Phi Phi Island : Pretty Peaceful Dreamy

Screenshot (1)
Like Malaysia, our trip to Phi Phi Island also give me beautiful memories
. The warmth of the people never failed to touch my heart, also its beach and food that suit my tongue 🙂

So, today, while the kid going to school, I make some time to write down our experience in Phi Phi Island. Hope this will be useful for you.

Tahun lalu, kami berkesempatan mengunjungi banyak tempat dalam satu tahun, yaitu ke Langkawi, Belitung dan Bangkok. Namun tahun ini suami cukup sibuk sehingga sulit mencari waktu liburan.

Baca juga : Trip Seru Ke Langkawi

Liburan awal tahun kami habiskan dengan staycation di Yogyakarta, selebihnya staycation di kota kembang tercinta dan baru awal Agustus ini kami berlibur lagi ke Phuket dan Phi Phi Island.

I’ve heard about Phi Phi couple of times, tapi saya tidak begitu eager untuk pergi kesana. This year, suami mengejutkan saya dengan menunjukkan tiket yang sudah ia beli ke Phuket. So, we packed our bags and go!

Sebetulnya kami menghabiskan 4 hari 5 malam di Phuket dan Phi Phi Island. Namun saya ingin menceritakan tentang keindahan Phi Phi Island dulu, baru disambung dengan Tour Di Phuket (insya Allah I’ll post it next week).

As for me, Phi Phi Island is pretty, peaceful and dreamy.

My husband also agree with me, and our travel company said the same. Here are some interesting thing in Phi Phi through my eyes.

Naik Sea Angle Beyond Luxury Boat ke Phi Phi Island

Sea Angle Beyond Luxury Boat adalah akomodasi yang kami pakai untuk sampai ke Phi Phi Island dari Pelabuhan di Phuket. Kami dijemput oleh driver yang juga kami gunakan untuk one day tour di Phuket dan van yang memuat 14 kursi tersebut mengantar kami hingga fishing port.

Setelah sampai, kami diberi stiker yang berisi nomor kursi. Semua pengunjung harus duduk sesuai dengan nomor yang tertera pada stiker. Tak lama, bunyi khas cruise terdengar, petugas memanggil kami untuk masuk ke dalam.

It’s my first time going on a cruise. Di Langkawi, kami naik kapal feri biasa. Maka dari itu, saya cukup terkesima dengan cruise yang bertingkat ini, hihi.

Kami duduk di lantai satu. Di bagian bawah ada toilet dan ruangan yang lebih bagus. Di lantai dua dan tiga ada beberapa tempat duduk bagi penumpang yang ingin menghirup udara segar sambil menikmati hamparan laut dan bukit-bukit di sisinya.

Kita juga bisa membeli makanan ringan di dalam cruise, kadang petugasnya juga menjajakan makanan ke kursi penumpang. We bought Pringles for 40 Baht.

Saat berangkat, semua penumpang diberi banana muffin, minuman (boleh pilih mau teh atau kopi) dan plastik hitam. Antisipasi jika penumpang mabuk laut. Ombak di laut memang bergelombang hari itu, jadi perahu bergoyang ke kanan dan ke kiri. Membuat saya shok haha, baru pertama merasakan mabuk laut soalnya..

No need to be shy, others are also feel the same. Ketika pulang, saya memilih untuk berada di ruang terbuka (lantai 2 dan 3). Cara ini efektif untuk mencegah diri saya merasa mual. Selain itu, saya dan teman-teman seperjalanan bisa berfoto dan berangin-angin ria.

Dengan paket tour yang kami pilih, kami bisa hopping ke beberapa pulau tanpa turun. Biasanya boleh turun, namun karena ombaknya sedang tinggi, hari itu kami hanya diperkenankan melihat pulau-pulau dari atas cruise.

Makan Siang Di Phi Phi Island

Dengan membayar Rp. 500.000,-/orang untuk paket Phuket – Phi Phi by Sea Angle Beyond PP, kami juga dapat makan siang lho. Ala prasmanan dan bisa coba semuanya. Menunya enak-enak, ada ayam goreng dan sup yang rasanya pas di lidah, spaghetti dan lain-lain.

We also have a little chit chat with a nice brother from Iran, his name is Mehdi. Kenalannya sih di cruise, dan lebih banyak ngobrol sama suami saya. Sepertinya uncle Mehdi yang ramah ini suka sama anak-anak, karena senang main-main sama Aisya.

He said, “I’m very happy to meet brother and sister from Indonesia. I’ll wait for you to visit my country. I have a home in Teheran, small but enough for you three. Come, and I’ll show you how to cook Iranian food.”

Saya tuh suka ga enak kalau diundang ke rumah teman dan ngga datang wkwkwk, apalagi saya suka belajar masak. Insya Allah, semoga kapan-kapan bisa jalan-jalan ke Iran yaa. Amiin.

Jangan salah lho, semua juga berawal dari keinginan. Jadi, pas saya buka-buka diary – di diary ini saya nulis curhatan, catatan kajian, life plan, juga coretan serta gambaran Aisya – dan pas lagi mau mindahin rangkuman ceramah Pak Aam, ga sengaja kebuka halaman yang bertuliskan, “2018 ke Phi Phi Island/Bangkok lagi,” and voila! Alhamdulillah tahun ini keinginan saya terwujud. Saya lupa pernah menuliskannya padahal. Ke Bangkoknya sih ngga kesampaian, tapi setidaknya ke Phi Phi Island tercapai.

Baca juga : SAWADEE KHA! BANGKOK (PART1)

Gara-gara catatan ini saya jadi semangat, yang penting tuliskan dulu impian-impian saya. Kalau Allah berhendak dan itu terbaik buat kita, pasti Allah akan let that happen 🙂

Oya, kami juga sempat membeli pancake di kafe dekat pantai. Kami kira pancakenya sama seperti pancake pada umumnya. Ternyata, pancake disini bentuknya mirip martabak. Pancake yang kami pesan rasa pisang-nutella. Yumm enak sekali!

Sekarang lanjut ke penginapan di Phi Phi Island ya.

Maiyada Resort Sea View

Okay, saya mau me-review resort ini ya. Berhubung Phi Phi Island adalah pulau yang tidak besar, kemana-mana kami jalan kaki saja. Turun dari cruise, kami jalan kaki ke hotel, ga begitu jauh kok.

Di Phi Phi Island, ada beberapa Masjid. Kami solat dzuhur berjamaah di Masjid dekat hotel ini bersama seroang warga Thailand. Wanita-wanita berjilbab pun tidak asing disini. Di hotel tempat kami menginap, mbak-mbak resepsionis juga semua karyawannya wanitanya berkerudung. Subhanallah ya!

Kami menginap di lantai 3, buka pintu geser yang bening, langsung deh bisa melihat laut dan resort lain yang sedang di bangun. Sejuk deh liatnya. Oya biaya menginap disini Rp. 600.000,- an/malam ya.

Kamarnya luas, ada lemari besar, kulkas mini dan yang unik disediakan tempat untuk menjemur pakaian. Jadi pakaian renang yang basah berpasir bisa dicuci lalu dijemur di balkon.

Hotel ini dekat sekali dengan salah satu pantai di Phi Phi Island. Lagi-lagi hanya perlu berjalan kaki bahkan tanpa alas, karena langsung terhubung dengan pasir pantai.

Sayangnya, hujan turun sepanjang sisa sore. Jadi kami tidak bisa mengeksplor pulau ini. Berbekal jas hujan, saat tinggal rintik-rintik, kami menyusuri pantai yang sedang surut airnya. Kami bertemu bintang laut dan kepiting kecil yang sedang laying down dan sembunyi di balik pasir.

Makan malam dan sarapan di hotel, menunya standar makanan Thailand. Pagi sebelum sarapan, anak-anak berenang dulu. But Whoops! kami lalai lihat jadwal, ternyata pool baru boleh dipakai pukul 10.00, maafkan kami petugas kolam *nyengir malu*

Akhirnya kami memutuskan untuk sarapan dan langsung ke pantai saja. Ternyata airnya sudah penuh sampai sisi pantai lho!

Phi Phi Island : Pantai Cantik Dengan Ombak Landai

Kesan pertama saya, pantai ini dreamy, damai, landai. Pulau Pasir di Belitung juga dreamy menurut saya. Namun perpaduan pantai dengan bukit-bukit menjadi pesona tersediri di Phi Phi Island. Belum lagi gradasi warna air laut, aduhai cantiknya..

Baca juga : Island Hopping Di Belitung

Ombak yang landai disini tentu membuat kami merasa aman mengajak anak-anak main di pantai. Mereka terlihat sangat bahagia kena deburan ombak.

Anak happy, Mamak juga happy. Ah simple jadi Ibu mah ya..

Dari pagi sampai pukul 10.00 kami menghabiskan waktu disini, sementara Bapak-bapak Beach Hopping pakai long-tail boat untuk berkeliling ke pulau-pulau sekitar. Oya, Maya Bay lagi ditutup karena sedang dibersihkan dulu, so we didn’t go there.

But worry not, cause here are some report from my husband 🙂

Snorkling Dan Beach Hopping Dengan Long-Tail Boat

Ada percakapan menarik antara suami dan pemilik long-tail boat bernama Mohamed ini, seharusnya 1 perahu dinaiki 3 orang, tapi pagi itu hanya suami dan satu rekannya yang berminat beach hopping.

Suami bertanya pada sang Bapak, “Is it okay, just two people?” 

“Its okay,” jawab Pak Mohamed.

Paket yang suami saya ambil adalah 3 jam beach hopping yang dibayar seharga Rp. 600.000,- not include snorkling. Untuk snorkling harusnya bayar lagi, tapi Pak Mohamed malah memberikan suami dan rekannya peralatan untuk snorkling FOR FREE.

Suami sempat menolak dan bertanya kenapa Bapaknya baik sekali, jawabannya bikin saya tersentuh, “Its okay, free for you. Because we are muslim,”.

Ya Allah Pak, semoga rizkinya lancar jaya ya Pak, Amiin. Perjalanan ini tambah berkesan karena kami berjumpa dengan orang-orang yang treat us really nice. Thank you, thank you..

Waktu di Phuket juga, resepsionis hotel memberi Aisya permen agar nangisnya berhenti, akibat ngantuk. Pas check out masing-masing anak dikasih jus mangga, dan di bandara, Aisya dibuatkan balon dari sarung tangan oleh petugas, ada mata dan lengkungan senyum yang digambar dengan pulpen di balon jarinya.

Dear Phi Phi Island, you surely are a call back 🙂 Ada yang mau ke Phi Phi setelah baca postingan ini? hihi manggaaa.

In this last photos, I’ll show you the other beautiful sides of Phi Phi Island, when we taking a walk there.. 🙂

Advertisements

6 Kekuatan Yang Bakal Bikin Rumah Tangga Kita Menjadi Perahu Ke Surga

Ada beberapa hal yang membuat pernikahan disebut Mitsaqan Ghaliza, antara lain karena :

  • Pernikahan adalah ibadah paling lama. Ibadah solat berkisar 5-10 menit setiap pelaksanaannya. Di bulan Ramadan, kita shaum dari mulai terbit fajar hingga matahari terbenam selama 30 hari di bulan Ramadan. Ibadah Haji yang wajib hanya 6 hari. Sementara pernikahan, takbir awalnya adalah saat ijab qabul. Lalu kapan selesainya? yaitu saat maut memisahkan keduanya. Ini menjadikan pernikahan sebagai ibadah terlama. Aktivitas dalam rumah tangga, bernilai pahala. Meskipun sesederhana menawarkan teh pada suami saat pulang, memuji masakan istri dan bersenda gurau dengan anak-anak.
  • Rumah tangga merupakan sekolah paling lama. Bagaimana tidak? jika seseorang menempuh pendidikan hingga doktor menghabiskan waktu 22 tahun, bisa jadi usia pernikahan kita lebih dari itu. Tengok saja usia pernikahan kakek nenek serta orang tua kita, bisa jadi sudah lebih dari 40 tahun.
  • Rumah tangga adalah kebersamaan paling lama. Setelah lulus kuliah, biasanya kita akan tinggal terpisah dari orang tua, baik nge-kos, ngontrak rumah dan lain-lain. Hingga akhirnya kita menikah dan membangun keluarga bersama pasangan hingga akhir usia. Bisa jadi kita hanya tinggal bersama ayah ibu selama belasan atau duapuluhan tahun, namun dengan pasangan lebih dari itu.
  • Rumah tangga adalah tools. Tools untuk apa? tidak lain untuk menyatukan dua keluarga, dua budaya yang berbeda. Kita dan pasangan membawa ‘gerbong’ masing-masing saat menikah. Oleh karena itu, dibutuhkan perjuangan untuk menerima kekurangan dan kelebihan keluarga masing-masing.

Keempat hal ini disampaikan oleh Pak Aam Amirudin dalam kajian Family Tiil Jannah yang diadakan oleh Modern Mom Bandung. Masjid TSM siang itu pun dipenuh Ibu-ibu yang hadir bersama anak dan segelintir suami. Tak heran kajian ini mendapat aundience yang luar biasa, karena tak sedikit yang juga ingin mendengarkan lantunan syahdu surat Ar-Rahman dari Muzzamil Hasballah, termasuk saya.

Ini kali kedua saya mendengarkan ceramah Pak Aam. Beliau selalu menyelingi materi berbobotnya dengan guyonan. Interkasi yang beliau lakukan dengan bertanya langsung pada beberapa audience juga membuat kajian kali ini terasa hidup. One way tapi nyampe. Berasa terlibat aja gitu.

Baca juga : 7 Kesalahan Dalam Pengasuhan Anak Yang Bisa Orang Tua Perbaiki

Selanjutnya, Pak Aam menggiring kita untuk mencari tahu, bagaimana sih caranya agar rumah tangga kita yang sakral ini bisa menjadi perahu ke surga? ternyata ada 6 kekuatan dalam pernikahan yang harus terus dijaga dan dipupuk. Mau tahu apa saja? Silakan simak rangkuman di bawah ini yaa.

6 Kekuatan Yang Bakal Bikin Rumah Tangga Kita Menjadi Perahu Ke Surga

1. Kekuatan Agama

Harus ada kekuatan agama dalam rumah tangga, karena hanya agamalah yang akan mempertemukan kita dengan keluarga kita di akhirat nanti. Kuncinya apa agar seluruh keluarga kita berkumpul di surga nanti? hanya satu, yaitu soleh.

(yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;

– QS. Ar-Ra’du : 23

2. Kekuatan Cinta

Dalam hadist riwayat Al-Bazaar dengan sanad hasan dari Abdullah bin Amr, ia berkata: Rasulullaah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Siapa yang mencintai seseorang karena Allah, kemudian seseorang yang dicintainya itu berkata, “Aku juga mencintaimu karena Allah.” Maka keduanya akan masuk surga. Orang yang lebih besar cintanya akan lebih tinggi derajatnya daripada yang lainnya. Ia akan digabungkan dengan orang-orang yang mencintai karena Allah.”

Mencintai pasangan atas dasar cinta pada Allah adalah yang paling benar, nyaman dan aman menurut saya. Sehingga buah cinta kita akan berujung pada Allah.

3. Kekuatan Do’a

Do/a adalah senjata orang muslim. Bingkailah rumah tangga kita dengan do’a agar bisa sampai ke surga.

4. Kekuatan Kata-kata

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.

– QS. An-nisa : 9

Jangan rusak rumah tangga kita dengan kata-kata yang melukai hati pasangan. Jagalah lisan kita agar tidak menyakiti perasaan suami/istri/anak-anak kita. Tahanlah lidah kita jika hendak marah dan latihkan bibir untuk lebih sering mengucapkan kata-kata yang baik dan positif.

Bila ingin menegur pasangan, pujilah dulu kebaikan-kebaikannya, baru berikan saran dengan cara yang baik.

Misalnya saat istri memasak namun rasanya kurang enak, tidak perlu memberi komentar, “Ini masakah apa? tidak enak! saya sampai mau muntah.”

Cobalah katakan ini, “Bu, terimakasih ya sudah masakin buat Bapak. Ini sayur apa Bu? sayur asem tapi rasanya kok manis ya.” Dengan begini mungkin sang istri akan sadar kalau tadi asemnya lupa dimasukkan, hihi.

5. Kekuatan Ilmu

Baik suami, istri maupun anak, perlu sama-sama belajar. Terus belajar dan belajar. Ingat kembali, rumah tangga adalah sekolah paling lama.

Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

– QS. Mujadilah : 11

Setelah menikah, saya masih membaca buku-buku tentang pernikahan, baik tentang psikologi suami istri maupun hak dan kewajiban suami-istri dalam Islam. Ketika mengasuh anak, saya membekali diri dengan berbagai literatur baik untuk urusan tumbuh kembang maupun psikologi anak. Kini di tahun ke-5 pernikahan kami, saya masih berupaya mencerna sebuah buku berjudul “How To Turn Your Mate Into Soulmate”.

Saya merasa, dengan banyak membaca jadi lebih tahu dan terbantu memahami berbagai hal. Juga melalui sharing dan menghadiri majelis ilmu jika bisa.

6. Kekuatan Sejarah

(Ibrahim berdoa): “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh, dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan,

– QS. Asy-Syu’ara’ : 83-85

Pak Aam memilih ayat terakhir ini untuk mengambil hikmah dari Nabi Ibrahim as. Dan beliau mengajak kita untuk menjadi sejarah indah bagi pasangan kita. Beliau bilang, “Tanyakan pada diri sendiri, saat kita wafat nanti, akankah kita menjadi sejarah indah bagi pasangan kita?”

Jika ingin menjadi sejarah indah, maka kita pun perlu berhati-hati dan melakukan upaya-upaya agar banyak hal baik terjadi dalam rumah tangga kita.

Okay Moms, itu dia 6 kekuatan yang harus terus dihidupkan dalam rumah tangga kita. Buat saya, meski simpel tapi pesan dari Pak Aam nempel di hati. Semoga kita bisa menerapkannya dalam rumah tangga kita ya! Amiin.

Terakhir, saya mau ucapkan terimakasiiiih banyak buat komunitas Modern Mom Bandung yang udah memberi doorprize dan goodie bag. Baru setahun tapi followersnya sudah banyak, event-eventnya keren-keren pulak. Salut deh 🙂 Hope another year will be more great Moms.