Indonesia Keracunan Asap Rokok? Apakah Menaikan Harga Rokok Solusinya?

Screenshot (2)

“Pak, kok merokok? Merokok kan ngga baik,” ucap Aisya dengan polosnya saat seorang bapak merokok di hadapan kami. Uniknya sang Bapak tersenyum malu sambil mengusap rambutnya, lalu nyengir dan ngeloyor pergi.

Sebetulnya saya kurang enak sama bapak tersebut meski saya terganggu dengan asap rokok, namun saya belum pernah mengutarakan ketidaknyamanan sama perokok. Lebih sering menghindar saja.

Then it just take me back to the year 2005. Saat itu seorang teman bercerita bahwa rokok di Inggris lumayan mahal dan beliau juga bilang, rokoknya beda, yang di Indonesia lebih enak. For a moment, saya pikir mungkin standar rokok di luar lebih ketat, dan di Indonesia lebih ‘longgar’ dalam artian, kandungannya lebih banyak dan harganya lebih murah.

Dengan harga yang sangat terjangkau ini, no wonder banyak perokok berasal dari kalangan menengah ke bawah.

Nah, Rabu, 20 Juni 2018 lalu, saya mendengarkan siaras di Radio KBR.ID, tepatnya program radio ruang publik KBR yang membahas tentang JKN, Kelompok Miskin dan Rokok Harus Mahal. Topik yang menarik ini disampaikan langsung oleh Prof Dr Hasbullah Thabrany, MPH – beliau adalah Ketua Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan FKM UI dan Yurdhina Melissa dari Planning and Policy Specialist Center For Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISID).

Apa yang dibahas ternyata menjawab tebakan saya. Betul lho, rokok di luar negeri itu lebih mahal! Di Singapura harga rokok Rp. 130.000,- per bungkus. Kemudian di Australia hargaya Rp. 250.000,-. Harga rokok di negara-negara ini sengaja dibuat tinggi agar anak-anak tidak mudah tergiur membeli rokok.

Karena rokok di Indonesia terbilang murah, ada beberapa orang yang tinggal di LN kemudian titip dibelikan rokok Indonesia untuk dibawa ke LN, karena disana harganya lebih mahal.

Sayangnya, di Indonesia, jumlah perokok paling banyak justru berada di kelompok yang kemampuan ekonominya kurang mampu seperti pekerja petani, tukang ojek, pekerja kasar, dan lain-lain, begitu papar Profesor Dr Hasbullah. Dari survei yang dilakukan oleh SUSENAS terdapat data bahwa sekitar 70% lebih masyarakat dari kelompok miskin mengkonsumsi rokok.

Kelompok yang ekonominya kurang mampu di Indonesia ini dikatakan sangat generous oleh Profesor Dr Hasbullah karena memberi sumbangan yang besar pada konglomerat rokok. Karena berdasarkan data dari SUSENAS, justru masyarakat yang pendidikan dan pendapatannya lebih tinggi mengkonsumsi rokok lebih sedikit.

Mba Yurdhina turut melengkapi data ini dengan mengatakan bahwa 22% per kapita income mingguan masyarakat yang ekonominya kurang mampu in itu dipakai untuk mengkonsumsi rokok. Dan pada tahun 1997-2004 terdapat hasil analisis yang menunjukkan, adanya penurunan harga beli daging dan ikan di keluarga kelompok miskin karena kepala keluarganya lebih mengalokasikan uang untuk membeli rokok.

Dari pengamatan pribadi, bahkan ada bapak-bapak yang memilih makan sehari sekali dan sisanya merokok, ditemani kopi. Ya kalau dipikir-pikir lagi, kurang sehat ya pola hidup seperti itu. Bapak-bapak ini sudah kecanduan rokok nampaknya, pokoknya beli rokok tidak boleh terlewat dalam daftar belanjaan sang istri.

And you know what? 70% pasien BPJS memiliki riwayat akibat merokok. Mayoritas peserta JKN adalah perokok, lebih parahnya lagi mayoritas peserta yang ekonominya kurang mampu juga perokok. Hal ini mengakibatkan klaim di BPJS-nya tinggi. Artinya penyakit akibat klaim JKN tinggi.

Hal ini menjadi masalah besar, karena dana JKN yang terbatas terserap oleh orang yang terlanjur kecanduan rokok. Perlu ada pengendalian agar dana JKN tetap memadai hingga tahun-tahun yang akan datang. Salah satu cara yang dipandang efektif adalah dengan menaikkan harga rokok.

Saya sepakat jika harga rokok dinaikkan, meski timbul pula kekhawatiran apakah nanti akan muncul tren baru? Seperti lifestyle merokok adalah gaya hidup orang berduit? Salah seorang penelepon juga bilang, walaupun harga rokok naik 100 kali lipat, ia akan tetap membeli karena ia sudah merokok dari mulai rokok harganya Rp. 1.200/batang hingga sekarang.

Tapi ternyata target dari kampanye rokok harus mahal ini adalah untuk mencegah munculnya perokok pemula.

Dengan harga rokok yang murah saat ini, ada lho anak-anak SD yang coba-coba membeli dengan uang jajannya. Dari awal mencoba ini kan yang sebetulnya gerbangnya, bakal diteruskan lagi atau tidak. Jujur saya beberapa kali melihat anak usia SD bahkan balita merokok.

Mungkin karena di keluarganya tidak ada policy soal merokok, atau karena orang tuanya perokok ya sudah ikutan saja. Tiap orang tua minta dibelikan rokok sebungkus ke warung, jadi semacam pelegalan bahwa sang anak boleh merokok.

Jika harga rokok mahal #rokok50ribu, harapannya tidak ada lagi anak usia sekolah yang menjajankan uangnya untuk membeli rokok. Dan dengan harga rokok yang tinggi, semoga saja para kepala rumah tangga yang merokok bisa berpikir ulang untuk membeli sebatang rokok. Pastinya tidak bakal berhenti total, tapi mengurangi sedikit-sedikit.

Lalu uangnya bisa digunakan untuk membeli sayur dan protein atau kebutuhan pokok lainnya.

Yuk jangan jadikan rokok kebutuhan pokok, jangan jadikan merokok gaya hidup. Semoga dengan upaya ini, Indonesia bisa jadi lebih sehat yaa. Amiin.

Buat teman-teman yang mendukung #rokokharusmahal, silakan klik https://www.change.org/p/jokowi-smindrawati-rokokharusmahal-naikkan-harga-rokok-menjadi-50-ribu-bungkus dan tanda tangani petisinya. Saya sudah lhooo 🙂

Advertisements

MY RAMADAN BOOK COLLECTION

DSC_0965

Ramadan ini, saya mengoleksi beberapa buku untuk dibacakan pada Aisya. Tujuannya untuk mengenalkan tentang bulan Ramadan dan aktivitas apa saja yang dilakukan di bulan suci ini melalui cerita.

Ini adalah 5 buku yang menjadi pilihan saya, 4 buku cerita dan 1 buku aktivitas. Harusnya postingan ini muncul di awal bulan, namun karena ada 2 buku yang masih saya tunggu jadinya diakhirkan reviewnya.

Alhamdulillah, karena sudah lengkap, saya akan mulai me-review satu per satu ya. Selamat menyimak!

RAMADAN MOON

DSC_0969

Ini adalah buku yang datang paling akhir (kemarin), sempat bimbang untuk membeli karena pertimbangan waktu, namun setelah menonton real aloud Ramadan Moon di youtube, saya langsung pesan karya Na’ima B Robert ini melalui periplus.com

Estimasi waktu pengirimanya 10-20 hari karena dikirim langsung dari LN, Alhamdulillah setelah 13 hari menanti, bukunya datang juga. I’m beyond happy! 

Malamnya langsung saya bacakan untuk Aisya sebelum tidur. Cerita di dalamnya berima, ilustrasinya unik dan isinya baguuus banget. Menggambarkan suasana Ramadan dengan indah.

Coba baca ini deh, so right, kaaan?

During the day we keep busy
With all sorts of good deeds
Our voices flow with the words of God
In unplanned harmonies
We look for things to give away
Collect money for charity
Be kind and caring and polite
Try hard not to get angry

CERIA RAMADAN DI 5 BENUA 25 NEGARA

Dua orang teman saya menyumbangkan cerita mereka di antologi cerita anak terbitan Ziyad ini. Yaitu cerita Dery (Iie) dari Swedia dan teh Riana dari Spanyol. Di dalamnya ada cerita tentang anak-anak yang melaksanakan shaum di negara asal mereka. Waktu shaumnya berbeda-beda, perasaannya juga beda-beda.

Baca juga : CERITA IIE : RAMADAN, MELAHIRKAN DAN KULIAH GRATIS DI SWEDIA

Ada yang merasa sendirian karena teman-teman yang lain tidak ikut shaum (tidak seperti di Indonesia). Ada yang melakukan siesta (tidur siang) untuk istirahat di hari yang panas. Tradisi di awal Ramadannya juga beragam.

Aisya paling suka cerita Maeno Kun dari Jepang yang shaum untuk pertama kalinya. Ia dibangunkan oleh kakaknya, Sakura untuk sahur dan mereka tidak boleh berisik agar tidak menganggu tetangga. Maeno juga tetap berbagi susu dengan teman-temannya di sekolah meski ia berpuasa.

Ketika sensei mengkhawatirkannya, ia bilang tidak apa-apa. Lucunya banyak juga teman-teman Maeno yang bertanya, “Maeno, puasa sakit atau tidak?”, “Maeno, puasa lapar atau tidak?”

Tinggal di Indonesia membuat saya bersyukur karena hampir semua orang disini berpuasa dan jam puasanya pun cenderung lebih pendek daripada sahabat saya yang tinggal di Jepang.

Baca juga : ANAK ADALAH HAK PREROGATIF ALLAH – TEH RIANA

Saya memilih buku ini karena dalam satu buku ada banyak cerita. Ceritanya panjang-panjang (bukan pic-book), jadi saya ringkas lagi saat membacakan untuk Aisya.

BUKU AKTIVITAS RAMADAN WIPE AND CLEAN

DSC_0966

Aisya suka mengerjakan buku aktivitas, jadi begitu Amalia Kartika woro-woro mau me-launch buku wipe and clean, saya langsung daftar untuk jadi resellernya. Biar dapat potongan harga buat pribadi dan sekalian ikut menjualkan.

 

Di dalamnya ada 44 halaman, saking senangnya Aisya rampung menyelesaikan berbagai aktivitas di buku ini dalam beberapa hari. Untung bisa dihapus dan dikerjakan ulang.

Aktivitas di buku ini antara lain menepelkan stiker, menebalkan huruf, mencari perbedaan, mencari huruf hijaiyah yang hilang, menghias kerudung, mencocokan gambar dan kata, dan masih ada yang lainnya juga.

GOING TO MECCA

DSC_0974

Berhubung Pak Aki, nenek, dan Uu-nya Aisya berangkat umroh di Ramadan ini, saya terpikir untuk menjelaskan apa itu umroh dan ngapain aja di Mekah melalui buku Gointg To Mecca yang juga  karya Na’ima B Robert.

Pas banget lagi ada Ramadan Pre-Sale yang potongannya lumayan besar di Littetree.library, langsung deh saya beli buku ini.

Kenapa ga memilih yang We’re Off To Make Umroh? supaya sekalian saja sih. Saya bisa menjelaskan kalau saat umroh, ada beberapa kegiatan yang tidak dilakukan seperti saat berhaji. Dan saya juga menyiapkan buku ini untuk dibacakan lagi saat menyambut Idul Adha nanti.

Setelah dibacakan buku ini, Aisya antusias nanya-nanya sama Pak Aki sebelum berangkat umroh.

“Nanti Pak Aki pakai kain ihrom ngga?”

“Nanti Pak Aki bakal digundulin lho! Tapi kalau yang perempuan ngga, dipotong aja rambutnya sedikit.”

“Pak Aki, nanti di kabah ada batu. Namanya hajar aswad, nanti dicium sama Pak Aki.”

Ucap Aisya bikin Aki-nya gemas dan balik nanya, “Kok Aisya tahu?”

“Dari bukuuuu!” jawab Aisya.

Ya Allah semoga saya bisa terbang ke Mekah juga ya Amiin.

SEMARAK IDUL FITRI FI 5 BENUA 20 NEGARA

IMG_20180529_120801_188

Nah, this book is very special to me, karena salah satu naskah yang saya tulis ada di buku ini! Koleksi buku Ramadan saya lebih lengkap dengan cerita Idul Fitri dari berbagai negara ini.

“Mami, Idul Fitri itu apa?” tanya Aisya. Saya jelaskan sesederhana mungkin, didukung cerita-cerita di buku ini. Selain cerita, ada fakta unik dan game aktivitasnya juga lho di Semarak Idul Fitri.

Review-nya sudah saya buat disini ya BUKU ANAK EDUKATIF – SEMARAK IDUL FITRI DI 5 BENUA 20 NEGARA silakan mampir.

Nah, ini sneak peak cerita yang saya tulis. Adabanyak cerita lain yang seru di bukunya.

Saya merasa asik lho menghidupkan suasana Ramadan melalui buku kemudian melakukan berbagai kegiatan bersama Aisya. These books help me to explain and also to remind me to be grateful and not to waste the time in this Ramadan.

Sekian reviewnya, kira-kira ada yang samaan dengan saya ngga koleksi buku Ramadannya?

 

 

 

 

Fitrah Anak Itu Baik

Screenshot (1)

Beberapa waktu lalu saya berpikir, gimana ya supaya anak bisa selalu nurut sama orang tuanya? Aisya anak yang baik, tapi ada kalanya saat saya meminta sesuatu, ia tidak langsung melakukan apa yang saya minta.

Ini wajar harusnya, cuma kadang saya over-thinking. Salah saya dimana ya? padahal saya sudah membersamainya hampir setiap saat, mengasuhnya sejak lahir, tapi kenapa yaa ada waktu-waktu Aisya lebih memilih mendengarkan instingnya sendiri atau mengikuti kata orang lain?

Lalu secara tidak sengaja saya melihat insta-story teman saya Dhefimaputri dan mendapatkan jawaban yang mencerahkan, kira-kira begini kalimatnya,

“Kesuksesan mendidik anak bukan karena teori parenting, tips-tips mendidik anak dan lain-lain. Tapi karena Allah ridho. So, yang harus jadi concern kita adalah bagaimana membuat Allah ridho. Karena jika Allah ridho, Ia memberi segala yang kita inginkan.” – Ustadzah Poppy Yuditya

Wah, ini jawaban dari pertanyaan saya banget! saya jadi sadar kalau apa-apa itu ya balik ke Allah. Sekarang PR saya adalah mencari ridho Allah. Caranya gimana? salah satunya adalah dengan terus berdo’a dan taat pada Allah SWT. Dan taat pada suami.

Lalu saya mencoba mengingat kembali fitrahnya anak yang dipaparkan dalam buku The Secret Of Enlightening Parenting.  Saya mau merangkum 6 fitrah tersebut di tulisan kali ini ya.

Baca juga : 7 KESALAHAN DALAM PENGASUHAN ANAK YANG BISA ORANG TUA PERBAIKI

Judul asli di bukunya adalah “Manusia Lahir Fitrah, Yaitu Membawa Potensi Baik”. Saya re-write menjadi “Fitrah Anak Itu Baik”.

FITRAH ANAK ITU BAIK

Manusia lahir dengan fitrah, yaitu suci dan berpotensi baik. Apalagi Allah SWT telah melengkapi otak manusia dengan bagian yang tidak dimiliki oleh mahluk mana pun, yaitu Pre-Frontal Cortex (PFC).

PFC ini memiliki fungsi luhur akal budi, kemampuan berbahasa, merencanakan, memecahkan masalah, pengambilan keputusan dan fungsi kontrol.

Kemudian Mba Okina menjabarkan 7 fitrah manusia, yaitu :

  • Fitrah Iman. Setiap insan lahir dengan keadaan telah bersaksi pada keesaan Tuhan. Wujud nyata potensi iman adalah ketaatan hingga terjaga untuk mempertahankan sifat dan perilaku yang sesuai dengan yang diperintahkan Tuhan serta menghindari sifat dan perilaku yang dilarang Tuhan.
  • Bertahan Hidup. Manusia dikarunia peranti dasar untuk bertahan hidup. Inisiasi dini untuk menyusu pada bayi yang baru saja lahir adalah bukti konkret dari potensi ini. Bayi lahir dibekali Tuhan dengan refleks menghisap, mengenggam, berenang, menjerit ketika lapar, dan lain-lain (Hoffman, Paris & Hall, 1994).
  • Belajar Hingga Piawai. Setiap anak adalah pembelajar tangguh sejati yang pantang menyerah. Saat anak belajar jalan, meski berkali-kali jatuh, ia akan selalu berusaha bangun dan mencoba berjalan kembali. Anak juga suka mengajukan pertanyaan terus-menerus sampai paham dan hafal. Potensi belajar hingga piawai ini menjadikan anak aktif bergerak dan bereksplorasi.
  • Kasih Sayang. Manusia lahir dengan fitrah kasih-sayang, yaitu menyayangi dan suka disayangi. Anak akan bersedih ketika melihat orang tuanya sedih dan menunjukkan ekspresi bahagia ketika dibelai atau disapa dengan suara lembut. Serta akan menangis dan takut ketika mendengar suara keras atau ekspresi yang tidak menyenangkan. Dan kasih sayang ini berkaitan erat dengan hormon oksitosin yang mengatur rasa saling percaya, ketenangan, rasa aman, keinginan untuk menolong, keterikatan, kehangatan, kasih sayang dan perhatian.
  • Interaksi. Manusia dilahirkan sebagai mahluk individual dan sosial. Bayi akan merasa bahagia saat diajak berinteraksi dan sedih jika tidak ada yang menemani. Pada dasarnya, setiap manusia bisa menjalin interaksi sosial. Anak yang menarik diri, tidak mau bergaul dan berkomunikasi, bisa dipastikan memiliki pengalaman yang dianggapnya tidak menyenangkan dari hasil interaksi sebelumnya atau mengalami ganguan tumbuh kembang tertentu.
  • Fitrah Seksualitas. Manusia dilahirkan dengan jenis kelamin lelaki atau perempuan.
  • Tanggung Jawab. Ketika pertama kali anak memecahkan barang, dengan jujur ia bercerita sambil berusaha membenahi. Namun kadang respon orang tua yang kurang mengenakan (marah) membuat mereka berpikir bahwa jujur itu berbahaya dan tanggung jawab mereka tidak dihargai. Fitrah manusia adalah bertanggungjawab atas apa yang dilakukannya, dan sebagai orang tua kita perlu jeli melihat potensi ini.

Ketujuh potensi di atas berusaha saya ingat-ingat kembali. Bahwa fitrah anak (bahkan kita) itu baik. Jadi kita selalu bisa kembali pada kebaikan. No wonder  kalau di usia yang sudah ‘matang’ seseorang berubah/kembali ke fitrah. Karena bibit-nya sudah ada.

Saat anak kita menunjukkan sikap yang belum sesuai dengan yang kita inginkan, kita perlu berlatih untuk memilah respon, agar anak tidak malah menjauh dari fitrahnya.

Sekian dulu sharing singkat malam ini, wallahualam bishowab. Semoga bermanfaat 🙂