Arum & Pancakes

Sama halnya dg macaroni schotel yg merupakan hidangan wajib di rumah-rumah di Eropa, pancake juga adalah sejenis menu sarapan bagi orang-orang western.

Dimana, untuk kebanyakan orang Indonesia, macaroni schotel, pancake, spaghetti, zupa-zupa tu yaa cemilan saja. Kudapan yg sehabis/sebelum itu kita akan menggenapkan rasa lapar dengan mengunyah dan memakan nasi ๐Ÿ˜€ termasuk saya lhooo… (ngaku)

Pancake, atau goreng tarigu, menurut prespektif suami saya (haha) adalah makanan yg bahan dasarnya terdiri atas telur & terigu (tuh kan kata suami saya juga “ieu mah tarigu digoreng”), variasi rasa manisnya bisa dicampur susu kental manis/gula tepung dg penambahan baking soda jg susu cair/air biasa.

Topingnya sendiri bisa macam-macam. Ada es krim, madu, susu, dll.

Saya pribadi lebih suka indonesian pancake alias bakwan ๐Ÿ˜€ lebih mengenyangkan, tasty dan kaya isi (ada wortel, kol, bawang daun) hahaa..

Ok, kenapa nih judulnya Arum & Pancake? Karena ada cerita lucu dibalik pembuatan pancake hari ini.

Kemarin, adik saya, Arum berkata, “Mbak, besok aku mau bikin pancake lho sama Jijah”.

Jijah adalah teman sebaya Arum, dan kami bertetangga.

“Jijah punya cetakan pancakenya?”, respon saya.

“Punya”, jawab Arum.

“Jijah punya kocokan telur?”, tanya saya lagi.

“Punya”, jawab Arum lagi.

“Bahan-bahannya udah beli belum? Di rumah udah ada terigu, susu, telur, gula, susu kental manis, mentega, baking powder..”, ucap saya antusias.

“Iih gimana besok aja, Jijah nanti sms bahan-bahannya ke aku”, kata Arum jutek.

“Ooh ok. Besok mau masak jam berapa? Nanti mba lihat ya”, lobi saya, penasaran ingin lihat anak-anak SD ini memasak.

“Ish. Harusnya aku gausa kasih tau mba aja. Ribet nanya-nanya. Besok aku sama Jijah yg mau masak, mba gausa ikutan”, Arum pun melengos pergi.

Esoknya, yaitu hari ini. Tepatnya subuh tadi, saya berpas-pas-an dg Ibu Jijah ketika hendak belanja ke warung.

“Bu, katanya, nanti Arum & Jijah mau masak pancake ya di rumah Arum?”, sapa saya.

“Iya, katanya mbak”, jawab Ibu Jijah.

“Di rumah Arum bahannya sudah lengkap ko Bu, jadi nggak perlu beli lagi. Kalau Jijah biasanya bikin pancake pake gula atau susu ya Bu?”, selidik saya.

“Azizah biasanya kalau bikin pake susu, mbak”, jawab beliau.

“Oh. Ok”, kami pun bertukar senyum.

Pagi, pukul 9, Arum mandi & menelepon Jijah, “Siap yaa. Kita masak. Sekarang beli es krim-nya dulu ke Indomaret”.

“Arum, ntar mbak mau minta ya es krim-nya”, ledek saya.

“Ih ogah!”, dia pun kabur menghindari saya.

Beberapa menit kemudian, datanglah Arum, Jijah, es krim, cetakan pancake & kocokan telur.

Saya duduk santai di ruang tamu menaati instruksi Arum untuk tidak turut campur dalam proses masak memasak Arum & Jijah.

Lalu tiba-tiba Arum menghampiri saya ke ruang tamu sambil membawa cetakan pancake.

“Mba, bantuin”, dia nyengir.

“Lho, kenapa?”, saya bingung.

“Jijah gatau cara bikinnya mba”, adu Arum pada saya.

Saya pun berjalan ke dapur, “Jijah kalau bikin pancake biasanya gimana?”, tanya saya.

“Gatau. Biasanya mami bikinin trus aku tinggal nambahin es krim kalau udah jadi”, jawabannya membuat saya ingin tertawa.

“Kirain mba Ndari, Jijah udah sering buat dan mau ngajarin Arum cara bikin pancake”, ucap saya sambil melirik nakal pada Arum.

“Bantuin! Ntar aku bagi es krimnya sama mbak”, kata Arum.

Hahahaaa…

Jadi, judul acara hari ini adalah, bukan “Arum & Jijah bikin pancake dan mba Ndari ngeliatin”, tapi “Mba Ndari bikin pancake, Arum & Jijah ngeliatin” ๐Ÿ˜€

Saya pun mengambil sederet bahan yg diperlukan & mengajari step by step cara pembuatan pancake supaya next time, Arum & Jijah bisa berkreasi sendiri.

Arum & Jijah saya minta untuk mengaduk adonan secara bergantian, mengolesi cetakan pancake dg mentega dan mencicipi apakah adonannya sudah cukup manis atau belum.

Untung saja tadi pagi dapat bocoran kalau Jijah biasanya menggunakan susu untuk membuat pancake, sehingga saya bisa menyesuaikan. Kan malu kalau panekuk buatan saya ga seenak buatan mamih Jijah ๐Ÿ˜€

Setelah adonan jadi dan di diamkan selama 20 menit, pancake pun siap dimasak dan disajikan.

Setelah matang, diberi toping, Arum & Jijah pun ga sabar mencomot panekuknya.

“Enak ga Jijah, Rum? Kalau yg mamih buat rasanya gini ga?”, tanya saya yg ikut icip-icip.

Arum mengangguk.

“Enak. Iya kalau mamih buat juga rasanya gini”, jawab Jijah.

Aaaahhhh Alhamdulillah ๐Ÿ˜€

image

Advertisements

Protected: 34 Weeks

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Nasihat Luqman pada Anaknya

Bismillahirrahmaanirrahiim

Sudah sekitar 2 minggu yang lalu saya mendapatkan tausiyah ini, namun baru semangat berbagi saat ini.

Semangat yang dipacu oleh habisnya hidangan yang saya buat sore ini untuk keluarga : puding buah & kari sapi.

Subhanallah. Mungkin begitulah heart of a mother ya, senang karena masakan yang dibuat dilahap kenyang oleh orang-orang ๐Ÿ™‚

Back to the topic.
2 minggu lalu diadakan acara 7 bulanan dadakan di rumah ortu saya. Saya yang baru selesai senam hamil oun bergegas menuju rumah di antar suami. Apa daya kantuk merambat, sehingga suamilah yang membantu Ibu menyiapkan box-box berkat, sementara saya terlelap sejenak.

Hubby is the one who really understand me this moment. “Ayah tahu bubun cape habis senam. Istirahat dulu aja, nanti dibangunin”.

Ya Allah, yang Maha Pemberi Rizki, lancarkanlah rizki suami hamba yang baik hati & pengertian. Aamiin ๐Ÿ™‚

“Bun, bangun. Tamu sudah pada hadir”, suami menghentikan mimpi panjang saya yang belum mulai. Dengan muka bantal, saya pun dress up.

Duduklah saya di samping Bu Ade, sang penceramah yang sering mengisi pengajian Ibu-ibu di kompleks saya. Seorang Ibu dari 5 anak & tampak sangat sabar pada anak-anaknya.

Bu Ade ini, saya suka sekali gaya pembawaannya yang nyunda, merakyat dan handap asor. Tak jarang beliau menjadikan dirinya sendiri sebagai contoh dari materi yang diberikan, hal ini membuat peserta pengajian merasa bahwa semua manusia sama. Punya khilaf, tiada yg sempurna.

Perasaan-perasaan yang merekatkan silaturahim di antara para ibu-ibu. That’s why, I also admire her ๐Ÿ™‚ pengen bisa menjadi seperti Bu Ade yang berbagi ilmu kemana-mana. Someday I wish. Aamiin.

Cukup dulu pembahasan tentang beliau. Sekarang, saya mau berbagi apa yang saya dapat di pengajian 7 bulanan ini yaaa ๐Ÿ˜‰

“Mbak Ndari, silakan bacakan surat Luqman ayat 13”, pinta Bu Ade, sambil menyodorkan Al-Qur’an ke tangan saya.

Begitu awalnya hingga beberapa ayat selanjutnya, yang mengandung banyak pesan berharga dalam mendidik anak.

Di bawah ini, saya akan tuliskan potongan ayat beserta petuah di dalamnya. Yuk simak..

Nasihat Luqman pada anaknya:

1. Luqman ayat 13

ูˆูŽุฅูุฐู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูู‚ู’ู…ูŽุงู†ู ู„ุงูุจู’ู†ูู‡ู ูˆูŽู‡ููˆูŽูŠูŽุนูุธูู‡ู ูŠูŽุงุจูู†ูŽูŠู‘ูŽ ู„ุงูŽุชูุดู’ุฑููƒู’ ุจูุงู„ู„ู‡ู ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุดู‘ูุฑู’ูƒูŽ ู„ูŽุธูู„ู’ู…ูŒ ุนูŽุธููŠู’ู…ูŒ(13)

Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kelaliman yang besar“.

Hal pertama yang harus kita ajarkan sebagai seorang parent kepada anak kita adalah mengajarkan anak kita untuk menyembah Allah dan tidak memperkenankan anak kita mempersekutukan Allah.

2. Luqman ayat 14

ูˆูŽูˆูŽุตู‘ูŽูŠู’ู†ูŽุงุงู„ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ูŽ ุจููˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู’ู‡ู ุญูŽู…ูŽู„ูŽุชู’ู‡ู ุฃูู…ู‘ูู‡ู ูˆูŽู‡ู’ู†ู‹ุง ุนูŽู„ูŽูŠ ูˆูŽู‡ู’ู†ู ูˆูŽููุตูŽุงู„ูู‡ู ูููŠ ุนูŽุงู…ูŽูŠู’ู†ู ุฃูŽู†ู ุงุดู’ูƒูุฑู’ู„ููŠ ูˆูŽู„ููˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู’ูƒูŽ ุฅูู„ูŽูŠู‘ูŽ ุงู„ู…ูŽุตููŠู’ุฑู(14)

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

Tepat setelah menyembah Allah & tidak mempersekutukan-Nya, hal kedua yang perlu kita ajarkan pada anak kita adalah : berbuat baik pada orang tua kita.

Oleh karena itu, yuuuk kita perbaiki sikap kita pada ortu kita agar anak kita pun memuliakan kita sebagai ortu nantinya.

3. Luqman ayat 16

ูŠูŽุงุจูู†ูŽูŠู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽู‡ูŽุงุฅูู†ู’ ุชูŽูƒู ู…ูุซู‚ูŽุงู„ูŽ ุญูŽุจู‘ูŽุฉู ู…ูู† ุฎูŽุฑุฏูŽู„ู ููŽุชูŽูƒูู†ู’ ูููŠ ุตูŽุฎู’ุฑูŽุฉู ุฃูŽูˆ ูููŠ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽูˆูŽุงุชู ุฃูŽูˆ ูููŠูŽ ุงู„ุฃูŽุฑู’ุถู ูŠูŽุฃู’ุชู ุจูู‡ูŽุงุงู„ู„ู‡ู ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ู„ูŽุทููŠููŒ ุฎูŽุจููŠุฑูŒ(16

โ€œWahai anakku, sesungguhnya jika ada seberat biji sawi, dan berada dalam batukarang atau dilangit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya, Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

Hal sekecil apa pun akan Allah ketahui. Oleh karena itu, tanamkanlah pada diri kita & anak kita untuk senantiasa berbuat baik meski sekecil biji zarah, karena Allah senantiasa tahu & mencatat amal kita.

4. Luqman ayat 17

ูŠูŽุงุจูู†ูŽูŠู‘ูŽ ุฃูŽู‚ูู…ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉูŽ ูˆูŽุฃู…ูุฑ ุจูุงู„ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู ูˆูŽุงู†ู’ู‡ูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ู…ูู†ูƒูŽุฑู ูˆูŽุงุตุจูุฑ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ุฃูŽุตูŽุงุจูŽูƒูŽ ุฅูู†ู‘ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ู…ูู† ุนูŽุฒู…ู ุงู„ุฃูู…ููˆุฑู(17)

โ€œ Wahai anakku, laksanakanlah shalat dan perintahkanlah mengerjakan yang maโ€™ruf dan cegahlah dari kemunkaran dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal diutamakan”

Selanjutnya, mintalah anak kita untuk: (1) melaksanakan shalat,
(2) menyeru pada kebaikan (ma’ruf) & menjauhi kemungkaran. Bukan malah menyuruh anak kita melakukan hal yang buruk,
(3) sabar

5. Luqman ayat 18

ูˆูŽู„ุงูŽุชูุตูŽุนู‘ูุฑ ุฎูŽุฏู‘ูŽูƒูŽ ู„ูู„ู†ู‘ูŽุงุณู ูˆูŽู„ุงูŽุชูŽู…ุดู ูููŠ ุงู„ุฃูŽุฑุถู ู…ูŽุฑูŽุญู‹ุง ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ู„ุงูŽูŠูุญูุจู‘ู ูƒูู„ู‘ูŽ ู…ูุฎุชูŽุงู„ู ููŽุฎููˆุฑู(18)

โ€œDan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.โ€

Ternyataaa.. sombong itu nggak kece di hadapan Allah. Mari kita berusaha untuk menjadi pribadi yang bersahaja sehingga anak kita pun akan meneladani akhlak kita.

6. Luqman ayat 19

ูˆูŽุงู‚ู’ุตูุฏู’ ูููŠ ู…ูŽุดู’ูŠููƒูŽ ูˆูŽุงุบู’ุถูุถู’ ู…ูู† ุตูŽูˆุชููƒูŽ ุฅูู†ู‘ูŽ ุฃูŽู†ูƒูŽุฑูŽุงู„ุฃูŽุตู’ูˆูŽุงุชู ู„ูŽุตูŽูˆุชู ุงู„ุญูŽู…ููŠุฑู(19

โ€œDan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.โ€

Guys.. guys.. para orang tua terutama, Allah memerintahkan kita untuk bertutut kata yang lembut (bukan yg kasar).

Berkata yg keji, kotor dan kasar itu tidak dianjurkan, begitu pula dengan bersuara keras apalagi marah sampai bersumpah serapah pada anak.

Dan, stay humble no matter how rich or famous we are.

Semoga dengan kita mengetahui kandungan surat Luqman ini, kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Sebagai anak & sebagai orang tua. Utamanya, sebagai hamba Allah.
Aamiin.

Let’s have more practice to apply those 6 messages. Smangaaat!

Sekian cuplikan dari acara nujuh bulan saya ๐Ÿ™‚ thanks for reading yaaa.

image