BANANA MUFFIN

Screenshot (20)

Pagi-pagi, nyeruput teh tarik sambil ngunyah homemade banana muffin ituu, rasanya enak bangeet. Perfect match lah bahasanya.

Siapa yang suka banana muffin? Cuuung ya 🙂 karena saya mau bagi-bagi resep banana muffin disini.

BEDA NGGA SAMA BANANA BREAD?

Oh jelas beda, yang bikin beda antara lain :

  • Loyang. Loyang yang digunakan untuk bikin Banana Bread biasanya berbentuk persegi panjang (sama size dengan loyang Brownies) atau berbentuk bulat yang tengahnya ada bolongnya. Sedangkan loyang muffin berbentuk bulat tapiii kecil-kecil. Satu loyang bisa berisi 4 hingga 9, bahkan ada yang lebih ya. Loyang milik saya berisi 9 slot.
  • Waktu Memanggang. Memanggang dengan loyang muffin/cupcake membutuhkan waktu yang lebih sedikit. That’s why I’m happy to make either cupcake/muffin. Lebih cepat jadi lumayan menghemat gas (saya pakai oven tangkring). Kalau memanggang Banana Bread di loyang Brownies, butuh waktu 50-60 menit. Untuk bikin Banana Muffin hanya butuh 40-45 menit.
  • Bahan-bahannya. Saya menambahkan 1 sdm susu UHT ketika membuat Banan Muffin, sementara pada Banana Bread, tidak menggunakan susu.

Cukup 3 dulu deh, perbedaannya. Ada yang mau menambahkan? 🙂

Baca juga : Moist Vanilla Cupcake

Oia, there’s also one thing about baking that attract me. Dulu, saya belum begitu tertarik belajar membuat kue. Baru sekarang-sekarang saja, Alhamdulillah sudah mencoba beberapa resep.

Standar enak tidaknya, ditentukan oleh Aisya. Kalau Aisya lahap makannya dan rikues terus, artinya kami berhasil membuat kue/kukis/cupcake/muffin tersebut. Pastinya di lidah saya juga harus oke. Nampaknya selera manis saya dan Aisya sama deh.

Kegiatan baking-baking-an ini membuat saya bahagia. Ada rasa senang ketika saya mengaduk adonan, melihat adonannya puff-ing, juga saat menunggu adonannya matang. Lebih senang lagi begitu dicicipi, ternyata rasanya sesuai ekspektasi. Yummm.

Untuk bikin muffin ini misalnya, saya akan melirik jam di menit ke 20 untuk mengecek apakah adonannya sudah mengembang atau belum. Biasanya saya putar juga agar matangnya merata.

Nah, sambil menunggu inilah saya suka nyambi mengerjakan yang lain. Seperti mencuci piring, membereskan mainan Aisya, menjemur pakaian dan lain-lain di 20 menit pertama dan 20 menit kedua.

Karena kalau hanya tok nunggu bakal gemes sendiri liat pergerakan jarum jam. Dan dikit-dikit ditengokin muffin-nya. Daripada harap-harap cemas gitu, saya memilih untuk menyibukkan diri. I set my timer tapi yaa, kalau ngga asik dengan yang lain eeh! gosong deh muffin-nya.

Sehingga saat muffin-nya matang, I already finish like 2 or 3 things in a row. Kemudian tinggal meluruskan kaki, menyeduh teh tarik hangat dan menikmati muffin-nya bersama Aisya.

Finish 2-3 things in a row ini juga bikin saya merasa produktif lho. Ga rugi waktu dan rasa happy-nya sama kayak beli baju dapat harga sale.

Baca juga : Homemade Almond Crispy Cheese – by me

So, as I promised, ini dia resep untuk 9 muffin ya. Ga perlu mixer, cukup pakai whisk dan spatula kok!

🍰 RESEP BANANA MUFFIN 🍰

Bahan :
1. Pisang yang matang banget 3 buah
2. Margarin 2 sdm
3. Gula putih 5,5 sdm
4. Telur 2 butir (suhu ruang)
5. Tepung serba guna 5 sdm
6. Susu UHT 1 sdm
7. Garam sejumput
8. Chocolate chips untuk taburan

Cara Memasak :
1. Aduk margarin dengan gula menggunakan whisk sampai teraduk cukup rata
2. Masukkan telur, kocok bersama
3. Tambahkan tepung serba guna juga garam, aduk lagi sampai semua tercampur dengan baik
4. Beri 1 sdm susu, aduk lagi
5. Haluskan pisang dengan garpu, lalu masukkan ke dalam adonan, aduk dengan teknik folding sampai mix well aja (dont over mix/under mix)
6. Panaskan oven tangkring dengan suhu sedang dan tuang adonan banana muffin ke loyang cupcake
7. Lalu beri toping chocolate chips dan keju parut
7. Panggang selama 40-45 menit, biasanya setelah 40 menit rumah bakal harum sama aroma pisang + chocolate chips (yumm)
8. Tengok, bila ditusuk tidak ada yang menempel artinya sudah matang yaa
9. Angkat dan sajikan, dimakan hangat-hangat dengan secangkir teh tarik menurut saya lebih enak 🙂

Tips : biasanya di menit 30 saya akan buka oven dan memutar posisi loyang agar matangnya rata.

Semoga resep ini bermanfaat yaa. Sebelumnya saya pernah mencoba bikin dengan taburan keju parut di atasnya, but I personally prefer the chocolate banana muffin rather than the cheese on top, how about you?

Advertisements

Moist Vanilla Cupcake

Screenshot (17)

“Mami, aku mau bantuin bikin cupcake yaa,” Aisya langsung mengaduk adonan dalam mangkuk sementara saya mengocok putih telur dengan mixer.

Setelah kami tambahkan putih telur yang sudah mengembang dan mencolek sedikit adonan, saya tambahkan lagi gula putih. Nyamm, manisnya sudah pas! Tiba waktunya memanaskan oven tangkring dan menuangkan adonan.

“Lho kok bukan brownies, Mami? Aisya gamau makan cupcake yang ini. Aisya kan sukanya brownies,” tampang Aisya agak kesal saat tahu kami tidak menambahkan lelehan dark cooking chocolate ke dalam adonan.

“Iya Aisya. Ini namanya Vanilla Cupcake. Mami ingin coba bikin yang basic dulu. Ingin tahu berhasil atau ngga tekniknya. Kalau sudah jadi Aisya coba yaa,” jelas saya.

Aisya langsung masuk ke ruang keluarga, ia masih manyun. Sekitar 15 menit di dalam otang, cupcake-nya mulai mengembang.

“Aisya sini, lihat cupcake-nya rise up!” ucap saya

“Ngga kelihatan ah sama Aisya. Gendong, Mami,” ia mulai tertarik tapi agak gengsi.

“Waah iya Mami. Cupcake-nya mengembang. Aisya mau Mami. Mau satu, Mami. Kaya waktu makan brownies, Aisya boleh ambil satu duluan,” pintanya antusias.

Hm, meski agak ragu, saya keluarkan dulu cupcake-nya dan menusukkan tusuk sate ke dalam. Tidak ada adonan yang menempel saat ditarik kembali. Artinya sudah matang. Penasaran, saya comot 2 cupcake dan membiarkan yang lain masuk ke dalam oven lagi.

Aisya menaiki bangku kuning, mengambil meses di atas kulkas. Sementara saya memarut keju untuk topingnya.

Kami cicipi cupcake-nya yang masih hangat. Bismillah.. “Hmm, enak banget cupcake-nya, Mami,” mata Aisya berbinar.

“Iya, lembut ya,” timpal saya sambil mengunyah.

“Gimana, Aisya suka ngga Vanilla Cupcake-nya?” tanya saya.

“Suka, Mami. Aisya mau bawa buat bekal ke sekolah trus dibagikan ke teman-teman ya,” ucapnya. Wah boleh banget nih idenya. Saya simpan 2 di rumah dan sisanya dibawa ke sekolah

Alhamdulillah, ada satu resep lagi yang kami buat dan Aisya suka. Resepnya mudah kok. Gak percaya? boleh dicoba dulu lho Buuuk 🙂

Baca juga : Tiramisu Cheesecake #HOMEMADE

🍰 MOIST VANILLA CUPCAKE 🍰

Resep untuk 9 cupcake

Bahan :
1. Margarin 2 sdm
2. Gula putih 6,5 sdm
3. Telur 2 butir
4. Tepung serba guna 5 sdm
5. Garam sejumput
6. Susu UHT plain 2 sdm

Cara Membuat :
1. Kocok margarin dengan whisk bersama dengan 3,5 sdm gula putih
2. Masukkan kuning telur, aduk rata
3. Menggunakan hand mixer, kocok putih telur dengan kecepatan rendah hingga berbuih. Lalu tambahkan 3 sdm gula putih sedikit-sedikit sambil dikocok dengan kecepatan tertinggi sampai mengembang
4. Tambahkan terigu ke dalam adonan yang berisi campuran margarin + gula putih + kuning telur until all mix together
5. After that, taburkan sejumput garam + susu UHT (cukup 2 sdm saja)
6. Ambil sedikit putih telur yang sudah mengembang, campurkan ke adonan cake dengan teknik folding (aduk lipat). Saya bagi 3 term. Ambil putih telur, masukkan ke adonan vanilla cake, aduk rata. Ulangi langkah-nya hingga 3 kali
7. Setelah adonannya teraduk dengan baik, pindahkan ke cetakan cupcake
8. Panggang selama kurang lebih 40-45 menit dengan api sedang. Tusuk adonan dengan tusuk sate, jika tidak ada yang menempel artinya sudah matang. Biasanya saya cek di menit ke-20 kalau belum matang secara merata saya putar posisi loyangnya. Yang depan jadi di belakang
9. After well cook, diamkan dulu di bagian atas oven setelah api dimatikan (sebentar saja). Lalu angkat, makan hangat-hangat lebih terasa moist dan enaaak ❤

Tips : Buatlah cupcake saat kondisi tubuh sedang fit, ready & happy! Beberapa kali saya bikin cake ketika sedang lelah malah gagal :p maybe positivity affect what we bake 😉

Baca juga : 5 Langkah Mudah Bikin Tepung Oat Di Rumah

And ya, I rarely add baking powder/baking soda to my batter. So far, the cake that I made rise pretty well. Kecuali untuk resep yang benar-benar butuh baking powder, baru saya pakai bp.

Gimana mudah kaaan resepnya? Sudah dicoba? kalau sudah lemme know how it taste yaa. Thank you for visiting me Moms.

Sambal Goreng Krecek – Pedas & Nagih

IMG_20180120_083937

Saya suka sambal goreng krecek yang ada di Gudeg Banda. Tapi hanya sesekali makan gudeg ini. Dan saya penasaran, gimana sih cara bikin sambal goreng yang enak ini?

Awalnya saya kira bikinnya rumit. Tapi ternyata mudah lho! Lihat resep ini deh Kokiku TV – Resep Sambal Goreng Krecek Gerry Girianza

Di resep tersebut kang Gerry menggunakan daging tetelan beserta kacang. Nah di resep saya, ngga pakai dua bahan itu.

Saya bikin versi sangat simpel-nya. Daging sapi-nya saya ganti dengan suiran daging ayam. Dan bumbu-bumbu lainnya. Just that.

Ini resep sambal goreng krecek ala Mami Jasmine yang merupakan modifikasi dari resep yang dibagikan di channel Kokiku TV ya.

Baca juga : Penne Carbonara With Grilled Salmon

Sambal Goreng Krecek Ala Mami Jasmine

Bahan :

  1. Sepotong daging ayam
  2. 2 bungkus kerupuk kulit
  3. 8 siung bawang merah
  4. 4 siung bawang putih
  5. 3 biji cabe merah
  6. 2 biji cengek
  7. 2 buah tomat
  8. 4 iris lengkuas
  9. 2 helai daun jeruk
  10. 1 batang serai
  11. Secuil gula merah
  12. 1/2 sdt gula putih
  13. garam dan penyedap rasa secukupnya
  14. Air mineral secukupnya juga
  15. Minyak untuk menumis
  16. 1 sdm santai kental (saya pakai Kara)

Cara Memasak :

  1. Pertama nih, saya pakai ayam yang sudah diungkep. Saya ambil 1 potong saja dari 1 kg ayam yang sudah saya ungkep dan siap digoreng kemudian saya suir-suir.
  2. Kupas dan cuci bersih bawang merah, bawang putih, dan jahe. Untuk lengkuas, daun jeruk, serai, cabe, tomat dan cengek tidak perlu dikupas ya. Langsung dicuci bersih saja.
  3. Iris bawang merah, bawang putih, tomat, cabe dan cengek menjadi dua bagian lalu haluskan menggunakan mincer.
  4. Sayat-sayat/geprek irisan lengkuas dan serai
  5. Nyalakan api dalam kompor, tuang minyak sedikit saja lalu tumis semua bahan halus disusul bahan-bahan pada no.4.
  6. Tambahkan daun jeruk.
  7. Tumis hingga harum dan matang, kemudian tambahkan air secukupnya. Aduk-aduk hingga air mendidih
  8. Beri garam, gula (merah dan putih) dan penyedap rasa bila perlu.
  9. Setelah itu masukkan ayam yang sudah disuir.
  10. Aduk rata, cicipi. Jika rasanya sudah cukup mantap di lidah, kita bisa menambahkan kerupuk kulitnya.
  11. Langsung masukkan kerupuk kulit ke dalam tumisan, aduk-aduk hingga semua terendam dan melunak.
  12. Terakhir beri 1 sdm santan kental, aduk rata dengan api kecil.
  13. Jika semua sudah tercampur rata, terasa enak dan matang sempurna, kita bisa mematikan api dan menyajikan sambal goreng krecek di dalam piring/mangkok.

Hmm, sambal goreng krecek perdana yang saya buat ini rasanya enaaak banget! Nagih lah pokoknya. Suami saya yang lagi serak pun sampai bekal sambal goreng krecek untuk brunch di mobil. Padahal paginya sudah sarapan dengan kari ayam.

Kalau saya dari pertama bikin sampai esok paginya masih terus makan inii. Rasanya enak dimakan sama nasi doang, maupun disantap bareng telor ceplok. Lebih mantap saat menjadi pelengkap kari ayam sih 🙂

Baca juga : Nila Acar Kuning – Sedap & Simpel

Oia, di resep yang saya tonton, Kang Gerry tidak menggunakan tomat ya. Saya pakai 2 buah tomat disini supaya mengimbangi rasa pedes dari 2 biji cabe rawit yang ikut saya haluskan. Buat lidah saya, rasanya pas.

Trus, saya juga tidak merebus cabe merahnya, karena tanpa direbus pun warnanya sudah merah merona sih ketika sudah jadi. Saya juga tidak menambahkan terasi juga daun salam pada resep saya.

Sambal goreng krecek buatan saya ini tidak terlalu pedas, enak dan bikin nagih. Senang banget setelah tahu cara masaknya yang ternyata ga ribet. Tinggal dimasukkan ke mincer (bisa juga pakai blender ya) lalu tumis. Kerupuk kulitnya pun saya beli yang ada di warung. Bukan yang ber-merk ko.

Besok-besok bisa eksekusi lagi. Yeaaay!

Baca juga : Serundeng Suir Ayam

By the way, selain sambah goreng krecek, saya juga suka sambal tempe orek. Itu lho bawang putih, cengek plus tempe yang sudah digoreng diulek bareng. Tambahin garam dikit yaa. Sambal matah dan sambal biasa juga suka 🙂

Kalau Ibu-ibu suka sambal apa? suka sambal goreng krecek juga ngga?

Penne Carbonara With Grilled Salmon

IMG_20171207_161554

Whose agree with me that grocery shopping is really fun? Apalagi kalau lagi banyak diskon, pasti bikin tambah happy. Ya kan Moms? 🙂

Minggu ini saya belanja ke Superindo, tujuan utamanya adalah membeli fillet Salmon seharga Rp 21.706,- per 100 gram. Info diskon ini saya dapatkan dari situs harga-diskon.com 

Sebetulnya saya bukan pemburu diskon, suami saya yang lebih jeli membeli barang-barang dengan potongan harga yang lumayan. Dan saat ini, saya punya tetangga yang suka berbelanja ke supermarket ketika ada banyak promo. Setelah ngobrol dengan beliau, saya jadi sering membuka laman yang berisi info diskon di berbagai supermarket di atas.

Saya termasuk jarang belanja di supermartket, untuk kebutuhan harian saya biasa membeli di warung/tukang sayur yang lewat. Kecuali untuk beras, stock susu Aisya dan beberapa snack, saya suka beli di supermarket. Pas Ayahnya Aisya lagi di Bandung, jadi ada yang mengantar.

Minggu sebelumnya juga kami  membeli Ultra Mimi di Giant yang lagi cuci gudang. Alhamdulillah dapat se-pack susu dengan harga yang lebih murah. Ternyata asyik ya berburu barang-barang dengan harga miring seperti ini.

Tapi lihat-lihat juga sih, tidak perlu menyambangi satu supermartket ke supermarket lainnya hanya untuk memenuhi kepuasan membeli barang diskonan, sayang juga bensinnya kan.

Lebih baik memastikan dulu barang apa saja yang kita butuhkan, jika dari 5 item yang mau kita beli dan 3 di antaranya lagi diskon di satu supermarket, itu sudah untung (menurut saya).

Nah, setelah menghemat beberapa rupiah di Superindo, saya pulang untuk memasak Salmon untuk makan siang.

Dibikin apa? yang simpel aja.

Curhat dikit ya. Sewaktu Aisya bayi, saya tidak membuatkannya berbagai macam Mpasi. Kenapa? karena Aisya sempat mengalami eksim sejak usia 7 bulan hingga 2 tahun. Dokter mengatakan kalau eksim-nya Aisya ini tidak disebabkan oleh ASI. Meski begitu, tiap diperkenalkan pada menu yang baru, Aisya pasti muncul gatal-gatalnya. Akhirnya, saya sering memberinya menu yang monoton agar gatal-gatal di sekitar kaki dan telapak tangannya tidak kambuh.

Baca juga : Home Treatment Untuk Bayi Dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)

Alhamdulillah setelah usia Aisya 2 tahun, eksimnya tidak muncul lagi. Dokter memang mengatakan kalau eksim ini akan hilang sendirinya di usia 2 tahun atau 6 tahun.

Sejak saat itu, saya mulai rajin menyediakan berbagai masakan dan kudapan untuk Aisya. Lega rasanya, saya bisa menyuapinya tanpa mengkhawatirnya akan eksimnya.

Ditambah, menginjak usia 3 tahun, Aisya makannya lebih lahap. Jadi makin senang deh saya.

Dulu, agak takut memberi Aisya ikan Salmon. Nah, sekarang pas dicoba gimana? Aisya suka ngga? kita bahas di akhir yaa. Sekarang mau share resep dulu.

Penne Carbonara With Grilled Salmon

Saya menggunakan Penne, karena belum pernah mengolah pasta jenis ini. Biasanya saya memakai Fusilli, Macaroni dan Spaghetti. Ternyata enak juga lho!

Untuk membuat saus carbonara-nya, saya campurkan 1 butir telur dengan 1 cup susu UHT suhu ruang. Dan Salmonnya saya panggang dengan mentega di teflon saja. Berikut bahan dan cara memasaknya yaa.

Bahan-bahan :

  1. Pasta penne secukupnya
  2. Brokoli beberapa tangkai
  3. Salmon fillet
  4. Bawang putih 2 siung
  5. Bawang bombay setengah bulat
  6. Jeruk lemon 1 iris
  7. Mentega
  8. Telur 1 butir
  9. Susu UHT plain 1 cangkir
  10. Keju slice Chesdale
  11. Garam
  12. Merica
  13. Air untuk merebus pasta

Cara Memasak :

  1. Rebus air di dalam panci, setelah mendidih masukkan sejumput garam disusul Penne
  2. Iris brokoli tipis-tipis, cuci bersih lalu rebus sebentar
  3. Cuci bersih Salmon, beri sedikit perasan jeruk lemon, diamkan sebentar lalu cuci lagi dan bumbui dengan garam
  4. Dalam teflon, panggang Salmon hingga matang menggunakan mentega. Saya lebih suka memanggang hingga Salmonnya benar-benar matang dan bagian atasnya terlihat agak kecoklatan. Jika sudah matang, angkat lalu simpan di piring
  5. Dalam mangkok kecil, aduk rata 1 butir telur dan secangkir susu UHT plain
  6. Angkat penne dan brokoli yang sudah direbus hingga matang, lalu sisihkan
  7. Kupas dan cincang 2 siung bawang putih, iris juga bawang bombay
  8. Panaskan mentega dalam teflon yang sama (saya bilas dulu dengan air dulu), lalu tumislah bawang putih dan bawang bombay hingga harum
  9. Masukkan penne, lalu tuangkan campuran telur dan susu, aduk rata
  10. Beri potongan keju slice. Saya pakai merk Chesdale, bisa juga menggunakan keju Quick Melt atau parutan keju Kraft biasa, aduk rata kembali
  11. Tambahkan brokoli, bumbui dengan garam, merica dan penyedap rasa bila perlu
  12. Cicipi, jika rasanya sudah pas di lidah kita bisa mematikan api
  13. Sajikan penne carbonara dengan salmon panggang di atasnya

Tips dari saya, beri garam sedikit saja, karena penambahan keju dalam saus carbonara sudah membuat pasta-nya berasa dan creamy. Seimbangkan dengan menambahkan merica agar tidak terlalu asin.

Rasanya gimana? wah enak banget deh. Ini pertama kalinya saya mencampurkan telur dan susu untuk membuat saus carbonara, biasanya saya menggunakan teknik yang lain seperti saat membuat saus Bechamel yaitu dengan mengkombinasikan mentenga dengan terigu dan susu. Terkadang rasa terigu-nya masih ketara sih.

Nah, ternyata dengan resep baru ini, rasanya lebih MANTAP! yummy-creamy-bikin kenyang deh. Apalagi ada rasa-rasa melted cheese dari keju slice Chedsale 🙂

Oia resep ini saya pelajari dari Chef Norman yang mengisi acara memasak di Net TV.

Sok mangga dicoba, Moms.

Oia Aisya kurang suka penne carbonara-nya, masih lebih suka Spaghetti Aglio-Olio. Tapi kalau penne-nya di-sop/ditumis sama wortel, brokoli dan baso Aisya suka kok.

Baca juga : 25 Mins Spaghetti Lasagna

Nah, untuk mensiasati agar Salmonnya tetap disantap oleh Aisya, saya ambil rumput laut lalu membuat sushi sederhana dengan membalut cuilan ikan salmon dengan nasi menggunakan nori. Makannya sambil dicocolin ke mayones.

Hmmm, LAHAAAP banget Aisya makannya. Nambah lagi, nambah lagi. Udah habis pun Aisya bilang, “Maaam, ayo bikin lagi”.

Ahaha, YES. Alhamdulillah Aisya suka Salmon!

 

 

25 Mins Spaghetti Lasagna

IMG_20171124_122230

Minggu lalu saya membuat spaghetti lasagna. Dua bahan utamanya sudah leftover gitu di kulkas, jadi sekalian saya habiskan saja.

Kenapa di bake padahal dimasak biasa saja sudah cukup? its because saya tergoda untuk mencicipi melted cheese on top. Kebetulan, suami membawa keju slice dari New Zealand yang mudah meleleh bak mozzarella dengan rasa yang lebih enak!

Baca juga : Homemade Almond Crispy Cheese

Sebelum mulai memanggang, saya sudah membayangkan nih, pasti rasanya bakal mirip sama lasagna (versi simpelnya).

Resep lasagna yang mewah akan berisi campuran daging giling, wortel, bawang putih, bawang bombay, bawang daun, potongan tomat, saus tomat, dan kaldu daging sapi/ayam. Bisa juga ditambahkan terung yang diiris tipis – penambahan ini dilakukan oleh Tiffany dalam Dinner With Tiffany yang saya tonton pada salah satu Food Channel, lebih healthy kata beliau 🙂

Bagi teman-teman yang suka mantengin Buzz Feed Tasty pasti tau dong, kalau akun instagram tersebut juga suka bagi-bagi resep modifikasi yang cepat dan anti-mainstream. 

Saya pernah lihat resep Penne Lasagna (kalau tidak salah), dimana pasta lasagna-nya diganti dengan penne. Nah, dari sinilah saya mendapatkan ide untuk membuat yang serupa tapi tak sama, which is Baked Spaghetti Bolognese saja.

As other Mami Jasmine Simple Recipe, Baked Spaghetti Bolognese / Spaghetti Lasagna ini cara bikinya mudah dan cepat. Saya memanfaatkan La Fonte Pasta Sauce Bolognese dan spaghetti dari merk yang sama. Saya tidak menambahkan potongan dan sayuran, hanya margarin, bawang putih dan bawang bombay saja sebagai pelengkap.

Lagi pengen yang simpel saja, karena sudah starving 🙂

Silakan disimak step by step-nya ya Moms..

Simple Spaghetti Lasagna by Mami Jasmine

Alat – bahan :

  1. Saus Bolognese La Fonte 
  2. Pasta Spaghetti La Fonte
  3. Bawang putih
  4. Bawang bombay
  5. Keju slice merk Chesdale
  6. Margarin merk For Vita
  7. Panci berisi air
  8. Garam
  9. Teflon
  10. Loyang bulat
  11. Baking paper
  12. Oven tangkring

Cara Memasak :

  1. Panaskan air di dalam panci hingga mendidih
  2. Setelah mendidih, taburi garam secukupnya kemudian masukkan spaghetti-nya
  3. Sambil menunggu spaghetti melunak, kupaslah bawang putih dan bawang bombay
  4. Selanjutnya geprek bawang putih menggunakan pisau berukuran sedang dan iris tipis
  5. Untuk bawang bombay cukup dibagi dua dan iris panjang-panjang
  6. Panaskan margarin pada telfon, lalu tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum
  7. Jika sudah harum, tambahkan saus tomat, aduk rata
  8. Ketika spaghetti-nya sudah al dente, saring airnya lalu campurkan ke dalam saus tomat
  9. Beri potongan keju slice (saya potong kasar saja), aduk hingga semua bahan tercampur rata
  10. Angkat spaghetti bolognese dan mulailah memanaskan oven tangkring dengan api sedang
  11. Tata baking paper di atas loyang memanggang
  12. Tuang spaghetti bolognese ke dalam loyang, ratakan dan tata keju slice lagi di atasnya
  13. Panggang selama 25 menit hingga semua bahan stick together dan kejunya meleleh.
  14. Angkat dan sajikan

Saya hanya membuat satu loyang saja, porsinya bisa untuk 4 orang. Kalau ingin porsi yang jumbo, bisa diatur-atur saja yaa sausnya.

Saus tomatnya bisa dibikin sendiri dengan memblender tomat, sayangnya saya kurang suka dengan rasa asli pure tomat dan menggunakan saus yang sudah jadi lebih menghemat waktu. Untuk spaghetti-nya juga bisa menggunakan merk lain ya. Serta keju Chesdale-nya bisa di-subtitute dengan keju kraft quick melt.

Baca juga : Tiramisu Birthday Cheesecake

Dimakan hangat-hangat atau disimpan di kulkas setelah dingin dan dipanaskan saat mau makan juga bisa. Like what I did, menyajikannya sebagai sarapan bersama french fries dan omellete esok paginya.

Pernah membuat hidangkan yang sama atau bereksperimen dengan pasta lainnya? Silakan share di kolom komen yaa Moms.

Oia, spaghetti & fetuccini La Fonte lagi diskon 15% lho di Toserba Yogya Bandung. Saya sudah kadung membeli penne karena ingin bereksperimen dengan pasta jenis ini. So, buat penggemar pasta, buruan cus ke Griya yaa, ini infonya Promo Toserba Yogya

 

 

 

 

Nila Acar Kuning : Sedap & Simpel

IMG_20171110_144035_879

Ayah – panggilan saya untuk suami – baru saja kembali dari New Zealand. Selama menjalani Diklat kurang lebih 8 hari di negara yang suami bilang, “Bak surga dunia” ini, kami suka video call-an.

Selain bercerita betapa indah, hijau dan dinginnya suasana di Auckland, suami juga curhat kalau beliau kangen masakan Indonesia. Masakan Mami kali, Yah, hehe..

Setiap pagi, seorang chef berdarah Turki menyiapkan sarapan di apartemen tempat suami dan teman-temannya tinggal, siang pun mereka menyantap hidangkan dari kampus University Of Auckland. Namun menu yang disajikan tidak dibarengi dengan nasi.

Namanya orang Indonesia, belum kenyang kalau tidak makan nasiii hehehe.

Untuk menyambut kedatangan suami dan mengobati rasa rindunya, saya mulai browsing resep-resep yang Indonesia banget.

“Mau dimasakin apa, Yah?”, tanya saya via WA.

“Apa aja deh, yang penting nasi”, jawab suami singkat.

Akhirnya pilihan saya jatuh pada Nila Acar Kuning. Suami saya penggemar ikan and back again, he said he didn’t find any fish in Aoteaora.

Aoteaora – Selandia Baru dalam bahasa Maori yang berarti ‘Tanah Awan Putih Panjang’.

Untuk memasak Nila Acar Kuning ini, bumbunya mudah banget ya. Ada satu bumbu yang tidak saya pakai dan diganti dengan santan. Rasanya tetap gurih kok.

Tertarik mencoba di rumah? tenang ini resepnya simpel, bikinnya ngga lama dan rasanya lezaaaaat banget!

Nila Acar Kuning – A Treat For My Hubby

Alat dan bahan :

  1. Ikan Nila ukuran besar, saya beli yang 1/2 kg isi 2 di warung
  2. Wortel 1 buah
  3. Timun 1 buah
  4. Santan Kara
  5. Bawang merah 6 siung
  6. Bawang putih 5 siung
  7. Lengkuas 2 ruas jari
  8. Jahe 1/2 ruas jari
  9. Kunyit 1/2 ruas jari
  10. Sere 1 batang
  11. Cengek 5 biji
  12. Gula, garam, merica, dan penyedap rasa sesuai selera
  13. Minyak untuk menggoreng ikan
  14. Minyak untuk menumis
  15. Coet dan mutu untuk mengulek bumbu
  16. Wajan dan spatula
  17. Piring saji

Cara Memasak :

  1. Cuci bersih ikan Nila lalu beri 2 sayatan panjang di sisi kanan dan kiri ikan agar bumbunya meresap ke dalam daging ikan.
  2. Lumuri ikan Nila dengan garam tipis-tipis, diamkan beberapa menit.
  3. Sambil menunggu, kita bisa mulai menyiapkan bumbu untuk dihaluskan.
  4. Siapkan coet dan mutu. Sejak dihibahi coet dan mutu oleh mertua, saya jadi lebih senang mengulek bumbu ketimbang menggilingnya dengan mincer. No special reason, senang aja 🙂 Pernah juga sih saya haluskan dulu bumbu-bumbu menggunakan mincer lalu memuluskannya kembali di coet.
  5. Bumbu yang perlu dihaluskan adalah bawang merah, bawang putih dan kunyit. Sementara lengkuas, jahe dan sere saya geprek saja.
  6. Pertama-tama tumbuk bawang merah, beri sedikit garam agar memudahkan saat diulek. Setelah cukup halus baru masukkan bawang putih, ulangi cara yang sama. Tambahkan kunyit dan haluskan ketiganya.
  7. Panaskan wajan berisi minyak dan goreng Nila dengan api sedang. Kalau suka yang garing, tunggu sampai bagian luar mulai berwarna kecoklatan. Saya sampai matang saja, karena suami kurang suka yang terlalu garing.
  8. Sambil menunggu ikan-nya matang, iris tipis 1 buah wortel yang sudah dikupas. Lanjutnya dengan mengiris tipis timun, jangan lupa sisihkan isinya yaa.
  9. Di wajan yang berbeda, tuang sedikit minyak untuk menumis. Saya jarang menggunakan minyak bekas menggoreng ikan untuk menggoreng lauk yang lain/menumis. Oleh karena itu, minyak yang saya pakai untuk menggoreng ikan secukupnya saja.
  10. Tumis bumbu halus beserta lengkuas, jahe, sere hingga cita rasanya keluar.
  11. Masukkan wortel dan timun, tumis sampai setengah matang.
  12. Tambahkan air, garam, gula, merica, penyedap rasa. Sesuaikan dengan selera ya Moms.
  13. Setelah kuahnya mendidih, masukan Nila, biarkan bumbu meresap.
  14. Kecilkan api, tambahkan santan kara 1-2 sendok makan. Aduk rata hingga kuahnya surut and all well cooked. 
  15. Tata Nila Acar Kuning yang sudah matang di piring, taburi cengek merah agar lebih meriah. Sajikan dengan nasi hangat.

Gimanaaa? simpel kan cara buatnya? hihi. Kalau di-list jadi banyak ya. Padahal pada prakeknya sih step-nya hanya ada tiga : goreng ikan, haluskan bumbu, lalu tumis semua bahan.

Sebetulnya ada satu bahan yang saya lupa, yaitu kemiri. Karena jarang menemui bumbu yang satu ini di dapur, saya pun luput mengikutsertakannya pada bumbu yang harus digerus.

But the coconut milk saved me.

Ikan Nila-nya juga bisa diganti dengan Gurame, Ikan Kembung, Ikan Mas, Mujair dan lain-lain.

Okey, thanks yaaa sudah sudi mampir. Kalau Mommy-mommy disini suka masak apa yang spesial buat suami? 🙂

 

 

Sayur Pecel Rumahan

IMG_20171014_111434

Menghidangkan makanan yang sehat, enak dan praktis adalah prioritas kebanyakan Ibu-ibu. Kenapa? Karena seorang Ibu memiliki sederet to-do-list yang harus diselesaikan, dan hidangan yang bergizi juga praktis will save more time 😊

Nah, di jum’at ceria ini saya mau berbagi resep Sayur Pecel Rumahan yang bisa dibuat di rumah. Sayurannya tinggal dicemplungin aja ke panci berisi air yang sudah mendidih.

Tapi sebelumnya, saya mau sharing memori masa kecil saya tentang pecel sayur ini ya.

Saat kecil dulu, ada pedagang pecel keliling yang suka lewat di depan rumah. Saya dan teman-teman yang sedang bermain biasanya akan langsung menyerbu Ibu yang membawa tampah di kepala bak model ini. Kalau dipikir-pikir, keren banget ya, tampah berisi aneka sayuran itu tidak tumpah.

Ibu berkebaya dengan rambut yang digelung ke belakang ini menata sayuran di atas kerupuk berwarna kuning dan mengguyurnya dengan sambal pecel. Hmmmm, enak!

Pas kecil sih belum nyadar kalau pecel sayur ini termasuk hidangan yang healthy. Taunya sedap aja, kayaknya sih sambal pecelnya yang bikin lahap.

Baca juga : Tahu Bandung Bumbu Pecel

Ibu saya juga sering membuat pecel sayur di rumah, tapi sekarang tidak lagi. Semua sayurannya dikukus, dan setelah matang dihidangkan di piring besar dengan semangkok sambal pecel. Sayurannya antara lain, waluh, keciwis, tauge, sawi, dan kacang panjang.

Kakak ipar saya juga ternyata suka bikin sayur pecel ini di rumah. Kalau saya perhatikan, sayuran yang digunakan lebih sedikit dan sayurannya direbus.

Akhirnya saya ikutan bikin pecel sayur ini di rumah. Di antara sayuran berkuah yang saya suka buat, sayur pecel ini jadi selingan yang fresh dan fun.

Resepnya? Ini dia.

Resep Sayur Pecel Rumahan

IMG_20171014_111358

Alat dan Bahan :

  1. Wortel
  2. Tauge
  3. Kacang Panjang
  4. Pisau
  5. Talenan
  6. Panci
  7. Air

Cara Membuat :

  1. Kupas kulit wortel, iris-iris tipis
  2. Potong kacang panjang sebesar 1 ruas jari
  3. Cuci bersih wortel, kacang panjang dan tauge ini
  4. Didihkan air lalu masukkan semua sayuran
  5. Di mangkok terpisah, lumatkan bumbu pecel
  6. Jika sayuran sudah matang, angkat dan tiriskan. Kalau saya biasanya setengah matang saja agar sayurnya tidak terlihat layu
  7. Terakhir, hidangkan di atas piring dengan bumbu pecel

Saya biasanya memisahkan antara sayurannya dengan bumbu pecelnya. Jadi anggota keluarga yang mau mengambil bisa menentukkan porsinya sendiri. Dan saya lebih suka merebusnya karena menurut saya ini lebih praktis daripada mengkukus (baca : cucian piring lebih sedikit).

Suami saya sukaaa sekali sayur pecel ini. Ah andalan banget ini, ditambah ayam serundeng atau goreng Nila bakal lebih mantap!

Baca juga : Serundeng Suir Ayam

Yuk praktekan di rumah 😊