Banana Oat Pancake Made By Aisya #DIYPOPUPBOOK

18888575_255130978302375_7261884859595882496_n

 

The best toys a child can have is a parent who gets down on the floor and plays with them

– Bruce Perry

Bismillahirrahmaanirrahiim. Assalamu’alaykum Mommies, rumah adalah tempat teraman dan ternyaman bagi anak untuk beraktivitas, di dalam rumah anak kita bisa memainkan apa saja dan kalau sudah selesai bermain, bisa kita bereskan bersama. Agar anak saya tidak bosan main di rumah, kadang saya mengajaknya jalan-jalan ke playground atau disiasati dengan membuat karya bersama, seperti proyek kami yang satu ini.

Alhamdulillah Ramadan kali ini, saya dan putri saya berhasil membuat satu karya bersama, yaitu DIY Pop Up Book. Sudah lama sekali saya ingin membuatkan buku cerita yang ide-nya diambil dari aktivitas Aisya sehari-hari. Nah, karena Aisya suka sekali sama pancake, tercetuslah ide untuk membuat buku dengan judul Banana Oat Pancake Made By Aisya.

Membuat Mainan Edukatif Yang Aman Untuk Anak

Mainan yang bersifat edukatif akan memberi nilai tambah dalam pengerjaannya dan saat dimainkan, oleh karena itu saya memilih untuk membuat DIY Pop Up Book ini dengan anak saya. Selain modal-nya lebih terjangkau dengan bikin sendiri, bikin Pop Up Book juga relatif aman. Bahan-bahannya sederhana, mudah di dapat dan pengerjaanya tidak sulit. Pilihan kertas tentunya berpengaruh ya, pilihkan kertas yang aman digunakan anak, tidak berbau dan sisi-sisinya tidak terlalu tajam. Ada kan kertas yang bisa menggores kulit jari kita.

Awasi juga ketika anak kita melakukan aktivitas menggunting. Saya mempercayakan Aisya untuk menggunting karena Aisya sudah tahu cara menggunting dan bisa menggunting dengan baik, Alhamdulillah selama pembuatan proyek ini tangan Aisya belum pernah berdarah karena tidak sengaja ikut tergunting. Gunakan juga lem kertas atau double tip yang tidak akan lengket sehingga mengurangi kekhawatiran kalau-kalau lem-nya menempel di jari anak dan susah dibersihkan.

Kenapa Pop Up Book? 

Ini dia sneak peak isi buku-nya, lucu dan colorful kan?

Kenapa Pop up book dan bukan buku cerita biasa? alasannya supaya lebih interaktif dan unik. Memang sih waktu pengerjaannya cukup lama, harus sabar mewarna, menggunting, menempel dan menyatukan semua halaman. But really its worth to try! Mommies sudah hapal dong ya, kalau harga buku Pop Up Book itu lebih mahal dari buku cerita anak biasa. Dan ternyata kalau bikin sendiri modalnya tidak terlalu besar lho, contohnya untuk bikin #DIYPopUpBook ini, kami hanya memerlukan kertas warna ukuran A4, buku gambar/HVS, crayon, spidol, gunting dan double tip yang ketika ditotalkan hanya butuh merogoh kocek sebesar Rp. 26.500 dengan rincian sebagai berikut :

  1. Kertas warna 3 pack Rp. 15.000
  2. Buku Gambar Rp. 3.000
  3. Double Tip Rp. 8.500

Untuk gunting, spidol dan crayon tidak dihitung ya karena sudah tersedia di rumah. Bagaimana, modalnya terjangkau kan? tentu Pop Up Book-nya sederhana saja karena ini adalah proyek Ibu-anak, hal yang terpenting adalah value-nya sampai ke anak dan kita bisa menghabiskan waktu untuk bekerjasama merampungkan proyek DIY Pop Up Book ini.

Dalam membuat DIY Pop Up Book ini saya lebih banyak menggambar, lalu Aisya mewarnainya dengan crayon dan menggunting beberapa gambar yang sudah diwarnai. Lem yang kami gunakan adalah double tip agar lebih kuat saat halaman yang satu ditempelkan ke halaman yang lain. Dengan isi buku yang berwarna-warni serta pop-up, Aisya jadi lebih bisa menghidupkan isi cerita, dibantu dengan tulisan yang sudah saya buat di tiap halaman.

Sebetulnya ini adalah DIY Pop Up Book kedua yang kami buat, yang pertama lebih simpel. Kami hanya menggambar, mewarnai, kemudian menempelkan gambar-gambar tersebut di buku gambar yang kami beli di warung. Isinya juga beragam, belum jadi satu cerita seperti ini. Jujur saya senang sekali ketika akhirnya buku Banana Oat Pancake Made By Aisya ini selesai setelah tertunda karena Aisya sempat demam. Demamnya sepertinya disebabkan terlalu lelah berpergian dari Bintaro – Bandung – Banjaran – Bandung, jadi sebelum kembali ke Bintaro saya memberinya Tempra Syrup . 

Tempra Syrup ini baru pertama kali saya minumkan pada Aisya mengingat panasnya cukup tinggi saat itu, yaitu 38 dercel. Aisya menyukai buah anggur, that’s why suami membelikan Tempra Syrup  rasa anggur agar Aisya mau meneguknya. Saya cukup percaya diri memberikan Tempra Syrup rasa anggur untuk Aisya karena sirup ini dapat dikomsumsi oleh anak berusia 1-6 tahun dimana, setiap 5 ml Tempra Syrup mengandung 160 mg paracetamol yang bekerja sebagai antipiretika pada pusat pengaturan suhu di otak dan analgetika dengan meningkatkan ambang rasa sakit. Untuk anak berusia 2-3 tahun anjurannya adalah memberikan 5 ml Tempra Syrup, kita tidak perlu bingung karena tersedia gelas takar di dalam kemasannya. Alhamdulillah setelah minum Tempra Syrup, istirahat dan makan yang cukup, demam Aisya segera hilang sehingga kami bisa kembali ke Bintaro untuk melanjutkan proyek DIY Pop Up Book ini. Saran penggunaan, dosis dan kandungan dari sirup ini bisa dilihat di kemasannya ya, atau Mommies bisa klik Tempra Syrup untuk mendapatkan keterangan yang valid.

Balik lagi ke DIY Pop Up Book, saya mau membahas lebih banyak tentang isi buku-nya ya. Isi buku ini terinspirasi dari Aisya yang suka bikin pancake. Pada awalanya Aisya hanya bertugas mengocok telur, sekarang Aisya sudah bisa menuangkan susu cair, menambahkan tepung oat, garam, gula, memasukkan mashed banana dan mengaduknya. Untuk mentega leleh masih saya yang menambahkan, setelah semua teraduk rata, giliran saya deh yang memanggangnya di atas teflon. Kalau pancake-nya sudah jadi, kami akan menghiasnya dengan beberapa toping. Tergantung isi kulkas juga sih, kalau lagi ada es krim, pakai es krim. Kadang hanya pakai selai cokelat atau parutan keju dan susu kental manis. Kami memang sering menggunakan tepung oat dan pisang dalam adonan pancake, tujuannya agar pancake-nya mengenyangkan dan lebih sehat.

Mengenai bahan-bahan dan alat yang kami gunakan untuk membuat pancake juga kami ceritakan di buku ini, bahkan saya membuatkan satu halaman berisi buah pisang besar yang bisa ditarik pisangnya juga miniatur dapur dan pilihan topingnya. Spesial buat para Mommies yang tertarik untuk bikin DIY Pop Up Book dengan buah hati, berikut step by step cara pembuatannya ya.

Cara Membuat DIY Pop Up Book

  1. Siapkan kertas warna berukuran A4, saya menggunakan 3 warna yaitu pink, biru dan kuning sebagai basic dari buku yang akan kita buat.
  2. Sediakan juga buku gambar/HVS untuk menggambar, gunting, double tip, dan alat mewarna seperti crayon dan spidol, bisa juga menggunakan cat air/pensil warna.
  3. Carilah ide apa yang akan diceritakan pada Pop Up Book yang akan kita buat, kemudian buatlah story line sederhana berupa sketsa apa saja yang akan kita ceritakan di tiap halamannya, lengkap dengan ilustrasi gambar. Story line yang saya tulis di diari ini menjadi panduan saat mengerjakan DIY Pop Up Book di kertas warna.
  4. Dari story line yang sudah kita reka, kita akan tahu berapa banyak halaman yang akan kita buat. Setelah jumlah halaman kita ketahui, kita bisa mulai melipat beberapa kertas warna A4 menjadi dua bagian layaknya buku.
  5. Mulailah menggambar dan minta anak kita untuk mewarnainya. Beri mereka kebebasan untuk berkreativitas. Karena proyek ini waktu pengerjaannya cukup lama, kegiatan ini bisa dijadikan agenda harian juga ya Mommies. Misal hari ini mewarnai gambar pada halaman pertama, besoknya mewarnai gambar pada halaman kedua, mengguntingnya lalu menempelkannya.
  6. Tentukan halaman mana saja yang ingin dibuat timbul, dan bagaimana metode pop up-nya. Saya pribadi membuat variasi pop up, untuk tulisan bismillah di awal halaman bisa langsung tegak berdiri ketika halamannya dibuka dengan menempelkan ujung kertas HVS ke dua sisi halaman. Sedangkan untuk pengenalan diri Aisya dan saya, saya gunting bagian tengah kertas warna agar gambar saya dan Aisya bisa menempel di sela-sela halaman ketika dibuka. Salah satu bagian yang paling menarik adalah halaman berisi buah pisang besar yang ceritanya ketika kulitnya kita kupas, maka buah pisangnya bisa kita tarik, dan satu lagi miniatur dapur timbul yang berwarna cerah berisi oven, kompor dan lemari dapur.
  7. Izinkan anak kita untuk ikut menggunting gambar-gambar yang sudah diwarnai, tidak terlalu rapi tidak masalah. Semakin artistik bentuknya, ini menunjukkan keterlibatan anak kita yang cukup besar dalam pembuatan Pop Up Book-nya.
  8. Menempel menggunakan double tip adalah ide saya setelah mencoba me-lem menggunakan lem kertas dan tidak rekat sempurna. Dalam hal menempel, Aisya membantu saya menggunting double tip-nya dan membuka bagian atas double tip yang sudah direkatkan ke gambar/kertas warna.
  9. Setelah semua proses menggambar, mewarna, menggunting dan menempel potongan gambar selesai, kita bisa mulai menambahkan tulisan di tiap halamannya. Buatlah se-kreatif mungkin, minimal dengan warna yang berbeda agar anak kita makin asik membacanya. Saya menggunakan spidol warna dan menulis di kertas HVS, latar berwarna putih membuat tulisannya lebih terlihat cantik.
  10. Terakhir, rekatkan sisi halaman yang tidak berisi gambar maupun tulisan dengan sisi halaman lain menggunakan double tip sampai semua halaman menyatu dan menjadi sebuah buku. Oia jangan lupa beri judul yang menarik di sampul bukunya ya.
  11. Taraaa DIY Pop Up Book pun jadi, kini buku ini bisa dinikmati dan dibaca kapan saja oleh anak kita. Aisya kadang meminta saya membacakannya, tapi ia juga sering membacanya sendiri sambil memainkan gambar-gambar di dalamnya, seperti ini, Aisya sedang mengembangkan dialog antara saya dan Aisya sambil menggoyang-goyangkan gambar kami.

 

Saat DIY Pop Up Book berjudul Banana Oat Pancake Made By Aisya ini jadi, saya merasa senaaang sekali. Alhamdulillah akhirnya punya buku hasil karya saya dan Aisya yang bisa ikut dipajang di rak buku bersama buku-buku anak lainnya dan bisa dibawa, dibaca kapan saja. Bagaimana Mommies? seru kan bikin DIY Pop Up Book dengan anak? terkadang mainan untuk anak itu tidak harus mahal ya, bikin DIY Pop Up Book sederhana seperti ini bareng-bareng sama anak justru lebih berkesan dan bikin kita bisa lebih menghargai bukunya. Membuat Pop Up Book bersama anak juga melatihnya untuk bisa menciptakan mainannya sendiri, bukan mustahil kenangan dan ilmu yang anak kita dapatkan saat masih kecil memicunya untuk lebih bersemangat menghasilkan karya-karya yang lebih bagus di masa depan, kan?

Versi lengkap dari cerita Banana Oat Pancake Made By Aisya ada di channel youtube saya ya, ini link-nya https://youtu.be/d4EJRcdB-sg silakan mampir ya Mommies.

Yuk ciptakan mainan edukatif yang aman bersama anak seperti DIY Pop Up Book ini agar kreativitas anak kita makin terasah 🙂

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Tempra yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi. Artikel ini tidak dapat menggantikan hasil konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.

Advertisements

33 Comments Add yours

  1. Nisaul Makhmudah says:

    Masyaa Allah.. You’re truly story teller mamiiii.. Aisya seneng banget pasti bikin pop up book begini 😍😍

  2. Ih keren mb, kemrin di acara literasi jg ada sesi pop ups book, tp sdh dicetak, pdf tinggal print..

  3. Agnes says:

    Wui, idenya mangstap nih.. 👍👍

  4. Leli says:

    Good artikel, sis:) keep sharing yaa

  5. Boenda_ratoe says:

    Mami Aisya.. telaten bingits… bisa share bareng ini sm Kk Orlin n Noe.. hobinya sama.. eksplorasi.. luph luph.. *oleh oleh thailand nya kurang.. mami 😘

  6. Ubad says:

    Wah bunda & Aisya ini emang gak ada matinya. Harus subscribe ini mah. Barak Allah ya, bunda & Aisya. Oh iya sekali2 boleh tuh project-nya melibatkan ayahnya, biar bisa lebih kolaboratif 😊😊😊

  7. Dhina says:

    Wah patut dicoba ni DIY, kreatif dan menginspirasi. Anak Happy, ibu pun Happy. Tetap kreatif mama & Aisya!

  8. nikensekar says:

    Wahhh..keren banget Aisya..kecil2 udah bisa berkarya kreatip ( jempol banyak buat ibunya..). Beneran loh menginspirasi buat tugas project utk anak SD kecil..hehehe

  9. Eri says:

    As always, Mami Aisya selalu punya ide kreatif buat menyalurkan energi Aisya yang ga abis2, hehe… Keep up the good work, Mami! 😊

  10. Tika Meiriska says:

    Waaah…idenya boleh juga nih mba!kebetulan sy jg suka bkin kerajinan tangan sperti itu,smoga klw udh pny anak kelak bisa bkin DIY bareng sperti mba sundari dan aisya ya…

  11. Tiqa says:

    Kreatif teh..buat inspirasi nanti insyaAlloh kalo udh punya anak 😆😆😆

  12. Dzulfikar says:

    wah, ini bisa buat project anak2 di rumah, spy gak main gajet mulu hehehe

  13. Sallute Bunda.
    Bisa di kembangkang dengan permainan lainnya.

    #semangat

  14. inspiratif👍🏻 mau ikutan aaah bikin 😊

  15. Dwi Yosha says:

    Wah..Bunda dan Aisya kreatif sekali sampai kepikiran bikin pop up book:) Patut ditiru nih.. Aisya juga pasti ga bosenan yah teh anaknya, bisa telaten ngerjain craft begini, salut!

  16. Mega says:

    Keren lah bundaa.. Sahabat yang satu ini, kreatif banget..😉

  17. .Rani R Tyas says:

    Wah kreatif pisan.. udah lama pengen bikin tapi nggak nyampe-nyampe juga logikanya.. padahal mah intinya yang penting tekun ya.

  18. wah kreatif banget klo beli jd buku pop up itu harganya sll mahal idenya keren mba bisa hemat pengeluaran lagi yah 😍

  19. Yeni Sovia says:

    Wah bunda kreatif sekali terus jago lagi ngegambarnya. Saya kayaknya harus beljar ngegambar juga nih. Pengen bisa juga bikin kayak gini klo anak saya udah agak gede. Bunda juga boleh mampir ke blog saya. Saya juga membuat mainan playdough sederhana n aman buat anak juga. Salam kenal ya bunda 😃

    1. Terimakasih sudah mampie Bunda, wah iya I will visit your blog too 🙂

  20. Dwi Septiani says:

    Widihhhhh gud luck Teh Ai.. aku kok ya mau buat2 DIY gini tuh masih suka susah manajemen waktunya di rumah.. hahaha *plak! 😅

  21. Audia Kursun says:

    Keren banget teh!
    Banyakın konten kayak gunı bıar nantınkalo punya anak bısa aku contek 😊😊😊
    Emak-emak yang sangat kreatıf sekalı teteh maşaallah 😊😊😊

  22. winda reds says:

    Keren banget crafty mama!
    Saya suka kepentok niat dan pesimis duluan sama kemampuan seni rupa yang acakadut. Padahal, yang penting berani berkreasi yaaa. Aisya keliatan hepi banget! Ditunggu Mbak contekan simple craft berikutnya 🙂

  23. Elvi says:

    Waw keren bgt aisya.. jd pengen ngajarin ponakan jg kayak gt deh. Inspiratif

    1. Iyaa vii, ayo ajari ponakannya 🙂 alat dan bahannya very simple kan?

  24. Dewi Rieka says:

    Apiiik, kreatif banget mba..

  25. Nuri Trianti says:

    Masyaa Allah.. kereeen..
    Inspirasi aktivitas kreatif bersama anak..
    Aisya sudah terampil mewarnai dan menggunting ya bun.. can’t wait to see the next pop up book.. 🙂
    Terus berkarya bunda dan Aisyaa.. ^^

  26. Mang Ipan says:

    anaknya teh meni pinterrrrrr,, kecil-kecil uda jago drawing, painting, and reading a story.. loveeee

  27. Morinta says:

    Waaah super kreatif banget bunda Aisyaa….selain melatih motorik halus juga bisa melatih imajinasi anak ya. Ditunggu buku mennu pop-up lainnya yaa bundaaa…

    1. Insya Allah, makasi udah mampir Mo 🙂 semoga nanti bukunya dicetak penerbit betulan yaa hihi. Amiin

  28. Bukunya jadi berapa halaman? Sasya biasanya cuma buat kartu-kartuan pop up aja. Nggak kepikiran dijadikan buku. Jadi keidean.

    1. 10 halaman teh Alhamdulillah 🙂 setelah bikin ini jd pgn bikin lagi. Oia saya jg kepikiran bikin Pop Up kartu lebaran nih teh buat Idul Fitri kali ini. Nuhun udah mampir teh Shanty 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s