Jelajahi Belitung Dengan Garuda Indonesia

Screenshot (24)

Perjalanan ke Belitung pada akhir Maret 2017 merupakan kenangan yang sangaaat manis! Saya takjub dengan keindahan pantai-pantai yang dimiliki Belitung.

Very clean, with its crystal clear water.

Sudah lama kami ingin menjelajahi Belitung. Beruntung suami saya memiliki kartu anggota GarudaMiles Silver. Ini berarti, beliau telah melakukan 10 kali penerbangan / akumulasi perjalanannya mencapai 10.000 tier miles dengan maskapai Garuda.

Nah, pada tanggal 23 Desember 2016, kami mendapatkan info ini :

Screenshot (21)

 

Diskon yang ditawarkan menggiurkan lho, yaitu 90% off! Untuk berangkat dari Jakarta menuju Belitung yang jarak penerbangannya terhitung 4000 miles itu, kami hanya perlu membayar 400 miles. Kalau diuangkan, biaya tiket pesawat-nya sekitar Rp. 300.000/orang (pulang-pergi).

Lumayan banget yaaa mengingat Belitung adalah salah satu heaven on earth-nya Indonesia! Jadilah tanggal 23 Desember, kami langsung meng-issued ticket ke Belitung.

Oia, dari web GarudaMiles.com saya mengetahui beberapa keuntungan dari keanggotaan GarudaMiles Sliver, antara lain :

  • Mendapatkan miles
  • Menghadiahkan award tiket
  • Menukarkan miles dengan Upgrade Award
  • Checkin counter khusus di Bandara Soekarno-Hatta
  • Mendapatkan 5 kg tambahan kuota bagasi
  • Persentase Tier Miles
  • Prioritas dalam daftar tunggu reservasi tiket

Akhir Maret pun tiba, dengan tiket pesawat Garuda Indonesia di tangan, terbanglah kami ke negeri Laskar Pelangi.

Menarilah dan terus tertawa
Walau dunia tak seindah surga
Bersyukurlah pada yang kuasa
Cinta kita di dunia

Selamanya…

Soundtrack film yang diadaptasi dari novel Andre Hirata ini mengiringi perjalanan kami. Belitung, here we cooome!

MODO, HARA DAN POLI

 

Oia by the way, naik Garuda Indonesia itu enak banget ya!

Sambil menunggu waktu boarding anak-anak bisa main dulu di playground-nya. Apalagi pas naik pesawat, selain pelayanannya yang nyaman, anak saya juga senang dapat tiga boneka mungil dari Garuda.

Yaitu boneka Komodo putih, harimau, dan Elang. Modo, Hara dan Poli, boneka-boneka ini menemani perjalanan Aisya. Ia bahkan membuat mini puppet show di pesawat. Hihi, lucu dan seru.

MENJELAJAHI KEINDAHAN BELITUNG

Hari sudah sore saat kami sampai, sehingga kami memutuskan untuk menjelajahi berbagai pulau di Belitung esok harinya.

Pagi sekali kami berangkat menuju Tanjung Kelayang  yang jaraknya sekitar 20 Km dari Centra City Hotel. Lumayan jauh ya? iya, tapi karena jalanan di Belitong ini lengang, jarak 20 Km bisa ditempuh dengan waktu lebih cepat, kira-kira 50 menit-lah, didukung oleh kondisi jalan yang bagus and no traffic jam.

Dari Tanjung Kelayang, kami lanjut naik boat untuk hopping from one island to another island.

Hampir semua pulau yang kami kunjungi pasirnya putih, air pantainya bening dan kondisi sekitarnya bersiiih. Saya rekomendasikan teman-teman yang mau ke Belitung untuk mengunjungi Pulau Lengkuas dan Pulau Pasir.

Pantai yang tak kalah fenomenal adalah Tanjung Tinggi, yang kini lebih dikenal dengan sebutan Pantai Laskar Pelangi. Kami menikmati matahari terbenam disini.

Selain berwisata di pantai, kami juga mengunjungi Museum Kata Andrea Hirata, SD Muhammadiyah Gantong, Pantai Serdang dan Danau Kaolin yang ada di Belitung Timur.

Here are some of the breath-taking photos of Belitung, taken by our camera :

Pulau Lengkuas

Awalnya saya pikir pulau ini dinamakan Pulau Lengkuas karena bentuknya seperti Lengkuas kalau dilihat dari atas mercusuar. Tahu lengkuas kan ? itu lho, bumbu masak yang suka dipakai kalau bikin opor, kari dan tumis-tumisan.

Ternyata analisis sotoy saya itu meleset.

Jadi yang betul adalah, di pulau ini ada mercusuar dan rumah panjang berwarna putih, dahulu orang Belanda menyebutnya “Long House”.

Karena agak sulit melafalkan “Long House”, orang Belitung memanggilnya “Lengkuas”.

Sejak saat itulah pulau ini famous dengan sebutan Pulau Lengkuas.

Pasir di pantai ini lembuuut, di bagian atas yang belum tersentuh air pantai. Di pinggir pantai, pasirnya tidak terlalu lembut tapi juga nggak nempel ke tangan. Ada batu-batu kecil di pantainya sehingga kita, terutama anak-anak harus hati-hati saat berjalan di pantai supaya nggak kecugak kaki-nya.

Pulau Pasir

Ini Belitung atau Maldives sih?

Nggak usah jauh-jauh ke Maladewa disini juga lautnya beniiiing banget. Pulau pasir ini kecil sekali, pulaunya terbentuk dari gundukan pasir putih yaaang kalau diinjak itu lembut sekali.

Ombak di pulau-pulau Belitong cenderung landai jadi relatif aman untuk anak-anak bermain. Suasana disini so peaceful, rasanya ingin berlama-lama disini.. Its so pretty, you have to see it by yourself to feel what I feel. Subhanallah.. Its like a heaven on earth..

Pantai Laskar Pelangi

Pantai laskar pelangi dikenal juga dengan pantai Tanjung Tinggi, di pantainya itu banyak anak-anak dan remaja yang berenang, baik dengan ban biasa, pelampung, juga ban angsa yang lagi hits di foto-foto selebgram, ada juga yang pakai boat karet sambil mendayung.

Kami menahan diri untuk bergabung dengan pengunjung lainnya di pantai karena Ayah mengajak kami mengitari batu-batu granitnya terlebih dahulu.

Kami masuk ke lorong yang terbentuk dari dua batuan yang saling berhadapan, manjat ke batu granit yang agak besar (saya harus ekstra hati-hati karena licin), turun lagi ke bawah dan menyusuri jalan di antara batu granit. Jujur saya kagum sama Aisya yang berani naik-naik ke batu granit dan ber-pose disana.

Museum Kata Andrea Hirata

SD Muhammadiyah Gantong

Screenshot (34)

Pantai Serdang

 

Danau Kaolin

Screenshot (28)

 

Gimanaaa? cantik kan Belitung? This place is a must visit deh!

Makanannya juga, hmm memanjakan lidah deh, terutama buat penyuka ikan. I tried Nasi Gemok, really tasty. Nasinya gurih seperti nasi uduk, disajikan dengan ikan bilis (ukurannya lebih besar dari ikan bilis yang ada di RM Minang) dan kuah santan bercampur Belimbing.

Yummmm 🙂

JELAJAH NUSANTARA BERSAMA SKYSCANNER

Screenshot (35)

Belitung memang ngangenin. Pantainya, angin sepoi-sepoinya, crystal clear water-nya, keramahan orang-orang disana, makanannya yang gurih, juga ketenangan disana.

Ah, pengen kesana lagi jadinya!

Mau mengunjungi Belitung dengan Garuda juga? wah BISA BANGET.

Kamu tinggal klik Tiket Pesawat Garuda daaan kamu akan langsung terhubung dengan situs navigasi gratis dan terpercaya di seluruh dunia, yaitu Skyscanner. Di link tersebut juga ada info tiket promo pesawat Garuda Indonesia lho!

Screenshot (37)

Buruan di kliiik.

Supaya lebih hemat waktu dan uang, kamu juga bisa mengunduh aplikasi gratis Skyscanner. Dengan memiliki aplikasi ini di smartphone-mu, kamu bisa langsung bergabung bersama 60 juta pelancong Skyscanner lainnya.

Di skyscanner, kita bisa membandingkan harga tiket pesawat dari mulai yang tercepat hingga termurah. Ngga hanya tiket pesawat, harga hotel bahkan sewa mobil pun ada. Ada banyak pilihan deh!

Tunggu apa lagi? Yuk segera booking tiket ke Belitung melalui Skyscanner 🙂

Disclaimer : Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh ID Corners dan Skyscanner.

Advertisements

Bubbly-Stay At Kasira Residence Bintaro

deluxe

Photo from Traveloka.com

Akhir Januari 2018 kami staycation lagi di Kasira Residence Service Apartement Bintaro. Its a bubbly-stay, we like staying here, therefore, saya mau kasih review penginapan ini yaa.

Apartemen Kasira ini terletak di  Jl. Unta Raya no. 19, RT 03/06 Bintaro sektor 7, Tangerang Selatan. Terdiri dari 4 lantai, dimana lantai 1 hingga lantai 3 berisi kamar-kamar yang variatif, sedangkan lantai 4 adalah taman.

Kamar-kamarnya antara lain :

  1. Deluxe (1 Bed King Size)
  2. Suite Family (2 Bedrooms)
  3. Execuitve Suite Family (2 Bedrooms)
  4. Luxury Penthouse (2 Bedrooms)

Kami memesan kamar deluxe. Kamarnya luas lho! di dalamnya ada lemari baju, dapur kecil berisi kitchen set (tanpa kompor) dan wastafel, kulkas berukuran sedang, juga terdapat rak buku dan laci-laci di meja panjang, juga TV.

Ada dua kursi dan meja bundar untuk ngeteh cantik di pagi hari plus balkon. Dan yang paling menarik buat anak saya adalah kamar mandinya.

She was asked, “Mami, ada kolam renang ngga disini?”,

“Ngga ada, but you have a private pool here“, ucap saya sambil menunjuk ke bathtub-nya.

Ia langsung senang dan minta berendam dengan banyaaak gelembung. Now you know why I call this bubbly-staycation 🙂

Baca juga : Staycation At Ayaartta Hotel Yogyakarta

Foto-foto kamarnya bisa dilihat di album berikut ini yaa.

 

This slideshow requires JavaScript.

Saat check in saya hanya perlu menunjukkan KTP dan deposit dulu sebesar Rp. 100.000,- yang nantinya akan dikembalikan ketika check out. kamar kami berada di lantai 1, dekat dengan respsionis.

Kami menginap disini selama 2 hari 2 malam. So far sih enak-enak saja. Kekurangannya adalah wifi dan tempat makan. Wifi di lobby kencang namun di kamar sangat lemah, kecuali kalau ke balkon kadang dapat sinyal wifi.

Untuk tempat makan, tidak ada kedai dekat situ yang bisa dicapai dengan jalan kaki. Jadi untuk makan siang, saya titip ke sahabat yang mau mampir dan beliau pesan via go-food. Untuk sarapan serta makan malam, kami jalan keluar naik motor suami.

Mudah juga kok memesan grab/gojek dari sini. Apalagi kalau bawa kendaraan pribadi bisa cus kemana-mana. Tapi saya sarankan lebih baik pakai kendaraan roda dua saja. Jalan menuju Kasira Residence tidak terlalu lebar jadi sering macet pada sore dan malam hari.

Biaya menginapnya berapa? hm, suami membayar Rp. 390.000 (untuk 2 malam) menggunakan telkomsel poin. Ada list harga kamar di meja resepsionis, namun maaf tidak saya catat.

Dengan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki Kasira Residence Service Apartement, saya ga kapok kok buat nginep disini lagi. Terutama sih karena kamarnya nyaman, harganya terjangkau dan bathtub-nya bikin betah hihi.

Sekian review dari saya. Mau menginap di Bintaro? apartemen ini mungkin bisa dipertimbangkan yaa.

Jalan Santai Ke Yogyakarta

 

IMG-20180108-WA0001.jpg

Malam ini ada 2 cerita yang ingin saya tulis, tentang perjalanan wisata kami ke Yogyakarta awal Januari ini dan sharing my footnote tentang seminar Kesehatan Holistik yang saya simak di PAUD Taman Pintar Yogyakarta.

Pilihan saya pun jatuh pada mereview kembali tempat-tempat yang kami kunjungi selama traveling ke Yogyakarta.

Kenapa diberi judul jalan santai? karena aseli, jalan-jalan kali ini santai bin banget. Cuaca yang cloudy, gerimis yang sering turun memang memaksa kami untuk lebih lama stay di hotel. Alhamdulillah hotelnya cukup nyaman, jadi kami betah deh staycation disana.

Baca juga : Staycation At Ayaartta Hotel Yogyakarta

Perjalanan kali ini diawali dengan moda transportasi Kereta Api yang kami naiki dari Stasiun Kiara Condong Bandung – Lempuyangan Yogyakarta. Lumayan juga merasakan 9 jam duduk di kelas ekonomi. Ada banyak pemandangan, ibroh dan kerjasama yang terjalin di gerbong ini.

Aisya cukup kooperatif meski kami sempat mati gaya untuk mengisi waktu. Ngobrol, mewarna, jalan-jalan ke gerbong restoran, tidur, main game, nonton youtube sudah kami lakukan. Namun tetap ada sedikit rasa jenuh hehe.

Sisi baiknya, kelas ekonomi sekarang sudah lebih nyaman. Tidak ada pedagang yang lewat-lewat, lebih bersih, ber-AC dan relatif aman. Di stasiun pun disediakan counter untuk check-in bagi yang sudah membeli tiket secara online sehingga kita bisa menghemat waktu antri.

Jangan lupa untuk selalu membawa identitas diri ya, karena akan di cek oleh petugas.

Sampai di Yogyakarta, kami langsung memesan grab menuju hotel tempat kami menginap. Setelah meluruskan kaki dan berenang, kami pun siap jalan santai.

Nah, kemana saja kami selama di Yogyakarta? pantegin terus postingan saya ini yaa.

KAFE HITS DI YOGYAKARTA

Beruntung sekali karena hotel tempat kami menginap dekat dengan salah satu kafe yang lagi hits di kalangan anak nongkrong Yogyakarta. Ada 2 kafe yang kami sambangi, yaitu :

  1. Secret Garden Coffee and Chocolate


    Ini dia kafe yang letaknya tidak jauh dari hotel. Untuk sampai ke hotel ini, ada banyak pilihan transportasi yang bisa dipilih ya. Kami memilih untuk berjalan kaki saat berangkat dan naik grab ketika pulang.

    Suasana di kafenya romantis, ada banyak lampu dan hiasan-hiasan berupa artificial plants yang digantung-gantung. Selain itu, kafe ini juga dilengkapi dengan taman dan kolam air mancur yang berisi ikan-ikan kecil.

    Kita juga bisa naik ke atas tower untuk melihat view Secret Garden yang indah dan berfoto di atas.

    Harga makanannya tergolong murah meriah dengan rasa yang lumayan juga. Berhubung masih hujan rintik-rintik, saya memesan segelas teh tarik. Hm, enak sekali rasanya, bikin tenggorokan jadi hangat!


    Selesai makan, saya berkeliling di taman dan beberapa area lainnya di kafe ini. Terlihat ada yang sedang dinner date, merayakan ulang tahun, juga ada tempat yang digunakan untuk syuting film oleh mahasiswa 🙂

    Sambil menyantap hidangan, kita bisa menikmati live music dan kalau mau menyumbangkan suara juga boleh lhoo.

    Tertarik mengunjungi kafe ini? silakan datang langsung ke Jl. Amri Yahya No. 2, Pakuncen, Wirobrajan, Pakuncen, Wirobrajan, Kota Yogyakarta ya. Kafe ini buka dari mulai pukul 17.00-00.00 setiap hari.

  2. Net City Internet Learning Cafe


    Net City Internet Learning Cafe ini memiliki konsep yang jauh berbeda dari kafe yang saya kunjungi sebelumnya.

    Kafe yang berada di atas warnet ini suasananya lebih tenang. Beberapa pengunjung yang hadir terlihat membawa laptop, ada juga yang mengerjakan proyek bersama dosen-nya.

    Setelah memesan makanan, kita akan diberi password wifi yang berlaku untuk 1 orang. Ada baiknya jika datang sekeluarga, maka masing-masing memesan sendiri, karena password wifi yang sudah digunakan oleh anggota keluarga lain tidak bisa lagi digunakan oleh kita.

    Kami memilih 3 menu yang berbeda disini, dan saya coba-coba minum kopi. Lately I feel that its not a good match, between ayam penyet and coffee. Harusnya diseimbangkan dengan minuman yang segar yaa.

    Pilihan menu disini beragam, harganya juga sangat terjangkau. Kafe ini cukup kondusif bagi para pelajar atau siapa pun yang ingin makan dengan suasana yang tenang. Pantas saja disebut learning cafe ya 🙂

    Kafe yang terletak di Jalan Timoho, Baciro, Gondokusuman, Baciro, Yogyakarta ini buka 24 jam ya Moms.

SITUS BERSEJARAH DI YOGYAKARTA

Selain icip-icip makanan di kafe, kami juga mengunjungi 2 situs bersejarah di Yogyakarta lho. Kebetulan banget saya belum pernah main ke dua tempat ini, jadi penasaran banget.

  1. Taman Sari Water Castle


    Tempat pemandian ini digunakan para putri keraton untuk mandi. Katanya kalau kita cuci muka pakai air yang ada di kolamnya bisa bikin tambah ayu dan awet muda lho. Sayangnya kita tidak boleh masuk ke kolamnya yaa hihi.

    Saya gagal mendapatkan foto dengan background cantik ala selebgram disini. Maklum, area kolam dipenuhi pengunjung. Namun saya tetap mengabadikan foto kece Aisya dan ayahnya dari belakang 🙂

    Dengan membayar tiket sebesar Rp. 5000,-/orang, kita bisa masuk dan jalan-jalan di area Taman Sari dari mulai tempat pemandian hingga lokasi sumurnya.

  2. Candi Prambanan


    Saya beberapa kali mengunjungi Candi Borobudur ketika masih kecil, study tour dari sekolah juga liburan keluarga. Tapi saya belum pernah ke Candi Prambanan. Oleh karena itu, saya setuju saat suami ajak kesini.

    Sayangnya Aisya tidak begitu antusian mengitari candi-candi yang ada disini. Lucky us, ternyata ada playground di area ini. Aisya pun mulai senang ketika bertemu dengan ayunan dan jungkat-jungkit.


    Untuk masuk ke kawasan Candi Prambanan, pengunjung harus membeli tiketnya terlebih dahulu seharga Rp. 40.000,-

    Area Candi Prambanan ini ternyata luas ya. Setelah keluar dari Candi, kita bisa melihat taman dengan playground sederhana, area panahan, kandang rusa, museum daaan masih banyak lagi!

Oia, ada satu tempat lagi yang kami kunjungi, namanya Taman Pintar Yogyakarta.

Taman yang dikelola oleh pemerintah ini bikin Aisya nagih lho! terutama main ke PAUD Timur & Barat. Kami juga sempat dikejutkan oleh Dinosaurus yang bisa bergerak di zona prasejarah. Setengah hari rasanya tidak cukup untuk mengeksplor Gedung Oval – Kotak, ada banyak ruangan yang edukatif dan asik di dalamya.

Dan saya sudah membuat postingan tersendiri untuk taman yang satu ini, silakan klik link di bawah ini ya.

Baca juga : TAMAN PINTAR YOGYAKARTA : Taman Anak Yang Edukatif, Asik, Murah Meriah

Sampai sekarang, Aisya masih suka ngajak ke Taman Pintar lho. Berkesan banget kayaknya. Semoga kapan-kapan bisa jalan-jalan ke Yogyakarta lagi deh. Amiin.

Baiklaaah, sampai sini dulu cerita jalan santai kami ke Yogyakarta. Terimakasih sudah mampir dan membaca yaa. Semoga apa yang saya tulis bermanfaat 🙂

Staycation At Ayaartta Hotel Yogyakarta

IMG_20180106_200653

Istilah staycation merupakan gabungan dari dua kata yaitu ‘stay‘ dan ‘vacation‘. Awal Januari ini kami mengunjungi Yogyakarta, hujan yang kerap turun di kota istimewa ini membuat kami betah menikmati fasilitas hotel.

Ngga apa-apalah tidak nguber banyak tempat untuk didatangi. Sesekali liburan yang nyantaaaii banget yang penting spend quality time bersama.

Sebetulnya kami ngga yang terlalu nyantai banget sih. Sempet juga main ke Taman Pintar, Candi Prambanan, jalan-jalan di Malioboro dan makan di beberapa kafe kece-nya Yogyakarta.

Baca juga : TAMAN PINTAR YOGYAKARTA : Taman Yang Asik, Edukatif dan Murah Meriah

Saya sudah bikin satu review tentang Taman Pintar, destinasi wisata yang lain insya Allah menyusul yaa 🙂

Berhubung cukup lama kami menginap di hotel ini (4 hari 3 malam), jadi saya mau memberi gambaran how it feels to stay in Ayaartta Hotel Malioboro Yogyakarta ya.

Mas Grab yang membonceng saya dari Pasar Beringharjo bilang kalau hotel baru ini sebenarnya ngga terletak pas di Malioboro. Tapi lumayan dekat lah. Lokasinya berada di Jl. KH. Ahmad Dahlan No.123, Notoprajan, Ngampilan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55262. Nomor teleponnya (0274) 2801888.

Jaman now tidak sulit ya kalau mau cari dan booking hotel, bisa cari review via mba Google dan memesan kamar melalui Booking.com, Agoda, Traveloka dan aplikasi lainnya.

Rate per night-nya berbeda-beda, tergantung kamar dan aplikasi yang kita gunakan, yang jelas dimulai dari harga Rp. 400.000,- an.

Hotel ini berseberangan dengan sebuah sekolah (MAN) dan di sebelahnya supermarket meski item yang dijual disana kurang lengkap. Saat saya kesana, Ultra Mimi rasa cokelat kosong, mungkin stock baru belum datang.

Sekarang kita bahas tentang hotelnya ya.

AYAARTTA HOTEL MALIOBORO YOGYAKARTA

112353785

Foto dari Booking,com

Menurut saya, hotel ini mengedepankan konsep minimalis. Terlihat dari ruangan-ruangan yang ada di dalam hotel. Hampir semua memakai space saving concept. Lobi, ruang menunggu, kolam renang, butik, kamar dan restorannya terkesan tidak terlalu besar namun didesain dengan efektif.

Ornamen yang ada di dalamnya rata-rata bertemakan scandinavian. Ada banyak meja juga rak, lemari dan laintadari kayu. Ada ruang terbuka di restoran meskipun kecil dan jendela yang memungkinkan cahaya masuk di kamar.

Lobi Hotel

 

Beginilah suasana lobi-nya. Mas dan Mbak resepsionis akan dengan ramah melayani kita. Ada welcome drink yang bisa kita ambil sendiri di sebelah kiri meja resepsionis. Minumannya dingin namun terasa agak hangat. Hm, ternyata wedang jahe.

Disini terdapat dua sofa panjang tempat kami menunggu grab yang akan menjemput. Dan sofa warna-warni lainnya di depan butik batik.

Disini juga saya berkenalan dengan turis dari Jepang dan mempraktekan sedikit bahasa Jepang yang saya pelajari ketika SMA.

Hanya bilang,

“Konbanwa”,

“Genki desuka?”,

“Ja mata ne”,

gitu haha, hanya segitu yang saya ingat selain perkenalan.

Awalnya beliau menyapa Aisya, “Selamat sore”. Lalu saya sahut dengan ucapan selamat sore dalam bahasa Jepang.

Kamar

 

I’ll give u a tour to our room. Foto paling kanan saya comot dari pegipegi.com, maafkaaan ga sempat foto full spot. 

Gimana, setuju ngga kalau desain kamarnya minimalis dan scandinavian?

Temboknya di cat dengan dua warna, yaitu putih dan abu. Mirip dengan rumah saya yang cat-nya juga memadukan warna putih, bedanya saya pakai abu agak tua.

Di samping tempat tidur ada area yang bisa kita gunakan untuk solat dan di depannya ada meja kayu berisi lampu, teko, cangkir dan satu pack teh, kopi juga gula untuk diseduh.

Kamar mandinya cukup luas.

Baca juga : Taman Mungil Aisya #ScandinavianHome

Restoran & Bar

IMG_20180106_161437

Restoran dan Bar-nya tidak bersatu ya, foto ini adalah foto bar. Namun saat sarapan, banyak orang yang duduk disini karena kursi di dalam restoran penuh. Saya kelupaan memotret area restorannya. Di dalamnya ada sekitar 7 meja yang muat untuk 4 orang per meja. Ada rak-rak kayu berisi tanaman hias dengan rak bening berisi air. Kemudian ada smoking area yang terhubung dengan ruang hijau terbuka namun sangat sempit. Hanya ada dua meja disana.

Menu breakfast-nya cukup beragam, tapi ngga terlalu banyak. Ada makanan khas jawa seperti rawon, masakan indonesia, roti-roti, sereal, buah dan camilan lainnya. Quite simple lah.

Berhubung pagi saat saya sarapan masih penuh, saya sengaja duduk di smoking area ini. Masih belum ada yang merokok ketika saya duduk. Lumayan lah bisa menghirup udara segar sambil menyantap croissant dengan olesan butter, secangkir susu dan meresapi quote-quote indah dari Diana Rikasari dalam #88LoveLife.

Hmm, what a chill morning..

Baca juga : 10 Thought On #88LoveLife By Diana Rikasari That I Like

Kolam Renang

 

Kolam menjadi area favorit Aisya di hotel. Tentunya, selain kamar karena ada Nickelodeon, Cartoon Network dan channel anak lainnya di TV.

Aisya loves swimming!

Setelah check in, Aisya kecipak-kecipuk dulu sama Ayahnya. Esok nyebur lagi. Semangat banget deh kalau diajak berenang 🙂

Seperti yang saya bilang, kolamnya tidak besar. Besarnya beda dikit sama Pacific Express Hotel yang kami inapi saat jalan-jalan di Kuala Lumpur. Bedanya yang satu terletak di roof top, kalau di Ayaartta pool-nya selantai sama lobi.

Tentang Pacific Express hotel, ada di postingan ini ya Kuala Lumpur Melaka 4 Hari

Di pinggir kolam ada dua buah kursi dan satu meja. Disediakan handuk juga. Kemudian ada kursi gantung. Aisya diayun-ayunkan sama Ayahnya disini nih sehabis berenang, ditemani alunan lagu “Tak lelo lelo ledung” dari hotelnya.

Wih, bikin nuansa jawa-nya terasa 🙂

Wifi-nya gimana? kenceng kok, Namanya juga di hotel. Jadi pagi setelah sarapan kami berangkat karena pagi masih terang. Sekitar jam 2-an gitu biasanya langit mulai mendung, kami balik ke hotel setelah makan siang. Terus sampai sore nyantai aja di kamar. Malam biasanya masih agak gerimis, jadi kami bisa keluar naik grab ke tempat makan atau jalan kaki ke kafe terdekat, pinjam payung hotel hihi.

Alright, so this is all what I can share to you. see you guys on my next post yaa.

 

TAMAN PINTAR YOGYAKARTA : Taman Anak Yang Edukatif, Asik, Murah Meriah

IMG_20180107_094010.jpg

Keluarga kami lebih suka berjalan-jalan di awal tahun, karena kerjaan suami relatif belum padat sehingga suami saya bisa mengambil cuti. Selanjutnya, untuk traveling, biasanya kami memanfaatkan hari kejepit nasional plus cuti beberapa hari di bulan-bulan lain.

Tapi pas ke Bangkok tahun lalu, suami ‘escape’ pas lagi peak month. Dan berimbas kami harus beli banyak oleh-oleh untuk dibagikan ke teman-teman di kantor haha.

Baca juga : 9 Makanan Yang Wajib Kamu Coba Saat Ke Bangkok

Berbeda dengan 2 tahun ke belakang, dimana kami berlibur ke Malaysia, tahun ini kami memilih untuk dolan santai ke Yogyakarta.

Been years didn’t visit Yogyakarta. The last time was with my colleagues, I remembered that we tried mercon setan at night and went shopping in Pasar Beringharjo haha. Yogya is always a call, just like Bandung, its a creative city ❤

Sama dulu banget sih, pas SMP study tour ke Yogya dan rasanya senang banget naik becak keliling keraton dan ke toko perak, waktu itu naik becak cuma Rp. 1000,-  sekarang tarifnya sudah Rp. 20.000-an ya.

Baca juga : DAY 2 #MalaysiaTrip : Awana Skyway Genting Highlands

Btw, ngomongin Malaysia jadi terselip rindu nih, bulan Januari itu di Kuala Lumpur lagi full of tourist. Jadi kami bisa ketemu sama banyak orang dari berbagai negara dan ngobrol sama mereka (sekalian ngelancarin bahasa inggris).

Semoga bisa ke Kuala Lumpur dan other part of Malaysia lagi deh tahun ini (selain destinasi wisata lainnya di wishlist yang sudah saya buat). Amiin.

Baca juga : Trip Seru Ke Langkawi

Okay, back to our trip to Yogyakarta. Kami sengaja mencoba naik kereta ekonomi kesana. Keretanya cukup nyaman, aman dan yang paling berkesan buat saya adalah kerjasama antar orang-orang yang berada di kereta itu jempolan banget.

Begitu sampai di stasiun Lempuyang Yogyakarta, kami langsung memesan grab menuju Ayaartta Hotel Malioboro. Insya Allah saya akan bikin review Hotel yang kami inapi selama 4 hari 3 malam ini ya. Buat sekarang, saya mau cerita tentang Taman Pintar, taman edukatif, asik dan murah meriah untuk anak.

Silakan disimak yaa Moms..

TAMAN PINTAR YOGYAKARTA :
Taman Anak Yang Edukatif, Asik Dan Murah Meriah

Taman yang terletak di Jalan Panembahan Senopati No. 1-3 Yogyakarta ini merupakan tempat rekreasi edukatif yang dibangun oleh Kementrian Pariwisata atas gagasan dari Walikota Yogyakarta Herry Zudianto SE, Akt, MM.

Taman ini dikelola oleh pemerintah, jadi pengurusnya ada PNS, pegawai tetap dan kontrak. Mungkin ini juga yang bikin Taman Pintar murah meriah.

Untuk masuk ke dalam, tidak dikenai biaya, kalau mau masuk wahana baru beli tiket. Tanpa masuk ke wahana berbayar pun, anak-anak sudah bisa main sepuasnya di beberapa area, seperti di Taman Air Menari, kemudian berbicara di pipa besar di depan PAUD Barat. area menabuh gendang dan area berpasir.

Aisya senang sekali bermain di Taman Pintar, terutama ke PAUD-nya. Sampai nagih lho! jadi kami kesini 2 kali.

Eits, tapi harus perhatikan jadwal buka-nya ya. Taman Pintar ini buka setiap hari namun hari SENIN TUTUP.

PAUD TIMUR & PAUD BARAT

Dua gedung PAUD ini dibangun atas kerjasama antara Sari Husada dan Taman Pintar. Untuk masuk ke PAUD Timur & PAUD Barat, kita harus membeli tiket seharga Rp. 3000,- per anak. Sebelum masuk, ada beberapa hal perlu kita perhatikan, antara lain :

  1. PAUD ini hanya boleh dimasuki oleh anak yang berusia 3-5 tahun
  2. Orang tua tidak boleh menemani anak di dalam PAUD & diminta menunggu di ruang tunggu
  3. Selama menunggu, para orang tua bisa melihat aktivitas anak melalui CCTV
  4. 1 tiket berlaku untuk melakukan aktivitas di dalam PAUD selama 30 menit, kalau times up dan anak kita masih ingin main bisa langsung beli tiket lagi saja
  5. Tidak diperkenankan mengambil foto di dalam ruangan

Sekarang, yuk kita bahas apa yang menarik di PAUD Timur & PAUD Barat.

Baca juga : Main Ke Belitung #GarudaPoin

Ada Apa Saja Di PAUD Timur?

 

Melalui CCTV, saya bisa melihat di PAUD Timur ini ada 5 ruangan, yaitu :

  1. Ruangan Robotik berisi 3 buah robot dimana anak-anak bisa mengamati pergerakan robotnya (sayangnya saat kami kesana sedang rusak)
  2. Ruangan ketangkasan, begini saya menyebutnya. Di ruangan ini terdapat beberapa matras berwarna hijau dan beberapa alat ketangkasan yang dilengkapi dengan TV
  3. Rumah Adat & Kereta Api. Di ruangan ini ada miniatur kota berisi berbagai rumah adat disertai dengan rel kereta api. Nah harusnya kereta api-nya berjalan mengitari rumah adatnya
  4. Ruang Musik. Di ruangan ini ada piano besar, saya lihat Aisya menginjak tuts-nya agar berbunyi, kemudian ada drum, bonang dan angklung yang boleh dimainkan
  5. Terakhir ada semacam aula besar yang dinamai ruang Seni Budaya. Di panggungnya Aisya bernyayi diiringi gitar

Keluar dari PAUD Timur Aisya menunjukkan gambar ini pada saya, rupanya ia sempat mewarna di ruang Seni Budaya 🙂

Ada Apa Saja Di PAUD Barat?

Aktivitas di PAUD Barat lebih menarik (menurut saya), apalagi sambil menunggu Aisya bermain, kami (para orang tua) mendapatkan seminar gratis mengenai “Menanamkan Gaya Hidup Holistik Pada Anak : Guna Memunculkan Yang Terbaik Pada Diri Anak” yang diadakan oleh Sari Husada.

Mudah-mudahan saya bisa sharing juga tentang program edukasi nutrisi ini ya. Next post, insya Allah.

Saya yang senang nih, dapat ilmu sambil nunggu anak 🙂

Nah, sambil mendengarkan pemateri saya juga sempat melihat CCTV disini dan melihat Aisya yang berpindah dari satu ruangan ke ruangan lainnya.

Kalau di PAUD Timur lebih banyak unsur science, disini ruangan-ruangannya berisi alat bermain yang lebih fun. PAUD Barat ini terdiri atas :

  1. Ruang Balok Susun, tempat anak kita bisa bermain lego dari ukuran kecil hingga besar (Aisya cukup anteng disini nih)
  2. Kota Miniapolitan Sari Husada. Disini Aisya naik pesawat dan belajar jadi pilot, lalu main dokter-dokteran, memasak di dapur, dan berkali-kali menaiki tangga lalu loncat ke matras besar. Ada semacam bengkel juga tempat anak bisa berlagak jadi montir
  3. Ruang Komputer pintar dimana anak diajak main game edukatif

Lebih sedikit ruangannya tapi Aisya betah berlama-lama disini, saya sampai beli tiket 3 kali.

Setelah puas bermain di PAUD, kami beranjak memasuki Gedung Oval – Kotak. Disini ada berbagai macam alat peraga science dan sejarah. Yuk take a look inside.

GEDUNG OVAL KOTAK

IMG_20180107_113443

Gedung ini adalah area paling besar di Taman Pintar, tiket masuknya Rp. 15.000,- per orang.

Ketika masuk kita akan melewati mini aquarium berisi ikan-ikan besar. Lalu disambut oleh hewan-hewan purbakala yang mengeluarkan bunyi. Saya tersandung kaget lho ketika Dinosaurusnya bergerak haha. Kepalanya itu bisa gerak dan mulutnya mangap. Jadi kaget kaaan!

Masuk lebih dalam, kita akan disuguhi foto-foto para penemu dan orang yang menorehkan sejarah seperti Pak BJ Habibie, Avicena, Phytagoras, dan lain-lain.

Selanjutnya ada zona-zona, seperti Zona Fisika, Zona Air, Zona Tata Surya, Zona Bagian-Bagian Tubuh, dan banyaaaak lagi. Saya kasih lihat foto-fotonya saja ya. Di Gedung ini mah kita boleh memotret.

Ada banyak ruangan, dan tidak saya foto semua. Yang bisa saya abadikan ada di album ini ya.

This slideshow requires JavaScript.

Seperti yang saya bilang, kami mengunjungi tempat ini 2 kali, yaitu hari Ahad dan Selasa. Di hari Selasa, selain main ke PAUD, Aisya dan Ayah juga naik perahu di sungai.

Masih ada beberapa wahana lainnya, kami tidak masuk ke semua wahana. Termasuk yang satu ini, saya hanya sempat memotret anak orang lain yang sedang naik mobil-mobilan, Area ini dilengkapi dengan halte dan rambu-rambu lho.

Sebetulnya pengen ajak Aisya belajar nyetir gini, tapi hari sudah siang, Kami harus kembali ke Hotel untuk check out.

And you know what? setelah kami tiba di Bandung, sampai hari ini pun Aisya terus bilang, “Aku mau ke Taman Pintar, Mami, Ayah”.

Berkesan banget nih kayaknya PAUD-nya.

Gimana, tertarik mengajak buah hati kesini ga Moms?

 

Peaceful Hobbiton – The Shire

Screenshot_2017-12-19-22-41-17

Mengunjungi Hobbiton – The Shire adalah pengalaman yang paling mengesankan buat suami saya ketika berkesempatan mengikuti training di New Zealand.

Beliau berangkat bersama beberapa rekan kantornya untuk mengikuti Diklat di University Of Auckland. Di sela-sela padatnya aktivitas juga tugas, suami dan rombongannya menyempatkan diri berjalan-jalan ke Hobbiton.

Baca juga : Trip SERU Ke Langkawi

Penggemar film The Lord Of The Rings dan The Hobbit pasti familiar dengan tempat ini. The Lord Of The Rings sendiri adalah film yang sukses bikin saya nangis selama seminggu setelah ditonton. Setting-nya, story-nya, backsound-nya, dan soundtrack yang dinyanyikan oleh Enya bikin saya merinding aja gitu.

 

Meskipun saya ngga ikut ke New Zealand, Alhamdulillah suami mau berbagi sedikit cerita, banyaknya sih foto-foto.

Untuk sampai ke Hobbiton, suami dan rekan-rekannya menyewa van, van yang sama dengan yang menjemput mereka ke Bandara. Biayanya sekitar Rp. 600.000,- ketika dirupiahkan.

Harga tiket masuk Hobbiton sendiri dibanrol dengan harga Rp. 700.000,-/orang.

Baca juga : Island Hopping Di Belitong

It’s very beautiful“, kata suami. Setuju ga Moms? 🙂

 

Nah, area danau di bawah ini disebut Matamata. Berdasarkan penuturan suami, Matamata adalah sebuah desa kecil di Waikato, Hamilton, New Zealand. Di danau inilah Green Dragon bersemayam.

Baca juga : 9 Makanan Yang Wajib Kamu Coba Saat Ke Bangkok

Matamata mulai dikenal dunia setelah kehadiran The Hobbit. Rencananya bagunan di area ini akan dihancurkan selepas syutingnya selesai karena dikhawatirkan akan menganggu habitat alam. Namun warga desa Matamata menginginkan area Hobbiton tetap dipertahankan. Untung sekali lho area ini tidak jadi dipugar, karena hingga saat ini Hobbiton malah menjadi lokasi wisata andalan di New Zealand 🙂

Screenshot_2017-12-19-22-40-49

Gimana? pemandangan disini memanjakan mata banget yaa.

Baca juga : 5 Hal Menarik Dari Farmhouse Lembang

Oya, selama mengikuti training di Auckland, suami bersama kolega-nya menginap di Adina Apartement Hotel. Untuk belanja, suami saya suka ke Queen Street dan Downtown Supermarket.

Kualitas keju dari New Zealand terkenal bagus, Alhamdulillah suami membelinya untuk oleh-oleh. Kreasi menggunakan keju Chesdale ada di dua resep ini Penne Carbonara With Grilled Salmon dan 25 Mins Lasagna

Silakan dilirik-lirik ya Moms.

Okey, sampai disini dulu cerota travelingnya suami ya. Semoga bermanfaat.

 

 

3 FAKTA UNIK THAILAND

IMG_20170503_140457
I really like when it rain, it makes my heart peaceful and grow a happy feeling inside of me
.

Hujan bikin saya tenang dan semangat, seneng aja gitu. Adik saya bilang, saya Pluviophile. Dari 7 ciri yang dipaparkan dalam IDNTimes most of them betul sih, cuma saya ngga sampai pengen hujan-hujanan dan justru malah kurang suka lihat awan gelapnya. But I enjoy when the rain fall, membuka pintu, membiarkan hawa sejuk yang dibawa hujan masuk, mencium aroma tanah yang diguyur hujan dan merenung-menatap rintik air yang turun.

Aisya sampai heran kenapa saya anteng lihatin hujan, dan akhirnya dia menutup pintu rumah dan berkata, “Mami, jangan lihatin hujan, ayo temenin Aisya di dalam”. Hihi, ternyata Aisya kurang suka saya menikmati hujan lama-lama.

Some people probably think, saya kurang kerjaan. But I don’t know, I just like it.

Hujan juga seringkali mengajak saya mengingat momen-momen yang sudah berlalu, kerinduan terhadap masa muda, hal-hal mellow yang pernah saya lewatkan.

Ya, saya lagi kangen jaman kuliah dan nge-mall sama teman-teman, hang out, ngobrol ngalor ngidul. Having besties around you, to hear whatever that I say.. I miss those moment.

I miss talking a lot and meet many people.

Hujan 4 hari ini sukses bikin saya nostalgia. Salah satunya ke momen saat saya jadi panitia AUDC saat kuliah. Asean Universities Debate Championship mempertemukan saya dengan banyak orang dari negara-negara yang ada di ASEAN.

Di event ini saya juga kenalan sama seorang Bikshu dari Thailand, he was a student of Mahidol University that time. I remembered that we walked together, talk and accompanied him to looking for a vegan birthday cake for his friend.

Mumpung ingatannya masih hangat, saya mau gabungkan dengan 3 memori mengesankan lainnya saat saya mengunjungi Thailand Mei lalu ya.

3 FAKTA UNIK TENTANG THAILAND

  1. Monks Are Everywhere

     

    IMG_20170502_073907

    Monks on the street

    Sebelum saya berangkat ke Thailand, saya sudah mencari-cari kontak teman lama saya itu – Phra Chainarong namanya – dipanggil Elpi. But I didn’t find either his email or instagram or facebook.

    Memang sih, ngga semua participants yang saya kenal ketika AUDC berlangsung masih keep in contact sama saya. Hanya beberapa saja yang lumayan sering ngobrol.

    So, keinginan reunian sama Elpi di Bangkok kayaknya gagal deh. Terakhir nge-google sih, sekarang beliau jadi dosen di Mahidol University, Wallohualam bishowab 🙂

    Nah, pas ke Bangkok saya melihat banyaaaak banget bikshu yang tersebar di berbagai tempat. Seperti di pasar, di terminal bus, di pinggir jalan, di kuil juga di bandara.

    IMG_20170503_092410

    Para bikshu di terminal bus

    Para bikshu ini sudah stand by dari pagi. Mereka menunggu orang-orang yang mau melakukan ibadah. Dari yang saya perhatikan, orang-orang yang beribadah ini datang membawa bungkusan berisi makanan, lalu Bikshu-nya akan memasukkan ke dalam kantong. Kalau sudah terkumpul banyak mereka pergi membawa buntelan tersebut ke kuil untuk dimakan bersama dan dibagi-bagikan.

    Bikshu yang saya temui juga beragam, ada yang jubahnya berwarna lebih tua dan agak lecek namun ada juga Bikshu yang kece abis. Ganteng, looks intelligent, jubahnya bagus dan memegang smartphone di tangan mereka.

    Elpi pernah cerita pada saya kalau menjadi bikshu adalah keinginannya sendiri. Awalnya beliau tinggal di Kanada, lalu pindah ke Thailand. Disana, orang tuanya menawari Elpi, apakah ia tertarik jadi bikshu? After saying yes, his parent then sent him to Temple. 

    Elpi learn to be a monk since he was a child.

    Picture 049

    AUDC memory – berfoto bersama Elpi (pria gundul berjubah oranye di belakang saya)

    “You cannot touch me”, ucap Elpi saat saya sedang berjalan di sela bangku kelas tempat perlombaan debat berlangsung dan Elpi duduk di salah satu bangku – beliau takut saya mengenainya.

    Bagi saya hal ini cukup unik, seorang bikshu tidak boleh disentuh oleh siapa pun, kecuali oleh keluarganya, seperti Ibu dan Ayah-nya. Lebih lanjut lagi, seorang bikshu hanya boleh makan solid food dari pagi menjelang siang. Lewat pukul 12.00 hingga keesokan pagi-nya, mereka hanya diperkenankan minum. Wow!

    Para bikshu tidak menikah, jika sebelumnya mereka menikah, ketika menjadi bikshu otomatis mereka akan terputus dari hubungan yang mengikat mereka sebelumnya.

    Iseng-iseng, saya tanya Elpi, “Do u ever have a feeling for woman?”. And he said no, hihi.

    Lanjut ke fakta unik ke-2 yaa.

  2. Lese Majeste Di Thailand

     

    Grand Palace Blacl Dress
    Saat musim panas, suhu di Bangkok bisa mencapai 40 dercel. Alhamdulillah saat kami berkunjung kesana, panasnya masih di 38 dercel and its already felt really HOT.
    That’s why we bring our hat & umbrella when we were strolling around the Grand Palace and Royal Temple.

    Ketika kami tiba di Grand Palace terlihat banyak warga Thailand yang mengenakan pakaian hitam-hitam, mereka berkumpul untuk memanjatkan doa untuk almarhum Raja Bhumibol Adulyadej.

    Masyarakat Thailand memang diwajibkan berkabung selama 1 tahun atas permintaan Maha Vajiralongkorn (anak laki-laki almarhum Raja).

    Masih berhubungan dengan Kerajaan, di Thailand diberlakukan Lese Majeste.

    Lese Majeste adalah pasal yang melindungi keluarga kerajaan dari hinaan & ancaman. Jika ada masyarakat yang ketahuan melakukan segala bentuk penghinaan terhadap keluarga kerajaan, mereka bisa langsung dihukum bahkan masuk bui.

    Foto-foto almarhum Raja Bhumibol juga terpampang di banyak tempat, baik di pertokoan, gedung-gedung tinggi, dan di jalanan. Thailand people menganggap keluarga kerjaan dan raja-nya sebagai keturunan dewa, oleh karena itu mereka sangat menyanjung Raja-nya.

    Btw, Grand Palace And Royal Temple area is really gorgeous. Catch the beauty here SAWADEE KHA BANGKOK.

  3. Beside Monks, Lady Boy Also Everywhere

    IMG_20170502_133158
    Di Indonesia ada waria, yang suka mangkal di perapatan, dan mendekati mobil-mobil saat lampu berubah jadi merah – bernyanyi sambil bawa kecrek. Tapi tidak banyak.
    Di Bangkok dan Pattaya, para lady boy ini ada dimana-mana. Di jalan, di bus, di toko, everywhere. Its easy to find Kathoey in Thailand.

    Ada yang memang wajahnya cantik, seperti wanita, namun ada juga yang masih ketara banget wajah laki-lakinya. Bahkan ada yang memelihara janggut, berbadan kekar tapi jari-jarinya lentik.

    Banyaknya Kathoey di Thailand ini tidak terlepas dari kepercayaan orang Thailand yang meyakini bahwa tidak hanya ada 2 gender (pria dan wanita), namun ada juga gender ketiga yaitu waria.

    Saya tidak berani berfoto dengan mereka, meskipun beberapa lady boy yang kami temui seem ramah-ramah. Ada yang menyapa Aisya dan mengajak Aisya bergandengan tangan di Pattaya Point, tapi Aisya lebih memilih lari-lari dengan Hamka.

    Di Pattaya juga ada satu gang yang dipenuhi oleh sexy-lady-boy, cerita lengkapnya ada di postingan ini ya PATTAYA – Khob Khun Kha.

3 hal di atas adalah ke-unikan yang tidak saya temukan di Indonesia. Okey, nostalgianya saya cukupkan sampai disini dulu 🙂 please correct me if I’m wrong yaa.