[Review] Palestina Yang Terlupakan

DSC_0355

“Betapa diberkahinya Negeri Syam”, sabda Rasulullah.

Para sahabat bertanya, “Bagaimana keberkahannya wahai Rasulullah?”

Nabi menjawab, “Karena malaikat ar-Rahman (Allah) membentangkan sayapnya di atas Syam.” [HR. Tirmidzi]

Palestina Yang Terlupakan ditulis oleh Dr. Khalid Basalamah untuk memberi pencerahan dan gambaran bagi kita mengenai tanah suci Palestina sekaligus memotivasi pembaca untuk mengunjungi Masjid Al-Aqsha. Beliau sendiri telah mengunjungi Baitul Maqdis sebelum mempublikasikan buku ini.

Isinya surprisingly amazing buat saya dan ini reviewnya 🙂

Baca juga : HIDUP TAK MENGENAL SIARAN TUNDA

Palestina Yang Terlupakan

Judul Buku : Palestina Yang Terlupakan
Penulis : Dr. Khalid Basalamah
Penerbit : Pustaka Ibnu Zaid
Isi : 86 Halaman
Cetakan Pertama : Februari 2018
ISBN : 978-602-51342-0-3
Harga : Rp. 35.000,-

Buku ini terdiri dari 3 bab, yaitu :

  • Keutamaan Palestina dan Masjid Al-Aqsha
  • Sejarah Masuknya Islam Ke Palestina
  • Kondisi Palestina dan Masjid Al Aqsha Terkini

Palestina “Negeri Yang Diberkahi”

 

Menurut saya, pembahasan pada bab pertama adalah yang paling menarik. Penulis menyebut bahwa Palestina adalah negeri penuh berkah. Hal ini didasari oleh ayat-ayat yang tertera pada Al-Qur’an dan hadist Rasul. Salah satunya ada pada pembuka postingan ini.

Beberapa ayat yang mengungkapkan bahwa Palestina adalah negeri yang diberkahi antara lain QS. Al Isra ayat 1, yang berbunyi :

“Maha suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya, Dia (Allah) Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Kemudian Allah SWT juga berfirman dalam QS. Al-Anbiya ayat 81 :

“Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya, yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami berkahi (Palestina). Dan Kami Maha Mengetahui Segala Sesuatu.”

Juga diperkuat dengan hadist Rasul berikut ini :

Betapa diberkahinya Negeri Syam“, sabda Rasulullah.

Para sahabat bertanya, “Bagaimana keberkahannya wahai Rasulullah?”

Nabi menjawab, “Karena malaikat ar-Rahman (Allah) membentangkan sayapnya di atas Syam.”

[HR. Tirmidzi]

Dr. Khalid Basalamah mengatakan, pada saat ini, wilayah Syam meliputi Palestina, Suriah, Yordania dan Lebanon.

Buku ini dilengkapi dengan banyak foto yang menunjukkan betapa suburnya wilayah-wilayah di negeri Syams.

Seperti foto saat panen buah stroberi, timun dan bawang bombay di Palestina, budidaya anggur di jalur Gaza, hijaunya kebun sayur mayur di Lebanon, serta gemuknya domba-domba yang ada di sana. Ada juga potret budidaya terong di Yordania.

Kesuburan tanah di tengah-tengah wilayah yang didominasi oleh tanah berbatu, pasir dan gurun ini adalah keberkahan yang diberikan oleh Allah SWT. Amazing! saya baru tahu lho, kondisi disana sangat subur.

Selain karena keberkahan yang ada di Palestina, tanah Syam juga memiliki keutamaan karena diyakini menjadi tempat berkumpulnya para mujahidin.

Baca juga : DEEP IN THE SAHARA – MAURITANIAN WOMEN IN MALAFA| REVIEW BUKU ANAK

Keutamaan Masjid Al-Aqsha

 

 

Janganlah sengaja memaksakan perjalanan (ibadah) kecuali ke tiga masjid : Masjidil Haram, Masjid Rasulullah (Nabawi), dan Masjid Al-Aqsha.”

[HR. Bukhari]

Pahala melaksanakan shalat di Baitul Maqis (Masjidil Aqsha) juga besar. Rasulullah bersabda,

“Bumi tempat berkumpul dan pembangkitan. Datangilah oleh kalian semua dan shalatlah di dalamnya, karena shalat di dalamnya (Baitul Maqdis) pahalanya seribu shalat di tempat lain.”

[HR. Ahmad]

Setelah mengetahui keutamaan serta sejarahnya, timbul keinginan untuk mengunjungi Masjid Al-Aqsha. Hopefully someday, Amiin.

Untuk sampai ke Baitul Maqdis ada dua jalur yang bisa diakses, yaitu :

  • Take off dari negara yang bekerjasama dengan Israel, lalu turun di Bandara Ben Gurion, Tel Afif, ibu kota Israel, lalu melanjutkan perjalanan darat ke Masjid Al-Aqsha.
  • Masuk melalui perbatasan Yordania – Palestina.

Untuk visa-nya sendiri, Dr. Khalid Basalamah menjelaskan, pemerintah Israel-lah yang mengeluarkannya bagi orang-orang yang mau mengunjungi Palestina. Pihak Israel memiliki hak untuk mengizinkan atau menolak seseorang memasuki wilayah Palestina, bukan otoritas Palestina sendiri.

Rasulullah menganjurkan ummat muslim untuk berkunjung, merawat dan menjaga Masjid Al-Aqsha, namun bila belum mampu berangkat, Nabi Muhammad saw mengatakan,

“Sebaiknya ia berusaha menyumbang walau hanya minyak yang meneranginya, karena meneranginya sama pahalanya dengan shalat di dalamnya.”

[HR. Ahmad]

Dr. Khalid Basalamah juga menyampaikan harapan warga muslim disana, mereka berharap kita mendoakan dan mengunjungi masjid Al-Aqsha agar Allah memenangkan mereka dan menghentikan penjajahan yang masih saja terjadi.

Baca juga : 10 THOUGHTS ON #88LOVELIFE BY DIANA RIKASARI THAT I LIKE

Buku ini memuat banyak hal yang membuka mata saya tentang Palestina dan Masjid Al-Aqsha. Rindu, tambah bersyukur, ingin jadi muslim yang lebih baik dan optimis akan kebangkitan Islam.

Untuk sejarah masuknya Islam dan kondisi Palestina terkini selengkapnya bisa dibaca langsung di bukunya ya. Agar lebih terasa feel-nya. Yang saya tulis disini hal-hal yang hit my heart saja, punteun yaa.

Pokoknya di bukunya itu lebih lengkap kap kap!

Where Can I Find This Book?

Semoga setelah membaca review saya ini teman-teman lebih tertarik membaca ya. Saya membeli buku ini dari teman saya, Dessy Natalia. Untuk buku dengan kertas yang bagus, full color dan sarat ilmu ini harganya terjangkau banget, hanya Rp. 35.000′– saja. Sila kontak Ibu Jerapah langsung ya, siapa tau beliau masih ada stok-nya atau langsung hubungi penerbitnya.

Terimakasih sudah membaca, silakan share jika dirasa bermanfaat dan kasih masukan yaa agar review saya jadi lebih baik.

 

 

 

 

 

 

Advertisements

DEEP in the SAHARA – Mauritanian Women In Malafa| Review Buku Anak

IMG_20180423_103102_878.jpg

Ilustrasi memegang peranan penting dalam sebuah cerita. Even in my age, saya masih tertarik dengan buku-buku yang memiliki ilustrasi kece.

Seperti yang sudah saya ceritakan dalam tips Berburu Harta Karun Di BBW dalam memilih buku bacaan anak, ada 4 hal yang saya perhatikan :

  • Ilustrasi. Ilustrasi yang muncul pada cover adalah gerbang menuju isi buku. Biasanya ilustrasi yang catch my eye and my heart bakal bikin saya lebih menginginkan sebuah buku.
  • Tulisan. Mencakup banyaknya tulisan dalam satu halaman serta huruf yang dipakai. Tulisannya sebisa mungkin harus jelas, ga dempet-dempet, font-nya tidak terlalu ajaib dan kalimat-kalimat di satu halaman ga panjang apalagi rumit.
  • Value. Tentu saja, isi cerita dan nilai-nilai apa saja yang dihantarkan oleh sebuah buku juga menjadi bahan pertimbangan saya. Karena value yang disisipkan melalui cerita biasanya sampai lebih enak pada anak.
  • Keunikan buku. Contohnya touch and feel book, pop-up-book dan art book lainnya juga saya pilih untuk memperkaya koleksi media cetak Aisya.

Nah, Deep In The Sahara menjadi salah satu buku yang memenuhi 4 kriteria di atas. Ilustrasi-nya bikin saya tertarik, tiap halaman didominasi oleh gambar dengan beberapa kalimat dengan huruf yang jelas dan sederhana, dan ada value di dalamnya.

Buku ini unik! Karena saya baru pertama melihat cerita seperti ini. Dari judul dan covernya saja sudah bikin saya penasaran. Saat melihatnya untuk pertama kali, saya menebak-nebak.

“Ini bukunya tentang kehidupan di gurun Sahara bukan ya?”

“Perempuan-perempuan di sampulnya kok pakai kain yang warnanya kontras seperti sari?”

Dan ketika saya membuka halaman-halamannya, saya jadi tahu, buku ini memiliki muatan Islam di dalamnya.

Deep In The Sahara

Pada sampul belakang tertera harga dan barcode buku ini, yaitu US $17.99. Saya beli di BBW dengan harga Rp. 50.000,- Berarti diskonya 80% ya! Subhanallah, mantaaap.
Worth to buy banget ini 🙂 Ratingnya juga 3,93 dari 5 bintang di goodreads.com

Sekarang, yuk intip isi bukunya!

DEEP IN THE SAHARA by Kelly Cunnane & Hoda Hadadi

DSC_0121

More than all the stars in a dessert sky,
Lalla wants to wear a malafa
so she can be beautiful like her mother..
Mysterious like her older sister, Selma..
A fine lady, like her cousin, Aisha.

“Aisya, malam ini kita baca buku Malafa ya?” agar lebih mudah saya menyebut buku ini Malafa pada Aisya.

“Ngga mau ah! Aku maunya yang Digging For Dinosaurs,” jawab Aisya.

“Kan itu sudah kemarin, sekarang kita baca buku ini ya,” ajak saya lagi.

Aisya menggeleng.

“Di ceritanya ada yang namanya Aisha lhooo,” ucap saya sambil menunjukkan gambar wanita-wanita cantik berbalut Malafa.

“Aisha? Just like me!” seru Aisya.

Saya mengangguk.

“Mana Aisha-nya?” ia mendekati saya.

“Mau tahu yang mana? Yuk kita baca bukunya,” rayuan saya akhirnya berhasil membuat Aisya membuka buku ini.

Deep in the Sahara,
sky yellow with heat,
rippled dunes slide
and scorpions scuttle.

In a pale pink house the shape of a tall cake,
you watch Mama’s malafa
flutter as she prays.

More than all the stars in the dessert sky,
you want a malafa
so you can be beautiful too.

“Mami, ini apa?”

“Ini malafa sayang,”

“Kenapa Lalla-nya ingin pakai malafa?”

“Karena dia ingin terlihat cantik seperti Ibunya.”

Your sister, Selma, in malafa glows.
Nothing but dark eyes show.
More than all the camels in the land,
You want a malafa so you can be mysterious too.

 When you tell Selma, she laughs,
“A malafa is for more than mystery,” she says
as her flip flop flip across the sand.

“Mami, ini sisternya ya? Kok pakai malafanya gitu?”

“Iya hanya kelihatan matanya aja ya, mulut sama hidungnya ditutup supaya ga kena debu. Karena di gurun pasir itu banyak debu berterbangan, Aisya.”

When you tell cousin Aisha,
she pats you on the head as if you’re still a child!
“Lalla, a malafa is for more than being like us,” she says,
And saunter away with the women through the dust.

 “Oh, ini cousin Aisha-nya ya Mami,”

“Iya, cantik ya.”

Acacia pods ratle, and fruit bats sleep.
Grandmother sits on a cushion to brew tea,
her malafa the robe of ancient royalty.
More than all the mint leaves sold in the market,
you want a malafa, so you can be like a long ago queen too.

When you tell Grandmother, she hums, Mmm.
A malafa is for more that a tradition,” she says,

 “Kok Lalla-nya tidur di neneknya?”

“Iya dia lagi diceritakan sama neneknya trus ngantuk,”

“Neneknya minum teh? Kok ada foam-nya?”

“Iyaa, ini minuman apa ya, pake teh dan daun mint…”

IMG_20180417_191438

Goats waggle home to tents for milking,
and everywhere in the air is the evening call to prayer.
Men hurry to mosques, and all the women to quiet places to pray except you.

“Mama,” you say,
“more than all the dates in an oasis,
I want a malafa so I can pray like you do.”

 “Mami, kok bapak-bapaknya semua ke masjid tapi ibu-ibunya engga?”

“Iya kalau di Mauritania gitu, Aisya. Ibu-ibunya solat di rumah”

“Kenapa?”

“Hm, kenapa yaa? Oh! karena buat perempuan, solat di rumah itu lebih utama.”

“Kalau disini boleh kan perempuan ke masjid? Aisya kan suka ke masjid sama Akung dan Ayah,”

“Iya boleh.”

“Tuh lihat, dek, Lalla-nya dikasi malafa sama Ibunya. Mereka mau solat!”

“Mami, Aisya juga mau pakai malafa biar swing-swing pas solatnya ketiup angiiin…”

“Yaa boleh, Mami ada kok malafa-nya yang dari Uti.”

Ya itu dia sesi bercerita dengan Aisya yang selalu ditanggapi dengan pertanyaan-pertanyaan logisnya. Kenapa dan kenapa, hihi. Bagus Nak, kamu kritis 🙂

Baca juga : “Peppa Pig And I Love You Game” (Review)

DSC_0122

Buku ini bercerita mengenai budaya orang-orang di Mauritania. Gaya rumah, gaya berpakaian dan keadaan alam disana. Saya suka sajian warna warni malafa yang kontras dan gaya berceritanya Kelly Cunnane serta bagaimana ia membawa akhir cerita ini pada faith.

Ceritanya smooth, berima, it leads to introduce about Islam, tapi tidak secara gamblang.

Cerita dimulai dengan Lalla, seorang gadis dengan gaun merah yang memandangi Ibunya. Ibunya sedang solat. Dimana? Di rooftop! Waaah enak kali ya solat sambil dibelai angin sepoi-sepoi..

Lalla ingin memakai malafa agar terlihat cantik seperti Ibunya. Dan ketika berjalan-jalan di luar rumah, Lalla juga melihat Selma, kakaknya yang juga mengenakan malafa. Malafa yang digunakan Selma, sekilas mirip dengan cadar ya.

In real life, malafa ini bisa dipakai kemana saja lho, ke undangan, ke pasar, bahkan untuk sholat.

Insted of using mukena or hijab, para wanita di Mauritania menggunakan malafa untuk menutupi auratnya.

Secara tidak langsung cerita dalam Deep In The Sahara ini menggerakkan pembaca untuk memahami fungsi malafa yang sama dengan dengan hijab, yaitu bahwa malafa is for more than beauty, being mysterious and be a lady, but its more about faith.

Okay Buibu, semoga review buku ini giving you enough information ya. Masih belajar bikin review buku, yang mau kasih saran boleh banget leave comment below yaa. Harapannya tahun ini bisa rutin me-review buku bacaan anak. Amiin.

Thanks for visiting my blog, please do share if you care 🙂

 

7 Kesalahan Dalam Pengasuhan Anak Yang Bisa Orang Tua Perbaiki

Quote Ali Bin Abi Thalib

Saya merasa cukup beruntung mempunyai hobi baru, yaitu membaca. Terutama buku-buku seputar psikologi suami-istri dan parenting.

Semakin banyak membaca, semakin tahu kesalahan-kesalahan dalam pengasuhan. Makin ingin belajar memperbaiki. Makin ingin memetakan what’s important and which one is the most important. Learning and doing. Not only knowing and didn’t do anything in order to change. And never give up!

Bisa jadi, pada waktu tertentu kita melanggar kesepakatan yang sudah dibuat. Seperti ‘meledak’ ketika lelah fisik serta hati melanda, dan anak kebetulan lagi caper. But its not all the time, right? Tidak perlu buru-buru melabeli diri “I’m not a pretty good Mom”.

Learn, read book, practice, tried again and again.

Dengan tidak mudah menyerah, kita sudah membantu diri dan anak kita untuk berkembang. Saling memaafkan. Grow up together.

Setidaknya itu yang saya renungkan akhir-akhir ini. Anak makin besar, tantangan makin besar pula. Dan pola asuh yang diterapkan oleh orang tua saya dulu banyak yang tidak relevan lagi.

Don’t get me wrong, saya sangat menghormati orang tua saya. Dan pola asuh yang mereka terapkan cukup berhasil making me who I am today with all the values.

TAPI, anak-anak sekarang nampaknya lebih kritis dan berani daripada anak jaman baheula.  

Seperti kata-kata Ali bin Abi Thalib di atas, anak kita adalah milik zamannya. Ada baiknya, as a parent, kita juga menyesuaikan dengan zaman ini.

Kids jaman now
Parent jaman now

Memang apa saja sih kesalahan umum yang biasa kita lakukan sebagai orang tua? Dalam The Secret Of Enlightening Parenting, Mba Okina Fitriani merangkum 11 kesalahan yang biasa dilakukan dalam pengasuhan anak.

Baca juga : Tips Agar Anak Rajin Gosok Gigi

But, I will only mention 7 things. Please take a look 🙂

7 Kesalahan Dalam Pengasuhan Anak 

Tidak Membiasakan Mengambil Tanggung Jawab

Kesalahan nomor wahid adalah tidak membiasakan mengambil tanggung jawab.

Salah satu contohnya adalah ketika anak jatuh, ada orang tua yang memukul lantai/tanah sambil mengatakan, “Nakal ya lantainya! bikin kamu jatuh. Dah, dah dipukul tuh lantainya.”

Setelah itu, orang tua akan mengusap lutut anak dan meredakan tangisnya.

Menurut mba Okina, kata-kata yang terdengar menghibur ini malah mengajarkan anak untuk tidak bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada dirinya, mencari kambing hitam dan menyalahkan orang lain/kondisi.

And this is not good.

What we can do to fix this?

Daripada menghibur dengan cara di atas, sebagai orang tua, kita bisa mengajak anak berdiri, lalu mengajaknya main dokter-dokteran. Gantian anak jadi dokter lalu kita. Ini cara yang asik untuk meredakan tangisnya dan mengobati lukanya.

Setelah suasana kembali tenang, kita bisa mengevaluasi bersama kejadian jatuh tadi. Saya mau kasih contoh dari apa yang saya lakukan sama Aisya ya. Saya terapkan saran dari Mba Okina ini saat Aisya jatuh.

“Mamiiii sakiiiit. Lutut Aisya berdarah.”
“Barusan jatuh ya? Sok nangis dulu, boleh kok. Kalau pas Aisya jatuh dan merasa sakit, itu bagus! artinya syaraf dalam tubuh Aisya bekerja dengan baik.”
“Iya Mam.”
“Udah puas nangisnya? kita basuh pakai air dan dikasih plester ya lukanya. Supaya sembuh.”
“Iya Mam,”
“Tadi kok bisa jatuh?”
“Iya tadi Aisya lari, trus ada batu. Aisya kepeleset.”
“Ooh, gitu. Lain kali pas lari dan di depannya ada batu, supaya ngga jatuh lagi gimana caranya menurut Aisya?”
“Aisya-nya loncat!”
“Ok, loncat yaa. Ada lagi ngga yang bisa Aisya lakukan?”
“Aku larinya hati-hati.”
“Ok, next time hati-hati ya saat lari.”

Se-simpel apa pun jawabannya, hargai ya Moms. Dengan begini, anak kita akan terbiasa mengambil tanggung jawab atas peristiwa yang ia alami. Dan bukan menyalahkan batu, jalan atau orang lain 🙂

Baca juga : THINGS I ENJOY DOING WITH MY DAUGHTER

Menanamkan Keyakinan Yang Salah

Beberapa orangtua terlihat sering membuat pernyataan-pernyataan yang tidak didasari riset maupun dalil yang benar. Contohnya, minum es bikin sakit perut, lari-lari bisa jatuh, hujan menyebabkan masuk angin, dan sebagainya. Ini memungkinkan anak mengalami “alergi buatan” terhadap ketiga hal di atas – begitu kata Mba Okina.

Pernah bicara seperti itu pada anak ngga Moms? saya pernah bilang “Jangan lari nanti jatuh.”

Setelah baca ini, saya mengubah kalimat saya jadi, “Hati-hati ya larinya. Jalan aja dengan langkah besar seperti  Mami. Bakal cepat sampai juga kok.” and this sound more positive to us.

Hindari juga installing wrong believe seperti ini, “Belajar dong! pelajaran ini susah lho. Nanti teman-teman kamu udah bisa, kamu belom.”

Saya sendiri prefer memotivasi Aisya dengan bilang, “Ayo dicoba, semua hal bisa kita pelajari. Aku mau berusaha! gitu kan kata bu guru.” misalnya saat Aisya mengerjakan sesuatu yang menurutnya susah.

Baca juga : Ayo Membacakan Nyaring 🙂

Labeling

Label akan menjadi sebuah keyakinan yang menetap lama dalam pikiran bawah sadar. Dear parent, let us choose the proper label 🙂

Suatu hari Aisya terus menerus bicara, ia bertanya mengenai berbagai hal dan keep asking “Kenapa Mami?” kenapa begini dan begitu. Jika jawaban yang saya beri belum detail dan bisa dicerna logikannya (Aisya logis banget anaknya), maka ia akan terus menggali jawabannya.

Saya pun nyeletuk, “Aisya, kamu cerewet ih.”

Lalu Bapak saya – the wise man – menghampiri saya, “Mbak, cerewet itu konotasinya negatif lho. Lebih baik bilang Aisya, kamu talk-active sekali ya, ini konotasinya positif.” Begitu ucap Grandpa-nya Aisya.

Dan segera saya meralat ucapan saya pada Aisya.

Tahan lidah kita untuk melabeli anak : ‘kamu bandel ya’, ‘tuh kan ngeyel’, ‘dikasi tahu malah ngga mendengarkan’. ‘kok ngga nurut sih?’ daaaan segambreng kata-kata berkonotasi negatif lainnya ya Moms. And replace it with a better words.

Saya masih belajar untuk mengerem mulut nih, biasanya kata-kata seperti ini muncul di saat ‘genting’. Pas mood positif, saya bisa lebih sabar dan bersikap proaktif pada Aisya.

Baca juga : 6 THINGS I ADORE FROM AISYA

Pelit Menggunakan Hal Ajaib

Empat hal ajaib ini pasti sudah hafal di luar kepala ya Moms :

  • Minta maaf. Saat kita (sengaja/tidak) menyakiti perasaan anak, mintalah maaf padanya. Saya suka minta maaf pada Aisya setelah saya marah padanya. Saya jelaskan juga, bahwa saya tidak suka marah, dada saya sakit ketika emosi. Lalu kami mencari solusi bersama, what we can do, supaya Mami ga marah-marah. Sesudah ngobrol, tanpa diminta, Aisya akan reflek bilang, “Maafin Aisya juga ya Mami, tadi bikin Mami marah.”
  • Mengucapkan terimakasih. Dengan sering mengucapkan terimakasih pada anakia akan merasa dihargai. Ini pengalaman pribadi ya. Dan dengan kebiasaan baik ini, anak pun akan dengan mudah mengucapkan terimakasih pada siapa pun. I thank Aisya for any little things that she did, dan saat saya hanya membacakan buku ketika ia mau tidur pun, Aisya masih sempat bilang, “Makasi ya Mami udah bacain buku untuk Aisya.” sweetest dah! Aisya juga terbiasa berterimakasih pada Ayah, kakek-nenek, paman-bibi, saudara-saudara, guru, teman-temannya, bahkan ke driver grab juga.
  • Menunjukkan kasih sayang. Tunjukkan kasih sayang dengan ucapan, sentuhan, pelukan, ciuman dan lain-lain. Terkadang bahasa cinta melalui sentuhan ini lebih mengena di hati anak dibanding kata-kata lho. Anak yang memiliki tabungan kasih sayang yang cukup akan tumbuh dengan jiwa yang sehat, percaya diri, dan penuh empati.
  • Memuji. Kata mba Okina, latihlah telinga, mata, dan rasa untuk menjadi detektif kebaikan. Perhatikan saat anak kita melakukan kebaikan, meski sederhana, pujilah ia. Dengan pujian yang efektif, bukan yang lebay. Kadang orang tua abai memuji hal kecil yang dilakukan sehari-hari karena menganggap hal itu “sudah seharusnya”. Padahal bermula dari hal kecil yang sudah baik inilah, muncul dorongan untuk melakukan hal-hal baik yang lebih besar, jika dihargai.

Nah, jangan pelit melakukan empat hal ini ya Moms. Let’s do it, not just understand about it!

Baca juga : Me Time Sehat & Produktif Untuk Ibu

Fokus Pada Kekurangan, Suka Mencela, Doyan Mengeluh

Kekeliruan yang ini, kata Mba Okina, berkaitan erat dengan pelitnya melakukan 4 hal ajaib di atas. Kemudian jadi cenderung fokus pada kekurangan dan menyampaikan dalam bentuk keluhan.

Contoh keluhan seorang Ibu :

“Kak, tuh kan PR-mu ketinggalan lagi. Masih muda kok pelupa, sih? Makannya siapkan bukunya sebelum tidur. Minggu lalu juga seperti ini kan? Kalau sudah gini kan Ibu yang repot. Ayo bereskan bukunya, jangan jadi anak pemalas!”

Kira-kira reaksi anaknya bakal gimana yaa?

Pada keluhan di atas terdapat kata ‘pelupa’ dan ‘pemalas’, lagi kata Mba Okina, kedua kata ini akan melukai konsep diri anak. Bahkan bisa jadi membentuk konsep diri yang buruk, “Saya anak pemalas, saya anak pelupa.”

Padahal Allah Swt tidak suka dengan orang yang mengutuk dan memberi gelar buruk.

Kesalahan yang dibuat anak ini sebetulnya bisa diperbaiki. Dengan suntikan semangat dari orang tua tentunya.

Masih untuk kasus lupa bawa PR ke sekolah, katakanlah,

“Kak, Ibu perhatikan kamu akan ingat membawa PR-mu kalau sebelum tidur bukunya sudah disiapkan dan dimasukkan ke tas. Ibu yakin, kamu bisa lebih baik dari hari ini.”

As for me, complaining is like burning myself. Mengeluh hanya membuat sesuatu yang buruk menjadi 1000 kali lebih buruk. Mengotori hati dan melemahkan saya. Sehingga saya lebih memilih untuk meminimalisir keluhan, dengan begini solusinya akan lebih terlihat.

Baca juga : 10 Thoughts On #88LoveLife By Diana Rikasari That I Like

Ancaman Kosong

Mba Okina mengatakan, ancaman kosong adalah kombinasi dari kebohongan, inkonsistensi dan lalai menenggakan aturan. 

Menurut saya memberi ancaman pada anak adalah cara cepat agar anak mau menuruti kita. Cara cepat saat kita kehabisan cara kreatif dalam mem-persuasi anak.

Misal nih ya, “Ayo makan, kalau ngga nasinya Ibu kasih ke kucing lho!”. Dengan begini anak tergerak untuk mengunyah makanannya.

Atau, “Berhenti main gadget! Nanti Papa buang gadget-nya ke got!”, anak yang ketakutan pun langsung memberikan gadget pada Papa-nya.

Saat kita mengancam, seringkali anak merespon dengan cepat. Permintaan/perintah kita didengar. Tapi ketika anak tak bergeming, masih keukeuh juga, akankah kita meng-eksekusi ancaman tersebut?

Pasti hati nurani akan membatin, ‘Masa dibuang gadget-nya? sayang dong, belinya kan pakai uang bukan daun’. ‘Daripada dikasih ke kucing, mending Ibu makan Nak, nasinya. Ibu juga lapar’.

Pada akhirnya, kita hanya memberi ancaman kosong. Semakin sering kita memberi ancaman kosong, semakin hancurlah nilai kita di mata anak. Kata-kata yang kita ucapkan akan dianggap tidak ada harganya. Anak-anak juga akan tumbuh menjadi anak yang abai, tidak sopan, dan suka melanggar aturan.

Terlebih lagi, mba Okina menyebutkan bahwa perilaku mengancam pada dasarnya menunjukkan diri yang lemah dalam perencanaan. Perencaan seharusnya disepakati di depan dan menjadi bagian dalam aturan umum keluarga.

Instead of ‘mengancam’, saya belajar mengajak Aisya ngobrol dengan metode using choice to reach goal.

Seperti misalnya kesepakatan makan, saya suka tanya sama Aisya, “Aisya makannya mau 5 suap atau 10 suap?” kalau sudah deal, insya Allah Aisya will fulfiil her promise. Tujuannya tercapai, yaitu Aisya makan.

Untuk penggunaan gadget, Alhamdulillah Aisya bukan tipe anak yang keranjingan gadget. Dia lebih senang bermain, melakukan aktivitas fisik, mengerjakan workbook, bantu saya masak-masak di dapur dan membaca buku.

Tentang main, saya kadang bikin perjanjian dulu, “Main di rumah temannya 1 jam ya, terus kita pulang.” 

Kadang Aisya minta tambahan waktu, “5 more minutes, Mami.” Dan saya tunggu sampai 5 menit, trus dia beneran pulang. 

Metode ini saya rasakan lebih efektif, ketimbang memberi ancaman kosong.

Baca juga : THE TRIUNE BRAIN & SIDIK JARI AISYA

Disuapi Solusi

Dari yang saya baca, saya jadi tahu kalau parental coaching adalah kemampuan yang penting. Kita orang tua, kita juga seorang coach.

Sebagai coachada baiknya kita memberi bimbingan pada anak. Giving clue. Bukan selalu menyuapi solusi.

Beberapa orang tua mungkin akan bergegas membantu anaknya saat kesulitan mengerjakan sesuatu. Atau ngga sabar dengan prosesnya. Dan bahkan terlalu memanjakan.

To be honest, saya seringkali diberi solusi oleh orang tua saya dulu. Sebelum saya mengeksplor pikiran saya lebih dalam, problem already solved by my parent.

Setelah saya punya anak, dan tentunya membaca, saya jadi tahu kalau hal ini kurang baik.

Anak perlu belajar memecahkan masalahnya sendiri. Kegiatan mencari pemecahan ini akan melatih diri mereka menjadi anak yang percaya diri dan kreatif. Karena solusi dari sebuah tantangan bisa jadi lebih dari satu.

Catatannya adalah, ketika anak masih perlu dibimbing ya dibimbing, jangan di biarkan begitu saja. Perhatikan daya memahaminya juga usianya 🙂

Saya suka merasa kagum dengan solusi-solusi yang Aisya beri. Misalnya waktu kami melakukan eksperimen “Cloud In A Jar”. Untuk membentuk awan dalam toples, kami memerlukan beberapa bahan seperti, toples, korek api, air panas dan es batu.

Kami kumpulkan bahan-bahan yang dibutuhkan, namun sayangnya tidak ada korek api di rumah!

“Aisya, tanpa korek api, kita ngga bisa bikin cloud in a jar. Aisya ada ide ngga pakai apa untuk pengganti korek apinya?” tanya saya.

Matanya melihat ke rak-rak yang ada di dapur dan memberi saya ide.

“Gimana kalau pakai tusuk sate aja, Mam? Kan di rak ada tusuk sate, terus api-nya dari lilin”, usulnya.

“Wah iya juga ya, oke kita coba ya pakai tusuk sate dan lilin,” saya terpukau dengan ide anak usia 4 tahun ini. Kami mencoba men-substitusi korek api dengan tusuk sate yang disulut menggunakan api dari lilin.

And you know what? we succeed making a cloud in a jar! Alhamdulillah.

Semakin dilatih untuk memecahkan masalah, Aisya semakin kreatif. Ada saja alternatif solusi yang ia ajukan saat kami menghadapi tantangan.

IMG_20180417_201132

Alright Moms, itulah 7 kesalahan dalam pengasuhan anak yang masiiiih BISA BANGET kita perbaiki. Asal kita mau terus berlatih, coba terus, evaluasi lagi. Bertumbuh bersama dengan anak, tidak ada kata terlambat. Saat kita mendewasa, anak juga mendewasa.

At one point, we’ll understand each other better, I believed.

Buat yang mau tahu apa saja kesalahan lainnya, langsung baca The Secret Of Enlightening Parentingnya Mba Okina Fitriani yaa. Asli ini bacaan bergizi untuk para orang tua 🙂

Sebagai penutup, saya mau mengutip kata-kata ‘sakti’ dari Mba Okina ini.

Mendidik anak memang berat, karena itulah hadiahnya surga.
Jika tidak berat, mungkin hadiahnya hanya mini power bank.

Semangat terus Moms. Cheers!

 

Tips Agar Anak Rajin Gosok Gigi

Screenshot (42)

Alhamdulillah gigi Aisya berderet dengan rapi, tidak ompong dan berlubang, masih lumayan bersih dan putih karena gosok gigi tiap hari.

Beberapa Ibu-ibu yang berinteraksi langsung dengan Aisya kadang bertanya, “Aisya ngga suka makan cokelat ya? Gigi-nya bagus.”

Atau

“Aisya, mah bagus gigi-nya. Ga pernah makan permen ya?”

Kenyataannya Aisya sering kok makan cokelat dan permen. Aisya memang ngga pakai dot untuk minum ASI saat masih menyusu. Dot hanya saya gunakan saat minum air putih. And its not all the time. Jadi bisa dibilang jarang sekali.

Kata Ibu-ibu yang anaknya pakai dot, dot itu bikin gigi jadi kurang cantik. Entah roges, berwarna kecoklatan maupun ompong. Betul ngga Moms? please yang tahu alasan ilmiahnya ditunggu komennya ya 🙂

Kalau hipotesa soal efek samping pakai dot ini betul, berarti dengan tidak menggunakan dot sudah membuat gigi Aisya tetap kokoh hingga usia 4 tahun ya.

Saya perhatikan, teman-teman se-usia Aisya ada yang sudah ngga utuh atau mengalami problem gigi anak yang saya sebutkan tadi di atas. Namun ada juga yang masih baguuusss. Karena belum sempat ngobrol sama Ibunya teman-teman Aisya yang bergigi oke, saya mau sharing pengalaman seputar per-gigi-an ya, termasuk tips agar anak rajin gosok gigi.

Tips agar anak rajin gosok gigi ini pop-ing up karena Nyonyamalas memposting instastory yang bertanya, gimana caranya ngajarin anak gosok gigi? Betul ngga mba Ella?

PERTUMBUHAN GIGI AISYA

Screenshot (43)

Sebelum memberi tips, saya mau cerita dikit tentang pertumbuhan gigi Aisya.

Tidak seperti bayi-bayi lain yang usia 6 bulan gigi-nya sudah ada empat, dan 1 tahun itu sudah lumayan banyak, usia 6 bulan gigi Aisya seingat saya baru muncul dua. Bahkan hingga setahun rasanya masih empat.

Jadi, ada yang sempat bilang, “Aisya di usia 1 tahunan masih kaya bayi banget ya. Gigi-nya masih sembunyi.”

Alhamdulillah, saya bukan tipe Ibu yang panikan. Saya selalu memilih bertanya pada Dokter Anak dan Bidan soal tumbuh kembang anak.

Ketika saya dan suami memeriksakan Aisya ke Dsa juga ke Bidan, keduanya mengatakan, “It’s okay. Bakal gigi-nya ada. tunggu saja hingga tumbuh”.

Yang saya lakukan akhirnya menunggu dengan optimis, bahwa gigi anak saya, yang saat itu tumbuhnya lebih lambat dari bayi-bayi seusianya akan lengkap juga nantinya.

Baca juga : Home Treatment Untuk Bayi Dengan Berat Lahir Rendah (BBLR)

Qadarullah, di usia 2 tahun, gigi-giginya mulai menghiasi rongga mulutnya. Lengkapnya mungkin usia 2 lebih ya. Bapak saya ikut menyuntikkan semangat dengan mengatakan, “Aisya nanti gigi-nya akan kuat. Seperti taji ayam, semakin lama ia tumbuh, akan semakin kuat”.

That’s make me more positive, ya meski gigi ngga bisa disamakan dengan taji, tapi analoginya masuk akal lah.

Nah pertumbuhan gigi Aisya inilah yang menurut saya jadi salah satu alasan masih bagusnya gigi Aisya di usia 4 tahun. However, pasti ada masa tanggal-nya nanti. But Thank God again, sampai saat ini ngga berlubang, ngga roges dan ngga kecoklatan warnanya.

Okey, sekarang lanjut ke tips agar anak rajin gosok gigi ya.

TIPS AGAR ANAK RAJIN GOSOK GIGI

pigeon-baby-training-tootbrush-sikat-gigi-bayi-set-3in1-lesson-123-6609-19789645-86405b751a49cfbe557b650aa144bc2f-catalog_233

Tips ini berdasarkan pengalaman pribadi kami ya. Karena yang namanya kebiasaan baik itu harus dibangun, jadi saya mulai mengenalkan konsep gosok gigi ini dari Aisya bayi.

Kenalkan Anak Pada Konsep Gosok Gigi

Pada dasarnya, menggosok gigi adalah tindakan membersihkan gigi kita. Saya mulai mengenalkan konsep gosok gigi ini sejak Aisya masih menyusu. Setiap kali selesai menghisap ASI, saya teteskan 1 sendok teh air putih ke lidahnya. Kata Bidan Sri, air putih ini berguna untuk menyapu ASI yang menempel pada lidah bayi. Suka lihat kan yang putih-putih nempel di lidah bayi? Nah gitu cara gosok gigi bayi 🙂

Mengenalkan Anak Pada Sikat Gigi

Saya ingat sekali. Saat gigi Aisya mulai tumbuh, meski saat itu baru 4 biji, saya sudah memberinya sikat gigi. Sikat gigi-nya yang dari silikon dan banyak jenisnya itu lho. Saya biarkan ia memegang sikat gigi lucu tersebut.

Biarkan Anak Merasa Nyaman Dengan Sikat Gigi

Setelah Aisya merasakan tekstur dari sikat giginya, saya persilakan Aisya menggosok gigi sendiri, dengan caranya sendiri. Sesuka hati Aisya, tujuannya supaya ia nyaman dulu. Disini masih belum pakai odol ya.

Ajari Anak Cara Menggosok Gigi Yang Benar

Setelah anak merasa nyaman mengenggam sikat gigi sendiri serta menyikat sesukai hati, pelan-pelan kita boleh contohkan cara menggosok gigi yang benar. Gosok gigi depan, atas-bawah dan gigi geraham. Ini yang saya beri tahu pada Aisya. Dan Aisya sudah paham, kalau saya minta ia menggosok gigi geraham, ia akan membuka mulut dan membersikan gigi bagian dalam.

Beralih Ke Sikat Gigi Lembut

Setelah gigi-nya mulai banyak, saya pilihkan sikat gigi yang sikatnya lembut. Supaya saat Aisya gosok gigi tetap nyaman, tidak merasa sakit, disikatnya juga pelan-pelan.

Memberi Odol Pada Usia 2 Tahun

Beranjak 2 tahun, ketika gigi-nya sudah lengkap, saya merasa sudah waktunya Aisya menggunakan odol. Odolnya juga yang aman jikalau tertelan. Saya pakai Pigeon rasa stroberi dan jeruk. Trus penggunaannya juga secuil, sebiji anggur lah. Kecil binggo kan?

Beralih Ke Sikat Gigi Kodomo

Jatuhnya sebut merk ya, but truly sekarang Aisya pakai Kodomo, sikat dan odolnya. Aisya suka rasa apel dan anggur. Di usia 4 tahun, sikat gigi silikon dan bersikat lembut sudah not working well lagi, sehingga sikat gigi balita lah yang Aisya butuhkan. Kalau ngga, pakai sikat yang lebih tebal dan masih lumayan lembut trus ada gambar Barbie-nya.

Rutinkan Waktu Sikat Gigi

Ini masuk ke habbit ya. Setiap mandi, usahakan untuk selalu gosok gigi. Aisya ngga susah gosok gigi, ia juga senang menggosok giginya sendiri. Kadang-kadang mau juga digosokin sama saya dan Ayahnya. Sampai saat ini metode menyikatnya masih pelan, ngga kaya orang dewasa. Odolnya juga sebesar biji jeruk.

Yang bikin Aisya hayu hayu aja saat diminta gosok gigi, bisa jadi karena dari bayi sudah saya kenalkan pada konsep gosok gigi dan Aisya merasa nyaman dengan memegang sikat gigi sendiri. Sehingga sampai sekarang ia suka gosok gigi.

Tentu ada saat tidak ideal, dimana Aisya lagi ngga mau gosok gigi. Tapi minimal sehari gosok gigi sekali.

Jelaskan Manfaat Menggosok Gigi

Sebelum masuk sekolah, bu guru akan memeriksa kuku dan gigi anak-anak. Biasanya diawali dengan pertanyaan, “Anak-anak, tahu ngga kenapa harus rajin gosok gigi?”

Anak-anak akan serentak menjawab “Supaya ngga ada kumannya, Bu!” atau “Supaya ngga sakit gigi, Bu.”

Nah, manfaat menggosok gigi ini sudah lebih bisa dipahami oleh anak usia 3-4 tahun ya. Saat kita mengucapkan berulang-ulang, bisa jadi inner voice di kepala anak lho.

To make it sound fun, dulu saya bilangnya gini ke Aisya, “Aisya tahu ngga kenapa harus gosok gigi? Kalau kita ngga gosok gigi nanti kuman-kumannya bakal berkemah di gigi Aisya. Mereka akan bikin api unggun di gigi dan membakar marshmallow. Aisya mau ngga kalau kuman-kuman berkemah di gigi Aisya?”

Aisya akan menggeleng, hehe.

Ya jelaskan sesuai daya tangkap anak ya Moms, supaya asik aja gitu.

Tips-nya cukup dulu ya! Step-nya yang jelas :

  • Bikin anak nyaman dulu dengan memegang sikat gigi dan menggosok gigi sendiri sesuka hati
  • Ajari anak cara menggosok gigi yang benar dengan mencontohkan
  • Beri secuil odol saat usianya sudah 2 tahun, gunakan odol yang aman
  • Ajak untuk menggosok gigi setiap hari, disiplin tapi caranya juga harus asik supaya anak senang

Nah, itu rangkumannya ya 🙂 Selamat mencoba, semoga artikel ini bermanfaat Moms.

 

 

Berburu Harta Karun Di BBW

Screenshot (41)

Like many other people, we also went to the Big Bad Wolf. And here are a few tips that I can share to you to go to the next BBW.

Ini pertama kalinya saya datang ke BBW. Alhamdulillah senaaang banget!

Saya datang bersama suami dan anak ke ICE Convention Center pada hari Minggu. Yakni hari kedua terakhir BBW di BSD. Lumayan lowong ya, antriannya sudah tidak mengular.

Namun mungkin, banyak buku-buku bagus yang sudah sold out. Seperti ketika saya mencari buku-buku di area family & relationship, hanya sedikit ‘harta karun’ yang saya temukan.

If I came earlier, maybe I’ll get many choices 🙂

“Mam, ke BBW aja sekalian,” pesan suami, saat kami mau nyamperin beliau ke Bintaro dari Bandung. Weekend kemarin beliau masih ada kerjaan, hanya sampai Sabtu sih. Jadi tanggal 8 April-nya bisa jalan-jalan.

“Boleh, Mami belum pernah ke BBW. Kita santai aja ya disana, lihat-lihat. Kalau ada yang bagus, kita beli,” respon saya.

And after that, my husband said that he already prepare a budget for us to shop some books. This make me happy!

Back to BBW, begitu sampai, Aisya langsung pilih buku dan membacanya di troli, sementara Mami pilih-pilih. I was like confuse, there are lots and lots of books. Great books I must say.

I strolling around here and there, we can’t buy all those books, aren’t we?

Akhirnya saya mencoba memilah lagi mana yang paling dibutuhkan Aisya. Rata-rata sudah bukan boardbook lagi. Udah grow up anaknya. Saya juga ikut membeli buku, ada 4 buku yang saya kantongi. Most of them are related to family.

Oia, because going to BBW will be my first time, a night before, I was googling about BBW. Daaan nemu tips yang oke.

Tips-tips ini membantu saya berburu harta karun di BBW. Saya akan share disini dikombinasikan dengan what I experience there yaa.

TIPS BERBURU HARTA KARUN DI BBW

IMG_20180408_113547

Btw, kenapa saya sebut ‘Harta Karun’? because as for me, good books are like treasure. Apalagi diskon 60-80% ya. LUMAYAN PISAANN..

1. Know Exactly Where

BBW Jakarta 2018 kemarin digelar di ICE Convention Center. Karena ICE BSD ini luas, saya harus cari tahu dulu, di sebelah mana BBW-nya. Minimal, ketemu gate yang tepat.

Alhamdulillah Ahad lalu berhasil turun di Gate D. Liat yang banyak orang turun mobil sama liat flyer-nya di monitor.

Menemukan gate yang tepat menghemat waktu jalan kaki, secara di dalam juga kaki kita bakal diajak berkeliling nyari buku.

2. Take It When Your Heart Say So & Select Again Later

Tujuannya, mencegah balik buat nyari buku inceran dan pas nyampe ke meja-nya udah raib diambil orang.

Kalau kita jatuh cinta pada pandangan pertama sama sebuah buku, do not overthink, take it aja dulu.

Kemarin saya sempet mau ambil 1 buku yang saya suka tapiii orang di sebelah lebih gesit. Dalam hati berharap she’ll put it back. But she bring it away. So saya tarik nafas, nyari buku serupa ngga nemu and told myself to move on.

Setelah keranjang penuh, pas mau bayar saya pilih-pilih lagi. Mana yang paling pas? Mana yang lagi dibutuhkan? Mana yang Aisya suka banget?

Selected the books again is important! This action has saved our budget. Thank God.

3. How To Choose The Book From Millions Books?

Seperti yang sudah saya katakan, di BBW ada banyak buku. Bagus-bagus dan saya sempat bingung. Which book I have to choose?

Akhirnya saya bikin strategi sendiri, ini dia :

  • See The Cover. In picking up the book, I start by choose the cover that I like. Dari sekian banyak buku bagus yang ada di meja, saya lihat yang sampulnya paling menarik. Ketika dapat, saya lanjut ke step ke dua.
  • Open Couple Of Pages In Sample-Book. Ketika sudah mengambil sebuah buku dengan cover yang ilustrasinya saya suka, saya akan cari sampel bukunya. Rata-rata ada ya, buku dengan label sample yang bisa dilihat isinya. I’ll open couple of pages and see. Jika tulisannya terlalu banyak/too unique, saya ngga jadi ambil. Why? Karena masih 4 tahun, Aisya perlu buku cerita yang kalimat-kalimatnya sederhana dan ada penjenjangan huruf. By reading a book, she also learn about letters.
  • Find Out What’s Unique In That Book. Either bukunya ada teksturnya, atau pop up book, sound book, dan keunikan lainnya juga jadi pertimbangan saya. “Oh, Aisya belum punya buku cerita model begini,” Nah yang begitu saya ambil.
  • See The Value That Deliver In The Book. Saya juga akan melihat isi cerita, apa nilai-nilai yang disodorkan di dalam ceritanya. Jika sudah ter-cover di buku lain, I’ll leave it.
  • Complete With Workbooks/Activity Books. Beside storybook, saya juga membeli workbook untuk Aisya. She like an activity book yang di dalamnya ada aktivitas menggunting, tempel, mewarna, mencari jejak, maze, mencari perbedaan, menghubungkan garis, mix and match, connect the dots, etc.

Untuk workbooks, saya hanya beli 2. Harusnya lebih karena sampai hotel Aisya langsung mengerjakan activity pad usborne yang kami beli. Trus buku yang lain juga malah dipakai jadi workbook.

Oh, take me back to BBW! Eh, udahan ya. Ok, nunggu next BBW berarti.

Selain dapet buku, di BBW Aisya juga gembira saat dengerin ka Muis mendongeng. Trus dapet loli pop dan balon ❤

Ceritanya tentang Zangda, seorang anak kecil yang ingin membaca buku-buku kesehatan. Ia ingin menyembuhkan ayahnya yang sakit, namun tidak punya uang untuk berobat. Uangnya bahkan kurang lho untuk membeli buku bekas. Beruntung saat Zangda nangis, ada seorang pemuda yang mengajaknya ke Perpustakaan dimana Zangda bisa membaca sepuasnya.

Setelah membaca buku dari Perpustakaan, Zangda meracik obat-obatan dari tumbuhan di rumah, lalu diberikan pada ayahnya. Suatu hari Ayahnya sembuh dan Zangda bahagiaaa sekali. Ia semakin suka membaca, karena dengan membaca pengetahuannya bertambah.

Jadi, saya dapat harta karun apa saja nih di BBW?

Ini dia buku-bukunya. Suka sekali sama Annual Book-nya Peppa Pig dan Pirate Activity Pad-nya Usborne. Aisya langsung mengerjakan begitu sampai ke hotel.

Rata-rata, buku yang ada tekstur timbulnya, peek-a-boo-book, touch and feel book, dan buku-buku cerita yang ada value juga pengetahuan yang unik di dalamnya. Terus 2 buku besar itu, untuk memperkaya kosa kata Aisya dalam bahasa Inggris.

I bought 4 books for myself. Sekarang lagi baca 5 Wishes, udah sampai bab tiga. Buku bergizi ini saya dapatkan hanya dengan harga Rp. 10.000,- lho! Dan nyicil baca yang lain, all these books are for upgrading myself 🙂

In conclusion, I’m very glad to visit BBW. Want to visit BBW again next year.

Semoga tips ini bermanfaat ya buat kita semua yang mau berburu di BBW yang akan datang.

Thanks for visiting my blog 🙂

Jelajahi Belitung Dengan Garuda Indonesia

Screenshot (24)

Perjalanan ke Belitung pada akhir Maret 2017 merupakan kenangan yang sangaaat manis! Saya takjub dengan keindahan pantai-pantai yang dimiliki Belitung.

Very clean, with its crystal clear water.

Sudah lama kami ingin menjelajahi Belitung. Beruntung suami saya memiliki kartu anggota GarudaMiles Silver. Ini berarti, beliau telah melakukan 10 kali penerbangan / akumulasi perjalanannya mencapai 10.000 tier miles dengan maskapai Garuda.

Nah, pada tanggal 23 Desember 2016, kami mendapatkan info ini :

Screenshot (21)

 

Diskon yang ditawarkan menggiurkan lho, yaitu 90% off! Untuk berangkat dari Jakarta menuju Belitung yang jarak penerbangannya terhitung 4000 miles itu, kami hanya perlu membayar 400 miles. Kalau diuangkan, biaya tiket pesawat-nya sekitar Rp. 300.000/orang (pulang-pergi).

Lumayan banget yaaa mengingat Belitung adalah salah satu heaven on earth-nya Indonesia! Jadilah tanggal 23 Desember, kami langsung meng-issued ticket ke Belitung.

Oia, dari web GarudaMiles.com saya mengetahui beberapa keuntungan dari keanggotaan GarudaMiles Sliver, antara lain :

  • Mendapatkan miles
  • Menghadiahkan award tiket
  • Menukarkan miles dengan Upgrade Award
  • Checkin counter khusus di Bandara Soekarno-Hatta
  • Mendapatkan 5 kg tambahan kuota bagasi
  • Persentase Tier Miles
  • Prioritas dalam daftar tunggu reservasi tiket

Akhir Maret pun tiba, dengan tiket pesawat Garuda Indonesia di tangan, terbanglah kami ke negeri Laskar Pelangi.

Menarilah dan terus tertawa
Walau dunia tak seindah surga
Bersyukurlah pada yang kuasa
Cinta kita di dunia

Selamanya…

Soundtrack film yang diadaptasi dari novel Andre Hirata ini mengiringi perjalanan kami. Belitung, here we cooome!

MODO, HARA DAN POLI

 

Oia by the way, naik Garuda Indonesia itu enak banget ya!

Sambil menunggu waktu boarding anak-anak bisa main dulu di playground-nya. Apalagi pas naik pesawat, selain pelayanannya yang nyaman, anak saya juga senang dapat tiga boneka mungil dari Garuda.

Yaitu boneka Komodo putih, harimau, dan Elang. Modo, Hara dan Poli, boneka-boneka ini menemani perjalanan Aisya. Ia bahkan membuat mini puppet show di pesawat. Hihi, lucu dan seru.

MENJELAJAHI KEINDAHAN BELITUNG

Hari sudah sore saat kami sampai, sehingga kami memutuskan untuk menjelajahi berbagai pulau di Belitung esok harinya.

Pagi sekali kami berangkat menuju Tanjung Kelayang  yang jaraknya sekitar 20 Km dari Centra City Hotel. Lumayan jauh ya? iya, tapi karena jalanan di Belitong ini lengang, jarak 20 Km bisa ditempuh dengan waktu lebih cepat, kira-kira 50 menit-lah, didukung oleh kondisi jalan yang bagus and no traffic jam.

Dari Tanjung Kelayang, kami lanjut naik boat untuk hopping from one island to another island.

Hampir semua pulau yang kami kunjungi pasirnya putih, air pantainya bening dan kondisi sekitarnya bersiiih. Saya rekomendasikan teman-teman yang mau ke Belitung untuk mengunjungi Pulau Lengkuas dan Pulau Pasir.

Pantai yang tak kalah fenomenal adalah Tanjung Tinggi, yang kini lebih dikenal dengan sebutan Pantai Laskar Pelangi. Kami menikmati matahari terbenam disini.

Selain berwisata di pantai, kami juga mengunjungi Museum Kata Andrea Hirata, SD Muhammadiyah Gantong, Pantai Serdang dan Danau Kaolin yang ada di Belitung Timur.

Here are some of the breath-taking photos of Belitung, taken by our camera :

Pulau Lengkuas

Awalnya saya pikir pulau ini dinamakan Pulau Lengkuas karena bentuknya seperti Lengkuas kalau dilihat dari atas mercusuar. Tahu lengkuas kan ? itu lho, bumbu masak yang suka dipakai kalau bikin opor, kari dan tumis-tumisan.

Ternyata analisis sotoy saya itu meleset.

Jadi yang betul adalah, di pulau ini ada mercusuar dan rumah panjang berwarna putih, dahulu orang Belanda menyebutnya “Long House”.

Karena agak sulit melafalkan “Long House”, orang Belitung memanggilnya “Lengkuas”.

Sejak saat itulah pulau ini famous dengan sebutan Pulau Lengkuas.

Pasir di pantai ini lembuuut, di bagian atas yang belum tersentuh air pantai. Di pinggir pantai, pasirnya tidak terlalu lembut tapi juga nggak nempel ke tangan. Ada batu-batu kecil di pantainya sehingga kita, terutama anak-anak harus hati-hati saat berjalan di pantai supaya nggak kecugak kaki-nya.

Pulau Pasir

Ini Belitung atau Maldives sih?

Nggak usah jauh-jauh ke Maladewa disini juga lautnya beniiiing banget. Pulau pasir ini kecil sekali, pulaunya terbentuk dari gundukan pasir putih yaaang kalau diinjak itu lembut sekali.

Ombak di pulau-pulau Belitong cenderung landai jadi relatif aman untuk anak-anak bermain. Suasana disini so peaceful, rasanya ingin berlama-lama disini.. Its so pretty, you have to see it by yourself to feel what I feel. Subhanallah.. Its like a heaven on earth..

Pantai Laskar Pelangi

Pantai laskar pelangi dikenal juga dengan pantai Tanjung Tinggi, di pantainya itu banyak anak-anak dan remaja yang berenang, baik dengan ban biasa, pelampung, juga ban angsa yang lagi hits di foto-foto selebgram, ada juga yang pakai boat karet sambil mendayung.

Kami menahan diri untuk bergabung dengan pengunjung lainnya di pantai karena Ayah mengajak kami mengitari batu-batu granitnya terlebih dahulu.

Kami masuk ke lorong yang terbentuk dari dua batuan yang saling berhadapan, manjat ke batu granit yang agak besar (saya harus ekstra hati-hati karena licin), turun lagi ke bawah dan menyusuri jalan di antara batu granit. Jujur saya kagum sama Aisya yang berani naik-naik ke batu granit dan ber-pose disana.

Museum Kata Andrea Hirata

SD Muhammadiyah Gantong

Screenshot (34)

Pantai Serdang

 

Danau Kaolin

Screenshot (28)

 

Gimanaaa? cantik kan Belitung? This place is a must visit deh!

Makanannya juga, hmm memanjakan lidah deh, terutama buat penyuka ikan. I tried Nasi Gemok, really tasty. Nasinya gurih seperti nasi uduk, disajikan dengan ikan bilis (ukurannya lebih besar dari ikan bilis yang ada di RM Minang) dan kuah santan bercampur Belimbing.

Yummmm 🙂

JELAJAH NUSANTARA BERSAMA SKYSCANNER

Screenshot (35)

Belitung memang ngangenin. Pantainya, angin sepoi-sepoinya, crystal clear water-nya, keramahan orang-orang disana, makanannya yang gurih, juga ketenangan disana.

Ah, pengen kesana lagi jadinya!

Mau mengunjungi Belitung dengan Garuda juga? wah BISA BANGET.

Kamu tinggal klik Tiket Pesawat Garuda daaan kamu akan langsung terhubung dengan situs navigasi gratis dan terpercaya di seluruh dunia, yaitu Skyscanner. Di link tersebut juga ada info tiket promo pesawat Garuda Indonesia lho!

Screenshot (37)

Buruan di kliiik.

Supaya lebih hemat waktu dan uang, kamu juga bisa mengunduh aplikasi gratis Skyscanner. Dengan memiliki aplikasi ini di smartphone-mu, kamu bisa langsung bergabung bersama 60 juta pelancong Skyscanner lainnya.

Di skyscanner, kita bisa membandingkan harga tiket pesawat dari mulai yang tercepat hingga termurah. Ngga hanya tiket pesawat, harga hotel bahkan sewa mobil pun ada. Ada banyak pilihan deh!

Tunggu apa lagi? Yuk segera booking tiket ke Belitung melalui Skyscanner 🙂

Disclaimer : Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh ID Corners dan Skyscanner.

Beauty Is Me With MAKE OVER

Begitu teh Winda mengabari ada Beauty Class di grup ODOP, saya langsung daftar! Satu komunitas mendapatkan 2 free ticket untuk mengikuti workshop yang diadakan oleh salah satu brand make up ternama di Indonesia ini.

And I saved my seat 🙂

Sebetulnya saya jarang sekali pakai make up. Dulu suka, pas nari (tampil di panggung lengkap dengan kostum), ketika nge-MC, saat wisuda dan event-event penting lainnya. Sekarang hampir ga pernah.

Kondangan pun cukup pelembab, bedak dan lip balm.

But however datang ke beauty class seperti ini nambah pengetahuan tentang how to apply a make up for a daily look. Daaan, tahun ini saya memang bikin resolusi untuk ikut kegiatan-kegiatan yang melibatkan blogger (cieh).

Baca juga : Me Time Sehat & Produktif Untuk Ibu

WHAT WE DO ON BEAUTY CLASS

Rangkaian acara Beauty Is Me With Make Over make up ini ada banyak, di antaranya :

  • Lunch
  • Tour in Grand Tjokro Premiere Bandung
  • Sharing session
  • Beauty workshop with make over make up
  • Games
  • Coffee break
  • Doorprize

Buuut, I missed 3 activities above. Aisya baru pulang sekolah jam 12.30, kami berhasil dapat grab pukul 13.00, ditambah Caheum yang masih ada pengerukan pasca banjir dan titik macet lainnya, jadi sampai di hotel sekitar jam 2.

Langsung duduk bareng Ibu-bu di meja bundar. Sudah masuk sesi beauty workshop, jadi langsung praktek aja 🙂

Ibu-ibu di samping saya juga baiiiik banget. Mau ngasi tahu pas saya culang cileung haha (maklum kurang paham). Ok, lanjut yaa.

Baca juga : Eat Clean, Would You?

MAKE OVER PRODUCTS

Di acara ini saya berkenalan dengan many new products dari Make Over, yaitu :

Micellar Water Remover

IMG_20180329_143628

Begitu duduk, saya diminta memakai Micellar Water remover ini untuk menghapus bekas make up. Karena saya gak pakai make up, so ini juga berfungsi untuk menghapus debu yang nempel selama di perjalanan.

Primer Makeover Hydration Serum

IMG_20180329_144133

Ini serum supaya make up yang kita pakai lebih tahan lama. I didn’t use it, beberapa peserta juga ada yang memilih untuk menggunakan ini dan ada juga yang ngga pakai.

Base make up

IMG_20180329_144703

Ada beberapa jenis, jadi saat mau memakai perlu dioleskan ke punggung tangan dulu. Untuk tahu senada atau ngga base make up-nya dengan warna kulit kita.

Foundation

IMG_20180329_144935

Ini juga macam-macam, harus dipilih yang pas. Cara yang benar memakai foundation ini ditepuk-tepuk pakai jari ya, bukan dioleskan ke kulit (kata mba Cindy).

Bedak, Eye Shadow, Pensil Alis, Blush On, Lipstik, Maskara

IMG_20180329_143813

Empat item ini saya sudah familiar. Paling susah sih saat memakai eye shadow, meski sudah diperlihatkan how to-nya, tetap gagal. Peace.

Oya trus, Mba Cindy dari Make Over bilang kalau alis tiap orang itu unik daaan alis kiri kanan kita itu sister and not twins. It means, alis kiri kanan kita pasti ga sama. And that’s totally okay.

Ga perlu menggambar alis gimana-gimana, be you cause beauty is in me. Kalau mau pakai pensil alis ya sesuaikan saja dengan bentuk alis kita 🙂

Eye Liner nude, navy blue dan white

IMG_20180329_145100

Naaah ini nih yang unik! make over punya eye liner putih juga nude! Baru pertama sih lihat ini (ya karena saya jarang ber-make-up tea). Pas dicobain, wah bikin mata lebih fresh gitu ya.

Baca juga : Ayo Membacakan Nyaring 🙂

Btw, Aisya enjoy banget loh di acara ini. Ia menikmati saat-saat mengoleskan base make up dan foundation ke wajah Mami-nya. Menepuk-nepuknya bedak dan menyapukan blush on juga ia lakukan dengan senang hati hahaa..

Untuk make up yang lain, saya aplikasikan sendiri sementara Aisya asik berkeliling. Makasi yaa Aisya, kamu kooperatif banget Kamis pekan lalu.

GAMES

IMG-20180403-WA0002

Bagian TERSERU dari event ini adalah saat games. Saya ngacung buat ikutan games, udah deg-degan khawatir ditanya tentang fungsi make up tapiii ternyata games-nya adalah mendadani panitia dengan MATA TERTUTUP DONG.

Jadi mata saya dan dua peserta lainnya ditutup dengan kain berwarna putih, dan kami diberi lipstik, pensil alis juga eye liner. Punteun ya mba patner (yang di sebelah pakai kerudung hitam), masih lumayan kece kok mba setelah saya ‘pulas’.

BEAUTY CLASS MAKES ME HAPPY

Di event ini saya merasa happy! Selain dapat ilmu baru, saya juga hadiah dari games-nya. Rezeki Aisya solehah Alhamdulillah. Dapat voucher berenang di Grand Tjokro Premiere dan masuk ke mini zoo-nya, sebuah intense matte lip cream make over dan pouch. Yeaay!

Plus goodie bag yang isinya lumayan banget. Ada snack-snack sehat dari Prosana, kalender, note, pulpen dan beberapa flyer. Alhamdulillah wa syukurilah.

Karena tema yang diusung adalah daily look, jadi saat workshop juga kita ditunjukkan cara memakai make yang lebih ke arah natural. Saya masih belum berhasil get a nice daily look with make up sih. Makannya, kalau ada event serupa, mau belajar lagi ah.

Special thanks buat teh Winda yang sudah mengabari info ini. Juga Bunda Intan dari ODOP yang turut serta. What a happy day.

Sorry if this post doesn’t seem like a beauty blogger post. It’s more like I’m sharing the new experience about make up that I got from this event, along with the happiness that I felt. Hopefully it spread out to you too. 

Remember, beauty is me is what’s within 🙂