Canon EOS 750D Untuk Pak Irfan

Langkawi 2
Foto saat traveling ke Pulau Langkawi

“Fan, apa kata sandi Hotspot lu?”, tanya teman suami dalam perjalanan menuju penginapan di Langkawi.

“11mei2013”, jawab suami.

“Itu tanggal pernikahan gue”, jelas beliau.

Saya yang duduk di belakang suami dan temannya langsung ngerasa ‘cesss’, wah segitunya suami mengingat tanggal pernikahan kami, bikin saya senyum-senyum sendiri.

“Your relationship to your husband may be the only marriage book your children ever read. What lessons will they take with them when they leave home?” – Jennifer Flanders.

Saya pernah dengar kalau anak-anak lebih suka melihat interaksi yang sehat antara kedua orang tuanya, karena, orang tua yang bahagia akan membesarkan anak dengan bahagia dan hubungan baik antara kedua orang tua bisa memberikan gambaran tentang bagaimana anak kita akan berumahtangga nantinya. Mau tidak mau kenangan-kenangan masa kecil bersama orang tua ini akan tertanam di alam bawah sadar mereka, jika dalam pernikahan kita memberikan banyak nilai positif, besar kemungkinannya anak kita pun memiliki visi yang positif saat membangun keluarga nantinya. Itulah mengapa, saya dan suami senantiasa meluangkan waktu untuk merekatkan ikatan hati kami, supaya rasa sayang diantara kami terus tumbuh, efeknya akan terasa sama orang sekitar, terutama oleh anak saya, Aisya.

Baca juga : #KaryaCeria Suami-Istri Bonding Tips

Kalau ditanya siapa yang lebih saya sayang? Wah agak sulit ya jawabannya, karena buat saya Aisya dan suami saya itu sepaket. Saya sayaaang banget sama Aisya, juga sayang banget sama Ayah Aisya. Kalau analoginya bagi suami saya, Aisya lahir dari rahim saya, sehingga hal ini membuat suami sangat menyayangi saya, begitu pula bagi saya, saya sayang banget sama suami saya karena tanpa kehadiran beliau, Aisya tidak akan ada, kan terbentuknya janin berawal dari pertemuan ovum dengan sperma. Ya, saya sangat menyayangi suami saya, sampai-sampai saya agak posesif sama beliau, kalau nggak diperhatikan saya pundung, kalau suami lebih akrab sama gadget suka cemburu, cemburu itu tanda cinta kan? Hehe.

Saya duduk disamping pria yang memiliki nama lengkap Irfan Ramdani – dan biasa disapa ka Irfan ini – pada seminar bisnis yang diselenggarakan oleh Ippho Santosa bulan Desember 5 tahun yang lalu, alih-alih bicara tentang strategi agar bisnis kita lancar, motivator sekaligus pengusaha ini malah menganjurkan agar pesertanya menikah dulu, “Menikahlah maka kamu akan kaya”, begitu ucapnya, mengacu pada ayat berikut ini.

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin), dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki, dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) dan Allah Maha Mengetahui” [QS. An-nur : 32].

Mungkin pria yang duduk di sebelah saya langsung termotivasi dengan kata-kata Ipphoright sehingga beliau langsung mengajak, “Nikah yuk!”.

Ketika saya tanya apa alasan pria yang baru saja lulus kuliah ini mengajak saya menikah dengannya, jawabannya benar-benar bikin saya tertawa. Mau tau apa alasannya?

  1. Karena saya cantik, Alhamdulillah kalau alasan yang ini bikin saya kesengsem bahagia
  2. Karena saya kuliah jurusan Matematika, nah alasan macam apa ini?

Pria mana yang menjadikan ‘kuliah jurusan Matematika’ menjadi salah satu kriteria dari calon istri idamannya? pria itu yaa suami saya sendiri, ternyata beliau ingin sekali berkuliah di jurusan Matematika, sudah dua kali ikut SNMPTN belum lolos juga, akhirnya ia berdo’a pada Allah SWT agar istrinya nanti dari jurusan Matematika, hahaha lucu yaa. Di sisi lain, saya sendiri berharap memiliki suami yang usianya lebih muda dari saya, alasannya sederhana saja, supaya nanti kalau saya sudah tua, suami saya yang usianya lebih muda ini bakal masih kuat mengurus saya, hahaha padahal nggak gitu juga yaa. Bagaimana pun prosesnya, Alhamdulillah Allah SWT mengabulkan do’a kami. Suami saya akhirnya menikah dengan saya yang lulusan Matematika dan suami saya pun berusia dua tahun lebih muda dari saya.

Kalau boleh jujur, saya menyayangi Pak Irfan – suami saya ini, karena beliau memberi saya banyak kebahagiaan setelah menikah, seperti membelikan saya kue ulang tahun saat saya Milad – seneng aja gitu karena sebelum menikah suka beli sendiri, senang juga karena bisa memeluk dan mengekspresikan cinta dengan pasangan halal saya (kalau sama pasangan yang nggak halal kan dosa ya, kalau sama suami sendiri jadi berpahala), membuat saya belajar banyak hal baru dalam hidup seperti memasak dan managemen rumah tangga, sifat humoris beliau bikin saya sering tertawa, terus Pak Irfan suka ikut-ikut mandiin – memakaikan baju – menyisir bahkan mengucir rambut Aisya – ini bikin saya makin jatuh cinta sama beliau, suami juga sering mengajak saya wisata kuliner – nggak heran sekarang saya gemuk, termasuk memberi kejutan berupa tiket pesawat untuk traveling ke tempat-tempat yang belum pernah saya kunjungi. Ya! Suami saya sukaaaa sekali traveling, bisa dibilang saya juga mulai ketularan sekarang hahaha.

Baca juga : Trip Seru Ke Pulau Langkawi

Waktu kami berkunjung ke Malaysia awal Januari 2017 ini, saya bertemu banyak sekali anak-anak muda yang traveling hanya dengan menggendong ransel besar di punggung mereka, saya juga sempat mengobrol dengan seorang Ibu asal Australia yang traveling berdua saja dengan suaminya karena anak-anak baru pulang traveling dari Tiongkok. Itu bikin saya merenung, selama ini saya kemana saja ya? Coba kalau semasa muda saya mengumpulkan uang untuk jalan-jalan, eh tapi saya sadar kalau saya memang bukan tipe orang yang suka jalan-jalan, kadang rasa sedih datang setelah menghabiskan sejumlah uang, “Kenapa nggak saya tabung atau investasikan saja ya uangnya?”, begitu suara penyesalan dari hati saya.

Dan perasaan-perasaan seperti ini akhirnya bikin saya nggak pernah kemana-mana, paling ke Kepulauan Seribu saat kuliah dan ke Yogyakarta saat dalam rangka studi banding dari sekolah, sama ke Bali dengan teman sebangku di SMA, itu pun karena kami memenangkan kuis. Ah, rasanya ingin memenangkan kuis atau lomba lagi, tapi bukan untuk saya, melainkan untuk suami saya, ingin menghadiahkan ini nih Canon EOS 750D yang jadi salah satu produk terlaris di Kamera, Video Kamera dan Drone Elevenia

canon

Nyambung lagi ke hubungan traveling dengan keinginan saya untuk menginvestasikan uang, dalam kajian rumah-tangga yang pernah saya ikuti, Teh Patra, senior saya di kampus yang anaknya sudah 5 bilang kalau, “Traveling itu investasi”.

Bu Angeline yang mengobrol dengan saya di Keretapi Tanah Melayu dalam perjalan menuju Batu Caves juga mengatakan kalau traveling itu bagus, dengan traveling kita akan menjadi kaya akan pengalaman juga bisa mempelajari kultur dan budaya dari tempat-tempat yang kita kunjungi lalu menceritakannya ke saudara, teman bahkan anak cucu kita nanti, “Wah kakek nenek keren ya sudah keliling dunia, kami senang mendengarkan cerita kakek dan nenek, kalau sudah besar kami mau traveling juga seperti kakek nenek”, pasti senang banget ya kalau bisa menginspirasi cucu kita seperti ini.

Ini menyadarkan saya kalau uang yang kita tabung dan dipakai untuk traveling tidak menjadi sia-sia karena kita menggantikannya dengan pengalaman berharga, berkenalan dengan warga lokal dan orang asing – kadang silaturahim berawal dari sini, mencoba berbagai makanan yang unik (jangan lupa pastikan ke-halal-annya ya), dan mengunjungi tempat-tempat yang seru di daerah/Negara yang kita kunjungi.

Baca juga : Do Your Kid Enjoy Traveling? – Percakapan Di Keretapi Tanah Melayu

Mengabadikan momen-momen saat traveling ini juga jadi penting, baik untuk mengulasnya di blog – bikin pembaca merasakan serunya perjalanan kita, atau memajangnya di atas rak buku sebagai kenang-kenangan, bisa juga dengan mengumpulkannya lalu bikin cerita tentang tempat-tempat traveling yang sudah kita kunjungi, dan diterbitkan menjadi sebuah buku, menambah manfaat bagi diri orang lain dan tentunya menjadi amal jariyah bagi diri kita sendiri. Selama ini kami selalu memotret menggunakan handphone, meski kualitas HP suami saya sangat bagus tapi mengambil foto menggunakan kamera akan terasa lebih puas, lebih tajam, pencahayaanya bisa diatur, ada pilihan untuk foto makro, relatif ngga goyang jadi fotonya nggak blur, secara keseluruhan lebih bagus, untuk bisa selfie pun bisa disimpan di tempat yang agak jauh dari kita, pakai timer dan nggak perlu pakai tongsis yang kadang bikin tangan kita kejepret sedikit.

Traveling nggak lengkap tanpa foto, dan untuk menghasilkan kualitas foto yang bagus diperlukan kamera yang keren juga. Oleh karena itu, dalam rangka menyambut syukuran pernikahan kami yang keempat bulan depan, tepatnya 11 Mei 2017, saya ingin memberikan kamera tipe Canon EOS 750D dari katalog http://www.elevenia.co.id/ctg-kamera untuk menemani suami saya traveling kemana-mana. Traveling bersama saya tentunya, tuh kaaan saking cintanya saya pengen ikut kemana pun suami saya pergi hehehe. Kamera tipe ini cocoook sekali untuk dibawa traveling oleh suami saya, selain desainnya yang klasik dan ukurannya tidak terlalu besar sehingga memudahkan untuk dibawa kemana saja, kabarnya Canon EOS 750D ini menampilkan sensor CMOS 24,2 megapiksel, dan didesain secara khusus untuk fotografer biasa yang memerlukan kualitas gambar yang unggul juga menawarkan kebebasan kreatif melalui fitur barunya – 19 titik AF semua tipe silang dan filter kreatif serta Hybrid CMOS AF III baru (sumber http://www.canon.co.id). Waaah, dengan kamera ini hasil jepretan suami saya bakal jadi lebih spektakuler dong!

Bismillah, doakan yaa semoga kamera Canon EOS 750D ini bisa hadir di meja kerja suami dan menjadi kado terindah bagi suami tersayang di hari jadi pernikahan kami bulan Mei nanti. Amin…

 

 

*Tulisan ini saya sertakan dalam Lomba Blog Cerita Hepi Elevenia, yuk ikutan juga 🙂

 

elevenia1
Lomba Blog Cerita Hepi Elevenia

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. Halo, Dari. Folback ya hehe

    1. Halooo Muuut Ya Allah kirain siapa.. Postinganmu bagus2 traveling mulu nih kayaknya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s