MY RAMADAN BOOK COLLECTION

DSC_0965

Ramadan ini, saya mengoleksi beberapa buku untuk dibacakan pada Aisya. Tujuannya untuk mengenalkan tentang bulan Ramadan dan aktivitas apa saja yang dilakukan di bulan suci ini melalui cerita.

Ini adalah 5 buku yang menjadi pilihan saya, 4 buku cerita dan 1 buku aktivitas. Harusnya postingan ini muncul di awal bulan, namun karena ada 2 buku yang masih saya tunggu jadinya diakhirkan reviewnya.

Alhamdulillah, karena sudah lengkap, saya akan mulai me-review satu per satu ya. Selamat menyimak!

RAMADAN MOON

DSC_0969

Ini adalah buku yang datang paling akhir (kemarin), sempat bimbang untuk membeli karena pertimbangan waktu, namun setelah menonton real aloud Ramadan Moon di youtube, saya langsung pesan karya Na’ima B Robert ini melalui periplus.com

Estimasi waktu pengirimanya 10-20 hari karena dikirim langsung dari LN, Alhamdulillah setelah 13 hari menanti, bukunya datang juga. I’m beyond happy! 

Malamnya langsung saya bacakan untuk Aisya sebelum tidur. Cerita di dalamnya berima, ilustrasinya unik dan isinya baguuus banget. Menggambarkan suasana Ramadan dengan indah.

Coba baca ini deh, so right, kaaan?

During the day we keep busy
With all sorts of good deeds
Our voices flow with the words of God
In unplanned harmonies
We look for things to give away
Collect money for charity
Be kind and caring and polite
Try hard not to get angry

CERIA RAMADAN DI 5 BENUA 25 NEGARA

Dua orang teman saya menyumbangkan cerita mereka di antologi cerita anak terbitan Ziyad ini. Yaitu cerita Dery (Iie) dari Swedia dan teh Riana dari Spanyol. Di dalamnya ada cerita tentang anak-anak yang melaksanakan shaum di negara asal mereka. Waktu shaumnya berbeda-beda, perasaannya juga beda-beda.

Baca juga : CERITA IIE : RAMADAN, MELAHIRKAN DAN KULIAH GRATIS DI SWEDIA

Ada yang merasa sendirian karena teman-teman yang lain tidak ikut shaum (tidak seperti di Indonesia). Ada yang melakukan siesta (tidur siang) untuk istirahat di hari yang panas. Tradisi di awal Ramadannya juga beragam.

Aisya paling suka cerita Maeno Kun dari Jepang yang shaum untuk pertama kalinya. Ia dibangunkan oleh kakaknya, Sakura untuk sahur dan mereka tidak boleh berisik agar tidak menganggu tetangga. Maeno juga tetap berbagi susu dengan teman-temannya di sekolah meski ia berpuasa.

Ketika sensei mengkhawatirkannya, ia bilang tidak apa-apa. Lucunya banyak juga teman-teman Maeno yang bertanya, “Maeno, puasa sakit atau tidak?”, “Maeno, puasa lapar atau tidak?”

Tinggal di Indonesia membuat saya bersyukur karena hampir semua orang disini berpuasa dan jam puasanya pun cenderung lebih pendek daripada sahabat saya yang tinggal di Jepang.

Baca juga : ANAK ADALAH HAK PREROGATIF ALLAH – TEH RIANA

Saya memilih buku ini karena dalam satu buku ada banyak cerita. Ceritanya panjang-panjang (bukan pic-book), jadi saya ringkas lagi saat membacakan untuk Aisya.

BUKU AKTIVITAS RAMADAN WIPE AND CLEAN

DSC_0966

Aisya suka mengerjakan buku aktivitas, jadi begitu Amalia Kartika woro-woro mau me-launch buku wipe and clean, saya langsung daftar untuk jadi resellernya. Biar dapat potongan harga buat pribadi dan sekalian ikut menjualkan.

 

Di dalamnya ada 44 halaman, saking senangnya Aisya rampung menyelesaikan berbagai aktivitas di buku ini dalam beberapa hari. Untung bisa dihapus dan dikerjakan ulang.

Aktivitas di buku ini antara lain menepelkan stiker, menebalkan huruf, mencari perbedaan, mencari huruf hijaiyah yang hilang, menghias kerudung, mencocokan gambar dan kata, dan masih ada yang lainnya juga.

GOING TO MECCA

DSC_0974

Berhubung Pak Aki, nenek, dan Uu-nya Aisya berangkat umroh di Ramadan ini, saya terpikir untuk menjelaskan apa itu umroh dan ngapain aja di Mekah melalui buku Gointg To Mecca yang juga  karya Na’ima B Robert.

Pas banget lagi ada Ramadan Pre-Sale yang potongannya lumayan besar di Littetree.library, langsung deh saya beli buku ini.

Kenapa ga memilih yang We’re Off To Make Umroh? supaya sekalian saja sih. Saya bisa menjelaskan kalau saat umroh, ada beberapa kegiatan yang tidak dilakukan seperti saat berhaji. Dan saya juga menyiapkan buku ini untuk dibacakan lagi saat menyambut Idul Adha nanti.

Setelah dibacakan buku ini, Aisya antusias nanya-nanya sama Pak Aki sebelum berangkat umroh.

“Nanti Pak Aki pakai kain ihrom ngga?”

“Nanti Pak Aki bakal digundulin lho! Tapi kalau yang perempuan ngga, dipotong aja rambutnya sedikit.”

“Pak Aki, nanti di kabah ada batu. Namanya hajar aswad, nanti dicium sama Pak Aki.”

Ucap Aisya bikin Aki-nya gemas dan balik nanya, “Kok Aisya tahu?”

“Dari bukuuuu!” jawab Aisya.

Ya Allah semoga saya bisa terbang ke Mekah juga ya Amiin.

SEMARAK IDUL FITRI FI 5 BENUA 20 NEGARA

IMG_20180529_120801_188

Nah, this book is very special to me, karena salah satu naskah yang saya tulis ada di buku ini! Koleksi buku Ramadan saya lebih lengkap dengan cerita Idul Fitri dari berbagai negara ini.

“Mami, Idul Fitri itu apa?” tanya Aisya. Saya jelaskan sesederhana mungkin, didukung cerita-cerita di buku ini. Selain cerita, ada fakta unik dan game aktivitasnya juga lho di Semarak Idul Fitri.

Review-nya sudah saya buat disini ya BUKU ANAK EDUKATIF – SEMARAK IDUL FITRI DI 5 BENUA 20 NEGARA silakan mampir.

Nah, ini sneak peak cerita yang saya tulis. Adabanyak cerita lain yang seru di bukunya.

Saya merasa asik lho menghidupkan suasana Ramadan melalui buku kemudian melakukan berbagai kegiatan bersama Aisya. These books help me to explain and also to remind me to be grateful and not to waste the time in this Ramadan.

Sekian reviewnya, kira-kira ada yang samaan dengan saya ngga koleksi buku Ramadannya?

 

 

 

 

Advertisements

Buku Anak Edukatif – Semarak Idul Fitri Di 5 Benua 20 Negara

Semarak Idul Fitri2

Happy Ramadan!

Semoga Ramadan kali ini bisa membuat kita tambah dekat sama Allah SWT dan target amalan tercapai. Saya juga berdo’a agar bulan suci Ramadan bisa memberi kita banyak keberkahan dan kebahagiaan. Amiin.

Jujur, Ramadan sekarang saya sangat semangat. Aisya sudah berusia 4 tahun, jadi mulai bisa ikut sanlat. Sanlat untuk anak-anak ya, di Masjid dekat rumah. Kami juga bikin dekorasi Ramadan untuk membuat suasana Ramadan di rumah lebih hidup.

Dekorasinya very simple, cukup lah buat kami. Buatan tangan saya dan Aisya, supaya bisa lebih diresapi lagi kata-kata “Happy Ramadan”-nya.

Tahun ini juga, saya lebih mengenalkan pada Aisya mengenai Ramadan. Saya sudah memilih beberapa buku yang akan saya bacakan selama Ramadan supaya Aisya tahu :

  • Ngapain aja di bulan Ramadan?
  • Apa yang diperbolehkan saat shaum dan apa yang tidak.
  • Mengatakan padanya bahwa bulan ini adalah momen yang sangat baik untuk berbagi, ngaji dan lain-lain.

Berbagi apa? berbagi takjil misalnya ke tetangga atau ke masjid. Kemudian bersedekah dan lagi-lagi berbagai kebahagiaan.

Kalau shaum-nya Aisya belum ya, karena masih kecil. Jadi saya ajak ia untuk memaknai Ramadan melalui kegiatan lain seperti yang sudah saya sebutkan tadi.

SEMARAK IDUL FITRI

Semarak Idul Fitri1

By the way, kok judulnya Semarak Idul Fitri? Ramadannya saja kan baru mulai.

Iyaaa ini jadi salah satu bentuk keberkahan Ramadan untuk saya. Semarak Idul Fitri ini adalah buku keempat sekaligus buku pertama saya yang terbit mayor. Alhamdulillah.

Dan buku cerita anak ini akan terbit di bulan Ramadan, sekarang masih bisa PO. PO-nya sampai tanggal 20 Mei 2018. Kalau PO kan biasanya dapat harga khusus ya.

Ibu-ibu disini sudah pada punya buku-buku Ramadan kan? baik buku cerita maupun buku aktivitas. Nah, kalau buku tentang Idul Fitrinya sudah punya belum?

Kalau belum, Semarak Idul Fitri ini bisa jadi pilihan yang bagus lho! Di dalamnya berisi 20 cerita dari 5 Benua. Cerita apa? cerita tentang perayaan Idul Fitri yang menarik, unik dan berbeda-beda di 20 negara.

Di Indonesia, tiap Idul Fitri biasanya ada ketupat dan opor dan kita pulang kampung, tapi di beberapa negara yang muslimnya minoritas biasanya tidak ada istilah mudik. Karena saat lebaran tidak libur. Bahkan beberapa siswa perlu memberikan surat izin ke sekolah untuk bisa melaksanakan solat Ied bersama keluarga.

Orang-orang yang bekerja juga langsung beraktivitas seperti biasa setelah solat Ied.

Bila Idul Fitri tidak jatuh saat weekdays, maka perayaannya digeser ke weekend.

Salah satu cerita seru di Semarak Idul Fitri adalah para muslim Hawaii yang melaksanakan solat Ied di Magic Island. Bayangkan, solat Ied-nya di pinggir pantai lhooo. Wah sensasinya beda pastiii.

ADA APA AJA DI SEMARAK IDUL FITRI?

Yuk yuk ikutan PO Semarak Idul Fitri, ini contoh isi di dalamnya ya :

 

Di Semarak Idul Fitri ini ada :

  •  Fakta unik seputar aktivitas Idul Fitri di 20 negara, termasuk makanan khas yang dihidangkan ketika lebaran, pakai yang dikenakan dan lain-lain.
  • Plus ada game aktivitas yang seru juga.
  • Dan tentunya cerita menarik perayaan Idul Fitri di 5 Benua 20 Negara

Spesifikasi Buku :

  • Ukuran 16 x 24 cm
  •  Tebal 188 Halaman Bookpaper Fullcolor
  • Sampul softcover bending

Berapa Harganya?

Semarak Idul Fitri ini harga normalnya Rp. 70.000,- the good news is, selama masa PO harganya cuma Rp. 59.500,- lumayan khaaan. Sekarang, siapa yang mau ikutan PO cuuung? Ditunggu yaa sampai 20 Mei 2018.

Pesan Kemana?

Okay, buat Buibu yang mau pesan buku ini untuk Ananda, bisa pesan ke saya ya 🙂

Silakan WA ke 085724717820 atau DM ke IG saya @sundarieko difollow juga boleh, hihi.

Yuk ajak anak keliling dunia untuk ikut merayakan Idul Fitri di 5 Benua 20 Negara. Bisa juga untuk menemani saat mudik 🙂 Temukan juga cerita yang saya tulis di buku ini yaa ❤

 

 

MY MUM IS A WONDER | Review Buku Anak

7229751

Pic from Goodreads

This book is very beautiful, its my first impression. 

Michele Messaoudi, menuangkan kata-kata berima, menyentuh, dan value yang bagus dalam My Mum Is A Wonder. Halaman pertama pada ceritanya saja sudah memberi muatan positif dan membuat saya jatuh hati.

Every morning when I arise,
It always comes as a surprise
To see my mum dressed and ready,
Reading Qur’an by the baby

Kalimat-kalimat yang tertuang dengan ciamik di tiap halamannya ini juga didukung oleh ilustrasi yang cantik. Saya suka dengan ilustrasi yang dibuat oleh Rukiah Peckham ini. Entah kenapa saya suka dengan gambar-gambar seperti yang ada di buku ini 🙂

In a unqiue way, membaca buku cerita anak terbitan The Islamic Foundation United Kingdom ini seringnya membuat saya merasa lebih tenang.

Cerita dalam buku ini mengasingkan saya dari hiruk pikuk rutinitas harian, dan membawa saya ke dunia yang tenang, nyaman, damai. Menunjukkan sisi-sisi lembut dari seorang Ibu dan somehow, membuat saya berkata ke diri sendiri, “I want to be that kind of mother”.

Ya, saya sengaja memilih buku ini untuk dibacakan ke Aisya, tujuannya banyak. But in fact, buku ini memberi saya lebih banyak pembelajaran. Sebetulnya ada beberapa buku anak lain yang memberi efek tenang pada saya, jadi saat saya lagi gusar, saya terkadang menenangkan diri dengan membaca buku cerita anak. Hihi.

Judul Buku : My Mum Is A Wonder
Penulis : Michele Messaoudi
Ilustrator : Rukiah Peckham
Penerbit : The Islamic Foundation UK
Terbitan Pertama : Tahun 1999
ISBN : 978-0-86037-298-1

Buku yang saya pegang ini cetakan ke-7, yaitu tahun 2017. Subhanallah. Oia, buku ini terdiri dari 20 halaman ya.

 

 

Baca juga : DEEP IN THE SAHARA – MAURITANIAN WOMEN IN MALAFA| REVIEW BUKU ANAK

My Mum Is A Wonder – Bercerita Tentang Apa Sih?

“A young boy’s lively account of his mother’s wonderful work brings into full view the joy of Muslim family life, with all its warmth, love and focus on pleasing Allah.”

My Mum Is Wonder bercerita mengenai seorang anak laki-laki yang tinggal bersama Ayah, Ibu dan adiknya. Anak laki-laki ini mengamati berbagai hal yang dilakukan Ibunya, ia mengagumi Ibunya, ia juga belajar banyak hal dari Sang Ibu.

Menurut anak laki-laki ini, his mum is a wonder, karena :

  • Saat ia bangun, ia melihat Ibunya sudah berpakaian rapi, duduk membaca Al-Qur’an sambil ditemani adik bayi dan kucingnya
  • Ibunya memberi ia pelukan hangat yang membuat ia berani mandi di pagi hari
  • Ketika ia sakit, Ibunya rela meninggalkan tempat tidurnya dan mengompres keningnya
  • Ibunya suka memberi kepada yang fakir, menengok teman-temannya yang baru melahirkan termasuk silaturahim kepada nenek yang sudah tua

And many more. I like all that part, and this one below is my favorite. 

DSC_0499

Hal-hal yang Ibunya lakukan bisa dibilang sederhana tapi mengena di hati anaknya. The little amazing things lah ya. Keteladan Ibunya ini masuk ke alam bawah sadar anak. Dan mendidik lewat keteladanan adalah yang semestinya kan ya.

Di akhir cerita, anak laki-laki ini digambarkan sudah dewasa dan tanpa ragu-ragu ia mengurus Ibunya yang sudah renta. He said, that it is a thank you for his mother and bring him closer to Jannah.

Baca juga : PEPPA PIG AND I LOVE YOU GAME | REVIEW BUKU ANAK

Buku Ini Recommended Gak?

Recommended banget! Di goodreads ratingnya 4,79.

Read by yourself deh Moms, supaya betul-betul bisa merasakan energi positif dari buku ini.

Where Can We Find This Book?

Buku ini saya beli tahun 2017 di Little Tree Library – Buku Islam Impor, harganya masih sama kok, Rp. 135.000′-

Di periplus.com juga ada, harganya Rp. 128.000,- tapi estimasi waktu pengirimannya 10-20 hari.

Silakan dipilih mau pesan kemana, cek dulu saja link yang saya infokan ya. Btw, asik ya sekarang mah, mau pesan buku apa saja bisa online.

Okay dear Moms, and friends, ini review buku cerita anak My Mum Is A Wonder dari saya. Semoga membantu. Buat yang punya dan pernah baca buku ini juga, mangga tambahkan testi di kolom komentar ya.

And don’t hesitate to share this post 🙂

 

 

 

 

 

[Review] Palestina Yang Terlupakan

DSC_0355

“Betapa diberkahinya Negeri Syam”, sabda Rasulullah.

Para sahabat bertanya, “Bagaimana keberkahannya wahai Rasulullah?”

Nabi menjawab, “Karena malaikat ar-Rahman (Allah) membentangkan sayapnya di atas Syam.” [HR. Tirmidzi]

Palestina Yang Terlupakan ditulis oleh Dr. Khalid Basalamah untuk memberi pencerahan dan gambaran bagi kita mengenai tanah suci Palestina sekaligus memotivasi pembaca untuk mengunjungi Masjid Al-Aqsha. Beliau sendiri telah mengunjungi Baitul Maqdis sebelum mempublikasikan buku ini.

Isinya surprisingly amazing buat saya dan ini reviewnya 🙂

Baca juga : HIDUP TAK MENGENAL SIARAN TUNDA

Palestina Yang Terlupakan

Judul Buku : Palestina Yang Terlupakan
Penulis : Dr. Khalid Basalamah
Penerbit : Pustaka Ibnu Zaid
Isi : 86 Halaman
Cetakan Pertama : Februari 2018
ISBN : 978-602-51342-0-3
Harga : Rp. 35.000,-

Buku ini terdiri dari 3 bab, yaitu :

  • Keutamaan Palestina dan Masjid Al-Aqsha
  • Sejarah Masuknya Islam Ke Palestina
  • Kondisi Palestina dan Masjid Al Aqsha Terkini

Palestina “Negeri Yang Diberkahi”

 

Menurut saya, pembahasan pada bab pertama adalah yang paling menarik. Penulis menyebut bahwa Palestina adalah negeri penuh berkah. Hal ini didasari oleh ayat-ayat yang tertera pada Al-Qur’an dan hadist Rasul. Salah satunya ada pada pembuka postingan ini.

Beberapa ayat yang mengungkapkan bahwa Palestina adalah negeri yang diberkahi antara lain QS. Al Isra ayat 1, yang berbunyi :

“Maha suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya, Dia (Allah) Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Kemudian Allah SWT juga berfirman dalam QS. Al-Anbiya ayat 81 :

“Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya, yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami berkahi (Palestina). Dan Kami Maha Mengetahui Segala Sesuatu.”

Juga diperkuat dengan hadist Rasul berikut ini :

Betapa diberkahinya Negeri Syam“, sabda Rasulullah.

Para sahabat bertanya, “Bagaimana keberkahannya wahai Rasulullah?”

Nabi menjawab, “Karena malaikat ar-Rahman (Allah) membentangkan sayapnya di atas Syam.”

[HR. Tirmidzi]

Dr. Khalid Basalamah mengatakan, pada saat ini, wilayah Syam meliputi Palestina, Suriah, Yordania dan Lebanon.

Buku ini dilengkapi dengan banyak foto yang menunjukkan betapa suburnya wilayah-wilayah di negeri Syams.

Seperti foto saat panen buah stroberi, timun dan bawang bombay di Palestina, budidaya anggur di jalur Gaza, hijaunya kebun sayur mayur di Lebanon, serta gemuknya domba-domba yang ada di sana. Ada juga potret budidaya terong di Yordania.

Kesuburan tanah di tengah-tengah wilayah yang didominasi oleh tanah berbatu, pasir dan gurun ini adalah keberkahan yang diberikan oleh Allah SWT. Amazing! saya baru tahu lho, kondisi disana sangat subur.

Selain karena keberkahan yang ada di Palestina, tanah Syam juga memiliki keutamaan karena diyakini menjadi tempat berkumpulnya para mujahidin.

Baca juga : DEEP IN THE SAHARA – MAURITANIAN WOMEN IN MALAFA| REVIEW BUKU ANAK

Keutamaan Masjid Al-Aqsha

 

 

Janganlah sengaja memaksakan perjalanan (ibadah) kecuali ke tiga masjid : Masjidil Haram, Masjid Rasulullah (Nabawi), dan Masjid Al-Aqsha.”

[HR. Bukhari]

Pahala melaksanakan shalat di Baitul Maqis (Masjidil Aqsha) juga besar. Rasulullah bersabda,

“Bumi tempat berkumpul dan pembangkitan. Datangilah oleh kalian semua dan shalatlah di dalamnya, karena shalat di dalamnya (Baitul Maqdis) pahalanya seribu shalat di tempat lain.”

[HR. Ahmad]

Setelah mengetahui keutamaan serta sejarahnya, timbul keinginan untuk mengunjungi Masjid Al-Aqsha. Hopefully someday, Amiin.

Untuk sampai ke Baitul Maqdis ada dua jalur yang bisa diakses, yaitu :

  • Take off dari negara yang bekerjasama dengan Israel, lalu turun di Bandara Ben Gurion, Tel Afif, ibu kota Israel, lalu melanjutkan perjalanan darat ke Masjid Al-Aqsha.
  • Masuk melalui perbatasan Yordania – Palestina.

Untuk visa-nya sendiri, Dr. Khalid Basalamah menjelaskan, pemerintah Israel-lah yang mengeluarkannya bagi orang-orang yang mau mengunjungi Palestina. Pihak Israel memiliki hak untuk mengizinkan atau menolak seseorang memasuki wilayah Palestina, bukan otoritas Palestina sendiri.

Rasulullah menganjurkan ummat muslim untuk berkunjung, merawat dan menjaga Masjid Al-Aqsha, namun bila belum mampu berangkat, Nabi Muhammad saw mengatakan,

“Sebaiknya ia berusaha menyumbang walau hanya minyak yang meneranginya, karena meneranginya sama pahalanya dengan shalat di dalamnya.”

[HR. Ahmad]

Dr. Khalid Basalamah juga menyampaikan harapan warga muslim disana, mereka berharap kita mendoakan dan mengunjungi masjid Al-Aqsha agar Allah memenangkan mereka dan menghentikan penjajahan yang masih saja terjadi.

Baca juga : 10 THOUGHTS ON #88LOVELIFE BY DIANA RIKASARI THAT I LIKE

Buku ini memuat banyak hal yang membuka mata saya tentang Palestina dan Masjid Al-Aqsha. Rindu, tambah bersyukur, ingin jadi muslim yang lebih baik dan optimis akan kebangkitan Islam.

Untuk sejarah masuknya Islam dan kondisi Palestina terkini selengkapnya bisa dibaca langsung di bukunya ya. Agar lebih terasa feel-nya. Yang saya tulis disini hal-hal yang hit my heart saja, punteun yaa.

Pokoknya di bukunya itu lebih lengkap kap kap!

Where Can I Find This Book?

Semoga setelah membaca review saya ini teman-teman lebih tertarik membaca ya. Saya membeli buku ini dari teman saya, Dessy Natalia. Untuk buku dengan kertas yang bagus, full color dan sarat ilmu ini harganya terjangkau banget, hanya Rp. 35.000′– saja. Sila kontak Ibu Jerapah langsung ya, siapa tau beliau masih ada stok-nya atau langsung hubungi penerbitnya.

Terimakasih sudah membaca, silakan share jika dirasa bermanfaat dan kasih masukan yaa agar review saya jadi lebih baik.

 

 

 

 

 

 

DEEP in the SAHARA – Mauritanian Women In Malafa| Review Buku Anak

IMG_20180423_103102_878.jpg

Ilustrasi memegang peranan penting dalam sebuah cerita. Even in my age, saya masih tertarik dengan buku-buku yang memiliki ilustrasi kece.

Seperti yang sudah saya ceritakan dalam tips Berburu Harta Karun Di BBW dalam memilih buku bacaan anak, ada 4 hal yang saya perhatikan :

  • Ilustrasi. Ilustrasi yang muncul pada cover adalah gerbang menuju isi buku. Biasanya ilustrasi yang catch my eye and my heart bakal bikin saya lebih menginginkan sebuah buku.
  • Tulisan. Mencakup banyaknya tulisan dalam satu halaman serta huruf yang dipakai. Tulisannya sebisa mungkin harus jelas, ga dempet-dempet, font-nya tidak terlalu ajaib dan kalimat-kalimat di satu halaman ga panjang apalagi rumit.
  • Value. Tentu saja, isi cerita dan nilai-nilai apa saja yang dihantarkan oleh sebuah buku juga menjadi bahan pertimbangan saya. Karena value yang disisipkan melalui cerita biasanya sampai lebih enak pada anak.
  • Keunikan buku. Contohnya touch and feel book, pop-up-book dan art book lainnya juga saya pilih untuk memperkaya koleksi media cetak Aisya.

Nah, Deep In The Sahara menjadi salah satu buku yang memenuhi 4 kriteria di atas. Ilustrasi-nya bikin saya tertarik, tiap halaman didominasi oleh gambar dengan beberapa kalimat dengan huruf yang jelas dan sederhana, dan ada value di dalamnya.

Buku ini unik! Karena saya baru pertama melihat cerita seperti ini. Dari judul dan covernya saja sudah bikin saya penasaran. Saat melihatnya untuk pertama kali, saya menebak-nebak.

“Ini bukunya tentang kehidupan di gurun Sahara bukan ya?”

“Perempuan-perempuan di sampulnya kok pakai kain yang warnanya kontras seperti sari?”

Dan ketika saya membuka halaman-halamannya, saya jadi tahu, buku ini memiliki muatan Islam di dalamnya.

Deep In The Sahara

Pada sampul belakang tertera harga dan barcode buku ini, yaitu US $17.99. Saya beli di BBW dengan harga Rp. 50.000,- Berarti diskonya 80% ya! Subhanallah, mantaaap.
Worth to buy banget ini 🙂 Ratingnya juga 3,93 dari 5 bintang di goodreads.com

Sekarang, yuk intip isi bukunya!

DEEP IN THE SAHARA by Kelly Cunnane & Hoda Hadadi

DSC_0121

More than all the stars in a dessert sky,
Lalla wants to wear a malafa
so she can be beautiful like her mother..
Mysterious like her older sister, Selma..
A fine lady, like her cousin, Aisha.

“Aisya, malam ini kita baca buku Malafa ya?” agar lebih mudah saya menyebut buku ini Malafa pada Aisya.

“Ngga mau ah! Aku maunya yang Digging For Dinosaurs,” jawab Aisya.

“Kan itu sudah kemarin, sekarang kita baca buku ini ya,” ajak saya lagi.

Aisya menggeleng.

“Di ceritanya ada yang namanya Aisha lhooo,” ucap saya sambil menunjukkan gambar wanita-wanita cantik berbalut Malafa.

“Aisha? Just like me!” seru Aisya.

Saya mengangguk.

“Mana Aisha-nya?” ia mendekati saya.

“Mau tahu yang mana? Yuk kita baca bukunya,” rayuan saya akhirnya berhasil membuat Aisya membuka buku ini.

Deep in the Sahara,
sky yellow with heat,
rippled dunes slide
and scorpions scuttle.

In a pale pink house the shape of a tall cake,
you watch Mama’s malafa
flutter as she prays.

More than all the stars in the dessert sky,
you want a malafa
so you can be beautiful too.

“Mami, ini apa?”

“Ini malafa sayang,”

“Kenapa Lalla-nya ingin pakai malafa?”

“Karena dia ingin terlihat cantik seperti Ibunya.”

Your sister, Selma, in malafa glows.
Nothing but dark eyes show.
More than all the camels in the land,
You want a malafa so you can be mysterious too.

 When you tell Selma, she laughs,
“A malafa is for more than mystery,” she says
as her flip flop flip across the sand.

“Mami, ini sisternya ya? Kok pakai malafanya gitu?”

“Iya hanya kelihatan matanya aja ya, mulut sama hidungnya ditutup supaya ga kena debu. Karena di gurun pasir itu banyak debu berterbangan, Aisya.”

When you tell cousin Aisha,
she pats you on the head as if you’re still a child!
“Lalla, a malafa is for more than being like us,” she says,
And saunter away with the women through the dust.

 “Oh, ini cousin Aisha-nya ya Mami,”

“Iya, cantik ya.”

Acacia pods ratle, and fruit bats sleep.
Grandmother sits on a cushion to brew tea,
her malafa the robe of ancient royalty.
More than all the mint leaves sold in the market,
you want a malafa, so you can be like a long ago queen too.

When you tell Grandmother, she hums, Mmm.
A malafa is for more that a tradition,” she says,

 “Kok Lalla-nya tidur di neneknya?”

“Iya dia lagi diceritakan sama neneknya trus ngantuk,”

“Neneknya minum teh? Kok ada foam-nya?”

“Iyaa, ini minuman apa ya, pake teh dan daun mint…”

IMG_20180417_191438

Goats waggle home to tents for milking,
and everywhere in the air is the evening call to prayer.
Men hurry to mosques, and all the women to quiet places to pray except you.

“Mama,” you say,
“more than all the dates in an oasis,
I want a malafa so I can pray like you do.”

 “Mami, kok bapak-bapaknya semua ke masjid tapi ibu-ibunya engga?”

“Iya kalau di Mauritania gitu, Aisya. Ibu-ibunya solat di rumah”

“Kenapa?”

“Hm, kenapa yaa? Oh! karena buat perempuan, solat di rumah itu lebih utama.”

“Kalau disini boleh kan perempuan ke masjid? Aisya kan suka ke masjid sama Akung dan Ayah,”

“Iya boleh.”

“Tuh lihat, dek, Lalla-nya dikasi malafa sama Ibunya. Mereka mau solat!”

“Mami, Aisya juga mau pakai malafa biar swing-swing pas solatnya ketiup angiiin…”

“Yaa boleh, Mami ada kok malafa-nya yang dari Uti.”

Ya itu dia sesi bercerita dengan Aisya yang selalu ditanggapi dengan pertanyaan-pertanyaan logisnya. Kenapa dan kenapa, hihi. Bagus Nak, kamu kritis 🙂

Baca juga : “Peppa Pig And I Love You Game” (Review)

DSC_0122

Buku ini bercerita mengenai budaya orang-orang di Mauritania. Gaya rumah, gaya berpakaian dan keadaan alam disana. Saya suka sajian warna warni malafa yang kontras dan gaya berceritanya Kelly Cunnane serta bagaimana ia membawa akhir cerita ini pada faith.

Ceritanya smooth, berima, it leads to introduce about Islam, tapi tidak secara gamblang.

Cerita dimulai dengan Lalla, seorang gadis dengan gaun merah yang memandangi Ibunya. Ibunya sedang solat. Dimana? Di rooftop! Waaah enak kali ya solat sambil dibelai angin sepoi-sepoi..

Lalla ingin memakai malafa agar terlihat cantik seperti Ibunya. Dan ketika berjalan-jalan di luar rumah, Lalla juga melihat Selma, kakaknya yang juga mengenakan malafa. Malafa yang digunakan Selma, sekilas mirip dengan cadar ya.

In real life, malafa ini bisa dipakai kemana saja lho, ke undangan, ke pasar, bahkan untuk sholat.

Insted of using mukena or hijab, para wanita di Mauritania menggunakan malafa untuk menutupi auratnya.

Secara tidak langsung cerita dalam Deep In The Sahara ini menggerakkan pembaca untuk memahami fungsi malafa yang sama dengan dengan hijab, yaitu bahwa malafa is for more than beauty, being mysterious and be a lady, but its more about faith.

Okay Buibu, semoga review buku ini giving you enough information ya. Masih belajar bikin review buku, yang mau kasih saran boleh banget leave comment below yaa. Harapannya tahun ini bisa rutin me-review buku bacaan anak. Amiin.

Thanks for visiting my blog, please do share if you care 🙂

 

[Review] Hidup Tak Mengenal Siaran Tunda

Screenshot (15)

“Maka, tidak ada yang lebih penting dari bangkit..”

Melalui Hidup Tak Mengenal Siaran Tunda, saya meneguk banyak hikmah. Isi di dalamnya bagus sekali. Tiap halamannya mengandung makna yang mendalam.

Alhamdulillah perjuangan membaca saya sampai ke garis finish juga. Bulan Januari kemarin, selain 88 Love Life-nya Diana Rikasari, saya juga berhasil membaca tuntas buku Hidup Tak Mengenal Siaran Tunda.

Baca juga : 10 Thoughts On #88LoveLife By Diana Rikasari That I Like

Yang bikin saya tertarik membuka halaman demi halaman dari karya Ahmad Zairofi AM ini adalah selain judulnya yang bikin jatuh cinta pada pandangan pertama, buku terbitan Tarbawi Press ini dikemas dengan ringan namun sarat makna.

Dalam buku ini terdapat 32 judul, dimana masing-masing judul terdiri dari 6 halaman. Ini membuat saya yang masih berusaha disiplin membaca buku bisa menyelesaikan satu judul, meresapi kalimat-kalimat yang ada disana. Menutupnya sejenak, kemudian siap membuka lembaran selanjutnya.

I think its a good start. Buat orang yang sedang belajar mengisi diri dengan membaca buku seperti saya, ternyata membaca buku yang dikemas dengan ringan, memuat tulisan yang berisi kutipan-kutipan, kalimat sederhana, berisi poin-poin adalah langkah yang baik.

Ringan dalam artian, halamannya tidak banyak dan tidak butuh berpikir keras untuk mencerna halaman demi halaman agar bisa tersambung dengan keseluruhan cerita seperti ketika membaca novel.

Satu hari saya bisa mencerna hingga 3 judul. Kadang dibaca berulang dan dibaca dengan agak keras agar benar-benar paham.

Paling enak membaca buku ini sambil menunggu anak selesai sekolah dan di perjalanan (seperti di grab car, di kereta). Juga pagi saat suasana masih tenang dan sore sambil menunggu adzan magrib.

Dan saya memilih untuk mengawali tahun ini dengan membaca buku-buku yang ada di rumah ketimbang membeli yang baru dan berakhir menumpuk di rak buku.

Hidup Tak Mengenal Siaran Tunda yang merupakan cetakan I (tahun 2006) ini adalah buku milik Bapak saya. Saya meminjamnya selama sebulan karena buku ini juga jadi favoritnya Bapak.

Di sela waktu kerjanya, kadang beliau membuka 1-2 halaman untuk me-refresh diri di kantor.

Ya, saya rasa buku ini memang bisa jadi penyejuk, pengingat juga memotivasi di kala kita sedang penat, bingung maupun meluruskan tujuan hidup. Ini tipe buku yang bisa saya buka ketika mengalami hal-hal di atas, kemudian kembali menjalani rutinitas.

70% kalimat yang ada dalam buku inibisa saya beri highlight menggunakan stabilo. Kebayang kan, ‘daging’ semua isinya.

Baca juga : “Peppa Pig And I Love You Game” (Book Review)

Saya akan mengutip beberapa kalimat dari 4 judul yang sangat menyentuh relung hati saya :

Masa Lalu

“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk” [QS. Hud : 114]

Membayar keburukan dengan kebaikan, ibarat melapisi sisi-sisi gelap kita dengan ornamen hidup dan hiasan diri yang indah. 

Setiap kita pasti punya masa lalu, hitam maupun putih, baik maupun buruk, gelap maupun terang. Apa yang sudah terjadi tidak mungkin diubah. Apa yang telah menjadi masa lalu, tidak mungkin dihadirkan kembali dalam lembaran hidup yang baru. 

Karena hidup tak lebih ibarat rantai panjang. Setiap mata rantainya hanya hadir sekali dalam seluruh rentang usia kita. Waktu dan sejarah hidup yang telah pergi tidak akan kembali, kecuali sebuah kemiripan baru yang berulang dan tidak akan sama persis.

Masa lalu yang baik harus kita jadikan tenaga pendorong untuk terus berlangsungnya kebaikan itu. Sementara masa lalu yang buruk harus kita taburi bunga-bunga kebaikan, pada sisa-sisa umur dan nafas kita.

Setiap kali pagi datang, hal pertama yang harus kita pancangkan adalah deklarasi kebaikan. Bahwa hari ini, kita harus lebih baik dari kemarin. 

Maka, tidak ada yang lebih penting dari bangkit.

Ya. Kita harus bangun, bergegas dan bersegera membayar kesalahan-kesalahan dengan amal-amal kebajikan.

Hidup ini pasti berakhir. Sepanjang apa pun masa lalu kita, dalam sisa umur yang entah masih berapa. Tiada yang lebih indah dari merasakan manisnya iman, dalam paduan rasa syukur dan permohonan ampunan.  

Melangkah Terus Di Jalan Ketaatan 

Melakukan amal ibadah, amal shalih, dan seluruh perbuatan baik secara terus-menerus, setahap demi setahap, ibarat membangun benteng diri.

Menata batu bata satu persatu secara terus menerus, hingga akhirnya berdirilah sebuah bangunan yang megah. Inilah amal yang dicintai Allah, yakni melakukan kebaikan dan ibadah tanpa henti, meskipun hanya sedikit.

Beramal sedikit demi sedikit tetapi terus-menerus, juga ibarat menanam benih pohon, memberinya pupuk dan menyiraminya dengan air. Pohon itu adalah jiwa kita sendiri. Pupuk dan airnya adalah amal-amal ibadah dan keimanan.

Sedikit dalam beramal yang dilakukan terus-mnenerus juga sama dengan memupuk dan menyiram pohon iman sehingga ia akan tetap tumbuh segar dan tak layu. Alhasil jiwa terus terangkat menuju derajat yang lebih baik, menapaki tangga-tangga ke arah yang lebih baik.

“Ahabbul a’maali ilallahi adwamuha wa in qalla” artinya “Perbuatan yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus walaupun hanya sedikit” [HR. Bukhari dan Muslim].

Optimalkan usia yang masih tersisa. Yang terpenting dalam hidup adalah terus-menerus melakukan amal shalih sampai ajal menjemput.

Detik Genting Sebagai Penghela

Detik genting dalam hidup akan selalu hadir dalam diri setiap orang, setiap kelompok manusia, organisasi da’wah, juga sebuah bangsa. Detik-detik dimana peristiwa-peristiwa pada sepotong waktu itu akan menjadi sangat vital bagi keseluruhan hidupnya.

Sukses pada detik itu, akan memberi arti yang sangat mendalam bagi sisa-sisa kehidupan berikutnya.

Menyadari bahwa hidup punya detik-detik gentingnya adalah keharusan bagi kita. Itu bahkan salah satu seni hidup yang paling rumit. Kerumitannya bukan terletak pada bagaimana mengerti bahwa hidup ada saat-saat sulitnya. Bukan itu.

Tapi yang paling rumit adalah mengenali bahwa detik-detik sulit tertentu adalah bagian vital dari kesinambungan kehidupan sesudahnya. 

Semacam kanal penyambung atau jembatan penghubung. Yang tanpa kesuksesan di detik itu, kita tak akan pernah sampai ke ruang hidup di seberang sana, secara waktu dan usia, atau secara perjalanan peran dan fase-fase pencapaian.

Lebih jauh lagi, mengerti bagaimana bersikap di saat-saat genting adalah keterampilan jiwa yang lain, yang juga bagus untuk kita pelajari.

Tidak mudah, memang. Keberanian bisa saja muncul begitu saja di saat genting, tetapi bisa juga tidak. Karena itulah tidak ada jaminan bahwa setiap orang bisa sukses di saat gentingnya hanya dengan mengandalkan “naluri keberanian mendadak”.

Ada proses yang harus disiapkan. Ada pengantar yang harus dihayati. Ada kedewasaan yang harus diasah. Ada kematangan yang harus ditempa.

Keluh Kesah Itu Menghentikan

Pada mulanya adalah ketidaksiapan menghadapi beban hidup, lalu keluh kesah, tapi hanya tindakan yang kemudian membuktikan atau menafikkan keluh kesah itu menjadi sebuah perilaku aneh dan menyimpang.

Berkeluh kesah merupakan watak dasar yang dibawakan Allah ke dalam anatomi fisik dan jiwa manusia. 

“Sesungguhnya, manusia itu diciptakan dalam keadaan berkeluh kesah lagi kikir ” [QS. Al-Ma’arij : 19].

Tetapi lingkungan dan situasi memberi pemicu dan rangsangan yang kuat bagi lahirnya pola hidup yang dibangun di atas sikap keluh kesah. Di sisi lain, keluh kesah adalah potret ketidakdewasaan. Sebab keluh kesah hanya memberi ruang pelampiasan psikologis sesaat atas segala macam kekesalan. 

Seperti anak kecil yang tergiur dengan merahnya manisan, hanya untuk melampiaskan hausnya sesaat. Tapi sesudah itu, rasa haus datang lebih kencang.

Keluh kesah justru akan menyumbat terbukanya jalan pikiran yang segar, yang dimungkinkan akan memberi temuan-temuan alternatif perbaikan atas masalah dan kesulitan yang terjadi.

Keluh kesah hanya layaknya sampah yang menyumbat saluran air.

Tetapi seorang mukmin punya caranya sendiri yang berbeda untuk menghadapi watak dasar keluh kesah itu. Seorang mukmin yang sudah diciptakan dengan watak dasar itu menghiasi dirinya dengan keimanan. 

Disini iman berfungsi sebagai kanal pengalih, yang mengalihkan keluh kesah menjadi kehati-hatian. Kadang ia menjadi tembok pembatas yang menghalangi munculnya ledakan naluri yang tidak sehat, atau kadang sebagai pendingin yang menurunkan suhu naluri buruk yang ada pada jiwa kita. 

*

Ini baru 4 judul yang saya sarikan, masih ada 28 judul lagi yang ‘berisi’. Gimana merinding ngga bacanya? Bakal lebih enak saat membaca bukunya sendiri. Indah, memberi sudut pandang yang membuka pikiran, dan membangun diri saya pribadi secara positif 🙂

Terakhir, saya akan tulis info buku ini ya.

Judul Buku : Hidup Tak Mengenal Siaran Tunda
Penulis : Ahmad zairofi AM
Jumlah Halaman : 218
Penerbit : Tarbawi Press, 2006

Sekian review-nya, semoga memberi gambaran yang cukup tentang buku ini yaa. Terimakasih sudah mampir semuanya..

 

 

10 Thoughts On #88LoveLife By Diana Rikasari That I Like

IMG_20180107_064603

On the first week of January 2018, Alhamdulillah I conquer one of the challenge that I made for myself this year which is : read at least 1 book per month.

I started with a light book that fulfill with beautiful thoughts and cute illustrations from a very unique-famous-Indonesian-fashion-blogger, Diana Rikasari Not only a blogger, she also run many business such as I Wear Up, etc. You can check it on her blog and instagram. Go follow her if you want 🙂

Baca juga : Malam Tahun Baru Dan Resolusi 2018

Buku #88LoveLife ini milik adik saya yang dibeli di Gramedia. Karena adik saya sudah selesai membaca, saya meminjamnya. Saya bisa merampungkan buku ini kurang dari seminggu karena memang buku ini bukan novel atau antologi yang penuh tulisan.

Saya membawa buku ini ketika mengantar Aisya ke sekolah. Dan selama menunggu ia belajar, saya duduk dan membaca #88LoveLife

Ngobrol sama Ibu-ibu yang lain seems very interesting, but that week I want to use my spare time to read. An hour is enough 🙂

I think its a good start. Buat orang yang sedang belajar mengisi diri dengan membaca buku seperti saya, ternyata membaca buku yang dikemas dengan ringan, memuat tulisan yang berisi kutipan-kutipan, kalimat sederhana, berisi poin-poin dan bergambar adalah langkah yang baik.

Ringan dalam artian, halamannya tidak banyak dan tidak butuh berpikir keras untuk mencerna halaman demi halaman agar bisa tersambung dengan keseluruhan cerita seperti ketika membaca novel dan buku dengan tema berat lainnya.

#88LoveLife sangat menarik, lucu dan berwarna-warni. Ini yang bikin saya suka. Bikin bacanya betah dan berasa ceria aja gitu. This book is simple namun sangat bermanfaat.

And surprisingly, pemikiran-pemikiran Diana Rikasari yang dituangkan dalam buku ini amazing lho! some of the thoughts on life just right, wise and giving positive energy to me.

Buku ini juga menjadi semacam self-healing buat saya. Banyak kata di dalamnya yang membuat saya sadar dan ‘menyembuhkan hati’.

To sum up, there are 10 thoughts that I really agree and like from this book. I’d love to share it with you guys, so here it is…

10 Thoughts On #88LoveLife By Diana Rikasari That I Like

Positivity always wins

IMG_20180107_064603
Bener ga nih kalau positivity always win? always sih tapi kadang butuh kesabaran dan waktu yang lama. Sebetulnya melalui kata-kata Diana yang ini, beliau ingin mengajak kita untuk tetap think and act positive whatever people around us do to us. Karena kindness bisa bikin atmosfer sekitar berubah jadi lebih baik dan itu kerasa sama orang sekitar kita. Yuk berikan energi positif kepada orang-orang terdekat.

Human tend to complicate things because it feels easier when there is something to blame on. DON’T.

IMG_20180107_065023

I totally agree with this. Saya rasa, semua orang harus STOP BLAMING. Kalau ada masalah, sebaiknya kita cari solusinya bersama. Tentunya perlu menemukan akar dari sebuah permasalahan, setelah ketemu, jangan fokus menyalahkan orang yang berbuat salah. Penting membuat orang yang bersalah menyadari kesalahannya dan meminta ia belajar dari kesalahannya. But then after that, sebaiknya kita fokus find out the solution agar masalah tidak berlarut-larut. Dan kita semua bisa MOVE ON.

Winner are…

IMG_20180107_065657

Saya tipe orang yang suka berdiskusi dan berusaha memahami orang lain melalui komunikasi. Saat ini pun, saya sedang belajar menjadi pendengar yang baik. Saya suka part “Allow the other to speak, allow both side to understand” and for sure winner are we who can control our emotions 🙂

The idea of a daily celebration is brilliant!

Screenshot (1)

Ya, kita harus menghargai step-step kecil yang kita buat atau kesuksesan kecil yang kita lakukan hari ini. Making a better progress everyday and be grateful for that. Kalau pun ga bikin perayaan, kita bisa lho bikin happiness journal atau a jar of gratitude tempat kita menulis hal-hal apa yang membuat kita bahagia, apa yang berhasil kita lakukan dan apa yang kita syukuri pada hari ini dan seterusnya

Do something in life, that you believe it brings value to your life

IMG_20180103_233909

Lakukan hal yang betul-betul penting, things that we need to actualize ourselves dengan tidak menjadikan what other people do sebagai standar kita. Karena kita punya kebutuhan dan spesifikasi masing-masing.

Feel before thinking, think before speaking

IMG_20180107_065351

Just right before we want to say something, tahan sebentar. Pikir lagi baik-baik. What we say will give an effect, hopefully its a good one.

Facilitate discussion, not kill ideas

IMG_20180107_064219

Dalam hidup, selalu ada kesedihan dan kebahagiaan. It go both way 🙂

IMG_20180107_065134

Life designed to roll. Pasti setelah melewati satu anak tangga, bakal ada anak tangga lainnya. There ‘s Ups and Downs. Let’s climb, we are stronger now!

IMG_20180107_064436.jpg

Many choices in life, which one do you choose? In this cupcake case I will give it to someone else. What’s your choice? Selalu ada solusi ya, see the brighter side, be creative

IMG_20180103_181451_308

Okey, itulah 10 thoughts yang saya suka dari buku #88LoveLife-nya Diana Rikasari. Semoga efek positif yang saya dapatkan dari buku ini juga bisa dirasakan oleh pembaca yaa 🙂 Btw, thoughts mana yang paling kamu suka?

Oia setelah beres membaca buku ini, sekarang saya lanjut membaca buku lainnya yang berisi beberapa bab. Dan masing-masing bab berisi ulasan yang tidak terlalu panjang. Lagi-lagi ini membantu saya untuk tidak cepat bosan dan bisa menyelipkan pembatas buku setelah mencerna satu chapter dan melanjutkannya di lain hari.

I can make a note, put a highlight on it and finish 1-3 chapter a day!

Yuk semua semangat membaca & happy weekend all 🙂