Icip-icip Teh Jepang-Turki-KL-Bangkok

“Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahim”

[HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud]

Silaturahim membawa rezeki? Iya banget. Alhamdulillah hubungan baik yang saya dan suami jaga dengan teman-teman memberi kami banyak rezeki, termasuk oleh-oleh dari beberapa negara yang ditinggali/dikunjungi oleh teman-teman kami. Karena di rumah ada oleh-oleh teh dari Turki, Japanese Matcha & Milk, Thailand tea dan teh tarik yang kami beli saat berlibur ke Malaysia, jadi saya mau memberi review dari bermacam teh ini yaa. Mangga disimak πŸ™‚

1. Japanese Matcha & Milk

Alhamdulillah pertengahan Februari 2017 saya bisa reunian lagi sama Nunu, yang belum tau siapa Nunu boleh kenalan dulu ya sama ilmuan fisika nuklir yang lagi lanjut postdoc di Jepang ini ya Meet Nunu : A Nuclear Physics Enthusiast – A Mother & Wife

Kami sempat ngobrol-ngobrol di D’Kiosk Baltos sehari sebelum Nunu balik lagi ke Tsukuba, beliau hanya 2 minggu saja di Bandung untuk mengurusi pernikahan adiknya. Syifa – putri Nunu sudah bersekolah, jadi mereka ngga bisa berlama-lama disini. Ah, padahal masih kangen πŸ™‚ Saya benar-benar tidak menyangka lho kalau Nunu membawakan oleh-oleh buat saya mengingat kesibukan dan padatnya jadwal beliau di Bandung, anyway jazaakillah yaa Nunuu.

Nah salah satu oleh-oleh yang excitedly saya bawa pulang adalah serbuk minuman Matcha & Milk. Iyap, saya ketularan suka matcha juga gara-gara suami saya addicted to matcha. Sahabat saya ini sudah mewanti-wanti saya dengan bilang, “Matcha di Jepang lebih pahit Ai, kalau matcha disini kan manis ya. Coba seduh dengan air panas dan airnya sedikit aja”.

Saya mengambil secangkir gelas dan menuruti wejangan Nunu, saya sobek bagian atas sachet Matcha & Milk, menuangkannya ke cangkir kecil dan menyeduhnya dengan air panas. Setelah diaduk, saya seruput sedikit-sedikit, rasanya? Sedikit bitter, as she warned me πŸ˜‰ Hm, nampaknya selera saya agak berbeda dari Nunu yang prefer meminum Matcha & Milk hangat-hangat. Maklum karena indera perisa saya Indonesia banget, jadilah saya tambahkan ice cube dan susu kental manis hingga rasanya pas di lidah, ahaha. Meminjam bahasa gaul remaja Indonesia saat ini, buat saya Matcha & Milk yang dingin lebih mantap-s(e)oul! Apalagi nyeruput sambil menggigit piscok dan matcha chocolate, yumm berasa lagi piknik di festival hanami nih..

2. Doguz Yesil Cay Sade – Turkey Green Tea

Hmm, another green tea flavour from Turkey! “Pertama kalinya diajak nge-cay, Ira bingung. Lho kok ngacai? Haha.. Ternyata di Turki nge-cay itu nge-teh”, curhat Elvira, adik angkatan saya di Matematika yang baru pulang dari Turki. Ira mengambil studi selama 2 bulan dalam rangka konsultasi dengan profesor di MANA?? berkaitan dengan desertasinya. Alhamdulillah karena suami Ira tinggal di Bintaro kami sempat bertemu, tepatnya Ira silaturahim ke rumah saya dan membawakan oleh-oleh teh Turki serta kacang pistachio, makasiiih banyak yaaa πŸ™‚

Ariza, suami Ira, bilang kalau teh Turki itu rasanya lebih pahit dari teh di Indonesia. Tapi karena ini teh celup, semoga saja rasanya nggak terlalu pahit. Dan sebagai informasi tambahan, di Turki itu kalau bikin teh pakai teko bertingkat, wah udah kaya bis yaa. Teko di bagian paling bawah diisi teh dan bagian atas diisi air. CMIIW ya.

Okey, let’s unboxing this Dous. Jadi, dalam bahasa Turki, huruf g yang ada curek di atasnya itu luruh, makannya Ira bilang, “Dibacanya Dous, teh”. 

Suami saya suka minum teh ini pagi-pagi, benar saja karena teh celup, rasa pahitnya nggak terlalu strong. Bakal terasa lebih lengkap kalau minum teh Turki sambil mengunyah Turkish Delight. Alhamdulillah di rumah ada juga manisan Turki ini dari saudara kami yang pulang umroh, sama seperti yang orang tua saya beli pas umroh juga. Penasaran gimana rasanya manisan tradisional Turki ini? Klik aja HAZERBABA PISTACHIO TURKISH DELIGHT – Paduan Mochi, Dodol Cina & Gurihnya Pistachio

3. Teh tarik Malaysia

Kalau ini sih oleh-oleh yang kami beli saat berkunjung ke Kuala Lumpur. Sejak diperkenalkan teh tarik sachet-an sama suami, saya jadi suka menyeduh teh ini hangat-hangat pagi hari, ngga tiap hari hanya pas pengen aja.
Kenapa saya lebih suka teh tarik hangat? karena rasanya cukup light untuk diminum pagi-pagi, ngga terlalu manis, dan hangatnya bikin enak dilambung. Kebetulan minggu lalu bikin Banana Bread ala Mami Jasmine, jadilah santap-santap bolu pisang-nya makin asik dengan secangkir teh tarik.

4. Thailand Tea

Atuh jaman kiwari mah, minum Thai tea nggak harus ke Bangkok dulu ya? Bener banget! Teh Thailand yang lebih sering saya minum dengan banyak es ini kami beli di Trans Studio Mall Bandung, pas ada bazaar. Kalau yang warnanya oranye ini rasanya manis banget ya, airnya harus banyak. Nah yang satu lagi rasanya mirip teh tarik Malaysia, dan ternyataaa memang teh tarik tapi dari Thailand, oleh-oleh dari teman kami yang jalan-jalan ke Bangkok that come along with bumbu praktis Tom Yum Kung. Enak banget lho pagi-pagi sarapan Tom Yum Kung Bumbu Bangkok dan minum Thai tea πŸ˜‰

Ok, sekian review dari saya tentang 4 teh dari 4 negara yang berbeda yang ada di rumah saya. Nuhun pisan pada teman-teman yang sudah berbaik hati silaturahim dan ngasi oleh-oleh, semoga rizki kalian dilipatgandakan oleh Allah SWT yaa Amiin πŸ™‚ Jazaakumullah khairan jazaa.

Advertisements

3 Comments Add yours

  1. Asiik… aku juga pernah bahas yang Turkish Delight (a.k.a Loqum) di blog. Rasanya… unik… tapi enak juga haha

    1. Lokum/loqum yg betul ya?

      1. https://pandabearjourney.wordpress.com/2017/03/30/souvenir-turkish-delight-aka-loqum/

        Kalo di bungkusannya ada dua2nya sih, Lokum sama Loqum. Apa yang Loqum cuma semacam merk ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s