Fresh-Lovely Staycation At House Sangkuriang

 

Screenshot (118)

Berhubung punya anak yang gemar berenang, tiap milih hotel pasti diusahakan yang ada kolam renangnya. Dan hotel bintang 3 seperti House Sangkuriang sudah mengakomodir kebutuhan kami ini.

House Sangkuriang yang terletak di Jalan Sangkuriang No.1, Dago ini memiliki kolam renang berlatar pohon-pohon berdaun hijau yang memberikan kesan fresh, juga bikin kita berasa dikeliling oleh “hutan”, (meski buatan ya).

Ini memberikan kami nuansa yang berbeda dari infinity pool-nya U Janevalla – the latest hotel we stayed in.

Baca juga : U JANEVALLA – HOTEL MINIMALIS DENGAN INFINITY POOL BERLATAR KOTA BANDUNG

Eh tapi, kalau mau merasakan sensasi hutan beneran, bisa lho jalan kaki di Taman Hutan Babakan Siliwangi seperti yang dilakukan oleh suami dan anak saya, sementara saya menghabiskan pagi dengan membaca buku. Setelah pemanasan, baru deh Aisya berenang.

The Pool

Kolamnya memang tidak terlalu besar, namun cukup buat Aisya dan adik saya berenang bolak-balik. Setelah berenang Aisya bisa langsung bergabung bersama saya dan ayahnya sarapan di pinggir kolam.

Oya saat berenang ada kejadian seru! tiba-tiba kami melihat tupai yang loncat di atas pohon. Ini menjadi tontonan menarik selama beberapa menit, hihi.

Selain kolam renang, ada juga lho taman kecil – kita cukup menuruni tangga ke bawah, disana ada sepeda-sepedaan dan bangku taman. Taman yang agak besar tersedia di lantai 3, namun kami tidak mampir kesana.

What I really like from this hotel yaitu tadi, suasana fresh dari hijaunya pepohonan.
We woke up with a view like this
, seger!

Kalau yang bikin lovely sih karena Ayah jadi punya banyak waktu untuk dihabiskan bersama Aisya. At night, mereka sempet nari bareng pakai lagunya Naura yang “Berani Bermimpi”.

Saya langsung video-in, karena momen seperti ini terbilang langka and precious at the same time. I was dancing since elementary school tiil highschool. So dancing is one of the thing that I like to do with my daughter. Well, now its more like to just move my body because I don’t really dance or perform anymore 🙂 We dance to release some energy and get new happy energy back. And dancing with dad? It’s even better. Aisya was really excited when his dad taught her some moves from this song. She asked daddy to play the song again for three times. Guess this is a fun way to strenghten the bonding between father & daughter..

Buat yang mau kasih ide ke suami buat kegiatan weekend  bareng anak ini, boleh lihat gerakannya disini

Baca juga : STAYCATION AT AYAARTTA HOTEL YOGYAKARTA

Terus yang bikin lovely lagi adalah, Ayah bisa lepas sejenak dari kerjaan dan handphone-nya. Make some quality time with Aisya. Buat saya ini turut me-recharge cinta di antara kami. Rasanya adeeem banget kalau lihat Aisya dan Ayahnya lagi bercengkrama. Bikin saya punya energi yang cukup selama seminggu ke depan.

Ayah mengambilkan sereal kesukaan Aisya dan menyuapkannya. Lalu mandiin, bikin gambar unicorn dan mewarnai bareng.

Simple thing, but meaningful. Time that spent together.

Restoran

Oia, restorannya itu memiliki beberapa tempat. Untuk yang dekat kolam, itu sekaligus jadi smoking area ya. Nah, di dalam ada lagi tempat makan yang bersatu dengan kursi-kursi lobi tempat kita bisa menunggu tamu/check in/check out atau sekedar ngobrol santai.

Ada juga semacam private room yang bebas asap rokok dan muat untuk keluarga kecil. Disinilah tempat favorit kami saat sarapan selain the one beside the pool.

Kalau mau makan siang/malam di luar ngga perlu kuatir. Banyak tempat makan di area ini. Lebih tepatnya beragam. Tempat makan di sekitar House Sangkuriang yang kami sambangi ada 3, yaitu : McD, Noah Barn.s dan kedai ayam goreng kalasan di dekat hotel (ayamnya enaaak banget, harganya cuma 16.000-an sudah sama tempe, tahu, lalapan plus sambal). Good news is, menuju ketiga tempat ini kami hanya perlu berjalan kaki.

Price And Room Complimentary

Nah, biaya menginapnya sekitar Rp. 550.000,-/malam. Saat masuk kamar, kita akan mendapatkan hotel complimentary dan fasilitas, seperti :

  • Camilan : chiki, oreo, dll
  • Teh, creamer dan gula dalam bentuk sachet
  • Kopi Torabika Cappuccino 
  • Air mineral, Floridina, dan minuman lain di dalam kulkas,
  • Ada setrika yang bisa dipakai, juga
  • Hair dryer
  • Bathroom kit dengan odol bermerk ukuran kecil.

Waaah cukup banyak yaa!

Kita juga bisa meminjam mukena untuk solat lho. Saya sedang berhalangan saat menginap di House Sangkuriang. Jadi, ketika mendengar adzan ashar, Aisya berinisiatif untuk menelpon resepsionis. Awalnya saya menanyakan apakah ada mukena untuk anak kecil di hotel? resepsionisnya menjawab tidak ada.

Percakapan disambung oleh Aisya yang ingin bicara langsung dengan resepsionisnya, kira-kira begini,

“Ya udah deh Pak, gak apa-apa, pinjem mukena Ibu-ibu aja,” ucap Aisya.

“Adek mau sholat ya?” tanya Bapak resepsionis.

“Iya,” jawab Aisya.

“Ok, tunggu sebentar yaa,” tak lama, setelah telepon ditutup, mukena pun diantar dan dipakai solat munfarid oleh Aisya.

Buat yang kepengen staycation di daerah Dago, dengan nuansa hutan yang tenang with affordable price, House Sangkuriang boleh dicoba. Apalagi lokasinya dekat dengan Dago dan Cihampeulas.

 

 

 

 

 

Phuket City Tour : Wisata, Kulineran, Belanja dan Main di Pantai Patong

Wat Chalong

Wat Chalong – Phuket

Berbeda dengan Bangkok, Phuket terasa lebih tenang. Phuket cocok untuk turis yang menginginkan liburan lebih santai.

Namun harga makanan dan oleh-oleh yang lebih mahal disini membuat saya kangen Bangkok, haha. Di Bangkok, kita bisa menemukan barang bagus dengan harga yang sangat terjangkau. Jadilah saat berkunjung ke Phuket kami tidak membeli banyak oleh-oleh seperti saat ke Bangkok.

Di Bangkok ada tempat belanja yang terkenal di kalangan orang Indonesia, dengan penjual yang bisa berbahasa Indonesia juga. Saya masih ingat, nama tokonya Kon Fai di Asiatique. Lho kok jadi membahas tentang Bangkok ya?

Yuk lanjut cerita tentang Phuket City Tour, tapi buat yang mau baca-baca tentang Bangkok boleh mampir kesini ya SAWADEE KHA! BANGKOK (PART1)

Hm, mulai dari mana ya ceritanya? dari hotel tempat kami menginap saja ya.

Aspery Hotel – Hotel Bintang 3 Dekat Patong Beach

Kami menginap di Aspery Hotel, hotel ini mendapatkan review yang bagus dari grup-grup traveler. Hal ini membuat kami tidak ragu untuk mem-booking kamar dari hotel yang letaknya dekat dengan pantai Patong.

Biaya menginap disini Rp. 300.000,-/malam, sudah termasuk breakfast. Kamar kami memiliki 2 tempat tidur, yang satu lebih kecil. Kemudian ada kursi panjang bisa dipakai duduk maupun menyimpan barang.

Lemarinya juga besar, kita bisa menggantungkan pakaian yang akan dipakai selama beberapa hari ke depan disini. Oia, sama seperti Maiyada resort di Phi Phi Island, hotel ini juga menyediakan tempat menjemur pakaian di balkonnya.

Baca juga : PHI PHI ISLAND : PRETTY PEACEFUL DREAMY

Anak-anak senang bermain di Patong beach, bila ada pasir yang menempel di pakaian, biasanya saya bilas dulu di kamar mandi lalu menjemurnya di beranda.

Breakfast-nya lumayan enak, saya suka dengan kentang yang mereka sajikan. Staf hotelnya rata-rata bisa berbahasa Inggris dengan logat Thai yang kental. Manager dan staf hotelnya ramah, saat check out dari hotel, masing-masing anak diberi jus mangga untuk diminum di dalam mobil.

Patong Beach Phuket

Berhubung Patong Beach jaraknya dekat dari Aspery Hotel, setelah sarapan, kami langsung berjalan kaki ke pantai bersama anak-anak. Namanya juga anak-anak, bermain dengan ombak saja bikin mereka bahagia luar biasa.

Ombaknya tidak setenang di Phi Phi Island, agak besar namun relatif aman. Orang tua juga mendampingi di sekitaran mereka.

Udara masih dingin saat kami tiba di pantai, sinar matahari belum naik jadi warna air lautnya belum terlihat biru. But that’s okay.

Selain ombak, ada hal menarik lainnya di Patong buat anak-anak yang aktif ini. Pertama disini ada amusement playground. Setelah puas main di playground, anak-anak beralih ke burung.

Yap! ada banyak burung di Patong beach. Beberapa masyarakat Phuket membawa makanan burung dan menebarkannya ke tanah, kemudian dipatuk burung-burungnya. Sesekali Aisya berlarian menuju burung, namun ia juga berani meminta makanan burung dan ikut membagikannya bersama masyarakat Phuket yang baik hati.

Sehabis bermain di pantai, kami kembali ke hotel dan siap-siap keliling Phuket. Kami diajak jalan-jalan ke banyak tempat oleh driver kami, ada beberapa tempat yang berkesan buat saya. Namun ada juga yang so, so haha.

Saya akan membaginya ke dalam tiga kategori, yaitu wisata kota, wisata kuliner dan destinasi belanja. Here it is..

Wisata Kota : Wat Chalong, Karon View Point, Big Bee Farm Phuket, Shiburapa Orchid

Wat Chalong

Wat Chalong berada di peringkat teratas di hati saya karena kuilnya cantik sekali. Kuil-kuil di Thailand memang di desain dengan sangat apik. Yang bikin berkesan adalah detail pada dinding, warna emas yang mendominasi dan ini adalah pertama kalinya saya melihat langsung bagaimana penganut Buddha di Phuket beribadah. It’s a unique experience for me.

I have to admit that I like artsy thing. Kontras-kontras yang ada di kuil ini punya daya tarik tersendiri.

Di kawasan Wat Chalong juga ada semacam tungku besar tertutup yang mengeluarkan bunyi seperti petasan, saking kerasnya saya sampai kaget! Berkali-kali lagi bunyinya..

Ada beberapa kuil di area Wat Chalong, saya hanya masuk ke dua kuil yang nampaknya memiliki fungsi berbeda. But still, keduanya digunakan untuk sembahyang. Namun yang satu dipenuhi patung Buddha dan lukisan, sementara yang satunya lagi dipenuhi orang-orang yang sedang berdoa sambil membawa dupa, dan menyelipkan lembaran kertas di dekat patung Buddha yang sedang duduk.

Karon View Point

Karon View Point2

Jika kami berkunjung ke Phuket lagi, saya ingin menginap dekat pantai Karon. It looks more pretty than Patong. Dari pinggir jalan, saat masih di van, saya bisa melihat pantai ini lebih ramai ketimbang Patong beach. Air lautnya juga terlihat segar – perpaduan toska dan biru.

Sayang kami hanya mengunjungi Karon View Point saja. But the view from above is amazing. Kalau dilihat-lihat lengkungan di pantai serta pulau kecil di bagian kanannya seolah membuat lafadz Allah. What do u think?

Untuk sampai ke Karon View Point cukup menaiki beberapa anak tangga, tidak sebanyak tangga-tangga kecil menurun di Pattaya View Point. Di atas ada teropong untuk melihat ke kawasan pantai Karon. Aisya dibantu Ayah untuk memasukkan koin ke dalam agar teropongnya bisa berfungsi.

Baca juga : “KHOB KHUN KHA” PATTAYA

Big Bee Farm Phuket

Big Bee Farm Phuket adalah tempat dimana madu berkualitas dijual, harganya juga ‘selangit‘. Sebotol madu bisa mencapai Rp. 1.000.000,- Disini kami hanya sight seeing dan membeli es krim madu, sluuurp delicious!

Selain madu, di Big Bee Farm Phuket, ada camilan-camilan seperti rice cracker dan lain-lain. Kami juga diajak melihat langsung lebah-lebahnya di taman belakang.

Shiburapa Orchid

Ini tempat oleh-oleh juga, namun produk ungulan Shiburapa Orchid adalah kacang mede yang diproduksi dalam berbagai macam rasa. Kami diperbolehkan masuk ke bagian belakang dan mencicipi kacang mede-nya. Enak-enak juga!

Wisata Kuliner : Marina Halal Resto, Kesuma, Royal Palace

Marina Halal Resto

Untuk review tempat makan, saya akan mulai dari tempat makan yang menunya terasa sangaaat sedap di lidah. Marina Halal Resto, restoran yang nampaknya sederhana dari luar ini ternyata memiliki cita rasa yang lezat lho!

Kami memesan menu yang berbeda dan saling icip. Nyaaam! hampir semua makanan yang kami order lezat-lezat lho. Ada nasi goreng kepiting, mint chicken rice, tom yum seafood, dan lain-lain. Tidak sempat difoto, karena kami langsung makan dengan lahap.

Bagi saya, tetap tom yum dan teh tarik juaranya, hihi. Tom yum disini paling enak deh dari semua tom yum yang pernah saya coba. Soal harga, sepadan sama rasa ya.

Saking enaknya masakan disini, kami jadi pengen kesana lagi di perjalanan pulang ke Bandara. Namun waktunya tidak cukup, jadi tidak bisa mampir lagi deh.

Nah di restoran yang semua karyawatinya berjilbab ini, ada toilet yang nyaman dan kami diperbolehkan solat di dalam rumah. Ada ruangan khusus di dalam rumah yang memuat sajadah dan banyak mukena digantung. Kami bisa solat dengan khusyuk setelah makan siang.

Oya untuk memesan makanan, kita perlu menunjukkan jari tangan pada gambar yang terpampang di buku menu. Tiap makanan memiliki gambar dan nomor sendiri yang memudahkan baik pengunjung maupun pramusaji-nya untuk mengutarakan dan mencatat pesanan kita.

Dengan begitu, language barrier bisa diatasi ya, secara kami tidak bisa bahasa Thai dan mereka tidak paham bahasa Indonesia/Inggris. Untungnya pada saat membayar, driver kami yang fasih berbahasa melayu bisa membantu melancarkan transaksi. Maklum, struk-nya pun keluar dalam bahasa Thai yang sulit kami baca, haha.

You guys have to try to come to Marina Halal Resto kalau jalan-jalan ke Phuket yaa!

Kesuma & Royal Palace

Kesuma dan Royal Palace adalah dua tempat makan yang berada dekat dengan hotel kami. Kesuma menyediakan halal food, sedangkan Royal palace mostly masakan India, tapi ada juga Thai food.

Karena berada di pinggir jalan, otomatis harga dan kualitasnya di bawah Marina. But it still okay.

Di Royal Palace, saya memesan Mango Sticky Rice. Nasi ketannya berwarna hijau, disajikan dengan mangga, santan dan hiasan berupa bunga. Tampilannya cantik, namun jujur mango sticky rice yang saya makan di Bangkok rasanya lebih enaaak.

Sama-sama dijual di pinggir jalan sih, tepatnya di pelataran Platinum Mall. Waktu itu sedang ada food festival, kami langsung memilih mango sticky rice untuk makan malam. Tak disangka, buah mangganya maniiss dan saat dipadukan dengan santan, wuih top banget rasanya!

Oya, kami juga membeli pancake halal di depan hotel, enak dan lebih murah dari harga di Phi Phi Island.

Baca juga : 9 MAKANAN YANG WAJIB KAMU COBA SAAT KE BANGKOK

Destinasi Belanja : Phuket Weekend Market,
Madunun T-Shirt & Souvenirs Phuket, Big C extra Jungceylon Mall

Phuket Weekend Market

Belum afdol rasanya kalau berkunjung ke Thailand dan tidak jalan-jalan ke weekend market/floating market/any kind of market. Beruntung sekali kami datang ke Phuket saat akhir pekan, jadi minggu sore bisa jalan-jalan ke Phuket Weekend Market.

Ini pertama kali saya mengunjungi weekend market, saat ke Bangkok saya tidak sempat ke Chatuchak atau Neon Market, hanya menyambangi Pratunam saja.

Begitu sampai di Phuket Weekend Market, kami segera memilih buah-buahan dan menyantapnya di taman kecil pinggir pasar. Kami membeli durian, mangga dan rambutan untuk dimakan ramai-ramai.

Beres ngemil, kami masuk lagi dan mencari barang-barang yang bisa dijadikan oleh-oleh. Harga pakaian disini memang lebih mahal dari Bangkok, variasi modelnya pun terbatas, tidak seperti di Pratunam.

Saya hanya membeli dress putih bergambar gajah yang sudah saya idamkan, untuk Aisya dan long dress over size untuk Uti.

Bisa dibilang segala ada di Phuket Weekend Market. Tas, pakaian, sabun-sabunan, gantungan kunci, bumbu-bumbu masak, dan banyak lagi. But I prefer to buy some snacks include bumbu-bumbu di Big C.

Oya buat penggemar kaos, kita bisa membeli kaos-kaos dengan kualitas bagus serta affordable  di Madunun, di bawah ini review-nya ya.

Madunun T-Shirt & Souvenirs Phuket

Madunun T-Shirt & Souvenirs Phuket menjual berbagai kaos, dengan ukuran dan bahan yang beragam. Di Madunun, kita juga bisa menemukan tas-tas dan souvenir lainnya.

Kami membeli cukup banyak kaos disini untuk oleh-oleh, kalau beli 10 gratis satu lho! Kaos anak memiliki banyak desain, kita bisa pilih mau yang mana. Packaging-nya lucu, kaosnya digulung dan dimasukkan ke dalam toples plastik, bisa buat hampers yaa.

Lagi-lagi toko ini dikelola oleh muslim, penjualnya pun ada beberapa yang bisa berbahasa melayu. Bahkan sebelum masuk ke toko, kami di-briefing dulu. Dengan menggunakan toa, Bapaknya bilang, “Kalau Jogja punya Dagadu, Bali punya Joger, Phuket punya Madunun.”

Lalu kami tertawa mendengar kalimat pembuka tersebut, setelah itu kami dipersilakan berburu kaos di Madunun. Toko ini recommended buat kalian pecinta kaos or simply mau menghadiahi oleh-oleh kaos dari Phuket untuk keluarga/kerabat/teman-teman.

Big C extra Jungceylon Mall 

Nah kalau Big C ini tempat yang bikin saya nyaman, karena disini saya bisa belanja banyak snack dan bumbu masak (buat pribadi dan oleh-oleh). Kalau saya lihat, beberapa makanan di Big C harganya lebih murah daripada yang saya lihat di Phuket Weekend Market.

Agar banyak saudara dan teman yang kebagian, camilan yang paling banyak kami masukkan ke keranjang belanja adalah permen, Thai tea, bumbu tom yum, dan rumput laut. And we bought a special honey for my dad. Ayah saya bilang, madu Thailand itu beda rasanya. Manis.

He likes the one that we bought in Pattaya, so I bought a honey again in Phuket. Sekarang sudah habis madunya. Kami beli 2, satu di Big C dan satu lagi di Sevel yang ada logo halalnya.

Sekarang sudah lebih banyak snack Thailand yang berlogo halal. Pilihannya banyak plus nge-gemesin. Katanya sih Thailand  ingin menarik lebih banyak minat turis muslim untuk berlibur ke Thailand. Oleh karena itu, baik hotel, tempat makan dan camilan pun banyak yang halal sekarang.

Muslim di daerah Phuket dan Thailand sendiri ada sekitar 30%. No wonder, wanita berjilbab tidak menjadi pemandangan asing disini. At store, street, even in the airport banyak karyawan yang berjilbab.

Balik ke Big C lagi, di perjalanan menuju Tuk Tuk, Aisya melihat badut pembuat balon. Akhirnya kami ikut antri demi mendapatkan balon berbentuk bunga, bayarnya seikhlasnya kita mau berapa aja boleh, tinggal dimasukkan ke kotak.

Dan kocaknya, saat saya dan Aisya duduk menunggu di luar mall Jungceylon sementara suami masih jalan sambil dorong troley, ada seorang bapak-bapak menghampiri Aisya dan menyodorkan uang.

Aisya menggelengkan kepala dan menarik tangannya, dia tidak mau menerima uangnya.

Lalu saya katakan, “No thank you, we are tourist.” khawatir disangka kami lagi ngapaiiin gitu kan duduk di depan mall. Padahal duduknya juga di tempat yang proper kok, bukan di lantai.

Take this, my daughter is just in the same age like you,” kata Bapak berparas Timur Tengah itu.

Oh ternyata Aisya mengingatkan sang Bapak pada anaknya, mungkin beliau LDR-an ya dan rindu pada sang anak 🙂 Well this just another proof to me that anywhere we go, there are always good people around us (uangnya tetap tidak kami ambil).

Baca juga : 8 THAILAND SNACK YANG COCOK DIJADIKAN OLEH-OLEH

Okay teman-teman, cukup panjang juga cerita jalan-jalan di Phuket ini, hihi. Padahal hanya city tour. Semoga sanggup baca sampai selesai yaa, hihi.

Eh pada penasaran ga sih sama jasa travel dan tur-nya? Selama di Phuket, kami menggunakan jasa dari toursphuketthailand.com

Buat yang mau jalan-jalan ke Phuket dan memakai jasa tur ini, bisa lihat paket perjalanan di web atau menghubungi via e-mail toursphuketthailand@hotmail.com dan WA +66801394423 (Pak Anwar namanya).

Kami pakai jasa travel ini dari :

  • Bandara-Hotel dan Hotel-Bandara : Biaya Rp 440.000,- menggunakan van kapasitas 10 orang
  • Phuket One Day City Tour : Biaya Rp. 121.000,-/orang untuk tur keliling Phuket selama 10 jam menggunakan van dengan kapasitas 10 orang
  • Mengantar dan menjemput ke Pelabuhan sebelum naik cruise ke Phi Phi Island.

Sebagai bonus, saya sertakan foto driver kami selama di Phuket ya. Namanya Manari Ahmad, dipanggilnya Mr. Yee. Orangnya asik, bisa bahasa Thai dan Melayu, suka ngajak ngobrol di perjalanan, cinta sama musik dangdut dan Sabyan Gambus. Lagu favoritnya pas di mobil sih “Lagi Syantik,” ahaha.

Semoga tulisan saya ini bermanfaat yaa. Terimakasih sudah membaca 🙂

U Janevalla – Hotel Minimalis Dengan Infinity Pool Berlatar Kota Bandung

Screenshot (52)

Minggu lalu saya memposting catatan perjalanan kami ke Phi Phi Island, Thailand. Buat yang mau kesana dan lagi cari-cari info penginapan, akomodasi dan biayanya, boleh banget klik PHI PHI ISLAND : PRETTY PEACEFUL DREAMY

Nah, minggu ini mau move on sejenak dari pesona Phi Phi Island (haha) dan mau bikin review U Janevalla Hotel dulu ya. Kami staycation disini sebelum jalan-jalan ke Phuket. Jadi postingan tentang tur di Phuket-nya dipending dulu. Minggu depan I’ll write about it, promise!

Selain staycation di Yogyakarta pada awal tahun, kami juga menyempatkan staycation di kota tempat saya lahir dan dibesarkan, yaitu Bandung. Dan kami memilih untuk menginap di U Janevalla Hotel.

Baca juga : STAYCATION AT AYAARTTA HOTEL YOGYAKARTA

Hotel ini dekat sekali dengan SD saya dulu, coba tebak SD apa namanya? tempat main saya pas SD itu ya ke Balai Kota. Terus SMA saya juga ga jauh-jauh dari area ini, kadang saya jalan kaki ke BIP sama sahabat setelah pulang sekolah. Jadi sambil staycation, saya ceritakan ke anak tempat-tempat yang berkesan buat saya saat di bangku sekolah.

Okay, apa sih yang menarik dari U Janevalla Hotel? ada beberapa. Saya bakal share sama teman-teman semua, silakan disimak ya.

U Janevalla Hotel – Hotel Di Tengah Kota Bergaya Minimalis

 

Saya tidak yakin mana yang lebih tepat, minimalis / semi-scandinavian? mana yang cocok menurut teman-teman? lemme know in the comment yaa 🙂

Jelas sekali hotel ini memiliki sentuhan desain scandinavian. Just like my home, dindingnya di cat putih dan khusus kamar berwarna abu. Bahkan lantainya pun tidak berubin, sehingga warna abu sangat mendominasi.

Baca juga : TAMAN MUNGIL AISYA #SCANDINAVIANHOME

Bagian ceiling pun dibiarkan terbuka, kita bisa melihat pipa dan kabel yang ada di atas. Bukan karena masih dalam tahap renovasi, namun inilah gaya yang ditonjolkan oleh U Janevalla Hotel.

All Day Dining Restaurant & Lobby

Konsep minimalis sudah nampak di lobi. Lobinya sederhana, ada di pojok kanan, dengan meja berwarna putih serta lampu-lampu yang menggantung.

Sementara di All Day Dining Restaurant-nya, ornamen kayu lebih banyak muncul dari mulai meja hingga kursi. Well I like woods, jadi saya nyaman sarapan di pagi hari, breakfastnya juga beragam.

Kamar

Ketika masuk kamar, saya langsung suka dengan gantungan baju yang dibiarkan di ruang terbuka tanpa lemari, lampu gantung dan meja yang menempel pada dinding. Simply karena saya suka ide space saving.

Kamarnya jadi terasa seperti apartemen/studio sih menurut saya. Very simple dan cocok buat yang menginginkan ketenangan, karena warna kalem seperti ini biasanya menciptakan suasana tenang yang dibutuhkan untuk berpikir.

Ada jendela besar, dimana cahaya pagi bisa leluasa menerangi kamar, dan dari sana kita bisa melihat mall pertama yang ada di kota kembang ini, yaitu Bandung Indah Plaza.

Oia, hotel bergaya minimalis yang juga saya suka ada di Pattaya, namanya A-One Star Hotel. I really really like the room concept with an affordable price. Butuh reviewnya? okay ini dia link-nya “Khob Khun Kha” Pattaya – Menginap di A-One Star Hotel Pattaya

Now let’s go to our favourit spot, its the rooftop!

U Janevalla Rooftop : Infinity Pool, Bar, Garden And Aeroplane

Bukan berarti di rooftop-nya bertengger sebuah pesawat ya, namun sambil berenang, kita bisa melihat pesawat yang melintasi tengah kota ini. Terlebih lagi, saat pagi, kita bisa melilhat pemandangan kota Bandung yang masih sejuk. Dan malam harinya, kita bisa menikmati keheningan Bandung dengan lampu-lampu cantik.

Selain kolam renang, di lantai atas ini taman dan bar juga. Gimana? lumayan asri kan tamannya? adem deh disini. Dan malam harinya, kita bisa menikmati keheningan Bandung dengan lampu-lampu cantik.

Berhubung anak saya gemar berenang, jadi setiap pagi dan sore kami berenang. Alhamdulillah ia berani lho berenang di kolam yang airnya dingin kalau pagi dan sore ini.

Selain menikmati fasilitas hotel, kami juga berjalan-jalan ke mall, tinggal jalan kaki. Nah, di sebelah kanan hotel itu ada penjual ayam goreng, dan enaaakk banget rasanya! Kalau kebetulan lewat daerah sini, cobain aja, Saya lupa nama kedainya, tapi jaraknya hanya beberapa langkah dari U Javenalla Hotel kok.

Hotel yang berada di Jl. Aceh No.65, Citarum, Bandung Wetan, Kota Bandung ini juga menguntungkan bagi kita yang mau jalan-jalan di sekitaran. Cukup jalan kaki, kita bisa sampai ke Balai Kota, bermain-main di tamannya. Buat yang ingin ke mall, di dekat situ ada BIP dan banyak tempat makan serta outlet lainnya. Penyuka buku juga bisa mampir ke Gramedia untuk membeli atau sekedar sight seeing buku-buku baru.

Biaya Menginap Di U Janevalla Hotel

(Last pic taken from Hotelopeida karena saya tidak sempat memfoto bagian depan Hotel)

Dengan membayar Rp. 540.000,-/malam, kami mendapatkan kamar yang cukup luas dan juga :

  • Sekotak susu UHT plain 250 ml (harusnya dapat 2 namun tinggal 1 saat itu),
  • Boleh memilih 3 variasi teh untuk diseduh di dalam kamar
  • Free 2 minuman yang ada di kulkas
  • Bisa memilih aroma sabun (kami pilih aroma teh yang bikin rileks)

Saya pribadi sangat menikmati berenang di rooftop bareng anak dan adik, seru, view-nya bagus dan terutama anak saya happy – itu udah bikin kebahagiaannya menular ke saya. We certainly have a good time here, with all the facilities.

So, would u have a staycation in U Janevalla Hotel? 🙂

 

 

 

 

 

Phi Phi Island : Pretty Peaceful Dreamy

Screenshot (1)
Like Malaysia, our trip to Phi Phi Island also give me beautiful memories
. The warmth of the people never failed to touch my heart, also its beach and food that suit my tongue 🙂

So, today, while the kid going to school, I make some time to write down our experience in Phi Phi Island. Hope this will be useful for you.

Tahun lalu, kami berkesempatan mengunjungi banyak tempat dalam satu tahun, yaitu ke Langkawi, Belitung dan Bangkok. Namun tahun ini suami cukup sibuk sehingga sulit mencari waktu liburan.

Baca juga : Trip Seru Ke Langkawi

Liburan awal tahun kami habiskan dengan staycation di Yogyakarta, selebihnya staycation di kota kembang tercinta dan baru awal Agustus ini kami berlibur lagi ke Phuket dan Phi Phi Island.

I’ve heard about Phi Phi couple of times, tapi saya tidak begitu eager untuk pergi kesana. This year, suami mengejutkan saya dengan menunjukkan tiket yang sudah ia beli ke Phuket. So, we packed our bags and go!

Sebetulnya kami menghabiskan 4 hari 5 malam di Phuket dan Phi Phi Island. Namun saya ingin menceritakan tentang keindahan Phi Phi Island dulu, baru disambung dengan Tour Di Phuket (insya Allah I’ll post it next week).

As for me, Phi Phi Island is pretty, peaceful and dreamy.

My husband also agree with me, and our travel company said the same. Here are some interesting thing in Phi Phi through my eyes.

Naik Sea Angle Beyond Luxury Boat ke Phi Phi Island

Sea Angle Beyond Luxury Boat adalah akomodasi yang kami pakai untuk sampai ke Phi Phi Island dari Pelabuhan di Phuket. Kami dijemput oleh driver yang juga kami gunakan untuk one day tour di Phuket dan van yang memuat 14 kursi tersebut mengantar kami hingga fishing port.

Setelah sampai, kami diberi stiker yang berisi nomor kursi. Semua pengunjung harus duduk sesuai dengan nomor yang tertera pada stiker. Tak lama, bunyi khas cruise terdengar, petugas memanggil kami untuk masuk ke dalam.

It’s my first time going on a cruise. Di Langkawi, kami naik kapal feri biasa. Maka dari itu, saya cukup terkesima dengan cruise yang bertingkat ini, hihi.

Kami duduk di lantai satu. Di bagian bawah ada toilet dan ruangan yang lebih bagus. Di lantai dua dan tiga ada beberapa tempat duduk bagi penumpang yang ingin menghirup udara segar sambil menikmati hamparan laut dan bukit-bukit di sisinya.

Kita juga bisa membeli makanan ringan di dalam cruise, kadang petugasnya juga menjajakan makanan ke kursi penumpang. We bought Pringles for 40 Baht.

Saat berangkat, semua penumpang diberi banana muffin, minuman (boleh pilih mau teh atau kopi) dan plastik hitam. Antisipasi jika penumpang mabuk laut. Ombak di laut memang bergelombang hari itu, jadi perahu bergoyang ke kanan dan ke kiri. Membuat saya shok haha, baru pertama merasakan mabuk laut soalnya..

No need to be shy, others are also feel the same. Ketika pulang, saya memilih untuk berada di ruang terbuka (lantai 2 dan 3). Cara ini efektif untuk mencegah diri saya merasa mual. Selain itu, saya dan teman-teman seperjalanan bisa berfoto dan berangin-angin ria.

Dengan paket tour yang kami pilih, kami bisa hopping ke beberapa pulau tanpa turun. Biasanya boleh turun, namun karena ombaknya sedang tinggi, hari itu kami hanya diperkenankan melihat pulau-pulau dari atas cruise.

Makan Siang Di Phi Phi Island

Dengan membayar Rp. 500.000,-/orang untuk paket Phuket – Phi Phi by Sea Angle Beyond PP, kami juga dapat makan siang lho. Ala prasmanan dan bisa coba semuanya. Menunya enak-enak, ada ayam goreng dan sup yang rasanya pas di lidah, spaghetti dan lain-lain.

We also have a little chit chat with a nice brother from Iran, his name is Mehdi. Kenalannya sih di cruise, dan lebih banyak ngobrol sama suami saya. Sepertinya uncle Mehdi yang ramah ini suka sama anak-anak, karena senang main-main sama Aisya.

He said, “I’m very happy to meet brother and sister from Indonesia. I’ll wait for you to visit my country. I have a home in Teheran, small but enough for you three. Come, and I’ll show you how to cook Iranian food.”

Saya tuh suka ga enak kalau diundang ke rumah teman dan ngga datang wkwkwk, apalagi saya suka belajar masak. Insya Allah, semoga kapan-kapan bisa jalan-jalan ke Iran yaa. Amiin.

Jangan salah lho, semua juga berawal dari keinginan. Jadi, pas saya buka-buka diary – di diary ini saya nulis curhatan, catatan kajian, life plan, juga coretan serta gambaran Aisya – dan pas lagi mau mindahin rangkuman ceramah Pak Aam, ga sengaja kebuka halaman yang bertuliskan, “2018 ke Phi Phi Island/Bangkok lagi,” and voila! Alhamdulillah tahun ini keinginan saya terwujud. Saya lupa pernah menuliskannya padahal. Ke Bangkoknya sih ngga kesampaian, tapi setidaknya ke Phi Phi Island tercapai.

Baca juga : SAWADEE KHA! BANGKOK (PART1)

Gara-gara catatan ini saya jadi semangat, yang penting tuliskan dulu impian-impian saya. Kalau Allah berhendak dan itu terbaik buat kita, pasti Allah akan let that happen 🙂

Oya, kami juga sempat membeli pancake di kafe dekat pantai. Kami kira pancakenya sama seperti pancake pada umumnya. Ternyata, pancake disini bentuknya mirip martabak. Pancake yang kami pesan rasa pisang-nutella. Yumm enak sekali!

Sekarang lanjut ke penginapan di Phi Phi Island ya.

Maiyada Resort Sea View

Okay, saya mau me-review resort ini ya. Berhubung Phi Phi Island adalah pulau yang tidak besar, kemana-mana kami jalan kaki saja. Turun dari cruise, kami jalan kaki ke hotel, ga begitu jauh kok.

Di Phi Phi Island, ada beberapa Masjid. Kami solat dzuhur berjamaah di Masjid dekat hotel ini bersama seroang warga Thailand. Wanita-wanita berjilbab pun tidak asing disini. Di hotel tempat kami menginap, mbak-mbak resepsionis juga semua karyawannya wanitanya berkerudung. Subhanallah ya!

Kami menginap di lantai 3, buka pintu geser yang bening, langsung deh bisa melihat laut dan resort lain yang sedang di bangun. Sejuk deh liatnya. Oya biaya menginap disini Rp. 600.000,- an/malam ya.

Kamarnya luas, ada lemari besar, kulkas mini dan yang unik disediakan tempat untuk menjemur pakaian. Jadi pakaian renang yang basah berpasir bisa dicuci lalu dijemur di balkon.

Hotel ini dekat sekali dengan salah satu pantai di Phi Phi Island. Lagi-lagi hanya perlu berjalan kaki bahkan tanpa alas, karena langsung terhubung dengan pasir pantai.

Sayangnya, hujan turun sepanjang sisa sore. Jadi kami tidak bisa mengeksplor pulau ini. Berbekal jas hujan, saat tinggal rintik-rintik, kami menyusuri pantai yang sedang surut airnya. Kami bertemu bintang laut dan kepiting kecil yang sedang laying down dan sembunyi di balik pasir.

Makan malam dan sarapan di hotel, menunya standar makanan Thailand. Pagi sebelum sarapan, anak-anak berenang dulu. But Whoops! kami lalai lihat jadwal, ternyata pool baru boleh dipakai pukul 10.00, maafkan kami petugas kolam *nyengir malu*

Akhirnya kami memutuskan untuk sarapan dan langsung ke pantai saja. Ternyata airnya sudah penuh sampai sisi pantai lho!

Phi Phi Island : Pantai Cantik Dengan Ombak Landai

Kesan pertama saya, pantai ini dreamy, damai, landai. Pulau Pasir di Belitung juga dreamy menurut saya. Namun perpaduan pantai dengan bukit-bukit menjadi pesona tersediri di Phi Phi Island. Belum lagi gradasi warna air laut, aduhai cantiknya..

Baca juga : Island Hopping Di Belitung

Ombak yang landai disini tentu membuat kami merasa aman mengajak anak-anak main di pantai. Mereka terlihat sangat bahagia kena deburan ombak.

Anak happy, Mamak juga happy. Ah simple jadi Ibu mah ya..

Dari pagi sampai pukul 10.00 kami menghabiskan waktu disini, sementara Bapak-bapak Beach Hopping pakai long-tail boat untuk berkeliling ke pulau-pulau sekitar. Oya, Maya Bay lagi ditutup karena sedang dibersihkan dulu, so we didn’t go there.

But worry not, cause here are some report from my husband 🙂

Snorkling Dan Beach Hopping Dengan Long-Tail Boat

Ada percakapan menarik antara suami dan pemilik long-tail boat bernama Mohamed ini, seharusnya 1 perahu dinaiki 3 orang, tapi pagi itu hanya suami dan satu rekannya yang berminat beach hopping.

Suami bertanya pada sang Bapak, “Is it okay, just two people?” 

“Its okay,” jawab Pak Mohamed.

Paket yang suami saya ambil adalah 3 jam beach hopping yang dibayar seharga Rp. 600.000,- not include snorkling. Untuk snorkling harusnya bayar lagi, tapi Pak Mohamed malah memberikan suami dan rekannya peralatan untuk snorkling FOR FREE.

Suami sempat menolak dan bertanya kenapa Bapaknya baik sekali, jawabannya bikin saya tersentuh, “Its okay, free for you. Because we are muslim,”.

Ya Allah Pak, semoga rizkinya lancar jaya ya Pak, Amiin. Perjalanan ini tambah berkesan karena kami berjumpa dengan orang-orang yang treat us really nice. Thank you, thank you..

Waktu di Phuket juga, resepsionis hotel memberi Aisya permen agar nangisnya berhenti, akibat ngantuk. Pas check out masing-masing anak dikasih jus mangga, dan di bandara, Aisya dibuatkan balon dari sarung tangan oleh petugas, ada mata dan lengkungan senyum yang digambar dengan pulpen di balon jarinya.

Dear Phi Phi Island, you surely are a call back 🙂 Ada yang mau ke Phi Phi setelah baca postingan ini? hihi manggaaa.

In this last photos, I’ll show you the other beautiful sides of Phi Phi Island, when we taking a walk there.. 🙂

Jelajahi Belitung Dengan Garuda Indonesia

Screenshot (24)

Perjalanan ke Belitung pada akhir Maret 2017 merupakan kenangan yang sangaaat manis! Saya takjub dengan keindahan pantai-pantai yang dimiliki Belitung.

Very clean, with its crystal clear water.

Sudah lama kami ingin menjelajahi Belitung. Beruntung suami saya memiliki kartu anggota GarudaMiles Silver. Ini berarti, beliau telah melakukan 10 kali penerbangan / akumulasi perjalanannya mencapai 10.000 tier miles dengan maskapai Garuda.

Nah, pada tanggal 23 Desember 2016, kami mendapatkan info ini :

Screenshot (21)

 

Diskon yang ditawarkan menggiurkan lho, yaitu 90% off! Untuk berangkat dari Jakarta menuju Belitung yang jarak penerbangannya terhitung 4000 miles itu, kami hanya perlu membayar 400 miles. Kalau diuangkan, biaya tiket pesawat-nya sekitar Rp. 300.000/orang (pulang-pergi).

Lumayan banget yaaa mengingat Belitung adalah salah satu heaven on earth-nya Indonesia! Jadilah tanggal 23 Desember, kami langsung meng-issued ticket ke Belitung.

Oia, dari web GarudaMiles.com saya mengetahui beberapa keuntungan dari keanggotaan GarudaMiles Sliver, antara lain :

  • Mendapatkan miles
  • Menghadiahkan award tiket
  • Menukarkan miles dengan Upgrade Award
  • Checkin counter khusus di Bandara Soekarno-Hatta
  • Mendapatkan 5 kg tambahan kuota bagasi
  • Persentase Tier Miles
  • Prioritas dalam daftar tunggu reservasi tiket

Akhir Maret pun tiba, dengan tiket pesawat Garuda Indonesia di tangan, terbanglah kami ke negeri Laskar Pelangi.

Menarilah dan terus tertawa
Walau dunia tak seindah surga
Bersyukurlah pada yang kuasa
Cinta kita di dunia

Selamanya…

Soundtrack film yang diadaptasi dari novel Andre Hirata ini mengiringi perjalanan kami. Belitung, here we cooome!

MODO, HARA DAN POLI

 

Oia by the way, naik Garuda Indonesia itu enak banget ya!

Sambil menunggu waktu boarding anak-anak bisa main dulu di playground-nya. Apalagi pas naik pesawat, selain pelayanannya yang nyaman, anak saya juga senang dapat tiga boneka mungil dari Garuda.

Yaitu boneka Komodo putih, harimau, dan Elang. Modo, Hara dan Poli, boneka-boneka ini menemani perjalanan Aisya. Ia bahkan membuat mini puppet show di pesawat. Hihi, lucu dan seru.

MENJELAJAHI KEINDAHAN BELITUNG

Hari sudah sore saat kami sampai, sehingga kami memutuskan untuk menjelajahi berbagai pulau di Belitung esok harinya.

Pagi sekali kami berangkat menuju Tanjung Kelayang  yang jaraknya sekitar 20 Km dari Centra City Hotel. Lumayan jauh ya? iya, tapi karena jalanan di Belitong ini lengang, jarak 20 Km bisa ditempuh dengan waktu lebih cepat, kira-kira 50 menit-lah, didukung oleh kondisi jalan yang bagus and no traffic jam.

Dari Tanjung Kelayang, kami lanjut naik boat untuk hopping from one island to another island.

Hampir semua pulau yang kami kunjungi pasirnya putih, air pantainya bening dan kondisi sekitarnya bersiiih. Saya rekomendasikan teman-teman yang mau ke Belitung untuk mengunjungi Pulau Lengkuas dan Pulau Pasir.

Pantai yang tak kalah fenomenal adalah Tanjung Tinggi, yang kini lebih dikenal dengan sebutan Pantai Laskar Pelangi. Kami menikmati matahari terbenam disini.

Selain berwisata di pantai, kami juga mengunjungi Museum Kata Andrea Hirata, SD Muhammadiyah Gantong, Pantai Serdang dan Danau Kaolin yang ada di Belitung Timur.

Here are some of the breath-taking photos of Belitung, taken by our camera :

Pulau Lengkuas

Awalnya saya pikir pulau ini dinamakan Pulau Lengkuas karena bentuknya seperti Lengkuas kalau dilihat dari atas mercusuar. Tahu lengkuas kan ? itu lho, bumbu masak yang suka dipakai kalau bikin opor, kari dan tumis-tumisan.

Ternyata analisis sotoy saya itu meleset.

Jadi yang betul adalah, di pulau ini ada mercusuar dan rumah panjang berwarna putih, dahulu orang Belanda menyebutnya “Long House”.

Karena agak sulit melafalkan “Long House”, orang Belitung memanggilnya “Lengkuas”.

Sejak saat itulah pulau ini famous dengan sebutan Pulau Lengkuas.

Pasir di pantai ini lembuuut, di bagian atas yang belum tersentuh air pantai. Di pinggir pantai, pasirnya tidak terlalu lembut tapi juga nggak nempel ke tangan. Ada batu-batu kecil di pantainya sehingga kita, terutama anak-anak harus hati-hati saat berjalan di pantai supaya nggak kecugak kaki-nya.

Pulau Pasir

Ini Belitung atau Maldives sih?

Nggak usah jauh-jauh ke Maladewa disini juga lautnya beniiiing banget. Pulau pasir ini kecil sekali, pulaunya terbentuk dari gundukan pasir putih yaaang kalau diinjak itu lembut sekali.

Ombak di pulau-pulau Belitong cenderung landai jadi relatif aman untuk anak-anak bermain. Suasana disini so peaceful, rasanya ingin berlama-lama disini.. Its so pretty, you have to see it by yourself to feel what I feel. Subhanallah.. Its like a heaven on earth..

Pantai Laskar Pelangi

Pantai laskar pelangi dikenal juga dengan pantai Tanjung Tinggi, di pantainya itu banyak anak-anak dan remaja yang berenang, baik dengan ban biasa, pelampung, juga ban angsa yang lagi hits di foto-foto selebgram, ada juga yang pakai boat karet sambil mendayung.

Kami menahan diri untuk bergabung dengan pengunjung lainnya di pantai karena Ayah mengajak kami mengitari batu-batu granitnya terlebih dahulu.

Kami masuk ke lorong yang terbentuk dari dua batuan yang saling berhadapan, manjat ke batu granit yang agak besar (saya harus ekstra hati-hati karena licin), turun lagi ke bawah dan menyusuri jalan di antara batu granit. Jujur saya kagum sama Aisya yang berani naik-naik ke batu granit dan ber-pose disana.

Museum Kata Andrea Hirata

SD Muhammadiyah Gantong

Screenshot (34)

Pantai Serdang

 

Danau Kaolin

Screenshot (28)

 

Gimanaaa? cantik kan Belitung? This place is a must visit deh!

Makanannya juga, hmm memanjakan lidah deh, terutama buat penyuka ikan. I tried Nasi Gemok, really tasty. Nasinya gurih seperti nasi uduk, disajikan dengan ikan bilis (ukurannya lebih besar dari ikan bilis yang ada di RM Minang) dan kuah santan bercampur Belimbing.

Yummmm 🙂

JELAJAH NUSANTARA BERSAMA SKYSCANNER

Screenshot (35)

Belitung memang ngangenin. Pantainya, angin sepoi-sepoinya, crystal clear water-nya, keramahan orang-orang disana, makanannya yang gurih, juga ketenangan disana.

Ah, pengen kesana lagi jadinya!

Mau mengunjungi Belitung dengan Garuda juga? wah BISA BANGET.

Kamu tinggal klik Tiket Pesawat Garuda daaan kamu akan langsung terhubung dengan situs navigasi gratis dan terpercaya di seluruh dunia, yaitu Skyscanner. Di link tersebut juga ada info tiket promo pesawat Garuda Indonesia lho!

Screenshot (37)

Buruan di kliiik.

Supaya lebih hemat waktu dan uang, kamu juga bisa mengunduh aplikasi gratis Skyscanner. Dengan memiliki aplikasi ini di smartphone-mu, kamu bisa langsung bergabung bersama 60 juta pelancong Skyscanner lainnya.

Di skyscanner, kita bisa membandingkan harga tiket pesawat dari mulai yang tercepat hingga termurah. Ngga hanya tiket pesawat, harga hotel bahkan sewa mobil pun ada. Ada banyak pilihan deh!

Tunggu apa lagi? Yuk segera booking tiket ke Belitung melalui Skyscanner 🙂

Disclaimer : Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh ID Corners dan Skyscanner.

Bubbly-Stay At Kasira Residence Bintaro

deluxe

Photo from Traveloka.com

Akhir Januari 2018 kami staycation lagi di Kasira Residence Service Apartement Bintaro. Its a bubbly-stay, we like staying here, therefore, saya mau kasih review penginapan ini yaa.

Apartemen Kasira ini terletak di  Jl. Unta Raya no. 19, RT 03/06 Bintaro sektor 7, Tangerang Selatan. Terdiri dari 4 lantai, dimana lantai 1 hingga lantai 3 berisi kamar-kamar yang variatif, sedangkan lantai 4 adalah taman.

Kamar-kamarnya antara lain :

  1. Deluxe (1 Bed King Size)
  2. Suite Family (2 Bedrooms)
  3. Execuitve Suite Family (2 Bedrooms)
  4. Luxury Penthouse (2 Bedrooms)

Kami memesan kamar deluxe. Kamarnya luas lho! di dalamnya ada lemari baju, dapur kecil berisi kitchen set (tanpa kompor) dan wastafel, kulkas berukuran sedang, juga terdapat rak buku dan laci-laci di meja panjang, juga TV.

Ada dua kursi dan meja bundar untuk ngeteh cantik di pagi hari plus balkon. Dan yang paling menarik buat anak saya adalah kamar mandinya.

She was asked, “Mami, ada kolam renang ngga disini?”,

“Ngga ada, but you have a private pool here“, ucap saya sambil menunjuk ke bathtub-nya.

Ia langsung senang dan minta berendam dengan banyaaak gelembung. Now you know why I call this bubbly-staycation 🙂

Baca juga : Staycation At Ayaartta Hotel Yogyakarta

Foto-foto kamarnya bisa dilihat di album berikut ini yaa.

 

This slideshow requires JavaScript.

Saat check in saya hanya perlu menunjukkan KTP dan deposit dulu sebesar Rp. 100.000,- yang nantinya akan dikembalikan ketika check out. kamar kami berada di lantai 1, dekat dengan respsionis.

Kami menginap disini selama 2 hari 2 malam. So far sih enak-enak saja. Kekurangannya adalah wifi dan tempat makan. Wifi di lobby kencang namun di kamar sangat lemah, kecuali kalau ke balkon kadang dapat sinyal wifi.

Untuk tempat makan, tidak ada kedai dekat situ yang bisa dicapai dengan jalan kaki. Jadi untuk makan siang, saya titip ke sahabat yang mau mampir dan beliau pesan via go-food. Untuk sarapan serta makan malam, kami jalan keluar naik motor suami.

Mudah juga kok memesan grab/gojek dari sini. Apalagi kalau bawa kendaraan pribadi bisa cus kemana-mana. Tapi saya sarankan lebih baik pakai kendaraan roda dua saja. Jalan menuju Kasira Residence tidak terlalu lebar jadi sering macet pada sore dan malam hari.

Biaya menginapnya berapa? hm, suami membayar Rp. 390.000 (untuk 2 malam) menggunakan telkomsel poin. Ada list harga kamar di meja resepsionis, namun maaf tidak saya catat.

Dengan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki Kasira Residence Service Apartement, saya ga kapok kok buat nginep disini lagi. Terutama sih karena kamarnya nyaman, harganya terjangkau dan bathtub-nya bikin betah hihi.

Sekian review dari saya. Mau menginap di Bintaro? apartemen ini mungkin bisa dipertimbangkan yaa.

Jalan Santai Ke Yogyakarta

 

IMG-20180108-WA0001.jpg

Malam ini ada 2 cerita yang ingin saya tulis, tentang perjalanan wisata kami ke Yogyakarta awal Januari ini dan sharing my footnote tentang seminar Kesehatan Holistik yang saya simak di PAUD Taman Pintar Yogyakarta.

Pilihan saya pun jatuh pada mereview kembali tempat-tempat yang kami kunjungi selama traveling ke Yogyakarta.

Kenapa diberi judul jalan santai? karena aseli, jalan-jalan kali ini santai bin banget. Cuaca yang cloudy, gerimis yang sering turun memang memaksa kami untuk lebih lama stay di hotel. Alhamdulillah hotelnya cukup nyaman, jadi kami betah deh staycation disana.

Baca juga : Staycation At Ayaartta Hotel Yogyakarta

Perjalanan kali ini diawali dengan moda transportasi Kereta Api yang kami naiki dari Stasiun Kiara Condong Bandung – Lempuyangan Yogyakarta. Lumayan juga merasakan 9 jam duduk di kelas ekonomi. Ada banyak pemandangan, ibroh dan kerjasama yang terjalin di gerbong ini.

Aisya cukup kooperatif meski kami sempat mati gaya untuk mengisi waktu. Ngobrol, mewarna, jalan-jalan ke gerbong restoran, tidur, main game, nonton youtube sudah kami lakukan. Namun tetap ada sedikit rasa jenuh hehe.

Sisi baiknya, kelas ekonomi sekarang sudah lebih nyaman. Tidak ada pedagang yang lewat-lewat, lebih bersih, ber-AC dan relatif aman. Di stasiun pun disediakan counter untuk check-in bagi yang sudah membeli tiket secara online sehingga kita bisa menghemat waktu antri.

Jangan lupa untuk selalu membawa identitas diri ya, karena akan di cek oleh petugas.

Sampai di Yogyakarta, kami langsung memesan grab menuju hotel tempat kami menginap. Setelah meluruskan kaki dan berenang, kami pun siap jalan santai.

Nah, kemana saja kami selama di Yogyakarta? pantegin terus postingan saya ini yaa.

KAFE HITS DI YOGYAKARTA

Beruntung sekali karena hotel tempat kami menginap dekat dengan salah satu kafe yang lagi hits di kalangan anak nongkrong Yogyakarta. Ada 2 kafe yang kami sambangi, yaitu :

  1. Secret Garden Coffee and Chocolate


    Ini dia kafe yang letaknya tidak jauh dari hotel. Untuk sampai ke hotel ini, ada banyak pilihan transportasi yang bisa dipilih ya. Kami memilih untuk berjalan kaki saat berangkat dan naik grab ketika pulang.

    Suasana di kafenya romantis, ada banyak lampu dan hiasan-hiasan berupa artificial plants yang digantung-gantung. Selain itu, kafe ini juga dilengkapi dengan taman dan kolam air mancur yang berisi ikan-ikan kecil.

    Kita juga bisa naik ke atas tower untuk melihat view Secret Garden yang indah dan berfoto di atas.

    Harga makanannya tergolong murah meriah dengan rasa yang lumayan juga. Berhubung masih hujan rintik-rintik, saya memesan segelas teh tarik. Hm, enak sekali rasanya, bikin tenggorokan jadi hangat!


    Selesai makan, saya berkeliling di taman dan beberapa area lainnya di kafe ini. Terlihat ada yang sedang dinner date, merayakan ulang tahun, juga ada tempat yang digunakan untuk syuting film oleh mahasiswa 🙂

    Sambil menyantap hidangan, kita bisa menikmati live music dan kalau mau menyumbangkan suara juga boleh lhoo.

    Tertarik mengunjungi kafe ini? silakan datang langsung ke Jl. Amri Yahya No. 2, Pakuncen, Wirobrajan, Pakuncen, Wirobrajan, Kota Yogyakarta ya. Kafe ini buka dari mulai pukul 17.00-00.00 setiap hari.

  2. Net City Internet Learning Cafe


    Net City Internet Learning Cafe ini memiliki konsep yang jauh berbeda dari kafe yang saya kunjungi sebelumnya.

    Kafe yang berada di atas warnet ini suasananya lebih tenang. Beberapa pengunjung yang hadir terlihat membawa laptop, ada juga yang mengerjakan proyek bersama dosen-nya.

    Setelah memesan makanan, kita akan diberi password wifi yang berlaku untuk 1 orang. Ada baiknya jika datang sekeluarga, maka masing-masing memesan sendiri, karena password wifi yang sudah digunakan oleh anggota keluarga lain tidak bisa lagi digunakan oleh kita.

    Kami memilih 3 menu yang berbeda disini, dan saya coba-coba minum kopi. Lately I feel that its not a good match, between ayam penyet and coffee. Harusnya diseimbangkan dengan minuman yang segar yaa.

    Pilihan menu disini beragam, harganya juga sangat terjangkau. Kafe ini cukup kondusif bagi para pelajar atau siapa pun yang ingin makan dengan suasana yang tenang. Pantas saja disebut learning cafe ya 🙂

    Kafe yang terletak di Jalan Timoho, Baciro, Gondokusuman, Baciro, Yogyakarta ini buka 24 jam ya Moms.

SITUS BERSEJARAH DI YOGYAKARTA

Selain icip-icip makanan di kafe, kami juga mengunjungi 2 situs bersejarah di Yogyakarta lho. Kebetulan banget saya belum pernah main ke dua tempat ini, jadi penasaran banget.

  1. Taman Sari Water Castle


    Tempat pemandian ini digunakan para putri keraton untuk mandi. Katanya kalau kita cuci muka pakai air yang ada di kolamnya bisa bikin tambah ayu dan awet muda lho. Sayangnya kita tidak boleh masuk ke kolamnya yaa hihi.

    Saya gagal mendapatkan foto dengan background cantik ala selebgram disini. Maklum, area kolam dipenuhi pengunjung. Namun saya tetap mengabadikan foto kece Aisya dan ayahnya dari belakang 🙂

    Dengan membayar tiket sebesar Rp. 5000,-/orang, kita bisa masuk dan jalan-jalan di area Taman Sari dari mulai tempat pemandian hingga lokasi sumurnya.

  2. Candi Prambanan


    Saya beberapa kali mengunjungi Candi Borobudur ketika masih kecil, study tour dari sekolah juga liburan keluarga. Tapi saya belum pernah ke Candi Prambanan. Oleh karena itu, saya setuju saat suami ajak kesini.

    Sayangnya Aisya tidak begitu antusian mengitari candi-candi yang ada disini. Lucky us, ternyata ada playground di area ini. Aisya pun mulai senang ketika bertemu dengan ayunan dan jungkat-jungkit.


    Untuk masuk ke kawasan Candi Prambanan, pengunjung harus membeli tiketnya terlebih dahulu seharga Rp. 40.000,-

    Area Candi Prambanan ini ternyata luas ya. Setelah keluar dari Candi, kita bisa melihat taman dengan playground sederhana, area panahan, kandang rusa, museum daaan masih banyak lagi!

Oia, ada satu tempat lagi yang kami kunjungi, namanya Taman Pintar Yogyakarta.

Taman yang dikelola oleh pemerintah ini bikin Aisya nagih lho! terutama main ke PAUD Timur & Barat. Kami juga sempat dikejutkan oleh Dinosaurus yang bisa bergerak di zona prasejarah. Setengah hari rasanya tidak cukup untuk mengeksplor Gedung Oval – Kotak, ada banyak ruangan yang edukatif dan asik di dalamya.

Dan saya sudah membuat postingan tersendiri untuk taman yang satu ini, silakan klik link di bawah ini ya.

Baca juga : TAMAN PINTAR YOGYAKARTA : Taman Anak Yang Edukatif, Asik, Murah Meriah

Sampai sekarang, Aisya masih suka ngajak ke Taman Pintar lho. Berkesan banget kayaknya. Semoga kapan-kapan bisa jalan-jalan ke Yogyakarta lagi deh. Amiin.

Baiklaaah, sampai sini dulu cerita jalan santai kami ke Yogyakarta. Terimakasih sudah mampir dan membaca yaa. Semoga apa yang saya tulis bermanfaat 🙂