Simple Ramadan Decoration

Screenshot (51)
Have I told you that I’m pretty excited this Ramadan?
Selain buku antologi cerita anak saya yang akan terbit di Ramadan ini, bulan suci ini juga saya lebih bersemangat untuk mengenalkan Ramadan pada Aisya.

“Bagi siapa puasa saat bulan Ramadan
karena iman dan mengharap pahala dari Allah
maka dosa masa lalu akan diampuni”

[HR. Bukhari]

We started by decorating our home to heat up the Ramadan vibes. To remind everyone in the house that this is a month of joyful and blessing, we pick “Happy Ramadan” rather than other sentence.

Kemudian saya memilihkan buku bacaan bernuansa Ramadan pada Aisya dan berniat untuk mengikutkan Aisya pada sanlat anak. Pelaksanaannya hanya seminggu kok di Masjid dekat rumah, semoga Aisya semangat ya! Ia bilang ingin ngaji pakai mic di Masjid.

Oia, bahas dikit buku mayor pertama saya ya, judulnya Semarak Idul Fitri. Buku anak edukatif ini berisi cerita tentang perayaan Idul Fitri yang menarik, unik dan berbeda-beda di 20 negara. Lengkap dengan fakta unik dan game aktivitas menjadikan buku terbitan Ziyad ini pilihan yang pas untuk menemani hari-hari menuju lebaran atau saat mudik.

Saya sempat posting ulasan dan promo-nya minggu lalu. Sekarang masa PO sudah berakhir, tapi buat Ibu-ibu yang mau baca review-nya boleh banget dong.

Silakan mampir ke : Buku Anak Edukatif – Semarak Idul Fitri Di 5 Benua 20 Negara

Okay sekarang lanjut ke dekorasi Ramadan di rumah kami. It’s very very simple.

Ada beberapa hiasan yang kami buat, diantaranya :

  • “Happy Ramadan” Greeting
  • Gantungan Bintang – Bulan dan Matahari
  • A Picture Of Us Doing Umroh

Sekarang saya mau perlihatkan foto dan berbagi cerita cara membuatnya ya 🙂

“HAPPY RAMADAN” GREETING

Screenshot (49)

Happy Ramadan greeting terdiri atas 12 huruf yang saya tulis dalam potongan skecth book lalu ditempelkan ke kertas lipat. Sketch book dan kertas lipat ini pemberian dari tante-nya Aisya yang sudah tidak dipakai lagi.

Nah, untuk membuat kartu-kartu huruf ini, kami hanya membutuhkan alat dan bahan di bawah ini.

Alat dan Bahan :

  1. Sketch Book 1 lembar, bisa juga menggunakan buku gambar/karton.
  2. Kertas lipat berbagai warna, ukuran sedang.
  3. Spidol boardmaker warna biru. hijau, merah, dan hitam.
  4. Selotip kertas, saya pakai yang warna krem.
  5. Benang wol warna pink mix putih.
  6. Gunting bergerigi.
  7. Double tip.

Cara Membuat :

  1. Potong sketch book berbentuk persegi panjang. Usahakan agar ukurannya sama, mungil tapi muat untuk menulis huruf. Untuk memotong kertasnya, saya pakai gunting bergerigi.
  2. Tulis huruf, saya menggunakan spidol boardmaker warna-warni agar tulisannya terlihat jelas.
  3. Tempelkan ke kertas lipat, rekatkan dengan double tip. Dengan posisi, kertas lipat seperti ketupat.
  4. Lipat ujung atas kertas lipat yang berbentuk segitiga ke belakang.
  5. Gantungan di benang wol yang sudah digunting dan ditempelkan ke dinding dengan selotip kertas. Lalu tata hingga terlihat proporsional.

Gimana, simpel, hemat dan lumayan kece kan?

Gantungan Bintang – Bulan – Matahari

Setelah kami memasang ucapan “Happy Ramadan”, hari Jum’at Aisya tiba-tiba mengajak saya membuat bintang-bintang seperti yang ia lakukan di sekolah.

Aha! langsung saja kami bikin hiasan lagi. Dalam membuat gantungan ini kami menggunakan cetakan roti agar bentuknya bisa bagus. Let’s move to the step.

Alat dan Bahan :

  1. Kertas lipat ukuran sedang dan besar.
  2. Cetakan roti.
  3. Pensil untuk menggambar.
  4. Gunting bergerigi dan gunting biasa.
  5. Benang wol warna pink mix putih dan putih.
  6. Selotip kertas untuk menempelkan bintang, bulan dan matahari ke benang wol.

Cara Membuat :

  1. Lipat kertas menjadi 4 bagian dengan ukuran yang sama.
  2. Taruh cetakan roti di atas kertas, kemudian mulailah menggambar menggunakan pensil.
  3. Setelah beres menggambar, gunting kertas lipatnya. Tadaaa! langsung dapat 4 bentuk yang ukurannya hampir sama. Saya pakai gunting bergerigi agar lebih nyeni.
  4. Ambil sehelai benang wol, rekatkan bintang, bulan dan matahari dengan selotip kertas ke benang wol.
  5. Terakhir gantungan di tempat yang eye catchy.

Saya memilih untuk menggantungkannya di rak buku Aisya yang berada di ruang keluarga, karena ruangan ini tempat kami paling sering bercengkrama. Ditambah background rak yang berwarna putih, bintang – bulan – mataharinya jadi lebih terlihat cantik.

Kami membuat 2 gantungan, yang satunya lagi lebih panjang. Awalnya mau kami gantung di atas TV, tapi untuk sementara saya gantung dulu di pintu kaca geser. Fyi, rumah saya memadukan dua cat, abu dan putih. Mengadopsi desain scandinavian home ceritanya, hihi.

Baca juga : TAMAN MUNGIL AISYA #SCANDINAVIANHOME

A Picture Of Us Doing Umroh

Screenshot (44)

Umroh-nya belum, memvisualisasikan saja dulu. Hopefully segera ya! Amiin.

Ini adalah gambar  yang kami buat tahun lalu. Saya cukup memasukkan ke dalam bingkai foto dan memajangnya di atas rak buku.

A picture of us doing umroh ini melengkapi dekorasi Ramadan kami. Isn’t it looks sweet?

Alright, kalau Ibu-ibu solihah pada bikin hiasan apa aja nih untuk menghidupkan suasana Ramadan di rumah? Ceritakan dong, siapa tahu saya mau nambah-nambah dekorasi di rumah.

Satu lagi, terimakasih yaa sudah mampir. Happy Ramadan!

 

Advertisements

Pilih Pizza Maker Junior Di Pizza Hut Atau Domino’s?

IMG-20180505-WA0033

Berfoto di Pizza Hut, Jalan Terusan Jakarta No. 71 bandung

5 Mei 2018 ini, ITB Motherhood Bandung Timur mengadakan playdate cooking class. Cooking class-nya dengan mengikutkan anak-anak di program pizza maker junior Pizza Hut.

Aisya sudah beberapa kali bikin pizza, di Domino’s pernah, private workshop sama tante Icha (sahabat Mami) juga sudah, di rumah pun sempat nyoba bikin sama Mami, mempraktekan ilmu dari tante Icha.

I thought all this experience would be enough for her, in making pizza.

Tapi pas lihat iklan pizza maker junior PH di TV, tetep masih pengen bikin pizza di restorannya.

Saya akhirnya memberi usul, gimana kalau grup ITB Motherhood Bandung playdate bikin pizza lagi tapi di PH. Alhamdulillah disambut baik, apalagi diadakan saat weekend, jadi lumayan banyak yang bisa hadir. Meski lebih banyak pas 2 tahun lalu di Domino’s sih.

Baca juga : Jadi Junior Pizza Maker Di Domino’s

Setelah ikut, ada beberapa perbedaan yang saya lihat selama cooking class berlangsung. Apa saja? saya bikin list-nya disini ya 🙂

IMG-20180505-WA0019

Biaya

  • Pizza Hut Rp. 40.000,- (ada yang paket plus ice cream, biayanya Rp. 52.000-an kalau ngga salah)
  • Domino’s Pizza Rp. 36.000,-

Fasilitas

IMG_20180510_063217

  • Pizza Hut. Dengan membayar Rp. 40.000,- anak-anak diberi apron, penutup kepala, paper crown, sarung tangan plastik, goodie bag berisi buku gambar, sepiring pizza porsi kecil dan segelas teh, serta sertifikat.
  • Domino’s Pizza. Dengan membayar Rp. 36.000,- anak-anak diberikan topi, apron, sebotol teh, tempat pensil, sepiring pizza porsi kecil dan sertifikat.

Aktivitas

  • Pizza Hut
    Setelah anak-anak siap, anak-anak ini diajari “tepuk pizza hut”. Lalu diajak berbaris dan tur ke dapur. Mereka juga langsung membuat pizza di dalam dapur. Pendamping (orang tua) yang boleh masuk hanya 2 orang. Selama anak-anak yang lain menunggu, tidak ada aktivitas. Hanya menunggu saja diruang makan. Saat pizza-nya sudah jadi, anak-anak diberi pizza. Bentuknya rata-rata sama, jadi tidak tahu apakah pizza tersebut hasil kreasi anak kita atau bukan.
  • Domino’s Pizza
    Berbeda dengan PH, di Domino’s anak-anak diminta duduk dulu setelah mengenakan apron dan topi. Kemudian Mas-mas dari Dominos’s-nya menceritakan asa usul Domino’s pizza dulu. Baru setelah itu anak-anak berbaris untuk kitchen tour dan kembali ke meja. Selama waktu menunggu, anak-anak diberikan kertas dan dipinjamkan pensil warna. Jadi ada aktivitas selama menunggu anak-anak yang lain selesai tur. Bikin pizza-nya dimana? ini nih yang menurut saya seru! Di Domino’s, anak-anak bikin pizza di meja, bareng teman-teman. Topingnya disediakan. Dan masing-masing pizza kreasi anak dikasih kertas nama, agar saat dibagikan tidak tertukar.

Plus Minus

DSC_0456.JPG

  • Pizza Hut
    Karena saat menunggu tidak ada aktivitas yang disediakan dari PH-nya, jadi anak-anak hanya menunggu thok sama Ibunya. Tapi enaknya meja tidak kotor karena aktivitas membuat pizza dilakukan di dapur. Dari segi fasilitas lebih banyak juga. Sabtu kemarin juga ada grup lain yang cooking class, jadi mungkin hal ini bikin pihak PH agak riweuh ya. Makannya saat pelaksanaan terbilang cepat. Tidak ada pegarahan yang cukup panjang/cerita asal usul PH dulu sama anak.
  • Domino’s Pizza
    Saat menunggu, anak-anak mewarnai, jadi ngga bengong bingung di meja. Bikin pizza dilakukan di meja, jadi para Ibu bisa asik mengabadikan, hihi. Dan lebih terlihat serunya sih menurut saya. Dan pas mulai juga ada sesi story-tellingnya ya, ini nilai plus menurut saya. Trus teh botolnya bisa dibawa pulang. Minus-nya sebelum dan sesudah menaburkan toping pizza, anak-anak harus cuci tangan. Sempat agak chaos disini saat banyak anak, tapi kalau hanya 15 anak seperti saat di Domino’s Bintaro sih aman-aman saja.

Ya menurut saya sih itu aja bedanya. Mungkin pas di Domino’s jadi lebih terpantau sama orang tuanya ya, anaknya ngapain aja. Dan pizza-nya betul-betul terlihat kreasi sang anak karena ada nama anaknya di bawah adonan. Kalau pas di PH sama rata, ya no problemo juga sih, yang penting anak kita sudah tahu cara bikin dan menaburkan toping-toping pas di dapur 🙂

Oia di playdate kali ini Alhamdulillah sayabisa bantu-bantu panitia jadi seksi ngumpulin uang. Pengalaman baru, dan saya belajar bahwa senyum dan ketenangan adalah kunci ga panikan hihi. Kapan-kapan mau bantu-bantu lagi, insya Allah.

Terimakasih buat Teh Ully, teh Anggun, teh Puti, teh Intan dan teteh-teteh ITBMhBantim untuk playdate-nyaa!

Sekian ulasan saya, jadi mau pilih yang mana, Moms?

Tips Agar Anak Rajin Gosok Gigi

Screenshot (42)

Alhamdulillah gigi Aisya berderet dengan rapi, tidak ompong dan berlubang, masih lumayan bersih dan putih karena gosok gigi tiap hari.

Beberapa Ibu-ibu yang berinteraksi langsung dengan Aisya kadang bertanya, “Aisya ngga suka makan cokelat ya? Gigi-nya bagus.”

Atau

“Aisya, mah bagus gigi-nya. Ga pernah makan permen ya?”

Kenyataannya Aisya sering kok makan cokelat dan permen. Aisya memang ngga pakai dot untuk minum ASI saat masih menyusu. Dot hanya saya gunakan saat minum air putih. And its not all the time. Jadi bisa dibilang jarang sekali.

Kata Ibu-ibu yang anaknya pakai dot, dot itu bikin gigi jadi kurang cantik. Entah roges, berwarna kecoklatan maupun ompong. Betul ngga Moms? please yang tahu alasan ilmiahnya ditunggu komennya ya 🙂

Kalau hipotesa soal efek samping pakai dot ini betul, berarti dengan tidak menggunakan dot sudah membuat gigi Aisya tetap kokoh hingga usia 4 tahun ya.

Saya perhatikan, teman-teman se-usia Aisya ada yang sudah ngga utuh atau mengalami problem gigi anak yang saya sebutkan tadi di atas. Namun ada juga yang masih baguuusss. Karena belum sempat ngobrol sama Ibunya teman-teman Aisya yang bergigi oke, saya mau sharing pengalaman seputar per-gigi-an ya, termasuk tips agar anak rajin gosok gigi.

Tips agar anak rajin gosok gigi ini pop-ing up karena Nyonyamalas memposting instastory yang bertanya, gimana caranya ngajarin anak gosok gigi? Betul ngga mba Ella?

PERTUMBUHAN GIGI AISYA

Screenshot (43)

Sebelum memberi tips, saya mau cerita dikit tentang pertumbuhan gigi Aisya.

Tidak seperti bayi-bayi lain yang usia 6 bulan gigi-nya sudah ada empat, dan 1 tahun itu sudah lumayan banyak, usia 6 bulan gigi Aisya seingat saya baru muncul dua. Bahkan hingga setahun rasanya masih empat.

Jadi, ada yang sempat bilang, “Aisya di usia 1 tahunan masih kaya bayi banget ya. Gigi-nya masih sembunyi.”

Alhamdulillah, saya bukan tipe Ibu yang panikan. Saya selalu memilih bertanya pada Dokter Anak dan Bidan soal tumbuh kembang anak.

Ketika saya dan suami memeriksakan Aisya ke Dsa juga ke Bidan, keduanya mengatakan, “It’s okay. Bakal gigi-nya ada. tunggu saja hingga tumbuh”.

Yang saya lakukan akhirnya menunggu dengan optimis, bahwa gigi anak saya, yang saat itu tumbuhnya lebih lambat dari bayi-bayi seusianya akan lengkap juga nantinya.

Baca juga : Home Treatment Untuk Bayi Dengan Berat Lahir Rendah (BBLR)

Qadarullah, di usia 2 tahun, gigi-giginya mulai menghiasi rongga mulutnya. Lengkapnya mungkin usia 2 lebih ya. Bapak saya ikut menyuntikkan semangat dengan mengatakan, “Aisya nanti gigi-nya akan kuat. Seperti taji ayam, semakin lama ia tumbuh, akan semakin kuat”.

That’s make me more positive, ya meski gigi ngga bisa disamakan dengan taji, tapi analoginya masuk akal lah.

Nah pertumbuhan gigi Aisya inilah yang menurut saya jadi salah satu alasan masih bagusnya gigi Aisya di usia 4 tahun. However, pasti ada masa tanggal-nya nanti. But Thank God again, sampai saat ini ngga berlubang, ngga roges dan ngga kecoklatan warnanya.

Okey, sekarang lanjut ke tips agar anak rajin gosok gigi ya.

TIPS AGAR ANAK RAJIN GOSOK GIGI

pigeon-baby-training-tootbrush-sikat-gigi-bayi-set-3in1-lesson-123-6609-19789645-86405b751a49cfbe557b650aa144bc2f-catalog_233

Tips ini berdasarkan pengalaman pribadi kami ya. Karena yang namanya kebiasaan baik itu harus dibangun, jadi saya mulai mengenalkan konsep gosok gigi ini dari Aisya bayi.

Kenalkan Anak Pada Konsep Gosok Gigi

Pada dasarnya, menggosok gigi adalah tindakan membersihkan gigi kita. Saya mulai mengenalkan konsep gosok gigi ini sejak Aisya masih menyusu. Setiap kali selesai menghisap ASI, saya teteskan 1 sendok teh air putih ke lidahnya. Kata Bidan Sri, air putih ini berguna untuk menyapu ASI yang menempel pada lidah bayi. Suka lihat kan yang putih-putih nempel di lidah bayi? Nah gitu cara gosok gigi bayi 🙂

Mengenalkan Anak Pada Sikat Gigi

Saya ingat sekali. Saat gigi Aisya mulai tumbuh, meski saat itu baru 4 biji, saya sudah memberinya sikat gigi. Sikat gigi-nya yang dari silikon dan banyak jenisnya itu lho. Saya biarkan ia memegang sikat gigi lucu tersebut.

Biarkan Anak Merasa Nyaman Dengan Sikat Gigi

Setelah Aisya merasakan tekstur dari sikat giginya, saya persilakan Aisya menggosok gigi sendiri, dengan caranya sendiri. Sesuka hati Aisya, tujuannya supaya ia nyaman dulu. Disini masih belum pakai odol ya.

Ajari Anak Cara Menggosok Gigi Yang Benar

Setelah anak merasa nyaman mengenggam sikat gigi sendiri serta menyikat sesukai hati, pelan-pelan kita boleh contohkan cara menggosok gigi yang benar. Gosok gigi depan, atas-bawah dan gigi geraham. Ini yang saya beri tahu pada Aisya. Dan Aisya sudah paham, kalau saya minta ia menggosok gigi geraham, ia akan membuka mulut dan membersikan gigi bagian dalam.

Beralih Ke Sikat Gigi Lembut

Setelah gigi-nya mulai banyak, saya pilihkan sikat gigi yang sikatnya lembut. Supaya saat Aisya gosok gigi tetap nyaman, tidak merasa sakit, disikatnya juga pelan-pelan.

Memberi Odol Pada Usia 2 Tahun

Beranjak 2 tahun, ketika gigi-nya sudah lengkap, saya merasa sudah waktunya Aisya menggunakan odol. Odolnya juga yang aman jikalau tertelan. Saya pakai Pigeon rasa stroberi dan jeruk. Trus penggunaannya juga secuil, sebiji anggur lah. Kecil binggo kan?

Beralih Ke Sikat Gigi Kodomo

Jatuhnya sebut merk ya, but truly sekarang Aisya pakai Kodomo, sikat dan odolnya. Aisya suka rasa apel dan anggur. Di usia 4 tahun, sikat gigi silikon dan bersikat lembut sudah not working well lagi, sehingga sikat gigi balita lah yang Aisya butuhkan. Kalau ngga, pakai sikat yang lebih tebal dan masih lumayan lembut trus ada gambar Barbie-nya.

Rutinkan Waktu Sikat Gigi

Ini masuk ke habbit ya. Setiap mandi, usahakan untuk selalu gosok gigi. Aisya ngga susah gosok gigi, ia juga senang menggosok giginya sendiri. Kadang-kadang mau juga digosokin sama saya dan Ayahnya. Sampai saat ini metode menyikatnya masih pelan, ngga kaya orang dewasa. Odolnya juga sebesar biji jeruk.

Yang bikin Aisya hayu hayu aja saat diminta gosok gigi, bisa jadi karena dari bayi sudah saya kenalkan pada konsep gosok gigi dan Aisya merasa nyaman dengan memegang sikat gigi sendiri. Sehingga sampai sekarang ia suka gosok gigi.

Tentu ada saat tidak ideal, dimana Aisya lagi ngga mau gosok gigi. Tapi minimal sehari gosok gigi sekali.

Jelaskan Manfaat Menggosok Gigi

Sebelum masuk sekolah, bu guru akan memeriksa kuku dan gigi anak-anak. Biasanya diawali dengan pertanyaan, “Anak-anak, tahu ngga kenapa harus rajin gosok gigi?”

Anak-anak akan serentak menjawab “Supaya ngga ada kumannya, Bu!” atau “Supaya ngga sakit gigi, Bu.”

Nah, manfaat menggosok gigi ini sudah lebih bisa dipahami oleh anak usia 3-4 tahun ya. Saat kita mengucapkan berulang-ulang, bisa jadi inner voice di kepala anak lho.

To make it sound fun, dulu saya bilangnya gini ke Aisya, “Aisya tahu ngga kenapa harus gosok gigi? Kalau kita ngga gosok gigi nanti kuman-kumannya bakal berkemah di gigi Aisya. Mereka akan bikin api unggun di gigi dan membakar marshmallow. Aisya mau ngga kalau kuman-kuman berkemah di gigi Aisya?”

Aisya akan menggeleng, hehe.

Ya jelaskan sesuai daya tangkap anak ya Moms, supaya asik aja gitu.

Tips-nya cukup dulu ya! Step-nya yang jelas :

  • Bikin anak nyaman dulu dengan memegang sikat gigi dan menggosok gigi sendiri sesuka hati
  • Ajari anak cara menggosok gigi yang benar dengan mencontohkan
  • Beri secuil odol saat usianya sudah 2 tahun, gunakan odol yang aman
  • Ajak untuk menggosok gigi setiap hari, disiplin tapi caranya juga harus asik supaya anak senang

Nah, itu rangkumannya ya 🙂 Selamat mencoba, semoga artikel ini bermanfaat Moms.

 

 

FRUITY CARD #DIY

IMG_20180326_110517

I made a #DIY fruity card for my daughter 🍉🍌🍓🍇🍍 and I think its kinda cute! Kalau sebelumnya, saya bikin kartu angka dengan gambar lego, sekarang gambarnya buah-buahan biar segeeer.

Baca juga : DIY Kartu Angka

Kenapa DIY Fruit Card ?

 

Alasan kenapa bikin kartu bergambar buah seperti ini (ga beli aja kan banyak kartu serupa) adalah :

  • Karena mudah & murah. Hanya butuh buku gambar yang dipotong persegi panjang juga spidol warna-warni
  • Saya suka gambar-gambar buah mungil seperti ini
  • I have time to make it

Dengan #fruitycard ini Aisya jadi lebih mudah mengenal angka dan belajar berhitung. Ketika masih belum yakin saat menebak angka-nya, Aisya bisa menjumlahkan dulu buah-buahan di sampingnya. Selain itu, kartu ini juga bisa dipakai untuk :

  • Menebak nama buah
  • Menceritakan warna-warna buahnya
  • Mengidentifikasi persamaan dan perbedaan dari kartu buah yang memiliki warna sama

Untuk permainan yang ketiga, saya akan angkat dua kartu, misal kartu bergambar pisang dan nanas. Lalu saya ajak ia melihat persamaannya. She gonna say, “Warnanya sama-sama kuning.”

Lalu saya minta ia menceritakan perbedaanya. Aisya menjawab, “Pisang rasanya manis, kalau nanas agak asam.”

Terus, “Ayah suka jus nanas, Aisya dan Mami ngga suka.”

“Pisang, buahnya berwarna putih. Kalau nanas, di dalamnya ada biji dan buahnya sama-sama kuning,” tambahnya.

Banyak deh yang bisa dieksplor dari fruit card ini 🙂

Baca juga : Banana Oat Pancake Made By Aisya #DIYPOPUPBOOK

Alhamdulillah sekarang Aisya makin mengenal angka dan lancar berhitung. Seperti saat mengerjakan Mombi. Di bagian menghitung, Aisya akan menuliskan angka-angka di samping benda yang dihitung (agar tidak lupa). Kemudian menuliskan jumlahnya di kotak yang disediakan.

Seperti ini contohnya,

 

Apa Yang Paling Menantang Saat Bikin dan Mainin Fruit Card?

Apa yaa, ngga ada sih *nyengir*. Kalau gitu, sekarang saya share ya alat, bahan dan cara buatnya. Ini dia..

Alat dan Bahan :

  1. Kertas dari buku gambar/sketch book yang ukurannya agak tebal
  2. Spidol warna-warna
  3. Contoh gambar buah (bila perlu) atau sesuai dengan imajinasi sendiri

Cara Membuat :

  1. Potong kertas menjadi 10 bagian yang ukurannya precise. Ya, beda-beda dikit gapapa. Ingat, gunting lagi 4 sudut kartunya agar tidak lancip. Tujuannya menghindari jari-jari anak terkena ujung kertas yang tajam.
  2. Akan lebih baik, bikin list dan sketsa-nya dulu. Kira-kira buah-buahan apa yang mau digambar agar lebih terbayang.
  3. Keluarkan beberapa spidol warna warni dan mulailah menuliskan angka di sisi paling kiri.
  4. Lanjut menggambar buah di sisi kanan. Sesuaikan jumlah buah-buahannya dengan angka yang sudah ditulis.
  5. Setelah semua kartu selesai diwarnai, langsung mainkan!

Super easy right?

Baca juga : Rainbow Rice Craft #sensoryplay

Saya hanya membuat kartu dari angka 1-10, ini angka basic yang perlu dikuasai. Kan tujuan awalnya memang mengenalkan angka saja. Tapi kalau Ibu-ibu mau bikin terusannya, 11,12, hingga 20. Bahkan 50 pun, boleh.

Game We Can Play From A Fruit Card

 

Saya sudah sebutkan beberapa ya di atas. Sekarang saya coba rangkum lagi game apa saja yang pernah kami mainkan dengan DIY Fruity card ini :

  • Tebak angka. Tutup semua kartu dan letakkan di lantai. Biarkan anak memilih kartunya. Angkat ke atas dan minta ia menebak, angka berapakah itu?
  • Belajar berhitung. Kata mba Okina, sabar itu bukan at the moment only, tapi juga sabar dengan proses. Saat anak masih ragu angka berapakah yang ditebaknya, ajak ia menghitung buah-buahan di sampingnya. Pelan-pelan saja, itu prinsip saya. Ketika anak sudah bisa menghitung dengan tepat, pasti bakal lebih mahir menjumlahkan dengan cepat nantinya.
  • Menebak nama buah. Hayooo, sudah tahu belum ya nama-nama buah yang ada di kartunya? jelaskan juga manfaat dari buah-buahan ya Bu. Lengkap dengan kandungan vitaminnya (buat yang hapal).
  • Menebak warna buah. Buat anak-anak yang sudah khatam sama warna warni di dunia, ini sekedar me-refresh ingatan saja yaa.
  • Mencari persamaan dan perbedaan dari dua kartu. This is what I did. Hanya menemukan kesamaan dan yang berbeda dari dua kartu. Saya belum coba tiga kartu atau lebih, karena dua sudah cukup buat kami.
  • Menggunakan kartu-kartu ini sebagai alat bantu. Terutama ketika anak sedang belajar menulis angka/menjumlahkan angka, seperti saat mengerjakan worksheet/majalah anak (Mombi/Bobo Junior,dll).

Oia, buah-buah pilihan saya adalah semangka, kiwi, nanas, blueberry, apel, jambu air, jeruk, pisang, mangga dan anggur. Senang bikinnya, seru mainnya, belajar sambil bermain.

Yuk yuk bikiiiiin!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Painted Ice Cream Stick Box #DIY

IMG_20180309_130132

Kotak warna-warni dari stik es krim ini adalah wadah kabel. Seriusan? iya bener.

Lagi-lagi bikinnya bareng Aisya, tinggal tempel stik es krim pakai lem fox ke kardus bekas sepatu Aisya. Trus, setelah stik es krim-nya menempel dengan paripurna, tinggal di brush pakai cat air deh 🙂

Baca juga : Rainbow Rice Craft #sensoryplay

Cat air-nya juga ini bukan merk terkenal kok. Dulu beli yang biasa saja (harganya) di Harmoni – supermarket murmer di Bintaro. Tapiii tetap oke kan hasilnya?

Untuk bikin kotak wadah kabel ini saya bagi tugas dengan Aisya. Aisya yang menempelkan stik-nya dan saya yang mengecat. Kenapa? karena saat saya ajak Aisya untuk painting, ia lebih tertarik mencelupkan kuasnya ke air, lalu ke salah satu warna, kemudian dicampur dengan warna lain, diputar-putar. Pas dioleskan eh warna-nya terlihat gelap, haha.

Saat itu Aisya lagi ingin mencampur-campur warna, jadi saya take over the job deh.

Karena pakai cat sederhana, bukan cat tembok atau cat air untuk melukis di kanvas, jadi ya gampang-gampang saja mengaplikasikannya pada stik es krim.

As easy as, celupkan kuas ke air, putarkan di watercolor pocket box-nya (pilih warna-warna  dasar yang mencrang), and what I did next is just painting our stick ice cream box.

Nah, kalau sudah dilukis semua, langsung dijemur atau diangin-angin sebentar saja ya. Untuk wadah kabelnya, saya beri sekat tambahan supaya lebih rapi. Bisa terisi 3 kabel charger HP lah.

Gimana? lumayan lucu kaaan? 🙂

Saya suka suasana rumah yang rapi. Setelah bikin tempat khusus camilan Aisya dari kardus, saya juga ingin agar kabel-kabel HP tidak menjuntai begitu saja di lantai. Agar lebih rapi, setiap habis me-recharge, kabelnya saya gulung dan taruh di kotak ini.

HP-nya juga bisa ikut diberdirikan di antara sekat-sekat yang saya buat.

Bahan dan Cara Membuat

Mau bikin yang seperti ini juga? Kalau iya, bahan terpentingnya ada 4, yaitu :

  1. Kardus bekas. Kardus apa pun, ukurannya juga bebas. Saya pilih kardus bekas Aisya yang mungil karena kabel charger HP di rumah saya juga ngga banyak. Segini cukuplah.
  2. Lem Fox. Ini lem yang ada di rumah, belum pernah pakai lem lain. Ada yang pengalaman pakai lem yang lain mungkin? cerita-cerita di komen yaa.
  3. Stik es krim. Masih banyak sisa bikin tempat tumblr lamp (dulu saya beli stik es krim-nya di Baltos).
  4. Cat Warna. Saya pakai yang biasa saja. Pakai yang ber-merk bakal lebih kece pastinya.

Baca juga : DIY TUMBLR LAMP Made By Aisya

Untuk cara bikinnya, please kindly follow this step.

Setelah kardus bekasnya tersedia, Mommies bisa mengajak ananda mengoleskan lem ke semua sisi kardus. Lalu tempelkan stik es krim-nya.

Oh ya! there was a funny moment. Aisya senang sekali bermain-main dengan lem fox ini. Ia bilang, lem-nya seperti cat putih sehingga asik mengoles-oles.

Meski saya memintanya untuk mengoleskan sedikit lem saja, Aisya kadang mengambil terlalu banyak. Untuk mengantisipasi agar lem-nya tidak menumpuk, saya rapikan dan ambil kelebihan lem. Lalu saya oleskan ke sisi yang lain.

Untuk sisi yang lebih panjang, stik-nya saya susun seperti di foto. Dan untuk sisi yang lebih pendek, stik-nya saya ‘tidurkan’ (foto paling kanan). Supaya variatif aja. Mommies mau menyusunnya seperti apa, silakan didiskusikan dulu dengan ananda yaa.

As I mention above, kalau stik es krimnya sudah rekat. Mommies dan ananda bisa mulai mengecat stik-nya. One by one. Saya memilih mengecat beberap stik dengan warna yang sama. Mommies bebas ya, se-kreatif mungkin aja 🙂

Itu dia cara buatnya, its a piece of cake, kan? Pas banget minggu ini bakalan ada long weekend, DIY Painted Stick Ice Cream Box ini bisa jadi pengisi liburan Mommies dengan ananda lho!

Terimakasih sudah mampir, semoga suka dengan postingan saya. Happy Long Weekend all.

 

 

 

 

 

 

 

Rainbow Rice Craft #sensoryplay

IMG_20180312_132637

Sejak Aisya sekolah, kami mulai jarang bikin karya di rumah. Saya pikir kegiatan berkarya sudah cukup dilakukan di Kober. Sehingga, pulangnya Aisya bisa bermain sepuasnya bersama teman atau main apa saja di rumah.

Main apa? apa saja. Petak umpet, main bola, masak-masakan, dokter-dokteran, bengkel-bengkelan. Main puzzle, nyanyi, nari, kemah-kemahan dan masih banyak lagi.

Tentang bermain, I personally think that, anak-anak lebih sehat ketika bermain dengan sesama anak-anak. Namun ada kalanya Aisya juga bermain dengan teman yang lebih dewasa. Juga main sama Mami, Ayah serta kakek neneknya.

Terpenting buat saya, tetap didampingi saat bermain. Atau pastikan teman mainnya baik, aura-nya positif dan tidak memberi pengaruh buruk. Kalau kebawa-kebawa tentunya perlu difilter yaa sama kita (sebagai Ibunya).

Sebetulnya di rumah Aisya masih suka menggunting, menempel, menggambar dan mewarnai. Oia sekarang ia sedang gemar menulis huruf dan angka! I guess that’s whats also keep her busy 🙂

Baca juga : THINGS I ENJOY DOING WITH MY DAUGHTER

Okay, kembali ke bikinan. Senin ini kami mencoba bikin karya lagi. Aaand that’s feel good. Berasa sudah menerapkan home education aja, haha.

Kalil ini kami bikin rainbow rice. Warnanya macam-macam, jadi meskipun ga jadi mejikuhibiniu, saya sebut beras pelangi saja supaya mudah. Bikinnya mudah kok, yang jelas harus siap lihat beras-beras berserakan dan me-lap food coloring yang tidak sengaja jatuh ke lantai.

Yap! salah satu rule sebelum bikin karya adalah Sang Ibu harus SIAP dengan segala konsekuensi. Kalau saya bikin area dulu yang boleh dijadikan tempat bereksperimen, yaitu di dekat taman belakang. Catatannya, berasnya tidak boleh loncat ke rumput sintesis. Itu aturan yang saya sampaikan pada Aisya.

Pada saat mewarnai, saya alasi mangkuk-mangkuk dan mainan masak-masakan Aisya menggunakan flyer dari supermarket. Tujuannya, meminimalisir kemungkinan lantai kotor. Antisipasi saja, pada kenyataannya kemana-mana juga pewarnanya.

Okay, eksperimen dengan pewarna makanan ini sudah pernah dilakukan Aisya dan Ayahnya saat mereka membuat homemade playdough. Berhubung kami baru membeli pewarna baru dan saya lagi harus cuci piring pagi itu, saya ajak Aisya bikin rainbow rice. 

Aisya yang baru selesai sarapan dan masih dalam kostum tidurnya langsung antusias mengikuti saya ke dapur. Singkat cerita, saya sediakan alat dan bahannya, dan mempersilakan Aisya mencampur-campur warna sendiri. Setelah cucian piring rampung, baru saya nimbrung.

Melalui aktivitas ini, saya ingin Aisya melihat perubahan warna yang terjadi ketika mencampurkan pewarna yang berbeda dengan beras. Kemudian meminta ia mengamati apa yang terjadi jika dua atau lebih pewarna digabung.

Baca juga : Banana Oat Pancake Made By Aisya #DIYPOPUPBOOK

Rainbow Rice As Sensory Play

Bermain beras pelangi seperti ini juga masuk kategori sensory play ya Moms. Manfaat #sensoryplay banyak, diantaranya :

  • Melatih Perkembangan Otak. Semakin banyak informasi/pengalaman yang diberikan, semakin lengkap dan banyak bank data yang tersimpan dalam otak. Stimulasi ini membuat cara kerja otak semakin aktif.
  • Melatih Regulasi Diri. Tujuan yang diharapkan adalah menempatkan anak pada just right state, dimana anak pada level ini lebih tenang dan siap utk menerima stimulasi.
  • Meningkatkan Bonding. Ketika orang tua menemani dan bermain bersama anak, saat itu pula orang tua sendang membangun ikatan batin dan kedekatan bersama buah hati.
  • Membantu Berbagai Perkembangan : bahasa, motorik halus kasar, kognitif, sosial emosional, dan kreativitas.

(Sumber : http://elhanalearningkit.com/manfaat-sensory-play-untuk-balita)

Alat Dan Bahan Bikin Rainbow Rice

IMG_20180312_101127

Tanpa basa-basi lagi, saya akan share alat dan bahan bikin rainbow rice yang saya yakin sudah familiar ini yaa.

What To Prepare :

  1. Beras secukupnya
  2. Pewarna makanan
  3. Mangkuk dan sendok untuk mengaduk beras dan pewarnanya

Step To Make It :

  1. Pertama, saya minta ambil mengambil beras secukupnya. Kenapa tidak boleh banyak-banyak? karena beras itu fungsi utamanya untuk dimakan. Dimasak jadi nasi. We have to use it wisely 🙂
  2. Beras yang sudah dimasukan ke mangkuk, lalu dituangkan ke panci kecil berwarna pink. Ceritanya Aisya lagi menggoreng nasi.
  3. Saya minta Aisya mengambil satu botol kecil pewarna makanan dan meneteskan sedikit-sedikit agar perubahan warnanya bisa diamati. Jika Aisya ingin warnanya lebih pekat, boleh ditambahkan lagi.
  4. Pertama, Aisya menggunakan warna pink, lalu kuning, hijau dan terakhir mencampurkan semua warnanya.

Aisya berhasil membuat lima campuran warna yang wujudnya menjadi : beras kuning, beras pin, beras hijau, beras pelangi dan beras butek. Butek? haha, I pick this word karena Aisya mencampur semua warna dengan cukup banyak sehingga berasnya berwarna kecoklatan.

Satu tambahan beras oranye, itu saya yang mencampurkan warna kuning dan merah. Untuk beras pelangi cantik, kami dapatkan dengan mencampur beras pink, kuning dan hijau jadi satu.

Baca juga : DIY KARTU ANGKA

What Can We Make From Rainbow Rice?

This slideshow requires JavaScript.

Puas memandangi cantiknya beras warna warni ini, saya kepikiran untuk bikin craft. Sayang kan kalau ujung-ujungnya dibuang, sebaiknya dimanfaatkan saja.

Kebetulan kami membuat wadah dari kotak yang kedua sisinya sudah ditempeli stik es krim, sementara dua sisi lainnya masih polos. Aha! munculah ide untuk mendekorasi sisi-sisi tersebut dengan beras pelangi.

Selain kotak ini, ada beberapa lagi kreasi kami dengan beras pelangi.

Here it is :

Kotak Pelangi

Caranya lagi-lagi mudah. Hanya butuh rainbow rice dan lem fox (lem yang ada di rumah).

Aisya ambil satu stik es krim dan mengoleskan lem fox ke sisi yang mau ditempeli rainbow rice, kemudian menaburkan beras-berasnya. Step by step-nya bisa dilihat di galery ya.

Gimana cantik kan kotak pelanginya? bisa dipakai untuk menyimpan gunting, atau jarum pentul, juga tempat menampung beras pelangi-nya.

Hiasan Gelas Pelangi

IMG_20180312_184850_742

Kami ambil gelas hiasan yang seharusnya jadi tempat lilin, but the candle was long gone. Lalu Aisya tuangkan rainbow rice-nya ke dalam gelas mungil ini. Ia sematkan setangkai tanaman dan dipajang di rak buku. Looks pretty lah 🙂

Pohon Pelangi

IMG_20180313_214147

Yang ini, kami menepelkan rainbow rice-nya di sketch book. Pertama, saya gambar dulu pohonnya, Aisya beri lem fox dan menaburkan beras pelanginya. Diamkan beberapa saat, dan jadilah pohon pelangi.

Nasi Goreng Pelangi

IMG_20180313_100025

Same with making pohon pelangi, hanya yang ini bentuknya semacam boboko berisi beras pelangi. Kami namakan nasi goreng pelangi.

Bunga Pelangi

IMG_20180314_083602

Last, ini bunga pelangi! tanaman berwarna hijau yang berbunga pelangi.

Baca juga : DIY TUMBLR LAMP Made By Aisya

Semua rainbow rice craft ini bisa dipajang loh. Untuk sketch book juga bisa kita ambil, laminating dan simpan di rak/di atas lemari/floating shelves/dekat TV sebagai hiasan. Pasti bakal bikin suasana rumah lebih colorful deh!

As for me, ntah kenapa lihat-lihat pelangi seperti ini bikin mood jadi happier lho.

Ada yang pernah bikin rainbow rice craft juga? bikin apa aja nih? yuk share di komen yaaa Moms 🙂

Makasi yaa sudah mampir, semoga postingan ini bermanfaat.

 

 

 

 

 

 

 

TAMAN PINTAR YOGYAKARTA : Taman Anak Yang Edukatif, Asik, Murah Meriah

IMG_20180107_094010.jpg

Keluarga kami lebih suka berjalan-jalan di awal tahun, karena kerjaan suami relatif belum padat sehingga suami saya bisa mengambil cuti. Selanjutnya, untuk traveling, biasanya kami memanfaatkan hari kejepit nasional plus cuti beberapa hari di bulan-bulan lain.

Tapi pas ke Bangkok tahun lalu, suami ‘escape’ pas lagi peak month. Dan berimbas kami harus beli banyak oleh-oleh untuk dibagikan ke teman-teman di kantor haha.

Baca juga : 9 Makanan Yang Wajib Kamu Coba Saat Ke Bangkok

Berbeda dengan 2 tahun ke belakang, dimana kami berlibur ke Malaysia, tahun ini kami memilih untuk dolan santai ke Yogyakarta.

Been years didn’t visit Yogyakarta. The last time was with my colleagues, I remembered that we tried mercon setan at night and went shopping in Pasar Beringharjo haha. Yogya is always a call, just like Bandung, its a creative city ❤

Sama dulu banget sih, pas SMP study tour ke Yogya dan rasanya senang banget naik becak keliling keraton dan ke toko perak, waktu itu naik becak cuma Rp. 1000,-  sekarang tarifnya sudah Rp. 20.000-an ya.

Baca juga : DAY 2 #MalaysiaTrip : Awana Skyway Genting Highlands

Btw, ngomongin Malaysia jadi terselip rindu nih, bulan Januari itu di Kuala Lumpur lagi full of tourist. Jadi kami bisa ketemu sama banyak orang dari berbagai negara dan ngobrol sama mereka (sekalian ngelancarin bahasa inggris).

Semoga bisa ke Kuala Lumpur dan other part of Malaysia lagi deh tahun ini (selain destinasi wisata lainnya di wishlist yang sudah saya buat). Amiin.

Baca juga : Trip Seru Ke Langkawi

Okay, back to our trip to Yogyakarta. Kami sengaja mencoba naik kereta ekonomi kesana. Keretanya cukup nyaman, aman dan yang paling berkesan buat saya adalah kerjasama antar orang-orang yang berada di kereta itu jempolan banget.

Begitu sampai di stasiun Lempuyang Yogyakarta, kami langsung memesan grab menuju Ayaartta Hotel Malioboro. Insya Allah saya akan bikin review Hotel yang kami inapi selama 4 hari 3 malam ini ya. Buat sekarang, saya mau cerita tentang Taman Pintar, taman edukatif, asik dan murah meriah untuk anak.

Silakan disimak yaa Moms..

TAMAN PINTAR YOGYAKARTA :
Taman Anak Yang Edukatif, Asik Dan Murah Meriah

Taman yang terletak di Jalan Panembahan Senopati No. 1-3 Yogyakarta ini merupakan tempat rekreasi edukatif yang dibangun oleh Kementrian Pariwisata atas gagasan dari Walikota Yogyakarta Herry Zudianto SE, Akt, MM.

Taman ini dikelola oleh pemerintah, jadi pengurusnya ada PNS, pegawai tetap dan kontrak. Mungkin ini juga yang bikin Taman Pintar murah meriah.

Untuk masuk ke dalam, tidak dikenai biaya, kalau mau masuk wahana baru beli tiket. Tanpa masuk ke wahana berbayar pun, anak-anak sudah bisa main sepuasnya di beberapa area, seperti di Taman Air Menari, kemudian berbicara di pipa besar di depan PAUD Barat. area menabuh gendang dan area berpasir.

Aisya senang sekali bermain di Taman Pintar, terutama ke PAUD-nya. Sampai nagih lho! jadi kami kesini 2 kali.

Eits, tapi harus perhatikan jadwal buka-nya ya. Taman Pintar ini buka setiap hari namun hari SENIN TUTUP.

PAUD TIMUR & PAUD BARAT

Dua gedung PAUD ini dibangun atas kerjasama antara Sari Husada dan Taman Pintar. Untuk masuk ke PAUD Timur & PAUD Barat, kita harus membeli tiket seharga Rp. 3000,- per anak. Sebelum masuk, ada beberapa hal perlu kita perhatikan, antara lain :

  1. PAUD ini hanya boleh dimasuki oleh anak yang berusia 3-5 tahun
  2. Orang tua tidak boleh menemani anak di dalam PAUD & diminta menunggu di ruang tunggu
  3. Selama menunggu, para orang tua bisa melihat aktivitas anak melalui CCTV
  4. 1 tiket berlaku untuk melakukan aktivitas di dalam PAUD selama 30 menit, kalau times up dan anak kita masih ingin main bisa langsung beli tiket lagi saja
  5. Tidak diperkenankan mengambil foto di dalam ruangan

Sekarang, yuk kita bahas apa yang menarik di PAUD Timur & PAUD Barat.

Baca juga : Main Ke Belitung #GarudaPoin

Ada Apa Saja Di PAUD Timur?

 

Melalui CCTV, saya bisa melihat di PAUD Timur ini ada 5 ruangan, yaitu :

  1. Ruangan Robotik berisi 3 buah robot dimana anak-anak bisa mengamati pergerakan robotnya (sayangnya saat kami kesana sedang rusak)
  2. Ruangan ketangkasan, begini saya menyebutnya. Di ruangan ini terdapat beberapa matras berwarna hijau dan beberapa alat ketangkasan yang dilengkapi dengan TV
  3. Rumah Adat & Kereta Api. Di ruangan ini ada miniatur kota berisi berbagai rumah adat disertai dengan rel kereta api. Nah harusnya kereta api-nya berjalan mengitari rumah adatnya
  4. Ruang Musik. Di ruangan ini ada piano besar, saya lihat Aisya menginjak tuts-nya agar berbunyi, kemudian ada drum, bonang dan angklung yang boleh dimainkan
  5. Terakhir ada semacam aula besar yang dinamai ruang Seni Budaya. Di panggungnya Aisya bernyayi diiringi gitar

Keluar dari PAUD Timur Aisya menunjukkan gambar ini pada saya, rupanya ia sempat mewarna di ruang Seni Budaya 🙂

Ada Apa Saja Di PAUD Barat?

Aktivitas di PAUD Barat lebih menarik (menurut saya), apalagi sambil menunggu Aisya bermain, kami (para orang tua) mendapatkan seminar gratis mengenai “Menanamkan Gaya Hidup Holistik Pada Anak : Guna Memunculkan Yang Terbaik Pada Diri Anak” yang diadakan oleh Sari Husada.

Mudah-mudahan saya bisa sharing juga tentang program edukasi nutrisi ini ya. Next post, insya Allah.

Saya yang senang nih, dapat ilmu sambil nunggu anak 🙂

Nah, sambil mendengarkan pemateri saya juga sempat melihat CCTV disini dan melihat Aisya yang berpindah dari satu ruangan ke ruangan lainnya.

Kalau di PAUD Timur lebih banyak unsur science, disini ruangan-ruangannya berisi alat bermain yang lebih fun. PAUD Barat ini terdiri atas :

  1. Ruang Balok Susun, tempat anak kita bisa bermain lego dari ukuran kecil hingga besar (Aisya cukup anteng disini nih)
  2. Kota Miniapolitan Sari Husada. Disini Aisya naik pesawat dan belajar jadi pilot, lalu main dokter-dokteran, memasak di dapur, dan berkali-kali menaiki tangga lalu loncat ke matras besar. Ada semacam bengkel juga tempat anak bisa berlagak jadi montir
  3. Ruang Komputer pintar dimana anak diajak main game edukatif

Lebih sedikit ruangannya tapi Aisya betah berlama-lama disini, saya sampai beli tiket 3 kali.

Setelah puas bermain di PAUD, kami beranjak memasuki Gedung Oval – Kotak. Disini ada berbagai macam alat peraga science dan sejarah. Yuk take a look inside.

GEDUNG OVAL KOTAK

IMG_20180107_113443

Gedung ini adalah area paling besar di Taman Pintar, tiket masuknya Rp. 15.000,- per orang.

Ketika masuk kita akan melewati mini aquarium berisi ikan-ikan besar. Lalu disambut oleh hewan-hewan purbakala yang mengeluarkan bunyi. Saya tersandung kaget lho ketika Dinosaurusnya bergerak haha. Kepalanya itu bisa gerak dan mulutnya mangap. Jadi kaget kaaan!

Masuk lebih dalam, kita akan disuguhi foto-foto para penemu dan orang yang menorehkan sejarah seperti Pak BJ Habibie, Avicena, Phytagoras, dan lain-lain.

Selanjutnya ada zona-zona, seperti Zona Fisika, Zona Air, Zona Tata Surya, Zona Bagian-Bagian Tubuh, dan banyaaaak lagi. Saya kasih lihat foto-fotonya saja ya. Di Gedung ini mah kita boleh memotret.

Ada banyak ruangan, dan tidak saya foto semua. Yang bisa saya abadikan ada di album ini ya.

This slideshow requires JavaScript.

Seperti yang saya bilang, kami mengunjungi tempat ini 2 kali, yaitu hari Ahad dan Selasa. Di hari Selasa, selain main ke PAUD, Aisya dan Ayah juga naik perahu di sungai.

Masih ada beberapa wahana lainnya, kami tidak masuk ke semua wahana. Termasuk yang satu ini, saya hanya sempat memotret anak orang lain yang sedang naik mobil-mobilan, Area ini dilengkapi dengan halte dan rambu-rambu lho.

Sebetulnya pengen ajak Aisya belajar nyetir gini, tapi hari sudah siang, Kami harus kembali ke Hotel untuk check out.

And you know what? setelah kami tiba di Bandung, sampai hari ini pun Aisya terus bilang, “Aku mau ke Taman Pintar, Mami, Ayah”.

Berkesan banget nih kayaknya PAUD-nya.

Gimana, tertarik mengajak buah hati kesini ga Moms?