Tips Agar Anak Rajin Gosok Gigi

Screenshot (42)

Alhamdulillah gigi Aisya berderet dengan rapi, tidak ompong dan berlubang, masih lumayan bersih dan putih karena gosok gigi tiap hari.

Beberapa Ibu-ibu yang berinteraksi langsung dengan Aisya kadang bertanya, “Aisya ngga suka makan cokelat ya? Gigi-nya bagus.”

Atau

“Aisya, mah bagus gigi-nya. Ga pernah makan permen ya?”

Kenyataannya Aisya sering kok makan cokelat dan permen. Aisya memang ngga pakai dot untuk minum ASI saat masih menyusu. Dot hanya saya gunakan saat minum air putih. And its not all the time. Jadi bisa dibilang jarang sekali.

Kata Ibu-ibu yang anaknya pakai dot, dot itu bikin gigi jadi kurang cantik. Entah roges, berwarna kecoklatan maupun ompong. Betul ngga Moms? please yang tahu alasan ilmiahnya ditunggu komennya ya πŸ™‚

Kalau hipotesa soal efek samping pakai dot ini betul, berarti dengan tidak menggunakan dot sudah membuat gigi Aisya tetap kokoh hingga usia 4 tahun ya.

Saya perhatikan, teman-teman se-usia Aisya ada yang sudah ngga utuh atau mengalami problem gigi anak yang saya sebutkan tadi di atas. Namun ada juga yang masih baguuusss. Karena belum sempat ngobrol sama Ibunya teman-teman Aisya yang bergigi oke, saya mau sharing pengalaman seputar per-gigi-an ya, termasuk tips agar anak rajin gosok gigi.

Tips agar anak rajin gosok gigi ini pop-ing up karena Nyonyamalas memposting instastory yang bertanya, gimana caranya ngajarin anak gosok gigi? Betul ngga mba Ella?

PERTUMBUHAN GIGI AISYA

Screenshot (43)

Sebelum memberi tips, saya mau cerita dikit tentang pertumbuhan gigi Aisya.

Tidak seperti bayi-bayi lain yang usia 6 bulan gigi-nya sudah ada empat, dan 1 tahun itu sudah lumayan banyak, usia 6 bulan gigi Aisya seingat saya baru muncul dua. Bahkan hingga setahun rasanya masih empat.

Jadi, ada yang sempat bilang, “Aisya di usia 1 tahunan masih kaya bayi banget ya. Gigi-nya masih sembunyi.”

Alhamdulillah, saya bukan tipe Ibu yang panikan. Saya selalu memilih bertanya pada Dokter Anak dan Bidan soal tumbuh kembang anak.

Ketika saya dan suami memeriksakan Aisya ke Dsa juga ke Bidan, keduanya mengatakan, “It’s okay. Bakal gigi-nya ada. tunggu saja hingga tumbuh”.

Yang saya lakukan akhirnya menunggu dengan optimis, bahwa gigi anak saya, yang saat itu tumbuhnya lebih lambat dari bayi-bayi seusianya akan lengkap juga nantinya.

Baca juga :Β Home Treatment Untuk Bayi Dengan Berat Lahir Rendah (BBLR)

Qadarullah, di usia 2 tahun, gigi-giginya mulai menghiasi rongga mulutnya. Lengkapnya mungkin usia 2 lebih ya. Bapak saya ikut menyuntikkan semangat dengan mengatakan, “Aisya nanti gigi-nya akan kuat. Seperti taji ayam, semakin lama ia tumbuh, akan semakin kuat”.

That’s make me more positive, ya meski gigi ngga bisa disamakan dengan taji, tapi analoginya masuk akal lah.

Nah pertumbuhan gigi Aisya inilah yang menurut saya jadi salah satu alasan masih bagusnya gigi Aisya di usia 4 tahun. However, pasti ada masa tanggal-nya nanti. But Thank God again, sampai saat iniΒ ngga berlubang, ngga roges dan ngga kecoklatan warnanya.

Okey, sekarang lanjut ke tips agar anak rajin gosok gigi ya.

TIPS AGAR ANAK RAJIN GOSOK GIGI

pigeon-baby-training-tootbrush-sikat-gigi-bayi-set-3in1-lesson-123-6609-19789645-86405b751a49cfbe557b650aa144bc2f-catalog_233

Tips ini berdasarkan pengalaman pribadi kami ya. Karena yang namanya kebiasaan baik itu harus dibangun, jadi saya mulai mengenalkan konsep gosok gigi ini dari Aisya bayi.

Kenalkan Anak Pada Konsep Gosok Gigi

Pada dasarnya, menggosok gigi adalah tindakan membersihkan gigi kita. Saya mulai mengenalkan konsep gosok gigi ini sejak Aisya masih menyusu. Setiap kali selesai menghisap ASI, saya teteskan 1 sendok teh air putih ke lidahnya. Kata Bidan Sri, air putih ini berguna untuk menyapu ASI yang menempel pada lidah bayi. Suka lihat kan yang putih-putih nempel di lidah bayi? Nah gitu cara gosok gigi bayi πŸ™‚

Mengenalkan Anak Pada Sikat Gigi

Saya ingat sekali. Saat gigi Aisya mulai tumbuh, meski saat itu baru 4 biji, saya sudah memberinya sikat gigi. Sikat gigi-nya yang dari silikon dan banyak jenisnya itu lho. Saya biarkan ia memegang sikat gigi lucu tersebut.

Biarkan Anak Merasa Nyaman Dengan Sikat Gigi

Setelah Aisya merasakan tekstur dari sikat giginya, saya persilakan Aisya menggosok gigi sendiri, dengan caranya sendiri. Sesuka hati Aisya, tujuannya supaya ia nyaman dulu. Disini masih belum pakai odol ya.

Ajari Anak Cara Menggosok Gigi Yang Benar

Setelah anak merasa nyaman mengenggam sikat gigi sendiri serta menyikat sesukai hati, pelan-pelan kita boleh contohkan cara menggosok gigi yang benar. Gosok gigi depan, atas-bawah dan gigi geraham. Ini yang saya beri tahu pada Aisya. Dan Aisya sudah paham, kalau saya minta ia menggosok gigi geraham, ia akan membuka mulut dan membersikan gigi bagian dalam.

Beralih Ke Sikat Gigi Lembut

Setelah gigi-nya mulai banyak, saya pilihkan sikat gigi yang sikatnya lembut. Supaya saat Aisya gosok gigi tetap nyaman, tidak merasa sakit, disikatnya juga pelan-pelan.

Memberi Odol Pada Usia 2 Tahun

Beranjak 2 tahun, ketika gigi-nya sudah lengkap, saya merasa sudah waktunya Aisya menggunakan odol. Odolnya juga yang aman jikalau tertelan. Saya pakai Pigeon rasa stroberi dan jeruk. Trus penggunaannya juga secuil, sebiji anggur lah. Kecil binggo kan?

Beralih Ke Sikat Gigi Kodomo

Jatuhnya sebut merk ya, but truly sekarang Aisya pakai Kodomo, sikat dan odolnya. Aisya suka rasa apel dan anggur. Di usia 4 tahun, sikat gigi silikon dan bersikat lembut sudah not working well lagi, sehingga sikat gigi balita lah yang Aisya butuhkan. Kalau ngga, pakai sikat yang lebih tebal dan masih lumayan lembut trus ada gambar Barbie-nya.

Rutinkan Waktu Sikat Gigi

Ini masuk ke habbit ya. Setiap mandi, usahakan untuk selalu gosok gigi. Aisya ngga susah gosok gigi, ia juga senang menggosok giginya sendiri. Kadang-kadang mau juga digosokin sama saya dan Ayahnya. Sampai saat ini metode menyikatnya masih pelan, ngga kaya orang dewasa. Odolnya juga sebesar biji jeruk.

Yang bikin Aisya hayu hayu aja saat diminta gosok gigi, bisa jadi karena dari bayi sudah saya kenalkan pada konsep gosok gigi dan Aisya merasa nyaman dengan memegang sikat gigi sendiri. Sehingga sampai sekarang ia suka gosok gigi.

Tentu ada saat tidak ideal, dimana Aisya lagi ngga mau gosok gigi. Tapi minimal sehari gosok gigi sekali.

Jelaskan Manfaat Menggosok Gigi

Sebelum masuk sekolah, bu guru akan memeriksa kuku dan gigi anak-anak. Biasanya diawali dengan pertanyaan, “Anak-anak, tahu ngga kenapa harus rajin gosok gigi?”

Anak-anak akan serentak menjawab “Supaya ngga ada kumannya, Bu!” atau “Supaya ngga sakit gigi, Bu.”

Nah, manfaat menggosok gigi ini sudah lebih bisa dipahami oleh anak usia 3-4 tahun ya. Saat kita mengucapkan berulang-ulang, bisa jadi inner voice di kepala anak lho.

To make it sound fun, dulu saya bilangnya gini ke Aisya, “Aisya tahu ngga kenapa harus gosok gigi? Kalau kita ngga gosok gigi nanti kuman-kumannya bakal berkemah di gigi Aisya. Mereka akan bikin api unggun di gigi dan membakar marshmallow. Aisya mau ngga kalau kuman-kuman berkemah di gigi Aisya?”

Aisya akan menggeleng, hehe.

Ya jelaskan sesuai daya tangkap anak ya Moms, supaya asik aja gitu.

Tips-nya cukup dulu ya! Step-nya yang jelas :

  • Bikin anak nyaman dulu dengan memegang sikat gigi dan menggosok gigi sendiri sesuka hati
  • Ajari anak cara menggosok gigi yang benar dengan mencontohkan
  • Beri secuil odol saat usianya sudah 2 tahun, gunakan odol yang aman
  • Ajak untuk menggosok gigi setiap hari, disiplin tapi caranya juga harus asik supaya anak senang

Nah, itu rangkumannya ya πŸ™‚ Selamat mencoba, semoga artikel ini bermanfaat Moms.

 

 

5 thoughts on “Tips Agar Anak Rajin Gosok Gigi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s