Tips Traveling Dengan Anak (Balita)

Traveling dengan anak tentu berbeda dengan traveling sendiri/berdua dengan pasangan. Terlebih jika berangkat bersama dengan beberapa keluarga. Pengalaman traveling bergerombol ini pernah saya alami ketika mengunjungi Kuala Lumpur dan Melaka tahun 2016, cerita lengkapnya ada di Kuala Lumpur – Melaka 4 Hari mangga di klik buat referensi kalau mau ke Malaka.
Traveling berdua juga pernah, di tahun pertama pernikahan saat saya sedang hamil Aisya, jadi judulnya babymoon ya πŸ™‚ Traveling sama teman-teman yang masih jomblo ke Langkawi juga dijabanin, di pulau ini ada Jembatan Langit kece yang bikin kami merinding sementara Aisya lari-lari lincah di ketinggian 2,300 kaki di Puncak Gunung Mat Chinchang, intip ke-seruannya disini yaa Trip Seru Ke Langkawi. Dari pengalaman traveling sama teman-teman, serombongan sama keluarga-keluarga yang lain dan traveling bertiga aja, masing-masing ada kelebihan dan kekurangannya, so far asik semua kok. Bedanya kalau traveling bertiga seperti Januari ini saat kami syukuran Milad Aisya yang lagi-lagi ke Malaysia, rasanya lebih santai dan banyak tempat yang bisa kami kunjungi. Kalau ramean senang aja karena banyak obrolan selama di jalan sambil ibu-ibunya sharing segala macam pluuus anak-anaknya playdate. Menyenangkan banget lho liat Aisya very happy punya teman baru dan bisa main bareng selama di perjalanan, ini juga bikin anak-anaknya ga nempel terus sama orang tuanya, contohnya waktu kami menunggu penerbangan ke Belitung di Soekarno Hatta, Aisya dan Fayyadh main bareng di playground terus kejar-kejaran sambil ketawa-ketawa sementara Ibu-ibu dan Bapak-bapaknya bisa gantian solat. Seru deh traveling sama anak-anak itu πŸ™‚ 

Supaya traveling sama anak makin seru, ada beberapa hal yang harus diperhatikan pastinya yaa, disini saya mau berbagi tips traveling sama anak, apa aja yang perlu dipersiapkan, gimana supaya anak ga bosen di pesawat terutama kalau waktu tempuhnya lama, dan banyak lagi. Selamat menyimaaak πŸ™‚

1. Siapkan Paspor Anak

Foto dari instagram saya saat antri foto paspor Aisya

Hal pertama yang harus disiapkan kalau kita mau liburan sama anak ke luar Indonesia adalah paspor anak. Pastikan juga bapak-ibunya sudah memiliki paspor yang masih berlaku ya πŸ™‚ Kalau jalan-jalannya masih di dalam negeri, antar pulau, keliling Bandung atau hanya di sekitaran komplek rumah, nggak perlu bikin paspor yaa hehehe.
Mengenai prosedur bikin paspor anak juga pernah saya posting di blog ini, tepatnya sharing pas bikin paspor buat Aisya, sila berkunjung ke Serunya Bikin Paspor Anak ya.

2. Bikin Ceklist/Lembar Kendali

Berkaca pada pengalaman ‘berharga’ saat mau check in menuju keberangkatan ke Belitung akhir April lalu dimana KTP saya tertinggal di rumah dan untungnya hanya perlu membuat surat keterangan di Help Desk sambil menunjukkan foto KTP dari layar smartphone saya, untuk traveling selanjutnya, yaitu ke Bangkok, saya berinisiatif untuk membuat lembar kendali/ceklist barang bawaan. Lembar kendalinya juga sederhana, hanya ditulis tangan di buku diari saya. Sudah lama saya ga menulis di diari, sekarang merasa perlu lagi and it helps like a lot πŸ™‚
Saya membagi barang bawaan ke dalam 2 tas, ransel dan koper, bahkan saya juga membuat list oleh-oleh yang akan kami berikan pada keluarga dan teman-teman sepulang dari Bangkok. Saya membuat rincian barang yang sebaiknya disimpan di ransel dan apa saja yang lebih enak juga aman untuk disimpan di dalam koper. Ceklist di atas adalah contoh barang-barang yang saya masukkan ke ransel, untuk barang-barang di koper mostly baju-baju kami, susu UHT Aisya dalam jumlah yang cukup banyak dan lain-lain, seperti sendal, tas plastik untuk oleh-oleh, semua saya item saya tulis. Sebelum berangkat saya cek satu-satu barang yang seharusnya berada di ransel dan koper, kemudian saya beri tanda ceklis pada lembar kendali. Begitu pun saat mau pulang, saya cek kembali barang-barang yang ada di ransel dan koper untuk memastikan tidak ada barang yang tertinggal. 

Sedikit tambahan, saat ke Kuala Lumpur dan Melaka tahun lalu, saya membawa koper kecil khusus untuk perlengkapan Aisya, unyu-unyu deh lihat Aisya membawa koper bergambar barbie-nya sendiri tapi kesini-sini ngga saya bawa lagi, sebisa mungkin diringkas aja, bawa sedikit barang supaya ga perlu masuk bagasi koper besarnya. But I have a plan, kalau Aisya sudah lebih besar and her stuff makin banyak, then she could have her own suitcase, sekalian melatih Aisya untuk bertanggungjawab sama barang bawaannya sendiri. Its gonna be fun! πŸ™‚

Baca juga : Island Hopping Di Belitong

3. Membawa Mainan Dan Buku Agar Anak Tidak Bosan Di Pesawat

Bermain boneka selama di Pesawat

Kalau dari mulai take off sampai landing anak kita bobo, ya Alhamdulillah, Ayah-Bundanya bisa ikut terlelap. Tapi kalau anak kita modelnya ceriwis dan ‘batre’-nya ga habishabis, ada baiknya kita membawa mainan dan buku anak untuk menemani anak kita selama perjalanan. Beruntung waktu naik Garuda, Aisya mendapatkan boneka mungil bernama Hara (Harimau), Pilo (Elang) dan Modo (Komodo), bisa dilihat ketiga boneka ini masuk ceklist saya πŸ™‚ Aisya senang memainkan ketiga boneka ini, membuat cerita tentang mereka bersama saya. Selain itu biasanya saya membawa buku gambar dan crayon supaya Aisya bisa mewarna kalau bosan main boneka, other things to do is ngobrol seputar apa yang kami lihat, awan, langit, termasuk membahas gerakan mba pramugrari yang memeragakan penggunaan pelampung.

Baca juga : Main Ke Belitung #GarudaPoin

4. Menyepakati Tujuan Wisata Dan Mengestimasi Kekuatan 

Playground besar di Taman Tasik Perdana

Dari segi persiapan, kita perlu menyepakati tempat wisata yang akan kita kunjungi, estimasi waktu dan transportasi yang akan digunakan, dengan menimbang kekuatan fisik kita sebagai ortu dan anak. Jika bisa, pilihlah tempat wisata yang family friendly. Dan dari sekian banyak list tempat yang kita kunjungi, sempatkanlah pergi ke taman/playground/kebun binatang sehingga anak kita juga menikmati travelingnya. Waktu kami liburan ke Malaysia pertengahan Januari 2017, kami bermain setengah hari di Taman Tasik Perdana, disana ada taman yang luas dan asri lengkap dengan danau, bamboo house serta playground besar (masuknya gratis lagi) Aisya senaaaang sekali main disini, yang penasaran sama taman ini, link-nya ada di bawah ya. Di Bangkok juga kami menyempatkan bermain ke Taman Lumphini, mengayuh perahu angsa dan main di playground-nya.

Baca juga : DAY3 #MalaysiaTrip : Taman Tasik Perdana

5. Bikin Plan B

Plan B Aisya naik carousel karena ga jadi naik kicir-kicir di Asiatique

Ada kalanya anak kita tiba-tiba tantrum, demam atau kelelahan setelah berjalan kaki cukup jauh, tidur terlampau larut sehingga pagi-nya masih nyenyak dan ini bikin jadwal kita bergeser dari itinerary yang sudah dirancang. Then its time to be more flexible, sejujurnya yang bikin traveling bertiga itu santai karena kami lebih mengikuti ritme Aisya tanpa harus merasa ga enak sama yang lain. Kalau Aisya masih bobo pagi-pagi ya kami biarkan dulu sampai beberapa lama, lalu dirayu untuk mandi, Aisya biasanya langsung semangat diajak mandi pakai shower, bisikan ini seringnya berhasil membuat Aisya bangun, setelah ready, kami pergi sarapan dan jalan-jalan. Siang hari habis jalan-jalan kalau dirasa panas, balik dulu ke hotel, tidur siang, lanjut sorenya jalan. No rush. 

Beberapa kali saat traveling berombongan dengan keluarga yang lain ada kalanya kami memang perlu bikin plan B, ada yang hanya menggeser waktu atau merubah aktivitas di hari itu. Seperti tahun lalu, harusnya kami ke Genting Highland tapi karena salah satu anak demam, kami change the plan, jadi hanya jalan-jalan di sekitaran Kuala Lumpur, main ke KL Gallery, belanja di Mydin, ke pasar Seni dan jalan sore di Dataran Merdeka. Sama hal-nya waktu di Melaka, ga semua anak ikut naik river cruise, ada yang sudah bobo malam harinya, jadi hanya kami dan satu keluarga lagi yang naik cruise bersamaan.
Namanya juga traveling dengan anak, pilih win win solution yang nyaman buat anak dan kita, jangan sampai bikin anak bete karena kita terus memaksanya beraktivitas mumpung lagi traveling, hehe.

Baca juga : 9 Makanan Yang Wajib Kamu Coba Saat Ke Bangkok

6. Pilih Hotel Yang Nyaman 

Salah satu kamar di Berry Glee Hotel, Pic from TripAdvisor

Hotel yang nyaman dengan fasilitas yang ramah anak juga bisa bikin anak kita betah main seumpama jalan-jalan keluar nggak memungkinkan buat dia hari itu. Salah satu hotel yang punya kidz zone yang recommended menurut saya adalah Berry Glee Hotel yang kami inapi saat wisata ke Bali. Kamarnya lucu-lucu, ada lampu neon-nya, cukup luas dan biayanya terjangkau, sekitar Rp. 300.000-an untuk kamar yang standar. Masih di sekitaran lobby hotelnya, ada kolam renang dewasa dan anak, ada pasir lengkap dengan alat main pasirnya, ada area untuk main basket, panjat tali dan seluncuran juga kuda-kudaan. 

Baca juga : Ke Bali Sama Aisya

7. Bawa Tas/Ransel Kecil

Tas Rilakkuma yang setia menemani kami traveling, di dalamnya muat bekal dan baju ganti Aisya

Selalu bawa tas kecil/ransel yang selain berisi bekal juga baju ganti anak, jaga-jaga mungkin anak kita akan berkeringat sehingga kita perlu mengganti bajunya, mengantisipasi bajunya basah terkena air/tiba-tiba muntah karena masuk angin. This is important! Selain baju ortu, baju anak juga harus di-packing dengan baik. Tetap usahakan barang bawaannya tidak terlalu banyak supaya lebih ringkas yaa. 

8. Bawa Bekal

Aisya lagi makan bekal cemilannya saat Island Hopping Di Belitung

Setiap traveling saya selalu membawa bekal di ransel kecil saya, bekalnya antara lain roti dan keju slice, susu kotak, sereal, biskuit, air mineral dan cemilan lain yang Aisya suka in case kita kelaparan selama diperjalanan atau anak kita bakal agak susah beradaptasi dengan makanan di tempat wisata. Alhamdulillah selama traveling ke beberapa tempat Aisya cukup menikmati makannya, seringnya Aisya makan nasi goreng, biriyani, roti naan dan nasi dengan telur mata sapi.
Salah satu pengalaman paling berkesan tentang bekal adalah waktu kami mencari halal food di SkyAvenue Mall Genting Highlands karena bingung dan kelaparan, bekal yang kami bawa rada menyelamatkan rasa lapar yang menjalar hingga akhirnya kami menemukan McD hehe.

Baca juga : Awana Skyway Genting Highlands

9. Menyamakan Langkah Dengan Anak

Ayah menggandeng tangan Aisya selama berjalan-jalan di Langkawi Skybridge

Mengikutkan anak dalam perjalanan berarti menghormati keinginan anak/memperhatikan mood juga kondisi fisiknya. Kita bisa membawa stroller/gendongan untuk memudahkan anak traveling bersama kita, namun jika kita memilih untuk menggandeng tangannya dan berjalan bersama kita, artinya kita harus siap dengan more slow speed πŸ™‚ impact-nya mungkin waktu tempuhnya jadi lebih lama. But thats the point of spending vacation together. Kita juga bisa make a deal dengan anak kita dan memberi tahunya bahwa kita akan mengunjungi suatu tempat dengan kendaraan tertentu, misalnya Kereta Api/Bus, sehingga anak kita excited. Jika lelah, beristirahatlah dan selalu bawa bekal (camilan) juga air mineral.
Karena Aisya suka jalan kaki, she become a very nice travel patner, tapi kalau sudah tiba waktunya untuk digendong, saya serahkan ke Ayahnya yang lebih setrong dari saya, hehehe. By the way, kemarin-kemarin Ayah Aisya bilang sih, “Mam, nanti kita beli micro trike stroller ya supaya Aisya lebih enjoy saat traveling”. Nanti-nya belum tahu kapan, amin-kan dulu saja πŸ™‚

Baca juga : Do Your Kid Enjoy Traveling? – Percakapan Di Keretapi Tanah Melayu

10. Always check and re-check. Help each other πŸ™‚

All packed up and ready to go

A family is a team, saling mengingatkanlah dengan pasangan. Bantu merapikan barang, packig-unpacking-packing lagi dan menge-cek barang bawaan. Terutama saat mau pulang, cek lagi apakah ada yang tertinggal? Disini, poin no.2 yang berisi lembar kendali sangat membantu lho. Suami dan istri sebaiknya berbagi peran, siapa yang lebih menjaga anak dan siapa yang sweeping.

11. Berdoa Sebelum Dan Selama Di Perjalanan

Ini harusnya poin paling pertama tapi sengaja disimpan paling akhir sebagai penutup, saat merencanakan perjalanan, hunting tiket, melakukan persiapan, sebelum berangkat dan selama di perjalanan ingat untuk selalu berdo’a ya. Minta agar Allah SWT melindungi kita sepanjang perjalanan hingga sampai dengan selamat lagi ke rumah dan mendapat banyak hikmah, pelajaran berharga, membuat pengalaman kita makin kaya dari traveling kita dan bikin kita makin bijak dalam menjalani kehidupan ini. Amiin.
Okey, sekian tips dari saya, happy traveling mommies and dads! πŸ˜‰

Advertisements

5 Comments Add yours

  1. muti mimut says:

    Iya pastinya rempong tapi seneng, minimal kudu bawa 3 tas ya mba. 1 tas koper untuk baju-baju, 1 tas buat mainan, 1 tas buat cemilan, susu dsb hehe

    1. Iyaa mba πŸ™‚ buat ranselnya dibagi 2 sama suami jd masing2 bawa ransel hihi

  2. bunda sugi says:

    jalan-jalan ngajak anak-anak memang perlu persiapan ekstra ya Mak? hehe saya sering ngalami, tapi yang deket2 aja sich

    1. Iya lbh rempong tp jd lbh seru dg keriaan anak Bun πŸ™‚ makasi sudah mampir ya Bunda Sugi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s