5 Langkah Mudah Bikin Tepung Oat

Assalamu’alaykum πŸ™‚ Kamis ini terasa seperti Jum’at bagi saya. Naik travel jam 6 pagi dari Bintaro menuju Bandung dan baru mendarat di kantor kakeknya Aisya yang depan-depanan sama Baltos pukul 11.00 LUAR BIASAH KAN? 5 jam di perjalanan. Wajar saja karena this weekend will be a long weekend. Biasanya kan macet yang bikin kendaraan hampir kaya parkir di tol itu pas hari Jum’at ya, jadilah Kamis ini terasa bagaikan Jum’at. Tadi sih jalanan menuju Bekasi didominasi oleh truk-truk besar, mungkin ini juga menjadi salah satu faktor penyebab macet. Alhamdulillah setelah melewati rest area KM 57, jalannya lebih lancaaarrr..
Salah satu misi saya ke Bandung bersama keluarga minggu ini adalah selain mau syukuran kaka ipar yang mau berangkat umroh, saya juga mau meminta Bapak Ibu saya mencicipi bolu pisang buatan saya. Begitu sampai di kantor grandpa – begitu Aisya menyebut kakeknya – Aisya langsung menyodorkan bolu pisang dan langsung dimakan oleh kakek tercinta.

“Mbak, Bapak dari kemarin-kemarin ingin makan bolu pisang. Mau berhenti di pinggir jalan buat beli tapi nggak jadi-jadi. Alhamdulillah kesampaian juga makan bolu pisang. Grandpa makan ya Dede”, ucap Bapak.

“Enak banget ini, lebih enak dari yang Bapak suka beli, Grandpa makan satu lagi ya”, kakeknya Aisya mencomot satu iris lagi dan mengunyahnya sampai habis.

“Mbak bikin atau beli ini?”, pertanyaan Bapak yang ini bikin saya ngga sabaaar menceritakan perjuangan di balik bikin bolu pisang. Jadi, kemarin saya dan Aisya hujan-hujanan buat nyari pisang ambon. Awalnya sih rintik-rintik, jadi pakai payung ke Alfamidi yang dekat dari rumah, eeeh adanya pisang Sunpride, though its ok to make a banana bread with sunpride tapi saya keukeuh ingin memakai pisang ambon. Kami pun menyebrang dan menyetop angkot menuju Harmoni. Masuk ke Harmoni Alhamdulillah dapat pisang ambon seset, itu lho yang sudah diseset-seset dua-dua. Nah saya lebih memilih yang ini, beli 2 seset supaya ngga mubazir, karena besok pagi mau ke Bandung, kalau beli banyak dan sisa sayang yaa.. Kecuali adik ipar mau makanin pisang tiap hari πŸ™‚ Sayang sekali saat mau pulang hujannya makin deras, tapi nggak apa-apa deh, toh jarak dari Harmoni ke rumah cukup dekat, saya pesan gojek saja supaya bisa langsung dibuat sorenya, Aisya juga sudah kelihatan ngantuk soalnya..

Akhirnya kami pulang dan ketika Aisya terlelap di kamar, saya bismillah lagi, mau bikin Banana Bread ala Mami Jasmine dengan sedikit modifikasi, cuma nambahin 1 sdm gula merah lagi dan nambah setengah pisang lagi dari resep awal. 

Penampakan bolu pisang yang rich of banana

Rasa pisang-nya jadi lebih rich karena saya tambahkan lagi setengah pisang jadi totalnya saya menggunakan 2 and a half banana. Lebih manis juga, enak deh, senaaang rasanya, lebih senang lagi karena Bapak saya suka hehe – mission accomplished! – Mau nawarin ke Ibu, ternyata Ibu shaum sehingga sisa-nya saya bawa pulang untuk ceminal manis berbuka ibu nanti. Okey, cukup dulu bahas banana bread-nya, sekarang mau beralih ke cerita tentang bikin tepung oat yaa.

Aisya sukaaa sekali membantu saya memasak, masak ini adalah salah satu life learning activity for toddler yang menyenangkan buat Aisya. Paling semangat bikin kukis, boleh dilihat salah satu karya kami disini Chewy Cookies Karya Aisya – Bake With Kids selain cookies, Aisya juga senang bikin pancake, dan brownies. Untuk bikin 3 kudapan favorit Aisya ini kami biasa memakai tepung oat. Alasannya karena tepung oat kaya serat, sehat, dan ternyata tepung oat lebih bagus dari tepung gandum juga tepung terigu lho!

Dokter Spesialis Gizi Bunda Heart Centre, Elia Indrianingsih mengatakan, “Setiap 100 gram oat memiliki serat larut sebanyak 5,1 gram dan protein sebanyak 16 gram. Sedangkan gandum hanya memiliki 2,2 gram serat larut dan 13,7 gram protein”. 

Sumber http://m.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20150226080842-262-34985/oat-ternyata-lebih-sehat-dari-gandum/

Daaan tepung oat-nya kami buat sendiri di rumah. Gimana caranya? Just follow this 5 easy steps to make a homemade oat flour :

1. Sediakan Oat

Oat adalah bahan utama untuk membuat tepung oat. Kalau ibu-ibu punya leftover oat atau bisa juga sengaja membelinya langsung, nah oat ini bisa diolah menjadi homemade oat flour. Saya pakai Quacker Oat.

2. Siapkan food processor

Saya lebih menyarankan ibu-ibu menggunakan food processor untuk menggiling quick cooking oatmeal daripada menggunakan blender, karena blender saya rusak setelah beberapa kali dipakai menghaluskan oat.

3. Masukkan Oat & Biarkan Food Processor Bekerja

Tuang oat yang mau dibikin tepung oat secukupnya ke dalam food processor. Lalu switch tombol agar mata pisau-nya bekerja. Setelah dirasa dan dilihat sudah cukup halus, ibu bisa memutar lagi agar food processor berhenti berputar. 

4. Tepung Oat Sudah Jadi!

Taraaa, kalau sudah jadi butiran-butiran halus begini artinya oat kita sudah jadi tepung oat dan siap diolah menjadi kue, kukis maupun kue dadar. 

5. Simpan Di Toples/Wadah Tertutup

Segera simpan di toples/wadah tertutup lainnya. Setelah tepung oat-nya jadi, saya akan langsung menyimpan tepung oat ini di dalam toples, jadi anytime akan saya pakai, saya tidak perlu menggilingnya lagi.

Gimana, praktis kan? Yuk bikin tepung oat sendiri πŸ˜‰

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s