di luar Ferry

What to do? Sambil mikir-mikir bagaimana baiknya kami duduk dulu dan sebagian ke toilet. Tak lama, seorang supir taxi mendekati kami dan make a deal untuk mengantarkan kami ke stasiun Keretapi Tanah Melayu dengan ongkos RM 30. Mungkin masih ada tiket keretapi ke Kuala Lumpur untuk ber-enam, pikir kami, sehingga kami setuju dan langsung meluncur ke Stesen Diraja Arau.

Desain-nya yang unik, dengan dominasi warna putih dan banyak pintu terbuka membuat Stesen Diraja Arau sekilas lebih terlihat seperti Masjid.
As usual, suami saya selalu gerak cepat. Saya menyusul beliau yang sedang memastikan ketersediaan tiket keretapi dari Arau ke Kuala Lumpur. OH NO! SOLD OUT lagi! Kami baru sadar kalau situasi di Perlis ini mirip suasana Bandung saat hari Ahad. Hampir semua tiket kereta dan travel sudah dibooked oleh banyak orang yang kembali ke Ibukota. Disini Kuala Lumpur adalah Bandar-nya.

Petugas di stasiun memberi kami opsi untuk naik keretapi dulu ke Penang, barulah dari Penang kami mencari bus ke Kuala Lumpur. Begini kira-kira percakapan suami saya dengan petugas di loket keretapi.
“Yakin di Penang ada banyak bas ke KL?”,

“Bisaa, bisa diatur itu. Penang kota besar, sini kota kecil”,

“Ok, berapa tiketnya?”,

“Kalian berapa orang? 9,5 Ringgit tiketnya per orang”,

Between no option dan mau ngga mau harus ke Kuala Lumpur (kan besok naik pesawantnya dari KL), suami pun membayar ticket train ke Penang. Penang dikenal sebagai old city, suami saya sudah pernah kesini sebelumnya. Sementara bagi saya, ini pertama kalinya. Sambil menunggu train datang Aisya berlari-lari dan main petak umpet. Happy kid is the best travel companion 🙂

Kursi di KTM menuju Penang tergolong penuh, beberapa penumpang yang tidak kebagian tempat duduk juga berdiri. Alhamdulillah suami dengan gesitnya mempersilakan saya duduk di kursi dekat jendela, bersebelahan dengan seorang wanita Malaysia.
“Dari Indonesia?”, ibu tersebut nampaknya mengenali logat orang Indonesia saat bicara.

“Iya, Ibu pernah ke Indonesia?”, sahut saya.

“Pernah ke dua tempat, Jakarta dan satu lagi saya lupa namanya.. Tempat oil, you know petrol?“, tanya beliau.

“Petrol? Oh Balikpapan?”, saya mencoba menebak.

“Iyaaa Balikpapan”, beliau mengangguk berseri-seri.

Saya lupa nama stasiun tempat Ibu tersebut turun, yang jelas seorang mahasiswi gantian mengisi tempat beliau saat beranjak pergi. Mahasiswi ini juga baru saja mudik ke rumahnya dan hari ini kembali ke asrama kampusnya. Sweet girl, smile many times..

Belajar dari dua kejadian di awal hari, kehabisan tiker bus dan KTM straightly to Kuala Lumpur dari Perlis, suami saya mengantisipasinya dengan membeli tiket bus online dari Penang, jadi kami aman, apalagi Ibu di sebelah saya tadi bilang stasiun bus-nya dekat dengan stasiun KTM. Fiuuuh lega rasanya karena tiket sudah booked & payed!

Kami turun di Stesen Keretapi dan berjalan dengan langkah yang agak ringan ke stasiun bus yang ternyata memang sangat dekat. Suami masuk duluan dan memperlihatkan tiket online yang sudah dipesan. Namun ZOOOONK! ternyata tempat pick-up bus yang suami pesan berada di kota! Bukan disana. Antara melas tapi berharap keangkut dari stasiun yang ini juga mustahil dan kalau beli tiket lagi sayang sama tiket online yang sudah dibeli, suami saya mengajak kami semua setengah berlari ke tempat taxi-taxi ngetem. RM 70/taxi sebetulnya mahal, tapi kami berani membayar segitu agar tidak ketinggalan bus ke Kuala lumpur lagi. Jarak dari Stesen Butterworth ke Komtar dekat, namun driver-nya khawatir akan ‘jam‘, ini nih yang bisa bikin kami telat sampai. Saat itu saya berdo’a Ya Allah pleeeaaaase, let us arrived there on time.

Karena taxi-nya cukup kecil, terpaksa rombongan bagi dibagi ke-dua mobil. Konvoi lah yaa. Dan Alhamdulillahnya meski driver kami sudah tua, beliau mengemudi dengan cepat, care dan memastikan kalau kami sampai ke tujuan dengan selamat. Sepanjang perjalanan, kami dihibur (lagi-lagi) dengan pemandangan spektakuler di sisi jalan tol. Penang terkenal dengan Jembatan Pulau Pinang, yaitu jembatan tol yang berada di atas laut, di kiri-kanan jalan kami bisa melihat laut yang berbatasan dengan gedung-gedung tinggi dan area perbukitan ditemani musik Koes Ploes yang mengalun dari radio mobil.

Buat foto jembatan dan pemandangan disana saya hanya punya video-nya saja karena taxi melaju cepat jadi agak sulit untuk mendapatkan foto yang bagus 🙂 kira-kira seperti ini penampakan Jembatan Penang-nya.

Foto diambil dari https://pintuinformas.blogspot.co.id/2015/10/5-jalan-tol-atas-laut-terpanjang-di.html?m=1

Pak supir menghentikan taxi-nya di pertigaan jalan karena di depan Mall tidak ada tempat parkir, beliau bilang kalau tempat menunggu bus ada di belakang Mall tersebut (saya lupa nama mall-nya). Kami menyebrang jalan, berjalan cepat, bertanya pada orang-orang sekitar mengenai Bilioner – tempat suami memesan tiket online. Langkah kaki diburu waktu yang terus bergulir.. Menebak-nebak arah yang benar, salah masuk hingga balik arah dan menyebrang dengan tergesa saat melihat ruko dengan tulisan Bilioner di seberang jalan.
Arlogi di tangan Om Ubad menunjukkan kalau kami sudah telat 5 menit ketika kami yang ngos-ngosan masuk ke ruangan ber-AC tersebut. Suami langsung bertanya, “Bas ke KL sudah lewat blum?”,

Dijawab, “Tunggu dulu! Baru datang tanya-tanya!”,

Ngek Ngok.

This time we have a better luck, bus-nya kena jam, sambil menunggu bus-nya datang kami diberikan kertas putih berukuran kecil sebagai bukti tiketnya, yeah however Alhamdulillah kami kebagian seat untuk pergi ke Kuala Lumpur. Tarik nafaaaaasss..

Perjalanan menuju Kuala Lumpur dari Komtar memakan waktu kurang lebih 8 jam kalau lancar, sayangnya malam itu hujan deras dan macet total. Bus berhenti sebentar di pom bensin dan kami membeli sosis, burger, milo, serta chiki untuk makan. Malam masih panjang, Aisya masih kesana-kemari bulak-balik ke Ayah-Tante Eri-Tante Julia-Om Ubad hingga akhirnya satu per satu terlelap..

BRUUUG! Tiba-tiba ada bunyi yang mengangetkan, suami saya langsung ngecek ke depan. Tengah malam, masih hujan, 25 Km lagi menuju Kuala Lumpur, bus-nya berhenti di pinggir TOL karena NABRAK mobil di depannya. “Wah.. Dikit lagi nyampe padahal”, ucap suami. Gaswat nih kalau urusannya jadi lama, bakal nyampe hotel lewat jam 12 malam.. Astagfirullah trip kali ini kocak banget deh sumvah hahaa..

Alhamdulillah bus-nya ngga berhenti lama-lama karena pengemudi mobil yang ketabrak mengaku kalau beliau-lah yang salah. Berarti kita bisa melanjutkan perjalanan. Sekarang yang terpenting nyampe hotel deh. Dan besok kayanya cancel acara ke Genting Highlands, mau keliling Kuala Lumpur aja. Kejadian hari ini udah bikin kami ‘kenyang’ di jalan 🙂

Kursi nyaman di dalam bas

And so, akhirnya kami sampai di KL Sentral. Udah sepi, wajar lah pagi buta. Tanpa pikir panjang langsung naik taxi aja, khawatir pesen grab lama. Meski driver-nya sempet rada muter karena hotelnya berada di antara dua Masjid, yaitu Masjid Jamek dan Masjid India, Alhamdulillah kami berhasil juga sampai di hotel dan langsung istirahat di kamar. Banyak yang ingin direnungkan, lebih banyak lagi yang ingin disyukuri, perjalanan kali ini luar biasa, ngasi banyak banget pelajaran yang bikin pengen ketawa-tawa kalau diingat-ingat. But beyond all, thank you ya Allah for the chance, to take care of us all the way to Kuala Lumpur. Allah Maha Baik. Astagfirullah, Subhanallah Alhamdulillah..
What a trip! Hahaaa..

Advertisements

7 Comments Add yours

  1. Fanny f nila says:

    Nama mallnya yg deket komtar dan terminal bus itu perangin mall :).. Aku kalo ke KL juga lbh seneng dr komtar drpd butterworth krn dulunya tinggal deket sana mba.. Kalo k butterworth kejauahan 🙂

    Gilaa.. Tripnya heboh bgt yak hahahaha.. Aku selama traveling yg sampe lari2 ngejar bus ato kereta kosong blm prnh sih :D.. Soalnya biasanya utk tiket begitu aku memang biasa book online dr awal mba.m kecuali kalo di negaranya ga ada jual secara online yAa.. Kayak wkt ke serbia dr bulgaria.. Nah itu terpaksa beli on spot 🙂

    1. Oiaa baru inget iya Perangi Mall waah makasih mba infonya hihi. Makasi jg udah berkunjung mba Fanny 🙂 waah aku mau mampir yaa k blog mba Fanny

    2. Oia baru nyadar, mba Fanny tinggal di Malaysia ya?

  2. Wati Nopianti says:

    Baca postingannya jd ngiler pengen ke sana jg,,request donk kak klo bisa ada rincian keuangannya dr awal brngkat smpai plng sbg referensi kita2 😊

    1. Hai Wati 🙂 makasi yaa sudah berkunjung, buat rinciannya bbrp sudah dicantumkan yaa di Trip Seru Ke Langkawi dan Trip Seru Langkawi – Kuala Lumpur. Untuk tiketnya kami berburu yg promo nah utk akomodasi sebagian besar udah sy tuliskan ya di atas, OK semoga sy bs tulis yg lebih rinci lagi next time yaa 😉

  3. Seru mba, wah ikut ngos-ngosan bacanya hehee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s