DEEP in the SAHARA – Mauritanian Women In Malafa| Review Buku Anak

IMG_20180423_103102_878.jpg

Ilustrasi memegang peranan penting dalam sebuah cerita. Even in my age, saya masih tertarik dengan buku-buku yang memiliki ilustrasi kece.

Seperti yang sudah saya ceritakan dalam tips Berburu Harta Karun Di BBW dalam memilih buku bacaan anak, ada 4 hal yang saya perhatikan :

  • Ilustrasi. Ilustrasi yang muncul pada cover adalah gerbang menuju isi buku. Biasanya ilustrasi yang catch my eye and my heart bakal bikin saya lebih menginginkan sebuah buku.
  • Tulisan. Mencakup banyaknya tulisan dalam satu halaman serta huruf yang dipakai. Tulisannya sebisa mungkin harus jelas, ga dempet-dempet, font-nya tidak terlalu ajaib dan kalimat-kalimat di satu halaman ga panjang apalagi rumit.
  • Value. Tentu saja, isi cerita dan nilai-nilai apa saja yang dihantarkan oleh sebuah buku juga menjadi bahan pertimbangan saya. Karena value yang disisipkan melalui cerita biasanya sampai lebih enak pada anak.
  • Keunikan buku. Contohnya touch and feel book, pop-up-book dan art book lainnya juga saya pilih untuk memperkaya koleksi media cetak Aisya.

Nah, Deep In The Sahara menjadi salah satu buku yang memenuhi 4 kriteria di atas. Ilustrasi-nya bikin saya tertarik, tiap halaman didominasi oleh gambar dengan beberapa kalimat dengan huruf yang jelas dan sederhana, dan ada value di dalamnya.

Buku ini unik! Karena saya baru pertama melihat cerita seperti ini. Dari judul dan covernya saja sudah bikin saya penasaran. Saat melihatnya untuk pertama kali, saya menebak-nebak.

“Ini bukunya tentang kehidupan di gurun Sahara bukan ya?”

“Perempuan-perempuan di sampulnya kok pakai kain yang warnanya kontras seperti sari?”

Dan ketika saya membuka halaman-halamannya, saya jadi tahu, buku ini memiliki muatan Islam di dalamnya.

Deep In The Sahara

Pada sampul belakang tertera harga dan barcode buku ini, yaitu US $17.99. Saya beli di BBW dengan harga Rp. 50.000,- Berarti diskonya 80% ya! Subhanallah, mantaaap.
Worth to buy banget ini 🙂 Ratingnya juga 3,93 dari 5 bintang di goodreads.com

Sekarang, yuk intip isi bukunya!

DEEP IN THE SAHARA by Kelly Cunnane & Hoda Hadadi

DSC_0121

More than all the stars in a dessert sky,
Lalla wants to wear a malafa
so she can be beautiful like her mother..
Mysterious like her older sister, Selma..
A fine lady, like her cousin, Aisha.

“Aisya, malam ini kita baca buku Malafa ya?” agar lebih mudah saya menyebut buku ini Malafa pada Aisya.

“Ngga mau ah! Aku maunya yang Digging For Dinosaurs,” jawab Aisya.

“Kan itu sudah kemarin, sekarang kita baca buku ini ya,” ajak saya lagi.

Aisya menggeleng.

“Di ceritanya ada yang namanya Aisha lhooo,” ucap saya sambil menunjukkan gambar wanita-wanita cantik berbalut Malafa.

“Aisha? Just like me!” seru Aisya.

Saya mengangguk.

“Mana Aisha-nya?” ia mendekati saya.

“Mau tahu yang mana? Yuk kita baca bukunya,” rayuan saya akhirnya berhasil membuat Aisya membuka buku ini.

Deep in the Sahara,
sky yellow with heat,
rippled dunes slide
and scorpions scuttle.

In a pale pink house the shape of a tall cake,
you watch Mama’s malafa
flutter as she prays.

More than all the stars in the dessert sky,
you want a malafa
so you can be beautiful too.

“Mami, ini apa?”

“Ini malafa sayang,”

“Kenapa Lalla-nya ingin pakai malafa?”

“Karena dia ingin terlihat cantik seperti Ibunya.”

Your sister, Selma, in malafa glows.
Nothing but dark eyes show.
More than all the camels in the land,
You want a malafa so you can be mysterious too.

 When you tell Selma, she laughs,
“A malafa is for more than mystery,” she says
as her flip flop flip across the sand.

“Mami, ini sisternya ya? Kok pakai malafanya gitu?”

“Iya hanya kelihatan matanya aja ya, mulut sama hidungnya ditutup supaya ga kena debu. Karena di gurun pasir itu banyak debu berterbangan, Aisya.”

When you tell cousin Aisha,
she pats you on the head as if you’re still a child!
“Lalla, a malafa is for more than being like us,” she says,
And saunter away with the women through the dust.

 “Oh, ini cousin Aisha-nya ya Mami,”

“Iya, cantik ya.”

Acacia pods ratle, and fruit bats sleep.
Grandmother sits on a cushion to brew tea,
her malafa the robe of ancient royalty.
More than all the mint leaves sold in the market,
you want a malafa, so you can be like a long ago queen too.

When you tell Grandmother, she hums, Mmm.
A malafa is for more that a tradition,” she says,

 “Kok Lalla-nya tidur di neneknya?”

“Iya dia lagi diceritakan sama neneknya trus ngantuk,”

“Neneknya minum teh? Kok ada foam-nya?”

“Iyaa, ini minuman apa ya, pake teh dan daun mint…”

IMG_20180417_191438

Goats waggle home to tents for milking,
and everywhere in the air is the evening call to prayer.
Men hurry to mosques, and all the women to quiet places to pray except you.

“Mama,” you say,
“more than all the dates in an oasis,
I want a malafa so I can pray like you do.”

 “Mami, kok bapak-bapaknya semua ke masjid tapi ibu-ibunya engga?”

“Iya kalau di Mauritania gitu, Aisya. Ibu-ibunya solat di rumah”

“Kenapa?”

“Hm, kenapa yaa? Oh! karena buat perempuan, solat di rumah itu lebih utama.”

“Kalau disini boleh kan perempuan ke masjid? Aisya kan suka ke masjid sama Akung dan Ayah,”

“Iya boleh.”

“Tuh lihat, dek, Lalla-nya dikasi malafa sama Ibunya. Mereka mau solat!”

“Mami, Aisya juga mau pakai malafa biar swing-swing pas solatnya ketiup angiiin…”

“Yaa boleh, Mami ada kok malafa-nya yang dari Uti.”

Ya itu dia sesi bercerita dengan Aisya yang selalu ditanggapi dengan pertanyaan-pertanyaan logisnya. Kenapa dan kenapa, hihi. Bagus Nak, kamu kritis 🙂

Baca juga : “Peppa Pig And I Love You Game” (Review)

DSC_0122

Buku ini bercerita mengenai budaya orang-orang di Mauritania. Gaya rumah, gaya berpakaian dan keadaan alam disana. Saya suka sajian warna warni malafa yang kontras dan gaya berceritanya Kelly Cunnane serta bagaimana ia membawa akhir cerita ini pada faith.

Ceritanya smooth, berima, it leads to introduce about Islam, tapi tidak secara gamblang.

Cerita dimulai dengan Lalla, seorang gadis dengan gaun merah yang memandangi Ibunya. Ibunya sedang solat. Dimana? Di rooftop! Waaah enak kali ya solat sambil dibelai angin sepoi-sepoi..

Lalla ingin memakai malafa agar terlihat cantik seperti Ibunya. Dan ketika berjalan-jalan di luar rumah, Lalla juga melihat Selma, kakaknya yang juga mengenakan malafa. Malafa yang digunakan Selma, sekilas mirip dengan cadar ya.

In real life, malafa ini bisa dipakai kemana saja lho, ke undangan, ke pasar, bahkan untuk sholat.

Insted of using mukena or hijab, para wanita di Mauritania menggunakan malafa untuk menutupi auratnya.

Secara tidak langsung cerita dalam Deep In The Sahara ini menggerakkan pembaca untuk memahami fungsi malafa yang sama dengan dengan hijab, yaitu bahwa malafa is for more than beauty, being mysterious and be a lady, but its more about faith.

Okay Buibu, semoga review buku ini giving you enough information ya. Masih belajar bikin review buku, yang mau kasih saran boleh banget leave comment below yaa. Harapannya tahun ini bisa rutin me-review buku bacaan anak. Amiin.

Thanks for visiting my blog, please do share if you care 🙂

 

10 thoughts on “DEEP in the SAHARA – Mauritanian Women In Malafa| Review Buku Anak

  1. Dyah Prameswarie says:

    Nah aku punya tuh picture book terbitan Meksiko hadiah dari Bu Murti Bunanta. Judulnhya What Are You Doing. Duh, cakep banget bukunya dan punya karakter yg kuat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s