Pancake Pisang – Oatmeal Buatan Jasmine

 Pancake Aisya

Pagi sekali, Jasmine sudah bangun.

Jasmine sangat bersemangat hari ini.

Tadi malam, sebelum tidur, Bunda berjanji akan membuatkan Jasmine pancake untuk keesokan harinya.

Ya, Jasmine suka sekali pancake.

“Bunda, bunda, lagi masak ya?”, tanya Jasmine, menghampiri Bunda-nya ke dapur.

“Wah, anak Bunda sudah bangun”, Bunda Jasmine kaget.

“Iya sayang, Bunda sedang masak”, jawab Bunda.

“Masak pancake ya Bunda?”, tanya Jasmine lagi.

“Iya, Jasmine mau bantu?”, ajak Bunda.

“Mau, mau mau!”, seru Jasmine gembira.

“Hari ini, kita akan membuat pancake spesial”, ucap Bunda.

“Pancake spesial?”, Jasmine penasaran.

“Iya, pancake-nya dibuat dari oatmel dan pisang”, jelas Bunda.

“Waaah, pakai pisang ya Bunda? Hmm yummiii”, Jasmine membayangkan betapa lezat pancakenya.

“Yuk kita mulai”, Bunda memperkenalkan satu per satu bahan-bahan yang akan digunakan untuk membuat pancake.

Ada oatmel, pisang, susu, telur, garam, gula dan mentega cair.

Jasmine memperhatikan dengan antusias.

“Pertama-tama, kita blender dulu oatmeal-nya. Sampai bentuknya seperti terigu”, ucap Bunda.

“Kenapa nggak pakai terigu, Bunda?”, tanya Jasmine.

“Pakai oatmel juga bisa, sayang”, jawab Bunda.

Bunda menjelaskan, bahwa oatmeal dan pisang lebih sehat.

“Bunda boleh minta tolong Jasmine memasukkan oatmeal-nya ke dalam blender?, tanya Bunda.

“Boleh Bunda”, Jasmine membantu dengan senang hati.

Setelah oatmeal-nya masuk, Bunda menyalakan blendernya.

Terdengarlah bunyi blender yang bising, Jasmine menutup telinganya sambil tertawa.

Bunda menekan tombol agar blender berhenti berputar dan menuangkan oatmeal bubuk ke dalam sebuah mangkok.

“Waaah, jadi halus ya Bunda”, ucap Jasmine saat melihatnya.

“Iya sayang, jadi seperti terigu ya”, Bunda tersenyum.

Jasmine mengangguk.

“Nah, sekarang Jasmine bantu Bunda ya”, kata Bunda.

“Bantu apa Bunda?”, tanya Jasmine.

Jasmine melihat Bunda memecahkan sebutir telur dan memasukkan isinya ke dalam mangkok besar.

“Jasmine, tolong masukkan mentega cair-nya ke dalam telur ya”, Bunda meminta tolong pada Jasmine.

“Oh iya Bunda”, Jasmine mengambil mangkok besar berisi telur dan menuangkan mentega cair ke atasnya.

Bunda mengambil whisk, alat pengocok adonan kemudian mulai mengocok campuran telur dan mentega cair-nya.

“Aku mau, aku mau, Bunda”, teriak Jasmine.

Rupanya Jasmine ingin mencoba mengocok telur-nya.

“Boleh, pelan-pelan ya sayang”, Bunda memberikan whisk-nya pada Jasmine.

Saat Jasmine sedang asik mengocok telur, Bunda memasukkan bahan lainnya ke dalam mangkok besar.

“Kita tambahkan susu cair ke dalam telurnya ya”, Bunda menuangkan sedikit susu.

“Aku mau, aku mau”, Jasmine tertarik untuk mencoba menambahkan susu-nya.

“Boleh, sedikit-sedikit ya sayang”, Bunda meminta Jasmine untuk menuangkan susu cair perlahan.

“Terus, kita tambahkan apa lagi, Bunda”, Jasmine semangat sekali membantu.

“Ini tolong masukan oatmeal yang sudah dihaluskan ya”, Bunda tersenyum melihat Jasmine yang sigap membantu.

Jasmine menuangkan semua oatmeal ke dalam mangkok besar

“Ambil sejumput garam”, Bunda menambahkan garam dengan ibu jari dan telunjuknya.

“Kok pakai garam Bunda, nanti asin dong?”, tanya Jasmine.

“Garam-nya sedikit aja kok sayang. Supaya rasa dari semua adonan bisa menyatu”, Bunda menjelaskan kegunaan garam pada Jasmine.

“Gula-nya sama akuuu”, Jasmine ingin memasukkan gula pasir ke dalam mangkok berisi adonan.

“Boleh, gula pasirnya 1 sendok saja ya”, ucap Bunda.

“Kenapa satu sendok, Bunda”, Jasmine penasaran lagi.

“Kan pisang-nya sudah manis, jadi gula-nya secukupnya aja”, jawab Bunda.

“Oh iya, nanti kemanisan ya Bunda”, Jasmine berseri-seri.

“Kita aduk dulu adonannya yuk”, ajak Bunda.

“Sama aku, sama aku”, Jasmine berseru semangat.

Jasmine mengaduk semua adonan menjadi satu.

“Boleh gantian? Kan Jasmine sudah, sekarang giliran Bunda mengaduk ya”, pinta Bunda.

“Oh, boleh-boleh”, rupanya Jasmine asik sekali melihat gumpalan-gumpalan di mangkok adonan.

Bunda mengocok adonan dengan cepat.

Membuat gumpalan-gumpalan besar yang Jasmine buat menjadi halus.

“Waaah, adonannya jadi seperti es krim ya Bunda”, ucap Jasmine saat Bunda selesai mengaduk.

“Iya sayang, lembut dan halus ya”, ucap Bunda.

Jasmine mencelupkan jari telunjuk ke dalam mangkok berisi adonan dan menjilatnya.

“Hmm, maniiiis”, ucap Jasmine.

“Jasmine, sayang. Ini belum matang, harus dimasak dulu ya sebelum dimakan”, Bunda mengingatkan Jasmine.

“Oh iya, lupa Bunda. Habis, bentuknya seperti es krim sih”, Jasmine tersipu malu.

“Pisangnya kapan dimasukkan, Bunda”, Jasmine teringat pisang-nya masih utuh.

“Oh iya, boleh kita masukkan sekarang ya”, jawab Bunda.

Jasmine melihat Bunda mengupas pisang dan memotong pisang menjadi dua.

“Wah potongannya besar sekali, Bunda”, ucap Jasmine, bingung karena potongan pisangnya besar sekali.

“Aku potong kecil-kecil ya Bunda”, Jasmine menawarkan diri untuk memotong pisang menjadi bagian-bagian yang kecil.

“Oh, nggak perlu dipotong sayang, kita haluskan dengan garpu saja”, jawab Bunda.

Bunda mengambil garpu kemudian menekan-nekan pisang hingga pipih dan halus.

“Ini namanya pisang tumbuk”, kata Bunda.

“Nggak perlu terlalu halus ditumbuknya, agar pancake-nya bertekstur”, jelas Bunda lagi.

“Naaah, selesai, kita masukkan pisangnya ke dalam mangkok adonan ya”, ajak Bunda.

“Aku mau, aku mau!”, ucap Jasmine yang ingin mencampurkan pisang ke dalam adonan pancake.

“Diaduknya pakai sendok saja ya sayang”, kata Bunda.

“Pelan-pelan ya Bunda?”, tanya Jasmine.

“Wah pintar Jasmine”, puji Bunda.

“Iya pelan-pelan saja sayang, agar adonannya nggak keluar mangkok”, Bunda tersenyum.

“Oke, sekarang kita nyalakan kompor dan taruh adonan pancake di atas teflon ya”, ucap Bunda.

“Aku mau, aku mau”, kata Jasmine lagi.

“Dimasak sama Bunda ya karena teflonnya panas”, Bunda meminta Jasmine untuk melihat saja.

Bunda membalikkan pancake-nya, agar semua sisi matang.

“Taraaa, pancake-nya sudah matang!”, ucap Bunda.

“Asiiiik”, teriak Jasmine.

“Sekarang kita hias pancake-nya ya”, ajak Bunda.

“Aku mau pakai selai cokelat”, Jasmine mengambil selai cokelat.

“Boleh”, kata Bunda.

Jasmine mengoleskan selai cokelat ke atas pancake-nya.

“Gimana rasanya, enak pancake-nya?”, tanya Bunda.

“Hmm, yumiii”, jawab Jasmine.

“Enaaaak sekali”, ucap Jasmine lagi.

“Bunda mau?”, Jasmine menawari Bunda.

“Mau, mau mau”, Bunda mengikuti gaya bicara Jasmine.

Jasmine dan Bunda tertawa bersama.

Pagi itu, Jasmine senang sekali. Ia belajar membuat adonan pancake. Jasmine jadi tahu berbagai bahan untuk membuat pancake dan ikut mengaduknya.

“Bunda”, panggil Jasmine sambil mengunyah.

“Iya, sayang”, jawab Bunda.

“Ini pancake pisang-oatmeal buatan Jasmine!”, seru-nya.

“Hebat! Jasmine sudah bisa buat pancake ya sekarang”, puji Bunda.

“Aku suka pancake!”, Aisya berseru gembira.

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. asik sekali. Karena anak-anak saya suka juga pancake, jadi tertarik bikin pancake tanpa terigu, kalau tidak keberatan share resepnya dong bund 😊

    1. Bunda Endang, terimakasih ya sudah mampir 🙂 wah sama yaa anak kita suka pancake. Iya saya suka bikin pancake dengan tepung oat dan pisang yang dilumatkan. Utk tepung oat-nya bisa dengan menghaluskan oatmeal biasa (saya pakai Quacker oat) pakai food processor. Saya masukkan k toples utk bikin cake & cookies jg. Utk cara bikinnya sama dg bikin pancake menggunakan terigu, perbandingan pisang : tepung oatnya itu 1 : 2. Lbh banyak tepung oat-nya supaya adonannya padat. Utk bahan lainnya sama saja, mentega cair, telur, susu cair, gula garam 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s