Cerita Iie : Ramadan, Melahirkan dan Kuliah Gratis di Swedia

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Menjadi istri dan ibu adalah jihadnya wanita, amanah utama kita

-Iie

Belajar bisa dari mana pun dan dari siapa pun, termasuk dari Ibu muda yang satu ini. Seperti yang sudah saya ceritakan pada tulisan saya sebelumnya, sharing antar sesama ibu muda akan membantu kita untuk tahu bahwa bukan hanya kita loh newbe in motherhood community yang sama-sama berjuang menjalankan peran kita sebagai Ibu.

Sedikit tentang beliau, saya mengenal Iie saat kami masih beraktivitas di Sekolah Bermain Balon Hijau, what a cute name right? SBBH adalah kelompok bermain non-formal yang diselenggarakan di Masjid Istiqomah Bandung dan diprakarsai oleh 3 orang mahasiswi ITB, lebih lanjut tentang SBBH kita bahas di lain kesempatan ya.

Iie adalah satu dari sekian banyak fasilitator di SBBH, one thing about her, she seem very mature though her age is younger than me. Terlihat dari sikapnya yang lembut, antusias dan sabar, Iie adalah sosok wanita yang menyayangi anak.

She also married in a young age! pemilik nama lengkap Dery Hefimaputri ini menikah saat ia masih menjadi mahasiswi Engineering Management di ITB. Kini Iie menetap di Swedia bersama putrinya, Asiyah dan suaminya yang juga berkuliah dan bekerja disana. Alhamdulillah Iie bersedia untuk saya interview dan berbagi mengenai banyak hal. Yuk simak obrolan kami.

Assalamu’alaykum Iie, apa kabar?

Wa’alaykumsalam Wr Wb, Alhamdulillah baik dan sehat.

Setelah cukup lama LDR dengan suami, sekarang Iie sudah tinggal dengan Asiyah dan suami di Swedia ya. Bagaimana rasanya berkumpul bersama dan membangun keluarga di Swedia?

Iya, setelah LDR Gothenburg- Bandung selama kurang lebih dua tahun, akhirnya mulai Juli 2014 alhamdulillah bisa ikut menemani suami merantau. Rasanya dream comes true, salah satu keinginan terbesar saya adalah bisa membangun keluarga di satu atap, jadi istri seutuhnya, Alhamdulillah Allah kabulkan. Sebenarnya dimana pun bagi saya ga masalah selama bersama suami dan anak, kebetulan Allah pilihkan Gothenburg-Swedia saat ini. Tiap tempat ada positif negatifnya, tergantung kita mau lebih menekankan yang mana. Wah kalo ditulis detil bisa panjang sekali, hehe.

Asiyah juga lahir di Swedia ya? Bagaimana pelayanan kesehatan disana?

Iya, Asiyah lahir Oktober 2014 di Gothenburg. Pelayanan kesehatan disini pada dasarnya gratis selama kita punya nomor sosial disebut juga personnummer, personnummer ini diberikan untuk penduduk Swedia maupun pendatang yang akan tinggal selama minimal setahun.

Kebetulan personnummer saya baru jadi saat dua minggu menjelang lahiran, agak deg-degan juga tuh karena tanpa personnummer saya harus bayar biaya melahirkan yang sama sekali ga murah (sekitar Rp 45juta- tak hingga, bergantung kerumitan persalinan). Kabarnya bisa sih minta keringanan, tapi kami kurang tahu infonya tentang ini, dan tentu berharapnya gratis aja. Alhamdulillah ternyata personnummer bisa keluar sebelum due date, jadilah persalinan saya gratis, begitupun biaya control setelahnya.

Biaya control kehamilan sebelum personnummer ada itu mencapai 540 SEK (Rp 870.000). Padahal control kehamilan disini benar-benar sederhana, hanya cek darah, tensi, ukur lingkar perut, dan cek detak jantung (USG hanya dilakukan sekali di usia kehamilan lima bulan, selama kondisi hamil normal/ ibu <35 tahun, dsb).

Pelayanan kesehatan disini sangat memanusiakan manusia, proses kelahiran didorong sealami mungkin, penuh aura positif, mandiri, dan setiap orang (baik pendatang atau bukan) diperlakukan dengan sangat baik. Beberapa kali saya dengar cerita kelahiran di Indonesia dimana tenaga kesehatan (khususnya perawat atau bidan) yang mudah melontarkan kata-kata yang kurang mengenakan, atau menurunkan semangat ibu melahirkan. Disini hal seperti itu, sejauh pengalaman saya dan orang-orang sekitar, tidak ditemui. Disini bila kehamilan sehat, tidak ada masalah, maka seluruh proses dari pemeriksaan kehamilan sampai melahirkan akan ditangani oleh bidan. Hanya satu bidan yang menunggui sampai bukaan hampir lengkap, dan paling ada tambahan 2-3 bidan di proses mengejan, benar-benar menjaga privacy, tenang, dan efisien.

Bidannya pun benar-benar memandang proses kehamilan dan kelahiran adalah hal yang alami, bukan penyakit yang harus penuh kekhawatiran. Bidan berhasil menanamkan sugesti-sugesti positif kepada saya, dan membantu saya memandang proses kelahiran dengan yang seharusnya.

Saya ingat salah satu wejangan beliau sebelum saya melahirkan, “Menjelang melahirkan nanti, kontraksi memang akan terasa sakit, saya ga akan menjanjikan bilang bahwa itu ga sakit. Tapi, yakinlah, itu adalah sakit yang baik, sakit yang positif, sakit yang menandakan bahwa sebentar lagi anakmu akan hadir dipelukanmu.”

Kata-kata itu benar-benar indah dan membuat saya semangat menyambut gelombang cinta kontraksi, pengalaman melahirkan jadi momen indah yang menyenangkan, Alhamdulillah ga ada trauma dan sejenisnya.

Kalau Swedia sendiri, Negara yang seperti apa di mata Iie? is it a family-friendly country?

Ya, Swedia adalah Negara sosialis, yang tentunya menjunjung tinggi kesamaan dan kesetaraan. Karena semangat kesetaraan itulah, dimana mereka menganggap peran laki-laki dan perempuan dalam keluarga harus sama, maka dibuat aneka kebijakan yang mendukung. Contohnya adanya cuti berbayar bagi orang tua (paid parental leave) selama 480 hari yang dapat diambil oleh kedua orang tua, preschool dengan kurikulum yang jelas (biasanya anak-anak diatas usia setahun mulai masuk preschool karena orang tuanya mulai bekerja lagi setelah parental leave usai), kultur yang menomorsatukan urusan keluarga (kalau sewaktu-waktu cuti karena anak sakit, ga ada yang berani protes, family is number one priority).

Setelah kurang lebih dua tahun disini, saya mau mencoba melihat segala sesuatunya dengan proporsional, ga terlalu silau dengan segala perbedaannya dengan negeri sendiri. Tentu banyak yang bisa dipelajari, tapi ga menutup kemungkinan juga dibeberapa aspek Indonesia masih juara di hati. Misalnya semangat gotong royong, disini apa-apa cenderung mandiri, dan sebagainya.

Ini Ramadan kedua Iie bersama Asiyah dan suami di Swedia, boleh diceritakan tentang suasana Ramadan disana? Apakah kalian suka ikut iftor jamaai yang diadakan di Masjid-masjid di Swedia atau mengadakan open house di rumah Iie?

Disini puasa sekitar 19 jam, jadi kalo buka puasa bersama selesainya bisa sangat larut, maghrib saja hampir jam setengah 11 malam. Biasanya tiap tahun kami juga adakan satu atau dua kali saja buka puasa bersama di rumah bersama teman-teman mahasiswa. Keseringan ga bagus juga karena bikin begadang ^^ Salah satu hal yang saya syukuri dari puasa disini adalah jadi bisa lebih focus ibadah, ga banyak terdistrak buka puasa bersama yang kerap kali malah melalaikan.

Biasanya suami aja yang ke masjid sedangkan saya dan Asiyah di rumah. Alhamdulillah kami tinggal di daerah pendatang muslim, jadi ada mushola di dekat apartemen kami, hanya berjarak lima menit jalan kaki. Kalau ke masjid kota sekitar 30-40 menit naik tram.

Kalau lebaran biasanya ada warga (WNI yang menikah dengan penduduk setempat atau sudah tinggal menetap di Swedia) yang membuat open house jadi kami silaturahmi kesana.

Nama lengkap Asiyah adalah…

Asiyah Rania Sveanisa Adefys

Artinya…

Asiyah dari nama Asiyah Binti Muzahim, salah satu dari empat perempuan terbaik sepanjang masa yang telah dijanijkan surga (bersama Khadijah, Maryam, dan Fathimah). Ia adalah ratu mesir di zaman  Nabi Musa AS, yang juga adalah ibu asuh Nabi Musa AS. Ia adalah ratu yang lembut hatinya, cerdas, dan kokoh tauhidnya. Kami memang bertekad ingin memberikan nama anak-anak kelak dengan nama-nama tokoh muslim/ah, agar mereka dapat meneladani segala kebaikan dalam diri tokoh tersebut.

Rania berarti ratu, selaras dengan kata Asiyah yang juga adalah ratu mesir di zaman Musa.

Sveanisa; Svea artinya swedia, nisa artinya perempuan dalam bahasa arab. Kurang lebih perempuan muslimah yang lahir dan tumbuh di Swedia. Biar ada kenang-kenganan dari tempat kelahirannya.

Adefys; singkatan nama saya dan suami.

Kalau nggak salah, Asiyah sudah ikut pre-school ya? Udah belajar apa aja nih Asiyah?

Sekarang Asiyah belum masuk preschool, baru rutin ke öppna förskolan (open preschool) saja. Bedanya apa? Kalo preschool, sebagaimana daycare, anak ditinggal bersama gurunya. Sedangkan öppna förskolan, ibu atau ayah masih menemani mereka bermain, istilahnya seperti playdate yang difasilitasi aja. Di öppna förskolan juga ada kegiatan-kegiatan bersama, setiap rabu outing keluar, setiap kamis sarapan bersama, sering juga ada kunjungan penyuluhan mulai dari dokter gigi, psikolog, fisiologis petugas perpustakaan, dsb. Biasanya kita ke öppna förskolan tiga kali seminggu selama tiga jam.

Sebagai orang yang pernah mengajar di Kelompok Bermain, bagaimana pandangan Iie terhadap pendidikan usia dini di Swedia?

Karena Asiyah belum masuk preschool jadi saya belum bisa komentar banyak tentang pendidikan usia dini di Swedia. Hanya sajauh yang saya tahu, preschool disini menerima anak sejak mereka berusia diatas setahun dan sudah bisa jalan. Disini tidak ada daycare untuk anak dibawah usia setahun, karena diharapkan anak dibawah setahun diasuh oleh orang tua secara langsung dan penuh, Negara pun sudah memfasilitasi cuti berbayar selama 480 hari untuk menunjang hal ini.

Preschool ini berbeda dengan daycare walaupun prinsipnya sih serupa ya, anak dititipkan disekolah, bedanya mereka punya kurikulum dengan standar dan control yang sangat jelas dan ketat. Secara berkala tiap preschool akan dicek, dan kualitas tiap preschool sama, jadi ga ada sekolah unggulan dan sejenisnya. Preschool sendiri ada yang milik pemerintah dan swasta (biasanya yang international), keduanya tetap harus mengacu pada kurikulum Negara dan diperiksa secara berkala.Peraturannya pun sangat ketat, misal bila anak demam kapan boleh masuk sekolah lagi, kalau anak muntah kapan baru boleh masuk sekolah lagi, dan sebagainya.

Prinsipnya sekolah wajib di Swedia gratis, sekolah wajib sendiri dimulai dari SD tingkat nol (usia lima tahun), jadi preschool tetap bayar dengan batas maksimal 3% gaji orang tua dengan batas 1100SEK (sekitar RP 1,7juta).

Agustus ini Iie juga akan lanjut S2, apa yang memotivasi Iie untuk kembali bersekolah? Serta Universitas dan jurusan apa yang Iie pilih?

Saat ini saya sudah diterima di jurusan Management and Economics of Innovation, Chalmers Institute of Technology, Gothenburg.

Ada beberapa faktor yang mendorong saya untuk sekolah lagi.

Pertama, memanfaatkan kesempatan untuk pengembangan diri. Saya merasa ini kesempatan besar bagi saya untuk mengasah mulai dari kemampuan bahasa, softskill, maupun ilmu yang semoga bisa diterapkan dikemudian hari. Kebetulan kuliah disini gratis karena saya telah memiliki izin tinggal dependent suami.

Kedua, saya menganggap kuliah lagi ini sebagai ‘hiu kecil’ yang akan memaksa saya bergerak dan berpikir secara lebih efisien dan efektif.

Pernah dengar cerita tentang adanya hiu di baskom ikan kapal nelayan? Mereka meletakan hiu dalam baskom ikan agar ikan-ikan itu terus bergerak dan akhirnya sedikit yang mati setelah sampai daratan.

Ketiga, saya berharap ilmu yang didapat diperkuliahan dapat saya terapkan untuk maslahat yang lebih luas, baik itu menjadi pendidik maupun membuka lapangan pekerjaan. Sebenarnya saya pun masih terus meminta petunjuk Allah, terus berdoa sampai detik terakhir untuk ditunjukan jalan yang terbaik. Mohon doanya ya.

Bisa diceritakan lebih detail mengenai mekanisme pendaftaran kuliah disana? Dengan Iie yang saat ini berdomisili di Swedia, apakah surat rekomendasi Dosen, sertifikat IELTS, dan LoA  masih dibutuhkan?

Segala syarat, jurusan, dan hal-hal terkait kuliah di Swedia bisa dilihat di web universityadmission.se, Swedia memang memiliki portal satu pintu untuk pendaftaran universitas disini. Tiap jurusan boleh jadi mensyaratkan hal yang berbeda. Saya sendiri butuh ijasah (asli dan terjemahan), transkrip (asli dan terjemahan), CV, IELTS, dan beberapa dokumen optional (motivational letter dan surat rekomendasi). Semua dokumen cukup di scan, kalau diterima nanti aslinya ditunjukan saat hari yang ditentukan menjelang masuk nanti. Perlu digarisbawahi bahwa ini adalah jalur tanpa beasiswa, kalau untuk beasiswa sendiri kebanyakan dari LPDP atau Swedish Institute yang perlu syarat tersendiri ke institusi terkait.

Untuk mendukung Iie melanjutkan studi, suami Iie akan mengambil Parental Leaving, could u explain what is that?

Parental leave adalah cuti berbayar (kurang lebih 80% dari salary) untuk kedua orang tua selama 480 hari per anak yang dapat diambil sampai anak berusia 8 tahun. Ada ketentuan tersendiri misal tiap orang tua wajib mengambil masing-masing minimal dua bulan, setelahnya bebas dihabiskan oleh siapa jatah cuti tersebut. Bagi orang tua yang tidak bekerja, juga bisa mengajukan parental leave, dengan dianggap standar gaji terendah.

Karena disini menjunjung tinggi kesetaraan, maka mereka beranggapan wanita memiliki hak (atau kewajiban?) untuk bekerja. Tapi sebagaimana negara maju, upah tenaga kerja disini tinggi sekali, maka pembantu ataupun babysitter adalah hal langka (saya bahkan ga pernah temukan). Maka untuk menyiasatinya, dibuatlah sistem yang mendukung, salah satunya adanya parental leave ini. Jadi ibu dan ayah bisa tetap bekerja tanpa menelantarkan anaknya yang masih kecil. Setelah cukup umur, anak bisa masuk preschool dan orang tua tetap bekerja dengan mengendepankan work-life balance.

What have u learn by being a wife and a mother? 

Menjadi istri dan ibu adalah jihadnya wanita, amanah utama kita. Menjadi istri saya belajar bagaimana menundukan ego, menundukan diri dihadapan imam saya, belajar patuh, belajar melayani, yang tentunya berat sekali apalagi di akhir zaman yang serba terbolak-balik ini.

Menjadi ibu saya belajar bagaimana menjadi teladan, belajar menguatkan kesabaran, belajar senantiasa melantunkan doa sepanjang waktu, belajar membaca perasaan anak, belajar mengenali potensi dan kekurangannya, belajar berkomunikasi, dan masih banyak yang lainnya.

Saya menyadari bahwa kalaupun akan beraktivitas diluar rumah, harus dipastikan yang utama tidak terbengkalai dan tertunaikan hak-haknya. Kondisi inilah yang membuat saya tidak berani koar-koar akan kuliah lagi karena bagi saya, kuliah itu nomor dua di waktu ini, bisa sewaktu-waktu disudahi kalau menzalimi hak klien utama saya. Dan sejatinya sekolah lagi adalah untuk membentuk diri saya yang lebih baik, maka harus ada standar tertentu apa yang ga boleh dilanggar, apa-apa yang harus tetap dikerjakan oleh saya, dan sebagainya. Lagi-lagi, mohon doanya ya.

Iie memanfaatkan waktu Me-Time dengan…

Membaca dan menulis. Saya selalu punya notes kecil tempat saya menumpahkan pikiran atau ide. Selain itu, lihat-lihat resep masakan.

Untuk me-recharge semangat dalam mengurus keluarga, Iie sering mendengarkan kajian Budi Ashari di youtube, yang fokus pada bahasan keluarga dan dikaitkan dengan Sirah Rasul (Parenting Nabawiyah). Boleh di-share-kan penekanan beliau mengenai peran Ibu dalam Islam?

Ibu adalah madrasah utama, ibu adalah pondasi umat ini. Setelah mendengar kajian beliau saya jadi memiliki paradigma baru tentang profesi sebagai ibu, khususnya ibu rumah tangga. Saya merasa dikuatkan, bahwa ibu rumah tangga bukanlah profesi yang ‘hanya’. Ia adalah titel berharga yang sudah seharusnya kita banggakan. Bila berpikir ‘hanya’ maka hasilnya pun akan sekedarnya. Tapi saat kita menyadari bahwa kita sedang membentuk generasi, bercita-cita besar akan kebermanfaatan anak kita, menjadikan anak sesuai dengan tujuan penciptaannya, maka semangat yang tumbuh pun lebih besar.

Ibu adalah profesi paling mulia, yang kadar penghargaannya tidak dapat ditandingi lelaki manapun. Tidak menutup mata, bahwa ada ranah yang para wanita memang dibutuhkan untuk terjun kesana yakni ranah kesehatan dan pendidikan. Maka lingkungan sekitar harus menyokong mereka, membantu terdidiknya anak mereka.

It’s a wrap! Terimakasih Iie sudah meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari saya. Semoga obrolan kita ini bisa memberi manfaat dan informasi berharga untuk teman-teman kita, khususnya para Ibu muda. May Allah giving you many good things and grant your wishes in this Ramadan. Please convey my greeting to Asiyah :*

Happy fasting dan selamat bersekolah lagi Iie!

* * *

Yuk baca Cerita Ibu Muda lainnya :

1. Cita dan Cinta Audia Kursun (Indonesia – Turki)

Dea Audia & Mustafa Kursun adalah pasangan Indonesia-Turki. Apa aja sih tantangan yang dihadapi kalau nikah campur & syarat nikah sama WNA? Tempat-tempat mana aja di Turki yang berkesan buat Dea? Gimana prosesi pernikahan di Turki? Yuk merapat karena Dea berbagi cerita cita dan cinta-nya disini.

2. Meet Nunu – A Nuclear Physics Enthusiast, A Mother & Wife

Nunu, ilmuan Fisika Nuklir yang sedang menempuh program postdoctoral di Jepang, seorang Ibu juga istri. Simak bagaimana Nunu me-manage waktu untuk keluarga dan studi disini,

3. Uma Hani – Istri Dokter Yang Membangun Interdependency Dengan Aba Fatiha

Uma Hani, istri Dokter yang membangun interdependency dengan suami. Apa itu interdependencyFind out here.

4. Kamu Lulusan ITB? Ko Jadi Ibu Rumah Tangga?

5. “I Love Abu Dhabi” – Cerita Nana Jadi Mama Auran Plus Resep Easy Baking

I Love Abu Dhabi“, Cerita Nana, jadi Mama-nya Auran plus resep easy baking.Nana adalah lulusan S2 ITB yang selama kuliah master pernah mengikuti programstudent exchange di Samyoung University Korea, kini Nana tinggal di Abu Dhabi dan memilih untuk mengurus anaknya sendiri. 

6. Cici, Itikaf Sama Duo Bocil Butuh ‘Strong Why’

Cici Butuh ‘Strong Why‘, saat mengajak 2 balitanya Itikaf di bulan Ramadhan. Simak tips-nya disini,

 

Advertisements

6 Kekuatan Yang Bakal Bikin Rumah Tangga Kita Menjadi Perahu Ke Surga

Ada beberapa hal yang membuat pernikahan disebut Mitsaqan Ghaliza, antara lain karena :

  • Pernikahan adalah ibadah paling lama. Ibadah solat berkisar 5-10 menit setiap pelaksanaannya. Di bulan Ramadan, kita shaum dari mulai terbit fajar hingga matahari terbenam selama 30 hari di bulan Ramadan. Ibadah Haji yang wajib hanya 6 hari. Sementara pernikahan, takbir awalnya adalah saat ijab qabul. Lalu kapan selesainya? yaitu saat maut memisahkan keduanya. Ini menjadikan pernikahan sebagai ibadah terlama. Aktivitas dalam rumah tangga, bernilai pahala. Meskipun sesederhana menawarkan teh pada suami saat pulang, memuji masakan istri dan bersenda gurau dengan anak-anak.
  • Rumah tangga merupakan sekolah paling lama. Bagaimana tidak? jika seseorang menempuh pendidikan hingga doktor menghabiskan waktu 22 tahun, bisa jadi usia pernikahan kita lebih dari itu. Tengok saja usia pernikahan kakek nenek serta orang tua kita, bisa jadi sudah lebih dari 40 tahun.
  • Rumah tangga adalah kebersamaan paling lama. Setelah lulus kuliah, biasanya kita akan tinggal terpisah dari orang tua, baik nge-kos, ngontrak rumah dan lain-lain. Hingga akhirnya kita menikah dan membangun keluarga bersama pasangan hingga akhir usia. Bisa jadi kita hanya tinggal bersama ayah ibu selama belasan atau duapuluhan tahun, namun dengan pasangan lebih dari itu.
  • Rumah tangga adalah tools. Tools untuk apa? tidak lain untuk menyatukan dua keluarga, dua budaya yang berbeda. Kita dan pasangan membawa ‘gerbong’ masing-masing saat menikah. Oleh karena itu, dibutuhkan perjuangan untuk menerima kekurangan dan kelebihan keluarga masing-masing.

Keempat hal ini disampaikan oleh Pak Aam Amirudin dalam kajian Family Tiil Jannah yang diadakan oleh Modern Mom Bandung. Masjid TSM siang itu pun dipenuh Ibu-ibu yang hadir bersama anak dan segelintir suami. Tak heran kajian ini mendapat aundience yang luar biasa, karena tak sedikit yang juga ingin mendengarkan lantunan syahdu surat Ar-Rahman dari Muzzamil Hasballah, termasuk saya.

Ini kali kedua saya mendengarkan ceramah Pak Aam. Beliau selalu menyelingi materi berbobotnya dengan guyonan. Interkasi yang beliau lakukan dengan bertanya langsung pada beberapa audience juga membuat kajian kali ini terasa hidup. One way tapi nyampe. Berasa terlibat aja gitu.

Baca juga : 7 Kesalahan Dalam Pengasuhan Anak Yang Bisa Orang Tua Perbaiki

Selanjutnya, Pak Aam menggiring kita untuk mencari tahu, bagaimana sih caranya agar rumah tangga kita yang sakral ini bisa menjadi perahu ke surga? ternyata ada 6 kekuatan dalam pernikahan yang harus terus dijaga dan dipupuk. Mau tahu apa saja? Silakan simak rangkuman di bawah ini yaa.

6 Kekuatan Yang Bakal Bikin Rumah Tangga Kita Menjadi Perahu Ke Surga

1. Kekuatan Agama

Harus ada kekuatan agama dalam rumah tangga, karena hanya agamalah yang akan mempertemukan kita dengan keluarga kita di akhirat nanti. Kuncinya apa agar seluruh keluarga kita berkumpul di surga nanti? hanya satu, yaitu soleh.

(yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;

– QS. Ar-Ra’du : 23

2. Kekuatan Cinta

Dalam hadist riwayat Al-Bazaar dengan sanad hasan dari Abdullah bin Amr, ia berkata: Rasulullaah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Siapa yang mencintai seseorang karena Allah, kemudian seseorang yang dicintainya itu berkata, “Aku juga mencintaimu karena Allah.” Maka keduanya akan masuk surga. Orang yang lebih besar cintanya akan lebih tinggi derajatnya daripada yang lainnya. Ia akan digabungkan dengan orang-orang yang mencintai karena Allah.”

Mencintai pasangan atas dasar cinta pada Allah adalah yang paling benar, nyaman dan aman menurut saya. Sehingga buah cinta kita akan berujung pada Allah.

3. Kekuatan Do’a

Do/a adalah senjata orang muslim. Bingkailah rumah tangga kita dengan do’a agar bisa sampai ke surga.

4. Kekuatan Kata-kata

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.

– QS. An-nisa : 9

Jangan rusak rumah tangga kita dengan kata-kata yang melukai hati pasangan. Jagalah lisan kita agar tidak menyakiti perasaan suami/istri/anak-anak kita. Tahanlah lidah kita jika hendak marah dan latihkan bibir untuk lebih sering mengucapkan kata-kata yang baik dan positif.

Bila ingin menegur pasangan, pujilah dulu kebaikan-kebaikannya, baru berikan saran dengan cara yang baik.

Misalnya saat istri memasak namun rasanya kurang enak, tidak perlu memberi komentar, “Ini masakah apa? tidak enak! saya sampai mau muntah.”

Cobalah katakan ini, “Bu, terimakasih ya sudah masakin buat Bapak. Ini sayur apa Bu? sayur asem tapi rasanya kok manis ya.” Dengan begini mungkin sang istri akan sadar kalau tadi asemnya lupa dimasukkan, hihi.

5. Kekuatan Ilmu

Baik suami, istri maupun anak, perlu sama-sama belajar. Terus belajar dan belajar. Ingat kembali, rumah tangga adalah sekolah paling lama.

Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

– QS. Mujadilah : 11

Setelah menikah, saya masih membaca buku-buku tentang pernikahan, baik tentang psikologi suami istri maupun hak dan kewajiban suami-istri dalam Islam. Ketika mengasuh anak, saya membekali diri dengan berbagai literatur baik untuk urusan tumbuh kembang maupun psikologi anak. Kini di tahun ke-5 pernikahan kami, saya masih berupaya mencerna sebuah buku berjudul “How To Turn Your Mate Into Soulmate”.

Saya merasa, dengan banyak membaca jadi lebih tahu dan terbantu memahami berbagai hal. Juga melalui sharing dan menghadiri majelis ilmu jika bisa.

6. Kekuatan Sejarah

(Ibrahim berdoa): “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh, dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan,

– QS. Asy-Syu’ara’ : 83-85

Pak Aam memilih ayat terakhir ini untuk mengambil hikmah dari Nabi Ibrahim as. Dan beliau mengajak kita untuk menjadi sejarah indah bagi pasangan kita. Beliau bilang, “Tanyakan pada diri sendiri, saat kita wafat nanti, akankah kita menjadi sejarah indah bagi pasangan kita?”

Jika ingin menjadi sejarah indah, maka kita pun perlu berhati-hati dan melakukan upaya-upaya agar banyak hal baik terjadi dalam rumah tangga kita.

Okay Moms, itu dia 6 kekuatan yang harus terus dihidupkan dalam rumah tangga kita. Buat saya, meski simpel tapi pesan dari Pak Aam nempel di hati. Semoga kita bisa menerapkannya dalam rumah tangga kita ya! Amiin.

Terakhir, saya mau ucapkan terimakasiiiih banyak buat komunitas Modern Mom Bandung yang udah memberi doorprize dan goodie bag. Baru setahun tapi followersnya sudah banyak, event-eventnya keren-keren pulak. Salut deh 🙂 Hope another year will be more great Moms.

 

Indonesia Keracunan Asap Rokok? Apakah Menaikan Harga Rokok Solusinya?

Screenshot (2)

“Pak, kok merokok? Merokok kan ngga baik,” ucap Aisya dengan polosnya saat seorang bapak merokok di hadapan kami. Uniknya sang Bapak tersenyum malu sambil mengusap rambutnya, lalu nyengir dan ngeloyor pergi.

Sebetulnya saya kurang enak sama bapak tersebut meski saya terganggu dengan asap rokok, namun saya belum pernah mengutarakan ketidaknyamanan sama perokok. Lebih sering menghindar saja.

Then it just take me back to the year 2005. Saat itu seorang teman bercerita bahwa rokok di Inggris lumayan mahal dan beliau juga bilang, rokoknya beda, yang di Indonesia lebih enak. For a moment, saya pikir mungkin standar rokok di luar lebih ketat, dan di Indonesia lebih ‘longgar’ dalam artian, kandungannya lebih banyak dan harganya lebih murah.

Dengan harga yang sangat terjangkau ini, no wonder banyak perokok berasal dari kalangan menengah ke bawah.

Nah, Rabu, 20 Juni 2018 lalu, saya mendengarkan siaras di Radio KBR.ID, tepatnya program radio ruang publik KBR yang membahas tentang JKN, Kelompok Miskin dan Rokok Harus Mahal. Topik yang menarik ini disampaikan langsung oleh Prof Dr Hasbullah Thabrany, MPH – beliau adalah Ketua Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan FKM UI dan Yurdhina Melissa dari Planning and Policy Specialist Center For Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISID).

Apa yang dibahas ternyata menjawab tebakan saya. Betul lho, rokok di luar negeri itu lebih mahal! Di Singapura harga rokok Rp. 130.000,- per bungkus. Kemudian di Australia hargaya Rp. 250.000,-. Harga rokok di negara-negara ini sengaja dibuat tinggi agar anak-anak tidak mudah tergiur membeli rokok.

Karena rokok di Indonesia terbilang murah, ada beberapa orang yang tinggal di LN kemudian titip dibelikan rokok Indonesia untuk dibawa ke LN, karena disana harganya lebih mahal.

Sayangnya, di Indonesia, jumlah perokok paling banyak justru berada di kelompok yang kemampuan ekonominya kurang mampu seperti pekerja petani, tukang ojek, pekerja kasar, dan lain-lain, begitu papar Profesor Dr Hasbullah. Dari survei yang dilakukan oleh SUSENAS terdapat data bahwa sekitar 70% lebih masyarakat dari kelompok miskin mengkonsumsi rokok.

Kelompok yang ekonominya kurang mampu di Indonesia ini dikatakan sangat generous oleh Profesor Dr Hasbullah karena memberi sumbangan yang besar pada konglomerat rokok. Karena berdasarkan data dari SUSENAS, justru masyarakat yang pendidikan dan pendapatannya lebih tinggi mengkonsumsi rokok lebih sedikit.

Mba Yurdhina turut melengkapi data ini dengan mengatakan bahwa 22% per kapita income mingguan masyarakat yang ekonominya kurang mampu in itu dipakai untuk mengkonsumsi rokok. Dan pada tahun 1997-2004 terdapat hasil analisis yang menunjukkan, adanya penurunan harga beli daging dan ikan di keluarga kelompok miskin karena kepala keluarganya lebih mengalokasikan uang untuk membeli rokok.

Dari pengamatan pribadi, bahkan ada bapak-bapak yang memilih makan sehari sekali dan sisanya merokok, ditemani kopi. Ya kalau dipikir-pikir lagi, kurang sehat ya pola hidup seperti itu. Bapak-bapak ini sudah kecanduan rokok nampaknya, pokoknya beli rokok tidak boleh terlewat dalam daftar belanjaan sang istri.

And you know what? 70% pasien BPJS memiliki riwayat akibat merokok. Mayoritas peserta JKN adalah perokok, lebih parahnya lagi mayoritas peserta yang ekonominya kurang mampu juga perokok. Hal ini mengakibatkan klaim di BPJS-nya tinggi. Artinya penyakit akibat klaim JKN tinggi.

Hal ini menjadi masalah besar, karena dana JKN yang terbatas terserap oleh orang yang terlanjur kecanduan rokok. Perlu ada pengendalian agar dana JKN tetap memadai hingga tahun-tahun yang akan datang. Salah satu cara yang dipandang efektif adalah dengan menaikkan harga rokok.

Saya sepakat jika harga rokok dinaikkan, meski timbul pula kekhawatiran apakah nanti akan muncul tren baru? Seperti lifestyle merokok adalah gaya hidup orang berduit? Salah seorang penelepon juga bilang, walaupun harga rokok naik 100 kali lipat, ia akan tetap membeli karena ia sudah merokok dari mulai rokok harganya Rp. 1.200/batang hingga sekarang.

Tapi ternyata target dari kampanye rokok harus mahal ini adalah untuk mencegah munculnya perokok pemula.

Dengan harga rokok yang murah saat ini, ada lho anak-anak SD yang coba-coba membeli dengan uang jajannya. Dari awal mencoba ini kan yang sebetulnya gerbangnya, bakal diteruskan lagi atau tidak. Jujur saya beberapa kali melihat anak usia SD bahkan balita merokok.

Mungkin karena di keluarganya tidak ada policy soal merokok, atau karena orang tuanya perokok ya sudah ikutan saja. Tiap orang tua minta dibelikan rokok sebungkus ke warung, jadi semacam pelegalan bahwa sang anak boleh merokok.

Jika harga rokok mahal #rokok50ribu, harapannya tidak ada lagi anak usia sekolah yang menjajankan uangnya untuk membeli rokok. Dan dengan harga rokok yang tinggi, semoga saja para kepala rumah tangga yang merokok bisa berpikir ulang untuk membeli sebatang rokok. Pastinya tidak bakal berhenti total, tapi mengurangi sedikit-sedikit.

Lalu uangnya bisa digunakan untuk membeli sayur dan protein atau kebutuhan pokok lainnya.

Yuk jangan jadikan rokok kebutuhan pokok, jangan jadikan merokok gaya hidup. Semoga dengan upaya ini, Indonesia bisa jadi lebih sehat yaa. Amiin.

Buat teman-teman yang mendukung #rokokharusmahal, silakan klik https://www.change.org/p/jokowi-smindrawati-rokokharusmahal-naikkan-harga-rokok-menjadi-50-ribu-bungkus dan tanda tangani petisinya. Saya sudah lhooo 🙂

MY RAMADAN BOOK COLLECTION

DSC_0965

Ramadan ini, saya mengoleksi beberapa buku untuk dibacakan pada Aisya. Tujuannya untuk mengenalkan tentang bulan Ramadan dan aktivitas apa saja yang dilakukan di bulan suci ini melalui cerita.

Ini adalah 5 buku yang menjadi pilihan saya, 4 buku cerita dan 1 buku aktivitas. Harusnya postingan ini muncul di awal bulan, namun karena ada 2 buku yang masih saya tunggu jadinya diakhirkan reviewnya.

Alhamdulillah, karena sudah lengkap, saya akan mulai me-review satu per satu ya. Selamat menyimak!

RAMADAN MOON

DSC_0969

Ini adalah buku yang datang paling akhir (kemarin), sempat bimbang untuk membeli karena pertimbangan waktu, namun setelah menonton real aloud Ramadan Moon di youtube, saya langsung pesan karya Na’ima B Robert ini melalui periplus.com

Estimasi waktu pengirimanya 10-20 hari karena dikirim langsung dari LN, Alhamdulillah setelah 13 hari menanti, bukunya datang juga. I’m beyond happy! 

Malamnya langsung saya bacakan untuk Aisya sebelum tidur. Cerita di dalamnya berima, ilustrasinya unik dan isinya baguuus banget. Menggambarkan suasana Ramadan dengan indah.

Coba baca ini deh, so right, kaaan?

During the day we keep busy
With all sorts of good deeds
Our voices flow with the words of God
In unplanned harmonies
We look for things to give away
Collect money for charity
Be kind and caring and polite
Try hard not to get angry

CERIA RAMADAN DI 5 BENUA 25 NEGARA

Dua orang teman saya menyumbangkan cerita mereka di antologi cerita anak terbitan Ziyad ini. Yaitu cerita Dery (Iie) dari Swedia dan teh Riana dari Spanyol. Di dalamnya ada cerita tentang anak-anak yang melaksanakan shaum di negara asal mereka. Waktu shaumnya berbeda-beda, perasaannya juga beda-beda.

Baca juga : CERITA IIE : RAMADAN, MELAHIRKAN DAN KULIAH GRATIS DI SWEDIA

Ada yang merasa sendirian karena teman-teman yang lain tidak ikut shaum (tidak seperti di Indonesia). Ada yang melakukan siesta (tidur siang) untuk istirahat di hari yang panas. Tradisi di awal Ramadannya juga beragam.

Aisya paling suka cerita Maeno Kun dari Jepang yang shaum untuk pertama kalinya. Ia dibangunkan oleh kakaknya, Sakura untuk sahur dan mereka tidak boleh berisik agar tidak menganggu tetangga. Maeno juga tetap berbagi susu dengan teman-temannya di sekolah meski ia berpuasa.

Ketika sensei mengkhawatirkannya, ia bilang tidak apa-apa. Lucunya banyak juga teman-teman Maeno yang bertanya, “Maeno, puasa sakit atau tidak?”, “Maeno, puasa lapar atau tidak?”

Tinggal di Indonesia membuat saya bersyukur karena hampir semua orang disini berpuasa dan jam puasanya pun cenderung lebih pendek daripada sahabat saya yang tinggal di Jepang.

Baca juga : ANAK ADALAH HAK PREROGATIF ALLAH – TEH RIANA

Saya memilih buku ini karena dalam satu buku ada banyak cerita. Ceritanya panjang-panjang (bukan pic-book), jadi saya ringkas lagi saat membacakan untuk Aisya.

BUKU AKTIVITAS RAMADAN WIPE AND CLEAN

DSC_0966

Aisya suka mengerjakan buku aktivitas, jadi begitu Amalia Kartika woro-woro mau me-launch buku wipe and clean, saya langsung daftar untuk jadi resellernya. Biar dapat potongan harga buat pribadi dan sekalian ikut menjualkan.

 

Di dalamnya ada 44 halaman, saking senangnya Aisya rampung menyelesaikan berbagai aktivitas di buku ini dalam beberapa hari. Untung bisa dihapus dan dikerjakan ulang.

Aktivitas di buku ini antara lain menepelkan stiker, menebalkan huruf, mencari perbedaan, mencari huruf hijaiyah yang hilang, menghias kerudung, mencocokan gambar dan kata, dan masih ada yang lainnya juga.

GOING TO MECCA

DSC_0974

Berhubung Pak Aki, nenek, dan Uu-nya Aisya berangkat umroh di Ramadan ini, saya terpikir untuk menjelaskan apa itu umroh dan ngapain aja di Mekah melalui buku Gointg To Mecca yang juga  karya Na’ima B Robert.

Pas banget lagi ada Ramadan Pre-Sale yang potongannya lumayan besar di Littetree.library, langsung deh saya beli buku ini.

Kenapa ga memilih yang We’re Off To Make Umroh? supaya sekalian saja sih. Saya bisa menjelaskan kalau saat umroh, ada beberapa kegiatan yang tidak dilakukan seperti saat berhaji. Dan saya juga menyiapkan buku ini untuk dibacakan lagi saat menyambut Idul Adha nanti.

Setelah dibacakan buku ini, Aisya antusias nanya-nanya sama Pak Aki sebelum berangkat umroh.

“Nanti Pak Aki pakai kain ihrom ngga?”

“Nanti Pak Aki bakal digundulin lho! Tapi kalau yang perempuan ngga, dipotong aja rambutnya sedikit.”

“Pak Aki, nanti di kabah ada batu. Namanya hajar aswad, nanti dicium sama Pak Aki.”

Ucap Aisya bikin Aki-nya gemas dan balik nanya, “Kok Aisya tahu?”

“Dari bukuuuu!” jawab Aisya.

Ya Allah semoga saya bisa terbang ke Mekah juga ya Amiin.

SEMARAK IDUL FITRI FI 5 BENUA 20 NEGARA

IMG_20180529_120801_188

Nah, this book is very special to me, karena salah satu naskah yang saya tulis ada di buku ini! Koleksi buku Ramadan saya lebih lengkap dengan cerita Idul Fitri dari berbagai negara ini.

“Mami, Idul Fitri itu apa?” tanya Aisya. Saya jelaskan sesederhana mungkin, didukung cerita-cerita di buku ini. Selain cerita, ada fakta unik dan game aktivitasnya juga lho di Semarak Idul Fitri.

Review-nya sudah saya buat disini ya BUKU ANAK EDUKATIF – SEMARAK IDUL FITRI DI 5 BENUA 20 NEGARA silakan mampir.

Nah, ini sneak peak cerita yang saya tulis. Adabanyak cerita lain yang seru di bukunya.

Saya merasa asik lho menghidupkan suasana Ramadan melalui buku kemudian melakukan berbagai kegiatan bersama Aisya. These books help me to explain and also to remind me to be grateful and not to waste the time in this Ramadan.

Sekian reviewnya, kira-kira ada yang samaan dengan saya ngga koleksi buku Ramadannya?

 

 

 

 

Fitrah Anak Itu Baik

Screenshot (1)

Beberapa waktu lalu saya berpikir, gimana ya supaya anak bisa selalu nurut sama orang tuanya? Aisya anak yang baik, tapi ada kalanya saat saya meminta sesuatu, ia tidak langsung melakukan apa yang saya minta.

Ini wajar harusnya, cuma kadang saya over-thinking. Salah saya dimana ya? padahal saya sudah membersamainya hampir setiap saat, mengasuhnya sejak lahir, tapi kenapa yaa ada waktu-waktu Aisya lebih memilih mendengarkan instingnya sendiri atau mengikuti kata orang lain?

Lalu secara tidak sengaja saya melihat insta-story teman saya Dhefimaputri dan mendapatkan jawaban yang mencerahkan, kira-kira begini kalimatnya,

“Kesuksesan mendidik anak bukan karena teori parenting, tips-tips mendidik anak dan lain-lain. Tapi karena Allah ridho. So, yang harus jadi concern kita adalah bagaimana membuat Allah ridho. Karena jika Allah ridho, Ia memberi segala yang kita inginkan.” – Ustadzah Poppy Yuditya

Wah, ini jawaban dari pertanyaan saya banget! saya jadi sadar kalau apa-apa itu ya balik ke Allah. Sekarang PR saya adalah mencari ridho Allah. Caranya gimana? salah satunya adalah dengan terus berdo’a dan taat pada Allah SWT. Dan taat pada suami.

Lalu saya mencoba mengingat kembali fitrahnya anak yang dipaparkan dalam buku The Secret Of Enlightening Parenting.  Saya mau merangkum 6 fitrah tersebut di tulisan kali ini ya.

Baca juga : 7 KESALAHAN DALAM PENGASUHAN ANAK YANG BISA ORANG TUA PERBAIKI

Judul asli di bukunya adalah “Manusia Lahir Fitrah, Yaitu Membawa Potensi Baik”. Saya re-write menjadi “Fitrah Anak Itu Baik”.

FITRAH ANAK ITU BAIK

Manusia lahir dengan fitrah, yaitu suci dan berpotensi baik. Apalagi Allah SWT telah melengkapi otak manusia dengan bagian yang tidak dimiliki oleh mahluk mana pun, yaitu Pre-Frontal Cortex (PFC).

PFC ini memiliki fungsi luhur akal budi, kemampuan berbahasa, merencanakan, memecahkan masalah, pengambilan keputusan dan fungsi kontrol.

Kemudian Mba Okina menjabarkan 7 fitrah manusia, yaitu :

  • Fitrah Iman. Setiap insan lahir dengan keadaan telah bersaksi pada keesaan Tuhan. Wujud nyata potensi iman adalah ketaatan hingga terjaga untuk mempertahankan sifat dan perilaku yang sesuai dengan yang diperintahkan Tuhan serta menghindari sifat dan perilaku yang dilarang Tuhan.
  • Bertahan Hidup. Manusia dikarunia peranti dasar untuk bertahan hidup. Inisiasi dini untuk menyusu pada bayi yang baru saja lahir adalah bukti konkret dari potensi ini. Bayi lahir dibekali Tuhan dengan refleks menghisap, mengenggam, berenang, menjerit ketika lapar, dan lain-lain (Hoffman, Paris & Hall, 1994).
  • Belajar Hingga Piawai. Setiap anak adalah pembelajar tangguh sejati yang pantang menyerah. Saat anak belajar jalan, meski berkali-kali jatuh, ia akan selalu berusaha bangun dan mencoba berjalan kembali. Anak juga suka mengajukan pertanyaan terus-menerus sampai paham dan hafal. Potensi belajar hingga piawai ini menjadikan anak aktif bergerak dan bereksplorasi.
  • Kasih Sayang. Manusia lahir dengan fitrah kasih-sayang, yaitu menyayangi dan suka disayangi. Anak akan bersedih ketika melihat orang tuanya sedih dan menunjukkan ekspresi bahagia ketika dibelai atau disapa dengan suara lembut. Serta akan menangis dan takut ketika mendengar suara keras atau ekspresi yang tidak menyenangkan. Dan kasih sayang ini berkaitan erat dengan hormon oksitosin yang mengatur rasa saling percaya, ketenangan, rasa aman, keinginan untuk menolong, keterikatan, kehangatan, kasih sayang dan perhatian.
  • Interaksi. Manusia dilahirkan sebagai mahluk individual dan sosial. Bayi akan merasa bahagia saat diajak berinteraksi dan sedih jika tidak ada yang menemani. Pada dasarnya, setiap manusia bisa menjalin interaksi sosial. Anak yang menarik diri, tidak mau bergaul dan berkomunikasi, bisa dipastikan memiliki pengalaman yang dianggapnya tidak menyenangkan dari hasil interaksi sebelumnya atau mengalami ganguan tumbuh kembang tertentu.
  • Fitrah Seksualitas. Manusia dilahirkan dengan jenis kelamin lelaki atau perempuan.
  • Tanggung Jawab. Ketika pertama kali anak memecahkan barang, dengan jujur ia bercerita sambil berusaha membenahi. Namun kadang respon orang tua yang kurang mengenakan (marah) membuat mereka berpikir bahwa jujur itu berbahaya dan tanggung jawab mereka tidak dihargai. Fitrah manusia adalah bertanggungjawab atas apa yang dilakukannya, dan sebagai orang tua kita perlu jeli melihat potensi ini.

Ketujuh potensi di atas berusaha saya ingat-ingat kembali. Bahwa fitrah anak (bahkan kita) itu baik. Jadi kita selalu bisa kembali pada kebaikan. No wonder  kalau di usia yang sudah ‘matang’ seseorang berubah/kembali ke fitrah. Karena bibit-nya sudah ada.

Saat anak kita menunjukkan sikap yang belum sesuai dengan yang kita inginkan, kita perlu berlatih untuk memilah respon, agar anak tidak malah menjauh dari fitrahnya.

Sekian dulu sharing singkat malam ini, wallahualam bishowab. Semoga bermanfaat 🙂

 

 

 

 

 

Simple Ramadan Decoration

Screenshot (51)
Have I told you that I’m pretty excited this Ramadan?
Selain buku antologi cerita anak saya yang akan terbit di Ramadan ini, bulan suci ini juga saya lebih bersemangat untuk mengenalkan Ramadan pada Aisya.

“Bagi siapa puasa saat bulan Ramadan
karena iman dan mengharap pahala dari Allah
maka dosa masa lalu akan diampuni”

[HR. Bukhari]

We started by decorating our home to heat up the Ramadan vibes. To remind everyone in the house that this is a month of joyful and blessing, we pick “Happy Ramadan” rather than other sentence.

Kemudian saya memilihkan buku bacaan bernuansa Ramadan pada Aisya dan berniat untuk mengikutkan Aisya pada sanlat anak. Pelaksanaannya hanya seminggu kok di Masjid dekat rumah, semoga Aisya semangat ya! Ia bilang ingin ngaji pakai mic di Masjid.

Oia, bahas dikit buku mayor pertama saya ya, judulnya Semarak Idul Fitri. Buku anak edukatif ini berisi cerita tentang perayaan Idul Fitri yang menarik, unik dan berbeda-beda di 20 negara. Lengkap dengan fakta unik dan game aktivitas menjadikan buku terbitan Ziyad ini pilihan yang pas untuk menemani hari-hari menuju lebaran atau saat mudik.

Saya sempat posting ulasan dan promo-nya minggu lalu. Sekarang masa PO sudah berakhir, tapi buat Ibu-ibu yang mau baca review-nya boleh banget dong.

Silakan mampir ke : Buku Anak Edukatif – Semarak Idul Fitri Di 5 Benua 20 Negara

Okay sekarang lanjut ke dekorasi Ramadan di rumah kami. It’s very very simple.

Ada beberapa hiasan yang kami buat, diantaranya :

  • “Happy Ramadan” Greeting
  • Gantungan Bintang – Bulan dan Matahari
  • A Picture Of Us Doing Umroh

Sekarang saya mau perlihatkan foto dan berbagi cerita cara membuatnya ya 🙂

“HAPPY RAMADAN” GREETING

Screenshot (49)

Happy Ramadan greeting terdiri atas 12 huruf yang saya tulis dalam potongan skecth book lalu ditempelkan ke kertas lipat. Sketch book dan kertas lipat ini pemberian dari tante-nya Aisya yang sudah tidak dipakai lagi.

Nah, untuk membuat kartu-kartu huruf ini, kami hanya membutuhkan alat dan bahan di bawah ini.

Alat dan Bahan :

  1. Sketch Book 1 lembar, bisa juga menggunakan buku gambar/karton.
  2. Kertas lipat berbagai warna, ukuran sedang.
  3. Spidol boardmaker warna biru. hijau, merah, dan hitam.
  4. Selotip kertas, saya pakai yang warna krem.
  5. Benang wol warna pink mix putih.
  6. Gunting bergerigi.
  7. Double tip.

Cara Membuat :

  1. Potong sketch book berbentuk persegi panjang. Usahakan agar ukurannya sama, mungil tapi muat untuk menulis huruf. Untuk memotong kertasnya, saya pakai gunting bergerigi.
  2. Tulis huruf, saya menggunakan spidol boardmaker warna-warni agar tulisannya terlihat jelas.
  3. Tempelkan ke kertas lipat, rekatkan dengan double tip. Dengan posisi, kertas lipat seperti ketupat.
  4. Lipat ujung atas kertas lipat yang berbentuk segitiga ke belakang.
  5. Gantungan di benang wol yang sudah digunting dan ditempelkan ke dinding dengan selotip kertas. Lalu tata hingga terlihat proporsional.

Gimana, simpel, hemat dan lumayan kece kan?

Gantungan Bintang – Bulan – Matahari

Setelah kami memasang ucapan “Happy Ramadan”, hari Jum’at Aisya tiba-tiba mengajak saya membuat bintang-bintang seperti yang ia lakukan di sekolah.

Aha! langsung saja kami bikin hiasan lagi. Dalam membuat gantungan ini kami menggunakan cetakan roti agar bentuknya bisa bagus. Let’s move to the step.

Alat dan Bahan :

  1. Kertas lipat ukuran sedang dan besar.
  2. Cetakan roti.
  3. Pensil untuk menggambar.
  4. Gunting bergerigi dan gunting biasa.
  5. Benang wol warna pink mix putih dan putih.
  6. Selotip kertas untuk menempelkan bintang, bulan dan matahari ke benang wol.

Cara Membuat :

  1. Lipat kertas menjadi 4 bagian dengan ukuran yang sama.
  2. Taruh cetakan roti di atas kertas, kemudian mulailah menggambar menggunakan pensil.
  3. Setelah beres menggambar, gunting kertas lipatnya. Tadaaa! langsung dapat 4 bentuk yang ukurannya hampir sama. Saya pakai gunting bergerigi agar lebih nyeni.
  4. Ambil sehelai benang wol, rekatkan bintang, bulan dan matahari dengan selotip kertas ke benang wol.
  5. Terakhir gantungan di tempat yang eye catchy.

Saya memilih untuk menggantungkannya di rak buku Aisya yang berada di ruang keluarga, karena ruangan ini tempat kami paling sering bercengkrama. Ditambah background rak yang berwarna putih, bintang – bulan – mataharinya jadi lebih terlihat cantik.

Kami membuat 2 gantungan, yang satunya lagi lebih panjang. Awalnya mau kami gantung di atas TV, tapi untuk sementara saya gantung dulu di pintu kaca geser. Fyi, rumah saya memadukan dua cat, abu dan putih. Mengadopsi desain scandinavian home ceritanya, hihi.

Baca juga : TAMAN MUNGIL AISYA #SCANDINAVIANHOME

A Picture Of Us Doing Umroh

Screenshot (44)

Umroh-nya belum, memvisualisasikan saja dulu. Hopefully segera ya! Amiin.

Ini adalah gambar  yang kami buat tahun lalu. Saya cukup memasukkan ke dalam bingkai foto dan memajangnya di atas rak buku.

A picture of us doing umroh ini melengkapi dekorasi Ramadan kami. Isn’t it looks sweet?

Alright, kalau Ibu-ibu solihah pada bikin hiasan apa aja nih untuk menghidupkan suasana Ramadan di rumah? Ceritakan dong, siapa tahu saya mau nambah-nambah dekorasi di rumah.

Satu lagi, terimakasih yaa sudah mampir. Happy Ramadan!

 

Buku Anak Edukatif – Semarak Idul Fitri Di 5 Benua 20 Negara

Semarak Idul Fitri2

Happy Ramadan!

Semoga Ramadan kali ini bisa membuat kita tambah dekat sama Allah SWT dan target amalan tercapai. Saya juga berdo’a agar bulan suci Ramadan bisa memberi kita banyak keberkahan dan kebahagiaan. Amiin.

Jujur, Ramadan sekarang saya sangat semangat. Aisya sudah berusia 4 tahun, jadi mulai bisa ikut sanlat. Sanlat untuk anak-anak ya, di Masjid dekat rumah. Kami juga bikin dekorasi Ramadan untuk membuat suasana Ramadan di rumah lebih hidup.

Dekorasinya very simple, cukup lah buat kami. Buatan tangan saya dan Aisya, supaya bisa lebih diresapi lagi kata-kata “Happy Ramadan”-nya.

Tahun ini juga, saya lebih mengenalkan pada Aisya mengenai Ramadan. Saya sudah memilih beberapa buku yang akan saya bacakan selama Ramadan supaya Aisya tahu :

  • Ngapain aja di bulan Ramadan?
  • Apa yang diperbolehkan saat shaum dan apa yang tidak.
  • Mengatakan padanya bahwa bulan ini adalah momen yang sangat baik untuk berbagi, ngaji dan lain-lain.

Berbagi apa? berbagi takjil misalnya ke tetangga atau ke masjid. Kemudian bersedekah dan lagi-lagi berbagai kebahagiaan.

Kalau shaum-nya Aisya belum ya, karena masih kecil. Jadi saya ajak ia untuk memaknai Ramadan melalui kegiatan lain seperti yang sudah saya sebutkan tadi.

SEMARAK IDUL FITRI

Semarak Idul Fitri1

By the way, kok judulnya Semarak Idul Fitri? Ramadannya saja kan baru mulai.

Iyaaa ini jadi salah satu bentuk keberkahan Ramadan untuk saya. Semarak Idul Fitri ini adalah buku keempat sekaligus buku pertama saya yang terbit mayor. Alhamdulillah.

Dan buku cerita anak ini akan terbit di bulan Ramadan, sekarang masih bisa PO. PO-nya sampai tanggal 20 Mei 2018. Kalau PO kan biasanya dapat harga khusus ya.

Ibu-ibu disini sudah pada punya buku-buku Ramadan kan? baik buku cerita maupun buku aktivitas. Nah, kalau buku tentang Idul Fitrinya sudah punya belum?

Kalau belum, Semarak Idul Fitri ini bisa jadi pilihan yang bagus lho! Di dalamnya berisi 20 cerita dari 5 Benua. Cerita apa? cerita tentang perayaan Idul Fitri yang menarik, unik dan berbeda-beda di 20 negara.

Di Indonesia, tiap Idul Fitri biasanya ada ketupat dan opor dan kita pulang kampung, tapi di beberapa negara yang muslimnya minoritas biasanya tidak ada istilah mudik. Karena saat lebaran tidak libur. Bahkan beberapa siswa perlu memberikan surat izin ke sekolah untuk bisa melaksanakan solat Ied bersama keluarga.

Orang-orang yang bekerja juga langsung beraktivitas seperti biasa setelah solat Ied.

Bila Idul Fitri tidak jatuh saat weekdays, maka perayaannya digeser ke weekend.

Salah satu cerita seru di Semarak Idul Fitri adalah para muslim Hawaii yang melaksanakan solat Ied di Magic Island. Bayangkan, solat Ied-nya di pinggir pantai lhooo. Wah sensasinya beda pastiii.

ADA APA AJA DI SEMARAK IDUL FITRI?

Yuk yuk ikutan PO Semarak Idul Fitri, ini contoh isi di dalamnya ya :

 

Di Semarak Idul Fitri ini ada :

  •  Fakta unik seputar aktivitas Idul Fitri di 20 negara, termasuk makanan khas yang dihidangkan ketika lebaran, pakai yang dikenakan dan lain-lain.
  • Plus ada game aktivitas yang seru juga.
  • Dan tentunya cerita menarik perayaan Idul Fitri di 5 Benua 20 Negara

Spesifikasi Buku :

  • Ukuran 16 x 24 cm
  •  Tebal 188 Halaman Bookpaper Fullcolor
  • Sampul softcover bending

Berapa Harganya?

Semarak Idul Fitri ini harga normalnya Rp. 70.000,- the good news is, selama masa PO harganya cuma Rp. 59.500,- lumayan khaaan. Sekarang, siapa yang mau ikutan PO cuuung? Ditunggu yaa sampai 20 Mei 2018.

Pesan Kemana?

Okay, buat Buibu yang mau pesan buku ini untuk Ananda, bisa pesan ke saya ya 🙂

Silakan WA ke 085724717820 atau DM ke IG saya @sundarieko difollow juga boleh, hihi.

Yuk ajak anak keliling dunia untuk ikut merayakan Idul Fitri di 5 Benua 20 Negara. Bisa juga untuk menemani saat mudik 🙂 Temukan juga cerita yang saya tulis di buku ini yaa ❤

 

 

Pilih Pizza Maker Junior Di Pizza Hut Atau Domino’s?

IMG-20180505-WA0033

Berfoto di Pizza Hut, Jalan Terusan Jakarta No. 71 bandung

5 Mei 2018 ini, ITB Motherhood Bandung Timur mengadakan playdate cooking class. Cooking class-nya dengan mengikutkan anak-anak di program pizza maker junior Pizza Hut.

Aisya sudah beberapa kali bikin pizza, di Domino’s pernah, private workshop sama tante Icha (sahabat Mami) juga sudah, di rumah pun sempat nyoba bikin sama Mami, mempraktekan ilmu dari tante Icha.

I thought all this experience would be enough for her, in making pizza.

Tapi pas lihat iklan pizza maker junior PH di TV, tetep masih pengen bikin pizza di restorannya.

Saya akhirnya memberi usul, gimana kalau grup ITB Motherhood Bandung playdate bikin pizza lagi tapi di PH. Alhamdulillah disambut baik, apalagi diadakan saat weekend, jadi lumayan banyak yang bisa hadir. Meski lebih banyak pas 2 tahun lalu di Domino’s sih.

Baca juga : Jadi Junior Pizza Maker Di Domino’s

Setelah ikut, ada beberapa perbedaan yang saya lihat selama cooking class berlangsung. Apa saja? saya bikin list-nya disini ya 🙂

IMG-20180505-WA0019

Biaya

  • Pizza Hut Rp. 40.000,- (ada yang paket plus ice cream, biayanya Rp. 52.000-an kalau ngga salah)
  • Domino’s Pizza Rp. 36.000,-

Fasilitas

IMG_20180510_063217

  • Pizza Hut. Dengan membayar Rp. 40.000,- anak-anak diberi apron, penutup kepala, paper crown, sarung tangan plastik, goodie bag berisi buku gambar, sepiring pizza porsi kecil dan segelas teh, serta sertifikat.
  • Domino’s Pizza. Dengan membayar Rp. 36.000,- anak-anak diberikan topi, apron, sebotol teh, tempat pensil, sepiring pizza porsi kecil dan sertifikat.

Aktivitas

  • Pizza Hut
    Setelah anak-anak siap, anak-anak ini diajari “tepuk pizza hut”. Lalu diajak berbaris dan tur ke dapur. Mereka juga langsung membuat pizza di dalam dapur. Pendamping (orang tua) yang boleh masuk hanya 2 orang. Selama anak-anak yang lain menunggu, tidak ada aktivitas. Hanya menunggu saja diruang makan. Saat pizza-nya sudah jadi, anak-anak diberi pizza. Bentuknya rata-rata sama, jadi tidak tahu apakah pizza tersebut hasil kreasi anak kita atau bukan.
  • Domino’s Pizza
    Berbeda dengan PH, di Domino’s anak-anak diminta duduk dulu setelah mengenakan apron dan topi. Kemudian Mas-mas dari Dominos’s-nya menceritakan asa usul Domino’s pizza dulu. Baru setelah itu anak-anak berbaris untuk kitchen tour dan kembali ke meja. Selama waktu menunggu, anak-anak diberikan kertas dan dipinjamkan pensil warna. Jadi ada aktivitas selama menunggu anak-anak yang lain selesai tur. Bikin pizza-nya dimana? ini nih yang menurut saya seru! Di Domino’s, anak-anak bikin pizza di meja, bareng teman-teman. Topingnya disediakan. Dan masing-masing pizza kreasi anak dikasih kertas nama, agar saat dibagikan tidak tertukar.

Plus Minus

DSC_0456.JPG

  • Pizza Hut
    Karena saat menunggu tidak ada aktivitas yang disediakan dari PH-nya, jadi anak-anak hanya menunggu thok sama Ibunya. Tapi enaknya meja tidak kotor karena aktivitas membuat pizza dilakukan di dapur. Dari segi fasilitas lebih banyak juga. Sabtu kemarin juga ada grup lain yang cooking class, jadi mungkin hal ini bikin pihak PH agak riweuh ya. Makannya saat pelaksanaan terbilang cepat. Tidak ada pegarahan yang cukup panjang/cerita asal usul PH dulu sama anak.
  • Domino’s Pizza
    Saat menunggu, anak-anak mewarnai, jadi ngga bengong bingung di meja. Bikin pizza dilakukan di meja, jadi para Ibu bisa asik mengabadikan, hihi. Dan lebih terlihat serunya sih menurut saya. Dan pas mulai juga ada sesi story-tellingnya ya, ini nilai plus menurut saya. Trus teh botolnya bisa dibawa pulang. Minus-nya sebelum dan sesudah menaburkan toping pizza, anak-anak harus cuci tangan. Sempat agak chaos disini saat banyak anak, tapi kalau hanya 15 anak seperti saat di Domino’s Bintaro sih aman-aman saja.

Ya menurut saya sih itu aja bedanya. Mungkin pas di Domino’s jadi lebih terpantau sama orang tuanya ya, anaknya ngapain aja. Dan pizza-nya betul-betul terlihat kreasi sang anak karena ada nama anaknya di bawah adonan. Kalau pas di PH sama rata, ya no problemo juga sih, yang penting anak kita sudah tahu cara bikin dan menaburkan toping-toping pas di dapur 🙂

Oia di playdate kali ini Alhamdulillah sayabisa bantu-bantu panitia jadi seksi ngumpulin uang. Pengalaman baru, dan saya belajar bahwa senyum dan ketenangan adalah kunci ga panikan hihi. Kapan-kapan mau bantu-bantu lagi, insya Allah.

Terimakasih buat Teh Ully, teh Anggun, teh Puti, teh Intan dan teteh-teteh ITBMhBantim untuk playdate-nyaa!

Sekian ulasan saya, jadi mau pilih yang mana, Moms?