Tiramisu Cheesecake #HOMEMADE

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh 🙂 my lil’ sister birthday is coming in a few days and it take me back to September 30th, when I make a birthday cake for my hubby. Wow jauh yaa dari April ke September dan dari suami ke adik, tapi benang merahnya adalah saya ingat, hari itu saya bertekad untuk membuat sesuatu yang spesial untuk suami. Biasanya kami hampir selalu membeli cheesecake di Cizz kalau saya/suami Milad, tergantung sih, pernah juga beli di Harvest tapi karena Cizz letaknya relatif lebih dekat dari rumah orang tua saya jadi setahun ke belakang lebih sering berkunjung ke Cizz, baik dalam rangka ada yang ulang tahun maupun lagi kangen sama cheesecake. 

I’m a cheesecake lover, pertama kali kenalan sama cheesecake adalah saat Bapak saya membawakan sekotak cheesecake ukuran mini oleh-oleh meeting hari itu. Bapak kurang suka dan dibawa pulang, turn out I love it! And everytime on my birthday or just any lucky day I’ll pick cheesecake to celebrate the day! 🙂

Nah berhubung mulai suka nontonin cooking channel yang kelihatannya masaknya mudah banget dan hasilnya menarik saya jadi tertantang untuk juga bisa menyajikan cheesecake untuk suami. Yaa sekali-kali nggak beli gitu, homemade, sekalian mengasah skill saya di per-cake-an yang so far baru mendekati berhasil saja hahaaa (nggak apa-apa teruuus belajar).

Nah agar cheesecake-nya benar-benar tersaji dengan rasa yang seenak toko kue, saya pun melakukan latihan sebelum hari H. Eksperimen pertama, saya menggunakan cream cheese merk yummy, dan karena di beberapa supermarket dekat rumah ngga menemukan whipping cream, saya sok-sok berkreasi dengan buttermilk daaan di bake. Rasanya oh rasanya a bit.. Yeah a bit like a cheesecake but just a bit.

Eh wait! What buttermilk is? Buttermilk adalah susu yang diberi perasan jeruk lemon dan setelah didiamkan sekitar 10 menit tekstur susu-nya akan mengental dan ada gumpalan-gumpalan kecil hasil campuran susu dan perasan jeruk lemon. Chef Anna Olson said that buttermilk is best to be use in making a pancake and muffin. Saya sendiri pernah mencoba menggunakan buttermilk ini saat membuat pancake, rasanya memang jadi lebih enak 🙂

Alhamdulillah pengalaman pertama bikin baked cheesecake yang agak sour dan bitter ini memberi saya pelajaran. Untung ada opsi lain, yaitu bikin no bake cheesecake. Cheesecake tanpa perlu dipanggang yang lagi zuper hits kala itu.

Salah seorang teman saya pernah mempraktekan resep ini, beliau bikin No Bake Oreo Cheesecake untuk ulang tahun suaminya. Bagaimana dengan birthday cake untuk suami saya? Saya sengaja ngulik bikin Tiramisu cheesecake, karena suami saya suka banget sama tiramisu cheesecake-nya Cizz (yang always sold out).

I want to make it very perfect, ga mudah yaa supaya Tiramisu cheesecake yang saya buat at least rasanya close to Tiramisu Cheesecake-nya Cizz. Mendekati aja udah Alhamdulillah banget deh. Sempat kepikiran buat dateng ke dapur Cizz (mohon-mohon) masuk dapur liat proses bikinnya sekaliii aja lalu saya praktekan di rumah. Ingin tahu, taburannya pake Cocoa Powder yang suka dipakai ibu saya bikin pudding atau bukan.. Pake serutan Dark Cooking Chocolate atau engga.. Kalau lihat fotonya sih kayanya pake Cocoa Powder toppingnya, tapi merk apa? Dan pahitkah? Harusnya kan pahit ya (that’s the point of tiramisu), takut gagal dan kekhawatiran lainnya yang tiba-tiba hadir..

But then, I decided that I want to make it SPECIAL which means, it will has Tiramisu taste, combined with cheesecake, without lady finger and I’ll do it my style. Simple way 🙂

Saya mulai melakukan observasi dengan menonton beberapa tayangan di youtube mengenai cara membuat cheesecake. Ada banyak variasinya. Dari yaaang banyak bahan hingga yang look very easy. Dari semua acara memasak yang saya tonton, saya paling suka ramuannya Gordon Ramsay. Beliau memberikan beberapa secret ingredients seperti : kopi yang kita gunakan harus dingin, merk cheesecake dan whipped cream yang kita gunakan kualitasnya harus bagus, memang sih.. Kualitas bahan yang baik akan mendukung masakan kita untuk jadi lebih bagus lagi. Thanks Gordon!
Karena di percobaan pertama saya membeli bahan untuk membuat cheesecake di supermarket, kali ini saya ingin mengadu nasib ke pasar, siapa tau dapat bahan-bahan yang lebih oke AND SURPRISINGLY I DID. Alhamdulillah. Nah di Balubur/nama bekennya Baltos (Balubur Town Square) ada 1 toko yang menjual alat dan bahan kue yang terkenal. Toko-nya ada di lantai D2 sebelah kiri dekat lift. Begitu masuk pasar, beberapa meter sebelum sampai ke tempat bernama Toko Jitu ini wangi kue sudah mulai tercium. Tokonya menjual berbagai alat baking seperti plastik wrap, baking paper, piping bag, loyang bundar, datar, elips, cetakan kue, alumunium foil dan banyaaak lagi. Di etalase depan toko ini memajang whipping cream bubuk, aneka taburan untuk kue, chocomaltine, kismis, choco chips, green tea, mereka juga menjual mentega merk blue band yang ditimbang serta keju kraft kilo-an yang harganya jatuh lebih murah dan berbagai macam bahan-bahan untuk bikin kue. Lengkap banget (harus datang sendiri untuk lihat seberapa lengkap yaa), meski begitu saya tetap sedikit ragu, apakah toko ini menjual cream cheese dan whipping cream dengan kualitas yang bagus? Di supermarket aja sulit apalagi di pasar..

‘Et et et eeet, tanya aja dulu’, begitu bisik hati saya. Kalau pun nggak tersedia yowis ganti plan aja bikin brownies hehehe.

“Mas, ada cream cheese ngga?”, 

“Ada. Yang buat cheesecake ya? Kita ada merk Calf. 1 ons-nya Rp. 14.000”,

“Merk Calf? Yaudah minta se-ons deh Mas, mau cobain dulu”,

“Apalagi?”,

“Whipping cream ada?,

“Ada. Kita ada yang bubuk sama cair, mau yang mana?”,

“Yang cair aja deh Mas, adanya merk apa?”,

“Kita ada merk Anchor, harganya Rp. 30.000”, 

“Anchor? Wah bagus, lebih murah lagi, yaudah mau 1 Mas”,

Percakapan antara saya dan Mas penjual ini diakhiri dengan senyum sumringah saya yang merasa setengah berhasil mendapatkan bahan yang bagus. Saya langsung pulang untuk praktek, juga karena creamcheese-nya harus tetap dingin agar tidak jadi terlalu lembek. Dua bahan utama sudah di tangan, nah untuk lady finger-nya saya ganti dengan kue marie. Di rumah orang tua saya ada sekaleng Marie Regal, jadi saya manfaatkan saja. Sedikit modifikasi dari resep asli agar lebih terasa homemade-nya.

Postingan tentang resep #Tiramisucheesecake ini sebelumnya pernah saya posting di instagram saya @sundarieko dan supaya manfaatnya meluas, saya posting ulang di blog yaa siapa tau ada yang mau mencoba resep ini juga di rumah 🙂

Terlihat layer pertama marie biscuit, layer kedua tiramisu cream cheese, dan layer ketiga diberi taburan cocoa powder & DDC

Alat & Bahan

1. 1 ons cream cheese Merk Calf

2. 200 ml whipping cream cair Merk Anchor

3. 2 sdt Gula halus

4. 1 sachet kopi (saya pakai luwak white coffee)

5. Marie regal

6. Loyang aluminium foil berbentuk persegi panjang

7. Whisk

8. Spatula

9. Toples ukuran sedang dari bahan kaca yang sudah dicuci bersih

Cara Membuat Tiramisu Cheesecake

This cake has 3 layer, they are :

1. Layer pertama, saya pakai biskuit yang dicelupkan ke kopi. Sebagai pengganti lady finger. Kemudian saya tata di dalam wadah berbentuk persegi panjang dari aluminium foil, tujuannya agar lebih mudah saat diambil (ketika sudah beku).

2. Layer kedua, untuk tiramisu cheesecake-nya, kali ini no bake. Saya mix 1 ons cheesecake dengan 200ml whipped cream. Untuk whipped cream-nya terlebih dahulu saya kocok dengan 2 sdt gula halus. Oh it taste yummiii. Teknik pengocokannya, saya tuangkan whipped cream cair ke dalam toples ukuran sedang (saya pakai bekas selai yang sudah dicuci bersih), sisakan ruang di dalam toples ya, jangan terlalu penuh agar bisa dikocok dan dikocoknya bergantian menggunakan tangan kanan dan kiri ke depan-belakang-atas-bawah (look further in kokiku tv cooking channel ketik kata kunci ‘instan whipped cream’). Penambahan gula halus membantu whipped cream berubah perlahan dari cair menjadi soft pick.

Di mangkok tersendiri, aduk cream cheese, saya pakai merk calf. Rasanya cheese banget, lebih enak dari merk yummy. Dan cream cheese ini kaku ya jadi harus tunggu agak lunak di suhu ruang dulu. Setelah melunak, aduk dan tambahkan air kopi sedikit sekitar 3-5 sdm. Its important that the coffee is ice cold (kata Gordon Ramsay). Lalu masukkan whipped cream yg sudah soft pick ke cream cheese. Aduk rata, dont over mix. Lalu tuang ke layer pertama. Freeze this up to 4 hours.

Saya hanya bikin satu layer aja, kalau mau dibuat 2 layer bisa ulangi step1 dan step2 dengan takaran double ya 🙂

3. Untuk toppingnya saya pakai cocoa powder merk Van Houten + Dark Cooking Chocolate yang diserut. Last kasih whipping cream, taburi sedikit DCC 🙂

A lil’ frosting to make it more seem like a real birthday cake

Aisya sukaaa sekali tiramisu ini haha, begitu dikeluarkan dari kulkas, 3/4-nya udah habis dicemilin Aisya dan Bunda. Untung bikin 2 loyang, yang ini khusus buat birthday man.

Advertisements

5 Comments Add yours

  1. Glek…. Neguk ludah bacanya, dan jd pengin cari tiramisu :D. Hahaha… Udah kebayang aja rasa kombinasi pahit, ngeju dan manis trs dingin pula di lidah.. 😀

  2. Looks soooo yummy, sya g pernah bikin cake, alatnya blm lengkap, tp jd pengen nyoba resep ini 😊

    1. Klo dr teknik ini lumayan mudah ya mba 🙂 ga perlu pakai mixer, diasuk dengan whish dan spatula aja dan bahan utamanya bisa dibilang hanya 2, cream cheese & whipping cream (selebihnya kopi, gula halus dll). Selamat mencoba yaa mba Wahyu 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s