3 FAKTA UNIK THAILAND

IMG_20170503_140457
I really like when it rain, it makes my heart peaceful and grow a happy feeling inside of me
.

Hujan bikin saya tenang dan semangat, seneng aja gitu. Adik saya bilang, saya Pluviophile. Dari 7 ciri yang dipaparkan dalam IDNTimes most of them betul sih, cuma saya ngga sampai pengen hujan-hujanan dan justru malah kurang suka lihat awan gelapnya. But I enjoy when the rain fall, membuka pintu, membiarkan hawa sejuk yang dibawa hujan masuk, mencium aroma tanah yang diguyur hujan dan merenung-menatap rintik air yang turun.

Aisya sampai heran kenapa saya anteng lihatin hujan, dan akhirnya dia menutup pintu rumah dan berkata, “Mami, jangan lihatin hujan, ayo temenin Aisya di dalam”. Hihi, ternyata Aisya kurang suka saya menikmati hujan lama-lama.

Some people probably think, saya kurang kerjaan. But I don’t know, I just like it.

Hujan juga seringkali mengajak saya mengingat momen-momen yang sudah berlalu, kerinduan terhadap masa muda, hal-hal mellow yang pernah saya lewatkan.

Ya, saya lagi kangen jaman kuliah dan nge-mall sama teman-teman, hang out, ngobrol ngalor ngidul. Having besties around you, to hear whatever that I say.. I miss those moment.

I miss talking a lot and meet many people.

Hujan 4 hari ini sukses bikin saya nostalgia. Salah satunya ke momen saat saya jadi panitia AUDC saat kuliah. Asean Universities Debate Championship mempertemukan saya dengan banyak orang dari negara-negara yang ada di ASEAN.

Di event ini saya juga kenalan sama seorang Bikshu dari Thailand, he was a student of Mahidol University that time. I remembered that we walked together, talk and accompanied him to looking for a vegan birthday cake for his friend.

Mumpung ingatannya masih hangat, saya mau gabungkan dengan 3 memori mengesankan lainnya saat saya mengunjungi Thailand Mei lalu ya.

3 FAKTA UNIK TENTANG THAILAND

  1. Monks Are Everywhere

     

    IMG_20170502_073907

    Monks on the street

    Sebelum saya berangkat ke Thailand, saya sudah mencari-cari kontak teman lama saya itu – Phra Chainarong namanya – dipanggil Elpi. But I didn’t find either his email or instagram or facebook.

    Memang sih, ngga semua participants yang saya kenal ketika AUDC berlangsung masih keep in contact sama saya. Hanya beberapa saja yang lumayan sering ngobrol.

    So, keinginan reunian sama Elpi di Bangkok kayaknya gagal deh. Terakhir nge-google sih, sekarang beliau jadi dosen di Mahidol University, Wallohualam bishowab 🙂

    Nah, pas ke Bangkok saya melihat banyaaaak banget bikshu yang tersebar di berbagai tempat. Seperti di pasar, di terminal bus, di pinggir jalan, di kuil juga di bandara.

    IMG_20170503_092410

    Para bikshu di terminal bus

    Para bikshu ini sudah stand by dari pagi. Mereka menunggu orang-orang yang mau melakukan ibadah. Dari yang saya perhatikan, orang-orang yang beribadah ini datang membawa bungkusan berisi makanan, lalu Bikshu-nya akan memasukkan ke dalam kantong. Kalau sudah terkumpul banyak mereka pergi membawa buntelan tersebut ke kuil untuk dimakan bersama dan dibagi-bagikan.

    Bikshu yang saya temui juga beragam, ada yang jubahnya berwarna lebih tua dan agak lecek namun ada juga Bikshu yang kece abis. Ganteng, looks intelligent, jubahnya bagus dan memegang smartphone di tangan mereka.

    Elpi pernah cerita pada saya kalau menjadi bikshu adalah keinginannya sendiri. Awalnya beliau tinggal di Kanada, lalu pindah ke Thailand. Disana, orang tuanya menawari Elpi, apakah ia tertarik jadi bikshu? After saying yes, his parent then sent him to Temple. 

    Elpi learn to be a monk since he was a child.

    Picture 049

    AUDC memory – berfoto bersama Elpi (pria gundul berjubah oranye di belakang saya)

    “You cannot touch me”, ucap Elpi saat saya sedang berjalan di sela bangku kelas tempat perlombaan debat berlangsung dan Elpi duduk di salah satu bangku – beliau takut saya mengenainya.

    Bagi saya hal ini cukup unik, seorang bikshu tidak boleh disentuh oleh siapa pun, kecuali oleh keluarganya, seperti Ibu dan Ayah-nya. Lebih lanjut lagi, seorang bikshu hanya boleh makan solid food dari pagi menjelang siang. Lewat pukul 12.00 hingga keesokan pagi-nya, mereka hanya diperkenankan minum. Wow!

    Para bikshu tidak menikah, jika sebelumnya mereka menikah, ketika menjadi bikshu otomatis mereka akan terputus dari hubungan yang mengikat mereka sebelumnya.

    Iseng-iseng, saya tanya Elpi, “Do u ever have a feeling for woman?”. And he said no, hihi.

    Lanjut ke fakta unik ke-2 yaa.

  2. Lese Majeste Di Thailand

     

    Grand Palace Blacl Dress
    Saat musim panas, suhu di Bangkok bisa mencapai 40 dercel. Alhamdulillah saat kami berkunjung kesana, panasnya masih di 38 dercel and its already felt really HOT.
    That’s why we bring our hat & umbrella when we were strolling around the Grand Palace and Royal Temple.

    Ketika kami tiba di Grand Palace terlihat banyak warga Thailand yang mengenakan pakaian hitam-hitam, mereka berkumpul untuk memanjatkan doa untuk almarhum Raja Bhumibol Adulyadej.

    Masyarakat Thailand memang diwajibkan berkabung selama 1 tahun atas permintaan Maha Vajiralongkorn (anak laki-laki almarhum Raja).

    Masih berhubungan dengan Kerajaan, di Thailand diberlakukan Lese Majeste.

    Lese Majeste adalah pasal yang melindungi keluarga kerajaan dari hinaan & ancaman. Jika ada masyarakat yang ketahuan melakukan segala bentuk penghinaan terhadap keluarga kerajaan, mereka bisa langsung dihukum bahkan masuk bui.

    Foto-foto almarhum Raja Bhumibol juga terpampang di banyak tempat, baik di pertokoan, gedung-gedung tinggi, dan di jalanan. Thailand people menganggap keluarga kerjaan dan raja-nya sebagai keturunan dewa, oleh karena itu mereka sangat menyanjung Raja-nya.

    Btw, Grand Palace And Royal Temple area is really gorgeous. Catch the beauty here SAWADEE KHA BANGKOK.

  3. Beside Monks, Lady Boy Also Everywhere

    IMG_20170502_133158
    Di Indonesia ada waria, yang suka mangkal di perapatan, dan mendekati mobil-mobil saat lampu berubah jadi merah – bernyanyi sambil bawa kecrek. Tapi tidak banyak.
    Di Bangkok dan Pattaya, para lady boy ini ada dimana-mana. Di jalan, di bus, di toko, everywhere. Its easy to find Kathoey in Thailand.

    Ada yang memang wajahnya cantik, seperti wanita, namun ada juga yang masih ketara banget wajah laki-lakinya. Bahkan ada yang memelihara janggut, berbadan kekar tapi jari-jarinya lentik.

    Banyaknya Kathoey di Thailand ini tidak terlepas dari kepercayaan orang Thailand yang meyakini bahwa tidak hanya ada 2 gender (pria dan wanita), namun ada juga gender ketiga yaitu waria.

    Saya tidak berani berfoto dengan mereka, meskipun beberapa lady boy yang kami temui seem ramah-ramah. Ada yang menyapa Aisya dan mengajak Aisya bergandengan tangan di Pattaya Point, tapi Aisya lebih memilih lari-lari dengan Hamka.

    Di Pattaya juga ada satu gang yang dipenuhi oleh sexy-lady-boy, cerita lengkapnya ada di postingan ini ya PATTAYA – Khob Khun Kha.

3 hal di atas adalah ke-unikan yang tidak saya temukan di Indonesia. Okey, nostalgianya saya cukupkan sampai disini dulu 🙂 please correct me if I’m wrong yaa. 

 

 

33 KISAH ME TIME – Perjalanan Ibu Bahagia

Cover

Saya paling suka berbagi dan mendengarkan cerita teman-teman, terutama para Ibu seperti saya. Mengetahui tantangan yang mereka hadapi & how they overcome it membuat saya merasa tidak sendiri dan menguatkan saya untuk terus berjuang dalam dunia motherhood.

Perjuangan apa saja sih memangnya? kesannya serius amat yak, hehe. Yaa, berjuang jadi Ibu yang sabar, melepaskan diri dari ghost-of-parenting, berusaha tetap ‘waras’ kala banyak deadline, termasuk memperjuangkan hak untuk me-time.

Kenapa butuh me-time? Karena semua orang butuh time to be with themselves – ini me-recharge semangat dalam diri juga re-connect ourselves with us.

Cara me-time juga ada banyak, ada yang me-time-nya dengan menulis, menonton food channel, berduaan dengan Allah di sepertiga malam dan banyaaak lagi. Tidak harus mahal, bahkan me-time bisa jadi menghasilkan (produktif).

Bersyukur sekali – Alhamdulillah, saya mendapatkan kesempatan untuk sharing bersama 33 Ibu lainnya yang tergabung dalam grup ODOPfor99days (One Day One Post) mengenai how we spend our me-time. Cerita-cerita kami kemudian dirangkum dalam sebuah karya berbentuk buku yang berjudul 33 Kisah Me Time.

Dalam buku ini tertuang mengenai esensi me-time, impact yang Ibu rasakan setelah me-time juga bagaimana me-time versi kami – 33 Ibu dengan beragam profesi & latar belakang. Psst, ada special me-time story dari Bu Atalia Kamil (istri Walikota Bandung) & Bu Septi Peni Wulandani (Founder Institut Ibu Profesional) lho!

Nah, buku seperti inilah yang saya suka. Berisi cerita yang diambil dari kehidupan sehari-hari, ringan dan dekat dengan dunia Ibu. Sekarang kita kupas isi bukunya lebih banyak lagi ya 🙂

33 KISAH ME TIME – Perjalanan Ibu Bahagia, Buku Apakah Ini?

Atalia Kamil

1. Buku tentang apa ini?

Buku ini berisi kisah-kisah nyata dari para ibu yang berusaha mewujudkan kebagiannya melalui me time yang sederhana. Kisahnya unik dan inspiratif karena ditulis dengan sudut pandang yang berbeda. Buku ini juga menjelaskan mengapa me time menjadi sesuatu yang berharga buat ibu. Selain, kisah-kisah inspiratif, buku ini juga mencantumkan tips dan trik buat ibu agar bisa meluangkan waktu sebentar saja untuk melakukan aktivitas me time.

2. Mengapa buku ini perlu dibeli?

Buku ini dikemas dalam bahasa yang ringan dan mudah dipahami banyak orang tanpa kesan menggurui. Buku sekitar 100 – 150 halaman dengan harga jual dibawah Rp 50.000,- Buku yang tidak terlalu tebal namun sarat makna akan selalu dinanti para ibu dan mampu menjadi pelepas rindu untuk membaca buku.

3. Apa keunikan buku ini?

Buku ini menjadi unik karena berisi kisah dari berbagai ibu dengan latar belakang yang berbeda. Sehingga cerita-cerita dalam buku ini akan terasa lebih menyentuh dibanding buku sejenis. Bisa jadi, belum ada satu buku pun yang mengisahkan tentang perjalanan me time para ibu.

4. Siapa yang akan membaca buku ini?

Secara umum target pembaca adalah wanita dewasa baik yang sudah menikah atau pun masih single. Target khusus adalah semua ibu baik ibu rumah tangga maupun ibu bekerja yang tengah mencari cara agar tetap sehat mentalnya dengan melakukan aktivitas me time yang sederhana.

5. Apa isi buku ini?

Secara umum ada beberapa tema besar dalam buku ini, yaitu :

Perjalanan 1: Tentang Me time
Mengangkat tema seperti: Definisi me time, jenis-jenis aktivitas me time yang sering dilakukan ibu, serta manfaat me time.

Perjalanan 2: Kisah Inspiratif Me Time
Bagian kedua buku ini menyajikan berbagai kisah me time dari sudut pandang single Mom, metamorfosa me time, menulis sebagai me time, volunteering sebagai me time, me time ala cancer survivor dan kisah lainnya.

Perjalanan 3: Strategi Me Time
Mengangkat tema-tema seputar Strategi mendapat waktu me time, mengatur jadwal harian agar bisa me time, dan kisah lainnya.

5 Best Quotes Of 33 Kisah Me Time

 

whatsapp-image-2017-09-09-at-05-38-21

“Sebenarnya, kebahagiaan itu sederhana. Kadang sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata karena bahagia itu adalah sebuah pilihan, bukan hasil. Maka tidak ada yang mampu membuat diri bahagia hingga kamu memilih untuk bahagia karena bahagia tidak datang padamu, tetapi ia ada di dalam dirimu.” –Lendyagasshi

“Me time seolah menjadi obat mujarab penghalau jenuh, bosan dan suntuk. Sehingga setelah melakukan me time, ibu kembali berbinar ceria dengan jiwa penuh bahagia dan siap menularkannya ke seluruh anggota keluarga. Happy Mom Raise Happy Family.” –Anittaqwa Elamien

“Menikmati kesendirian adalah cara menjaga kewarasan. Menutup telinga dari banyak kata hingga hanya suara hati yang terdengar. Make your special time.” –Putri Utami

“Suatu saat nanti, jam 8 pagi aku, jam 8 pagi kamu, akan menjadi jam 8 pagi kita. Akan kita habiskan waktu istimewa berdua, melakukan banyak hal yang kita suka. –Hepi Risenasari

“Me time bagi saya, seorang Breast Cancer Survivor, adalah sebagai pengingat untuk bersabar. Anda akan mengetahui cara bersabar dalam buku ini.” –Rita Rahmawati

Open PO Buku 33 Kisah Me Time

PO
Buku 33 Kisah Me Time yang diterbitkan melalui Stiletto Indie Book ini terdiri dari 190 halaman, berisi 33 kisah me-time PLUS 2 special me time stories dari Bu Atalia Kamil (istri Walikota Bandung) dan Bu Septi Peni Wulandani (Founder Institut Ibu Profesional).

Sekarang masih dibuka PO-nya lho, jadi buat teman-teman yang tertarik membaca curahan hati kami disini bisa langsung pesan ke Stiletto Book (WA 08812731411) atau ke line-nya stiletto_indiebook. Bisa juga order ke mba Nani selaku tim marketing dari ODOP (WA 087725035427).

Format order-nya seperti ini ya :

Format Order
Pengiriman bukunya akan dilakukan oleh Stiletto Book dari Yogyakarta, but don’t worry karena teman-teman bisa memilih jalur ekspedisinya. Ada JNE, POS, Wahana, dan J&T, lengkap kan servis-nya? 🙂

So, tunggu apa lagi? yuk ikutan PO sekarang, supaya awal Oktober, Ibu-ibu sudah bisa menikmati buku ini. Follow juga instagram, twitter dan facebook kami yaa.

Socmed Me Time Story

Kalau mengingat prosesnya, saya jadi terkesima sendiri. Alhamdulillah Allah memudahkan jalan saya untuk menerbitkan satu buku tahun ini – setelah sebelumnya target saya adalah rutin ngeblog. Alhamdulillah wa syukurillah.

Bagi saya, buku antologi perdana ini adalah a good start.
Terselip do’a agar bisa lahir buku-buku lainnya dari rahim saya (amiin).

Harapan saya, semoga 33 Kisah Me Time ini bisa menjadi teman para Ibu. Kapan pun Ibu merasa galau, Ibu bisa membuka buku ini and knows that you are not alone. Ada banyak cara untuk bahagia, salah satunya dengan meluangkan waktu untuk me-time.

8 Tips Jitu Agar Kamu Lolos Seleksi CPNS 2017

20583284_121861628447502_1193492766412242944_n(1)

Assalamu’alaykum semua, adakah di antara teman-teman yang sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi CPNS tahun ini? Kalau ada, silakan disimak ya 8 tips dari suami saya yang Alhamdulillah lolos seleksi CPNS pada tahun 2014 dan kini menjadi abdi negara di Kementerian Keuangan.

Tips-tips di bawah ini dibagi per-tahapan, tiap tahapan ada persiapan dan tantangan yang perlu di-conquer. So, apa saja tips and trick-nya? ini dia..

8 Tips Jitu Agar Kamu Lolos Seleksi CPNS 2017 – Irfan Ramdani 

Tepat pada 5 September 2017 pemerintah melakukan pengumuman secara serentak bahwa 60 instansi dan 1 pemprov (Kalimantan Utara) membuka seleksi CPNS 2017. Dan mendadak banyak yang nge-japri saya, menanyakan apa saja yang harus dipersiapkan agar lolos seleksi CPNS.

Langsung saja ke intinya, mungkin ini yang saya lakukan dulu ketika akan menghadapi seleksi CPNS 2014 dengan case KEMENTERIAN KEUANGAN.

Ini adalah kali pertama saya mendaftar CPNS, sebelumnya saya bekerja di LPP Salman ITB sebelum lulus kuliah hingga menikah dan memiliki anak. Pada tahun 2014 saya memutuskan untuk mengikuti seleksi CPNS di Kementerian Keuangan. Di tahun yang sama, istri saya juga mendaftar untuk seleksi CPNS namun sayang, beliau gagal pada tahap akhir.

Lucky me, Allah menghendaki saya lolos seleksi CPNS. Nah melalui tulisan ini, saya mau berbagi pengalaman selama mengikuti proses seleksinya ya guys. Semoga bermanfaat 🙂

Seleksi CPNS ini biasanya ada 2 bagian ya guys, ada TKD (Tes Kemampuan Dasar) yang ini pasti dan akan selalu ada, dan TKB (Tes kemampuan Bidang), TKB ini akan menyesuaikan dengan instansi yang kita lamar.

Dulu TKB kementerian Keuangan terdiri dari PSIKOTES, TES KESEHATAN DAN KEBUGARAN, WAWANCARA. Dan inilah kira-kira ini yang saya lakukan, lebih tepatnya TIPS sekaligus BERCERITA sambil mengenang masa lalu. Haha..

1. Berdoa 

Tidak usah dijelaskan lagi mengapa Berdoa ya, bagi yang mempercayainya Doa itu adalah segalanya, terutama orang tua.

2. Siapkan Berkas dengan lengkap 

Tahap pertama yang saya lakukan adalah menyiapkan berkas pendaftaran online dengan lengkap, dengan cara membaca setiap butir-butir persyaratan dengan teliti. Tahap ini tidak sulit guys, jika kita yakin berkas kita lengkap, pasti kita kan LULUS tahapan ini.

Sekarang pendaftaran dilakukan di http://sscn.bkn.go.id (saya di panselnas). Pada dasarnya sama saja, dulu saya melakukan proses pendaftaran ke panselnas ini karena saat itu saya menjadi panitia Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Nasional di Makassar.

3. Pemberkasan

Pada tahapan ini kita akan dipanggil sesuai dengan jadwal yang telah diumumkan oleh instansi yang kita lamar, tentunya buat yang LULUS pendaftaran online saja.

Siapkan berkas yang diminta pada pengumuman, biasanya kita akan diminta membawa yang asli.

Saya kebagian pemberkasan jam 13.00-15.00 lokasi Gedung D kampus PKN STAN (d/h STAN) Bintaro, ini jadi pengalaman pertama saya nginjakin kaki di Bintaro. Dari Bandung saya berangkat menggunakan Travel pukul 07.00 pagi dan sampai sekitar pukul 11.00. Kalau sekarang boro-boro macetnya makin dasyat. Hihihihi (Hadapi saja)

Pada tahapan ini saya minta bantuan kepada adik binaan di Beasiswa Perintis 3 yang Kuliah di D3 Pajak (Alhamdulillah) namanya Rachmat Mulyadi dari SMAN 2 Cimahi. Oya di tahapan ini gerbang akan ditutup sebelum jam 13.00, jadi saya harus antri dari jam 12.10 supaya kebagian barisan pertama.

Mengapa? Karena pada saat itu anak saya masih 8 bulan dan di hari yang sama istri saya akan melaksanakan TKD di Badan Koordinasi Kemananan Laut (Bakorkamla) klo sekarang namanya jadi BAKAMLA. TKD Istri saya mulai jam 15.30 di Rawamangun. Bintaro – Rawamangun Jauh brayyyy saya harus segera selesai agar bisa lanjut ngejar KRL . dan kebagian pertama ngantri 5 menit kemudian selesai, segera saya diantarakan sama Rachmat ke Stasiun Pondok Ranji.

4. Tes Kemampuan Dasar (TKD)

Sekarang namanya Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) sama aja. Intinya ini adalah Test menggunakan CAT dari BKN. Yang saya lakukan adalah mempersiapkan TKD ini dari semenjak saya menyatakan siap mendaftar di Kemenkeu. Kurang lebih 1 bulan saya belajar TKD. TKD atau SKD ini nantinya akan terdiri dari Tes Intelejensi Umum (TIU), Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), dan Karakteristik Pribadi (TKP).

Masing-masing tes ada Nilai Matinya ya guys. Saya sebagai orang yang ambil IPA di SMA merasa kesulitan di materi TWK, ini bikin sayarajin baca buku dan materi kebangsaan, materi yang diujikan seputaran (Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, Tata Negara, Pusat dan pemerintahan Daerah, Sejarah Perjuangan Bangsa (ini yang paling susah saya karena harus buka lagi materi BPUPKI, PPKI, Panitia 9) dan soal-soal ajaib lainnya.

Untuk TIU saya merasa relatif lebih mudah karena kemampuan eksak sisa-sisa SMA dulu. Ahaha. Kalo TKP mah gampang guys, kamu tinggal jawab saja jawaban yang paling IDEAL dari 5 pilihan.

TWK dan TIU terdiri dari 30 soal dan TKP 40 soal, semua harus dikerjakan dalam waktu 90 menit. Saya beli buku TKD yang disertai dengan CD latihan TKD nya biar terbiasa, alhasil lancar. Jika tidak salah Passing Grade untuk TWK dan TIU adalah 75 (setiap 1 soal benar nilainya 5) dan nilai TKP minimal adalah 126. Sehingga nilai minimal yang harus kita dapatkan adalah 276. Tapi jangan sampe kamu mau dapet yang minimal karena kita saingannya banyak jadi ya harus besar-besaran nilai disini.

Sebagai gambaran, dulu formasi yang saya lamar untuk Kualifikasi Pendidikan S1 Teknologi Pendidikan/Manajemen Pendidikan/Administrasi Pendidikan memiliki saingan 910 dengan memperebutkan 32 kursi, artinya 1:30.

Pada tahapan TKD ini jika formasi yang dibutuhkan adalah diatas 10, maka yang akan diambil dari tahapan TKD ini adalah jumlah formasi x 3. Dan jika dibawah 10 yang diambil adalah dikali 5. Artinya pada tahapan TKD ini untuk formasi yang saya lamar yang lolos TKD adalah 32×3 = 96 nilai tertinggi saja, padahal yang lolos sesuai passing grade mah buanyak, tapi ya itu kembali kepada keterntuan yang berlaku ya.

Oh iya guys, TKD ini sistemnya transparan sekali, karena setelah selesai kita akan mengetahui nilai kita TWK, TIU, TKP nya berapa-berapa dan totalnya berapa. Jika di kemenkeu setelah selesai ujian TKD tunggu 10-15 menit hasilnya akan dipajang sesuai ranking per kelas yang mengikuti ujian di papan pengumuman yang sudah disediakan di luar kelas. KEREN KAN GUYS.

Nilai saya dulu 345, berada di posisi ke 4 dari kelas tersebut, dengan nilai segitu saya survey kepada teman-teman sejurusan yang ikut CPNS di Kemenkeu ini. Dari survey kecil itu kita bisa ambil sampel untuk memprediksikan lulus tidaknya kita pada TKD ini.

Pengumuman hasil TKD pun tiba dan saya berada di peringkat 45, namun berdasarkan nilai ada di peringkat ke-18. Maklum banyaknya nilai yang sama antar peserta. Nilai tertinggi dari jurusan Tekpend/ManPend/Adpend ini adalah 406 klo tidak salah, dan peserta yang hasil TKD-nya ada di peringkat 1-3 gagal pada tahap psikotes.

5. Psikotes

Tes ini harus dijalani dengan penuh kesiapan, sungguh-sungguh dan dengan jiwa yang sehat, mengapa?

Karena pada tahapan ini kesabaran kita akan diuji. Kita akan mengerjakan soal dari jam 08.00 s.d. 15.00. Saya Kebagian tes di Pusdiklat Bea Cukai, rawamangun. Jangan telat datang, BAHAYA – bisa mempengaruhi psikologis kita.

Agar datang on time, saya mencari penginapan di sekitaran sana agar hati dan pikiran tenang. Dapatlah di Wisma UNJ seharga 140.000 berdua, saya menginap dengan teman yang saya kenal lewat Kaskus, karena di Kaskus ada grup CPNS Kemenkeu.

Sejak daftar CPNS, saya jadi anak KASKUSER sesaat. Disana, informasinya apdet sekali Ok, menginaplah saya dengan Kang Isep asal Ciamis yang sekarang bekerja di Dirjen Pajak.

Saya juga belajar dari kaskus mengenai apa saja yang akan diujikan pada psikotes ini. Tes-nya antara lain Matdas semacam TPA gitu, tes PAULI, tes gambar orang, tes gambar pohon, tes bangun ruang) pokonya tes-nya banyak banget dan kita ga boleh pipis bro selama tes berlangsung, hahaha.

Saya belajar banget tuh PAULI, kebetulan saat itu sedang S2 dan ada teman yang S1 nya Psikologi, berlatih menggambar (karena ga bisa gambar) tapi ga dinilai dari bagus tidaknya gambar ya. INGAT SAJA, TES INI HARUS SEHAT JIWA RAGA PIKIRAN DAN HATI.

Dan dari tes Psikotes ini hanya 33 saja yang lolos dari 96 peserta. EMEZING kan, dimana rank 1,2,3,5,6,8 saat TKD mereka ga lolos guys. Artinya saya harus menyisihkan 1 peserta saja ditahapan wawancara dan TKK.

6. Tes Wawancara

Intinya saya lulus tes wawancara ini karena meyakinkan pewancara dan saya cerita terkait pekerjaan saya mengurus BEASISWA PERINTIS dan saat menjadi Ketua di Pembinaan Anak-anas Salman.

Karena yang ditanya adalah kegagalan dan keberhasilan, bagaimana cara mengatasi kegagalan tersebut. Initnya yakinkan saja pewawancara memilih kita dan kita ceritakan apa adanya. Alhamdulillah berkah dari ngurus anak-anak sholeh/Sholeh di PAS dan Beasiswa Perintis. [e;ajari di gugel ya guys tips wawancara karena cukup membantu.

Tahap ini tidak ada pengumuman LULUS nya karena tes nya disatukan dengan TKK pengumumannya. Pada tahapan ini saya menginap di rumah saudara saya di Tebet, kebetulan dapat lokasi Wawancara di Kantor Pusat DJP tak jauh dari Tebet.

7. Tes Kesehatan dan Kebugaran (TKK)

Lagi-lagi saya mencari penginapan untuk tes terakhir ini, saya mencari bantuan karena kebetulan tes nya di STAN. Dan alhamdulillah kali ini dibantu sama anak PERINTIS juga, kali ini dibantu anak Perintis 4 yang kuliah di STAN.

Dapatlah penginapan 100.000 di Bintaro dan segera saya mengambil nomor antrian jam 05.30 pagi dan menjadi peserta no. 1 (TERNIAT).

Pada tes ini kita diminta berlari selama 12 menit dan harus mencapai 2,4 KM. Nah, yang saya lakukan adalah latihan lari seminggu 3x di Sabuga ITB. Beli sepatu lari (dulu murah dan belinya di elevia) dapat cashback 50*=% jadi harganya cuma 80rb, haha.

Alhamdulillah target tercapai saya Finish di No.2 di belakang anak Bea Cukai terpaut 10 meter saja dari dia.

Lanjut dengan shuttle run semenit setelah lari 12 menit, membentuk angka 8 selama 3x dimana kita ga boleh salah membentuk lingkaran nya. Jika salah siap-siap saja ga LULUS. Dulu saya menyelesaikan shuttle run ini dalam waktu 15 detik.

8. Pengumuman

Doa yang kuat ya guys terus rajin Dhuha dan Sedekah.

Alhamdulillah saya dinyatakan LULUS.

Dan ternyata dari 33 yang tersisa ini yang lulus hanya 27 orang padahal formasi-nya 32 orang. Artinya ada 6 orang yang tidak LULUS. Saya tidak tahu dimana mereka, apakah tidak lulus pada Wawancara atau TKK. Wallohualam.

Pada akhirnya yang terbaik tetaplah dari Allah SWT. Tugas kita hanya berikhtiar semaksimal mungkin, hasilnya kita serahkan kepada yang lebih tahu akan kita.

Ok, sekian dulu sharing-nya ya guys. Akhir kata, SEMOGA ADIK-ADIK, REKAN, TEMAN SEMUA ADA DALAM KESUKSESAN. TETAP SEMANGAT DAN SALAM BAHAGIA.

Silakan, jika merasa bermanfaat boleh di Share.

NEW YORK STRAWBERRY CHEESECAKE

IMG_20170907_211413_609

Last Thursday, I decided to make a New York Style Strawberry Cheesecake. The sweet-cheesy-soury taste reminded me of Bandung Makuta’s Cheese that my husband and I bought to celebrate the Independence day of Indonesia. I like it 😊

Saya suka bagian atas Makuta Cheese yang fluffy, juicy daaan terasa banget kejunya. Hmm. Oh, I’ve been craving for this one, for the whole week!

Berhubung saya males ikutan jastip atau nge-grab ke 23 Paskal Shopping Center (disini antriannya ngga panjang), saya pun ngubek resep-resep cheesecake di youtube. Kebetulan banget, one of my cooking guru – Gordon Ramsay – memiliki resep cheesecake yang super simple. Saya langsung tertarik membuatnya sendiri di rumah.

Bahannya sederhana, kita hanya butuh cream cheese dan pelengkap lainnya yang ketika saya tengok, sudah ada di dapur.

Cream cheese-nya seperti biasa, beli di Baltos (dibelikan adik saya sepulang kuliah). Merk-nya sama dengan cream cheese yang saya gunakan untuk membuat Tiramisu Cheesecake #Homemade

Kalau birthday cake-nya suami ini masuk kategori no-bake-cheesecake, nah pada eksperimen kali ini cheesecake-nya melalui proses pemanganggan di oven dulu.

Resep yang saya share ini merupakan modifikasi dari resep asli ya. Untuk Raspberry-nya saya ganti dengan buah strawberry dan saya tidak menambahkan parutan kulit jeruk lemon pada adonan saya. Langkah-langkahnya,saya ikuti plek plek dari juri Masterchef ini pada video-nya.

Dear Mommies, siapkan celemekmu and let’s get cooking!

RESEP NEW YORK STRAWBERRY CHEESECAKE (Mami Jasmine Simple Recipe)

IMG_20170907_212749_175

Bahan :

  1. 2 ons Cream Cheese Merk Calf
  2. 6 sdm gula putih
  3. 3 butir telur
  4. Fresh strawberries
  5. 2,5 sdm tepung terigu

 

Cara Memasak :

  1. Potong buah stroberi menjadi 2 bagian, sisakan untuk toping
  2. Siapkan mangkok besar dan masukkan gula putih beserta cream cheese ke dalamnya
  3. Start creaming process dengan mengocok cream cheese dan gula dengan kecepatan sedang ke tinggi dengan menggunakan whisk. Jika sebelumnya cream cheese disimpan di dalam kulkas, keluarkan dulu hingga teksturnya menjadi lebih lembek – ini petuah dari Bapak Gordon ya, dan saya manut saja. Memang sih dengan begini jadi lebih mudah ketika mengocok (tidak keras/kaku)
    IMG_20170905_070632
  4. Kocok lepas 3 butir telur, lalu masukkan sedikit demi sedikit. Aduk rata hingga telur dan adonan cream cheese-nya tercampur rata
  5. Setelah itu, taburkan 2,5 sdm tepung terigu ke dalam adonan secara bertahap. Aduk rata hingga adonannya menyerupai adonan pancake
  6. Panaskan oven tangkring dengan api sedang (suhu 180 dercel)
  7. Sambil memanaskan oven, tuangkan adonan cheesecake ke dalam Loyang yang sudah dialasi baking paper
  8. Terakhir, tambahkan potongan buah stroberi dan panggang selama 35-40 menitIMG_20170905_072007
  9. Setelah Strawberry Cheesecake-nya jadi, angkat dan tiriskan
  10. Sajikan dalam cake tier/pisin

Ketika memanggang cheesecake ini, saya membuka pintu oven sebanyak 2 kali. Jujur saya khawatir tindakan tersebut membuat cheesecake-nya gagal matang, apalagi gas kompor tiba-tiba habis. Jadi ada jeda waktu yang membuat cooking process-nya terhambat.

Sambil harap-harap cemas, setelah Mamang gas datang dan memasangkan gas-nya, saya nyalakan lagi api dan meneruskan memanggang adonan. Ngga mau nyerah ceritanya.

Dan.. Alhamdulillah ternyata cheesecake-nya well cooked 😊

IMG_20170907_211746_904

Saya ambil satu slice dan menggigitnya. Cheesecake-nya juicy, rasanya cenderung manis, rasa asam dari strawberry bikin cake-nya lebih lezat tapi malah ngga terlalu ngeju.

Mungkin karena saya memasukkan 6 sdm gula dan 2,5 sdm terigu. Dalam eksperimen selanjutnya sepertinya saya harus mengurangi kadar gula dan tepung terigunya supaya rasanya lebih balance.

 However, strawberry cheesecake ini habis juga sama Bapak, Ibu, adik dan anak saya. Aisya juga bekal cheesecake ini dan melahapnya saat lunch time di sekolah. Lagi-lagi dibuat happy sama anak yang suka masakan saya. Alhamdulillaaah.

Yeah, for the first strawberry cheesecake that I baked, nampaknya kue ini pas di lidah keluarga saya.

Menyantap New York style strawberry cheesecake ini dikala hangat enak, saat dingin juga yumiii. Scooping an ice cream and put it  on top will also be a great way to enjoy this cheesecake. Ah, I definitely have to  try to make the cheesecake again next time.

Terimakasih sudah mampir ke Mami Jasmine Simple Recipe. Selamat mencoba di dapur masing-masing, TGIF 😊

IMG_20170907_212518_263