Jalan Santai Ke Yogyakarta

 

IMG-20180108-WA0001.jpg

Malam ini ada 2 cerita yang ingin saya tulis, tentang perjalanan wisata kami ke Yogyakarta awal Januari ini dan sharing my footnote tentang seminar Kesehatan Holistik yang saya simak di PAUD Taman Pintar Yogyakarta.

Pilihan saya pun jatuh pada mereview kembali tempat-tempat yang kami kunjungi selama traveling ke Yogyakarta.

Kenapa diberi judul jalan santai? karena aseli, jalan-jalan kali ini santai bin banget. Cuaca yang cloudy, gerimis yang sering turun memang memaksa kami untuk lebih lama stay di hotel. Alhamdulillah hotelnya cukup nyaman, jadi kami betah deh staycation disana.

Baca juga : Staycation At Ayaartta Hotel Yogyakarta

Perjalanan kali ini diawali dengan moda transportasi Kereta Api yang kami naiki dari Stasiun Kiara Condong Bandung – Lempuyangan Yogyakarta. Lumayan juga merasakan 9 jam duduk di kelas ekonomi. Ada banyak pemandangan, ibroh dan kerjasama yang terjalin di gerbong ini.

Aisya cukup kooperatif meski kami sempat mati gaya untuk mengisi waktu. Ngobrol, mewarna, jalan-jalan ke gerbong restoran, tidur, main game, nonton youtube sudah kami lakukan. Namun tetap ada sedikit rasa jenuh hehe.

Sisi baiknya, kelas ekonomi sekarang sudah lebih nyaman. Tidak ada pedagang yang lewat-lewat, lebih bersih, ber-AC dan relatif aman. Di stasiun pun disediakan counter untuk check-in bagi yang sudah membeli tiket secara online sehingga kita bisa menghemat waktu antri.

Jangan lupa untuk selalu membawa identitas diri ya, karena akan di cek oleh petugas.

Sampai di Yogyakarta, kami langsung memesan grab menuju hotel tempat kami menginap. Setelah meluruskan kaki dan berenang, kami pun siap jalan santai.

Nah, kemana saja kami selama di Yogyakarta? pantegin terus postingan saya ini yaa.

KAFE HITS DI YOGYAKARTA

Beruntung sekali karena hotel tempat kami menginap dekat dengan salah satu kafe yang lagi hits di kalangan anak nongkrong Yogyakarta. Ada 2 kafe yang kami sambangi, yaitu :

  1. Secret Garden Coffee and Chocolate


    Ini dia kafe yang letaknya tidak jauh dari hotel. Untuk sampai ke hotel ini, ada banyak pilihan transportasi yang bisa dipilih ya. Kami memilih untuk berjalan kaki saat berangkat dan naik grab ketika pulang.

    Suasana di kafenya romantis, ada banyak lampu dan hiasan-hiasan berupa artificial plants yang digantung-gantung. Selain itu, kafe ini juga dilengkapi dengan taman dan kolam air mancur yang berisi ikan-ikan kecil.

    Kita juga bisa naik ke atas tower untuk melihat view Secret Garden yang indah dan berfoto di atas.

    Harga makanannya tergolong murah meriah dengan rasa yang lumayan juga. Berhubung masih hujan rintik-rintik, saya memesan segelas teh tarik. Hm, enak sekali rasanya, bikin tenggorokan jadi hangat!


    Selesai makan, saya berkeliling di taman dan beberapa area lainnya di kafe ini. Terlihat ada yang sedang dinner date, merayakan ulang tahun, juga ada tempat yang digunakan untuk syuting film oleh mahasiswa 🙂

    Sambil menyantap hidangan, kita bisa menikmati live music dan kalau mau menyumbangkan suara juga boleh lhoo.

    Tertarik mengunjungi kafe ini? silakan datang langsung ke Jl. Amri Yahya No. 2, Pakuncen, Wirobrajan, Pakuncen, Wirobrajan, Kota Yogyakarta ya. Kafe ini buka dari mulai pukul 17.00-00.00 setiap hari.

  2. Net City Internet Learning Cafe


    Net City Internet Learning Cafe ini memiliki konsep yang jauh berbeda dari kafe yang saya kunjungi sebelumnya.

    Kafe yang berada di atas warnet ini suasananya lebih tenang. Beberapa pengunjung yang hadir terlihat membawa laptop, ada juga yang mengerjakan proyek bersama dosen-nya.

    Setelah memesan makanan, kita akan diberi password wifi yang berlaku untuk 1 orang. Ada baiknya jika datang sekeluarga, maka masing-masing memesan sendiri, karena password wifi yang sudah digunakan oleh anggota keluarga lain tidak bisa lagi digunakan oleh kita.

    Kami memilih 3 menu yang berbeda disini, dan saya coba-coba minum kopi. Lately I feel that its not a good match, between ayam penyet and coffee. Harusnya diseimbangkan dengan minuman yang segar yaa.

    Pilihan menu disini beragam, harganya juga sangat terjangkau. Kafe ini cukup kondusif bagi para pelajar atau siapa pun yang ingin makan dengan suasana yang tenang. Pantas saja disebut learning cafe ya 🙂

    Kafe yang terletak di Jalan Timoho, Baciro, Gondokusuman, Baciro, Yogyakarta ini buka 24 jam ya Moms.

SITUS BERSEJARAH DI YOGYAKARTA

Selain icip-icip makanan di kafe, kami juga mengunjungi 2 situs bersejarah di Yogyakarta lho. Kebetulan banget saya belum pernah main ke dua tempat ini, jadi penasaran banget.

  1. Taman Sari Water Castle


    Tempat pemandian ini digunakan para putri keraton untuk mandi. Katanya kalau kita cuci muka pakai air yang ada di kolamnya bisa bikin tambah ayu dan awet muda lho. Sayangnya kita tidak boleh masuk ke kolamnya yaa hihi.

    Saya gagal mendapatkan foto dengan background cantik ala selebgram disini. Maklum, area kolam dipenuhi pengunjung. Namun saya tetap mengabadikan foto kece Aisya dan ayahnya dari belakang 🙂

    Dengan membayar tiket sebesar Rp. 5000,-/orang, kita bisa masuk dan jalan-jalan di area Taman Sari dari mulai tempat pemandian hingga lokasi sumurnya.

  2. Candi Prambanan


    Saya beberapa kali mengunjungi Candi Borobudur ketika masih kecil, study tour dari sekolah juga liburan keluarga. Tapi saya belum pernah ke Candi Prambanan. Oleh karena itu, saya setuju saat suami ajak kesini.

    Sayangnya Aisya tidak begitu antusian mengitari candi-candi yang ada disini. Lucky us, ternyata ada playground di area ini. Aisya pun mulai senang ketika bertemu dengan ayunan dan jungkat-jungkit.


    Untuk masuk ke kawasan Candi Prambanan, pengunjung harus membeli tiketnya terlebih dahulu seharga Rp. 40.000,-

    Area Candi Prambanan ini ternyata luas ya. Setelah keluar dari Candi, kita bisa melihat taman dengan playground sederhana, area panahan, kandang rusa, museum daaan masih banyak lagi!

Oia, ada satu tempat lagi yang kami kunjungi, namanya Taman Pintar Yogyakarta.

Taman yang dikelola oleh pemerintah ini bikin Aisya nagih lho! terutama main ke PAUD Timur & Barat. Kami juga sempat dikejutkan oleh Dinosaurus yang bisa bergerak di zona prasejarah. Setengah hari rasanya tidak cukup untuk mengeksplor Gedung Oval – Kotak, ada banyak ruangan yang edukatif dan asik di dalamya.

Dan saya sudah membuat postingan tersendiri untuk taman yang satu ini, silakan klik link di bawah ini ya.

Baca juga : TAMAN PINTAR YOGYAKARTA : Taman Anak Yang Edukatif, Asik, Murah Meriah

Sampai sekarang, Aisya masih suka ngajak ke Taman Pintar lho. Berkesan banget kayaknya. Semoga kapan-kapan bisa jalan-jalan ke Yogyakarta lagi deh. Amiin.

Baiklaaah, sampai sini dulu cerita jalan santai kami ke Yogyakarta. Terimakasih sudah mampir dan membaca yaa. Semoga apa yang saya tulis bermanfaat 🙂

Advertisements

Sambal Goreng Krecek – Pedas & Nagih

IMG_20180120_083937

Saya suka sambal goreng krecek yang ada di Gudeg Banda. Tapi hanya sesekali makan gudeg ini. Dan saya penasaran, gimana sih cara bikin sambal goreng yang enak ini?

Awalnya saya kira bikinnya rumit. Tapi ternyata mudah lho! Lihat resep ini deh Kokiku TV – Resep Sambal Goreng Krecek Gerry Girianza

Di resep tersebut kang Gerry menggunakan daging tetelan beserta kacang. Nah di resep saya, ngga pakai dua bahan itu.

Saya bikin versi sangat simpel-nya. Daging sapi-nya saya ganti dengan suiran daging ayam. Dan bumbu-bumbu lainnya. Just that.

Ini resep sambal goreng krecek ala Mami Jasmine yang merupakan modifikasi dari resep yang dibagikan di channel Kokiku TV ya.

Baca juga : Penne Carbonara With Grilled Salmon

Sambal Goreng Krecek Ala Mami Jasmine

Bahan :

  1. Sepotong daging ayam
  2. 2 bungkus kerupuk kulit
  3. 8 siung bawang merah
  4. 4 siung bawang putih
  5. 3 biji cabe merah
  6. 2 biji cengek
  7. 2 buah tomat
  8. 4 iris lengkuas
  9. 2 helai daun jeruk
  10. 1 batang serai
  11. Secuil gula merah
  12. 1/2 sdt gula putih
  13. garam dan penyedap rasa secukupnya
  14. Air mineral secukupnya juga
  15. Minyak untuk menumis
  16. 1 sdm santai kental (saya pakai Kara)

Cara Memasak :

  1. Pertama nih, saya pakai ayam yang sudah diungkep. Saya ambil 1 potong saja dari 1 kg ayam yang sudah saya ungkep dan siap digoreng kemudian saya suir-suir.
  2. Kupas dan cuci bersih bawang merah, bawang putih, dan jahe. Untuk lengkuas, daun jeruk, serai, cabe, tomat dan cengek tidak perlu dikupas ya. Langsung dicuci bersih saja.
  3. Iris bawang merah, bawang putih, tomat, cabe dan cengek menjadi dua bagian lalu haluskan menggunakan mincer.
  4. Sayat-sayat/geprek irisan lengkuas dan serai
  5. Nyalakan api dalam kompor, tuang minyak sedikit saja lalu tumis semua bahan halus disusul bahan-bahan pada no.4.
  6. Tambahkan daun jeruk.
  7. Tumis hingga harum dan matang, kemudian tambahkan air secukupnya. Aduk-aduk hingga air mendidih
  8. Beri garam, gula (merah dan putih) dan penyedap rasa bila perlu.
  9. Setelah itu masukkan ayam yang sudah disuir.
  10. Aduk rata, cicipi. Jika rasanya sudah cukup mantap di lidah, kita bisa menambahkan kerupuk kulitnya.
  11. Langsung masukkan kerupuk kulit ke dalam tumisan, aduk-aduk hingga semua terendam dan melunak.
  12. Terakhir beri 1 sdm santan kental, aduk rata dengan api kecil.
  13. Jika semua sudah tercampur rata, terasa enak dan matang sempurna, kita bisa mematikan api dan menyajikan sambal goreng krecek di dalam piring/mangkok.

Hmm, sambal goreng krecek perdana yang saya buat ini rasanya enaaak banget! Nagih lah pokoknya. Suami saya yang lagi serak pun sampai bekal sambal goreng krecek untuk brunch di mobil. Padahal paginya sudah sarapan dengan kari ayam.

Kalau saya dari pertama bikin sampai esok paginya masih terus makan inii. Rasanya enak dimakan sama nasi doang, maupun disantap bareng telor ceplok. Lebih mantap saat menjadi pelengkap kari ayam sih 🙂

Baca juga : Nila Acar Kuning – Sedap & Simpel

Oia, di resep yang saya tonton, Kang Gerry tidak menggunakan tomat ya. Saya pakai 2 buah tomat disini supaya mengimbangi rasa pedes dari 2 biji cabe rawit yang ikut saya haluskan. Buat lidah saya, rasanya pas.

Trus, saya juga tidak merebus cabe merahnya, karena tanpa direbus pun warnanya sudah merah merona sih ketika sudah jadi. Saya juga tidak menambahkan terasi juga daun salam pada resep saya.

Sambal goreng krecek buatan saya ini tidak terlalu pedas, enak dan bikin nagih. Senang banget setelah tahu cara masaknya yang ternyata ga ribet. Tinggal dimasukkan ke mincer (bisa juga pakai blender ya) lalu tumis. Kerupuk kulitnya pun saya beli yang ada di warung. Bukan yang ber-merk ko.

Besok-besok bisa eksekusi lagi. Yeaaay!

Baca juga : Serundeng Suir Ayam

By the way, selain sambah goreng krecek, saya juga suka sambal tempe orek. Itu lho bawang putih, cengek plus tempe yang sudah digoreng diulek bareng. Tambahin garam dikit yaa. Sambal matah dan sambal biasa juga suka 🙂

Kalau Ibu-ibu suka sambal apa? suka sambal goreng krecek juga ngga?

Staycation At Ayaartta Hotel Yogyakarta

IMG_20180106_200653

Istilah staycation merupakan gabungan dari dua kata yaitu ‘stay‘ dan ‘vacation‘. Awal Januari ini kami mengunjungi Yogyakarta, hujan yang kerap turun di kota istimewa ini membuat kami betah menikmati fasilitas hotel.

Ngga apa-apalah tidak nguber banyak tempat untuk didatangi. Sesekali liburan yang nyantaaaii banget yang penting spend quality time bersama.

Sebetulnya kami ngga yang terlalu nyantai banget sih. Sempet juga main ke Taman Pintar, Candi Prambanan, jalan-jalan di Malioboro dan makan di beberapa kafe kece-nya Yogyakarta.

Baca juga : TAMAN PINTAR YOGYAKARTA : Taman Yang Asik, Edukatif dan Murah Meriah

Saya sudah bikin satu review tentang Taman Pintar, destinasi wisata yang lain insya Allah menyusul yaa 🙂

Berhubung cukup lama kami menginap di hotel ini (4 hari 3 malam), jadi saya mau memberi gambaran how it feels to stay in Ayaartta Hotel Malioboro Yogyakarta ya.

Mas Grab yang membonceng saya dari Pasar Beringharjo bilang kalau hotel baru ini sebenarnya ngga terletak pas di Malioboro. Tapi lumayan dekat lah. Lokasinya berada di Jl. KH. Ahmad Dahlan No.123, Notoprajan, Ngampilan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55262. Nomor teleponnya (0274) 2801888.

Jaman now tidak sulit ya kalau mau cari dan booking hotel, bisa cari review via mba Google dan memesan kamar melalui Booking.com, Agoda, Traveloka dan aplikasi lainnya.

Rate per night-nya berbeda-beda, tergantung kamar dan aplikasi yang kita gunakan, yang jelas dimulai dari harga Rp. 400.000,- an.

Hotel ini berseberangan dengan sebuah sekolah (MAN) dan di sebelahnya supermarket meski item yang dijual disana kurang lengkap. Saat saya kesana, Ultra Mimi rasa cokelat kosong, mungkin stock baru belum datang.

Sekarang kita bahas tentang hotelnya ya.

AYAARTTA HOTEL MALIOBORO YOGYAKARTA

112353785

Foto dari Booking,com

Menurut saya, hotel ini mengedepankan konsep minimalis. Terlihat dari ruangan-ruangan yang ada di dalam hotel. Hampir semua memakai space saving concept. Lobi, ruang menunggu, kolam renang, butik, kamar dan restorannya terkesan tidak terlalu besar namun didesain dengan efektif.

Ornamen yang ada di dalamnya rata-rata bertemakan scandinavian. Ada banyak meja juga rak, lemari dan laintadari kayu. Ada ruang terbuka di restoran meskipun kecil dan jendela yang memungkinkan cahaya masuk di kamar.

Lobi Hotel

 

Beginilah suasana lobi-nya. Mas dan Mbak resepsionis akan dengan ramah melayani kita. Ada welcome drink yang bisa kita ambil sendiri di sebelah kiri meja resepsionis. Minumannya dingin namun terasa agak hangat. Hm, ternyata wedang jahe.

Disini terdapat dua sofa panjang tempat kami menunggu grab yang akan menjemput. Dan sofa warna-warni lainnya di depan butik batik.

Disini juga saya berkenalan dengan turis dari Jepang dan mempraktekan sedikit bahasa Jepang yang saya pelajari ketika SMA.

Hanya bilang,

“Konbanwa”,

“Genki desuka?”,

“Ja mata ne”,

gitu haha, hanya segitu yang saya ingat selain perkenalan.

Awalnya beliau menyapa Aisya, “Selamat sore”. Lalu saya sahut dengan ucapan selamat sore dalam bahasa Jepang.

Kamar

 

I’ll give u a tour to our room. Foto paling kanan saya comot dari pegipegi.com, maafkaaan ga sempat foto full spot. 

Gimana, setuju ngga kalau desain kamarnya minimalis dan scandinavian?

Temboknya di cat dengan dua warna, yaitu putih dan abu. Mirip dengan rumah saya yang cat-nya juga memadukan warna putih, bedanya saya pakai abu agak tua.

Di samping tempat tidur ada area yang bisa kita gunakan untuk solat dan di depannya ada meja kayu berisi lampu, teko, cangkir dan satu pack teh, kopi juga gula untuk diseduh.

Kamar mandinya cukup luas.

Baca juga : Taman Mungil Aisya #ScandinavianHome

Restoran & Bar

IMG_20180106_161437

Restoran dan Bar-nya tidak bersatu ya, foto ini adalah foto bar. Namun saat sarapan, banyak orang yang duduk disini karena kursi di dalam restoran penuh. Saya kelupaan memotret area restorannya. Di dalamnya ada sekitar 7 meja yang muat untuk 4 orang per meja. Ada rak-rak kayu berisi tanaman hias dengan rak bening berisi air. Kemudian ada smoking area yang terhubung dengan ruang hijau terbuka namun sangat sempit. Hanya ada dua meja disana.

Menu breakfast-nya cukup beragam, tapi ngga terlalu banyak. Ada makanan khas jawa seperti rawon, masakan indonesia, roti-roti, sereal, buah dan camilan lainnya. Quite simple lah.

Berhubung pagi saat saya sarapan masih penuh, saya sengaja duduk di smoking area ini. Masih belum ada yang merokok ketika saya duduk. Lumayan lah bisa menghirup udara segar sambil menyantap croissant dengan olesan butter, secangkir susu dan meresapi quote-quote indah dari Diana Rikasari dalam #88LoveLife.

Hmm, what a chill morning..

Baca juga : 10 Thought On #88LoveLife By Diana Rikasari That I Like

Kolam Renang

 

Kolam menjadi area favorit Aisya di hotel. Tentunya, selain kamar karena ada Nickelodeon, Cartoon Network dan channel anak lainnya di TV.

Aisya loves swimming!

Setelah check in, Aisya kecipak-kecipuk dulu sama Ayahnya. Esok nyebur lagi. Semangat banget deh kalau diajak berenang 🙂

Seperti yang saya bilang, kolamnya tidak besar. Besarnya beda dikit sama Pacific Express Hotel yang kami inapi saat jalan-jalan di Kuala Lumpur. Bedanya yang satu terletak di roof top, kalau di Ayaartta pool-nya selantai sama lobi.

Tentang Pacific Express hotel, ada di postingan ini ya Kuala Lumpur Melaka 4 Hari

Di pinggir kolam ada dua buah kursi dan satu meja. Disediakan handuk juga. Kemudian ada kursi gantung. Aisya diayun-ayunkan sama Ayahnya disini nih sehabis berenang, ditemani alunan lagu “Tak lelo lelo ledung” dari hotelnya.

Wih, bikin nuansa jawa-nya terasa 🙂

Wifi-nya gimana? kenceng kok, Namanya juga di hotel. Jadi pagi setelah sarapan kami berangkat karena pagi masih terang. Sekitar jam 2-an gitu biasanya langit mulai mendung, kami balik ke hotel setelah makan siang. Terus sampai sore nyantai aja di kamar. Malam biasanya masih agak gerimis, jadi kami bisa keluar naik grab ke tempat makan atau jalan kaki ke kafe terdekat, pinjam payung hotel hihi.

Alright, so this is all what I can share to you. see you guys on my next post yaa.

 

TAMAN PINTAR YOGYAKARTA : Taman Anak Yang Edukatif, Asik, Murah Meriah

IMG_20180107_094010.jpg

Keluarga kami lebih suka berjalan-jalan di awal tahun, karena kerjaan suami relatif belum padat sehingga suami saya bisa mengambil cuti. Selanjutnya, untuk traveling, biasanya kami memanfaatkan hari kejepit nasional plus cuti beberapa hari di bulan-bulan lain.

Tapi pas ke Bangkok tahun lalu, suami ‘escape’ pas lagi peak month. Dan berimbas kami harus beli banyak oleh-oleh untuk dibagikan ke teman-teman di kantor haha.

Baca juga : 9 Makanan Yang Wajib Kamu Coba Saat Ke Bangkok

Berbeda dengan 2 tahun ke belakang, dimana kami berlibur ke Malaysia, tahun ini kami memilih untuk dolan santai ke Yogyakarta.

Been years didn’t visit Yogyakarta. The last time was with my colleagues, I remembered that we tried mercon setan at night and went shopping in Pasar Beringharjo haha. Yogya is always a call, just like Bandung, its a creative city ❤

Sama dulu banget sih, pas SMP study tour ke Yogya dan rasanya senang banget naik becak keliling keraton dan ke toko perak, waktu itu naik becak cuma Rp. 1000,-  sekarang tarifnya sudah Rp. 20.000-an ya.

Baca juga : DAY 2 #MalaysiaTrip : Awana Skyway Genting Highlands

Btw, ngomongin Malaysia jadi terselip rindu nih, bulan Januari itu di Kuala Lumpur lagi full of tourist. Jadi kami bisa ketemu sama banyak orang dari berbagai negara dan ngobrol sama mereka (sekalian ngelancarin bahasa inggris).

Semoga bisa ke Kuala Lumpur dan other part of Malaysia lagi deh tahun ini (selain destinasi wisata lainnya di wishlist yang sudah saya buat). Amiin.

Baca juga : Trip Seru Ke Langkawi

Okay, back to our trip to Yogyakarta. Kami sengaja mencoba naik kereta ekonomi kesana. Keretanya cukup nyaman, aman dan yang paling berkesan buat saya adalah kerjasama antar orang-orang yang berada di kereta itu jempolan banget.

Begitu sampai di stasiun Lempuyang Yogyakarta, kami langsung memesan grab menuju Ayaartta Hotel Malioboro. Insya Allah saya akan bikin review Hotel yang kami inapi selama 4 hari 3 malam ini ya. Buat sekarang, saya mau cerita tentang Taman Pintar, taman edukatif, asik dan murah meriah untuk anak.

Silakan disimak yaa Moms..

TAMAN PINTAR YOGYAKARTA :
Taman Anak Yang Edukatif, Asik Dan Murah Meriah

Taman yang terletak di Jalan Panembahan Senopati No. 1-3 Yogyakarta ini merupakan tempat rekreasi edukatif yang dibangun oleh Kementrian Pariwisata atas gagasan dari Walikota Yogyakarta Herry Zudianto SE, Akt, MM.

Taman ini dikelola oleh pemerintah, jadi pengurusnya ada PNS, pegawai tetap dan kontrak. Mungkin ini juga yang bikin Taman Pintar murah meriah.

Untuk masuk ke dalam, tidak dikenai biaya, kalau mau masuk wahana baru beli tiket. Tanpa masuk ke wahana berbayar pun, anak-anak sudah bisa main sepuasnya di beberapa area, seperti di Taman Air Menari, kemudian berbicara di pipa besar di depan PAUD Barat. area menabuh gendang dan area berpasir.

Aisya senang sekali bermain di Taman Pintar, terutama ke PAUD-nya. Sampai nagih lho! jadi kami kesini 2 kali.

Eits, tapi harus perhatikan jadwal buka-nya ya. Taman Pintar ini buka setiap hari namun hari SENIN TUTUP.

PAUD TIMUR & PAUD BARAT

Dua gedung PAUD ini dibangun atas kerjasama antara Sari Husada dan Taman Pintar. Untuk masuk ke PAUD Timur & PAUD Barat, kita harus membeli tiket seharga Rp. 3000,- per anak. Sebelum masuk, ada beberapa hal perlu kita perhatikan, antara lain :

  1. PAUD ini hanya boleh dimasuki oleh anak yang berusia 3-5 tahun
  2. Orang tua tidak boleh menemani anak di dalam PAUD & diminta menunggu di ruang tunggu
  3. Selama menunggu, para orang tua bisa melihat aktivitas anak melalui CCTV
  4. 1 tiket berlaku untuk melakukan aktivitas di dalam PAUD selama 30 menit, kalau times up dan anak kita masih ingin main bisa langsung beli tiket lagi saja
  5. Tidak diperkenankan mengambil foto di dalam ruangan

Sekarang, yuk kita bahas apa yang menarik di PAUD Timur & PAUD Barat.

Baca juga : Main Ke Belitung #GarudaPoin

Ada Apa Saja Di PAUD Timur?

 

Melalui CCTV, saya bisa melihat di PAUD Timur ini ada 5 ruangan, yaitu :

  1. Ruangan Robotik berisi 3 buah robot dimana anak-anak bisa mengamati pergerakan robotnya (sayangnya saat kami kesana sedang rusak)
  2. Ruangan ketangkasan, begini saya menyebutnya. Di ruangan ini terdapat beberapa matras berwarna hijau dan beberapa alat ketangkasan yang dilengkapi dengan TV
  3. Rumah Adat & Kereta Api. Di ruangan ini ada miniatur kota berisi berbagai rumah adat disertai dengan rel kereta api. Nah harusnya kereta api-nya berjalan mengitari rumah adatnya
  4. Ruang Musik. Di ruangan ini ada piano besar, saya lihat Aisya menginjak tuts-nya agar berbunyi, kemudian ada drum, bonang dan angklung yang boleh dimainkan
  5. Terakhir ada semacam aula besar yang dinamai ruang Seni Budaya. Di panggungnya Aisya bernyayi diiringi gitar

Keluar dari PAUD Timur Aisya menunjukkan gambar ini pada saya, rupanya ia sempat mewarna di ruang Seni Budaya 🙂

Ada Apa Saja Di PAUD Barat?

Aktivitas di PAUD Barat lebih menarik (menurut saya), apalagi sambil menunggu Aisya bermain, kami (para orang tua) mendapatkan seminar gratis mengenai “Menanamkan Gaya Hidup Holistik Pada Anak : Guna Memunculkan Yang Terbaik Pada Diri Anak” yang diadakan oleh Sari Husada.

Mudah-mudahan saya bisa sharing juga tentang program edukasi nutrisi ini ya. Next post, insya Allah.

Saya yang senang nih, dapat ilmu sambil nunggu anak 🙂

Nah, sambil mendengarkan pemateri saya juga sempat melihat CCTV disini dan melihat Aisya yang berpindah dari satu ruangan ke ruangan lainnya.

Kalau di PAUD Timur lebih banyak unsur science, disini ruangan-ruangannya berisi alat bermain yang lebih fun. PAUD Barat ini terdiri atas :

  1. Ruang Balok Susun, tempat anak kita bisa bermain lego dari ukuran kecil hingga besar (Aisya cukup anteng disini nih)
  2. Kota Miniapolitan Sari Husada. Disini Aisya naik pesawat dan belajar jadi pilot, lalu main dokter-dokteran, memasak di dapur, dan berkali-kali menaiki tangga lalu loncat ke matras besar. Ada semacam bengkel juga tempat anak bisa berlagak jadi montir
  3. Ruang Komputer pintar dimana anak diajak main game edukatif

Lebih sedikit ruangannya tapi Aisya betah berlama-lama disini, saya sampai beli tiket 3 kali.

Setelah puas bermain di PAUD, kami beranjak memasuki Gedung Oval – Kotak. Disini ada berbagai macam alat peraga science dan sejarah. Yuk take a look inside.

GEDUNG OVAL KOTAK

IMG_20180107_113443

Gedung ini adalah area paling besar di Taman Pintar, tiket masuknya Rp. 15.000,- per orang.

Ketika masuk kita akan melewati mini aquarium berisi ikan-ikan besar. Lalu disambut oleh hewan-hewan purbakala yang mengeluarkan bunyi. Saya tersandung kaget lho ketika Dinosaurusnya bergerak haha. Kepalanya itu bisa gerak dan mulutnya mangap. Jadi kaget kaaan!

Masuk lebih dalam, kita akan disuguhi foto-foto para penemu dan orang yang menorehkan sejarah seperti Pak BJ Habibie, Avicena, Phytagoras, dan lain-lain.

Selanjutnya ada zona-zona, seperti Zona Fisika, Zona Air, Zona Tata Surya, Zona Bagian-Bagian Tubuh, dan banyaaaak lagi. Saya kasih lihat foto-fotonya saja ya. Di Gedung ini mah kita boleh memotret.

Ada banyak ruangan, dan tidak saya foto semua. Yang bisa saya abadikan ada di album ini ya.

This slideshow requires JavaScript.

Seperti yang saya bilang, kami mengunjungi tempat ini 2 kali, yaitu hari Ahad dan Selasa. Di hari Selasa, selain main ke PAUD, Aisya dan Ayah juga naik perahu di sungai.

Masih ada beberapa wahana lainnya, kami tidak masuk ke semua wahana. Termasuk yang satu ini, saya hanya sempat memotret anak orang lain yang sedang naik mobil-mobilan, Area ini dilengkapi dengan halte dan rambu-rambu lho.

Sebetulnya pengen ajak Aisya belajar nyetir gini, tapi hari sudah siang, Kami harus kembali ke Hotel untuk check out.

And you know what? setelah kami tiba di Bandung, sampai hari ini pun Aisya terus bilang, “Aku mau ke Taman Pintar, Mami, Ayah”.

Berkesan banget nih kayaknya PAUD-nya.

Gimana, tertarik mengajak buah hati kesini ga Moms?

 

Kecambah Aisya

 

Di minggu terakhir sekolah pada semester 1, Aisya bersama Bu Guru dan teman-teman sekelasnya menanam kecambah menggunakan media kapas basah dan bekas gelas plastik.

Kecambah dalam gelas plastik tersebut kemudian dibawa pulang. Bu Guru berpesan agar anak-anak memperhatikan pertumbuhan kecambah tiap hari.

Baca juga : 6 Things I Adore From Aisya

Saya jadi ingat, percobaan ini pernah saya lakukan saat SMP (bukan ketika PAUD). Kecambah yang saya tanam harus disimpan di ruang yang cukup lembab dan gelap. Tujuannya agar tumbuh lebih cepat dan kita bisa melihat kemana arah tangkainya mengacu ketika sudah tinggi. Ke arah cahaya atau bukan.

Sampai di rumah, saya meletakkan kecambah Aisya di halaman belakang, tepatnya di rak bersama tanaman hias. Sengaja disimpan di tempat yang cukup mendapatkan sinar matahari, karena pada percobaan kecambah Aisya ini tidak diminta melihat arah tumbuhnya.

Baca juga : Aisya Udah Diajari English?

Saya dan Aisya berusaha mengamati kecambah ini selama kurang lebih 8 hari.

Hampir setiap hari Aisya meneteskan air pada kapasnya agar tidak kering.

Berdasarkan hasil pengamatan kami, inilah yang kami dapat :

  1. Hari kedua, akar mulai muncul dengan malu-malu
  2. Hari ketiga, akar mulai terlihat tumbuh panjang menembus kapas basah dan kulit air kacang kedelai terkelupas
  3. Hari keempat-keenam, tangkai mulai tumbuh ke atas
  4. Hari ketujuh-delapan, tangkainya makin tinggi disertai daun berwarna hijau

Nah, ini foto kecambahnya. Cantik ya? 🙂

Senang juga ya mengamati dan memelihara kecambah seperti ini. Menurut saya, tugas liburan sekolah untuk anak Kober seperti ini bagus, bisa melatih tanggungjawab anak terhadap apa yang ditanamnya dan peka terutama untuk menyiram (meneteskan air ke kapas agar tidak kering).

Baca juga : DIY Kartu Angka

Apakah Ibu-ibu sudah melakukan percobaan ini dengan balita di rumah? 🙂

 

10 Thoughts On #88LoveLife By Diana Rikasari That I Like

IMG_20180107_064603

On the first week of January 2018, Alhamdulillah I conquer one of the challenge that I made for myself this year which is : read at least 1 book per month.

I started with a light book that fulfill with beautiful thoughts and cute illustrations from a very unique-famous-Indonesian-fashion-blogger, Diana Rikasari Not only a blogger, she also run many business such as I Wear Up, etc. You can check it on her blog and instagram. Go follow her if you want 🙂

Baca juga : Malam Tahun Baru Dan Resolusi 2018

Buku #88LoveLife ini milik adik saya yang dibeli di Gramedia. Karena adik saya sudah selesai membaca, saya meminjamnya. Saya bisa merampungkan buku ini kurang dari seminggu karena memang buku ini bukan novel atau antologi yang penuh tulisan.

Saya membawa buku ini ketika mengantar Aisya ke sekolah. Dan selama menunggu ia belajar, saya duduk dan membaca #88LoveLife

Ngobrol sama Ibu-ibu yang lain seems very interesting, but that week I want to use my spare time to read. An hour is enough 🙂

I think its a good start. Buat orang yang sedang belajar mengisi diri dengan membaca buku seperti saya, ternyata membaca buku yang dikemas dengan ringan, memuat tulisan yang berisi kutipan-kutipan, kalimat sederhana, berisi poin-poin dan bergambar adalah langkah yang baik.

Ringan dalam artian, halamannya tidak banyak dan tidak butuh berpikir keras untuk mencerna halaman demi halaman agar bisa tersambung dengan keseluruhan cerita seperti ketika membaca novel dan buku dengan tema berat lainnya.

#88LoveLife sangat menarik, lucu dan berwarna-warni. Ini yang bikin saya suka. Bikin bacanya betah dan berasa ceria aja gitu. This book is simple namun sangat bermanfaat.

And surprisingly, pemikiran-pemikiran Diana Rikasari yang dituangkan dalam buku ini amazing lho! some of the thoughts on life just right, wise and giving positive energy to me.

Buku ini juga menjadi semacam self-healing buat saya. Banyak kata di dalamnya yang membuat saya sadar dan ‘menyembuhkan hati’.

To sum up, there are 10 thoughts that I really agree and like from this book. I’d love to share it with you guys, so here it is…

10 Thoughts On #88LoveLife By Diana Rikasari That I Like

Positivity always wins

IMG_20180107_064603
Bener ga nih kalau positivity always win? always sih tapi kadang butuh kesabaran dan waktu yang lama. Sebetulnya melalui kata-kata Diana yang ini, beliau ingin mengajak kita untuk tetap think and act positive whatever people around us do to us. Karena kindness bisa bikin atmosfer sekitar berubah jadi lebih baik dan itu kerasa sama orang sekitar kita. Yuk berikan energi positif kepada orang-orang terdekat.

Human tend to complicate things because it feels easier when there is something to blame on. DON’T.

IMG_20180107_065023

I totally agree with this. Saya rasa, semua orang harus STOP BLAMING. Kalau ada masalah, sebaiknya kita cari solusinya bersama. Tentunya perlu menemukan akar dari sebuah permasalahan, setelah ketemu, jangan fokus menyalahkan orang yang berbuat salah. Penting membuat orang yang bersalah menyadari kesalahannya dan meminta ia belajar dari kesalahannya. But then after that, sebaiknya kita fokus find out the solution agar masalah tidak berlarut-larut. Dan kita semua bisa MOVE ON.

Winner are…

IMG_20180107_065657

Saya tipe orang yang suka berdiskusi dan berusaha memahami orang lain melalui komunikasi. Saat ini pun, saya sedang belajar menjadi pendengar yang baik. Saya suka part “Allow the other to speak, allow both side to understand” and for sure winner are we who can control our emotions 🙂

The idea of a daily celebration is brilliant!

Screenshot (1)

Ya, kita harus menghargai step-step kecil yang kita buat atau kesuksesan kecil yang kita lakukan hari ini. Making a better progress everyday and be grateful for that. Kalau pun ga bikin perayaan, kita bisa lho bikin happiness journal atau a jar of gratitude tempat kita menulis hal-hal apa yang membuat kita bahagia, apa yang berhasil kita lakukan dan apa yang kita syukuri pada hari ini dan seterusnya

Do something in life, that you believe it brings value to your life

IMG_20180103_233909

Lakukan hal yang betul-betul penting, things that we need to actualize ourselves dengan tidak menjadikan what other people do sebagai standar kita. Karena kita punya kebutuhan dan spesifikasi masing-masing.

Feel before thinking, think before speaking

IMG_20180107_065351

Just right before we want to say something, tahan sebentar. Pikir lagi baik-baik. What we say will give an effect, hopefully its a good one.

Facilitate discussion, not kill ideas

IMG_20180107_064219

Dalam hidup, selalu ada kesedihan dan kebahagiaan. It go both way 🙂

IMG_20180107_065134

Life designed to roll. Pasti setelah melewati satu anak tangga, bakal ada anak tangga lainnya. There ‘s Ups and Downs. Let’s climb, we are stronger now!

IMG_20180107_064436.jpg

Many choices in life, which one do you choose? In this cupcake case I will give it to someone else. What’s your choice? Selalu ada solusi ya, see the brighter side, be creative

IMG_20180103_181451_308

Okey, itulah 10 thoughts yang saya suka dari buku #88LoveLife-nya Diana Rikasari. Semoga efek positif yang saya dapatkan dari buku ini juga bisa dirasakan oleh pembaca yaa 🙂 Btw, thoughts mana yang paling kamu suka?

Oia setelah beres membaca buku ini, sekarang saya lanjut membaca buku lainnya yang berisi beberapa bab. Dan masing-masing bab berisi ulasan yang tidak terlalu panjang. Lagi-lagi ini membantu saya untuk tidak cepat bosan dan bisa menyelipkan pembatas buku setelah mencerna satu chapter dan melanjutkannya di lain hari.

I can make a note, put a highlight on it and finish 1-3 chapter a day!

Yuk semua semangat membaca & happy weekend all 🙂