Eat Clean, Would You?

“Everyone have to spend a quality time in the kitchen” – Dr. Joe Mercola

Saya adalah tipe Ibu yang tidak buru-buru meminumkan obat ketika anak sakit. Jika Aisya demam, biasanya akan saya susui (ini saat masih menyusu ya). Dan demam-nya insya Allah turun esok paginya.

Bila Aisya batuk pilek, saya suka memeras jeruk lemon di-mix dengan jeruk manis plus air hangat. Lalu tubuhnya saya balur dengan minyak telon dan berjemur bersama di pagi hari.

Kadang di uap kalau dahak-nya agak parah. Sebisa mungkin ditangani dengan mengkonsumsi buah, sayur, susu Bear Brand, makan banyak dan istirahat cukup.

Pernah sekali waktu Aisya sakit dan agak susah menelan, saya putar otak membuatkannya jus dan smoothies. Alhamdulillah masuk dan Aisya sehat kembali.

Obat hanya saya berikan untuk special case, seperti ketika panasnya sangat tinggi. Ini pun jarang berhasil, karena seringnya Aisya memuntahkannya kembali.

Alhamdulillah, saya bersyukur Allah selalu menjaga dan melindungi Aisya.

Sebetulnya saya kurang suka menelan obat maupun vitamin, kayaknya gara-gara ini deh saya memilih memberi treatment alami dulu pada Aisya sebelum sampai pada opsi terakhir, yaitu me-minum-kan obat.

Dan beruntungnya, Sabtu 16 Desember 2017 kemarin, saya dapat pencerahan lagi soal nutrisi dan hubungannya dengan kesehatan.

Acara yang bertajuk “Obat vs Vitamin – Benarkah obat satu-satunya cara untuk menyembuhkan?” ini adalah kelas keluarga yang dipersembahkan oleh Make It Happen Organizer. EO-nya ibujerapah dan teman-temannya.

Seneng banget deh ketemu sama productive mom yang satu ini lagi setelah minggu lalunya ketemu di talkshow Me Time Sehat & Produktif Untuk Ibu.

Baca juga : Me Time Sehat & Produktif Untuk Ibu

Nathan McCullough – nutrisionis dari USANA hadir bersama kedua rekannya di event ini. Sayangnya karena beliau belum bisa berbahasa Indonesia, jadi Mba Jen dan Mba Mia yang banyak memberikan penjelasan.

Acara dimulai dengan nonton bareng “That Vitamin Movie”, sebuah film dokumenter yang memuat profil dan pengalaman para Dokter yang menggunakan vitamin sebagai treatment untuk pasien mereka.

Vitamin ini juga mereka konsumsi sehari-hari, pada orang yang sakit dosis-nya dinaikkan. Mereka memakai vitamin sebagai pengganti obat.

THE DOCTORs AND VITAMIN 

IMG_20171217_113705

Dr. Myron Wentz – founder of USANA

Berikut saya rangkum, pengalaman dari beberapa Dokter yang mereka bagi di That Vitamin Movie.

Dr. Andrew Saul – doctoryourself.com

Dr. Andrew Saul meyakini bahwa, “Vitamin is cheaper, more effective, and safe”.

Ini kalau dikomparasi dengan biaya pengobatan yang besar. Obat-obatan yang diberikan pada pasien pun kadang beragam. Ada antibiotik dan obat lain untuk menangkal efek samping yang ditimbulkan.

Lebih lanjut lagi, Dr. Andrew Saul mengatakan, jika tubuh kita sakit, nutrisi dalam tubuhnya yang harus diperbaiki. Dengan nutrisi yang cukup, proses penyembuhan akan berlangsung lebih cepat.

Beliau tidak pernah memberi antibiotik pada anak-nya, Helen, hingga ia dewasa. Kini Helen sudah berkeluarga.

Baik Dr. Andrew, putrinya Helen dan kedua cucu-nya rutin mengkonsumsi vitamin C. setiap hari, beda dosis ya. Pada anaknya yang masih balita, Helen memberi vitamin C yang chew-able.

Yang Dr. Andrew lakukan saat anak dan cucu-nya sakit adalah memberi high dose of vitamin C. Namun selain meneguk vitamin C, Dr. Andrew juga mengkonsumi banyak suplemen lain, seperti Vit A, Vit B, Vit D, dan lain-lain.

Karya Dr. Andrew Saul yang telah terbit di bidang Natural Health, antara lain : The Vitamin Cure, Doctor Yourself – Natural Healing That Works, Vegetable Juicing For Everyone, Vitamina C dan banyak lagi.

Dr. Joe Mercola – mercola.com 

Dr Joe Mercola menempuh pendidikan Dokter hingga akhirnya beliau berubah haluan menjadi seseorang yang bergerak di bidang Natural Health.

Beliau mengatakan, “There is a simple way to be healthy”.

Dr. Joseph Mercola ini juga yang bilang kalau makanan yang sehat itu berasal dari sekitar kita (lokal), jika bisa kita tanam, dimasak sendiri, dan tidak diproses terlalu lama. Sehingga makanan yang kita lahap lebih sehat.

Kini beliau bergerak di Natural Health, yaitu proses penyembuhan tanpa obat dan menggunakan vitamin.

Menurut beliau industri obat itu bernilai triliunan dolar dan obat ini fungsinya menghilangkan gejala. Berbeda dengan nutrisi dari makanan dan vitamin yang dapat menyembuhkan secara fundamental.

Sayer Ji – sayerji.com

Dalam That Vitamin Movie, Sayer Ji mengatakan, ketika kita men-treat diri dengan obat, secara tidak sadar kita telah melatih diri untuk menjadi lemah. Akibatnya tubuh malas fight back virus yang masuk ke tubuh karena sudah ditangani oleh anti-biotik.

Alan Gaby – doctorgaby.com

Dr. Alan Gaby pada awalnya mengobati pasiennya menggunakan obat. Kemudian beliau beralih ke Natural Healing. Beliau melakukan 30.000 penelitian dan menemukan bahwa nutrisi adalah cara paling aman untuk menyembuhkan orang yang sakit.

Dari total 6000 pasien, 80%-nya pulih kembali dengan mengkonsumsi vitamin.

WHAT KIND OF VITAMIN C THAT CAN CURE OUR BODY?

IMG_20171217_125644

Berfoto bersama Nathan dan tim USANA

Dari pemaparan Dokter-dokter di atas, kayaknya minum vitamin itu menjamin hidup kita lebih sehat ya. Tapiii what kind of vitamin sih yang bagus buat kita konsumsi?

Ga bisa sembarangan juga lho. Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan, seperti :

  1. Proses produksi
  2. Pengemasan

Proses pengemasan, produksi dan kualitas yang bagus pasti berimbas pada harga. Mba Jen salah seorang pengguna USANA bilang, USANA merupakan suplemen yang didapatkan dari ekstrak bahan-bahan alam asli. Dan diproses dengan aturan yang ketat.

Tahun ini misalnya, China mempercayakan nutrisi dan gizi atlet-atletnya untuk diatur oleh tim dari USANA. Ini membuktikan kalau USANA sangat terpercaya di kancah Internasional sebagai suplemen yang berkualitas.

“Perhatikan aja, kalau dalam satu botol isinya banyak, botolnya besar dan harganya murah, wah hati-hati bisa jadi suplemen yang Ibu-ibu minum bukan dari ekstrak alami alam”, begitu pesan Mba Jen.

Noted ya Bu, kalau mau mengkonsumsi suplemen, pastikan dulu kualitasnya. Kalau proses pengolahannya kurang baik ntar kasihan ginjal kita.

Baca juga : The Triune Brain & Sidik Jari Aisya

Oia, mba Jen ini menggunakan USANA pasca operasi karena ada masalah dengan usus-nya. Beliau juga pernah mengidap kanker dan memiliki kista. Dokter menganjurkannya untuk mengubah pola makan. Menerapkan eat clean agar sel-sel yang tidak sehat dalam tubuhnya tidak berkembang.

Kemudian Mba Jen belajar hidup sehat dan mengkonsumsi suplemen dari USANA.

“Kanker itu tidak se-mengerikan yang kita kira. Kanker itu berhubungan dengan metabolisme tubuh. Ada sel yang tidak sehat di dalam tubuh kita. Agar sel tersebut menjadi sehat lagi, metabolisme tubuh harus membaik. Agar metabolisme tubuh berjalan dengan baik, nutrisinya harus ditambah”, ucap beliau.

Sekarang mba Jen sudah sembuh dari kanker yang sempat dideritanya dan kista dalam tubuhnya juga mengecil. Kini beliau aktif mengedukasi perempuan Indonesia mengenai pentingnya nutrisi untuk kesehatan keluarga dan bergabung dengan USANA family.

Eat Clean, Would You?

IMG_20171217_115236

 

“You are what you eat.
Every bite that you take
is either fighting disease or feeding it”

– USANA

Pola hidup sehat nampaknya mulai booming sekarang. Banyak restoran mulai menawarkan makanan sehat. Sosial media pun ikut menggaungkan tema pola hidup sehat.

Teman saya ada yang sudah mencobanya. Ia hanya sarapan dengan jus, sayur kukus dan booster. Keren ya.

Berhubung saya masih agak gamang untuk mengkonsumsi segala pil, baik obat maupun suplemen jadi untuk sekarang saya akan berusaha menjaga nutrisi yang masuk ke dalam tubuh saya dan keluarga, terutama anak-anak.

Baca juga : Sayur Pecel Rumahan

Belum bisa eat clean kayak teman saya itu sih, but at least i tried to serve healthy food at home 🙂

Melalui kelas keluarga ini saya diingatkan dan mendapatkan beberapa masukan yang bisa saya lakukan di rumah dalam rangka menjaga hidup dan makan lebih sehat, seperti :

  1. Gizi adalah hak anak. Kalau Ibu tidak memberi makanan yang bernutrisi untuk anak, maka sang Ibu harus siap akan dampak yang anak alami di masa depan. Berkaca pada Mba Jen, beliau juga cerita kalau kanker-nya itu disebabkan oleh pola makannya sejak kecil. It’s not just come last month. Penuturan Mba Jen ini membulatkan tekad saya untuk menyediakan makanan bergizi di rumah dan memastikan Aisya ga sering jajan micin. Sekarang masih suka beli tahu bulat sih kadang-kadang.
  2. Semakin berwarna apa yang kita makan, semakin tinggi anti-oksidannya dan ini bagus untuk tubuh. Akan lebih baik kalau kita banyak mengkonsumsi buah dan sayur. Jika bisa masak sayurnya direbus saja, atau di sop, dibikin soto dengan sedikit gula dan garam. Ulek bumbu sendiri, usahakan tidak pakai penyedap rasa. Kayaknya saya masih rada berat ninggalin penyedap rasa kesayangan, hihi. As for me, asal ga over aja pemakaiannya. Secukupnya gitu.
  3. Hindari fast food, makanan yang sudah diproses sedemikian rupa kadar nutrisinya berkurang. Take time to cook our own food.
  4. Jika bisa, konsumsi jeruk lemon setiap hari. Jeruk lemon ini memiliki kandungan vitamin C yang tinggi, sehingga dapat meningkatkan kekebalan tubuh.
  5. Kurangi makan daging, karena kandungan asam-nya tinggi.
  6. Memenuhi kebutuhan omega-3 yang bagus untuk otak. Bisa dari ikan-ikanan seperti ikan Salmon.
  7. Mengurangi penggunaan pewangi pakaian, karena racunnya tinggi. Dan memilih sabun cuci piring yang busa-nya tidak terlalu banyak, semakin banyak busa, makin tinggi pula racunnya.
  8. Lebih banyak minum air putih daripada teh dan kopi.

Ini mah tambahan, buat penyuka pisang, ternyata Pisang Kepok yang dikukus itu nutrisinya tinggi banget lhooo.

Nah itu dia 8 hal yang bisa kita (khususnya saya) lakukan di rumah untuk mendapatkan hidup yang lebih sehat.

Okeeey, semoga oleh-oleh Kelas keluarga ini bermanfaat ya. Gimana pun cara kita untuk hidup sehat, itu adalah ikhtiar kita dalam menjaga tubuh yang dititipkan Allah ini. Cara kita mengobati diri ketika sakit juga beragam, ini tergantung sama belief kita juga ya.

Mengkonsumi suplemen seperti yang Dokter-Dokter di atas lakukan adalah salah satu alternatif. Ada banyak alternatif yang lain, seperti minum obat, minum jamu dan lain-lain. Mau pakai suplemen/obat/jamu, itu kembali pada pertimbangan masing-masing ya.

Last, thank you USANA team and Teh Dece for inviting me to this event.

So, Moms, shall we start our healthy lifestyle today? 🙂

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Peaceful Hobbiton – The Shire

Screenshot_2017-12-19-22-41-17

Mengunjungi Hobbiton – The Shire adalah pengalaman yang paling mengesankan buat suami saya ketika berkesempatan mengikuti training di New Zealand.

Beliau berangkat bersama beberapa rekan kantornya untuk mengikuti Diklat di University Of Auckland. Di sela-sela padatnya aktivitas juga tugas, suami dan rombongannya menyempatkan diri berjalan-jalan ke Hobbiton.

Baca juga : Trip SERU Ke Langkawi

Penggemar film The Lord Of The Rings dan The Hobbit pasti familiar dengan tempat ini. The Lord Of The Rings sendiri adalah film yang sukses bikin saya nangis selama seminggu setelah ditonton. Setting-nya, story-nya, backsound-nya, dan soundtrack yang dinyanyikan oleh Enya bikin saya merinding aja gitu.

 

Meskipun saya ngga ikut ke New Zealand, Alhamdulillah suami mau berbagi sedikit cerita, banyaknya sih foto-foto.

Untuk sampai ke Hobbiton, suami dan rekan-rekannya menyewa van, van yang sama dengan yang menjemput mereka ke Bandara. Biayanya sekitar Rp. 600.000,- ketika dirupiahkan.

Harga tiket masuk Hobbiton sendiri dibanrol dengan harga Rp. 700.000,-/orang.

Baca juga : Island Hopping Di Belitong

It’s very beautiful“, kata suami. Setuju ga Moms? 🙂

 

Nah, area danau di bawah ini disebut Matamata. Berdasarkan penuturan suami, Matamata adalah sebuah desa kecil di Waikato, Hamilton, New Zealand. Di danau inilah Green Dragon bersemayam.

Baca juga : 9 Makanan Yang Wajib Kamu Coba Saat Ke Bangkok

Matamata mulai dikenal dunia setelah kehadiran The Hobbit. Rencananya bagunan di area ini akan dihancurkan selepas syutingnya selesai karena dikhawatirkan akan menganggu habitat alam. Namun warga desa Matamata menginginkan area Hobbiton tetap dipertahankan. Untung sekali lho area ini tidak jadi dipugar, karena hingga saat ini Hobbiton malah menjadi lokasi wisata andalan di New Zealand 🙂

Screenshot_2017-12-19-22-40-49

Gimana? pemandangan disini memanjakan mata banget yaa.

Baca juga : 5 Hal Menarik Dari Farmhouse Lembang

Oya, selama mengikuti training di Auckland, suami bersama kolega-nya menginap di Adina Apartement Hotel. Untuk belanja, suami saya suka ke Queen Street dan Downtown Supermarket.

Kualitas keju dari New Zealand terkenal bagus, Alhamdulillah suami membelinya untuk oleh-oleh. Kreasi menggunakan keju Chesdale ada di dua resep ini Penne Carbonara With Grilled Salmon dan 25 Mins Lasagna

Silakan dilirik-lirik ya Moms.

Okey, sampai disini dulu cerota travelingnya suami ya. Semoga bermanfaat.

 

 

Me Time Sehat & Produktif Untuk Ibu

TalkshowMeTime4

“Let’s raise children who won’t recover from their childhood”

– Pam Leo

Quote ini menohok sebagian peserta talkshow yang menyimak. Tak terkecuali saya. Dan inilah hasil tangkapan pikiran yang dapat saya tuangkan dalam bentuk tulisan. Sebuah refleksi sederhana dari Talkshow Me Time Sehat & Produktif Untuk Ibu.

Talkshow ini merupakan even perdana yang Tim 33 Kisah Me Time adakan di Bandung. Kontributor yang mengisi acara ini adalah Elma Fitria, Dessy Natalia, Shanty Dewi Arifin, dipandu oleh saya sebagai moderator.

Beberapa kontributor lain pun hadir untuk menghangatkan suasana di salah satu ruangan dengan kursi warna-warni di dalam Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kota Bandung, Sabtu, 9 Desember 2017 lalu.

Penasaran dengan isi bukunya? bisa mampir dulu kesini ya 33 Kisah Me Time – Perjalanan Ibu Bahagia

TalkshowMeTime1

Talkshow ini dibuka secara resmi oleh teh Shanty selaku Ketua dari ODOPfor99days. Tulisan-tulisan beliau dapat dilihat di shantystory.com

Beliau menjelaskan awal terbentuknya Komunitas Berlatih Menulis One Day One Post ini. Dan berujung pada mengapa kami memilih tema Me Time sebagai buku pertama kami.

Kira-kira kenapa, Moms?

Ya, karena Me Time ini merupakan kebutuhan para Ibu.

Bapak-bapak juga pasti butuh waktu menyendiri, but do you know Moms? kalau ternyata depresi itu lebih banyak dialami oleh perempuan lho.

Mengenai Me Time Sehat Dan Produktif sebagai sarana agar Ibu terhindar dari depresi dijelaskan lebih banyak oleh teh Dessy.

ME TIME YES, DEPRESI NO – Dessy Natalia

 

 

Dessy Natalia atau yang lebih dikenal melalui blog-nya ibujerapah.com adalah seorang Ibu tunggal yang berprofesi sebagai pengajar di Telkom University. Beliau juga aktif di berbagai kegiatan yang berhubungan dengan literasi dan volunteering.

Ketika beliau sudah duduk menemani saya di depan, saya sempat menanyakan tentang nama bekennya : Ibu Jerapah.

Kok memilih Ibu Jerapah sebagai personal branding? ternyata beliau pernah melihat tayangan dimana Ibu Jerapah melindungi anak-anaknya dari harimau seorang diri. Ibu jerapah itu terus menghentak-hentakan kakinya hingga harimau-harimau tersebut pergi. Sejak saat itu, teh Dessy termotivasi menjadi seperti Ibu Jerapah yang strong.

Kita lanjut bahas tentang hubungan antara depresi dengan me time ya.

Definisi Depresi

Depresi adalah salah satu gangguan kesehatan mental yang terjadi sedikitnya selama dua minggu atau lebih yang memengaruhi pola pikir, perasaan, suasana hati (mood) dan cara menghadapi aktivitas sehari-hari. Ketika mengalami depresi kita akan merasa sedih berkepanjangan, putus harapan, tidak punya motivasi untuk beraktivitas, kehilangan ketertarikan pada hal-hal yang dulunya menghibur, dan menyalahkan diri sendiri.

Ciri-ciri Umum-nya antara lain :

  • Kehilangan selera untuk menikmati hobi.
  • Merasa bersedih secara berkepanjangan.
  • Mudah merasa cemas.
  • Merasa hidup tidak ada harapan.
  • Mudah menangis.
  • Merasa sangat bersalah, tidak berharga, dan tidak berdaya.
  • Tidak percaya diri.
  • Menjadi sangat sensitif atau mudah marah terhadap orang di sekitar.
  • Tidak ada motivasi untuk melakukan apa pun.
  • Berpikir atau mencoba bunuh diri

Sumber : alodokter.com

Nah, teh Dessy Natalia mengatakan depresi itu ada dua, yaitu depresi ringan dan berat. Dan buat Ibu-ibu yang sulit membayangkan depresi itu seperti apa, anggap saja depresi itu seperti Dementor – sang penghisap kebahagiaan dalam cerita Harry Potter.

In short, saat seseorang mengalami depresi, ia tidak lagi merasa bahagia dengan aktivitas yang dilakukannya.

Oleh karena itu, agar tidak merasa depresi, carilah cara agar kita bisa merasa bahagia. Salah satunya dengan ber-me-time, yang tentunya baik untuk kesehatan jiwa dan raga.

Satu lagi saran teh Dessy, jangan pernah sendiri. Carilah teman atau komunitas tempat kita bisa ngobrol, sharing dan mengembangkan diri. Woman empower each other.

Baca juga : Bunda, Kenapa Marah?

Apakah Teh Dessy Pernah Merasa Depresi? 

Pernah, tapi tidak beliau sadari. Selepas perceraian, Dessy masih tetap sibuk dengan kuliah S2, tesis dan mengurus anak. Ia merasa baik-baik saja. Padahal sesungguhnya ia sedang membangun gunung stress, begitu papar beliau.

Begitu lulus dan mendapat gelar master, barulah depresinya terasa. Sikapnya mulai berubah pada anak dan keluarga terdekat. Hal ini tidak terlepas dari inner child-nya.

How To Overcome It?

Untuk menangani depresinya ini, teh Dessy mencoba berbagai terapi, dan yang terakhir kali dijajal adalah self-healing. 

Beliau juga menyampaikan, Bu Elly Risman pernah mengatakan, “Temuilah inner-childmu, peluklah ia dan berdamailah dengannya”.

Setelah melalui proses terapi dan berdamai dengan inner child-nya, teh Dessy merasa depresinya berangsur-angsur hilang. Ia pun tergerak untuk melihat sisi positif dari hidupnya.

“Selema-lemahnya kita, ternyata kita teh masih bisa memberi untuk orang lain”, ucao beliau.

Dari sinilah kemudian teh Dessy menemukan sarana me time-nya, yaitu melalui kegiatan volunteering. Ada kebahagiaan luar biasa yang beliau dapatkan ketika menjadi sukarelawan.

Dan ternyata ini berhubungan sama bakat beliau lho, hasil analisa yang beliau lakukan via temubakat.com menunjukkan bahwa sifat suka melayani pada diri teh Dessy ini presentasenya paling tinggi.

Wah, ternyata cara kita ber-me-time juga dipengaruhi oleh bakat kita ya?

Masa sih? coba kita simak pemaparan teh Elma berikut ini ya.

MENGENAL ME SEBELUM ME TIME – Elma Fitria

 

 

Elma Fitria adalah Ibu dari 4 orang anak, seorang Ibu Rumah Tangga, praktisi Strength Based Life & Talents Mapping. Blog beliau elmafitria.wordpress.com silakan dikunjungi ya 🙂

Menurut teh Elma, Me Time yang sehat dan produktif adalah me time yang membuat ibu merasakan tiga hal, yaitu :

  1. Tenang
  2. Senang
  3. Berkembang

Me time yang tepat memberikan unsur relaksasi, dan setelah kita merasa rileks, kita bisa lebih meng-aktualisasi diri.

Mengenali diri kita ternyata membantu kita menemukan me time yang cocok dengan bakat kita. Contohnya keselarasan antara bakat teh Dessy dan kebahagiaan yang ia dapat dari menjadi sukarelawan.

Kalau teh Elma gimana? bakat beliau yang paling menonjol adalah berpikir. Beliau senang dan terus berpikir bahkan ketika sedang bergerak. Sehingga me time yang pas untuk beliau adalah duduk sejenak, sendirian, di tempat hening lalu merenung.

Jika setiap hari teh Elma memiliki waktu me time seperti ini, esok harinya ia akan siap berhadapan dengan ke-empat anaknya yang hampir tiap 5 menit sekali memanggil, “Bunda.. Bunda.. Bunda”.

Yang sulung mau apa, yang kedua kebutuhannya apa, anak ketiga dan keempat maunya apa 🙂

Beliau mengatakan, “Sadar gak Bu, kenapa tidak ada satu pun orang yang sama persis di dunia ini? itu karena ketika Allah meniupkan ruh pada rahim Ibu, Allah juga membekali jabang bayi tersebut dengan spesifikasi masing-masing. Ini yang membuat bakat tiap orang berbeda, Ibu yang satu dengan yang lain tidak sama, tantangan yang di hadapi juga berbeda”.

Tanyalah pada diri sendiri, “What kind of mother I will be?”.

Kenali potensi diri kita, agar kita bisa menjadi the best version of us.

Sejujurnya di part ini, saya jadi paham sih, kenapa Ibu-ibu teh ada yang lebih cocok buka usaha, bisnis, jadi pengajar, bergerak di lapangan, kerja kantoran termasuk ibu rumah tangga.

Dalam talkshow ini, teh Elma juga memberi simulasi sederhana untuk mengetahui what kind of person we are melalui pertanyaan-pertanyaan berikut ini :

“Apakah kita suka bertemu orang?”

“Kita lebih suka berpikir atau bertindak?”

“Lebih sering menggunakan otak kanan/kiri?”

“Suka aktivitas indoor atau outdoor?”

Nah dari pertanyaan sederhana ini akan muncul presentase-presentase.

Saya sendiri merasa lebih nyaman di rumah, suka bertemu orang, lebih sering menggunakan otak kanan dan prefer aktivitas di dalam ruang. I think this is why saya senang menjadi Ibu Rumah Tangga dan saling mengunjungi dengan teman-teman saya.

Teh Elma juga berpesan, agar mejadi Ibu yang bahagia, selain meluangkan waktu untuk me time yang menyenangkan juga produktif, kita perlu berdamai dengan inner child kita. Sama seperti anjuran teh Dessy ya.

Another kicking line yang saya ingat adalah

“Kita mau menabung trauma atau kebahagiaan pada anak kita?”

the choice is ours.

Baca juga : Belajar Jadi Ibu & Bersenang-senang Dengan Anak

KESIMPULAN

Kesimpulan yang bisa saya ambil dari talkshow ini adalah, untuk membesarkan anak dengan bahagia, seorang Ibu perlu merasa bahagia. Artinya jauhkan diri dari hal yang bikin depresi. Salah satu caranya adalah dengan meluangkan waktu untuk me time. Harapannya me time ini bisa me-recharge semangat dan bikin kita happy.

Dan dengan happiness yang kita rasakan ini, kita memiliki lebih banyak energi untuk bisa produktif dalam keseharian kita. Baik sebagai IRT, Ibu bekerja, Ibu berbisnis dan lain-lain.

Segini yang bisa saya bagi. Bakal lebih luar biasa feel-nya saat ketemu sama dua Ibu keren ini secara langsung. Saya sampai terharu saat talkshow. Antara merinding dan terinspirasi dari keduanya.

Jazaakumullah buat teh Shanty, teh Elma dan teh Dessy juga semua kontributor dan pembaca 🙂

Special thanks also buat teh Wilda, untuk desain flyer, spanduk dan banner yang kece serta foto-fotonya.

 

DIY KARTU ANGKA

DIY Kartu Angka

Semenjak Aisya bersekolah, saya jarang membuat karya bersama. Karena di Kelompok Bermain, kegiatan ini dilakukan selama 3 hari dalam seminggu. Karya terakhir yang sempat saya dokumentasikan adalah DIY Tumblr Lamp Made By Aisya dan DIY Pop Up Book : Banana Oat Pancake Made By Jasmine

Di sekolah, Aisya suka keluar kelas untuk menunjukkan hasil karya-nya.

2 minggu terakhir ini tema-nya tumbuhan, Aisya diperkenalkan pada bagian-bagian bunga, mewarnai daun, termasuk menanam kecambah.

Sebelumnya topik di sekolah membahas tentang makanan 4 sehat 5 sempurna. Pada minggu tersebut anak-anak membuat nasi goreng dari potongan kertas warna-warni yang ditempel di atas sebuah piring dan piringnya diwarnai. Dan diberitahu mengenai jenis-jenis sayuran juga makanan yang mengandung protein.

Membolongi kertas menggunakan tusukan, menjahit, meronce, melukis dan lain-lain juga sudah dilakukan di sekolah. Saya rasa ini sudah meng-cover kegiatan bikin karya.

Sehingga pulang sekolah, agenda Aisya adalah do fun learning yang lain, mostly bermain. Main apa saja (masak-masakan, golf, bengkel, sepeda, dokter-dokteran, macam-macam deh) dengan teman/saya. Sering juga menyusun puzzle, membaca buku, atau mengisi buku-buku yang di dalamnya ada banyak sarana untuk Aisya mengenal huruf, angka, mencari perbedaan dan persamaan, mencari jalan, meyambungkan garis, mix and match, menempel stiker dan lain-lain.

Aisya suka sekali mengerjakan buku/majalah seperti ini.

Nah, minggu lalu Alhamdulillah saya bisa menyempatkan diri untuk membuat DIY Card Number, ngga dibantu Aisya sih. Awalnya saya ingin Aisya yang mewarnai gambar lego-nya. Namun Aisya lagi asik dengan hal lain, jadi saya selesaikan sendiri.

Ide bikin DIY Kartu Angka ini saya dapatkan dari akun instagram 5mins.craft

Tujuan Bikin DIY Kartu Angka

Tujuannya lebih ke mengenalkan angka ke Aisya.

Supaya tahu aja. Selain di sekolah mulai dikenalkan pada angka, Aisya juga tertarik pada angka (kalau lagi nelepon Akung-nya suka mencet nomor sendiri) dan sudah bisa menulis angka 1, 2 3.

So far Aisya sudah tahu angka 1-5, untuk 6-10 masih meraba-raba.

Alasan lain ya karena sudah lama ngga bebikinan, trus ini buatnya mudah. Cukup bermodalkan kertas gambar dan spidol warna-warni saja. Yang lebih asik saat dimainkan.

Bahan dan Cara Membuat Untuk Membuat DIY Kartu Angka

Alat dan Bahan :

Hanya tiga bahan yang kita butuhkan untuk membuat DIY Card Number ini ya, yaitu :

  1. Potongan kertas dari buku gambar
  2. Spidol warna warni
  3. Gunting

Saya pakai potongan kertas dari buku gambar karena cukup tebal. Kalau Ibu-ibu mau pakai HVS bisa saja, agar lebih keras bisa menempelkan kertas karton di belakangnya.

Cara Membuat :

  1. Guntinglah kertas dari buku gambar besar, lalu potong kecil-kecil. Masing-masing berbentuk persegi panjang. Saya hanya melipat-lipat saja lalu dipotong berdasarkan lipatan kerta yang berukuran (lumayan) proporsional tersebut.
  2. Buat sepuluh potong, bisa lebih jika Ibu-ibu mau.
  3. Tulislah angka 1-10 menggunakan spidol, buatlah agak tebal agar terlihat jelas
  4. Setelah itu gambarlah lego di samping kiri, disesuaikan dengan angka. Untuk angka satu (1), gambar lego-nya cukup 1. Untuk angka dua (2), gambar lego-nya tambah satu lagi. Begitu seterusnya hingga angka 10, maka gambar lego-nya ketika dihitung jumlahnya harus 10 juga. Fungsinya untuk memudahkan. Saat bingung, anak kita bisa menghitung jumlah legonya. Sekalian melatih anak berhitung ya.
  5. Agar tidak tercecer, satukan semua kartu dalam sebuah amplop. Saya bikin amplop sederhana dari kertas kado
  6. Sudah jadi? Yuk kita mainkan!

Cara Memainkan DIY Kartu Angka


Karena tujuan awalnya adalah mengenalkan angka pada Aisya, maka fokus saya adalah membuat Aisya tahu dan mudah-mudahan hafal bentuk angka 1-10. Memalui kartu ini, saya juga melatih Aisya untuk berhitung dan mencocokannya dengan lego. Bisa multifungsi ya.

  1. Mengenalkan Angka

    Yang saya lakukan pertama kali adalah, mengangkat kartu dan menyebutkan angka-nya. Setelah Aisya merekamnya dengan baik, saya akan meminta Aisya menebak angka berapa yang saya ambil.
    Jika Aisya nampak ragu, saya akan ambil satu kartu lainnya. Sehingga di tangan saya terdapat dua buah kartu dengan angka yang berbeda. Saya minta Aisya menebak, contoh “Which one is eight? This one or the one in my left hand?”

    Dan kartu yang saya pegang adalah angka yang sudah dia hapal juga kartu dengan angka delapan. Otomatis ini memudahkan Aisya untuk menentukan mana angka delapan, karena Aisya sudah hafal angka satu.

  2. Belajar Berhitung

    Kembali ke angka-angka yang belum Aisya kenali dengan baik, selain melakukan langkah di atas, bisa juga dengan meminta Aisya menghitung banyaknya lego pada gambar. Untuk angka 7 misalnya, ketika Aisya menggelengkan kepala, saya ajak dia menghitung.

    “How many the lego in this picture”, tanya saya. Dengan begini, Aisya akan menghitung dan mengetahui angka berapa yang ada di kartu tersebut.

  3. Menyusun Dan Mencocokan Warna

    Di dalam kartu, selain angka juga terdapat gambar lego yang berwarna-warni. Saya akan meminta Aisya menyusun lego dan mencocokan warna-nya dengan gambar yang ada di kartu. Kemudian Aisya akan menghitung jumlah legonya dan me-nyamakannya dengan angka pada kartu.

Baca juga : 6 Things I Adore From Aisya

Permainan ini cukup menyenangkan menurut saya, kombinasi ketiganya membuat permainan ini jadi lebih seru. Ya, ini hanya sebuah ikhtiar saja dalam memperkenalkan angka pada Aisya.

Oia, seorang nenek di sekolah Aisya cerita kalau cucu-nya lebih cepat mengenal angka melalui game di handphone. Tentu ini juga bisa jadi alternatif, tapi berhubung saya tidak memberi Aisya HP sendiri yang berisi game, jadi saya gunakan cara lain.

Bagaimana pun caranya, insya Allah anak kita akan mengenal angka dengan baik kalau belajarnya fun. Setuju gak Moms?

Oya, suka bikin permainan seru apa nih sama anak di rumah? Boleh banget share supaya saya bisa ikutan yaa 🙂

 

 

Penne Carbonara With Grilled Salmon

IMG_20171207_161554

Whose agree with me that grocery shopping is really fun? Apalagi kalau lagi banyak diskon, pasti bikin tambah happy. Ya kan Moms? 🙂

Minggu ini saya belanja ke Superindo, tujuan utamanya adalah membeli fillet Salmon seharga Rp 21.706,- per 100 gram. Info diskon ini saya dapatkan dari situs harga-diskon.com 

Sebetulnya saya bukan pemburu diskon, suami saya yang lebih jeli membeli barang-barang dengan potongan harga yang lumayan. Dan saat ini, saya punya tetangga yang suka berbelanja ke supermarket ketika ada banyak promo. Setelah ngobrol dengan beliau, saya jadi sering membuka laman yang berisi info diskon di berbagai supermarket di atas.

Saya termasuk jarang belanja di supermartket, untuk kebutuhan harian saya biasa membeli di warung/tukang sayur yang lewat. Kecuali untuk beras, stock susu Aisya dan beberapa snack, saya suka beli di supermarket. Pas Ayahnya Aisya lagi di Bandung, jadi ada yang mengantar.

Minggu sebelumnya juga kami  membeli Ultra Mimi di Giant yang lagi cuci gudang. Alhamdulillah dapat se-pack susu dengan harga yang lebih murah. Ternyata asyik ya berburu barang-barang dengan harga miring seperti ini.

Tapi lihat-lihat juga sih, tidak perlu menyambangi satu supermartket ke supermarket lainnya hanya untuk memenuhi kepuasan membeli barang diskonan, sayang juga bensinnya kan.

Lebih baik memastikan dulu barang apa saja yang kita butuhkan, jika dari 5 item yang mau kita beli dan 3 di antaranya lagi diskon di satu supermarket, itu sudah untung (menurut saya).

Nah, setelah menghemat beberapa rupiah di Superindo, saya pulang untuk memasak Salmon untuk makan siang.

Dibikin apa? yang simpel aja.

Curhat dikit ya. Sewaktu Aisya bayi, saya tidak membuatkannya berbagai macam Mpasi. Kenapa? karena Aisya sempat mengalami eksim sejak usia 7 bulan hingga 2 tahun. Dokter mengatakan kalau eksim-nya Aisya ini tidak disebabkan oleh ASI. Meski begitu, tiap diperkenalkan pada menu yang baru, Aisya pasti muncul gatal-gatalnya. Akhirnya, saya sering memberinya menu yang monoton agar gatal-gatal di sekitar kaki dan telapak tangannya tidak kambuh.

Baca juga : Home Treatment Untuk Bayi Dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)

Alhamdulillah setelah usia Aisya 2 tahun, eksimnya tidak muncul lagi. Dokter memang mengatakan kalau eksim ini akan hilang sendirinya di usia 2 tahun atau 6 tahun.

Sejak saat itu, saya mulai rajin menyediakan berbagai masakan dan kudapan untuk Aisya. Lega rasanya, saya bisa menyuapinya tanpa mengkhawatirnya akan eksimnya.

Ditambah, menginjak usia 3 tahun, Aisya makannya lebih lahap. Jadi makin senang deh saya.

Dulu, agak takut memberi Aisya ikan Salmon. Nah, sekarang pas dicoba gimana? Aisya suka ngga? kita bahas di akhir yaa. Sekarang mau share resep dulu.

Penne Carbonara With Grilled Salmon

Saya menggunakan Penne, karena belum pernah mengolah pasta jenis ini. Biasanya saya memakai Fusilli, Macaroni dan Spaghetti. Ternyata enak juga lho!

Untuk membuat saus carbonara-nya, saya campurkan 1 butir telur dengan 1 cup susu UHT suhu ruang. Dan Salmonnya saya panggang dengan mentega di teflon saja. Berikut bahan dan cara memasaknya yaa.

Bahan-bahan :

  1. Pasta penne secukupnya
  2. Brokoli beberapa tangkai
  3. Salmon fillet
  4. Bawang putih 2 siung
  5. Bawang bombay setengah bulat
  6. Jeruk lemon 1 iris
  7. Mentega
  8. Telur 1 butir
  9. Susu UHT plain 1 cangkir
  10. Keju slice Chesdale
  11. Garam
  12. Merica
  13. Air untuk merebus pasta

Cara Memasak :

  1. Rebus air di dalam panci, setelah mendidih masukkan sejumput garam disusul Penne
  2. Iris brokoli tipis-tipis, cuci bersih lalu rebus sebentar
  3. Cuci bersih Salmon, beri sedikit perasan jeruk lemon, diamkan sebentar lalu cuci lagi dan bumbui dengan garam
  4. Dalam teflon, panggang Salmon hingga matang menggunakan mentega. Saya lebih suka memanggang hingga Salmonnya benar-benar matang dan bagian atasnya terlihat agak kecoklatan. Jika sudah matang, angkat lalu simpan di piring
  5. Dalam mangkok kecil, aduk rata 1 butir telur dan secangkir susu UHT plain
  6. Angkat penne dan brokoli yang sudah direbus hingga matang, lalu sisihkan
  7. Kupas dan cincang 2 siung bawang putih, iris juga bawang bombay
  8. Panaskan mentega dalam teflon yang sama (saya bilas dulu dengan air dulu), lalu tumislah bawang putih dan bawang bombay hingga harum
  9. Masukkan penne, lalu tuangkan campuran telur dan susu, aduk rata
  10. Beri potongan keju slice. Saya pakai merk Chesdale, bisa juga menggunakan keju Quick Melt atau parutan keju Kraft biasa, aduk rata kembali
  11. Tambahkan brokoli, bumbui dengan garam, merica dan penyedap rasa bila perlu
  12. Cicipi, jika rasanya sudah pas di lidah kita bisa mematikan api
  13. Sajikan penne carbonara dengan salmon panggang di atasnya

Tips dari saya, beri garam sedikit saja, karena penambahan keju dalam saus carbonara sudah membuat pasta-nya berasa dan creamy. Seimbangkan dengan menambahkan merica agar tidak terlalu asin.

Rasanya gimana? wah enak banget deh. Ini pertama kalinya saya mencampurkan telur dan susu untuk membuat saus carbonara, biasanya saya menggunakan teknik yang lain seperti saat membuat saus Bechamel yaitu dengan mengkombinasikan mentenga dengan terigu dan susu. Terkadang rasa terigu-nya masih ketara sih.

Nah, ternyata dengan resep baru ini, rasanya lebih MANTAP! yummy-creamy-bikin kenyang deh. Apalagi ada rasa-rasa melted cheese dari keju slice Chedsale 🙂

Oia resep ini saya pelajari dari Chef Norman yang mengisi acara memasak di Net TV.

Sok mangga dicoba, Moms.

Oia Aisya kurang suka penne carbonara-nya, masih lebih suka Spaghetti Aglio-Olio. Tapi kalau penne-nya di-sop/ditumis sama wortel, brokoli dan baso Aisya suka kok.

Baca juga : 25 Mins Spaghetti Lasagna

Nah, untuk mensiasati agar Salmonnya tetap disantap oleh Aisya, saya ambil rumput laut lalu membuat sushi sederhana dengan membalut cuilan ikan salmon dengan nasi menggunakan nori. Makannya sambil dicocolin ke mayones.

Hmmm, LAHAAAP banget Aisya makannya. Nambah lagi, nambah lagi. Udah habis pun Aisya bilang, “Maaam, ayo bikin lagi”.

Ahaha, YES. Alhamdulillah Aisya suka Salmon!